Arsip

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 16 (Final)

Ma Sang-tae menjadi gila karena semuanya jadi kacau. Masyarakat mendapatkan kabar kalau pembunuh dari 15 tahun yang lalu itu mungkin saja Sang-tae. Para investor meminta uang mereka kembali lebih awal dan Sang-tae tidak bisa melakukan apa2 selain memenuhi permintaan mereka.

Hye-ri khawatri pada ayahnya khususnya setelah berita tentang ayah menyebar di internet. Dia pergi menemui In-woo untuk menenangkan diri. In-woo menjamin bahwa menyerahkan kasus ke Komite Penyidik tidak berarti mendapatkan tuntutan. Dia juga memberitahu Hye-ri kalau akhirnya dia mendapatkan kesaksian Anggota Dewan Kim Ki-hwan.

Ternyata, Tuan Ma memberikan diari-nya pada In-woo yang dengan jelas menunjukkan hubungan antara Ma dan Kim. In-woo kemudian menggunakan itu untuk mendorong Anggota Dewan Kim untuk bersaksi – dimana Tuan Ma telah mendorong Yoo Myung-woo untuk melakukan penyerangan dan menyalahkan Dong-geun.

Berikutnya, Jenny muncul di rumah In-woo. Pengacara Seo meminta Hye-ri untuk tinggal tapi Hye-ri merasa tidak nyaman dan karena itu waktu Jenny masuk, dia memilih untuk pergi. Ketika Hye-ri sudah pergi, Jenny mengaku kalau Hye-ri lebih menarik dan tak terduga dari yang dia pikir sebelumnya. Jenny sudah mengirim amplop ke Pimpinan karena takut Hye-ri akan menutupi kasus ini.

Tapi malah, Hye-ri mengijinkan agar investigasi ini dilanjutkan. In-woo mengatakan pada Jenny kalau seharusnya Jenny membantu dirinya sebagai teman bukannya malah melakukan hal tanpa sepengetahuannya. Jenny minta maaf atas perbuatannya tapi dia bilang kalau dia juga merasa dikhianati. Dia membantu In-woo untuk mewujudkan tujuan tunggalnya tapi In-woo bahkan tidak mampu menyelesaikannya.

Keesokan harinya, Ma Sang-tae menjalani interogasi kedua bersama Se-joon dan kali ini ada In-woo juga. Sehari sebelumnya, Se-joon telah menanyai Kim Ki-hwan. Kim mengaku kalau Ma Sang-tae memang menelponnya dan mengatakan kalau Yoo Myung-woo menyerangnya. Kim menasehati Ma Sang-tae agar menyalahkan Dong-geun jadi dia akan punya waktu untuk merencanakan hal selanjutnya. Semua ini sesuai dengan pengakuan Ma Sang-tae. Se-joon kemudian bertanya kenapa Sang-tae menelpon Kim. Sang-tae menjawab kalau hanya Kim yang tahu kenapa dia menemui Yoo.

Ketika ditanya pertanyaan yang sama, Kim mengatakan kalau pada awalnya dia tidak tahu kenapa Sang-tae menelponnya. Hye-ri mondar-mandir di lorong sampai akhirnya Ayah serta In-woo keluar dari kantor Se-joon. Di ujung lorong, Pimpinan dan tiga jaksa menyaksikan adegan itu terbuka. Menyadari kalau mereka mengganggu momen pribadi orang, mereka kemudian kembali ke tempat asal mereka. Hye-ri dengan ceria bertanya apakah interogasinya berjalan lancar.

Ma Sang-tae menyuruh Hye-ri untuk pergi dan berpura-pura kalau dia tidak mengenal Sang-tae. Ayah lewat di samping Hye-ri lalu masuk ke lift. In-woo mengikutinya. sang-tae menolak untuk melihat mata putrinya sampai pintu lift tertutup setengah. Di dalam lift, Sang-tae menghapus air matanya dan berkata, “Ketika kau bertambah dewasa, kau menjadi seperti ini. Maaf. Putra Seo Dong-geun, aku minta maaf. Benar2 minta maaf.”

Di rumahnya, In-woo mengurusi tubuh orang yang sudah meninggal sedangkan Hye-ri menyebarkan sampah sesuai dengan foto TKP. Mereka melakukan olah TKP. Hye-ri mencoba ingin menyandung semua benda dan membuktikan apakah salah diantaranya bisa menyebabkab terpeleset. Dia meluncur di atas sebuah tas plastik. Untungnya In-woo ada disana yang menyelamatkan Hye-ri – lalu mereka mengetes benda itu. Itu tidak cukup untuk membuat jatuh. Hye-ri berpura-pura sebagai Yoo Myung-woo dan mencekik leher In-woo, seperti kesaksian Sang-tae. Akan tetapi, Hye-ri malah mengerjap-ngerjap sebab dia takut bagaimana In-woo akan mendorongnya.

Karena tidak ingin melukai Hye-ri, mereka bertukar tempat dan Hye-ri yang mendorong In-woo. Hal itu hanya membuat In-woo mundur dan terpental ke kloset tapi tidak cukup untuk membuatnya jatuh. Mereka kemudian memikirkan kembali bukti dan kesaksian. Mereka memutuskan kalau Yoo minum soju sebelum bertemu dengan Ma. Karena Yoo minum soju dari kotaknya, maka Yoo pasti terpeleset karena kotak soju itu. Hye-ri merobek kotak soju itu dan kembali mengulangi olah TKP. Kali ini In-woo terpeleset dan jatuh dengan keras. Hye-ri memastikan kalau In-woo baik2 saja. Mereka kemudian melihat potongan kotak soju itu terbang ke tempat lain, sama seperti di TKP.

Se-joon melaporkan pada Pimpinan kalau In-woo akan membuktikan kalau Sang-tae tidak bersalah dengan bukti dari Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan Korea. Ini adalah kasus penyerangan, bukan pembunuhan. Dengan slideshow yang mengesankan, In-woo menjelaskan kalau kotak soju Yoo menyebabkan Yoo jatuh dan kepalanya menghantam batu. Hanya orang dengan ukuran Yoo yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi. Seorang saksi dan seorang detektif bahkan mengatakan kalau Yoo membeli soju sebelumnya. Di lokasi kejadian sendiri tercium bau soju yang keras.

Jung-sun bertanya apakah mungkin noda yang ada di toilet sudah ada disana sebelumnya dan bukan karena hantaman dari Yoo. In-woo menyatakan kalau kloset itu baik2 saja sebelum ditinggalkan. Setelah saksi pergi, hanya Yoo, Ma dan Seo yang masuk ke ruangan itu. Tidak mungkin orang lain yang membuat tanda itu sebab orang dengan ukuran yang berbeda akan menciptakan tanda yang berbeda pula. Dan juga, orang dengan ukuran yang berbeda akan terpental dalam jarak yang berbeda tidak seperti yang terjadi pada Yoo.

In-woo menyimpulkan kalau mendorong seseorang ke kloset tidak terbukti sebagai pembunuhan. Yang dilakukan Ma Sang-tae hanya mendorong Yoo ke kloset. Ada jug bukti yang menunjukkan kalau seseorang telah menyentak kloset itu dan sidik jari yang ditemukan disana adalah sidik jari Yoo. Dan akhirnya, jika Ma Sang-tae memang ingin membunuh Yoo, dia tidak akan melakukannya di tanahnya sendiri yang punya penjagaan 24 jam. Pimpinan meminta Se-joon untuk menyelidiki ulang dan melihat apakah penjelasan In-woo masuk akal. Tapi itu hanyalah formalitas. Keesokan harinya, Se-joon mengatakan kalau dia tidak akan menuntut Ma Sang-tae dan akan meloloskan kasus itu sebagai penyerangan. Karena UU Pembatasan untuk kasus penyerangan sekarang sudah tidak berlaku lagi maka kasus itu murni akan ditutup.

Sayangnya, keputusan itu tidak bisa menyelamatkan perusahaan Ma Sang-tae karena saham terus anjlok. Berita itu jelas mengungkap perbuatan korup Anggota Dewan di masa lalu dan untuk itu dia harus diadili. In-woo melihat semua ini di internet dan benar2 sakit melihatnya. Dia bahkan bertanya pada Jenny apakah mereka bisa melakukan sesuatu tapi Jenny bilang itu di luar kemampuan mereka. Bersamaan dengan krisis ekonomi, perusahaan konstruksi memang menderita dan kasus ini menjadi penghancur perusahaan Ma Sang-tae.

Ma Sang-tae secara resmi bangkrut. Para bibi masuk ke kediaman keluarga Ma dan mulai mengotori tempat itu. Ibu Hye-ri melakukan yang terbaik untuk melindungi tempat itu dan tidak akan membiarkan para wanita itu naik ke lantai atas. Hye-ri kembali ke rumahnya yang sudah rusak dan melihat ibu berjongkok di pojok. Dia bertanya apakah ibu baik2 saja dan ternyata ibu memeluk satu2nya harta keluarga itu – Sepatu Keberuntungan. Ibu tidak ingin para wanita tadi mengambil sepatu itu sebab sepatu itu adalah tiket kebahagiaan putrinya. Kenyataannya, semua yang ada di lemari Hye-ri hilang. Dan In-woo menelpon di saat yang tepat. Hye-ri bertemu dengan In-woo dan Hye-ri menolak bantuan darinya sama seperti In-woo yang menolak bantuan Hye-ri dalam pengadilan ulang ayah In-woo. Hye-ri berkata, “Aku bisa menerima bantuan dari orang lain. Tapi bukan kau. Tidakkah kau mengerti?” In-woo bahkan tidak bisa melindungi wanita yang dia cintai!

Mereka bertemu lagi di pengadilan dan berdasarkan kesaksian Ma Sang-tae, Seo Dong-geun dinyatakan tidak bersalah. In-woo kaget – dia bahagia, dan tenang. Jenny juga bahagia. Sedangkan Hye-ri dan ibunya saling berpegangan tangan karena tahu keadilan sudah ditegakkan. Jenny memeluk In-woo seusai pengadilan dan ketika In-woo beralih ke Hye-ri dan ibunya, mereka hanya bisa saling pandang. Ada wartawan juga disana. Ibu Hye-ri secara senang mengucapkan selamat tapi kemudian dia menahan diri lalu membungkuk dan mengatakan, “Aku minta maaf.”

Hye-ri menjual apartemennya dan meninggalkan semua furniturnya disana. Semua jaksa berkumpul di rumah Jung-sun untuk merayakan kepindahan Jung-sun ke cabang lain di Chuncheon. Mereka mengucapkan selamat tinggal dan Pimpinan memperhatikan kalau belakangan ini Se-joon menjadi pendiam. Tapi tentu saja, Se-joon tidak sependiam Hye-ri. Dia bertanya apa yang akan dilakukan pada rumah ini. Ibu Jung-sun langsung maju dan menggunakan kesempatan ini untuk mengumumkan kalau dia juga akan pindah ke Chuncheon. Pokoknya, kemanapun Jung-sun pergi, ibu akan mengikutinya.

Jung-sun berjalan pulang ke rumah bersama Se-joon dan Se-joon mengatakan kalau dia sangat senang untuk Jung-sun. Bayangkan makanan enak yang bisa dinikmati Jung-sun di Chuncheon. Tapi Jung-sun malah berkata kalau Se-joon seharusnya khawatri. Kenapa? Toh, disana tidak ada jaksa yang keren. Jung-sun mengatakan kalau dia tidak terlalu memperhatikan wajah pria dan Se-joon langsung menghentikan langkahnya. Dia menunjuk wajahnya sendiri – benarkah? Jung-sun berkata, “Apakah kau berpikir kalau aku suka padamu karena kau keren?” Yang dipikirkan Jung-sun hanyalah Bin. Dimana dia akan tinggal? Se-joon justru tidak khawatir sebab Bin akan tinggal bersama Jung-sun dan ibunya di Chuncheon. Jung-sun berpikir kalau ini seperti melompati anak tangga dan Se-joon meraih tangan Jung-sun lalu berkata, “Seperti melengkapi teka-teki, ayo hidup seperti itu!”

Hye-ri kembali ke rumah dan dia meniru kebiasaan In-woo yang suka bicara pada diri sendiri. Hye-ri mengucapkan selamat tinggal dan In-woo melihat Hye-ri. In-woo ingin menyapa Hye-ri dengan pantas dimana hal ini tidak dia lakukan di pengadilan ayahnya. Hye-ri mengucapkan selamat dan In-woo mengulurkan tangannya. Hye-ri meraihnya dengan pelan dan enggan. Mereka bersalaman seolah-olah mereka tidak akan bertemu lagi. Dan benar saja, In-woo memang akan meninggalkan Korea.

Malam itu, Hye-ri bermimpi dimana dia berjalan telanjang kaki di taman di luar apartemennya. In-woo berdiri di depannya sambil menenteng tas kecil. Mereka saling pandang dengan tatapan sedih dan In-woo berbalik lalu pergi. Hye-ri tidak mampu bergerak dari tempatnya. Kali ini, Hye-ri mencoba menyentuh In-woo tapi dia hanya menyentuh udara. Hye-ri bangun dari tidurnya dan berlari ke apartemen In-woo – yang ternyata kosong. Dia telah pergi. Hey-ri pergi ke taman. Tapi In-woo tidak ada disana. In-woo dan Jenny ada di bandara sedang menuju gerbang ke berangkatan. In-woo sempat berhenti tapi kemudian dia berjalan bersama Jenny. Hye-ri menengadah dan sebuah pesawat terbang di atasnya.

Satu tahun kemudian. Hye-ri berjalan ke kantornya masih dengan sepatu hak tinggi dan baju yang fashionable. Tapi ketika dia masuk ke kantronya, dia langsung berganti dengan setelan formal warna hitam. Hye-ri sedang menangani kasus penyerangan dimana warga Korea mendorong orang asing di dalam bus sebab menurutnya orang asing itu bau. Hye-ri mencoba mengajari pria itu kalau mereka berada di abad 21! Dia tidak seharusnya membuat komentar rasis karena pria asing itu bekerja keras di Korea. Terdakwa sangat kesal dan ingin jaksa pria saja. Hal itu bukan kata2 yang baik diucapkan pada jaksa apalagi Hye-ri. Dia mengatakan pada pria itu kalau komentar rasisnya dianggap sebagai kejahatan dan untuk itu pria itu adalah penjahat di mata semua orang!

Penyidik Cha dan Asisten Jung-im saling tersenyum – skor untuk Hye-ri! Kemudian kita beralih ke sebuah toko kue. Siapakah yang punya? Ternyata Park Ae-ja. Disana juga ada Ma Sang-tae yang sedang mengolah adonan. Dia beristirahat sejenak untuk melihat istrinya memuji pelanggan mereka karena sudah berbelanja ke toko mereka. Ae-ja melihat suaminya dan Sang-tae membuat alasan kalau tangannya sakit. Dia mengeluh sampai kapan dia harus mengolah adonan. Dia sudah ingin memanggang kue-nya!

Hye-ri masuk dan ibu langsung berkata kalau ayah sudah merancang kencan buta untuk Hye-ri. Ayah datang sambil membawa notepad-nya – siap untuk mengatakan semua detail-nya. Hye-ri meraih beberapa kue dan mengatakan kalau dia sibuk! Dan lihat, dimana mereka tinggal – di rumah lama Jung-sun!

Yoon-ah datang ke rumah Hye-ri untuk belanja online. Sekarang, ketimbang membeli semua tas itu, Hye-ri hanya memilih satu yang akan dia beli dengan uang tabungannya bulan depan. Yoon-ah melihat perubahan ini dan merasa sedih karena sekarang Hye-ri bersikap seperti ini. Tapi Hye-ri berkata untuk tidak pernah takut seperti yang dikatakan ayahnya: ‘manusia adalah makhluk yang adaptif’. Yoon-ah bertanya apakah Hye-ri sudah melupakan In-woo sebab dia tidak datang sambil menangis ke Yoon-ah lagi. Hye-ri berkata kalau dia belum melupakan In-woo dan dia tidak akan pernah melupakan In-woo. Dia akan ada diingatan Hye-ri! Memang sakit tapi In-woo adalah bagian hidup Hye-ri sekarang dan tidak bisa dihapus.

Dan inilah Seo In-woo yang keluar dari bandara Incheon dengan kaca mata dan jaket ungu. Dia membawa banyak barang yang menandakan kalau dia akan tingga lama di Korea. Jenny menelpon In-woo untuk memastikan kalau dia sudah sampai di Korea. Jenny mengatakan kalau dia sudah bosan di Amerika tapi itu tidak akan lama. Soalnya, dia akan bergabung dengan In-woo di Korea. Segera!

In-woo langsung pergi ke kantor dan disapa oleh asisten baru. Dia melihat ada buket bunga di mejanya. Dan wajah In-woo seolah-olah mengatakan ‘mudah-mudahan ini dari Hye-ri!’ In-woo keluar gedung dan dia melihat Hye-ri berjalan masuk. Hye-ri tidak melihta In-woo sebab dia sedang menelpon, bicara terus dan tertawa. In-woo hanya bisa memandang Hye-ri dari pintu kaca dengan tatapna kaget dan dia sama sekali tidak bisa bernafas. Tapi, dia mengumpulkan seluruh akal sehatnya dan berjalan pergi. Kemudian, Hye-ri berbalik dan melihat punggung In-woo. Hye-ri berlari untuk memastikan kalau itu In-woo tapi dia tidak bisa memastikan jadi dia terus berjalan pergi.

Ada acara pernikahan. Jung-sun sedang mempersiapkan upcara pernikahannya dengan bantuan Bin. Sedangkan Se-joon malah asik duduk bermalas-malasan. Jung-sun bersedih dan mengatakan kalau banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan mereka hanya punya waktu 4 bulan. Se-joon menanggapinya dengan santai. Tapi Bin terlihat kaget. Jung-sun berkata kalau Se-joon sangat tidak sopan sebab sama sekali tidak membantu. Apakah ini karena Se-joon sudah pernah menikah sebelumnya. Bin duduk di sebelah Jung-sun dan meminta maaf atas ketidaksopanan ayahnya.

Jung-sun meminta Bin untuk memilih gaun juga sementara itu dia mengambil USB dari kalung rosario yang Jung-sun pakai di lehernya. Tapi Se-joon sebenarnya peduli – beginilah cara Se-joon untuk bersikap romantis. Dia meletakkan mainan di belakang laptop Jung-sun dan pergi mencuci piring. Tak lama, lagu ‘Will You Marry Me’ dari Lee Seung-gi terdengar. Jung-sun mengangkap laptopnya untuk mengetahui asal suara itu. Suara itu keluar dari sebuah mainan dan di leher mainan itu terlingkar kalung yang berisi cincin pertunangan. Jung-sun memandangi Se-joon dan mereka pun tersenyum.

In-woo keluar dari apartemennya – bangunan yang sama. Dia lalu mulai lari di daerah yang tidak jauh dari sana. Dan… ternyata Hye-ri juga lari disana. Dia melewati In-woo dengan senyuman yang sangat lebar. Yang aneh, In-woo terus saja berlari tanpa mempedulikan Hye-ri. Seharusnya tidak begini dan Hye-ri berbalik lalu mengejar In-woo.

