Arsip

Sinopsis Triple – Episode 6

Tema untuk episode kali ini adalah ‘lompatan’ dan Ha-ru menjelaskan kalau penting untuk berusaha melompat tapi lebih penting lagi untuk melakukannya dengan aman dan indah. Jangan memikirkan akan jatuh atau menggapai yang tertinggi.

 

 

Tanpa ada iklan yang dikerjakan, Hae-yoon menghabiskan banyak waktunya di tempat Sang-hee. Hubungan mereka telah dilabuhkan ke alur yang nyaman – yaitu, sampai Jae-wook mampir dan bertanya apakah dia bisa berlindung di bar itu. Melihat Sang-hee yang dengan mudah menyetujui, Hae-yoon memandanginya dengan tidak percaya dan bertanya, “Apa kau gila?” Sedangkan, Hwal dan Hyun-tae nongkrong di kantor tanpa melakukan apapun. Ketika Hwal bangkit untuk menjemput Ha-ru di lapangan es, Hyun-tae mengatakan keprihatinan yang terjadi, “Berapa lama kau pikir kita akan bertahan seperti ini?”

 

 

Su-in menyerahkan sebuah CD kepada Ha-ru dan mengatakan padanya untuk membiasakan dirinya dengan itu – itu adalah musik untuk kompetisi besarnya. Mendengarkan musik itu dalam perjalanan pulang, Ha-ru mulai secara mental merancang programnya. Dia sedikit kaget waktu Hwal membenarnya satu idenya, kaget karena dia mengerti istilah skating dengan baik, tapi secara keseluruhan senang memikirkan, “Kau belajar karena aku, kan?” Ini membuat Hwal kesal lagi dan dia mengeluarkan CD-nya.

 

 

Hae-yoon senang waktu mendengar Ha-ru memanggilnya oppa, dan dia mengulangnya berulang-ulang kali. Tapi Hwal menghancurkan kegembiraan itu dengan berkomentar kalau Hae-yoon dan Ha-ru terlihat seperti ayah dan anak. Hae-yoon menjawab cepat kalau dia adalah oppa dan bukan appa. Hae-yoon bertanya dengan santai apa pendapat Ha-ru tentang Sang-hee yang membiarkan Jae-wook tinggal di tempatnya dan Hae-yoon senang mendengar Ha-ru mengatakan kalau hal itu aneh – ini sah saja kalau Hae-yoon tidak berlebihan bila dia merasa bermasalah dengan hal itu.

 

 

Su-in menanti kencannya dengan Hwal dengan perasaan gugup dan gembira. Dan malam itu berjalan dengan agak janggal. Contohnya, Su-in mencoba menceritakan cerita lucu tapi suasananya tegang dan semuanya berjalan dengan tidak mulus. Lucu juga waktu Su-in bertanya, “Apa kau mungkin punya banyak cerita lucu tapi pura-pura tidak punya?” Setidaknya Hwal tertawa mendengar itu. Su-in bertanya apakah semuanya seaneh ini waktu mereka pertama kali bertemu, dan Su-in senang mendengar jawaban Hwal, “Aku tidak tahu, ketika aku pertama kali bertemu denganmu, aku begitu gugup dan satu2nya hal yang aku ingat aku dengar adalah jantungku yang berdetak.”

 

Hae-yoon sudah tidak senang dengan Jae-wook yang tinggal di bar Sang-hee, tapi dia mengira itu hanya untuk sementara dan bertambah tidak senang lagi karena dia masih disana. Hae-yoon menemukan sikat gigi Jae-wook di kamar mandi, bersama sikat giginya dan Sang-hee. Dia menunjukkan itu pada Sang-hee dan frustasi ketika Sang-hee hanya bereaksi pada warnanya yang menarik. Hae-yoon kehilangan kesabaran dan bertanya, “Aku harus seberapa pengertian?” Dia mulai berteriak namun kemudian dia menahan dirinya. Hae-yoon melempar sikat gigi itu dan beranjak keluar.

 

 

Saat latihan skating, Ha-ru dan Hye-jin mengalami hari yang buruk: Ha-ru terus saja jatuh dan Su-in memaksa Hye-jin untuk tersenyum dan menunjukkan beberapa emosi dalam skatingnya. Ini menuntun ke suasana yang putus asa, yang hilang ketika Hyun-tae tiba2 muncul die s, tersandung dan meluncur, dan dia disini untuk kelas pemula. Ha-ru menyambut Hyun-tae dengan sikap hangatnya, tapi Su-in terganggu sebab dia tahu itu karena dirinya. Sesuai dengan ciri khas Hyun-tae, dia sama sekali tidak gentar dengan respon Su-in yang dingin dan mengatakan pada Su-in kalau sikap ini adalah bagian dari daya tariknya.

 

 

Setelahnya, Hyun-tae mengantar Ha-ru pulang dan saat mereka bersiap-siap untuk tancap gas dengan motor Hyun-tae, Poong-ho tiba dengan sepedanya dan melakukan aksi. Karena merasa terancam, dia bertanya siapa ‘bajingan ini’ dan bertanya-tanya apakah ini pria yang diberitahu Ha-ru yang disukainya. Ha-ru hanya memutar bola matanya pada kekanak-kanakan Poong-ho dan langsung pergi. Kaget, Poong-ho mengikuti mereka dan tidak berapa lama kemudian di rumah Ha-ru, berkeringat dan kehabisan nafas. Menggumamkan ketidaksenangannya, Poong-ho melompati pagar dan masuk, dimana dia melihat Hyun-tae lagi dan berteriak. Tapi sikap Hae-yoon membuatnya berhenti, merasa bersalah.

 

 

Setelah sedikit tenang, Poong-ho memperkenalkan dirinya sebagai pacar Ha-ru dan bertanya mereka siapa. Mereka tidak terlihat seperti saudara Ha-ru – apa mereka paman Ha-ru? Para pria ini merasa Poong-ho sangat muda dan menghibur, dan Hyun-tae melakukan sedikit lelucon, memperkenalkan diri sebagai suami Ha-ru. Poong-ho menarik nafas dengan tidak percaya selagi Hyun-tae melanjutkan leluconnya, memperkenalkan Hae-yoon sebagai mantan suami Ha-ru. Ha-ru memang sedikit muda tapi dia dewasa untuk wanita seusianya dan mereka hidup bahagia sebagai keluarga modern. Yang terakhir, Hwal diperkenalkan sebagai saudara laki2 Ha-ru – adik lelakinya, yang berlawanan dengan penampilannya.

 

Poong-ho cukup mudah ditipu oleh lelucon yang pertama tapi dia sadar setelah yang ketiga. Tapi ketika dia pergi, dia kembali lagi dengan tampang senang (sebab ancamannya sudah disingkirkan). Dia mengumumkan keinginannya dengan bertanya, “Hyungnim! Bisakah aku menjadi suami pertama Ha-ru?” Hwal menguruh Poong-ho pergi wajib militer dulu dan setelah itu mereka akan bicara.

 

 

Peringatan kematian ibu Ha-ru semakin dekat, jadi ayah menyuruh Ha-ru untuk menghormati ibu dengan pergi ke makam bersama Hwal. Ha-ru mencoba mengemukakan keinginan untuk mengunjungi makam orang tua mereka tapi Hwal yang sensitive tidak akan terima dan menghentikan dirinya. Malah, Hwal bertanya tentang latihan Ha-ru dan dia mengatakan kalau keinginan utamanya adalah fokus pada skating tapi sekarang dia sudah meningkat dan mendapat banyak pengalaman, dia juga menjadi lebih ambisius. Hwal kemudian berkata, “Jika kau ingin melakukan itu, lakukan saja, apa masalahnya?”

 

 

Bagi Ha-ru, ini tidak mudah – manusia tidak langsung mendapatkan apa yang dia inginkan – tapi filosofi Hwal sangat cocok dengannya dan Ha-ru menghargainya. Sekali lagi, latihan skating tidak berjalan dengan baik – Su-in frustasi lagi dengan skaternya – ketika Hyun-tae muncul untuk latihannya. Kali ini, dia melangkah ke es dengan meniru gaya Su-in, menunjukkan bagaimana tidak bergunanya menyuruh orang tersenyum dengan marah2, tapi melakukannya dengan ceria yang membuat gadis2 disana tertawa. Hyun-tae mengatakan pada mereka kalau pelatih mereka bermaksud baik, tapi mengingatkan mereka untuk tersenyum, memberi semangat pada keadaan yang serius itu.

 

Setelah latihan, Su-in memutuskan untuk mengambil pendekatan yang berbeda pada Hye-jin dengan memintanya datang lebih awal besok untuk mengajar kelas pemula. Secara alami, ibu Hye-jin yang pemarah tidak bisa menerima ini, tapi Su-in meminta Hye-jin untuk memikirkannya lagi. Ulang tahun Hwal semakin dekat dan Ha-ru memilih Hae-yoon untuk merencanakan pesta. Hae-yoon mengatakan pada Ha-ru kalau Hwal sudah tidak merayakan ultahnya selama 5 tahun, sebab orang tuanya meninggal sehari setelah ultahnya dan membuat suasananya menjadi muram. Masih saja Ha-ru ingin melakukan perayaan kecil dan mencari-cari foto yang menggambarkan ketiga pria itu ketika masih sekolah dan Sang-hee yang masih remaja.

 

Selagi mereka mencari ide, Hwal masuk ke dalam ruangan itu, yang membuat kedua pencari ide itu kelabakan menutupi rencana mereka. Hae-yoon berpura-pura bersikap tenang. Sedangkan, Hyun-tae yang tidak bisa tidur memilih untuk pergi ke halaman rumah Su-in dengan kantong tidur. Dia mengabaikan protes Su-in dan mengucapkan selamat tidur, menarik risleting kantong tidurnya untuk tidur. Keesokan harinya di tempat latihan, Hye-jin tersenyum bahagia sekali setelah mengajar kelas yang lebih muda. Tidak hanya menyenangkan terlibat dengan yang lebih muda, untuk beberapa alasan hal itu juga membantu menghilangkan bebannya, yang sudah mengganggunya.

 

 

Ha-ru bertanya pada Hye-jin, siapa yang lebih maju daripada dirinya, apakah ada sesuatu dengan gaya skating Hye-jin yang memberinya masalah. Bagi Ha-ru, spiral adalah yang termudah, jadi Hye-jin menyuruhnya mencoba, lalu mendorongnya untuk menahan kakinya lebih tinggi, lebih tinggi, dan lebih tinggi lagi hingga Ha-ru jatuh di es. Menggunakan hal ini sebagai contoh, Hye-jin mengatakan bahwa bahkan tugas yang paling mudah pun sulit.

 

 

Bond Factory: karena tidak adanya pekerjaan, Hwal mendapatkan ide, dipicu oleh setumpuk flyer yang tertambat di jendela mobilnya. Dia ingat apa yang dikatakan bos lamanya bilang dia lakukan ketika dia memulai perusahaan Koryeo – dia berkeliling dan melihat-lihat flyer yang di letakkan oleh pebisnis, lalu menggunakan itu sebagai titik awal untuk menawarkan pelayannya sendiri. Yang lainnya tidak antusias tapi Hwal memaksa. Untuk itulah, Hwal mendekati pemilik resto, dan produk mereka yang direvisi memperoleh persetujuan. Pekerjaan yang kecil tapi berhasil.

 

Hwal juga bertemu dengan president Bok Man Chicken, berharap untuk menggodanya melakukan iklan TV. Hwal tidak yakin sebab dia tahu president itu pelit dan anti kampanye mewah, tapi Hwal melakukan pendekatan asertif dan menunjukkan iklan competitor perusahaan itu. Hal itu menyakiti presiden, sebab itu membuat kompetitornya mendapatkan bisnis yang bagus, tapi dia mengatakan kalau iklan itu tidak bagus amat. Hwal kasihan, dengan berkata kalau dia mengerti bagaimana putus asanya melihat pekerjaan yang jelek menghasilkan kesuksesan bagi seorang rival. Presiden menerima pendekatan tidak masuk akal Hwal.

 

 

Dan inilah kompetisi skating. Dengan mengharukan, Poong-ho meminta temannya untuk membantu memberi semangat pada Ha-ru dengan tanda yang bertuliskan Lee Ha-ru ♥ Ji Poong-ho. Bukannya terbalik?! Ha-ru bertanding di grup terakhir dan memerangi groginya ketika dia melangkah di atas es, berskating ke program yang dia dan Hwal rancang. Lompatan Ha-ru lancar dan dia bekerja keras untuk elemennya – bahkan spiralnya lebih tinggi dari biasanya – dan mengakhiri program itu dengan bagus dan banyak tepuk tangan.

 

 

Hye-jin yang berikutnya dan Ha-ru mendoakannya semoga beruntung. Mereka masih bertengkar tapi mereka sudah mencapai level rasa hormat tertentu dan Hye-jin sudah melihat program Ha-ru yang mengesankan. Karena Hye-jin sudah berskating dengan baik, ketika dia melangkah di atas es, dia jatuh pada dua lompatan dan tersandung di lompatan yang lain, dan saat dia menyelesaikan programnya, dia tahu seberapa buruk dia mengacau. Lebih jauh semua orang kaget – Ha-ru yang selalu menjadi yang paling apes diantara keduanya dan kalau ada yang punya masalah, seseorang akan mengharapkan itu Ha-ru bukan Hye-jin.