Hye-ri: Tunggu. Tunggu sebentar. Sudah lama sekali.
In-woo: Apa yang kau lakukan sekarang?
Hye-ri: Kau bersikap sangat aneh Pengacara Seo. Sudah satu tahun kita tidak bertemu. Mana sapaan aneh itu? Kau seharusnya bertanya ‘apa kabar?’ atau ‘aku sangat merindukanmu?’ terlebih dahulu.
In-woo: Apa kau tidak tahu aku telah kembali?
Hye-ri: Apa? Benarkah? Kau telah kembali?! Dan kau pindah ke daerah sini?
In-woo: Bukan apa-apa. Begini…
Hye-ri: Tunggu… Dimana rumahmu?
In-woo: (Ingat janjinya pada Ma Sang-tae) Kenapa kita tidak menghentikan ini saja Jaksa Ma?

Hye-ri: Apa maksudmu?
In-woo: Aku tidak punya keinginan untuk mengulangi hubungan kita di masa lalu? Aku minta maaf.
Hye-ri: Jika kau perlu teman, telpon saja aku. Ketika kau ingin makan dan minum sampai bosan. Ketika kau kesepian atau sedih. Ketika kau sakit atau ingin mengeluarkan semua isi perutmu. Ketika kau stress, telpon aku.
In-woo: Apa yang kau lakukan sekarang?
Hye-ri: Aku berharap kau akan menjadi pengacara hebat.
In-woo: Apa kau hanya bermain-main sekarang?
Hye-ri: Nomer hp-ku berganti.

In-woo mengambilnya dan memasukkannya ke kantongnya. Hye-ri berkata kalau In-woo akan kehilangan nomer hp itu tapi In-woo tidak peduli. Dia hanya ingin keluar dari obrolan gila ini.

Hye-ri: Aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku lagi.
In-woo: Lupakan.
Hye-ri: Aku tahu kita akan bertemu lagi. Kita menjalin hubungan sebisa kita. Ayo kita bertemu ketika kita perlu. (Pada titik ini, Hye-ri mengulangi apa yang In-woo ucapkan dulu agar bisa menjadi teman Hye-ri) Aku tidak akan memintamu untuk bertanggung jawab, jadi berhentilah bersikap kejam.
In-woo: Berhentilah bermain-main!
Hye-ri: Apa itu terlihat seperti aku bermain-main?
In-woo: Jika kau tidak main-main maka kita punya masalah.
Hye-ri: Lalu kenapa kau kembali?
In-woo: Itu bukan urusanmu. Bukan karena aku tertarik padamu.
Hye-ri: Tidak mungkin!

Dan In-woo pun kabur dari sana. Hye-ri bertanya-tanya apakah In-woo sudah melupakannya. Hye-ri mendapat telpon dan itu dari Jenny. Dia menelpon jauh-jauh dari AS untuk bertanya apakah semuanya baik-baik saja. Hye-ri jelas menjawab tidak!

Sekitar enam bulam yang lalu – Jenny singgah ke Seoul dalam perjalanan bisnisnya ke Jepang. Dia menemui Hye-ri dan sama sekali tidak percaya kalau hidup Hye-ri sangat berbeda dengan yang dulu. Hye-ri kehilangan segalanya – tidak hanya harta tapi juga semangat hidup. Permintaan Jenny adalah untuk menyelamatkan In-woo. Setelah kembali ke AS, In-woo hanya bekerja dari pagi hingga malam di kantor ayah angkatnya. Dia tidak pernah keluar, kumpul bareng teman atau bertemu dengan para gadis-gadis. Jenny kesal melihat In-woo seperti dan tahu kalau ini karena Hye-ri.

Jenny bahka mencoba untuk mengajak In-woo kembali ke Korea tapi tidak berhasil. Jenny berkata kalau In-woo sebenarnya ingin ke Korea tapi setelah mendengar kehancuran keluarga Ma, dia menyalahkan dirinya dan tidak mau kembali ke Korea. Sebenarnya, sebuah kantor pengacara menghubungi mereka jadi bila mereka benar2 akan pulang ke Korea, maka Hye-ri harus tahu.

Kembali ke masa kini. Jelas kalau Jenny dan In-woo mengambil tawaran itu. Hye-ri bersedih karena In-woo menghindarinya tapi Jenny menjamin kalau itu hanya akting. Dia yakin hanya Hye-ri yang ada di hati In-woo dan oleh sebab itu, Jenny memberitahu Hye-ri semuanya. Jenny juga menyuruh Hye-ri untuk mengunjungi rumah In-woo kalau dia tidak percaya. Dan pergilah Hye-ri kesana. Rumah In-woo adalah apartemen lama Hye-ri. Dekorasi dan Furniturnya masih sama seperti yang Hye-ri tinggalkan dulu – serba pink dengan motif bunga. Bahkan, kode kunci rumah itu masih sama. Hye-ri sangat tersentuh. Dia membersihkan tempat itu sedikit untuk In-woo.

Ketika In-woo kembali, dia menadapati kalau apartemennya agak berbeda dari sebelumnya – lebih rapi. Tapi dia tidak terlalu memikirkannya. Tapi dia heran ketika masuk ke kamar mandi dan menemukan ada handuk tambahan tergantung disana. Di kotak obat juga berisi penuh obat-obatan dan In-woo mulai curiga. Dengan segera, In-woo pergi ke dapur dan memeriksa semua barang yang ada disana – siapa tahu saja ada orang iseng yang menumpang diam2 dengannya. Seperti Hye-ri dulu. Tapi dia aman!

Keesokan harinya, In-woo mendengar alarm aneh: “Seo In-woo! In-woo! In-woo! Seo In-woo! Bangun! Kau harus pergi kerja! Kau harus menemui Ma Hye-ri! kau harus menemui Ma Hye-ri!” In-woo pergi ke teras dan melihat versi baru alarm bom! Kemudian dia mendengar suara tawa dari atas yang ternyata itu adalah Ma Hye-ri yang sekarang menempati apartemen lama In-woo. Alarm itu kemudian berteriak, “Apa yang kau lihat!” Kemudian, sebuah ember yang dikaitkan di pancing muncul di depan In-woo.

In-woo bertanya apa yang dilakukan Hye-ri dan dijawab kalau sekarang Hye-ri menggunakan kupon wonder woman-nya. In-woo mengeluarkan kupon itu dari ember dan Hye-ri berkata kalau sekarang dia akan menggunakan kupon itu. Dia yang menulis kupon itu jadi dia bisa menggunakannya. Hye-ri berharap bisa bertemu In-woo di taman malam ini. In-woo mengatakan kalau dia sudah membuang kupon itu dulu. Tapi Hye-ri malah membalas, “Apa yang kau maksud dengan membuangnya? Kupon itu ada di dompetmu. Kau tidak tahu aku punya kemampuan seperti seorang cenayang!” In-woo bilang dia tidak akan datang. Hye-ri berteriak kalau dia akan bertemu In-woo disana. Dia kemudian pergi dan In-woo juga melakukan hal yang sama.

Tentu saja, Ma Sang-tae tidak suka bila putrinya pindah. Ae-ja mencoba menenangkan dengan berkata kalau rumah mereka terlalu kecil untuk anak gadis yang sudah dewasa. Apalagi Hye-ri telah menghabiskan uang yang dia peroleh. Ma Sang-tae terlukan mendengar kalimat ini karena seharusnya dialah yang menjadi pencari nafkah. Tapi Ae-ja berkata kalau In-woo dan Hye-ri mengalami masa sulit karena mereka saling mencintai. Ma Sang-tae terlihat syok mengetahui In-woo sudah kembali.

Hye-ri duduk sendiri di taman dan In-woo sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Lagipula, hari sudah semakin gelap. Hye-ri hanya membawa senter dan dia sangat ketakutan. Dia kemudian ingat kalau dulu In-woo tahu bagaimana takutnya Hye-ri pada saat malam tiba. Hye-ri menenangkan diri dengan berpikir kalau In-woo pasti muncul. In-woo sendiri ada di rumah. Dia mengeluarkan kupon wonder woman dari dalam dompetnya – ini kupon yang asli. Tiba2 saja Ma Sang-tae muncul di rumahnya. Mabuk.

Sang-tae ingin tahu apa yang dilakukan In-woo di apartemen Hye-ri. Dia ingin tahu apakah In-woo melanggar janjinya. In-woo berkata kalau dia tidak melanggar janjinya. Tapi In-woo tidak menjelaskan kenapa dia tinggal di apartemen lama Hye-ri. sang-tae kemudian mengatakan alasan kenapa dia datang sebab ada hal yang ingin dia katakan. Dia minta maaf karena sudah membuat Seo Dong-geun menderita tapi dia sama sekali tidak pernah mengakui kalau dia bersalah. Jadi sekarang secara resmi, Sang-tae mengatakan kalau dia bersalah. Dia kemudian mengeluarkan dua muffin dari dalam sakunya. Sang-tae berkata, “Makan ini. Aku yang membuatnya. Bagi dengan Hye-ri atau makan saja sendiri.”

Dengan ijin ini, In-woo mengambilnya sebagai tiket untuk menemui Hye-ri tanpa melanggar janjinya. In-woo berlari ke taman tapi dalam perjalanan dia terpeleset. In-woo jatuh tapi bangkit lagi agar bisa bertemu Hye-ri. Dia tidak duduk di bangku. In-woo melihat kuponnya dan mendapati kalau kupon itu masih berlaku – kupon tidak bisa digunakan setelah jam 2 pagi. Hye-ri berlari di belakang In-woo dan berteriak, “Kau sangat terlambat!” Hye-ri terlihat seperti orang yang akan marah tapi berikutnya dia malah berlutut dan mulai terisak. Hye-ri melihat darah keluar dari jins In-woo. Hye-ri berbalik dan menyuruh In-woo untuk naik ke punggungnya. Dia akan menggendong In-woo pulang!

Dengan tidak yakin, In-woo pelan2 naik ke punggung Hye-ri dan Hye-ri benar2 mengangkat In-woo dan berjalan beberapa langkah. Karena In-woo sangat tidak stabil di punggung Hye-ri maka dia memutuskan untuk turun. In-woo maju lalu memeluk Hye-ri. Hye-ri membantu In-woo pulang dengan memegang tangan In-woo. Pengacara Seo bertanya apa yang akan dilakukan Hye-ri kalau dia benar2 tidak datang. In-woo kemudian meletakkn tangannya di pundak Hye-ri lalu tersenyum. Hye-ri juga memegang tangan Hye-ri dan mereka berjalan menembus malam.

Sebuah kencan di taman. Hye-ri dan In-woo berjalan sambil berpegangan tangan. In-woo berkata kalau seharusnya mereka membawa kamera. Lalu, dari dalam kantongnya Hye-ri mengeluarkan kamera yang sama dengan yang dipakainya untuk memotret In-woo. Hye-ri menyerahkan kamera itu pada In-woo dan menyuruhnya untuk mengambil foto dirinya. Dan tiba2 saja, Hye-ri mulai berpose seperti In-woo

In-woo: Aku tidak bisa memotretmu. Tapi kenapa kau tidak bisa berhenti meniruku?
Hye-ri: Siapa yang mengkopi siapa? Aku belum mengambil foto apa2 hari itu.
In-woo: (mengambil foto yang Hye-ri bicarakan)
Hye-ri: Apa ini? Kau tidak boleh mengambilnya tanpa permisi.
In-woo: Mari berhenti melakukan ini secara terpisah dan ayo lakukan bersama.
Hye-ri: Aku tidak berfoto dengan pria sembarangan.
In-woo: Pria sembarangan?

In-woo kemudian ingat apa yang dia pernah bilang pada Hye-ri: “Aku tidak berfoto dengan gadis sembarangan. Kau bukan pacar dan tidak akan menjadi pacar. Kau bukan teman atau saudara. Kau bukan siapa-siapa.”

In-woo: Ah, yang benar saja. Sampai kapan kau akan meniruku?
Hye-ri: Aku sudah bilang padamu. Aku kurang kreatifitas tapi punya bakat besar meniru seseorang!
In-woo: Baiklah, baiklah, lanjutkan. Tapi kau mungkin tidak akan mampu mengatakan kalimat yang selanjutnya, kan? Coba saja!

Hye-ri: Kau bukan istri atau suamiku. Aku tidak tahu apakah kau akan menjadi suamiku. Jika kau bukan teman atau saudara, berarti kau bukan siapa2. Benar bukan?
In-woo: Di kepalamu, kau baru saja ‘aku gila’. Benar begitu, kan?
Hye-ri: Bagaimana kau tahu?
In-woo: Tapi, apakah aku bisa berfoto denganmu atau tidak?
Hye-ri: Jika aku bilang tidak, bagaimana kau akan melakukannya?

In-woo meraih Hye-ri di pundakknya dan mencoba berfoto. Hye-ri mendorong In-woo lalu In-woo meraih pinggang Hye-ri. Ketika terbebas, Hye-ri melompat dan memukul kepala In-woo. Berikutnya, In-woo meraih leher Hye-ri dan Hye-ri menjepit agar bisa bebas.

Tapi In-woo mencium dahi Hye-ri…

Dan mereka pun berfoto bersama…

The end.

Iklan

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 15

Lima belas tahun yang lalu, Ma Sang-tae memiliki perusahaan yang kecil dan ingin memperluas perusahaan itu. Dia sedang menangani sebuah proyek pembangunan ulang ketika mereka bertemu dengan beberapa masalah dari korban pembongkaran. Dong-geun bertanggung jawab atas negosiasi tapi dia tidak punya kabar bagus untuk Sang-tae: para korban itu tidak akan pindah meski sudah dibayar. Karena ayah In-woo pria yang baik, dia tidak melihat manipulasi dari Yoo Myung-woo (pimpinan para korban). Yoo sebenarnya bukan orang yang bersih2 amat jadi Sang-tae heran kenapa Seo tidak bisa melihat ini.

Ada politikus yang terlibat dan dia adalah koneksi Ma Sang-tae untuk urusan bisnis. Yoo memiliki startegi untuk memperoleh uang: mengadu ke media. Oleh karena itulah, Ma Sang-tae patuh dan pergi ke lokasi pembongkaran dengan berkasnya. Myung-woo mengatakan kalau dia tidak punya bukti tentang hubungan politikus itu. Myung-woo memulai perkelahian untuk memperoleh uang. Dia mencekik Ma Sang-tae tapi dalam waktu singkat, Myung-woo sudah menjadi mayat. Ma Sang-tae memukul kepalanya dengan batu.

Hye-ri kaget. Itu kecelakaan, kan? Sang-tae mengatakan kalau saja kasus ini tetap tidak dibuka, dia akan membawa kasus ini hingga ke liang kuburnya. Sang-tae tidak ingin kehilangan apa yang sudah dia capai jadi dia berbohong waktu mendengar Dong-geun ditangkap. Ayah akan mengakui perbuatannya tapi Hye-ri harus pergi ke luar negeri untuk menghindari cemoohan orang lain. Sang-tae: “Kau pikir aku mau mengakui hal ini karena aku takut pada Jaksa baru sepertimu?”

Sang-tae mencoba menyembunyikan maksudnya yang sebenarnya tapi wajahnya terlihat sangat menderita. Saat Ae-ja masuk ke dalam rumah, Hye-ri sudah menangis. Sang-tae berkata kalau dia akan mengaku dan dia akan memberitahukan berita bagus ini pada In-woo. Ae-ja pingsan. Sementara itu, In-woo sedang mencuci peralatan makannya ketika dia tiba2 ingat pada Hye-ri dan ibunya yang sama2 menyayanginya. Hal ini membuat In-woo sadar kalau Ae-ja sama baiknya seperti ibu kandung In-woo dulu. Rasanya tidak adil bila juga menghancurkan hidup wanita itu.

Kembali ke Ae-ja yang pingsan. Ae-ja bertanya apakah karena fakta bahwa mereka sudah berpisah, sekarang Sang-tae bersama wanita lain. Apakah itu artinya Sang-tae suka main perempuan? Ketika Ae-ja sadar kembali, dia mendapatkan pemberitahuan: Seo In-woo adalah korban tidak bersalah dari kejadian buruk ini. Setelah pertemuan keluarga ini, Hye-ri keluar dari rumahnya dan mengalami halusinasi. Dia melihat In-woo yang masih remaja di depan rumahnya. Hye-ri bertanya apakah dia lapar dan dijawab iya.

Hye-ri: Kepadamu, aku menawarkan muffin dan kau tidak mau memakannya. Jika aku tahu kejadiannya seperti ini… Jika aku tahu kenapa kau berdiri disana… Aku akan memberitahukan ayahku. Aku minta maaf. Aku minta maaf. Aku minta maaf. Tapi kau, kenapa kau tidak memberitahuku? ‘ayahmu Ma Sang-tae, kan? Ayahmu membunuh seseorang dan menuduh ayahku melakukannya. Jadi jangan berkagak di depanku dengan menawarkan muffin. Itu menjijikkan.’ Kenapa kau tidak memberitahukanku?

Pada titik ini, kita bisa tahu kalau In-woo itu memang penguntit sejati. Dia selalu muncul di saat yang tepat. In-woo: “Karena aku pikir kau akan menangis. Jika aku melihatmu menangis, aku pikir aku tidak akan mampu menahannya dan menangis juga.” Kemudian In-woo pergi. Park Ae-ja sangat terguncang setelah mengetahui cerita In-woo yang sebenarnya dan maksud In-woo berpura-pura menyukai Hye-ri. Sang-tae bersikap sebagai pria yang tenang – tapi Ae-ja tidak tahan. Sang-tae sudah membunuh orang! Ayah membela diri dengan mengatakan kalau itu hal yang tidak direncanakan.

Hye-ri tiba di kompleks apartemennya dan menepon In-woo. Dan ternyata, In-woo ada di belakang Hye-ri, lagi. Tapi In-woo sedang tidak mood untuk senang2 seperti tempo dulu. Dia hanya menutup telponnya dan berkata apa kabar. Beberapa saat kemudian mereka pindah ke tempat dimana mereka berciuman dulu. Hye-ri berkata, “Aku minta maaf pengacara Seo… Tidak. Tuan Seo In-woo, aku minta maaf. Karena ayahku, ayahmu, atas kuasa ayahku, dituduh melakukan kejahatan dan menderita. Aku minta maaf.”

Dengan formal, Hye-ri memberitahukan kalau ayahnya telah mengaku melakukan kejahatan. In-woo bisa melihat Hye-ri gemetaran tapi Hye-ri terus melanjutkan perkataannya. Kejadian itu tidak direncanakan dan Hye-ri percaya pada ayahnya. Fakta ini membuat In-woo bingung jadi Hye-ri menjelaskan: (1). Jika terbukti kalau itu adalah sebuah penyerangan dalam kasus itu, ketika UU Pembatasan telah berlaku, maka Sang-tae akan bebas. Atau, (2). Jika tidak terbukti ada penyerangan maka Sang-tae akan dituduh sebagai pembunuh. Dia bisa di penjara selama kurang lebih 7-15 tahun.

Hari berikutnya, Ae-ja yang berantakan masuk ke rumah Hye-ri dan mulai memukul, berteriak, menangis serta hal2 lain yang biasa dilakukan jika hidup kita hancur. Baik Hye-ri dan ibunya sedang mengalami masa sulit dimana mereka akan segera menghadapi hari2 yang gelap dan penuh dengan penderitaan.