 

 

Ha-ru memenangkan medali emas, yang dia hormati dengan senang, tapi suasana hatinya tegang karena bercampur dengan rasa kasihan pada penampilan buruk tak terduga Hye-jin. Su-in mengucapkan selamat pada Ha-ru yang melakukan pekerjaannya dengan baik, dan hal ini didengar oleh ibu Hye-jin yang meledak dengan marah kalau Su-in tidak pernah melatih dengan baik dan dia akan mengganti pelatih segera. Ha-ru mendekati mobil dengan ragu untuk bicara dengan Hye-jin yang terguncang, tapi Hye-jin tidak mengatakan apa2 dan menutup pintu sambil menangis.

 

 

Tanpa diduga, Hwal dkk mendapat telpon dari Presiden Bok Man Chicken dan mereka semua bertanya-tanya ada acara apa. Mereka takut kalau ini berita buruk, khususnya setelah presiden memulai dengan mengeluhkan iklan perusahaan pesaing, yang membuatnya terjaga semalaman. Untuk itu, dia mengumumkan pada ketiga pria itu kalau mereka sebaiknya melakukan pekerjaan yang bagus dan setidaknya lebih baik dari competitor dan Hwal dkk perlu waktu beberapa saat untuk menyadari kalau mereka baru saja mendapatkan proyek. Ketika mereka keluar, mereka takjub pada perubahan ini – sudah lama sejak mereka mengerjakan iklan TV, yang lebih menarik dan memuaskan ketimbang membuat flyer.

 

 

Presiden bahkan memberikan mereka sekotak ayam untuk dibawa pulang sebagai hadiah – dan saat inilah Hae-yoon dan Hyun-tae menyadari sesuatu. Mereka bertukar pandang dan memberikan tumpukan kotak mereka pada Hwal, dan bergegas pergi sambil mengatakan pada Hwal untuk memberikan ayam itu pada siapa saja dan dia akan melihat mereka di rumah. Ini membuat Hwal bingung dan dia tidak mengerti kepergian mereka yang buru2 sampai dia tiba di rumah. Lampu padam dan ketika Hwal mencoba menyalakannya, dia dituntun ke sebuah layar proyektor besar. Saat Hwal melihat ke layar, dia mulai melihat slide show dari foto lama Hwal saat masih sekolah, dan suara Ha-ru mulai terdengar:

 

 

Rekaman Ha-ru: Lihat, kakak – sangat menarik bahwa aku bisa melihat bagian dari dirimu yang tidak aku ketahui. Kakak yang dulu terlihat seperti temanku, dan juga seperti adikku. Shin Hwal, Jo Hae-yoon, Jang Hyun-tae, dan Kang Sang-hee remaja – aku menyukainya. Tapi kenapa kau lahir lebih awal? Akan lebih baik bila kau lahir belakangan. Hingga aku bisa mengobrol dengan kakak dalam gambar ini dan kita bisa nongkrong bersama. Terlalu buruk. Terima kasih sudah membiarkanku tinggal denganmu. Selamat ulang tahun, kakak.

 

 

Saat slideshow-nya berakhir, Ha-ru muncul dari tempat persembunyiannya dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Hwal: “Mulai dari sekarang, aku akan membantu merayakan ulang tahunmu yang hilang karena aku.” Lalu Hae-yoon dan Hyun-tae muncul dari tempat persembunyian mereka dengan membawa kue, dan muncullah perang kue. Ketika Sang-hee muncul untuk bergabung dengan pesta itu, Hae-yoon mengabaikannya, masih kesal tentang Jae-wook. Meski saat Sang-hee mengatakan padanya kalau Jae-wook telah menemukan tempat baru, Hae-yoon tetap dingin. Mengerti kalau Hae-yoon masih marah, Sang-hee bicara dengannya agar ragu2, berharap ada gencatan senjata atau awal yang baru. Malahan, Hae-yoon memberitahu Sang-hee kalau mereka tidak cocok – mereka mungkin baik2 saja berkencan tapi akan sulit bagi mereka untuk melangkah ke hubungan yang lebih.

 

Sang-hee bertanya dengan enggan, “Apa aku membuat kesalahan?” Hae-yoon berkata datar, “Kau tidak membuat kesalahan. Aku yang salah karena berpikir kau akan berubah.” Sang-hee tetap ceria di depan yang lainnya tapi pulang lebih cepat. Saat Hwal mendapatkan sms dari Su-in, Hwal juga keluar dan menghancurkan pesta saat pemotongan kue. Setelah mabuk, Sang-hee menelpon Hae-yoon dari kursi taman di luar resto, meneriakkan permintaan maafnya dan menyuruh Hae-yoon menjemputnya. Hae-yoon bertarung dengan pikirannya sebelum keluar untuk menjemput Sang-hee, tapi dia tidak cukup cepat sebab Jae-wook menjemput Sang-hee lebih awal. Sang-hee tidak menelponnya tapi dia mengatakan kalau Hae-yoon tidak akan mampu melakukannya. Jae-wook lalu membawa Sang-hee pulang.

 


 

Hwal tiba di rumah Su-in dimana Su-in memberikannya kue. Ketika Hwal meniup lilin, Su-in melihat keluar dan menemukan Hyun-tae tiba di depan rumahnya dengan motornya. Hyun-tae melihat pemandangan itu di dalam rumah Su-in, lalu berbalik dan pergi dengan muram. Su-in juga tidak bereaksi dan Hwal pura2 tidak tahu. Hwal telah mendengar suara mesin dan tahu apa yang terjadi. Untuk itu, saat dia pulang ke rumah, dia furstasi pada Hyun-tae. Hwal berkata, “Semuanya masih rumit antara aku dan Choi Su-in, jadi jangan terlibat juga.” Plus, dia menasehati Hyun-tae untuk tidur di rumah, bukan di halaman depan seseorang, yang mengindikasikan kalau dia tahu hal itu juga.

 

 

Hwal menuju kamarnya, masih frustasi, dimana dia menemukan sepotong kue yang ditinggalkan oleh Ha-ru. Dia juga meninggalkan medali skatingnya dengan pesan yang mengatakan kalau dia memenangkan tempat pertama; dia seorang skater nasional sekarang. Hwal lalu memakan kue itu dan membangunkan Ha-ru untuk mengunjungi makam orang tua mereka. Ketika mereka berkendara, Hwal mengucapkan terima kasih pada Ha-ru atas pestanya dan meminatnya untuk tidak usah melakukan itu lagi. Ha-ru berujar, “Aku rasa aku mengerti bagaimana perasaanmu. Aku berpikir ketika lima tahun sudah lewat, aku tidak akan sedih lagi. Tapi aku tetap memikirkan ibu, setiap hari.  Juni adalah bulan yang kurang kau sukai, iya kan?”

 

 

Saat Ha-ru bertanya Hwal pergi kemana tadi, Hwal menjawab, “Pacarku.” Awalnya, Ha-ru berpikir Hwal bercanda, tapi ketika menyedari dia mengatakan yang sebenarnya, Ha-ru menjadi jengkel dan menolak melihat Hwal. Kuburan itu masih jauh jadi Hwal menepi untuk tidur sejenak. Ha-ru membicarakan soal nama mereka, berkata kalau dia diberi nama Ha-ru (sehari) sebab diperlukan waktu seharian untuk melahirkannya. Apa artinya Hwal? Ha-ru bertanya-tanya. Hwal tidak tahu dan menyuruh Ha-ru untuk tidur. Ketika Hwal bersandar dan menutup mata, Ha-ru menjelajah dengan tangannya mulai dari atas tangan Hwal hingga ke atas wajahnya. Hwal merasakan itu dan menyuruh Ha-ru untuk berhenti. Hwal membuka matanya dan melihat Ha-ru memandangnya dengan seksama, yang memberikannya perasaan aneh jadi dia berbalik dan menghadap pintu. Ketidaknyamanan Hwal menjadi-jadi, so dia keluar untuk menghirup udara segar.

 

 

Pada pagi harinya, mereka tiba di makam dan memberi hormat pada orang tua mereka, meninggalkan bunga dan membersihkan batu nisan. Ha-ru melihat nama mereka dicetak di penanda dan bertanya-tanya, “Kenapa aku adikmu?” Mereka menuju rumah setelah kunjungan mereka dan narasi Ha-ru menutup tema episode ini. Dia mengenang buku yang pernah dia lihat yang mengatakan bahwa jatuh dengan sayap, yang membuat Ha-ru tidak mengerti.

 

 

Narasi Ha-ru: Kenapa kau jatuh saat kau punya sayap? Tapi hari ini, aku tiba2 ingin punya sayap. Sayap yang membuatku bisa terbang tinggi, sayap kuat untuk membawaku ke tempat yang jauh…

 

Hari berikutnya sebelum berlatih, Su-in memberikan berita bagus untuk Ha-ru: Ha-ru sudah dijamin mendapatkan satu tempat dengan Hye-jin dalam kompetisi Eurasia yang akan datang. Ha-ru sangat merindign sedangkan Su-in menuju kantornya untuk beberapa saat, sampai perhatian Ha-ru teralihkan oleh suara hp Su-in. Dengan penasaran, Ha-ru mengintip pemandangan layarnya, yang menunjukkan foto Su-in dan Hwal dan penjelas, “Suamiku”. Penasaran dan kaget, Ha-ru mengangkap hp itu tepat saat narasinya berakhir:

 

 

Narasi Ha-ru: …. Meski aku jatuh pada waktu tertentu.

 

 

 

 

 

 

Iklan

Sinopsis Triple – Episode 5

Dimulai dengan konfrontasi dari episode sebelumnya, ketika Hwal mendekati Hyun-tae di luar RS. Suasananya tegang, Hyun-tae sudah tahu soal pernikahan itu dan bertanya, “Bagaimana bisa kau menikah secara rahasia-rahasia? Apa ini lelucon buatmu?” Hwal mengambil pendekatan sentimentilnya, “Tidak akan ada yang berubah dengan membicarakan hal itu.” Hyun-tae mengatakan pada Hwal untuk menangani masalah itu seperti yang dia inginkan, dan Hyun-tae akan pura2 tidak tahu.

Saat Hyun-tae bangkit untuk pergi, Hwal menawarkan untuk minum, tapi Hyun-tae sedang tidak mau minum dengan Hwal malam ini. Hwal pergi untuk minum di bar-nya Sang-hee dimana dia bertanya-tanya apakah dia harus bercerai. Sang-hee tergagap waktu mendengar kalau pelatih Ha-ru adalah istri Hwal, khususnya karena dia adalah wanita yang disukai Hyun-tae.

Di rumah sakit, Su-in merasa perlu menjelaskan pada ibunya kenapa Hwal mampir, karena dia tidak pernah mengatakan perpisahan mereka. Su-in berkata kalau ini adalah salahnya dan ibu langsung bisa menebak kalau Su-in melakukan sesuatu yang menyakiti Hwal. Ibu meminta Su-in untuk minta maaf pada Hwal, karena dia adalah pria yang baik. Setelah pergi, Hyun-tae kembali ke rumah sakit dan menyuruh Su-in keluar. Su-in berpikir karena kebenaran sudah terbuka sekarang, Hyun-tae harus mengerti kenapa mereka tidak bisa terlibat dan kenapa mereka tidak diperbolehkan bicara seperti ini.

Hyun-tae telah mendapatkan kembali sebagian sisi humor dirinya dan menyerahkan bunga serta bicara riang dengan Su-in. Ini membuat Su-in bingung – apa Hyun-tae sudah mengerti? Hyun-tae, di sisi lain, tidak benar2 berselingkuh dengan Su-in – mungkin iya tapi ini seperti seolah-olah Hyun-tae begitu menyukai Su-in hingga dia menjadi anjing penasaran yang tidak mau memikirkan masalah dan hanya ingin menikmati saat2 itu. Pada pagi harinya, Hwal benar2 tidak nyaman yang membuatnya punya masalah saat mengambil makanan dengan sumpit. Ha-ru melihat Hwal kikuk dan dengan ragu meletakkan makanan di mangkuk Hwal. Karena Hwal menerima pemberian Ha-ru, maka dia mencoba lagi, meletakkan lebih banyak makanan di mangkuk Hwal. Biasanya Hwal akan marah tapi hari ini dia merasa tidak enak badan dan menerima bantuan Ha-ru yang membuat Ha-ru senang.

Setelah sarapan, para pria kembali bekerja. Hyun-tae bertemu dengan president perusahaan Bokman, orang yang telah dia buatkan flyer. President itu suka iklan Hyun-tae, tapi pria itu sama sekali tidak ingin melakukan promosi dan hanya meminta hal2 yang kecil saja. Ini jauh dari tujuan kampanye besar yang mereka kerjakan. Merasa sedih, Hyun-tae bermain basket di lapangan mini yang bangun di halaman rumah Su-in. Su-in mengancam akan menelpon polisi dan mencoba mengusirnya. Protes Su-in diabaikan, dan Hyun-tae menjawab kalau dia disini karena dia mengalami hari yang buruk dan ingin melihat Su-in serta bermain basket.

Kali ini, Poong-ho membuat skater muda lainnya menangis karena dia mendekor loker Ha-ru dengan foto dirinya yang ditempel hingga membentuk tulisan ‘HARU’ dan satu foto besar berbentuk hati. Dia melekatkan lebih banyak foto dirinya di bagian dalam loker, dan menunggu di luar sampai Ha-ru muncul. Ha-ru terlalu memikirkan berita lain untuk memperhatikan keberadaan Poong-ho pada awalnya sebab Pelatih Su-in baru saja menyuruhnya untuk mendaftar agar bisa berlaga di level nasional.

Poong-ho mengatakan pada Ha-ru untuk tidak khawatir, bahwa dia akan berhasil, dan mereka berdua akan menjadi atlet nasional. Ketika Ha-ru memarahi Poong-ho karena mengacaukan lokernya, Poong-ho mengatakan kalau foto2 itu adalah ‘Malaikat Pelindung’ Ha-ru: “Karena aku tidak selalu bisa hadir untuk menjagamu.” Poong-ho lalu melompat dengan suasana hati yang bagus dan malah jatuh!

Sang-hee mampir dengan membawa makan malam untuk Hae-yoon, dkk. Tidak sadar kalau Sang-hee dan Ha-ru belum saling dikenalkan, para pria itu tidak menyadari kalau Ha-ru semakin tidak suka dengan cara Sang-hee yang begitu gampang bergaul dengan para pria itu – tapi itu tidak bisa dibandingkan dengan bagaimana Ha-ru merajuk saat Hwal masuk ke ruangan itu. Ha-ru melihat ketika Sang-hee berbisik ke telingan Hwal dan bicara padanya dengan penuh kasih. Ha-ru tidak suka itu. Tidak!

Sang-hee sedang dalam misi untuk menjembatani konflik antara Hwal dan Hyun-tae, meski dia tidak mengatakan apa2 secara langsung karena dia diharapkan tidak tahu pernikahan Su-in dan Hwal. Plus, yang lainnya masih belum sadar. Tapi dia membuat yang lainnya minum dan bersulang demi persahabatan, yang mereka lakukan dengan enggan. Lucu sekali bagaimana Hae-yoon tidak suka Sang-hee memperhatikan Hyun-tae (yang Sang-hee lakukan karena kasihan sebab Hyun-tae jatuh cinta pada wanita yang sudah menikah). Sedangkan, Ha-ru tidak suka Sang-hee memperhatikan Hwal sebab dia merasa ditinggalkan dan posesif pada seseorang yang menjaga kakaknya.

Keesokan harinya, Ha-ru lebih memperhatikan pakaiannya dan memakai make up dengan tujuan untuk tampil seperti wanita dihadapan Hwal. Para pria tidak mengerti kenapa Ha-ru menjadi cekikikan dan bergenit-genit dengan Hwal saat sarapan dan tergagap dalam kebingungan. Sebenarnya, Ha-ru harus menyerah dengan sangat tidak sukses. Satu lagi kejutan di rumah itu ketika ayah Ha-ru dan Pelatih Nam tiba disana tanpa pemberitahuan apapun. Tentu saja ayah tidak suka pada fakta kalau tiga pria single tinggal dengan putrinya di rumah itu, yang salah satunya suka melihat wanita berpakaian minim (Hyun-tae. Haha.). Ayah melihat dengan kecewa pintu penghubung antara kamar Hwal dan Ha-ru dan marah karena Ha-ru melakukan kegiatan memasak dan mencuci.

Ha-ru mengajak pengunjung itu ke lapangan es dan kedatangan Ha-ru tanpa diduga disambut oleh sekeranjang makanan, yang diturunkan dari atas untuk Ha-ru oleh Poong-ho. Dia meminta Ha-ru untuk mengambilnya karena dia menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya meski Ha-ru memukulnya dengan kesal. Setelah mendengar Ha-ru memanggil ayahnya, Poong-ho bergegas memberi salam dan membungkuk dengan resmi – yang sangat lucu karena Poong-ho membungkuk dari lantai dua! Dia juga memperkenalkan dirinya dengan antusias sebagai pacar Ha-ru dan menawarkan mereka isi keranjang itu selagi mereka menonton Ha-ru bermain skating. Bahkan, Pelatih Nam bisa langsung melihat bagaimana penampilan Ha-ru membaik sejak berbulan-bulan yang lalu.

Itu salah satu alasan yang membuat Ha-ru tetap disini, meski Ha-ru merasa kalau keberatan ayahnya semakin meningkat dan mencoba melunakkan kemungkinan keluhan ayahnya. Akan tetapi, setelahnya ayah mengungkapkan penilaiannya dan memutuskan kalau Ha-ru harus pindah ke kamar sewaan. Hampir semua orang langsung bicara untuk meyakinkan ayah; Hae-yoon dan Hyun-tae meyakinkan ayah dengan mengatakan kalau mereka menganggap Ha-ru sebagai adik mereka dan menjaganya. Ha-ru memohon pada Hwal, memintanya untuk membelanya – tapi Hwal setuju dengan ayah Ha-ru. Dia menghadapi ayah Ha-ru dengan kasar dan mengatakan kalau dia memang tidak ingin mengajak Ha-ru tinggal disini pada awalnya dan bahwa dia berpikir kalau Ha-ru memang harus tinggal di rumah sewaan.

Tidak hanya Ha-ru yang terluka olah sikap kasar Hwal, tapi Hae-yoon juga tidak senang. Dari ketiga pria di rumah itu, hanya Hae-yoon yang mencoba meyakinkan ayah Ha-ru untuk mengubah pikirannya dan kesal karena perubahan suasana ini. Mencoba untuk menjadi sangat cemas, Hae-yoon bahkan menawarkan kamarnya sebagai tempat tinggal sementara bagi ayah Ha-ru dan pelatih Nam dan pergi untuk tinggal di bar Sang-hee sampai mereka pergi. Hae-yoon sedikit tidak suka dengan pembantu baru Sang-hee, yaitu pemain hockey Jae-wook dari episode sebelumnya.

Hae-yoon melakukan pekerjaannya dari tempat Sang-hee sedangkan yang lainnya bekerja di markas dan mereka semua berencana untuk mencari klien baru. Seperti yang disebutkan, Hyun-tae tidak mendapatkan bayaran bagus dari perusahaan ayam itu sedangkan Hwal dan Hae-yoon ditolak oleh kenalan yang ditemui. Mereka tidak meminta kampanye khusus, tapi mencoba untuk bicara dengan perusahaan yang mereka ajak kerja sama di masa lalu untuk melihat apakah mereka bisa menggoda perusahaan2 itu. Sayangnya, kebanyakan dari mereka masih setia dengan agensi yang lama, Koryeo.

Ketika Ha-ru mengalami kesulitan menggantung tirai di dapur, dia meminta bantuan Hwal. Tapi Hwal malah menolak dan mengatakan akan melakukannya nanti. Masih terluka oleh keinginan Hwal yang ingin menyingkirkannya, Ha-ru bertanya, “Apa kau benar2 senang bila aku pergi?” Hwal terlihat sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan itu tapi karena Hwal tidak menjawab maka Ha-ru menyimpulkan, “Kau pasti benar2 tidak peduli apa aku tinggal disini atau pergi.”

Hwal merasa sedikit sakit ketika Ha-ru pergi. Keluar dari lorong, dia masih melihat Ha-ru sibuk dengan tirai itu dan maju untuk membantu. Saat membantunya, Hwal merasakan kalau Ha-ru sangat panas dan sadar kalau dia sedang demam tinggi – Ha-ru sudah sakit sejak beberapa hari yang lalu tapi dia tetap mengabaikannya karena ingin melanjutkan latihannya untuk kompetisi berikutnya. Hwal memberinya obat dan merawat demamnya, tinggal di sisi tempat tidur Ha-ru selagi dia tidur. Beberapa saat kemudian ketika Hwal mengganti kain basah Ha-ru, Hwal memaki kalau Ha-ru selalu membuat masalah dan membuatnya pusing. Ha-ru menghargai kata2 itu dan berkata, “Itu kejam.”

Ha-ru: Bagiku kau adalah tali dari surga. Tapi bagimu, aku pasti tidak berguna. Karena kau aku bisa main skating, kau mengatakan hal2 baik padaku, kau memberikanku kamar untuk tidur. Kau adalah tali yang aku syukuri – jika kau aku, apakah kau akan melepaskannya? Apa kau tali yang rapuh? Apa begitu?
Hwal: Jika aku adalah kau… aku akan berpegangan meski talinya rapuh.

Hwal mengatakan kalimat itu sambil tersenyum kecil. Ha-ru mengucapkan terima kasih pada Hwal dan dia pun meninggalkan Ha-ru untuk tidur. Di luar, Hwal menemui ayah Ha-ru, yang bangun untuk menghirup udara malam. Hwal mengatakan kalau Ha-ru sakit dan membimbing ayah ke kamar Ha-ru. Pada pagi harinya, Ha-ru sudah membaik dan sekali lagi dia bertanya pada ayahnya apakah dia bisa tinggal. Kelihatannya ayah sudah merubah pikirannya dan ketika dia dan pelatih Nam pergi, mereka pulang ke rumah daripada berburu apartemen. Ayah menyuruh Ha-ru untuk jaga diri dan Hwal dkk mengantar ayah dan pelatih.

Kembali ke Bond Factory dan berlawanan dengan keteguhan lama Hwal kalau mereka tidak boleh kembali ke perusahaan lama mereka meminta pekerjaan, dia kelihatan menderita sekali. Dia sudah meminta Hyun-tae dan Hae-yoon untuk tidak melakukan itu tapi dia malah mendapati dirinya bicara dengan bos Koryeo untuk bertanya apakah mereka bisa mengambil alih sebagian pekerja di perusahaan itu. Sayangnya, agensi iklan itu sedang mengalami masa sulit jadi jawabannya adalah tidak. Dalam perjalanannya keluar, Hwal menghampiri Hae-yoon, yang baru saja akan masuk ke dalam… dan kedua pria itu sangat malu karena tertangkap basah melakukan hal yang mereka sudah janji tidak akan lakukan.

Sedangkan, Hyun-tae sekali lagi menuju rumah Su-in, dan melihat Su-in sedang naik ke atap untuk mengambil bola anak tetangga. Hyun-tae memanjat tangga itu sebelum Su-in punya kesempatan untuk turun dan dengan sengaja mendorong tangga itu jatuh untuk membuat mereka terjebak di atap. Su-in ketakutan karena terjebak disana tapi Hyun-tae santai saja menikmati hari itu. Mereka diam disana untuk beberapa saat sampai Hyun-tae siap untuk kembali ke tanah. Hyun-tae bercanda kalau dia akan melompat – yang membuat Su-in menariknya – tapi kemudian dia benar2 melompat. Saat berada di bawah, dia membuka tangannya dan menyuruh Su-in untuk melompat, menjamin kalau dia akan menangkapnya. Su-in memohon pada Hyun-tae untuk diambilkan tangga saja.

Di rumah, Hwal mendatangi Ha-ru di lorong selagi dia berlutut dengan anak anjingnya dan mengejutkannya dengan menyelipkan rambut Ha-ru yang lepas ke belakang telinganya. Hwal berkata, “Berpeganganlah pada tali rapuh itu.” Ini cara Hwal meminta maaf. Ha-ru terkikik saat dia menari dengan anjingnya sambil menyanyikan lagu, “Wal, kita tidak diusir!” Sikap Hyun-tae belakangan ini membingungkan. Maju mundur apakah dia akan terus mengejar Su-in atau menyerah saja. Hyun-tae mengikuti Su-in berkeliling sembari melihat apa saja yang Su-in lakukan sepanjang hari tapi tetap membuat dirinya tidak dilihat.

Pada malam hari itu, saat dia melihat dari luar rumah Su-in, Hyun-tae berpikir, “Dia bergerak tepa waktu dengan jamku. Itu cukup baik. Tidak, tidak baik. Ayo jujur. Hal yang terbaik adalah bersama-sama.” Akan tetapi, berikutnya ketika Su-in membuka pintunya, malah Hwal yang duduk disana, bukan Hyun-tae. Su-in langsung merasa senang dan lega dan mengatakan kalau dia punya perasaan kalau dia akan bertemu dengan orang yang ingin dia lihat di balik pintu itu.

Hwal merasa kesal, baik ingin melihat Su-in dan karena punya keinginan untuk melihatnya. Tapi dia benar2 ingin melihat Su-in, setidaknya untuk sekarang, sebab dia meminta Su-in untuk menyediakan waktu bagi dirinya di akhir pekan ini. Hwal berkata, “Aku juga tidak tahu kenapa kita tidak bercerai. Aku akan menelponmu di akhir pekan.” Setelah itu Hwal pergi meninggalkan Su-in yang tersenyum senang.

Sekali lagi, Ha-ru menutup episode ini dengan narasinya: “Terakhir kali aku memeriksa diriku adalah enam menit sebelum berkompetisi.” Poong-ho menghentikannya dan berkata serius, “Ayo berhubungan serius.” Setelah beberapa saat, Ha-ru menjawab dengan simple, “Aku minta maaf, ada seseorang yang aku sukai.” Senyum Poong-ho hilang ketika Ha-ru pergi tapi Ha-ru terlihat senang.

Narasi Ha-ru: Pemanasan sudah berakhir – sekarang adalah permulaan. Aku merasa gemetaran.

Sinopsis Triple – Episode 4

Setelah Hwal memukul Hyun-tae, dia pergi dengan marah, tapi tidak bisa menghilangkan marahnya dan kembali untuk menemui Su-in. Meski Su-in menanggapi kembalinya Hwal dengan wajah penuh harap, tapi hal itu menghilang dengan cepat saat Hwal bertanya, “Apa kau suka bermain-main dengan laki2?” Hwal menyebut Su-in orang yang tidak tahu malu dan pembohong, dan Su-in memang mengakui perselingkuhan yang dia lakukan dulu tapi untuk yang ini, dia membela diri. Hwal mengatakan pada Su-in untuk menjalani hidupnya sesukanya, “Dan buang jauh2 diriku dari hidupmu.”