In-woo muncul di saat yang tepat lagi. Dia sedang lewat sambil membawa mangkuk yang berisi entah apa. Dia melihat ibu dan Hye-ri bertengkar. In-woo tidak ikut campur tapi dia hanya mendengarkan omelan ibu terhadap penyelidikan yang dilakukan Hye-ri. Putri macam apa yang tidak membela ayahnya? Sang-tae ingin agar mereka berdua pergi keluar negeri sebelum hal ini tersebar dan Hye-ri harus berhenti dari pekerjaannya. Kenapa Hye-ri tidak meminta In-woo untuk melupakan hal ini? Kenapa Hye-ri tidak memohon?

Hye-ri: Aku ingin melakukannya. Apa kau tahu betapa aku ingin melakukannya? Aku ingin meminta pada In-woo untuk memaafkan ayahku. Tapi ketika aku melihat wajahnya, aku tidak bisa mengatakan apa2, aku tidak mungkin bisa berkata apa2.
Ae-ja: Ini karena kau menyukainya, benar kan? Karena itulah kau memihak padanya, benar kan?
Hye-ri: Tidak seperti itu, Bu. Ini karena aku tahu. Karena ayah, dia… Aku tahu bagaimana dia hidup. Aku tahu apa yang hilang darinya. Tanpa ibu… tanpa ayah… selama 15 tahun.

Ae-ja kembali ke akal sehatnya. Dia akhirnya tahu bagaimana putrinya menderita karena keadaan ini. Bagaimana Hye-ri menderita karena cintanya dan karena kesalahan ayahnya. Tapi, bagaimana dengan mereka sekarang? Apa yang akan Ae-ja lakukan? Hye-ri akan berhenti menjadi jaksa dan akan membela ayahnya sebagai pengacara. Sambil menangis, mereka berdua berpelukan.

In-woo secara diam2 mendengarkan percakapan ibu-anak itu. Dia melihat mereka hancur berkeping-keping. Apakah ini yang In-woo inginkan? Apakah ini yang ayahnya inginkan? Untuk melihat keluarga Ma hancur? Sesuatu dalam rencana In-woo berjalan dengan salah. Ini bukan rencana itu sendiri, bukan investigasinya atau faktanya. Ketika sedang memikirkan kenyataan ini, In-woo lupa pada perasaannya sendiri dan perasaan korban balas dendamnya.

Kembali ke Jung-sun dan Se-joon. Jung-sun akhirnya menerima feminisme-nya dan mulai memakai krim kecantikan. Ibu Jung-sun dan Bin telah menyingkirkan semua pakaian Jung-sun dan hanya meninggalkan beberapa dengan rok. Jung-sun tidak punya pilihan, apakah dia harus pergi dengan rok atau jins. Jung-sun berkata, “Jins? Aku bukan jaksa Ma!”

Jung-sun tidak mau menumpang dengan Se-joon. Bin telah memperingatkan ayahnya tentang masalah rok ini. Jung-sun sama sekali tidak punya tempat untuk bersembunyi dan dia harus pergi dengan Se-joon. Se-joon berkata kalau kaki Jung-sun indah sekali tapi cara berjalan Jung-sun sangat memalukan. Yang lebih memalukan lagi adalah Jung-sun terjepit dan Se-joon harus menyentuh kaki Jung-sun dengan tangannya. Di kantor semua orang terkejut dan Hye-ri adalah yang paling senang melihat Jung-sun. Sekarang kita ke tempat lain. In-woo menghilang dan Jenny sangat panik. Dia mengambil beberapa dokumen dari meja In-woo dimana dokumen2 ini akan berakhir di meja bos Hye-ri. Dimanakah In-woo? Dia sedang ada di pinggir danau. In-woo berulang kali bertanya, “Ayah, apa yang harus aku lakukan?”

Hye-ri hampir saja berhenti tapi tidak jadi. Dia akan berjuang. Ketika dia pergi keluar, dia ingat lagi pada masa ketika dia masih lebih muda. Dimana saat itu dia masih muda dan berani dengan gaya serta mobilnya. In-woo tiba2 muncul. Dia senang dan membawa makanan. Hye-ri mengatakan pada In-woo kalau mereka tidak sedang berada dalam posisi dimana mereka bisa makan bersama. In-woo menjanjikan berita bagus kalau Hye-ri mau makan dengannya. Mereka pergi ke tempat dimana dulu Se-joon memberikan sandwich pada Hye-ri. Disana, Hye-ri mulai bertanya-tanya, “Apakah kau tiba2 sakit atau demam sehingga kau tidak melakukan apa yang ingin kau lakukan? Tempat yang sama dan sushi yang sama. Kau ingin agar kita pergi kemari.”

In-woo ingin melepaskan stress-nya. Hye-ri menghindari tatapan In-woo. Tidak mau mendengarkan kata2 In-woo. Jadi In-woo mengatakan apakah mereka tidak bisa berbicara seperti orang biasa saja? Ketika Hye-ri melihat In-woo pada akhirnya, In-woo mengatakan agar Hye-ri berhenti menatap satu sama lain. In-woo belum selesai. Dia memutuskan untuk menutupi kasus itu. Dia tahu akan sulit membuktikan apakah itu penyerangan atau bukan meskipun Hye-ri percaya pada ayahnya.

Tapi sudah terlambat. Dokumen itu telah sampai ke tangan bos dengan pesan dari Jenny. Jenny: “Ayah seorang jaksa terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan yang terjadi 15 tahun yang lalu. Ada resiko penyembunyian. Jadi tolong investigasi ulang kasus ini dengan hati2. Materi dan bukti terkait kasus ini dilampirkan.”

In-woo, setelah sampai di kantornya, meminta Jenny untuk memesan tiket pesawat. Dia sudah bosan berada di Korea. Mereka pergi ke balkon dimana Jenny menunjukkan ketidakpercayaannya pada pengakuan ayah Hye-ri. In-woo mengatakan pada Jenny kalau Sang-tae membuktikan bahwa dia adalah ayah yang peduli dan menepati janjinya. Mereka mungkin salah menilai. Apakah In-woo berharap agar Jenny menerima In-woo yang pemaaf ini? Karena Jenny tidak mau, dia khawatir pada ketidakbersalahan ayah In-woo. In-woo peduli pada Sang-tae yang tidak bisa membuktikan perbuatannya sebagai penyerangan. Kenapa Sang-tae begitu penting?

In-woo: Dia adalah ayah Hye-ri. Menempatkan ayah Hye-ri di depan pengadilan dengan tanganku sendiri, dengan tanganku sendiri membuat Hye-ri berhenti menjadi jaksa, dengan tanganku sendiri mengguncang seluruh keluarga itu… Seluruh hidupku… Aku tidak akan punya kepercayaan diri untuk menjalaninya dengan pantas.

Jenny tidak melihat seperti cara In-woo dan sedikit kesal pada sikap baru In-woo. Sementara itu, Hye-ri masih bingung atas perubahan sikap In-woo. Dia mencoba memahami apa yang terjadi… tapi Jenny ada disini! Mereka mulai berbincang. Teori Jenny adalah Hye-ri mengatakan pada In-woo kalau dia menyukai In-woo untuk melemahkan keputusan In-woo buat membersihkan nama ayahnya. Dia tidak mengerti kepribadian Hye-ri dan berkata kalau dia membenci Hye-ri. Di sisi lain, Hye-ri menjadi putus asa tapi Jenny mengatakan hal lain: In-woo akan kembali ke Amerika dengan tangan kosong karena Hye-ri, karena cinta In-woo pada Hye-ri. Tapi, apa yang hilang dari Hye-ri? Dia berada di posisi yang sama seperti sebelumnya sedangkan In-woo mengorbankan segalanya untuk bisa pergi ke Korea.

In-woo sedang berkemas. Hye-ri menelponnya dan mereka bertemu. Hye-ri membuat sebuah rencana: dia akan membantu In-woo membuktikan kalau ayah In-woo tidak bersalah asalkan In-woo mau membuktikan kalau kematian itu adalah sebuah kecelakaan. Apakah Hye-ri akan melaporkan kasus itu dan mengabaikan penderitaan yang akan dia terima? Hye-ri tidak peduli, dia harus menolong In-woo dan kenapa In-woo harus melupakan ketidakterlibatan ayahnya. In-woo telah melupakan ayahnya yang telah meninggal sedangkan ayah Hye-ri masih hidup dan sangat berarti untuknya. In-woo tidak bisa melakukan ini sebab dia tidak mau bersama dosa ini seumur hidupnya.

Hye-ri: Kalau itu baik untuknya, tidak bagiku. Sangat buruk.
In-woo: Jangan bertindak bodoh dan jangan pedulikan hal ini.

Mereka mulai saling menyalahkan diri sendiri. Hye-ri mengganti fokusnya dan mengatakan kalau membiarkan ini berlalu begitu saja, Hye-ri tidak akan mampu menyayangi ayahnya, menikmati semua baju, sepatu dan tas yang dibelikan ayahnya. Satu2nya kekuatan Hye-ri melakukan investigasi gila ini adalah karena keyakinannya pada Ma Sang-tae. Kalau memang itu adalah yang sebenarnya, maka biarkan itu dibuktikan.

Hye-ri memberitahukan keluarganya. Pada awalnya, Sang-tae tidak percaya pada komitmen Hye-ri pada kasus ini. Akan tetapi, ketika ibu mengatakan betapa mengagumkannya In-woo, Sang-tae berkata kalau Hye-ri masih lebih baik. Di gerbang rumah Hye-ri, In-woo sedang menunggu. Dia telah menerima permintaan Hye-ri dan Hye-ri begitu gembira. Karena waktunya hampir habis, sekarang sudah waktunya Hye-ri menyampaikan kasus ini pada bos. Bos berpikir kalau Hye-ri pasti sudah gila atau sedang diancam – membuka kembali kasus yang terjadi 15 tahun yang lalu? Bos tidak tahu apakah itu hal baik atau buruk dan sekarang bos sedang memikirkan kasus itu setelah menerima buktinya. Apa? Hye-ri sangat kaget.

Ma Sang-tae sedang mendiskusikan kasus ini dengan Direktur Kim ketika In-woo tiba. Tidak, Pengacara Se In-woo. Dia disini atas permintaan Hye-ri. Sang-tae berkata dengan heran, “Apakah ini kerenggangan generasi atau kalian berdua keren karena masih muda? Kau dan Hye-ri, bagaimana mungkin kalian berdua?”

Ma Sang-tae sama sekali tidak mengerti – bukankah seharusnya mereka bermusuhan ataukan dia membaca skenario yang salah? In-woo mengatakan kalau dia tidak senang melakukan ini. Tapi dia dan Hye-ri membuat rencana gila ini untuk menyelamatkan ayah masing2 dan karena In-woo tahu akar permasalah ini maka wajar kalau dia menjadi pengacara Sang-tae. Semuanya akan baik2 saja bagi Sang-tae asalkan In-woo ingtat janjinya ‘ yang akan meninggalkan Hye-ri’ dan In-woo menegaskan kalau dia akan menepati janjinya karena dia adalah putra Dong-geun.

Mereka harus membicarakan kasus itu sekarang dan In-woo punya pertanyaan yang menarik – bagaimana Sang-tae bisa tahu kalau Dong-geun ditangkap padahal hal itu tidak diberitakan di koran? Apakah yang membantu Sang-tae adalah Anggota Dewan Kim? Jadi dia memang terlibat dalam kasus ini sebagai orang yang membantu menutupi kasus ini dan bukan sebagai pembunuh. Sang-tae mengatakan pada In-woo kalau dia menelpon Kim pada malam setelah terjadinya kejadian itu. Dia mengatakan semua yang terjadi pada hari itu.

Kantor Jaksa sedang menggebu-gebu. Jung-sun dan Se-joon dipasangkan untuk menangani kasus Tuan Ma. Mereka menemui Hye-ri dan menghadapi situasi ini: sementara Jung-sun terlihat tidak nyaman, Se-joon masih dengan sikap lamanya dan mengatakan kalau dia akan melakukan sebisanya untuk menemukan kebenaran.

Ketika In-woo tiba di rumah, Hye-ri menyapanya dan bertanya bagaimana pertemuan dengan ayahnya. In-woo meminta Hye-ri untuk masuk ke dalam dan berbincang. Tapi Hye-ri bertanya apakah In-woo membuat catatan sebab Hye-ri tidak bisa melihat file kasus itu. Hye-ri bisa meminta Jaksa Jin agar bisa melihat file kasus itu. Menurut In-woo, tidak ada gunanya melihat file kasus itu dan menjadi gugup seperti sekarang. Mereka masuk ke rumah In-woo tapi rumah In-woo benar2 sudah kosong. In-woo telah berkemas jadi mereka bisa menggunakan tempat itu sebagai kantor. Disana ada sebuah kotak yang berisis semua file, gambaran In-woo tentang kasus itu, yang jelas semua hal yang berkaitan dengan kasus lama itu. In-woo: “Aku adalah tipe orang yang menakutkan, cermat dan tekun!”

Mereka punya dua tujuan dalam investigasi kasus ini: satu, untuk membuktikan kalau ayah Hye-ri tidak bermaksud untuk membunuh orang itu dan kedua, untuk membuktikan kalau kematian Yoo adalah karena penyerangan. Tidak ada bukti yang mendukung Sang-tae dan mereka membutuhkan kesaksian Anggota Dewan Kim. Tapi pria ini tidak akan mau melakukannya karena ada indikasi korupsi. Hye-ri harus menemukan cara untuk membuat pria itu bicara. In-woo kaget – Hye-ri sudah dewasa. Tiba2 Hye-ri ingat ketika bos mengatakan kalau kasus ini sudah dilaporkan dan Hye-ri jadi bertanya-tanya…

Hye-ri: Dengan sebuah kesempatan… Melakukan ini denganku, memang bukan rencana balas dendam atau yang lainnya, kan?
In-woo: APA?!!

Hye-ri mencoba untuk membetulkan perkataannya. Dia menjelaskan kalau dia tidak mencurigai In-woo tapi ada hal aneh yang terjadi. In-woo mengaku kalau sebelumnya dia memang menggunakan cara kotor tapi kali ini, dia tulus ingin membantu. In-woo bertanya apa yang terjadi tapi Hye-ri tidak mau mengatakan dan malah meneruskan kasus itu… In-woo merasakan ada yang aneh dan menyarankan untuk istirahat.

Mereka minum bir di sebuah kursi dan saling membuat senang satu sama lain. Mereka berdua sudah melewati banyak penderitaan, dan meskipun mereka masih baik2 saja sampai sekarang (In-woo sudah tidak menjadi penguntit dan melupakan balas dendamnya), mereka sadar kalau kasus ini mungkin saja akan mengakhiri hubungan mereka.

Sementara itu, Jung-sun dan Se-joon menginterogasi Ma Sang-tae yang menyanggah kalau dia sudah membunuh Yoo. Sedangkan saksinya mengakui padahal sebelumnya mereka tidak mau mengaku. Sekarang semunay berbalik. Pengakuan mereka menentang Sang-tae. Jung-nan mengaku kalau dia melihat darah di celana panjang Sang-tae. Man-chul mengaku kalau dia sudah berbohong dan mengaku telah menerima tanah. Akhirnya Tuan Shin mengaku kalau dia melihat Sang-tae meninggalkan TKP. Tapi dia telah mendapatkan uang untuk membayar biaya rumah sakit.

Ada pertemuan untuk membahas perkembangan kasus ini. Mereka sama sekali tidak bisa memutuskan apakah ini penyerangan atau pembunuhan. Se-joon berpikir kalau UU Pembatasan hampir diberlakukan dan mereka tidak punya banyak waktu untuk melakukan penelitian. Mereka harus memilih pembunuhan dan membiarkan pengadilan yang memutuskan. Alibi palsu, kehabisan waktu, dan kebohongan adalah factor yang memberatkan. Tapi semua orang yang ketakutan akan melakukan hal yang sama. Lebih jauh, mereka tidak punya bukti kuat kalau itu pembunuhan, menurut Min-suk. Karena para jaksa terbagi dua, mereka memutuskan untuk voting. Tapi mereka tidak mendapatkan hasil apa2 sebab Jung-sun tidak yakin dan tidak memilih.

In-woo, yang sangat perlu kesaksian, mengunjungi Anggota Dewan Kim. Berita tentang Sang-tae telah sampai ke media dan seluruh kesepakatan Perusahaan Konstruksi dibatalkan…

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 14

Ciuman itu. In-woo dan Hye-ri hanyut dalam emosi masing2 jadi sulit menjelaskan apa yang dirasakan, apakah senang atau sedih. In-woo memegang Hye-ri kencang sekali dan berkata akan lebih mudah bila Hye-ri memilih untuk membencinya saja. Hye-ri menolak hal itu, sebab dia merasa nyaman setelah tahu kalau mereka saling mencintai, lalu berkata, “Aku merasa aku bisa bernafas dengan baik.” Hye-ri yang pertama kali melepaskan pelukan itu dan berkata, “Sudah cukup, sekarang.”

Mereka berdua pindah ke taman dan melanjutkan percakapannya disana. In-woo memberitahu Hye-ri tentang ayah angkatnya dan Hye-ri senang sebab ayah angkat In-woo sangat baik padanya. Akhirnya, Hye-ri mengingat In-woo sebagai anak laki2 yang dulu sekali datang ke rumahnya dan berdiri di luar.

Hye-ri muda membawakan muffin dan susu pada In-woo muda untuk dimakan agar dia tidak kelaparan sendirian. Akan tetapi, In-woo sedang tidak ingin bersikap baik jadi dia melempar susu yang dibawa Hye-ri. Hye-ri berkata kalau itu tidak apa2 sebab muffin-nya masih selamat. Tapi In-woo muda juga melempar kue itu ke tanah. In-woo dan Hye-ri (yang sudah dewasa) duduk dalam diam. Mereka bahkan duduk berjauhan dan akhirnya Hye-ri bangkit untuk pergi. In-woo tidak mengejar Hye-ri.

Di rumah keluarga Ma, Ae-ja melakukan pidato panjang kalau dia sama sekali tidak khawatir pada Hye-ri, sampai… Sang-tae mengatakan pemikirannya. Hye-ri punya pacar dan itu In-woo. Tidak apa2 sebenarnya soalnya In-woo punya silsilah keluarga yang baik. Di sisi lain, Hye-ri mengunjungi Shin Jung-nam dan pria ini sama sekali tidak senang melihat Jaksa Ma. Yang Hye-ri inginkan adalah untuk mendapatkan cerita yang utuh kalau sebenarnya Jung-nam tidak melihat Seo Dong-geun membunuh Yoo Myung-woo. Ternyata, Jung-nam berhenti dari pekerjaannya setelah pembunuhan itu dan membuka toko bunga. Hye-ri mengatakan kalau Jung-nam mungkin saja dibayar untuk berbohong.

Shin menjadi gugup dan dia bertanya kenapa Hye-ri terus mengganggunya seperti ini. Hye-ri mengulangi namanya dan mengungkapkan kalau dia adalah anak dari Ma Sang-tae. Di atas semua itu, pengacara putra Jung-nam (In-woo) adalah putra dari Seo Dong-geun. Jung-nam jatuh ke perangkap yang dibuat oleh generasi kedua korban dan pembunuh 15 tahun itu.

Setelah Hye-ri pergi, Shin Jung-nam kembali kena pukul dengan kedatangan In-woo. Dia datang untuk melihat tanaman dan bertanya kepada Jung-nam apakah Jung-nam pernah berpikir kenapa In-woo membeli freesia setiap minggu. Ayah In-woo suka freesia, meski pun biasanya wanita yang menyukai bunga itu. In-woo mengingatkan Shin kalau dia pernah berjanji akan menolongnya setelah kasus anaknya dibereskan. In-woo kembali untuk menagih janji itu.