 

 

Ha-ru melatih berbagai cara untuk mengucapkan terima kasih pada Hwal sebagai balasan atas sepatu skating (dan anak anjing) yang diberikannya, hanya saja Ha-ru tertidur di bawah meja waktu Hwal pulang masih dengan memegang sepatunya. Ketika Hwal mebawa Ha-ru ke kamarnya, dia bertemu dengan Hyun-tae di lorong. Suasananya aneh selama beberapa saat sampai Hwal meminta maaf pada Hyun-tae karena sudah memukulnya. Hyun-tae menebak kalau Hwal dan Su-in saling kenal.

 

 

Hae-yoon menunggu Sang-hee di loby sebuah bioskop tapi dia tidak datang. Hae-yoon menemukan Sang-hee di sebuah bar dan terluka melihat Sang-hee sedang menikmati menghibur sekelompok pemain hockey muda. Ketika Sang-hee mendekat berikutnya, dia menyarankan kalau Hae-yoon bisa menolongnya, tapi Hae-yoon tidak sedang baik hati sekarang dan mengingatkan Sang-hee kalau dia bukan pacarnya. Sang-hee menjelaskan kalau dia adalah teman dan Hae-yoon berkata kalau dia tidak pernah tidur dengan wanita dan menjadi teman setelahnya. Dengan banyaknya interaksi diantara mereka, yang ini bukan marah atau kesal; Hae-yoon cenderung memperlakukan Sang-hee dengan sikap seorang pacar dan rela saat Sang-hee duduk di pangkuannya.

 

 

Ketika Su-in menyirami halamannya malam itu, masih memikirkan reaksi Hwal, dia memperhatikan keranjang bola basket yang sudah didirikan tapi tidak tahu dari mana asalnya. Su-in mendapatkan sms lucu dari Hyun-tae untuk menghiburnya: ‘Ratu keras kepala, apa kau suka beruang?’ Su-in tertawa membaca pesan itu. Keesokan paginya, Ha-ru masih mencari cara bagaimana cara menunjukkan ucapan terima kasihnya pada Hwal. Dia mendapatkannya: dia mencuci mobil Hwal. Dan Wal adalah anak anjing paling baik sebab dia hanya duduk dan melihat Ha-ru mencuci mobil Hwal.

 

 

Ha-ru menemukan serpihan bulu anjing di mobil, yang memperkuat kalau Hwal adalah orang yang membawa Wal pulang ke rumah. Ha-ru ingin mendengar Hwal mengatakannya langsung, jadi ketika Hwal lewat Ha-ru berkata, “Kakak, beberapa hal aneh terjadi kemarin! Sepatu skatingku muncul, dan begitu pula Wal. Menurutmu apa yang terjadi?” Hwal sedikit malu mengakui kalau dia yang melakukan itu untuk Ha-ru, jadi Hwal mengabaikan adiknya dan mengganti subjek pembicaraan. Ha-ru tidak gentar, tahu kalau Hwal peduli meski dia tidak mau mengakuinya, lalu memeluk Hwal. Ha-ru berjanji akan setia mulai dari sekarang.

 

 

Perusahaan baru itu mendapatkan pukulan ketika Manajer Park dari perusahaan bir menelpon Hwal untuk membatalkan kontraknya. Sekarang Park sudah mendapatkan waktu untuk berpikir, dan dia menyimpulkan kalau mereka berdua di luar jangkauan kemampuan mereka dan tidak nyaman dengan fakta kalau perusahaan itu masih muda serta baru. Ketika Hwal mencoba mengerti apa alasan yang memicu perubahan ini, Manajer Park meneriaki Hwal dan tidak memberikan banyak penjelasan. Di pihak lain, Sang-hee menyadari kalau dia sudah mengabaikan janji kencan dengan Hae-yoon jadi dia minta maaf. Hae-yoon merasa tidak bersemangat karena kehilangan kontrak itu jadi Sang-hee menghiburnya dengan mengatakan kalau perusahaan mereka sangat keren dan mereka akan segera bisa bangkit. Hal ini benar2 mengangkat mood Hae-yoon.

 

 

Hyun-tae sekali lagi menunggu di luar untuk menemui Su-in yang habis melatih. Su-in sangat lelah melihat Hyun-tae yang selalu muncul tak terduga dan mencoba mengabaikannya tapi mobil Su-in sulit untuk dinyalakan dan Hyun-tae menawarkan diri untuk memperbaikinya. Ketika Hyun-tae sedang bekerja, Su-in menyinggu subjek pelarian malam sebelumnya, bertanya apakah Hwal menjelaskan semuanya pada Hyun-tae. Su-in mengaku kalau dia sudah mengacaukan segalanya tapi tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Hyun-tae belum tahu cerita lengkapnya, tapi mengatakan kalau dia tidak bisa tidur tadi malam karena memikirkan Su-in. Meski Su-in kesal pada sikap Hyun-tae tapi dia sedikit tersentuh mendengar Hyun-tae mengatakan kalau dia kesini bertemu Su-in hari ini karena dia merindukannya.

 

 

Ha-ru mengundang Hwal untuk menonton pertunjukkaannya yang selanjutnya. Hwal memperhatikan kalau Ha-ru hari ini punya waktu untuk mencuci mobilnya sebab dia batal ikut piknik sekolah dan bertanya apa dia sendirian di sekolah. Hwal sudah tahu kalau dia penyendiri di sekolah skating sebab dia melihat Ha-ru dikerjai. Ha-ru tidak khawatir karena tidak punya teman dan malah berceloteh tentang tingkat lompatannya yang sudah meningkat. Ada kejadian lucu saat Hwal melihat Ha-ru berdiri dengan sempurna untuk mencapai tirai di atas sebuah kursi yang miring. Hwal mencobanya dan saat itulah Ha-ru muncul dan memergokinya.

 

 

Pada pagi harinya, Hwal mempercepat pekerjaannya dan memutuskan untuk mencoba lagi. Dia tidak akan membiarkan satu kegagalan membuatnya kalah. Hyun-tae sedang mengerjakan rencananya sendiri tapi dia belum membiarkan teman2nya tahu apa rencananya. Dia meminta tips presentasi dari Hwal dan menasehati, “Jangan palingkan matamu dari sainganmu.” Pimpinan Bokman Chicken adalah teman ayah Hyun-tae dan sekarang dia mencoba mempresentasikan idenya untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Idenya bagus tapi dia pelaksanaannya mengerikan – dia melempar sebuah bola ke wajah direktur yang berhasil menangkap bola itu. Hyun-tae lalu mulai melemparkan bola ke semua pria yang ada disana sebagai analogy untuk mendemonstrasikan bagaimana hanya dengan melempar iklan dan ide ke pelanggan adalah teknik yang efektif. President Bokman Chicken merasa tertarik tapi ide itu belum berkembang. Hyun-tae pulang membawa kekalahan.

 

 

Hwal berusaha untuk meyakinkan klien yang lain dan melirik jus anak2 dengan nama Jus Kokoma. Hae-yoon kurang antusias dan berkata kalau itu terlalu rumit, tapi Hwal mengatakan kalau Hae-yoon dan Hyun-tae bisa menemukan proyek lain, mereka bisa melakukan itu. Meski tahu Hwal marah padanya, tapi Su-in tetap meminta bantuan Hwal ketika ibunya masuk ke rumah sakit karena sakit kronis. Ibu Su-in tidak tahu kalau Su-in dan Hwal sudah berpisah dan bergumam kalau kejam sekali menantunya tidak menjenguk. Hwal mencari President perusahaan jus itu di gym, datang dengan membawanya gagasannya. Setelah melihat reaksi seorang ibu di supermarket terhadap jus itu, Hwal mengenali jus itu punya masalah branding, dan menyarankan agar perusahaan mendesain ulang botol jus untuk mengubah imej. Hwal meminta untuk disertakan dalam kompetisi untuk memenangkan akun untuk perusahaan itu dan mendapatkan harapannya.

 

 

Hyun-tae kembali untuk memberikan gagasannya pada bos perusahaan ayam itu dan berjuang melalui presentasinya meski pria itu sepertinya tidak memperhatikan. Hyun-tae telah mempersiapkan lima pendekatan untuk merk pemasaran, dan ketika dia mempresentasikan ide terakhirnya, dia mempersiapkan dirinya untuk kalah. Berlawanan dengan perkiraannya, president menyukai ide yang Hyun-tae presentasikan dan mengatakan pada Hyun-tae kalau dia pintar karena memikirkan cara memasarkan lima gagasan itu dalam satu iklan. Hyun-tae mulai mengoreksi ucapan president tapi diabaikan dan malah menelan ludahnya dengan gugup.

 

 

Salah satu pemain hockey dari malam sebelumnya kembali ke bar Sang-hee dan Hae-yoon jelas tidak suka pada pria ini. Nama pria ini Jae-wook dan dia terkesan sombong dan membuat Sang-hee terkesan dengan memasukkan banyak kue ke mulutnya. Dalam kecemburuannya, Hae-yoon menyela percakapan mereka beberapa kali dengan menjatuhkan pulpen atau buku dan membuat Sang-hee mengambilkannya untuk dirinya.

 

 

Karena tes-nya semakin dekat, Ha-ru ingin memperbaiki programnya dan mencoba elemen yang lebih tinggi, seperti hal2 yang dilakukan Hye-jin. Dia memohon pada pelatihnya beberapa kali, mengulangi kata2 Hwal bahwa dia tidak akan tahu dia bisa melakukannya atau tidak sampai dia mencobanya sendiri. Su-in berkata kalau kata2 itu bagus tapi juga berbahaya sebab Ha-ru membahayakan dirinya dengan melakukan segala sesuatu terburu-buru; Su-in berpikir Ha-ru melakukan hal yang di luar kemampuannya dan berkata tidak.

 

 

Karena nasehat Hwal hanya setengah efektif, Ha-ru kembali pada Hwal untuk meminta klarifikasi, sebab pelatihnya memberitahunya kalau nasehat Hwal adalah nasehat yang tergesa-gesa. Hwal menjawab kalau kadang2 tanpa aksi yang tergesa-gesa, seseorang tidak bisa mencapai perkembangan yang bagus dan Ha-ru suka jawaban itu. Dalam kesenangannya, Ha-ru melempar sebuah bola basket mainan ke dinding yang mengenai bingkai foto dan memecahkan kaca bingkai itu. Ha-ru langsung menyesal tapi sepertinya Hwal sudah terbiasa dengan kecerobohan Ha-ru dan mendesah kalau dia akan membersihkannya.

 

Ha-ru ingin menyamai tingkat Hye-jin dalam skating, jadi dia mengikuti gadis2 yang lain ketika Hye-jin mencoba lompatan kombinasi triple. Setelah Hye-jin jatuh, Ha-ru mencoba hal yang sama, jatuh juga. Meski maksud Ha-ru baik tapi Hye-jin merasa terganggu karena Ha-ru mengikutinya lalu menamparnya. Hye-jin dan Su-in melihat Ha-ru di lapangan es. Su-in akhirnya melunak dan mengatakan pada Ha-ru kalau dia bisa mencoba lompatan itu – selama dia tidak menyesalinya kalau dia gagal – dan sekarang Ha-ru sibuk berlatih. Dia jatuh tapi bangkit lagi sambil tertawa, yang membuat Su-in takjub.

 

 

Hye-jin bergumam, “Sejujurnya aku tidak mengerti. Kalian semua aneh.” Tapi Su-in melihat sikap Hye-jin dan berkomentar dengan berkata dia tahu kalau lapangan es terasa seperti neraka sekarang. Wajah Hye-jin mulai penuh dengan air mata ketika Su-in memberinya nasehat: “Jangan takut kalau kau tidak akan sesuai dengan harapan ibumu. Jangan pernah mencoba menjadi skater yang diinginkan orang lain. Jadilah skater seperti yang kau inginkan, dan lapangan es neraka ini akan jadi lebih baik. Mungkin terasa seperti surga.”

 

 

Hwal dan kedua kawannya merasa malas karena cuaca hujan, tidak mampu menciptakan ide bagus. Hwal berkeliling dan memperhatikan sesuatu di dekat jendela: kertas dengan cap kaki menandai sebuah titik di lantai, dan saat dia mendekatinya, dia melihat gambar Ha-ru yaitu gambar wajah Hwal yang marah. Ini adalah respon Ha-ru setelah memecahkan bingkai foto dan Hwal tersenyum.

 

 

Hwal memanggil Hae-yoon dan Hyun-tae dan mereka pun tertawa yang membuat mood jelek mereka hilang. Sambil bercanda, mereka memegang plastic berwarna untuk menjadi bingkai gambar wajah Hwal yang marah itu – yang memberikan ide pada Hwal. Ha-ru muncul untuk mengajak Hwal jogging dengannya. Energi Ha-ru benar2 mempengaruhi ketika dia menari di sekeliling Hwak dan berlari ke bawah hujan. Meski Hwal mencoba menghentikan Ha-ru dengan menarik kerudungnya, Ha-ru tidak merasa takut dan berkata, “Apa kau khawatir terhadapku?” Ketika Hwal kembali dari larinya, dia benar2 segar dan mendapatkan ide untuk presentasi jus itu – dan semuanya berpusat di sekitar Ha-ru. Di sisi lain, Hae-yoon menelpon Sang-hee untuk mengulang kencan mereka, dan duduk di luar sambil minum anggur menikmati hujan. Hyun-tae bermain basket di halamannya dan Su-in melihat ke luar halaman depan rumahnya.

 

 

Sekarang waktunya berurusan dengan bisnis, dimana Hwal merekrut Ha-ru sebagai bagian dari presentasinya. Karena tidak ingin melewatkan kesempatan, Ha-ru langsung menyerang dengan menawar yaitu kalau Ha-ru mau membantu presentasi Hwal, maka Hwal harus mau datang ke pertunjukkannya. Hwal tidak mau jadi Ha-ru beranjak pergi, dan Hwal dengan enggan setuju pada syarat Ha-ru. Saat Hwal menjelaskan peran Ha-ru, Ha-ru memberikan tatapan panjang pada Hwal, dan disinilah kita bisa melihat kalau ada sesuatu yang lebih. Tapi Ha-ru segera menyingkirkan pikirannya itu dan mengatakan kalau senang rasanya melihat sisi baik Hwal.

 

 

Ketika waktunya mulai presentasi, dimulai dengan Ha-ru yang memasuki ruangan sambil membawa paying, dan berputar sambil bernyanyi di bawah hujan. Suasananya riang dan santai tapi semuanya berubah menjadi keras saat Ha-ru melakukan gerakan akrobatik. Ketika Ha-ru menyelesaikannya, Hwal segera mengambil alih dengan mengatakan permasalahannya kalau anak2 suka jus itu tapi ada yang salah dengan warna yang memberikan imej tidak sehat. Mereka akan mengubah pandangan itu dan menggunakan warna sebagai kunci utama mempromosikan jus itu. Presentasi itu sukses dan Hwal cs merasakan kalau mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Responnya bagus hingga telpon datang dengan cepat, dan president mengucapkan selamat atas pekerjaan mereka yang sangat bagus.

 

 

Akan tetapi, putra president perusahaan jus ini – yang juga bekerja di bidang periklanan – datang padanya dan meminta pekerjaan itu (membuat iklan). Karena putranya itu tidak berbakat, president itu tidak bisa menolak putranya sendiri, jadi dia menyarankan kalau kedua kelompok itu bekerja sama. Meski kata itu kedengarannya seperti kolaborasi, Hwal mengerti kalau ini artinya presiden ingin menggunakan ide itu dan membiarkan putranya mendapatkan keuntungan. Dengan menyesal, dia menolak tawaran itu. Hwal berbaring di tempat tidurnya ketika dia mendengar ketukan di pintu, dan sebuah pesan terselip di bawahnya. Dia membukanya dan menemukan pesan dari Ha-ru.

 

Ha-ru: Kakak, sejak tinggal denganmu, aku sudah belajar banyak hal, dan aku juga belajar sesuatu kali ini. Terima kasih, kakak. Aku bertanding hari ini. Kau tidak harus datang. Aku akan memakai sepatu yang kau belikan untukku dan bekerja keras sepertimu.

 

 

Itu tentu saja membuat Hwal bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke lapangan es. Dia menonton ketika Ha-ru tampil dan melihatnya melompat, yang membuat Ha-ru dan Su-in senang. Hwal bertepuk tangan untuknya campuran antara bangga dan senang. Ha-ru keluar dari lapangan es dengan terharu karena lompatan itu, yang ternyata sukses lalu dia melihat Hwal menonton. Hwal melambai dan memberikannya dua jempol. Sedangkan, Hyun-tae juga datang ke lapangan es untuk melihat Su-in tapi kali ini dia tidak mendekat. Dia mengatakan pada dirinya kalau dia hanya ingin melihat Su-in, tidak lebih, kelihatannya dia sudah menyerah. Pada akhirnya, Hyun-tae memutuskan kalau dia tidak boleh pergi seperti ini dan mengikuti mobil Su-in.

 

 

Su-in menuju rumah sakit dimana dia menemukan Hwal mengunjungi ibunya. Ibu menelpon Hwal untuk memintanya mampir. Su-in merasa bersalah karena Hwal diharuskan datang dan mengatakan pada Hwal untuk tidak menglhawatirkan apapun yang dikatakan ibunya. Keduanya menuju keluar saat kunjungan sudah berakhir. Mereka berhenti untuk beberapa saat ketika melihat Hyun-tae menunggu di luar. Dia menunggu di sebuah kursi taman menunggu Su-in. Kedua pria ini saling pandang, tanpa kata2 dan Hyun-tae hanya bisa tersenyum getir.

 

 

Akhirnya, malam itu Ha-ru mengantar Hwal ke kamarnya, kakinya yang diseret menandakan kalau dia mabuk berat. Ha-ru membawa Hwal ke tempat tidurnya dan melihat dengan penuh kasih saat Hwal tidur lalu tertidur di sampingnya.

 

 

 

 

 

 

Sinopsis Triple – Episode 3

Episode 3 dibuka oleh karakter dalam drama kita ini yang sudah mengambil keputusan masing2. Hwal dan Hyun-tae yang keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja jadi mereka bisa membentuk perusahaan sendiri. Mereka berdua dan Hae-yoon juga harus terbiasa dengan kehadiran seorang gadis di rumah mereka: Haru. Contohnya, Hae-yoon kaget bukan main waktu Haru masuk begitu saja ketika dia sedang di dalam toilet. Hyun-tae berpura-pura tertawa waktu dia tertangkap basah Haru sedang menonton film porno di komputernya.

Haru bukan penggemar film porno tapi dia telah menyesuaikan diri bagaimana hidup di rumah itu. Tapi tetap saja semuanya aneh. Haru tidak merasa terganggu ketika masuk kedalam kamar mandi waktu Hae-yoon sedang disana. Untung saja, Hae-yoon punya koran untuk menutupi dirinya. Haru akhirnya disuruh untuk bersih2 di luar. Haru mulai menggambar wajah Hwal di jendela. Dia mengintip ke dalam dan melihat anak anjing yang membuatnya sangat gembira dan bahkan menamainya ‘Wal’.

Hae-yoon adalah satu2nya yang berpikir kalau meninggalkan perusahaan adalah ide buruk dan menyuruh teman2nya untuk memohon agar diijinkan kembali bekerja. Dia sendiri tidak keluar dari perusahaan. Hwal telah menghilangkan semua harga dirinya dan dia berkeinginan untuk hidup mandiri. Sedangkan Hyun-tae yang kurang ambisius mengikuti Hwal dengan setia. Hyun-tae juga mengatakan kalau akan menyenangkan bila bekerja sendiri tanpa jadwal dari kantor.

Ada kejadian lucu saat seorang pelanggan di bar minta dilayani dan Sang-hee yang menjawabnya. Mereka melongo menyadari bahwa sekarang Sang-hee adalah manajer bar itu. Mood Hae-yoon yang sudah masam menjadi tambah jelek saat seorang pria tiba dan jelas pria ini akrab dengan Sang-hee. Pria ini adalah kenalan Sang-hee dan Hae-yoon memandang mereka dengan tatapan masam. Pria itu adalah Manajer Park, yang memimpin tim promosi sebuah perusahaan bir. Dia juga kenal dengan pegawai di tempat Hae-yoon bekerja karena dia banyak bekerja sama dengan perusahaan itu dalam membuat iklan.

Di tempat latihan, sekelompok skater menyejek Haru di belakangnya. Haru adalah target yang mudah sebab dia lebih tua dan kemampuan skatingnya masih jelek. Tapi Haru tidak peduli dan hanya mengabaikan para gadis itu. Tapi dia tidak bisa mengabaikan Ji Poong-ho. Pemuda ini mencoba mendapatkan perhatian Haru dengan sengaja menabraknya. Poong-ho ini adalah pemuda yang digemari gadis2 jadi ada semacam ego dalam dirinya. Jadi dia berharap Haru juga bersikap seperti gadis2 itu. Tapi Haru sama sekali tidak peduli dan Poong-ho harus mengaku kalah.

Poong-ho itu rada2 sombong dan mengatakan kalau dia pernah menang di Olimpiade dengan mendapatkan emas. Haru menghancurkan ego Poong-ho dengan mengatakan kalau dia tidak menonton kemenangan Poong-ho. Poong-ho menyerahkan hp-nya pada Haru dan menyuruh Haru untuk memberikan nomer hp-nya. Tapi Haru malah mengatakan kalau dia tidak punya handphone. Dia menghina Poong-ho dan berlalu dari pemudan itu begitu saja. Dia sama sekali tidak tersanjung atas perhatian yang diberikan pria itu padanya.

Haru menunggu jemputan di luar saat selesai latihan. Seharusnya Hyun-tae yang menjemputnya tapi rupanya dia lupa. Ketika Su-in lewat, dia bertanya apakah Haru sedang menunggu kakaknya untuk menjemputnya. Su-in lalu menawarkan untuk mengantar Haru pulang. Di dalam mobi, Su-in bertanya informasi tentang Hwal – dia mencoba bersikap biasa tapi tidak berhasil – dan bertanya juga bagaimana Haru bisa bersaudara dengan Hwal.

Hyun-tae menelpon Su-in dan memastikan kalau Haru sudah mendapatkan tumpangan. Hyun-tae menunggu kedatangan Haru dan Su-in dengan penasaran. Waktu Su-in buru2 ingin pergi, Hyun-tae menolak dan malah mengundang Su-in masuk. Su-in protes sebab dia tahu kalau Hwal tidak akan suka. Tapi, karena tidak ada yang tahu hubungan diantara mereka, Su-in diminta untuk tinggal sebentar.

Di dalam rumah, Su-in tegang waktu bertemu dengan Hwal. Dia tahu Hwal pasti sangat marah. Tapi Hwal malah mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu. Hanya Hwal tetap tidak bisa menghormati Su-in. Dia sempat2nye mengeluarkan kata2 tajam sebelum pergi. Haru memarahi kakaknya karena sudah bersikap kasar pada tamu.

Ketika Haru akan memberi makan anak anjingnya, dia mendapati kalau Wal, sang anak anjing sudah punya teman. Dia memberi mereka makan dan memandikan mereka. Tapi anak2 anjing ini terpeleset di kamar mandi. Lalu, mereka merusak perabotan rumah. Para pria yang tinggal di rumah jelas tidak senang bila barang2 mereka rusak, apalagi Hwal.

Hyun-tae muncul di rumah Su-in dan begitu saja masuk. Karena dia tidak pernah diundang, Su-in cukup kaget mendapati Hyun-tae di rumahnya. Su-in berusaha menghalangi Hyun-tae masuk. Su-in menganggap Hyun-tae sangat mengganggu. Tapi kemudian Hyun-tae mengeluarkan sebuah kotak peralatan dan mengatakan kalau dia ada di rumah Su-in untuk memperbaiki ketel Su-in yang rusak. Setelahnya, Su-in menawarkan Hyun-tae makanan sebagai ucapan terima kasih dan mengatakan kalau sikap Hyun-tae sangat lancang.

Setelah menemui Manajer Park di bar, Hwal mengejar manajer itu untuk diberikan kesempatan menggarap iklan perusahaan bir itu. Hwal menelpon Hae-yoon untuk membicarakan hal tersebut tapi Hae-yoon mengatakan kalau dia tidak ikut campur dalam pekerjaan baru Hwal itu. Makanya, Hwal akhirnya membuat presentasi untuk perusahaan bir itu bersama Hyun-tae meski mereka belum mendapatkan peluang itu. Karena melihat kedua orang itu bekerja keras maka Manajer Park setuju untuk memberikan mereka kesempatan menggarap iklan perusahaan bir-nya.

Di sisi lain, Hae-yoon merasa sangat bosan. Sang-hee mengatakan kalau itu karena tidak alami bila mereka bertiga tidak bekerja sama. Hae-yoon membicarakan hubungan mereka yang sudah sangat mengganggunya sejak kedatangan manajer Park. Kali ini, Hyun-tae bertanya apa pendapat Sang-hee tentang hubungan mereka. Sang-hee menjawab kalau mereka seharusnya tidak berkencan sebab mereka sama2 bersalah. Hae-yoon tidak suka mendengar ini tapi menerima keputusan Sang-hee dan mengatakan kalau ini juga berarti kalau mereka tidak akan tidur bersama lagi.

Haru pulang ke rumah dan mendapati anjing2nya sudah dipindahkan – mereka sudah dilaporkan. Haru tahu siapa yang melakukan ini dan langsung menemui Hwal serta menyebutnya dingin dan kejam. Haru berkata, “Apa salahnya memberi makan anjing yang kelaparan?!” Hwal punya alasan tersendiri kenapa dia membuang anjing liar itu tapi reaksinya menunjukkan kalau dia merasa bersalah setelah melihat Haru kecewa.

Karena jengkel, Haru menemui Hae-yoon yang merupakan pendengar yang baik dan mengatakan tentang kakaknya. Di lain pihak, Hwal menyebut temannya itu pengkhianat karena terus bekerja pada perusahaan lama dan tidak mau bergabung dengan perusahaan baru yang Hwal bentuk. Hwal tahu satu hal jadi dia menghubungi Sang-hee dan menyuruhnya untuk mempengaruhi Hae-yoon agar mau bergabung dengan perusahaan barunya sebab Sang-hee pasti punya pengaruh yang Hwal tidak punya.

Poong-ho terus mencari perhatian Haru meskipun dia sama sekali tidak berhasil. Tapi, dia berhasil mendapatkan perhatian Haru – Poong-ho menandai diagram latihan Haru – hanya saja dia tidak bisa membuat Haru kagum padanya. Poong-ho berskating dengan mengagumkan tapi Haru sama sekali tidak kagum. Haru malah mengejar Poong-ho dan membuatnya terjatuh di lapangan es.

Haru masih tetap menjadi bahan ejekan kawan2nya dan sepatu luncurnya malah hilang. Haru jelas merasa terganggu tapi dia hanya menganggapnya sebagai kejailan teman2nya ketimbang pencurian. Para skater yang lebih muda tertawa melihat keadaan Haru dan Haru terpaksa memakai sepatu luncur pinjaman untuk hari itu. Su-in meminta Haru untuk segera membeli sepatu yang baru karena benda itu adalah bagian terpenting dari skating.