Sementara itu, Sang-tae khawatir kalau In-woo mendekati Hye-ri dan membohongi perasaannya. Dia memanggil In-woo untuk datang ke kantornya dan bicara. Sang-tae hanya ingin tahu hubungan In-woo dengan anaknya. Apakah In-woo ingin balas dendam? Kalau memang begitu, kenapa In-woo harus melakukannya lewat Hye-ri? In-woo tidak peduli pada perhatian ayah pada anaknya ini. Dia hanya ingin Ma Sang-tae meminta maaf dan Sang-tae sama sekali tidak bisa membuka mulutnya tentang kasus itu. In-woo juga mengatakan pada Sang-tae untuk berusaha lebih keras untuk mempengaruhi Hye-ri agar mau menjauh dari In-woo. Sebab, dia tidak akan menghentikan kasus ini.

In-woo mengatakan pada Sang-tae untuk menghadapi masa lalunya dan mengakui kesalahannya – kalau tidak, dia akan memanfaatkan Hye-ri untuk dirinya sendiri. Dalam perjalanan pulang, In-woo bertemu dengan Hye-ri. Jaksa Ma menyapa In-woo dengan mengatakan ;halo’ saja. Tapi mereka berjalan saling melewati dan tangan mereka begitu dekat satu sama lain. Mereka sempat berbalik untuk saling bisa melihat tapi tiba2 berhenti dan malah meneruskan perjalanan.

Inilah cerita tentang Jung-sun dan Se-joon. Se-joon datang untuk menjemput Jung-sun dan bersikeras agar mereka naik mobil bersama lagi ke kantor. Jung-sun bahkan tidak pergi ke gym setelah mendaftar sebagai anggota (Se-joon mengecek hal ini ke gym-nya). Lagipula, hanya buang2 energi saja bila berangkat kerja dengan dua mobil. Jung-sun melawan balik dan mengatakan kalau mobilnya hemat energi. Se-joon tersenyum – inilah Jung-sun yang dia kenal. Se-joon menyeret Jung-sun untuk masuk mobilnya. Hore!

Hye-ri akhirnya kembali bekerja setelah beberapa hari absent. Dia menyapa rekan sesama jaksa. Semua teman Hye-ri benar2 merindukan kehadiran Hye-ri! Dia ikut rapat dimana Min-suk dan Jaksa Chae lebih memerhatikan Hye-ri ketimbang kasus yang mereka tangani. Jaksa Chae bahkan mengatakan pada Hye-ri kalau seharusnya Hye-ri tidak menghentikan liburannya karena dia adalah pegawai pemerintah jadi dia tidak akan dipecat.

Jung-sun dan Min-suk mengungkapkan kalau Pimpinan sangat khawatir pada Hye-ri dan mereka harus menghentikan Pimpinan meski hanya muncul di depan pintu ruangan Hye-ri tanpa pemberitahuan dahulu, meski dia seorang pimpinan. Pria ini melawan tapi Se-joon menjelaskan kalau apa yang dikatakan Jung-sun benar apalagi dia mengatakannya dalam bahasa resmi. Hal ini diperhatikan oleh Hye-ri yang sedikit kagum akhirnya Jung-sun dan Se-joon bisa dekat.

Kemudian, Shin menelpon Hye-ri dan dia pun pergi ke toko bunga Shin Jung-nam. Shin memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya karena dia telah berjanji pada In-woo yang waktu itu muncul setelah Hye-ri pergi. Shin mengeluarkan koper yang berisi uang yang telah dia simpan selama bertahun-tahun. 15 tahun yang lalu, putranya Dong-ha masuk rumah sakit karena gagal jantung dan dia tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit. Malam itu, Shin meninggalkan pos penjagaannya untuk bernegosiasi dengan pihak rumah sakit tapi tidak membantu sama sekali. Dia bergegas kembali ke lokasi pembangunan dan melihat sebuah mobil – Ma Sang-tae di dalamnya. Shin sangat sibuk saat itu jadi pada awalnya dia tidak berpikir kalau itu Ma Sang-tae.

Shin pergi berkeliling dan melihat Seo Dong-geun di ruangan dimana di sisinya ada Yoo yang berdarah. Shin pergi untuk menelpon polisi tapi saat dia kembali Seo sudah menghilang. Akan tetapi, semua uang yang mengelilingi Yoo tetap utuh. Tanpa berpikir, Shin bergegas dan mengambil semua uang itu. Dia tidak pernah menyadari kalau uang itu juga milik Ma Sang-tae. Sebagai gantinya, Shin harus tutup mulut dan Ma Sang-tae membiarkan uang itu untuknya sehingga bisa membayar biaya rumah sakit.

Hye-ri kaget mendengar berita ini dan langsung pergi ke tempat ayahnya. Dia ingin tahu apa yang terjadi hari itu dan sudah tidak ada gunanya lagi ayah berbohong sebab dia sudha tahu segalanya dari Shin. Sang-tae terkejut karena Hye-ri tahu begitu banyak tapi dia membela diri dan bertanya apakah Hye-ri bersikap seperti ini karena Seo In-woo. Hye-ri mengakui hal ini dan ayah sangat terkejut mengetahui kalau Hye-ri mau melakukan apa saja yang diperintahkan In-woo. Akan tetapi, Hye-ri berkata kalau dia hanya mencari kebenaran. In-woo tahu kalau pada akhirnya Hye-ri akan mengetahui yang sebenarnya. Hye-ri juga tidak bertemu dengan para saksi secara tidak sengaja. In-woo lah yang memastikan agar Hye-ri bertemu dengan para saksi ini.

Ma Sang-tae bertanya apakah Hye-ri akan mengadili ayahnya demi In-woo. Hye-ri lebih setia pada hal itu. Dia menolak dugaan ini – jika dia bersikap demi kepentingan In-woo, dia pasti akan melaporkan kasus itu ke kejaksaan. Tapi karena Hye-ri menyayangi ayahnya, dia menolak untuk percaya pada semua hal itu sampai bukti yang kuat ditemukan kalau ayahnya adalah sang pembunuh. Hye-ri akan mempertahankan ketidakterlibatan ayahnya tapi dia juga merasa bersedih pada In-woo sebab dia juga menderita.

Sang-tae mencoba meyakinkan anaknya kalau In-woo hanya memanfaatkannya. Tapi Hye-ri yang sudah dewasa berkata kalau dia juga akan melakukan hal yang sama. Hye-ri masih malu untuk berhadapan dengan In-woo dan tahu kalau dia tidak bisa meminta In-woo untuk memaafkan ayahnya karena kematian ayah In-woo adalah atas perbuatan ayah Hye-ri. Sang-tae memberikan sebuah situasi pada Hye-ri: bagaimana kalau ayah adalah pembunuhnya? Hye-ri tidak menjawab – jika dia berpihak pada yang satu maka dia akan kasihan pada yang lain. Hye-ri benar2 jadi gila!

Sang-tae menyaksikan dengan mata kepala sendiri jika Hye-ri telah menjadi wanita dewasa. Di sebuah jembatan, Sang-tae memikirkan kembali ucapan Hye-ri dan In-woo dan sadar bahwa dia harus membuat pilihan. Pilihan ini akan berimbas pada kehidupan putrinya entah itu positif atau negative. Ini hanya masalah apakah sang-tae mampu menyingkirkan harga diri dan mengabaikan reputasinya. Sang-tae pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan dia bertanya pada istrinya, “Menjadi sempurna dan hangat, apalagi yang kau bilang kau perlukan?” Ae-ja menjawab, “Memiliki kedamaian!”

Sang-tae menceritakan kembali masa lalu ketika mereka pertama kali menikah dulu. Mereka tinggal di rumah kecil lalu mengunjungi pimpinan sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan sendiri. Sang-tae bertanya apaka Ae-ja senang hidup miskin. Ibu manjawab kalau itu bukan masalah menjadi miskin tapi mereka lebih bahagia karena mereka bekerja keras. Tapi sang-tae benci hidup miskin sebab dia berasal dari keluarga miskin dan ingin keluar dari lingkaran itu.

Sang-tae: Dimulai dengan anakku, akan yang dilahirkan mempercayaiku, Ma Sang-tae, dengan banyak lemak, dengan mata paling indah di dunia yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan permata apapun, dimulai dari Hye-ri dan anak2nya, anak2 dari anak2 Hye-ri, dengan berani dan dengan bangga, aku ingin mereka hidup seperti itu selamanya.
Ae-ja: Ada apa denganmu?
Sang-tae: Ada yang salah. Ini bukan yang aku inginkan. Aku akan menghancurkan putriku.

Keesokan harinya Sang-tae menunggu di depan rumah Hye-ri dan melihat anaknya itu berjuang untuk berangkat kerja. Hye-ri begitu lelah dan khawatir tapi Sang-tae tidak bisa keluar dari mobilnya untuk menolong putrinya. Melihat Hye-ri menderita seperti itu membuat Sang-tae merasa harus menelpon In-woo dan mengunjunginya di apartemennya.

Sang-tae: Kau tidak mirip ayahmu. Kau bukan putra Seo Dong-geun. Ayahmu adalah pria yang lembut. Pria baik dengan hati yang lembut. Selama pengembangan kembali Cheonji-dong, Seo Dong-geun menangani negosiasi. Sampai akhirnya, dia berpihak pada korban penghancuran. Jika dia orang yang cermat, berencana, dan perhitungan sepertimu, hal itu tidak akan terjadi padanya malam itu.
In-woo: Apa kau mencoba mengatakan kalau itu adalah salah ayahku?
Sang-tae: Yang aku maksud bahwa kepribadian menentukan nasibmu. Seperti Hye-ri – ayahmu seperti dia. Jika Hye-ri seperti aku kau tidak akan berani bermimpi untuk mendekatinya. Jika Seo Dong-geun sepertimu semasa hidupnya, dia tidak akan pernah dituduh sebagai pembunuh.
In-woo: Kedengarannya kau mengimplikasikan kalau dia dituduh atas kehendaknya sendiri.
Sang-tae: Tidak. Aku marah pada diriku sendiri karena tidak tahu kalau kau masuk ke kehidupan putriku. Aku akan menanyakanmu langsung. Jika kau menginginkan maaf, aku akan minta maaf. Dan jika kau ingin aku berlutut, aku akan berlutut. Aku tidak sengaja menjebak ayahmu.
In-woo: Jika kau ingin aku agar menutup kasus itu, aku tidak bisa melakukan itu.
Sang-tae: Aku tidak ingin menjadi palu yang menusuk hati putrinya dan menghancurkan hidupnya.
In-woo: Itulah yang ingin aku berikan pada ayahku. Bagaimana kau ingin dilihat oleh putrimu – ayahku pasti juga sama. Jadi, aku tidak bisa memenuhi permintaanmu.
Sang-tae: Lalu, jika aku mengakuinya, apakah kau akan melepaskan Hye-ri-ku? Dari putriku, yang kau dekati karena aku, apakah kau akan menghilang selamanya?

Sang-tae: Kau bilang kau berada disini untuk membersihkan nama ayahmu. Apakah tidak cukup bagimu untuk memanfaatkan putriku yang tidak tahu apa2 untuk mengungkap kasus ayahnya sendiri?
In-woo: Aku tidak punya keinginan untuk melakukan itu, selain membersihkan nama ayahku, aku tidak punya keinginan lain.
Sang-tae: Kau berjanji padaku? Hye-ri tidak mirip denganku. Dia tidak kejam. Jika kau secara sengaja menyakitinya, aku tidak akan melepaskanmu.
In-woo: Aku berjanji padamu.
Sang-tae: Baiklah. Jika kau putra Seo Dong-geun, kau seharusnya menjaga janjimu dengan baik.

Ma Sang-tae hanya meminta agar In-woo tidak mengatakan apa2 pada Hye-ri sampai dia mendapatkan kesempatan untuk mengatakannya sendiri pada putrinya. Sementara itu, di kantor Jung-sun dan Hye-ri bicara dari hati ke hati. Jung-sun ingin tahu apa yang menganggu Hye-ri tapi Hye-ri terlalu kaget untuk berkata apapun. Jung-sun menganggap sikap diam ini berarti Hye-ri tidak ingin mengatakan apapun tapi kemudian Hye-ri mau bicara.

Hye-ri bertanya apakah Jung-sun pernah merasa terganggu karena kehadirannya. Dia juga bertanya apa yang harus dilakukan bila kenyataan lebih menakutkan dari yang dipikirkan. Haruskah kita terus mengejarnya meski hal itu akan membawa kehancuran pada orang lain atau bahkan keluarga sendiri? Jung-sun menjawab dengan sederhana saja – tidak ada jawabnya. Setiap jaksa membuat keputusan berdasarkan keyakinan dan latar belakang mereka masing2. Hye-ri ingin tahu apa yang dilakukan Jung-sun tapi Jung-sun berkata dia ingin tahu detail kasusnya. Hye-ri tidak bisa mengatakannya jadi Jung-sun lantas berpikir kalau itu pasti ada hubungannya dengan Pengacara Seo.

Hye-ri menjamin kalau itu tidak seperti yang Jung-sun pikirkan jadi Jung-sun lantas bertanya apakah mereka putus. Hye-ri sekali lagi mengatakan kalau dirinya dan In-woo tidak menjalin hubungan seperti itu. Jung-sun bertanya apakah In-woo bukan pria yang Hye-ri harapkan dari awal – kalau memang begitu, Hye-ri harus segera melupakannya.

Kemudian, Jung-sun pergi ke kantor Se-joon untuk mengambil berkas sebuah kasus. Tiba2 matanya tertuju pada desktop di komputer Se-joon dimana disana ada sebuah file dengan nama Jung-sun. Dia membuka file itu – isinya adalah foto2 Jung-sun di jalan cherry blossom itu (foto dengan baju fashionable itu lho!). Se-joon mendekati Jung-sun dan Jung-sun malah kabur bahkan tanpa mengambil file itu – dia terlalu malu! Se-joon sadar kalau Jung-sun melihat foto itu dan segera menemuinya di luar. Jung-sun bertanya kenapa Se-joon punya fotonya – apakah dia sudah bicara pada Bin? Ibu Jung-sun tidak bisa mengurusi foto seperti itu.

Jung-sun: Apa Bin mengatakan sesuatu?
Se-joon: Mengatakan apa? Bahwa kau menyukaiku?
Jung-sun: (Bengong)
Se-joon: Kenapa kau terkejut? Kau mengatakan itu sendiri?
Jung-sun: Aku?! Kapan aku mengatakannya? Aku hanya bilang Jaksa Ma…

Hye-ri pulang ke rumah dengan sedih. Dia melihat In-woo duduk di bangku taman juga bersedih setelah pertemuannya dengan Ma Sang-tae. Hye-ri bersembunyi di belakang sebuah pilar dan dengan handphonenya mengambil foto In-woo. Sayangnya, Hye-ri hanya bisa memotret bagian samping dan belakang In-woo sebab In-woo tidak menghadap ke arahnya. Yang Hye-ri tidak tahu adalah In-woo yang merasakan kehadiran Hye-ri jadi dia dengan sengaja berbalik agar Hye-ri tidak mendapatkan gambar yang bagus.

Tiba2 Hye-ri mendengar sebuah suara: “Bukankah itu Jaksa Ma disana?” Hye-ri menengadah tapi In-woo tidak ada dimana-mana. Ternyata, In-woo tepat berada di belakangnya. In-woo berkata kalau Hye-ri pasti sudah benar2 gila – apakah Hye-ri begitu tergila-gila padanya hingga mengambil fotonya secara sembunyi2? Kenapa Hye-ri meniru starteginya? Yah, karena Hye-ri tidak punya foto In-woo sementara In-woo punya banyak foto Hye-ri! Karena merasa malu, Hye-ri berbalik untuk pergi. Tapi In-woo kemudian berkata kalau khusus untuk sore ini mereka akan melanggar peraturan mereka dan gila2an. Mereka menuju ke taman dimana In-woo membuka kopernya yang menunjukkan semua alat penyamarannya – sept. kamera. In-woo mengeluarkan kameranya dan Hye-ri berusaha mengambil benda itu untuk mengetahui apakah In-woo mengambil foto dirinya dengan alat itu.

Ketika Hye-ri berusaha mengambil kamera itu, In-woo merentangkan tangannya sehingga benda itu jauh dari jangkauan Hye-ri. Di taman itu, In-woo mulai berpose, dan Hye-ri dengan enggan mengambil foto In-woo yang bergaya cool itu. In-woo sadar kalau dia harus melakukan pose yang lain. Misalnya, pose menembak, pose melompat, pose wajah lucu, atau yang lainnya. Dan In-woo tersenyum begitu ceria untuk Hye-ri tapi dia sadar kalau ini semua ini harus menemui akhirnya. Hye-ri melihat-lihat foto itu dan heran kenapa mereka tidak berfoto bersama. Hye-ri minta foto bersama tapi In-woo menolaknya.

In-woo: Aku tidak berfoto dengan sembarang gadis.
Hye-ri: Sembarang gadis?
In-woo: Kau bukan pacar bahkan di masa depan. Kau bukan teman. Kau bukan anggota keluarga. Kau bukan siapa2. Apakah kau setuju?
Hye-ri: Seorang seharusnya bicara sepantasnya seorang pengacara. Menjadi seseorang dan bukan siapa2, apakah itu sama? Kalau tidak, apa bedanya?
In-woo: Ini dia kebiasaanmu yang suka sekali banyak bertanya. Kau harus berhati-hati pada hal itu. Para pria benci hal yang seperti itu. Wanita membuatmu bosan dengan pertanyaan…
Hye-ri: Para wanita benci pria seperti dirimu. Tidak pernah kehabisan. Kata per kata. Ketika wanita bicara kau membalas. Dan kau bicara dengan sikap yang menghina. Dan… dan… Ada lagi.
In-woo: Ada lagi?
Hye-ri: Banyak! Ada lebih banyak lagi!
In-woo: Lalu, kenapa kau menyukai pria seperti itu? Mengambil gambar diam2… apa yang harus dilakukan dengan ketenaranku?
Hye-ri: Kau yang awalnya lebih dulu mengambil fotoku diam2. Apa kau benar2 tidak akan berfoto bersamaku?
In-woo: Ya!
Hye-ri: Lalu, berikan padaku semua fotoku yang kau ambil diam2. Berapa yang kau foto ketika kau mengikuti secara sembunyi2? Berikan semuanya padaku!
In-woo: Aku akan berikan semuanya padamu. Toh aku berencana untuk membuang semuanya. Kapan kau akan datang untuk mengambilnya?

In-woo tertawa dan berkata kalau foto2 adalah hal yang tidak berguna – mereka tidak bisa menunjukkan semua ekspresi dan kejadian dalam hidup mereka. In-woo pergi dan bergumam pada diri sendiri, “Di kepalaku, di mataku, di hatiku, ada semua ekspresimu…” Mereka tiba di rumah dan Hye-ri siap untuk berpisah. Tapi In-woo tidak dan mengusulkan agar mereka taruhan minum. Mereka pergi ke sebuah rseto dan In-woo membuatkan bom soju untuk Hye-ri. In-woo gagal membuat tornado dalam gelas setelah mencampur soju dan bir. Jadi Hye-ri dengan ahlinya membuatkan yang seperti itu untuk In-woo. Mereka bersulang dan In-woo menghabiskan minumnya sekalian. Hye-ri melihat dengan hati2 dan hanya meminum punyanya satu teguk. Ada yang terjadi dan Hye-ri tahu itu.

In-woo: Dari semua hal yang aku katakan terakhir kali, semua itu adalah kesalahan. Jadi aku ingin membenarkannya. ‘Karena akan menyenangkan bila memanfaatkanmu jadi Ma Sang-tae akan ditikam oleh putrinya sendiri.’ Bukan karena itu aku memilihmu, Ma Hye-ri. Ini mungkin kedengaran seperti alasan tapi aku perlu seorang jaksa. Meski aku menjadi jaksa, aku tidak akan mampu menangani kasus ayahku. Jika bukan aku, jaksa macam apa yang akan menyelidiki dengan penasaran kasus yang bahkan sudah diputuskan lebih dari 10 tahun yag lalu. Khususnya kasus itu tidak memiliki kecurigaan untuk dibuka lagi. Pada awalnya begitu mudah membersihkan nama ayahku. Tapi kau yang paling aman… Meski sudah terlambat, aku ingin minta maaf. Karena sudah memanfaatkanmu yang tidak tahu apa. Aku minta maaf.
Hye-ri: Permintaan maaf itu, sudah kau ucapkan tiga kali.
In-woo: Ketika sedang berhadapan denganmu, aku ingin mengatakannya secara resmi. Dan, meski merasa bersalah, aku tidak bisa melakukan apa2. Aku minta maaf.

Hye-ri menerimanya dengan tersenyum. Mereka pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan In-woo suka sekali fakta kalau ada orang yang menangkapnya ketika mabuk. Mereka masuk ke lift dimana mereka berpegangan pada besi bersebelahan agar tidak jatuh. Jari mereka bersentuhan tapi tidak menimbulkan efek apa2 dan tiap kali jari mereka bersentuhan mereka menjauhkannya. Mereka mencapai lantai empat dan Hye-ri keluar dari lift. In-woo hanya bisa menunduk. Hye-ri hampir ingin masuk kembali tapi pintu lift sudah tertutup. In-woo menangis di dalam sana.

Mereka tidak bisa tidur. In-woo ingin menelpon Hye-ri tapi tidak bisa. Sedangkan Hye-ri hanya memandang foto In-woo. Dan Ma Sang-tae mengambil foto Hye-ri yang lebih muda. Keesokan paginya, Jenny menelpon In-woo untuk memeriksa keadaannya. Tapi In-woo tidak ingin pergi ke kantor. Dia pergi ke apotek terdekat untuk membeli obat dan dalam perjalanan pulang, dia melihat ibu Hye-ri membawa buah2an yang banyak sekali. In-woo menyembunyikan obatnya dan membantu ibu untuk membawa buah2an itu ke apartemen Hye-ri. Ae-ja berkata akan sangat menyenangkan bila In-woo dan Hye-ri menjadi pasangan pengacara.

Ibu Hye-ri menawarkan untuk membuatkan In-woo teh atau makan siang. Tapi In-woo menolaknya. Ae-ja bertanya kenapa In-woo terlihat canggung di dekatnya dan In-woo menjawab, “Kami putus.” Ae-ja jelas kaget tapi dia tidak menyalahkan In-woo. Dia meninggalkan apartemen Hye-ri dan ibu melihat obat In-woo. Beberapa saat kemudian, ibu muncul di apartemen In-woo sambil membawa bubur. In-woo sama sekali tidak ingin menerima perlakukan seperti ini tapi Ae-ja mengatakan kalau ini adalah hal seharusnya dilakukan tetangga. Dia bahkan menunggu In-woo sampai selesai makan.

Ketika sedang makan, ibu bertanya kenapa mereka putus. Apa itu karena ayah Hye-ri? Atau apakah mereka bertengkar? In-woo terlihat tidak nyaman jadi ibu akhirnya tutup mulut. In-woo memperhatikan kalau ibu dan Hye-ri mirip. Mereka sangat menyenangkan. Ibu kemudian mengatakan kalau dia senang mendengar kata ‘ibu’ yang dikatakan In-woo padanya. Soalnya, ibu selalu ingin punya anak laki2. Dan karena In-woo tidak punya ibu maka Ae-ja selalu berharap kalau dia akan menjadi ibu bagi In-woo. Kalau saja ada hal yang bisa Ae-ja lakukan untuk In-woo…

Lalu Jenny datang dan berkata, “Sayang, aku membawakan bubur untukmu. Apakah ini pembantunya?” In-woo meminta Jenny untuk menjaga ucapannya dan meminta maaf pada Ae-ja dan sekali lagi memanggil ‘ibu’. Ae-ja segera keluar sebab dia kaget melihat pacar baru In-woo. Jenny sangat tidak senang dan berkata kalau ibu bisa tahu hal2 tentang In-woo.

Akan tetapi, In-woo meminta Jenny untuk tidak khawatir. Dia tidak naïf dengan terus bersikap baik pada Park Ae-ja dan dia tahu Ma Sang-tae akan segera mengatakan sesuatu pada Hye-ri. Karena itulah, dia mau menunggu sedikit lebih lama – meski deadline-nya sudah dekat – agar dia tahu apak yang akan dilakukan keluarga Ma. Jenny khawatir kalau Hye-ri akan menutupi kasus itu tapi In-woo punya keyakinan sendiri.

Hye-ri pergi ke kediaman orang tuanya untuk bicara pada ayahnya. Dia menelpon Hye-ri setelah dia menyuruh ibu keluar. Sebab, semakin sedikit ibu tahu, itu lebih baik.

Sang-tae: Aku akan memberitahu semua hal yang membuatmu penasaran dan sangat ingin kau ketahui. Yoo Myung-woo… Aku membunuhnya.

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 13

Setelah membaca dokumen yang menyatakan keterlibatan In-woo dalam kasus itu, Hye-ri yang shok sama sekali tidak bisa berdiri dan berjalan dengan baik. In-woo mendekatinya tepat waktu untuk meraih tangannya. Hye-ri mengatakan kalau tangan In-woo hangat dan In-woo mengangguk, “Itu benar, itu aku.” Hye-ri bertanya apa yang benar, bahwa In-woo mengenal Hye-ri sejak pertama mereka bertemu. Sekali lagi In-woo mengangguk. Itu bukan kebetulan, bukan takdir, bukan apa2 tapi hal yang sudah direncanakan.

Hye-ri: Kau memanfaatkanku?
In-woo: Mungkin… Tentu saja.

In-woo dengan dingin berkata kalau Hye-ri adalah tipe orang yang jarang memerhatikan sekeliling dengan hati2 ketikan sudah berfokus pada satu hal. Flashback menunjukkan kalau bukan hanya dompet Hye-ri yang dicuri tapi juga nomer handphone In-woo. Hye-ri benar2 melihat dunianya hancur. In-woo membantunya duduk di bangku dan berdiri di sampingnya sampai Hye-ri memutuskan untuk pergi. Melihat keadaan Hye-ri yang menyedihkan, In-woo mengantar Hye-ri pulang.

Hari itu, Hye-ri tidak pergi ke kantor, yang membuat Pimpinan sangat marah padanya. Pimpinan menegaskan kalau pendidikan Hye-ri yang seperti putri membuatnya tidak bertanggung jawab pada apapun. Jaksa yang lain mencoba menenangkan Pimpinan dengan membuat alasan mungkin Hye-ri sakit. Se-joon dan Jung-sun mencoba menghubungi Hye-ri tapi tidak berhasil.

Sementara itu, Hye-ri sedang menangis di rumah. Dia ingat apa yang pernah dikatakan Se-joon: “Apa yang kau tahu tentang Pengacara Seo?” Dia bahkan mengabaikan telpon ayah dan terus saja mengasihani diri sendiri karena begitu bodoh dan buta. Kembali ke rumah In-woo, Jenny menerima berita besar lewat telpon. In-woo menjamin kalau dia tidak akan pergi kerja dan menutup telponnya. Jenny jadi bertanya-tanya – In-woo tidak akan pergi atau dia tidak bisa pergi?

Tentu saja, In-woo tidak bisa pergi. Dia merasa begitu menyesal. Setelah berhasil mengumpulkan sisa kekuatan yang ada, Hye-ri pergi ke apartemen In-woo bertelanjang kaki. Dia bahkan tidak membiarkan In-woo mengatakan sepatah kata pun dan menampar wajah pengacara itu. Hye-ri masih bisa mempertahankan kekuatannya cukup lama dan dia tersandung waktu akan pergi. In-woo berteriak, “Berpeganganlah pada dirimu! Kuatkan dirimu!” Hye-ri tersenyum getir. In-woo lah yang membuatnya seperti itu.

Di rumah keluarga Ma, Ae-ja dan Sang-tae membiacarakan Hye-ri. Kemana dia? Apakah dia ada di tempat yang sinyalnya tidak bagus? Ae-ja melindingi anaknya dengan mengatakan kalau tidak menelpon karena larangan Hye-ri untuk melakukan itu. Ae-ja: “Hye-ri tidak menyukai ayahnya dan dia tidak menyukai orang yang membuatmu menjadi ayahnya!”

Ke rumah Jung-sun dimana ibu Jung-sun telah meminta anaknya dan Se-joon untuk melakukan pertemuan dengan alasan yang ajaib. Ibu berkata kalau salah satu teman Jung-sun ingin mengenalkan Se-joon pada salah satu kenalannya. Apa tidak apa2? Se-joon tidak ingin melakukan itu jadi dia malah mengirim Jung-sun ke spa terdekat untuk menemui orang itu. Jung-sun jelas menolak. Ibu Jung-sun sekarang bertanya apakah Se-joon tahu pacar putrinya? Se-joon sangat menyukai hal ini dan mulai menggoda Jung-sun tentang pacar khayalannya. Setelah pergi keluar untuk mendapatkan udara segar, Jung-sun dan Se-joon memutuskan untuk mengunjungi Hye-ri.

Sudah malam dan Jung-sun menelpon Hye-ri untuk menawarkan bantuan. Karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk Hye-ri, Jung-sun dan Se-joon memutuskan untuk duduk di bangku. Jung-sun masih tetap merasa tidak nyaman karena duduk dengan Se-joon. Ini membuatnya merasa menjadi orang ketiga. Se-joon: “Melihat Ma Hye-ri rasanya tidak nyaman tapi juga menyenangkan. Penampilan fisiknya sangat mirip dengan istriku tapi kepribadiannya sangat berbeda. Jika kepribadian ibu Bin sama dengan Hye-ri tentu dia tidak akan terkena kanker. Eun-ji menjadi ibu pada usia itu dan tidak sempat menikmati masa mudanya. Untuk beberapa alasan, itu membuatku banyak berpikir.”

Jung-sun mengerti perasaan Se-joon. Rasa bersalahnya telah mencegahnya untuk mendekati orang lain – itu bukan hal mudah. Se-joon akhirnya mengaku bahwa apa yang dia rasakan pada Hye-ri hanya karena dia mirip dengan mendiang istrinya. Dia berpikir bahwa istrinya mengirimkan seseorang agar bisa dipegang erat. Pada akhirnya, melalui fantasi inilah, Se-joon mendapatkan gambaran nyatanya. Se-joon kemudian memandang Jung-sun sambil tersenyum.

Hye-ri melanjutkan penyelidikan kasusnya dengan pergi ke rumah Go Man-chul dan menunjukkan foto itu pada pria itu. Man-chul jelas kaget. Tapi dia mengatakan kalau dia tidak tahu apa2 tentang foto itu. Sementara berbicara dengan Hye-ri, Man-chul masih sempatnya menggunakan telpon dan menelon seseorang (Ma Sang-tae) dan memperingatkan orang itu tentang penemuan foto.

Orang yang diperingatkan itu melakukan reaksi cepat. Tepat ketika Hye-ri sampai di toko Ha Jung-nan, dua orang yang berkendara motor mencuri tas-nya. Hye-ri memasuki toko Ha Jung-nan sambil menangis. Dia juga mengatakan tentang alibi palsu itu bahwa ada perbedaan jam tanpa membiarkan Jung-nan berbicara sepatah katapun. Jung-nan meminta bukti. Hye-ri berkata, “Sebenarnya, buktinya adalah kau, Ha Jung-nan!”

Ada kejutan! Tidak ada yang hilang saat sesuatu yang dicuri adalah hal yang penting buat In-woo. Pengendara motor kedua mencuri tas itu dari pencuri pertama dan mengembalikannya pada Hye-ri. Karena sekarang jati diri In-woo sudah terbongkar, Hye-ri yakin kalau tas-nya yang bisa kembali pasti karena In-woo. Hye-ri kemudian bertanya pada Ha Jung-nan tentang ‘Penulis Seo’. Orang seperti apakah dia?

Tepat setelah Hye-ri pergi, Jung-nan mengundang In-woo ke toko. In-woo akhirnya mengaku kalau dia adalah pengacara dan telah berbohong pada Jung-nan selama ini. Dia minta maaf tapi dia benar2 harus melakukan itu. Di sisi lain, pencuri yang tidak berhasil itu melapor ke Ma Sang-tae bahwa aksinya gagal dan praktis membuat Sang-tae sangat khawatir. Ini mungkin ada hubungannya dengan kejahatannya yang akan terungkap. Tapi siapa yang membantu Hye-ri dalam kasus ini?

Berikutnya terjadi sebuah kejadian di toko-nya Yoo-na. Di satu sisi, ada Hye-ri yang ditipu tapi bersikeras mencari kebenaran dari kasus yang ditanganinya, meski hal itu akan menyakitinya. Di sisi lain, ada Jenny yang merupakan kaki tangan In-woo. Ada pertengkaran kecil sebelum pertengkaran yang sesungguhnya. Tapi bagaimana Yoo-na tahu saingan Hye-ri? Yoo-na: “Dia (Jenny) adalah tamu VIP yang memberitahukan tentang pelelangan Giobernie dan Hotel-nya!”

Jenny mengatakan kalau ini bukan pertarungan antar gang sebab tidak ada yang dirugikan. Hye-ri membalas: “Kau menolongnya dari awal dan membuatku nampak seperti orang bodoh!” Apa Hye-ri marah sekarang? Apa dia ingin maaf? Hye-ri tidak memerlukan permintaan maaf dari orang seperti mereka. Jenny sendiri tidak punya rencana untuk minta maaf meski diminta sekali pun! Semua kemewahan yang Hye-ri punya saat ini dibeli dengan penderitaan In-woo. Hye-ri mengambil segalanya dari In-woo. Tepat ketika Jenny mengakhiri pidatonya, dia meminta Hye-ri untuk menempatkan dirinya di posisi In-woo!

Hye-ri mungkin masih terluka tapi dia masih bisa melawan. Dia pulang ke rumahnya dan menuju balkon lalu memaksa In-woo untuk minum teh dengannya. Ini sebagai ucapan terima kasih karena sudah mengembalikan tas-nya. Semuanya dimulai dengan pertanyaan Hye-ri tentang bagaimana In-woo berhasil meraih perhatian Hye-ri. Apakah In-woo menghabiskan banyak uang? In-woo mengangguk. Apakah dia membuat pemilik apartemen yang dulu pindah? In-woo mengangguk. Apakah In-woo belajar bagaimana memanipulasi pikiran? In-woo mengangguk. Jadi In-woo melakukan segalanya untuk membuat Hye-ri tersentuh!

Hye-ri: Apa yang kau inginkan dariku?
In-woo: Membuktikan kalau ayahku tidak bersalah.
Hye-ri: Apa?
In-woo: Bukan seorang pembunuh tapi ayahku yang meninggal dengan tuduhan sebagai pembunuh. Pakaian ayahku yang membuktikan kalau dia seorang pembunuh, aku ingin membersihkannya dari semua itu.

Sekarang giliran In-woo yang bicara dan kita diajak ke masa lalu. Flashback: In-woo, ayahnya dan ibunya semuanya sangat bahagia. Mereka melakukan semua hal yang dilakukan keluarga bahagia: bermain sepakbola, makan bersama… sampai, Direktur Yoo menelpon ayah In-woo dan mengatakan kalau dia harus bertemu dengan Tuan Ma dimana hal itu langsung membuat ayah In-woo gugup dan bergegas ke proyek. Secara mengejutkan dia melihat Direktur Yoo mati dengan bersimbah darah. Ayah In-woo memegang kepala Yoo sehingga tangannya terkena darah. Dia mencoba untuk menghubungi polisi tapi sambungan telponnya diputus.

Berikutnya, Tuan Seo sudah masuk penjara. In-woo yang waktu itu masih remaja mengunjungi ayahnya. Pada awalnya, dia takut melihat wajah ayahnya, bukan karena dia membenci ayahnya tapi karena dia takut akan menangis. In-woo tahu kalau ayahnya bukan penjahat dan dia akan membuktikan kalau ayahnya tidak bersalah. Kembali ke masa kini sebentar dimana In-woo mengatakan pada Hye-ri kalau ayahnya pergi ke proyek karena pertemuan Yoo dan Ma. Setelah mendengar bahwa ayah Hye-ri menyangkal pergi kesana, In-woo tahu bahwa Ma Sang-tae adalah penjahat yang sebenarnya. Kata2 In-woo membuat Hye-ri ingat pernyataan ayahnya kalau dia tidak pernah pergi ke proyek tapi dia malah mengirim Direktur Seo. Ma Sang-tae berbohong!

Flashback lagi: In-woo (yang masih remaja) pergi ke rumah Ma Sang-tae untuk meminta pertolongan. Dia bersikeras kalau ayahnya bukan pembunuh dan ayahnya tidak bersalah. Tapi Ma Sang-tae menyingkirkannya dan membanting pintu di hadapan wajah In-woo. Hye-ri yang waktu itu masih kecil melihat dari atas balkon. Tepat ketikan In-woo mencari keadilan untuk ayahnya, Tuan Seo malah meninggal karena serangan jantung. (In-woo dewasa, yang sedang mengobrol dengan Hye-ri berkata kenapa ayahnya tidak mau menunggu sampai In-woo besar dan menjadi pengacar). Kemudian kita melihat In-woo di sebuah danau dimana di tempat itu dia menabur abu ayahnya. Disana pula In-woo berjanji pada dirinya kalau dia akan membuktikan ayahnya tidak bersalah!

Setelah semua kejadian mengerikan yang terjadi Korea, ibu In-woo memutuskan untuk pindah ke Amerika agar mereka tidak menderita lagi. Bahkan, dia Amerika pun mereka masih mengalami kesulitan dimana mereka sulit menemukan pekerjaan dan sulit beradaptasi dengan lingkungannya. Karena merasa kesepian, In-woo pergi dan bersembunyi di gang yang penuh denga sampah. Ketika sedang mencari In-woo, ibu menyeberang jalan dan tidak melihat mobil yang datang dan akhirnya menabraknya. Flashback berakhir saat In-woo menangisi ibunya yang meninggal.

Hye-ri tersentuh tapi satu pertanyaan masih belum terjawab: kenapa In-woo menggunakan dirinya untuk membalas dendam? In-woo mengatakan kalau itu bukan semata-mata balas dendam tapi dia juga ingin membebaskan ayahnya dari tuduhan. Hye-ri berkata kenapa In-woo menggunakan dirinya dan berpikir kalau itu bukan balas dendam? In-woo: “Aku rasa akan menyenangkan. Segera setelah aku kembali ke Korea dan lulus ujian, aku mulai menyelidiki kasus pembunuhan Yoo Myung-woo. Aku menemukan Ma Sang-tae dan mereka yang terlibat. Ketika investigasi berjalan lancar, putri Ma Sang-tae lulus ujian dan berencana untuk menjadi seorang jaksa. Benar2 lucu. Aku berusaha mencari tahu orang seperti apa dia, naïf, ingin tahu dan tidak punya rasa curiga. Jika tidak ada insiden, maka dia adalah pilihan yang terbaik.”