Ketika Hwal tiba di lapangan es malam itu, dia bertemu dengan Su-in. Akan tetapi, Su-in hanya lewat begitu saja di depan Hwal. Hanya saja, Su-in berbalik untuk melihat Hwal sejenak dan mengharapkan reaksi yang lebih bagus. Su-in sedikit kaget waktu Hwal bertanya, “Apa kau benar2 tidak akan pulang?” Hwal berkata pada Su-in kalau dengan tinggal disini, Su-in hanya membuat hubungan mereka menjadi tambah buruk. Hwal ingin agar dia berhenti melatih Haru.

Su-in mengaku bahwa Hwal adalah alasan kenapa dia mau mengambil pekerjaan itu dan mengatakan kalau dia akan tetap tinggal sampai Hwal kembali padanya. Itu membuat Hwal marah, “Kau diharuskan melakukannya dengan caranya sendiri, tidak peduli apa yang aku rasakan.”

Di dalam gedung, Haru keluar dari kamar mandi menuju lokernya (yang dicoret) dan mendapati kalau pakaiannya sudah dicuri. Dia berkeliaran di dalam lorong yang gelap dan berteriak memanggil seseorang serta meminta teman2nya untuk mengembalikan bajunya. Haru menemui Hwal yang meminjamkan pakaiannya pada Haru. Hwal melihat Haru tidak memakai alas kaki jadi memutuskan untuk menggendong adiknya itu. Ketika menikmati gendongan Hwal, Haru merenung kalau ada kekuatan dalam kata ‘oppa’.

Berlawanan dengan tampilan luar Hwal yang galak, dia sebenarnya baik. Dia mencap kaki Haru untuk mendapatkan ukuran sepatu gadis itu. Keesokan harinya, Haru bangun dan melihat kakinya yang kotor – apakah dia tidur sambil berjalan? Hwal tersenyum dan berpura-pura marah kalau Haru sudah mengotori rumah dengan kakinya yang kotor. Hwal terhibur melihat betapa bingungnya Haru. Sesuai dengan permintaan Hwal, Sang-hee berusaha meyakinkan Hae-yoon untuk bergabung dengan perusahaan baru Hwal. Dia meletakkan papan bertuliskan ‘Bond Factory’ di depan rumah Hwal. Ini adalah nama baru untuk perusahaan itu. Para pria adalah Bond dan Sang-hee adalah Bond Girl.

Hae-yoon pergi kerja dengan marah2 dan membuat Sang-hee bertanya-tanya apakah taktiknya gagal. Tapi Hwal memberitahunya kalau cara itu berhasil. Taktik itu benar2 membuat Hae-yoon kacau. Hari itu di tempat kerja, Hae-yoon memperhatikan latihan presentasi teman2nya untuk perusahaan Bir Taeyang dan mendesah sangat kecewa. Dia mengatakan pada rekan2nya itu kalau perusahaan akan baik2 saja tanpa dirinya. Tapi Hae-yoon masih tetap tidak nyaman tentang bagaimana teman2nya akan berjalan sendirian.

Kekhawatiran ini beralasan sebab pada saat itu Hwal sedang menjelaskan pekerjaan mereka pada Manajer Park, yang menanyakan pertanyaan yang mencurigakan. Hwal mencoba untuk memikirkan jawaban yang meyakinkan dan saat itulah Hae-yoon tiba dan bergabung dengan perusahaan baru Hwal. Dia mengambil alih dan memberikan jawaban yang meyakinkan. Bond Factory sudah berdiri.

Haru berpendapat kalau sepatunya yang hilang adalah karena ulah Poong-ho maka dia menemui pemuda itu. Haru memukulnya dan berteriak agar Poong-ho mengembalikan sepatunya. Poong-ho tidak tahu apa yang terjadi dan terlihat benar2 bingung. Poong-ho sebenarnya memperhatikan kehadiran sekelompok gadis yang sangat menikmati kejengkelan Haru.

Jadi, Poong-ho melakukannya sendiri dan menghukum orang2 yang sebenarnya bersalah. Dia menyuruh para gadis itu untuk berjalan bebek keliling sebagai penebusan dosa mereka. Poong-ho juga memastikan kalau dia mendapatkan perhatian Haru ketika gadis itu keluar dari latihan hari itu. Su-in sebenarnya telah memberikan sepatu pengganti sebagai hadiah untuk Haru serta setuju untuk menaikkan Haru dari latihan wajib ke latihan melompat. Yang penting disini adalah Poong-ho bisa meyakinkan Haru kalau dia bukan orang jahat yang mengambil sepatunya. Para gadis itu akhirnya mengaku kalau mereka yang mengambil sepatu Haru.

Haru membuat gadis2 itu minta maaf dengan berteriak keras2, “Aku minta maaf, Unni!” Lalu, Haru membebaska mereka dari hukuman. Setelah mereka pergi, Poong-ho beralih ke Haru dan mengharapkan sesuatu. Dia ingin mendengar permintaan maaf dari Haru. Haru bergumam, “Aku minta maaf!” Tapi Poong-ho ingin mendengar permintaan maaf yang lebih memuaskan jadi Haru berteriak, “Aku minta maaf, Kak!”

Poong-ho terlihat sangat bangga mendengar ucapan itu dan meminta Haru untuk mengulanginya lagi. Poong-ho: “Apa yang kau katakan setelah aku minta maaf?” Haru menjawab, “Kakak?” Karena tidak mampu menahan kegirangannya, Poong-ho beraksi: dia mengganggu Haru untuk beberapa saat lalu menarik gadis itu dan menciumnya. Poong-ho berkata, “Kau sangat lucu!” Haru menjerit ketika Poong-ho menciumnya!

Haru pulang ke rumah dengan sedikit linglung. Dia menemukan Hwal sedang bicara pada mobilnya tapi ketika Hwal melihta kedatangan adiknya, dia menyuruh Haru untuk masuk. Saat Haru sudah di dalam rumah, Hwal mengintip dan melihat anak anjing Wal dalam kandangnya. Bond Factory memberikan presentasinya yang menurut mereka sangat bagus. Malam itu, mereka menunggu kabar di bar Sang-hee bersama-sama. Mereka mendapatkan telpon awal dari manajer Park kalau sementara mereka menunggu hasilnya, manajer Park bilang kalau pekerjaan mereka sangat bagus!

Hwal dan Hyun-tae kemudian meninggalkan bar dan Hyun-tae tiba di rumah Su-in untuk berbagi kegembiraan dengannya. Su-in masih merasa kalau Hun-tae itu sangat mengganggu. Ketika Hyun-tae berhadapan dengan Su-in, Su-in menepuk tangannya di depan mulut Hyun-tae seolah-olah dia ingin menangkis sebuah ciuman. Hyun-tae tertawa dan malah mencium kening Su-in.

Hyun-tae meyingkirkan tangan Su-in dan mencoba untuk mendapatkan ciuman yang lebih nyata. tapi Su-in malah menyundul Hyun-tae – dan tiba2 saja, Hwal muncul disana dan memukul Hyun-tae, membuatnya jatuh ke bawah. Hwal hanya melihat kalau ada seorang pria yang sedang memaksa seorang wanita dan berbuat secara refleks. Setelah Hun-tae jatuh barulah dia menyadari kalau pria itu adalah temannya sendiri. Hwal memandang Su-in, yang malah balik memandang Hwal dengan kaget.

Hwal bisa membaca keadaannya dan berbalik pergi tanpa mengatakan apapun serta membuat Hyun-tae memanggilnya dengan bingung. Su-in tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan Hyun-tae, “Apa kau tahu apa yang terjadi barusan?” Su-in mendorong Hyun-tae ke teras dan menutup pintu dihadapan pria itu. Dan Hyun-tae sangat bingung!

Narasi dari Haru mengatakan kalau seseorang bisa saja terjebak dalam keadaan yang sama sekali tidak bisa dikendalikan. Jika kau meletakkan nama dan reputasimu di tempat yang berbahaya, apakah keadaan akan membaik?

Haru menemukan anak anjingnya di dalam kamarnya yang dia kejar2 hingga ke kamar Hwal. Disana, dia melihat sebuah kotak di lantai. Di dalam kotak itu ada cap kaki Haru dan sebuah sepatu luncur yang baru. Menyadari kalau sepatu itu cocok dengannya, Haru mulai menyanyi, “Kakakku membelikan sepatu untukku!” Haru menari-nari ke sekeliling rumah menunjukkan kalau dia sangat bahagia!

Sinopsis Triple – Epiosde 2

Hwal tiba di lapangan es tepat ketika Haru meluncur di es untuk melakukan aktivitas rutinnya. Yang lainnya juga sudah disana meski perlu beberapa waktu bagi Hae-yoon untuk mengenali Haru yang lebih langsung ketimbang sebelumnya. Baik Hae-yoon dan Hyun-tae (yang membawa teddy bear sebagai hadiah) setuju kalau Haru lucu dan memberinya semangat!

Haru melakukan gerakannya dengan anggun tapi dia jatuh pada lompatan pertama… begitu pula dengan yang kedua. Para penonton merasa bersedih untuknya. Tapi Haru bangkit lagi setiap kali dia jatuh (go girl!). Ketika Haru bersiap untuk melakukan lompatan yang terakhir, para penonton menahan nafas… dan dia berhasil! Haru mengakhiri latihannya dengan gembira tapi tidak lama setelahnya kegembiraan itu lenyap sebab dia tidak lolos tes. Pada kenyataannya, memang tidak ada yang lolos hari itu, yang juga membuat ibu2 yang menonton anaknya menjadi bersedih.

Hyun-tae melihat ke bawah dimana dia memperhatikan Su-in yang sedang mengobrol dengan seorang pelatih. Pertemuan mereka sebelumnya memang singkat tapi Hyun-tae yakin kalau dia tertarik pada Su-in dan sekarang bertekad untuk mendapatkan perhatian Su-in. Akan tetapi, Su-in melihat ke tempat lain di dekat Hyun-tae. Dia memandang seseorang yang berada tidak jauh dari Hyun-tae, seseorang yang terlihat familiar. Tapi Hwal yang telah melihat Su-in segera berbalik sebelum Su-in dapat melihatnya dengan jelas.

Hae-yoon dan Hyun-tae mengucapkan selamat pada Haru setelahnya. Mereka tahu kalau mantan kakak tiri Haru (Hwal) marah padanya karena tiba2 datang, jadi mereka menyingkir ketika Hwal muncul dengan wajah marah. Hwal menarik Haru. Dia ingin mengatarkan Haru ke stasiun agar bisa pulang ke rumah. Hae-yoon merasa sangat bersalah sebab dialah yang bercanda dengan mengatakan kalau Hwal sangat ingin Haru tinggal dengannya. Hae-yoon maju dan mencegah mereka (Haru dan Hwal) pergi. Dia juga meminta Hwal untuk mengendorkan pegangan tangannya. Hyun-tae setuju dan kedua pria ini mencoba meyakinkan Hwal agar Haru bisa tinggal.

Hwal mendapat telpon dari ayah Haru dan Hwal mengatakan pada pria itu kalau dia sama sekali tidak punya hubungan apa2 dengan Haru jadi dia sama sekali tidak punya keinginan untuk mengajak Haru tinggal di rumahnya. Haru menyadari ini tapi penolakan Hwal tidak cukup untuk membuatnya gentar. Dia benar2 menginginkan kesempatan ini agar bisa mengejar mimpinya. Jadi Haru berpura-pura sakit perut untuk memperdaya kakak tirinya. Hyun-tae dan Hae-yoon menyetujui taktik ini dan menyemangati Haru.

Ketika Hwal ditelpon untuk pertemuan yang lebih penting, Hyun-tae dan Hae-yoon berjanji akan membelikan Haru makan siang dan mau mengantarkannya pulang. Dengan enggan, Hwal meninggalkan Haru dalam penjagaan teman2nya itu sementara Hae-yoon berkali-kali menjamin kalau dia bisa dipercaya. Kemudian Hae-yoon memindahkan Haru ke dalam rumah. Dia dan Hyun-tae bahkan membantu memindahkan barang2 Haru ke dalam rumah. Mereka kemudian pergi dan Haru menikmati hari2nya di rumahnya yang baru.

Haru menghabiskan harinya untuk merapikan kamarnya lalu dia beralih ke pekerjaan rumah tanggan seperti mencuci dan memasak. Ketika yang lainnya pulang malam itu, Hwal masih belum tergerak dengan pertolongan Haru, padahal yang lainnya terkesan dan kagum. Karena mereka tidak mungkin mengusir Haru pada malam hari, Hae-yoon meminta agar membiarkan Haru menginap. Kelihatannya lucu sekali bagaimana Hyun-tae berbaring di samping Haru dan menyebutnya anak anjing. Haru bangun pagi2 sekali dan menyiapkan sarapan untuk para pria disana. Hyun-tae dan Hae-yoon sangat menyukai ini tapi Hwal tetap saja marah. Dia mengatakan pada teman2nya kalau ini tidak akan mengubah apa2 dan dia akan mengantar Haru ke stasiun nanti.

Hae-yoon dan Hyun-tae berpikir bagaimana caranya agar Hwal mengubah pikirannya. Tiba2 Hyun-tae – yang sangat ingin dekat dengan Su-in – mendapatkan ide. Bagaimana kalau mereka mencarikan Haru pelatih skating dimana hal itu akan membuat Hwal lebih sulit kalau ingin memulangkan Haru. Hyun-tae menawarkan diri untuk mengerjakan tugas itu. Karakter baru: Ji Poong-ho. Dia adalah skater yang sangat populer diantara pada siswi dan juga seorang skater yang hebat. Poong-ho langsung tertarik pada Haru. Sayangnya, Haru lebih tertarik dengan bagaimana caranya mendapatkan sarung tangannya yang jatuh dan sama sekali tidak memerhatikan kehadiran Poong-ho.