Hye-ri sangat marah pada kata2 ini. Apa In-woo pikir dia akan melanjutkan kasus ini dimana yang terlibat adalah ayahnya dan bukan orang lain? In-woo berpikir kalau Hye-ri akan melanjutkannya. Dia adaah seorang jaksa yang selalu mengungkap kebenaran. Membuat dirinya mengungkap masa lalu ayahnya, bukankah itu balas dendam? In-woo tetap mengatakan kalau Hye-ri adalah seorang jaksa. Itu adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan, membela orang yang bersalah. Lalu bagaimana dengan permintaan maaf atas semua yang telah dilakukan In-woo? Karena telah menggunakan dirinya karena telah melakukan kebohongan?

In-woo: Seseorang yang memulai semua itu dan tahu akan merasa bersalah, tidak merasa menyesal.
Hye-ri: Bahkan tidak satu kali pun?
In-woo: Seseorang yang akan menyesal, tidak akan melakukan hal seperti itu.

Sambil menangis, Hye-ri menegaskan kalau dia akan mempercayai ayahnya kecuali bukti kuat ditemukan. In-woo dengan sinis berkata, “Oh ya, karena apa yang kau temukan tidak cukup jelas.” Hye-ri berlari keluar dan In-woo memperhatikannya lewat balkonnya lalu mengikutinya dari jarak yang tidak terlalu jauh. Beberapa saat yang lalu In-woo memberitahukan hal2 kejam pada Hye-ri tapi sekarang dia mengikutinya. sementara itu, Ma Sang-tae menemukan teman di belakang anaknya: dia adalah putra Seo Dong-geun! Di sisi lain, Ha Jung-nan ingin mengakui kebenaran pada Hye-ri.

Kelihatannya, foto yang dibawa Hye-ri, yang mengindikasikan kalau Jung-nan dan Man-chul keluar hotel bersama, menunjukkan kebenarannya. Mereka pergi pada jam 10.30 karena Sang-tae menelpon Man-chul. Toko memang tutup pada hari itu tapi Jung-nan membukanya untuk Sang-tae agar dia bisa masuk dengan Man-chul sekitar jam 11 malam. Man-chul adalah orang yang menyuruh Jung-nan untuk berbohong dan mengatakan bahwa mereka sudah minum sejak jam 9 malam.

Alasan kenapa Jung-nan mengaku adalah kerena In-woo memintanya demikian. Jung-nan mengerti maksud In-woo melakukan itu dan merasa kasihan padanya. Jadi dia harus mengatakan apa yang dia tahu tentang malam itu. Hye-ri tidak mengerti kenapa Jung-nan merasa seperti itu. Jung-nan menjelaskan kalau In-woo sudah banyak membantunya selama 2 tahun belakangan ini dengan sangat tulus.

Hye-ri: Lalu kau percaya pada Seo In-woo?
Jung-nan: Meskipun itu hanya ketulusan sesaat… ketulusan tetaplah ketulusan.

Hye-ri terlihat bingung. Inikah yang harus dia percaya juga? Sementara itu, Ma Sang-tae melakukan pendekatan yang lebih baik. Tapi In-woo malah memotongnya. Bagi orang yang sudah membunuh ayahnya, Ma Sang-tae sangat berani menanyakan bagaimana dia dibesarkan. In-woo tidak akan mengijinkan hal itu. Tidak akan juga menerima kata2 Sang-tae tentang kasus lama itu atau masalah memanfaatkan Hye-ri dalam kasus ini.

Sang-tae: Menggunakan putriku dalam investigasi?
In-woo: Apa kau punya bukti kalau aku memanfaatkannya? Yah, aku menduga bahwa tidak memiliki bukti aku memanfaatkannya, tidak berarti aku tidak melakukannya.

In-woo merasa bahwa Sang-tae gugup pada kasus ini dan menggunakn lebih banyak kata2 untuk membuatnya marah. Sang-tae ingin terlihat percaya diri tapi dia tidak akan mengatakan pada putrinya tentang pertemuan ini. Yang tentu saja akan mengindikasikan kalau dia adalah pembunuh yang sebenarnya. Sang-tae bahkan harus kabur dari pertemuannya karena Hye-ri menelpon dan ingin bertemu dengannya.

Pengakuan Ha Jung-nan telah membuat Sang-tae terpojok. Jika bukan dia penjahat yang sebenarnya maka dia pasti menyembunyikan rahasia yang lebih besar. Sekarang Sang-tae mengaku kalau dia mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak bisa mengatakan dimana dia malam itu tapi dia tidak bersalah. Dia meminta Hye-ri untuk memeriksa kasus konstruksi itu lagi dan apa yang dia katakan adalah yang sebenarnya meski hal itu akan menghancurkan reputasinya. Kenapa ayah berbohong disini? Kalau ayah memang tidak bersalah kenapa dia tidak memberitahu Hye-ri apa yang terjadi malam itu? Ayah tidak bisa memberitahunya dan dia tidak akan melakukan itu.

Sang-tae: Jika kau akan tetap keras kepala dan melanjutkan kasus itu, berhentilah menjadi jaksa dan pulanglah ke rumah.
Hye-ri: Jangan coba2 menakutiku. Meski kau menyeretku pulang ke rumah… meski kau membakar semua pakaian, sepatu dan tas-ku… aku bukan Ma Hye-ri yang menuruti semua perintah ayahnya karena ketakutan.

Setelah pertemuan ini, Hye-ri ingin kembali ke In-woo tapi permintaan maaf masih jadi masalah. Kenapa In-woo tidak sedikit pun merasa bersalah? Kenapa dia tidak mengakui itu? Ketika sedang bicara pada jam weker ajaib pemberian In-woo, Hye-ri mendapatkan ide ajaibnya. Karena sudah lelah mendengarkan pesan In-woo yang berulang-ulang, Hye-ri mencoba menghapusnya tapi ternyata itu malah membawa ke pesan lain.

In-woo: “Nona Ma Hye-ri, berapa usiamu sekarang? Dimana kau hidup sekarang? Tidak… dimana kau tinggal sekarang? Sekarang aku mengikutimu dan pindah. Aku berada di rumah dengan teras mengikutimu. Sangat indah disini. Di tempat seindah ini, aku mempersiapkan kehancuranmu. Bersama denganmu, membuatku merasa bahagia dan tidak tenang, tidak tahu bahwa ada perubahan pada rencanaku, menyalahkan diriku karena memilihmu, tahu bahwa kau akan terlukan… Aku masih akan melukaimu. Aku akan mengakhirinya tapi tidak mampu berhenti. Jadi, kata ‘maaf’, aku tidak bisa mengatakannya. Hye-ri, jangan hanya makan rumput dan hiduplah lama dengan sehat. Temukanlah orang yang akan mencintamu dan akan menghapus lukan yang aku berikan padamu… Berbahagialah. Jadi aku bisa merasa sedikit bersalah padamu. Ketika kau mendengarkan ini, aku harap kau sudah berumur 77 tahun. Seperti di Titanic, anak atau cucumu, katakan pada mereka bagaimana saat kau masih muda, lugu, tidak dewasa, dan cantik, ada seseorang yang membuat hidupmu hancur. Bajingan semacam itu ada tapi di atas semua hal yang dia lakukan, aku bisa bahagia dan tertawa. Ketika kau bisa bicara buruk tentang diriku, aku harap itu akan ada nanti. Aku minta maaf. Aku minta maaf. Aku minta maaf.”

Ketika In-woo melihat Hye-ri berdiri di luar rumahnya, dia jadi bertanya-tanya: kenapa Hye-ri tidak membuang jam itu? Hye-ri memerintahkan In-woo untuk menghapus pesannya denga kekuatan penuh. In-woo menyuruh Hye-ri untuk pergi tapi Hye-ri masih bersikeras. Dia ingin agar pesan itu dihapus. Sekarang, Hye-ri bahkan berani masuk ke rumah In-woo. Dia mencegah In-woo membanting pintu di depan wajahnya dengan kakinya. In-woo tidak ingin Hye-ri masuk ke dalam apartemennya. Hye-ri memulai kata2nya di dalam rumah In-woo. Dia bertanya apakah In-woo tahu bagaimana dia mencari In-woo ketika menghilang? Dimana dan kenapa dia melakukan itu. In-woo tidak menunjukkan keingintahuan. Dia terlihat lebih putus asa dan terganggu.

In-woo: Aku tidak memikirkan itu.
Hye-ri: Pembohong!

In-woo mencoba membebaskan diri dari Hye-ri tapi dia mengkuti In-woo. Hye-ri ingin membangunkan In-woo, ingin menunjukkan yang sebenarnya. Hye-ri bertanya: “Ini karena kau menyesal, kan?” In-woo mengatakan kalau ini tidak masuk akal.

Hye-ri: Kau adalah satu2nya orang yang aku pikirkan ketika aku kesusahan. Ketika aku tidak mampu mengatakan apa2 pada orang lain, tapi harus aku jaga untuk diriku sendiri. Ketika aku merasa akan mati, karena hal itu begitu sulit buatku, aku ingin memberitahumu. Aku harus memberitahumu. Kau menghilang. Satu2nya orang yang paling aku percaya di muka bumi ini, tiba2 menghilang.
In-woo: Hentikan ini. Ada apa denganmu? Apa kau sudah gila? Aku tidak menyukaimu, ini semua sudah berakhir. Aku memintamu untuk menahan dirimu. Apa kau ingin memberitahuku hal2 itu sekarang?
Hye-ri: Ya, benar. Ini bukan satu2nya hal yang ingin aku katakan. Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan padamu.
In-woo: Ma Hye-ri, ada apa denganmu?
Hye-ri: Orang yang membuatku merasakan neraka dan sakit… Aku mencintaimu, kau bajingan. Tidakkah kau mengerti? Apa kau ingin aku mengatakannya lagi?
In-woo: Jangan… jangan…
Hye-ri: Aku mencintaimu, bajingan. Karena itulah, meski kau akan melukaiku nanti, hanya bilang padaku kalau kau menyesal. Katakan padaku sekarang. Aku tahu, aku tidak akan bisa hidup sampai umur 77 tahun. Aku merasa aku akan mati karena kanker akibat stress yang kau berikan padaku jadi bagaimana mungkin kau mengharapkan agar aku hidup sampai umur 77 tahun. Aku tidak akan pernah menemukan pria yang mencintaiku. Sakit yang kau sebabkan begitu besar, yang lukanya akan begitu buruk, dan tidak akan ada yang mampu mencintaiku sekarang. Kemudian, aku akan bisa hidup lagi kalau kau juga begitu. Jika sakit, aku juga akan sakit. Jangan bilang kalau semuanya bohong, ya? Pengacara Seo, kau menyesal, katakan kau menyesal.

Pada titik ini, Hye-ri dan In-woo menangis. In-woo menghapus air mata Hye-ri tapi tetap tidak mampu mengucapkan kata maaf. Di atas semua itu, In-woo meraih pinggang Hye-ri…

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 12

Hye Ri benar2 pusing – dia pergi kerja sangat terlambat dengan mood jelek dan ternyata hal ini mendapat perhatian Se Joon. Dia memanggil Hye Ri untuk diajak bicara, yang disaksikan oleh Jung Sun, di ruang duduk. Se Joon bertanya apakah ada hal yang ingin dibicarakan Hye Ri. Hye-ri tersandung kata2nya sendiri tapi dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya.

Hye-ri melakukan interview dengan Ha Jung-nan dimana dia sama sekali tidak bisa memusatkan pikirannya. Bagaimana semua informasi ini terhubung? Tanah, Go Man Chul, Ha Jung Nan, ayahnya dan seorang pembunuh. Hye-ri benar2 tidak bisa berkonsentrasi dan memilih untuk pulang lebih awal. Dia mengingat lagi saat2 gembiranya bersama In Woo – khususnya saat dimana In-woo membelikannya makan siang dan mengatakan kalau dia akan menjadi teman Hye-ri serta menjadi orang yang menyenangkan. Dia mencoba meyakinkan dirinya kalau dia tidak akan peduli sebab dia dan In-woo tidak punya hubungan apa2. Dia lalu pulang ke apartemennya dengan tidak gembira.

Di akhir jam kerja, Jung Sun mengingatkan Se Joon agar tidak membelikan Bin hadiah yang sama seperti yang dia belikan dua tahun belakangan ini: boneka. Mereka kemudian jalan2 dan Jung Sun bertanya tentang Hye-ri. Se-joon mengakui kalau dia bukan orang yang menyenangkan bagi Hye-ri untuk diajak berbagi masalahnya dan memperhatikan kalau Jung-sun juga seperti itu sekarang.

Inilah awal hubungan Se-joon dan Jung-sun: ketika Jung-sun pertama kali kenal dengan Se-joon, dia sangat cerewet dan dia juga adalah teman baik mendiang istri Se-joon. Istri Se-joon telah merancang kencan buta untuk Jung-sun dan pada kencan ketiga, Jung-sun datang dalam keadaan mabuk ke rumah Se-joon. Dia mengumumkan kalau istri Se-joon mendapatkan pria ideal Jung-sun! Dia merasa sangat malu sebab Se-joon ingat hal yang seperti itu. Se-joon mengatakan kalau Jung-sun menjadi lebih dewasa ketika istrinya meninggal dan mulai menjaga Bin seperti anak sendiri.

Hye-ri kembali ke rumah orang tuanya dan membuat kedua orang tuanya kaget. Ibu sangat gembira karena ayah telah menegaskan lagi cintanya pada ibu dengan tidak mau menceraikannya. Hye-ri berkeliling rumah seolah-olah dia ingin menegaskan kebaikan ayahnya. Dia bahkan bertanya pada ibu tentang pernikahan mereka. Ibu berkata kalau ayah adalah pria yang baik dan ibu jatuh cinta pada ayah setelah beberapa kali bertemu dengannya di restoran ibu. Tapi dia jarang bicara dengan ayah sejak ayah memberinya kartu kredit jadi dia tidak tahu tentang bisnis ayah. Ibu juga mengatakan kalau dulu ayah adalah pria yang romantis.

Ma Sang-tae sangat perhatian pada anaknya. Dia memerhatikan kalau wajah Hye-ri tidak ceria seperti biasanya. Hye-ri seharusnya facial. Ayah bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi di tempat kerja. Hye-ri menjawabnya dengan bertanya apakah ada hal yang terjadi di kantor ayah. Hye-ri berkata kalau hidup itu lebih baik tanpa masalah. Ibu sangat takjub ketika melihat bahwa Hye-ri ternyata sudah dewasa. Ibu bahkan mengatakan, “Karena Hye-ri kita sudah dewasa, pasti sulit baginya menjadi orang yang sudah dewasa kini!” Yep Mom!

Malam itu, Hye-ri dan ibu berbaring dengan rapat di tempati tidur. Ibu memberitahu Hye-ri kalau dia bisa maju dengan kecepatan penuh dan menikahi In-woo. Setelahnya, mereka bisa pindah ke mansion. Tempat itu cukup besar untuk dua keluarga. Penyebutan nama In-woo membuat Hye-ri menangis. Dia mengaku pada ibu kalau dia memang menyukai In-woo, bukan sebagai teman tapi dia mencintai In-woo. Ibu menenangkan putrinya dan bertanya apakah mereka bertengkar. Tapi Hye-ri hanya menjawab, “Aku merindukannya!”

Pada tengah malam, Hye-ri bangun dan membuka lemarinya. Dia memandang dengan dalam baju yang diberikan In-woo padanya saat insiden tomat. Sekarang Ma Hye-ri sadar apa itu cinta.

Di rumah keluarga Jin, nenek dan Jung Sun merayakan ulang tahun Bin. Jung-sun menyerahkan hadiah pada anak itu dan mengatakan kalau dia tidak akan bisa ikut merayakan ulang tahun Bin. Nenek dan Bin curiga – dengan siapa Jung-sun sering keluar? Apakah dia sudah melupakan Se-joon? Dengan siapa dia pergi ke cherry blossom? Jung-sun tersenyum dan pergi ke kamar mandi.

Hye-ri melanjutkan investigasinya pada ayahnya – ada terlalu banyak misteri dalam kasus ini yang sayang kalau dilewatkan. Hye-ri mengunjungi pemilik toko bunga Tuan Shin Jung-nam, yang menjadi saksi kunci pembunuhan 15 tahun yang lalu itu untuk menguatkan alibi ayahnya. Mendengar tentang pembunuhan itu, wajah Shin menjadi kelam. Tapi ini memang waktu yang tepat. Shin Dong Ha muncul dan mengenali Hye-ri sebagai jaksa kasusnya. Hye-ri juga ingat hubungan mereka dengan In-woo dan bertanya bagaimana Tuan Shin tahu In-woo.

Tuan Shin mengatakan kalau selama beberapa waktu, dia tidak tahu kalau In-woo adalah pengacara. Yang dia tahu adalah setiap minggu selama 1 tahun In-woo selalu datang dan membeli bunga. Tapi, setelah putranya terlibat kasus itu, dia baru tahu kalau ternyata In-woo adalah pengacara. Shin Dong Ha bertanya apa yang Hye-ri lakukan disini. Tuan Shin segera mengusirnya dan mengatakan kalau Hye-ri disini untuk melihat tanaman.

Tuan Shin dan Hye-ri duduk untuk berbincang. Tuan Shin menceritakan kembali kesaksiannya: malam itu, Tuan Shin sedang mendapatkan giliran sebagai penjaga di sekitar lokasi bangunan itu. Dia melihat sebuah cahaya menyala di sebuah pondok di kejauhan dan mendekati tempat itu. Dia melihat ada mayat disana yang bersimbah darah dan seorang pria yang menyentuh darah itu dengan tangannya. Orang yang diduga sebagai pembunuh memakai kaca mata – yang bisa saja Ma Sang-tae atau bukan. Tuan Shin lalu melaporkan hal ini sebab dia berpikir dia sudah melihat pembunuhan.

Hye-ri pergi dengan sangat puas. Dia hanya perlu menemukan pembunuhnya sekarang. Yang dia tidak mengerti adalah kenapa ayahnya memberikan tanah pada orang yang mendukung alibinya malam itu. Pada saat itu, Hye-ri mendapat telpon dari Jung-sun yang mengabarkan tentang ultah Bin. Jung-sun mengatakan kalau Se-joon mungkin ingin mengundang Hye-ri tapi tidak punya waktu. Bin merayakan ultah di pizza hut dengan ayahnya dan Jung-sun mengundang Hye-ri. Dia mengatakan kalau ini benar2 nyata dan mengucapkan selamat untuk Hye-ri.

Hye-ri pergi ke resto yang dimaksud dengan patah semangat sebab dia memikirkan perkataan Jung-sun tempo hari. Yang tidak Hye-ri sadari adalah Jung-sun sedang mengawasi di depan resto dari mobilnya. Dia melihat Hye-ri masuk ke dalam restoran. Akan tetapi, Hye-ri memilih duduk di luar resto untuk beberapa saat untuk mengolah perasaannya. Pada saat itu, Bin keluar. Bin berpikir kalau ibunya baru saja tiba dan bertanya pada Hye-ri apakah dia tahu namanya. Hye-ri bertanya apakah dia harus mengetahuinya. Dan Bin tahu kalau wanita ini bukan ibunya.