Haru mengabaikan Poong-ho karena dia lebih tertarik untuk masuk ke dalam dan menyapa pelatih yang dia temui sebelumnya, Pelatih Shin. Haru mengatakan kalau dia berada disini untuk berlatih dengan baik dan bertanya apakah dia bisa berlatih dengan Pelatih Shin. Haru bahkan dengan gembira menyapa Yoon Hye-jin. Hye-jin sama saja dengan sebelumnya: mengejek dan memandang rendah. Tapi haru yang baik hati sam sekali tidak peduli. Dia hanya ingin menwujudkan impiannya menjadi skater.

Karena ingin berhubungan dengan Su-in, Hyun-tae menelponnya dan menawarkan pada Su-in untuk melatih seorang skater muda. Su-in tidak punya keinginan untuk tinggal lama2 di Korea, jadi dia menolaknya. Dia hanya tinggal sebentar disini sebelum kembali ke Toronto. Hyun-tae sama sekali tidak kecewa pada penolakan ini dan mengikutinya ke lapangan es dimana Su-in mampir untuk bertemu dengan Pelatih Shin. Hyun-tae melihat Haru di dalam. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan Haru pada Su-in sebelum dia ditelpon untuk ke kantor.

Hae-yoon dan Hwal sedang berada di kantor. Tapi ketika Hae-yoon mendapat kabar kalau Sang-hee ditimpa masalah saat sedang minum dengan salah satu rekanan, dia menjadi sangat khawatir dan lebih terganggu dari biasanya. Setelah mereka melewati malam bersama waktu itu, Hae-yoon lebih bersikap seperti pacar ketimbang rekan kerja. Dan sikap yang sekarang ini adalah contoh kecemburuannya. Hwal mengatakan kalau Sang-hee akan baik2 saja tapi Hae-yoon bergegas keluar untuk menjemput Sang-hee.

Ketika Hae-yoon mejemput Sang-hee, kejengkelan itu mengambil alih dirinya. Sebenarnya, Hae-yoon tertarik pada Sang-hee karena alasan yang sama sekali tidak dia sukai. Dia menyukai Sang-hee karena wanita punya kesukaan pada kebebasan. Mungkin karena teori kalau pria percaya kalau wanita seharusnya bebas melakukan apapun yang dia inginkan tapi Hae-yoon tidak suka bila pacarnya bersikap terlalu bebas seperti itu. Pada kasus ini, sikap Sang-hee yang tidak tahu malu yang membuat Hae-yoon kesal.

Tapi ada juga penderitaan Hae-yoon yang lain yaitu dia tidak bahagia dengan penolakan Sang-hee padahal mereka bersama pada malam sebelumnya. Sang-hee hanya bermain-main dengan dirinya dan itu membuat Hae-yoon kesal. Hae-yoon menuntut, “Apa kau menggodaku?” Sang-hee menjadi heran, “Kenapa aku harus melakukan itu?” Jawaban ini membuat Hae-yoon menjadi lebih kesal lagi dan dia bergumam agar Sang-hee sebaiknya melupakan itu. Ketika Hae-yoon berbalik untuk pergi, Sang-hee memanggilnya dan bertanya, “Jika aku memintamu untuk bertanggung jawab karena tidur denganku, maukah kau melakukannya?” Hae-yoon tidak menjawab tapi jelas kelihatan kalau dia mau melakukan itu. Setelahnya, mood Hae-yoon langsung membaik.

Su-in meminta untuk bertemu dengan Hwal. Flashback: semuanya manjadi kacau bagi pernikahan mereka ketika mereka pergi makan malam bersama. Hwal kecewa pada Su-in karena mengabaikan dirinya agar bisa bertemu dengan mantan pacarnya tapi Hwal terlihat lebih sakit hati ketimbang marah. Su-in menundukkan kepalanya dan berulang kali minta maaf. Meski Hwal sangat terganggu pada istrinya, level rasa bersalah Su-in tidak seimbang dengan perbuatan salahnya. Hwal berkata, “Apa, ini tidak seperti kau tidur dengannya?!”

Su-in tidak menjawab dan Hwal memandangnya lebih tajam serta membaca kebenaran di wajah Su-in. Itulah yang menandakan berakhirnya pernikahan mereka meskipun Su-in sudah memohon agar Hwal tidak pergi. Pada akhirnya, Hwal meninggalkan rumah mereka di Kanada dan kembali ke Korea dan setelah itu mereka kehilangan kontak. Di masa sekarang: Su-in bertemu dengan Hwal dan meminta maaf lagi. Dia berkata kalau dia sangat menyesali segalanya, “Aku minta maaf karena membuatmu marah.” Hwal menjawab dengan sederhana, “Kau melakukannya karena kau ingin!” Su-in mencoba untuk meyakinkan Hwal kalau keadaannya tidak begitu lalu bertanya, “Tidakkah kau bisa percaya kalau aku mencintaimu?”

Merasa bahwa dirinya belum siap berhadapan dengan Su-in, Hwal mengatakan kalau dia akan menelpon Su-in nanti ketika dia telah siap secara emisonal, yang mengindikasikan kalau ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masa lalu mereka. Ketika Su-in bertanya, “Apa kau tidak merindukanku?” Hwal berhenti sejenak dan kemudian berjalan pergi. Hwal pulang ke rumah dengan bad mood. Dia masih ingin mengirim Haru pulang. Haru mengumpulkan keberanian dan meminta kopernya. Tapi bad mood-nya Hwal telah membuatnya bersikap lebih dingin. Haru akhirnya menyerah dan mulai menangis.

Haru: “Aku tahu segalanya. Kau berpikir bagaimana jadinya bila ibuku tidak menikah dengan ayahmu. Jika aku tidak bermain skating, jika aku tidak meminta mereka untuk mengajakku ke lapangan es waktu itu. Aku tahu mereka mungkin tidak meninggal kemudian. Karena itulah aku minta maaf padamu, tapi aku tidak punya tempat untuk pergi, dank au satu2nya orang yang aku punya. Hanya untuk satu tahun. Aku tidak ingin kembali tanpa pernah bermain skating dengan baik. Aku benar-benar ingin bermain skating. Tolong, Kakak.”

Haru berlari keluar ruangan sambil terisak dan pidato Haru barusan membuat Hwal sedikit menyesal. Keesokan harinya, Haru kembali ke keadaan normalnya. Dia berencana untuk membersihkan seluruh rumah. Api yang dia nyalakan ternyata mulai merambat seiring dengan angina yang datang dan naik ke atas rumah ketika Haru sedang mengelap jandela sambil berbalik. Sementara itu, Hwal sedang ada di dalam rumah. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru hingga tidak sadar kalau tirainya terbakar.

Untungnya ada Hae-yoon yang muncul dengan mobilnya yang melihat nyala api jadi Haru dan Hwal akhirnya sadar apa yang terjadi. Haru berlari untuk memadamkan api itu dengan selang dari taman. Hae-yoon mencoba untuk menenangkan temannya tapi Hwal terlalu marah dan dia menarik tas Haru dan menyeret adik tirinya itu ke mobil. Dia akan segera mengirim Haru pulang. Ajaibnya, Hwal mendapat telpon darurat pada saat itu dan dia serta Hae-yoon harus segera ke kantor untuk menyelesaikan bencana itu.

Sebuah iklan telah keluar yang meniru iklan mereka yang baru2 ini disyuting, bahkan gambarnya sama. Ini masalah besar – mereka menghabiskan banyak waktu dan uang untuk membuat iklan ini – dan bos mereka, Pimpinan Kim, mencela mereka karena kesalahan itu. Karena merupakan orang yang bertanggung jawab pada masalah, Hwal menundukkan kepalanya penuh sesal dan menelan harga dirinya untuk minta maaf. Tapi Hae-yoon mempermasalahkan ketidakadilan Kim dan omelannya yang tidak sedap. Dia pergi dengan marah2. Di sisi lain, Hwal tetap lembut dan berlutut untuk meminta maaf dimana hal ini menyebabkan Kim tidak bisa berkata apa2.

Hwal sadar kalau ini bukan kebetulan dan dia pun langsung menemui mantan bos-nya. Pria itu sama sekali tidak menyesal dan malah mengatakan kalau inilah dunia periklanan. Bahkan dia sempat2nya menawari Hwal posisi di kantor barunya. Hwal memandangi pria ini dengan tidak percaya sebab dulu dia sangat menghormati pria itu sebagai orang yang baik. Hwal bertanya, “Kenapa kau berubah seperti ini?” Mantan bos-nya hanya berkata, “Kenapa, kau ingin memukulku?”

Hwal mengabaikan telpon dari Su-in ketika dia memikirkan hal iklan ini berulang-ulang. Jadi sedikit mengejutkan ketika Hwal tiba di depan rumah Su-in. Wanita ini bahkan tidak berani berharap Hwal akan datang menemuinya tapi Hwal ada disini. Hwal mengangkat tangan ke pipi Su-in dan Su-in memeluk Hwal. Akan tetapi Hwal kemudian mendorong Su-in menjauh dan harapannya pun hancur.

Hwal berkata, “Kembalilah ke Kanada. Aku sedang tidak baik2 saja. Aku mendapatkan masalah karena kau. Aku tidak bisa memutuskan apa-apa. Kita hidup terpisah saja.” Su-in meminta Hwal untuk tidak mengusirnya jauh. Su-in berkata, “Aku salah. Aku tahu aku salah. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan kedua?” Hwal hanya menyerahkan paket obat pada Su-in dan berkata, “Jangan sampai sakit!” Hwal kemudian masuk ke mobilnya dan pergi.

Haru melihat mobil Hwal terparkir di luar jadi dia kesana dan mengetuk jendelanya. Haru meminta Hwal sekali lagi agar dia diijinkan tinggal. Kata2 Haru sama dengan Su-in di adegan sebelumnya dimana dia mengatakan kalau dia bersalah dan diminta diberikan satu kesempatan lagi. Karena tidak mendapatkan jawaban, Haru mengatakan kalau dia berharap kakak tirinya itu memberitahunya apa saja yang harus dilakukan jadi dia bisa melakukannya. Kemudian Haru kembali ke dalam.

Pada pagi harinya, Haru telah memutuskan untuk menyerah saja. Dia merasa sudah tidak ada cara buat merubah pikiran Hwal. Haru memberitahu Hae-yoon kalau dia akan pergi. Haru mengatakan kalau dia akan menyewa kamar meski dia tahu ayahnya tidak akan suka. Hae-yoon tidak suka ini dan mengatakan kalau itu solusi yang buruk. Akan tetapi, Haru mengatakan kalau dia tidak bisa menyerah bermain skating tanpa mencobanya dulu jadi dia harus tinggal di Korea.

Untuk itulah, ketika Hwal masuk Hae-yoon langsung memberitahukan rencana Haru dan meminta Hwal untuk merubah pikirannya. Saat Hwal muncul di sekolah Haru untuk menjemputnya, Haru memandang mobil Hwal dengan curiga jangan2 dia akan diantar ke stasiun. Haru masuk ke dalam mobil meski dia masih sedikit khawatir. Hwal menanyakan tentang rencana Haru untuk menyewa kamar dan menegaskan kalau itu hal buruk lagipula Haru tidak punya uang. Haru mengatakan kalau dia masih punya simpanan dan meminta Hwal untuk tidak khawatir sebab dia tidak akan meminta uang pada Hwal.

Hwal berkata, “Kau tidak perlu memasak atau mebersihkan rumah atau mencuci, jadi jangan melebih2kan itu. Kalau kau membuat satu kecelakaan lagi maka aku akan benar2 mengusirmu.” Perlu waktu lama bagi Haru untuk mencerna kata2 Hwal ini sampai dia akhirnya sadar dan mengucapkan terima kasih karena mengijinkannya tinggal. Tapi Hwal mengingatkan itu hanya satu tahun saja. Haru keluar dari mobil dengan gembira lalu maik ke tangga dimana dia menyapa Su-in. Tidak disangka, Su-in malah memperhatikan Hwal. Su-in pun bertanya siapa yang mengantar Haru. Dia pun tahu kalau Haru tinggal dengan kakaknya.

Ini memberikan Su-in ide cemerlang untuk memperbaiki jalannya yang buntu dengan Hwal. Su-in memanggil Haru ketika dia tiba di lapangan es. Sebenarnya Su-in ingin kembali ke Kanada segera, apalagi setelah perdamaiannya yang gagal. Makanya dia menolak untuk melatih skater muda bahkan dia menolak tawaran ibu Hye-jin. Sekarang Su-in bertanya pada Haru, “Apa kau benar2 ingin berlatih denganku?” Dengan antusias Haru mengangguk, “Ya!”

Su-in kemudian beralih ke ibu Hye-jin dan menawarkan diri untuk melatih Hye-jin tapi dengan syarat kalau dia akan melatih Hye-jin dan Haru bersama. Hye-jin menolak keras hal ini sementara Haru menerimanya. Tapi ini kesempatan besar yang sayang kalau dilewatkan jadi ibu Hye-jin menerimanya. Melihat Haru meluncur, Su-in berkata pada diri sendiri, “Kau akan menjadi orang yang menyelamatkanku!”

Beberapa hal terjadi di kantor. Yang pertama senior direktur mengajak Sang-hee ke sebuah tugas dan memarahi Sang-hee karena sikapnya yang kaku. Dia juga memarahi Sang-hee karena sikapnya itu memberikan nama yang buruk untuk wanita. Dia bahkan menyuruh Sang-hee untuk menemukan pekerjaan di tempat lain. Kritik ini sebenarnya dapat dimengerti tapi jelas melenceng jauh jadi Sang-hee hanya bisa menurut dan mempersiapkan surat pengunduran diri yang ditulis tangan.

Yang kedua, Pimpinan Kim menerima permintaan maaf Hwal dan malah mengambil kesempatan untuk meminta Hwal agar mencarikan model agar bisa menemani mereka minum. Hwal melakukan yang terbaik untuk mencari model yang tepat tapi tidak bisa datang tepat waktu ke pertemuan itu. Jadi dia mucul di bar malam itu sendirian. Pimpinan Kim sangat marah. Dia berharap akan diperlakukan dengan baik.

Hwal sudah cukup punya masalah di kantor dan malah mengkritik bosnya itu dengan mengatakan kalau dia tidak hanya akan diam dan menerima saja semuanya. Hwal mengatakan kalau Kim sudah punya istri dan memintanya untuk menjaga sikap. Hwal kemudian keluar dari bar itu dan tahu dia pasti kehilangan pekerjaannya tapi setidaknya dia sudah bebas dari satu beban. Dia menelpon Hae-yoon dan mengumumkan, “Ayo tinggalkan perusahaan dan mencipatkan perusahaan sendiri. Ayo bersikap mandiri!”

Sementara itu, Hae-yoon dan Sang-hee sedang menuju jalan selanjutnya untuk menjadi pasangan… ketika episode ini berakhir, kita disuguhkan narasi oleh Haru.

Haru: “Dari sini, kita menuju ke zona ‘ciuman dan tangis’. Seberapa jauhkan itu? Apa kita hanya memulai perjalanan ini seperti ini? Apa rasanya di dalam wilayah itu? Kau mungkin akan terbebas dengan ciuman karena mungkin kau takut mati, atau banjir air mata karena tangis.”

Haru dan Hye-jin mulai berlatih dan Hwal mengendarai mobilnya. Hwal terlihat tenang dan bersemangat…

Haru: “Tapi kau terus maju. Zona ‘ciuman dan tangis’ mungkin menakutkan, tapi pertama-tama kau harus masuk. Zona ‘ciuman atau tangis’, hajar!”

Sinopsis Triple – Episode 1

Lee Haru punya semangat luar biasa. Dia suka sekali skating meski dia melupakan mimpinya untuk menjadi skater professional beberapa tahun yang lalu dan sekarang dia hanya melatih skating untuk anak2 di lapangan es lokal. Tapi keinginannya itu tidak mati, hanya tidur dan sekelompok murid dari Seoul menghidupkannya kembali. Haru juga kelebihan berat badan tapi itu tidak masalah buatnya. Dia tetap menjalani hidupnya dengan ceria.

Salah satu murid paling tua itu dulu sering berskating bersama Haru, dulu waktu dia adalah siswi terbaik. Tapi sekarang dia bahkan tidak mau mengenali Haru dan bersikap belagu. Sikap ini membuat Haru kesal dan mengumumkan kalau dia baru saja bisa melakukan lompatan triple. Dia menantang gadis itu untuk melompat.

Akan tetapi, Haru sudah lama tidak latihan serius dan dia tidak mampu melompat! Berkali-kali Haru jatuh di atas es. Tapi berkali-kali pula dia bangun dan mencoba lagi. Pelatih dari Seoul sangat terkesan dengan usaha Haru. Hanya saja, skater yang lain segera mengakhiri pertandingan yang tidak seimbang ini dengan melakukan lompatan triple dalam sekali coba!

Haru kecewa tapi juga terkesan dan dia tetap berada disana meski lapangan sudah kosong – dia hanya ingin melakukannya sekali saja, untuk membuktikan pada dirinya. Ketika pelatih dari Seoul kembali untuk mengambil hp-nya yang tertinggal, Haru bertanya kenapa dia tidak bisa melakukan triple. Pelatih mau membantu Haru berlatih. Dan meski dia tidak pernah bisa melakukan triple itu, dia cukup terkesan karena mampu melakukan putaran penuh.

Pelatih mengagumi kegigihan Haru dan berkata padanya, “Kalau saja kau lebih muda – betapa sayangnya!” Ketimbang menangisi hal ini, Haru malah merasa memiliki energi baru. Dia menjadikan hal itu sebagai semangat kalau dia punya bakat yang mumpuni. Masalahnya adalah, agar bisa berlatih dengan cukup, dia harus berlatih dan tinggal di Seoul. Untuk melakukan itu, dia perlu mengenal seseorang di kota itu.

Sementara itu, Hwal diberikan kesempatan besar untuk melakukan presentasi buat memenangkan klien dalam pengiklanan. Dia memusatkan seluruh perhatiannya untuk pekerjaan ini. Ini adalah masalah besar dia mendapatkan pekerjaan ini soalnya bos-nya merasa dia adalah saingan berat. Hubungannya dengan Hwal juga baik2 saja. Tapi, bos Hwal itu tetap merasakan ketidaknyamanan. Jadi dia mengatakan pada Hwal kalau dia akan menerima tawaran untuk pindah ke tempat lain.

Kantor Hwal adalah tempat yang dipenuhi dengan energi. Lebih normal bagi pegawai2 disana untuk menghabiskan malam di kantor saja. Hwal sendiri sudah tidak berada di rumah selama 2 bulan. Ketika Haru mengirimkan bekas kakak tirinya itu coklat valentine (yang selalu dia lakukan tiap tahun), Hyun Tae menangkapnya lalu memakannya. Kemudian, dia bertanya2 apakah dia dan Hae Yoon wajib mengirim balasan.

Ketika Haru menerima surat, dia sangat senang. Soalnya, Hwal tidak pernah repot2 untuk tetap berkomunikasi dengannya. Ini juga menimbulkan ide di kepala Haru. Sebab, Hwal adalah orang yang dia kenal dan dia tinggal di Seoul. Dia meminta ayahnya agar mengijinkannya pindah ke kota itu tapi ayah tetap keras pada masalah ini. Presentasi Hwal berjalan dengan baik dan bahkan rekan2 kerjanya sangat terkesan. Mereka memenangkan klien itu dan pergi untuk merayakannya.

Hwal, Hyun Tae dan Hae Yoon adalah sahabat kental. Mereka terlihat sangat gembira. Mereka saling bercanda. Dan kelihatannya, dalam adegan ini Hyun Tae dan Hwal bekerja sama untuk menggoda Hae Yoon.

Di sisi lain, Hae Yoon dan Hyun Tae membiacarakan Hwal dengan nada khawatir. Soalnya, Hwal tidak pernah pulang ke rumah dan dia bertingkah aneh sejak pulang dari sebuah liburan. Di adegan lain, Hwal dan Hae Yoon saling terikat untuk mendedikasikan diri untuk pekerjaan mereka. Mereka juga sadar kalau Hyun Tae belum berkembang.

Dengan berakhirnya presentasi, Hwal kembali ke rumah. Dia diam sambil minum bir saat melihat pesan yang dia terima. Dia membaca pesan itu yang merupakan salam dari Choi Su In. Ketika Hwal membuka inbox-nya, dia mendapat banyak sekali pesan dari Su In, dengan subject seperti, ‘Suami, apa kau masih hidup?’, ‘Aku ingat pertemuan pertama kita di Kanada.’, ‘Malam ini aku makan ramen untuk makan malam, aku bertanya2 apa yang kau makan?’ dan sebagainya. Mereka semua belum dibaca dan Hwal malah menghapusnya.

Sementara itu, Hae Yoon terjebak dan harus mau mengantar Sang Hee pulang ke rumah. Ini tentu hal yang sudah sering terjadi dan para pria selalu cekcok tentang siapa yang akan melakukannya hari ini. Hae Yoon kalah dalam permainan ‘batu gunting kertas’ jadi harus melakukan kewajibannya.

Hae Yoon melihat dengan jijik waktu melihat Sang Hee muntah di toilet. Dengan enggan, dia membantu Sang Hee bangun. Ketika Hae Yoon melakukan ini, Sang Hee memandangnya dengan tatapan baru. Dia condong ke depan untuk mencium hidung Hae Yoon. Dia cekikikan dan berkata kalau dia selalu ingin melakukan hal itu dan melakukannya lagi. Hae Yoon pada awalnya mengomel dengan marahnya tapi itu malah menuntun ke bagian berciuman. Kissy time!

Pada pagi harinya, Hae Yoon menyiapkan sarapan sedangkan Sang Hee bangun dengan grogi dan bertanya apa yang terjadi. Melihat Hae Yoon ada di dapur, Sang Hee jadi ketakutan mengingat kejadian tadi malam. Awalnya dia ingin menghindarinya… tapi kemudian memutuskan untuk melupakan ini saja. Kelihatannya Hae Yoon ingin menanyakan perubahan status hubungan mereka. Tapi Sang Hee menyarankan agar dia bisa bebas berbuat sesuai keinginannya dan Hae Yoon setuju. Mereka bisa melupakan hal itu. Saat sampai di kantor semua orang memperhatikan kalau baju yang mereka pakai adalah yang kemarin. Hae Yoonn berusaha mengganti topic tapi Sang Hee bercerita pada Hyun Tae yang langsung berteriak, “Kalian tidur bersama?!”

Ayah Haru melihat putrinya berlatih dengan giat dimana dia sering sekali jatuh. Ayah akhirnya memutuskan untuk membiarkan Haru pergi. Ayah mengeluh pada pelatih Haru kalau menjauhkan anaknya dari hal yang dia sukai hanya akan membuatnya sakit. Jadi ayah menemui Hwal. Ayah menerima penerimaan yang dingin dari Hwal. Dia mengatakan kalai dia tidak pernah memikirkan Haru sebagai adiknya dan dia tidak bisa membantu ayah. Dia tidak akan mau menampung Haru bahkan hanya untuk satu tahun. Tapi dia akan membantu ayah untuk mencarikan asrama untuk Haru.

Di sisi lain, Haru berlari ke Hae Yoon ketika dia sampai di rumah. Percakapan mereka sangat menyenangkan. Hae Yoon sangat bingung pada Haru yang langsung membuat dirinya nyaman dan berkata kalau dia dibesarkan di rumah ini. Hae Yoon mengerti ini dan menghubungi Hwal kalau saudara tirinya ingin tinggal dengannya. Ketika Hwal berteriak pada Hae Yoon untuk menyuruh Haru pulang tapi menolak, Hae Yoon malah mengatakan kalau kakak tiri Haru merasa sangat senang bila Haru tinggal bersamanya.

Haru sangat senang dan pulang ke rumah untuk memersiapkan segalanya. Dia berlatih untuk dapat melakukan lompatan triple. Dia sipa pindah dan mengirim barang2nya ke rumah Hwal. Hwal kesal karena semua barang2 Haru sudah sampai di halaman rumahnya dan malah menyuruh agar barang2 itu dikirim lagi ke pengirimnya. Kemudian dia mendapat telpon dari Haru yang mengumumkan kalau dia sudah tiba di Seoul.

Haru ada pertunjukkan di lapangan es dan harus menghadirinya. Setelah itu baru dia akan pulang. Hwal ingin bilang tidak tapi Haru menelpon dari telpon umum di stasiun dan dia kehabisan koin jadi telponnya putus.

Hae Yoon dan Hyun Tae memutuskan akan sangat baik bila mereka menonton acara Haru dan memutuskan untuk datang ke lapangan es. Di tempat itulah Hyun Tae berlari ke tempat Su In dan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Sementara itu, Hwal melihat foto Su In, yang dipajang di tembok, dengan rasa sakit. Dia memutuskan untuk datang ke acara itu untuk bicara dengan Haru. Hwal masuk tepat ketika Haru memulai pertunjukkannya.

Triple

Judul: Triple
Genre: Sport, Romance
Episode: 16
Produksi: MBC
Tayang: 11 Juni 2009 – 30 Juli 2009
Sutradara: Lee Yoon Jung
Penulis Naskah: Lee Jung Ah dan Oh Soo Jin

Sinopsis:
Drama ini berkisah tentang skater wanita bernama Lee Ha Ru yang mencoba untuk menjadi terkenal. Hidupnya menjadi rumit setelah bertemu dengan saudara tirinya, Shin Hwal, setelah bertahun-tahun terpisah. Ayah Hwal dan ibu Ha Ru meninggal secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil. Hwal dan kawan-kawannya: Hae Yoon, Hyun Tae, dan Sang Hee, bekerja di sebuah agen iklan. Saat Ha Ru sedang mencoba untuk mewujudkan impiannya, secara tidak sengaja dia membuat pelatihnya, Choi Soo In dan Hwan, bersama. Ha Ru mulai memiliki perasaan pada Hwal, namun semuanya jadi rumit karena Soo In ternyata adalah mantan istri Hwal.

The Cast of Triple:
Lee Jung Jae as Shin Hwal
Lee Sun Gyun as Jo Hae Yoon
Yoon Kye Sang as Kang Hyun Tae
Min Hyo Rin as Lee Haru
Lee Ha Na as Choi Soo In
Kim Hee as Kang Sang Hee

The Extended Cast of Triple:
Song Joong Ki as Ji Poong Ho
Choi Sun Young as Yoon Hye Jin
Choi Baek Ho as (Haru’s father)
Kim Hye Jung as (Soo In’s mother)
Kim Sang Ho as Coach Nam
Park So Hyun as Coach Shin
Lee Sung Min
Jung Ji Soon
Kang Ji Hoo
Kim Chang Wan
Kim Bo Ri
Kim Byung Choon