Bin: Lalu, kenapa kau datang?
Hye-ri: Untuk meminta maaf. Dan untuk mengucapkan selamat.
Bin: Bagaimana kau bisa mengucapkan selamat dan meminta maaf di saat yang bersamaan?
Hye-ri: Benar. Jujur saja, aku datang kesini untuk mengucapkan selamat pada seseorang dan aku rasa aku harus meminta maaf dulu.
Bin: Pada siapa?
Hye-ri: Pada orang yang aku sukai. Menyukai seseorang dan mulai menyukai seseorang, aku tahu kalau keduanya berbeda.

Jung-sun sangat ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Khusunya, setelah Bin terlihat tidak kaget saat bicara dengan duplikat ibunya. Kemudian, Hye-ri menelpon Jung-sun dan mengatakan kalau dia tidak bisa bergabung dalam pesta itu. Hye-ri menyebutkan nama Se-joon yang ditangkap oleh Bin. Jung-sun menyuruh Hye-ri untuk tutup mulut. Pertama, hal itu bisa membuat Bin kaget dan kedua, Se-joon sedang mendekat. Jung-sun menuntun Hye-ri, “Balik kanan dan jalan lurus. Jangan berbalik dan bersikaplah biasa!”

Hye-ri berhasil menghindari Se-joon. Sedetik berikutnya, Jung-sun keluar dari mobilnya dan berbicara pada Hye-ri. Hye-ri meminta maaf dan mengaku kalau hal yang dia lakukan ini konyol apalagi setelah dia mengatakan kalau dia menyukai Se-joon. Dia meninggalkan hadiah itu pada Jung-sun. Se-joon menelpon untuk bertanya pada Jung-sun apakah pertemuannya itu lebih penting dari Bin. Jung-sun merasa sangat bersalah saat tiba di resto, khususnya setelah melihat Bin menangis.

Jung-sun menenangkan Bin, menghapus air matanya dan memberikan hadiah dari Hye-ri tapi dia tidak menyebutkan nama. Se-joon curiga – hadiah itu adalah e-book! Dia terkagum melihat hadiah itu. Bin dengan gembira membaca buku2 disitu tapi sebelumnya dia berkata, “Apa kau yakin ini bukan hadiah yang dikirim oleh ibuku? Beberapa saat yang lalu, aku melihat orang yang mirip sekali dengan ibuku!”

Bin menyingkir dan Jung-sun meminta maaf pada Se-joon karena sudah mengganggu. Se-joon ingin tahu kenapa Jung-sun memberitahu ulang tahun Bin pada Hye-ri. Jung-sun menjelaskan kalau dia merasa bersalah sebeb Hye-ri menceritakan kencannya dengan Se-joon. Dia juga ingin membuat Bin terbiasa pada Hye-ri, khususnya apabila Se-joon akan menikahi Hye-ri! Se-joon meminta maaf pada karena bersikap kasar pada Jung-sun. Dia berpikir kalau hanya dia yang akan terpengaruh oleh kemiripan Hye-ri dengan mendiang istrinya. Tapi dia tidak pernah berpikir kalau Bin dan Jung-sun juga akan terpengaruh.

Malam itu, Se-joon datang ke rumah Hye-ri untuk berbicara dengannya. Dia berjalan dengan cool-nya saat naik tangga. Hye-ri berkata kalau Se-joon berjalan dengan begitu cool dan Se-joon membalas gurauan Hye-ri dengan bertanya apakah hal itu yang harus dikatakan padanya. Tapi kemudian Hye-ri tersandung kata2nya sendiri: dia mengatakan pada Se-joon kalau dia tahu apa yang dia sukai dan tidak dia sukai. Meski dia menyukai Se-joon lebih dulu, sekarang tidak lagi. Hye-ri mencoba menemukan kata2 yang tepat. Kemudian Se-joon berkata, “Berhentilah. Kau tidak harus menjelaskannya. Aku tahu hal itu.” Se-joon juga bertanya apakah Hye-ri lapar lalu menambahkan kalau Bin suka hadiahnya.

Hye-ri: Aku pikir jika Bin membaca banyak buku, dia tidak akan menjadi seperti diriku.
Se-joon: Ada apa denganmu?
Hye-ri: Aku sedikit… Prinsip2ku sedikit kekurangan konsistensi.

Sekali lagi, Hye-ri duduk sendiri di kursi taman sambil bersedih. Dia mengenakan baju yang diberikan In-woo padanya. Hye-ri mengenang lagi semua hal yang pernah dia alami bersama In-woo. Semuanya! Yang jelas, Hye-ri kemudian menjadi zombie. Dia terlihat tidak bergairah. Pada hari ke-3, dia akhirnya melihat In-woo! Hye-ri segera berlari menemui In-woo di pintu masuk. Dia memborbardir In-woo dengan pertanyaan: “Kemana kau pergi? Apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang terjadi? Bagimana bisa seseorang melakukan itu? Kau seharusnya memberitahu seseorang kemana kau akan pergi sebelum pergi!”

Hye-ri sebenarnya mengakui cintanya ketika dia berkata kalau dia menunggu In-woo dan sangat ketakutan sebab tidak ada orang yang diajak berbagi. In-woo mengatakan pada Hye-ri kalau mereka tidak punya hubungan apa2 yang bisa membuat mereka bersikap mesra seperti itu. In-woo menjauhi Hye-ri yang malah membuat Hye-ri lebih sedih lagi ketikan dia kembali ke apartemennya. In-woo sendiri hanya melihat dari kejauhan.

Keesokan harinya, Hye-ri bertekad kalau dia tidak akan melepaskan In-woo. Dia ingin bicara dengan In-woo. Ini adalah Hye-ri yang tegas dan ketika In-woo mencoba menutup pintu rumahnya, Hye-ri menahannya dengan sepatunya. Dia berkata apakah In-woo ingn bicara di luar dengannya atau dia akan masuk ke rumah In-woo. Mereka bicara di luar. In-woo menolak untuk menatap mata Hye-ri atau menjawab pertanyaannya. Ini sangat melukai Hye-ri. Dia ingin tahu apa dirinya bagi In-woo? Kenapa In-woo tiba2 menghapus dirinya dari kehidupan In-woo dengan tiba2?

In-woo: Aku ada pekerjaan jadi aku pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikannya. Dan aku merapikan semua hal yang tidak penting di lingkunganku.
Hye-ri: Apa kau mengatakan bahwa aku adalah hal yang tidak penting? Benar2 lucu. Bisakah seseorang diatur seolah-olah kau bisa menyapunya dengan sapu?
In-woo: Aku bisa.

Hye-ri marah pada jawaban In-woo dan berkata kalau itu bukan In-woo. Dia berkata kalau In-woo tidak akan pernah menghilang kecuali In-woo sedang berusaha untuk melupakannya, khususnya dengan pesaing ketat seperti Yoon Se-joon!

In-woo: Hal2 seperti itu, apakah kau tidak pernah berpikir kalau itu mungkin khayalanmu saja?
Hye-ri: Tidak! Karena tidak ada alasan lain.
In-woo: Dunia tidak sesederhana seperti yang kau percayai. Dunia tidak hanya bisa diisi oleh kejadian yang hanya ada di kepalamu.
Hye-ri: Hal yang tidak berubah meski kau berusaha – Pengacara Seo tidak membenciku!

Hye-ri mengancam dengan kematian kalau In-woo pergi tanpa memberitahunya lagi dan bergerak pergi. Meski percakapan itu bisa dibilang tidak menyenangkan, tapi Hye-ri puas sebab tahu kalau In-woo muncul lagi. In-woo tidak percaya pada kegetiran Hye-ri tapi sekarang terbukti kalau dia punya kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Bila In-woo ingin menyingkirkannya, ini bukan pekerjaan mudah. Untungnya mereka tidak bicara di dalam apartemen sebab Jenny ada disana.

Ketika In-woo kembali, Jenny mengatakan kalau dia harus pindah tapi In-woo mengatakan kalau pindah itu terlalu membebani. Kita tahu kalau sebenarnya In-woo kembali ke Amerika untuk mengunjungi orang tua angkatnya juga orang tua angkat Jenny. Kemudian Jenny tetap memberitahu In-woo info terbaru tentang Hye-ri dan mengatakan kalau Hye-ri tidak punya teman bicara. Perkembangan kasus yang Hye-ri tangani juga lambat dan Jenny takut kalau kasus itu akan dihentikan. In-woo percaya pada Hye-ri kalau dia akan memikirkan apakah harus menyembunyikan kasus itu atau tidak. Dan satu lagi, Hye-ri sudah tahu banyak.

Di rumah, Ma Sang-tae bertanya apakah persiapan pernikahan Hye-ri sudah berjalan dengan baik. Ibu sangat kaget sebab dia pikir mereka sudah setuju untuk membiarkan Hye-ri menentukan pilihannya sendiri. Ayah malah menantang ibu dan meminta surat cerai. Ibu menjadi marah dan berteriak, “Baik! Ayo sah-kan! Seorang pria yang ingin membuang istrinya yang sudah tidak berguna dan menjual putrinya, aku tidak ingin hidup dengannya!” Ayah terkejut mendengar ucapan ibu khususnya lagi kalau dia dianggap menjual anaknya.

Hye-ri tidak mengerti kalau sebenarnya In-woo tidak ingin diganggu olehnya. Keesokan harinya, Hye-ri menunggu In-woo di tangga dan saat melihat In-woo, dia bersembunyi di balik jeruji. Dia berharap bisa membuat In-woo terkejut dengan berpura-pura kalau dia tidak tahu In-woo disana. Tapi Hye-ri tidak tahu kalau In-woo sudah melihat Hye-ri mengintip di jeruji itu sepanjang waktu. Hye-ri menyapa In-woo dengan menanyakan, “Apa kau marah padaku?” atau “Apa Jenny tidak suka kau berteman denganku?” Itu membuat In-woo membentak Hye-ri hingga Hye-ri tersandung dan In-woo meraih tangan Hye-ri. Hye-ri ingin tahu kenapa In-woo memperlakukannya dengan dingin. In-woo berkata, “Aku sudah bilang, aku menyingkirkan perasaanku padamu!” In-woo pergi dan Hye-ri bergumam kalau In-woo seharusnya tidak melakukan itu sendirian!

Kembali ke kasusnya: Hye-ri mengunjungi tetangga Seo Dong Gun di kantor polisi untuk menanyakan kasus pembunuhan yang terjadi 15 tahun yang lalu itu. Hye-ri menanyakan beberapa pertanyaan tentang Seo, yang dituduh melakukan pembunuhan tapi tetap bersikeras kalau dia tidak bersalah. Pria itu mengatakan kalau meski buktinya banyak tapi Seo bukan tipe orang yang bisa melakukan itu. Hye-ri mengatakan kalau Seo akan segera dibebaskan tapi pria itu mengatakan kalau Seo sebenarnya sudah mati.

Hye-ri memulai pembicaraan telpon tentang kasus itu dengan In-woo tapi sayang itu Cuma khayalannya. Telpon berbunyi dan ayah ada di ujung telpon. Ayah datang untuk membicarakan pernikahan Hye-ri. Sang-tae ingin agar Hye-ri pergi ke kencan buta itu tapi dia juga memastikan kalau Hye-ri tidak merasa bahwa ayah menjualnya! Ayah sudah memilih pria yang bisa memberikan apapun untuk Hye-ri. Ayah berkata, “Meski kau tidak menyukainya, meskipun ini caraku, aku menyayangimu!” Ayah berkata kalau ayah sangat menyayangi Hye-ri tanpa syarat karena dia adalah putrinya! Tapi Hye-ri ingin menegaskan lagi kalau ayah memang orang yang tidak melakukan hal jahat. Tapi ayah mengatakan kalau dia juga melakukan hal jahat. Ayah bangkit untuk pergi sebelum Hye-ri sempat bertanya lagi.

Di luar apartemen, Hye-ri memanggilkan taksi untuk Sang-tae. Kebetulan In-woo lewat. Hye-ri ingin sekali menyapa In-woo tapi dia melihat wajah dingin pria itu jadi memutuskan untuk membatalkannya. Tapi In-woo mengamati Hye-ri dan ayahnya ketikan ayah memberikan uang pada Hye-ri lalu pergi. In-woo berbalik dan Hye-ri melihatnya meninggalkan balkon. Itu membuat Hye-ri lebih berani untuk mengajak In-woo makan. In-woo tidak ingin menyenangkan Hye-ri dan mengatakan, “Hatiku sakit sekali tapi lapar juga membuat tubuhku kelelahan!” In-woo mau pergi makan tahu pedas bersama Hye-ri. Tahunya sangat pedas hingga Hye-ri mulai tidak tahan. In-woo segera meraih sapu tangan di kantongnya tapi tiba2 berhenti.

Hye-ri melihat beberapa wanita minum soju jadi dia memesan beberapa botol untuk dirinya sendiri. Tapi minuman ini efeknya cepat sekali. In-woo mencoba mengajak Hye-ri pulang. Tapi Hye-ri hanya ingin agar In-woo tinggal bersamanya seperti dulu. Hye-ri marah pada In-woo sebab In-woo melakukan banyak hal untuknya tapi kemudian dia memilih pergi. Hye-ri pingsan di bar itu. In-woo membawanya pulang dan memerhatikannya saat dia sedang tidur. Dia memohon agar Hye-ri membiarkannya pergi sebab kalau tidak Hye-ri akan semakin sakit. In-woo bahkan mengusap rambut In-woo.

Istri Go Man Chul mengangkat telpon dan ternyata di saluran itu ada Ha Jung Nan (yang merupakan wanita simpana Man Chul). Istri Man Chul sangat marah karena suaminya masih mengunjungi wanita itu setelah 15 tahun. Berikutnya Hye-ri muncul dan istri Go mengira kalau Hye-ri adalah wanita simpanan yang baru. Tapi pengenal Hye-ri membuat wanita itu diam. Dia malah dengan senang mengundang Hye-ri masuk. Wanita itu ingin agar Hye-ri menemukan Ha dan menuntut suaminya karena melakukan perselingkuhan.

Hye-ri tidak bisa melakukan itu, dia harus punya bukti kuat. Wanita itu bergumam kalau saja dia punya uang, mereka pasti sudah masuk penjara. Go melihat Hye-ri keluar dari rumahnya dan bersembunyi di belakang mobil. Ketika Man Chul masuk ke rumahnya, dia kena lemparan bantal. Istrinya mengatakan kalau dia membicarakan tentang perceraian mereka. Man Chul sangat lega mendengar ini. Man Chul melaporkan pada Sang-tae kalau putrinya masih menyelidiki pembunuhan 15 tahun lalu itu. Man-chul bahkan sempat2nya mengejek Sang-tae – dia punya kejahatan dan seorang putri yang merupakan jaksa.

Kemudian istri Go Man-chul menghubungi Hye-ri dan memberikan bukti tentang perselingkuhan suaminya. Itu adalah foto Go dan Ha 15 tahun yang lalu. Memang itu bukan bukti kuat untuk perselingkuhan tapi itu menjadi bukti kuat bagi Hye-ri untuk kasus lain: tanggal dan waktu diambilnya foto itu sama dengan kejadian pembunuhan itu. Go dan Ha pergi ke hotel pukul 9.55 pm dan 10.32 pm. Alibi ayah yang mengatakan kalau dia bersama mereka dari jam 9 pm sampai tengah malam palsu!

Hye-ri pergi ke bar-nya Ha Jung-nan. Disana dia melihat In-woo dalam penyamarannya sebagai penulis. In-woo pergi dari tempat itu. Ha sedang minum dengan temannya yang Hye-ri kenali. Dia adalah wanita yang membantu Hye-ri dalam kasus judi itu. Ha menjadi tidak nyaman karena semuanya saling kenal. Lebih sulit lagi ketika dia menyebut In-woo sebagai penulis. Wanita dari kasus judi itu mengatakan kalau In-woo hanya berpura-pura sebagai pengacara agar bisa bertemu dengan Hye-ri padahal sebenarnya dia adalah penulis yang sedang menulis novel. Hye-ri bertanya kapan mereka bertemu dan Ha menjawab kalau In-woo telah menjadi pelanggan tetapnya selama 2 tahun belakangan ini.

Ini membuat Hye-ri berpikir – Tuan Shin dan Han Jung-nan bertemu In-woo dua tahun lalu dan mereka tidak tahun kalau In-woo adalah pengacara. Ketika dia pulang, Hye-ri memikirkan kembali kasusnya: Go Man-chul dan Ha Jung-nan adalah alibi ayah yang ternyata salah. Tuan Shin adalah saksinya. Seo Dong Gun dituduh melakukan kejahatan dan meninggal di penjara. Dia punya putra yang pergi ke Amerika. Hye-ri kebetulan bertemu dengan pengacar yang baru pulang dan Amerikan dan In-woo tidak punya orang tua…

Hye-ri menerima file rahasia dari penyidik yang menyatakan kalau Seo In-woo adalah putra Seo Dong-gun! Dan dibelakangnya, In-woo sedang berdiri menunggu reaksi Hye-ri. Dia hanya bisa memandang In-woo. Dia terkejut, merasa dibohongi dan akhirnya tahu kebenarannya…

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 11

Hye Ri terlihat ketakutan. Ma Sang Tae adalah teman masa kecil Go Man Chul sewaktu masih di desa dulu. Go tidak bisa melanjutkan ceritanya sebab dia sangat kaget yang membuatnya keluar ruangan. Apakah ayahnya terlibat dalam kegiatan illegal? Yang Hye Ri tahu ayahnya adalah pria yang baik. Hye Ri sedang memikirkan harus mengapakan ayahnya ketika Se Joon masuk. Dia bertanya apa yang Hye Ri lakukan. Hye Ri menolak memberikan apa yang telah dia dapat dari Go man Chul.

Hye Ri kembali ke Go yang dengan gelisah menunggu. Hye Ri bertanya apakah mereka bisa melanjutkan semua ini besok. Apa yang terjadi? Tapi tentu saja Hye Ri tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Hye Ri harus keluar dari sana. Dia merasa sangat lemas. Ketika mendekam di dalam sel-nya, Go sangat terkejut karena Hye Ri begitu gampang membuatnya bicara. Tapi ada yang aneh. Jaksa itu punya nama keluarga yang sama dengan Sang Tae. Apa mungkin mereka punya hubungan? Go menyesal karena gampang saja bicara!

Jenny menyebutkan kalau Go Man Chul adalah makhluk yang jinak, dia bergerak sesuai yang direncanakan. Ini sangat menggembirakan. Yang lebih heboh lagi, Jenny dan In Woo bahkan tahu Hye Ri sangat terkejut dan keluar dari kantornya. In Woo mengatakan kalau keterkejutan Hye Ri itu hanya bersifat sementara.

Hye Ri pergi ke kantor ayahnya. Ayah menawari Hye Ri minum untuk menenangkan diri. Tapi Hye Ri langsung pada pokok permasalahannya. Apa ayah tahu pria bernama Go Man Chul? Ma Sang Tae mengakui kalau dia memang mengenal pria itu dan menyuruh Hye Ri untuk pergi. Hye Ri tidak puas – kenapa pria itu bilang ayah meminjam namanya? Sang Tae lalu menceritakan sebuah cerita tentang hubungan persaudaraan di desa dimana ayah meminjamkan uang untuk bisnis Go Man Chul.

Lalu, apakah ayah tahu tentang Young Jin Construction? Ayah mengatakan kalau di dunia ini tidak semua hal merupakan hal yang menggembirakan, tapi dia bukanlah pria jahat. Hye Ri sangat ingin ayahnya bersikap jujur jadi dia menerima saja apa yang dikatakan ayah! Ayah bertanya2 apakah dia akan diinterogasi oleh Hye Ri? Tentu saja tidak! Tapi yang jelas karena pengakuan Go Man Chul, ayah pasti akan diinterogasi!

Kembali ke rumah. In Woo sedang berada di pintu masuk dengan baju kuningnya. Hye Ri memperhatikan dan langsung mengajak In Woo bersenang-senang. Tapi In Woo tidak tertarik. Hye Ri mencoba menarik perhatian In Woo, dan dia tersandung dan hampir jatuh. In Woo memegang tangan Hye Ri agar tidak jatuh. Dia bahkan tetap memegang tangan Hye Ri! Inilah untuk pertama kalinya Hye Ri memperhatikan kalau In Woo memegang tangannya. Hye Ri bertanya kemana In Woo akan pergi? Mereka bisa pergi bersama kan? Hye Ri mengatakan pada In Woo kalau tips yang dia berikan sukses dan Go Man Chul malah menyebutkan nama Ma Sang Tae. In Woo kaget (ini harus!).

Sang Tae berbicara dengan Direktur Min. Mereka terlihat khawatir dan Min menyarankan agar mereka mengungkapkan tentang Direktur Song, yang bertanggung jawab atas Young Jin Construction tapi ternyata juga sudah meninggal. Hye Ri yang akan memeriksa ayahnya membuat Direktur Min menguatkan alasannya: salahkan Direktur Song! Tapi apa mungkin membuat keluarga Direktur Song tutup mulut? Untuk itu, Ma Sang Tae harus memberikan sejumlah uang pada mereka agar kasus Nam Woo beres.

In Woo masih berbicara pada Hye Rid an heran kenapa dia masih sedih. Jika ayahnya mengatakan kalau dia tidak bersalah, bukannya semuanya akan baik2 saja. In Woo juga bertanya tentang kisah Go Man Chul. Kemudian dia menanyakan pertanyaan paling besar: tidakkah Hye Ri membenci ayahnya? Tidak juga karena dia adalah ayah Hye Ri. jadi bagaimana bisa membencinya? Hye Ri kemudian bertanya apakah In Woo membenci ayahnya? In Woo juga menjawab tidak. Dia tidak pernah membenci ayahnya sebab ayahnya selalu menepati janjinya.

Ae Ja mengatakan pada Sang Tae kalau Hye Ri sudah punya pria yang dia sukai. Tidak, dia bahkan mencintai pria itu. Mereka saling mencintai. Ae Ja menceritakan tentang In Woo: pengacara, pintar, lucu, tampan, dan hangat. Dengan adanya pria seperti itu, Hye Ri tidak perlu pergi ke acara kencan buta. Pengacara Seo sudah cukup. Ibu menyingkirkan segala rasa takutnya, dia menyerahkan surat cerai pada suaminya. Sang Tae tidak terkesan, dia menjawab dingin dan tidak tertarik, “Baiklah!” Sang Tae bukan pria jahat. Ae Ja terlalu lemah melanjutkan ancamannya. Tapi yang jelas dia berhasil.

Ae Ja sangat gembira. Bukan hanya karena dia tidak jadi bercerai tapi juga karena dia mampu membela kehidupan cinta anaknya. Dia ingin agar Hye Ri segera menikah, yang malah dijawab Hye Ri dengan mengatakan kalau dia tidak ada hubungan apa2 dengan In Woo. Hye Ri melepas perhiasannya dan dia menemukan bros keberuntungan yang In Woo berikan padanya sebelum menyelesaikan urusan judi itu. In Woo sudah memberikan banyak hal untuknya: handphone, jam weker ajaib, dan In Woo memasak untuknya.

Di kantor, Hye Ri menghadapi masalah besar: ayah Hye Ri terlibat dalam kasus konstruksi itu. Pimpinan memberitahukan kalau ayah Hye Ri akan diperiksa. Hye Ri yakin pada ayahnya jadi tidak ada masalah disini. Pimpinan mengikutsertakan Se Joon dalam kasus ini. Segera setelah pertemuan, Hye Ri mengirimkan setumpuk dokumen pada Se Joon yang merupakan catatan kasus Go Man Chul.

Se Joon menanyai Go Man Chul, yang malah menarik kembali tuduhannya: Sang Tae tidak meminjam namanya tapi Direktur Song yang sudah mati yang melakukannya. Lalu, kenapa Go dulu menuduh Sang-tae? Go menjelaskan kalau dia ingin balas dendam pada Sang-tae karena dulu dia pernah mempermalukannya saat meminjam uang. Ini adalah kesempatan besar sebab putrinya adalah jaksa dalam kasus ini. Bagi Se Joon, ini tidak masuk akal. Dia menuduh seseorang tapi kemudian menariknya kembali. Dia pasti tidak ingin kebohongannya ketahuan. Kenapa dia tidak memikirkan ini dari awal? Go Man Chul memerikan jawaban yang tidak memuaskan. Ketika jaksa bertanya tentang kematian Direktur Song, Man Chul menjelasakan kalau kejadiannya setahun yang lalu. Dia bahkan hadir di acara pemakaman.

Setelah interogasi itu, Se Joon melaporkan pada pimpinan bahwa terdakwa mengubah pernyataannya. Interogasi berjalan lancar. Ma menjawab dengan tenang, serta menyangkal adanya hubungan antara dirinya dengan Direktur Song yang sudah meninggal. Dia bahkan meminta untuk adanya investigasi menyeluruh. Hanya ada dua kemungkinan: Ma memang orang yang sangat percaya diri atau memang dia tidak bersalah. Sejauh ini, tidak bukti hubungannya dengan Man Chul dan Direktur Song.

Ma Hye Ri tenang dan memutuskan pergi shoping. Dia sudah lama tidak berbelanja. Tapi ada yang berubah: dia menacri sesuatu yang berhubungan dengan In Woo. Hal pertama yang dia ambil adalah sepasang kaca mata. Yoo Na kebingungan. Apakah pacar Hye Ri itu penguntit. Hye Ri tidak menjelaskan apa2. Akhirnya, dia memutuskan untuk membeli gelang. Sementara itu, Se Joon menerima foto2 keren yang menampilkan Jung Sun. Bin yang mengirimkan itu – tidakkah Jung Sun sedang bersama ayah sekarang? Bin sangat putus asa! Apakah Se Joon tidak tahu kalau Jung Sun menyukainya?

In Woo menerima telpon dari Hye Ri. Dia meletakkan hadiah yang akan diberikannya pada In Woo dalam sebuah ember dan sekarang mengirimnya dengan pancing. In Woo sebenarnya ingin bersikap dingin tapi ini sangat menyentuh dan dia memegang hadiah yang diberikan Ma Hye Ri!

Hye Ri: Ibuku mengatakan kalau aku seharusnya tidak berhutang besar pada orang lain. Ketika aku memikirkannya, aku telah berhutang banyak padamu!

In membuka kotak kecil itu. Dan ternyata berisi gelang dan sebuah kartu. Kartu Hye Ri: “Pengacara Seo, yang selalu aku syukuri, aku menyukaimu. Tapi tentu saja ini bukan pernyataan cinta!” In Woo sama sekali tidak bisa berkata apa2. Dia mengeluarkan gelang itu dari kotaknya dan menggenggamnya erat sekali.

Di apartemennya, Hye Ri menunggu telpon In Woo dengan tidak sabar. Kenapa dia perlu waktu begitu lama. Pada akhirnya, In Woo tidak menelpon. Jadi keesokan harinya, Hye Ri menunggu In Woo di dalam lift. In Woo muncul seolah-olah tidak terjadi apa2. Dia menyapa Hye Ri dengan gaya cool-nya. Hye Ri mencari gelang yang diberikannya tapi kelihatannya In Woo tidak memakainya. In Woo melihat kekecewaan Hye Ri. Sebelum pergi, Hye Ri berbicara dengan In Woo.

Hye Ri: Apakah kau tidak menyukainya? Seseorang seharusnya mengatakan apakah dia menyukainya atau tidak. Aku bisa menukarnya kalau kau tidak menyukainya!
In Woo: Apa?
Hye Ri: Gelang itu!
In Woo: Ah, itu. Maaf, aku tidak terlalu memerhatikannya.

Kehidupan cinta Jaksa Yoon tidaklah mudah. Dia dan Hye Ri seharusnya membentuk klub patah hati saja. Se Joon lewat di depan rumah Jung Sun dan dia melihat mobilnya masih ada di rumah. Ibu Jung Sun memberitahu Se Joon kalau Jung Sun mengantar Bin ke sekolah. Untuk itulah, Se Joon langsung melesat ke sekolah anaknya. Disana dia melihat Jung Sun yang sedang menggendong Bin. Se Joon sangat kaget karena, yang pertama pengakuan Bin tadi malam dan pemandangan yang ada di depannya.

Ketika sedang bicara pada pimpinan tentang kasus yang ditanganinya, pimpinan memberitahu Hye Ri sebuah pepatah: “manusia menentukan takdir manusia lainnya, itu adalah sebuah beban!” Hye Ri tersadar dan dia pergi ke Jung Sun untuk meminta bantuan tentang masalah yang dihadapinya – masalah suami/selingkuhan yang menjadi pembunuh – Hye Ri ingin agar mereka diberikan terapi. Setelah mengatakan kalau dia mau melakukan itu, Jung Sun diberitahu kalau ada yang menunggu untuk diinterogasi – ternyata mantan penguntit Hye Ri. Dia datang bersama ibunya yang menawarkan uang. Tapi Jung Sun menolaknya, dia bisa melakukan kerja sosial. Ketika Hye Ri menyapa sang penguntit, dia bertanya bagaimana kabar pacar Hye Ri.

Jung Sun membawa Hye Ri keluar. Dia tidak bisa mengerti hubungan yang dijalani Hye Ri dengan Se Joon. Karena Hye Ri tidak menjelaskan apa2, jadi Jung Sun memperingatkan Hye Ri: jangan mempermainkan perasaan Se Joon, jangan membuatnya menangis, atau kalau tidak Hye Ri akan berada dalam bahaya. Hye Ri tidak takut pada ucapan Jung Sun. Dia malah bertanya-tanya kenapa Jung Sun tidak bisa mengatakan perasaannya pada Se Joon. Bagi Jung Sun, cinta adalah tidak mengatakan perasaan pada orang yang disukai untuk menghindarkan ketidaknyamanan dan agar selamat dari penolakan. Dia berpikir kalau Jaksa Yoon belum siap, jadi dia menunggunya.

Hye Ri kelaparan tapi tidak ingin makan makanan vegetarian. Jadi dia mengambil ramen dan mulai memasak seperti yang diberitahukan In Woo. Merasa kalau semuanya tidak sama tanpa In Woo, jadi Hye Ri menelponnya dan mengatakan kalau dia tidak punya makanan di rumah. Ketika In Woo memasak, Hye Ri berkeliling di rumah In Woo seolah-olah dia belum pernah kesana sebelumnya. Mereka mulai makan dan Hye Ri tidak bisa menutup mulutnya untuk bertanya apa hubungan In Woo dengan Jenny. Tapi In Woo hanya diam.

Jenny menelpon di saat yang tidak tepat. Tapi ini memberi In Woo kesempatan untuk mengusir Hye Ri. In Woo tidak menghiraukan kehadiran Hye Ri dan malah mengundang Jenny makan malam. Hye Ri pergi setelah dia tahu apa pesan yang terkandung dalam kata2 In Woo. Tapi dia tidak mengerti kenapa dia menangis karena kejadian itu. Dia melanjutkan memakan ramen yang dia masak sendirian. Sementara itu, In Woo merasa sangat hancur dan memakan sisa ramen Hye Ri dengan sumpit yang Hye Ri gunakan.

Hari berikutnya, Jaksa Yoon membicarakan masalah Go Man Chul dengan pimpinan. Mereka sampai di jalan buntu dan semua tersangka ternyata bersih. Sedangkan Song Ki Joon sudah mati jadi tidak bisa ditanyai. Go Man Chul dibebaskan. Tapi Se Joon tidak mengikuti apa yang Hye Ri ikuti: rupanya Ma Sang Tae memberikan tanah pada Go Man Chul. Jadi Hye Ri bertanya pada Nyonya Ha. Tapi wanita ini berkata kalau dia tidak tahu apa dan menolak mengaku kalau dia membeli apartemen dengan uang yang didapat dari hasil menjual tanah yang diberikan Ma Sang Tae.

Jenny mengatakan kalau segalanya sangat menyenangkan karena berjalan sesuai dengan rencana. In Woo mengatakan kalau semuanya memang menyenangkan dan lucu. Tapi In Woo terlihat marah. Dia marah karena semua berjalan tidak sesuai dengan rencana: dia tidak berencana untuk jatuh cinta pada anak musuhnya!

Ma Hye Ri tidak bisa berhenti menggali tentang masa lalu ayahnya. Dia mencari di internet dan mendapatkan info kalau 15 tahun yang lalu ada pembunuhan terjadi di lokasi pembangunan dan Tuan Seo dituduh melakukannya. Tapi Hye Ri perlu lebih banyak informasi jadi dia pergi ke ruang dokumentasi. Flashback memberitahu kita kalau In Woo juga melakukan hal yang sama bertahun-tahun yang lalu. Hye Ri membaca semua pernyataan sama seperti yang In Woo lakukan.

In Woo menunggu di luar gedung itu, menunggu Hye Ri sampai ke luar. Dia bersembunyi di balik pohon. Sayangnya, In Woo tidak bisa menemai Hye Ri di saat2 susah seperti sekarang. In Woo merentangkan tangan (dia memakai gelang yang diberikan Hye Ri) seolah-olah dia menyentuh wajah Hye Ri. Baiklah, In Woo kembali ke jalannya semula untuk membalas dendam.

Hye Ri mencoba menghubungi In Woo. Dia sangat memerlukan In Woo untuk menumpahkan kesedihannya dan untuk meminta nasehat. Hye Ri cepat sekali putus asa jadi dia pergi ke apartemen In Woo. Tapi buruknya, tidak ada jawaban. Hye Ri buru2 ke kantor In Woo tapi dia berhadapan dengan Jenny yang mengatakan kalau dia tidak bisa memberitahu masalah pribadi Pengacara Seo kepada sembarangan orang.

Hye Ri ingin percaya kalau In Woo akan segera menghubunginya karena dia tahu Hye Ri dalam kesulitan. Tapi pikiran rasional Hye Ri mengatakan kalau tidak akan seperti itu. Dia keluar gadung kantor In Woo. Sambil menangis, Hye Ri memanggil nama In Woo.

Hye Ri: “Pengacara Seo… Pengacara Seo…”

Sinopsis Prosecutor Princess – Episode 10

In Woo mengaku pada Jenny kalau sebenarnya dia tidak ingin melakukan apa2 dengan Hye Ri. Dia tidak ingin mencintainya dan dia tidak ingin melukainya. In Woo hanya ingin pergi dari kehidupan Hye Ri! Jenny meminta In Woo untuk menelan kata2 itu lagi – Hye Ri adalah putrinya Ma Sang Tae! Hye Ri cukup bodoh karena mau melakukan apa yang disuruh In Woo.

Tapi In Woo menjawab kalau Hye Ri tidak bodoh dan dia bukan anak Ma Sang Tae. Jadi sekarang apakah mereka harus menghentikan semua yang telah mereka lakukan sejauh ini? In Woo juga tidak akan bertemu dengan Hye Ri kalau bukan karena Ma Sang Tae. In Woo memandang Jenny dengan sedih. Tapi Jenny hanya menutup matanya.

Sementara itu, Hye Ri sama sekali tidak bisa tidur. Ibu tiba2 menelpon dan langsung bertanya apakah Hye Ri sedang bersama In Woo. Ibu berkata, “Aku ingin mengucapkan selamat tinggal padamu.” Ibu akan pergi ke ‘dunia yang lain’. Ibu juga minta maaf pada Hye Ri yang menambah keprihatinan Hye Ri. Ternyata ibu tidak pernah memberitahu Hye Ri kalau perusahaan ayah sedang mengalami kondisi buruk. Dia hanya meminta Hye Ri untuk pulang ke rumah dan menyelesaikan permasalahan itu. Hye Ri bilang kalau dia akan pulang bila kasusnya sudah selesai. Tepat pada saat itu, ayah datang yang membuat ibu langsung menutup telpon. Ibu mencari alasan kalau dia hanya ingin bicara pada Hye Ri tapi ayah tidak peduli.

Merasa kesepian, Hye Ri menelpon In Woo. Tapi telponnya tidak dijawab. In Woo mabuk di bar dan Jenny tidak mau menerima telpon itu. Di teras, Hye Ri bertanya2 kenapa In Woo tidak di rumah tapi kemudian dia mendapat telpon dari Se Joon. Dia sedang menunggu Hye Ri di kursi taman dan Hye Ri langsung berlari menemuinya. Se Joon bertanya apakah Hye Ri telah begadang semalaman makanya dia pulang pagi. Hye Ri sekarang pasti kelelahan dan untuk itulah Se Joon datang. Dia ingin mengajari Hye Ri beberapa gerakan peregangan untuk menenangkan pikiran Hye Ri.

Se Joon mulai melakukan peregangan di tangan dan memberitahu Hye Ri bagaimana melakukannya. Hye Ri melihat ke sekeliling dan Se Joon berhanti melakukan peregangan. Hye Ri berkata kalau mereka harus melakukannya bersama agar terlihat seperti kencan. Se Joon mengiyakan dan mereka mulai melakukan stretching dengan mengangkat yang lain dengan pungung. Hye Ri berteriak waktu Se Joon mengangkatnya. Dan waktu giliran Hye Ri untuk mengangkat Se Joon, dia berteriak kesakitan. Hye Ri hampir tumbang dan Se Joon menggenggam tangannya agar tidak jatuh. Mereka kemudian tersenyum dan tertawa!

In Woo akhirnya bangun dan Jenny menyuruh In Woo tidur di rumahnya saja. In Woo menolak – dia harus melindungi Hye Ri yang sering ketakutan waktu malam. In Woo tersenyum pada diri sendiri waktu dia ingat Hye Ri yang ketakutan. Jenny jadi berpikir, “In Woo begitu tergila-gila pada gadis ini!” Jenny mengantar In Woo ke apartemennya tapi In Woo menyuruhnya pulang. Di saat yang sama, Se Joon mengantar Hye Ri ke apartemennya. Mereka tidak bertemu tapi Hye Ri melihat In Woo yang mabuk sedang berjalan sendiri. In Woo hampir jatuh dan Hye Ri memegang tangannya. In Woo malah menepis tangannya. Hye Ri mencoba membantu In Woo lagi dan kali ini In Woo memegang tangannya dan berteriak, “Tinggalkan aku! Tapi aku benar2 tidak ingin kau…”

In Woo jatuh di tempat tidur dan mulai bermimpi tentang segala hal yang dia lalui bersama Hye Ri, mulai dari resor ski hingga di bandara. Hye Ri kembali menonton semua rekaman CCTV. Dia berhenti sebentar untuk memikirkan tentang keehatan In Woo sebelum akhirnya melanjutkan pekerjaannya hingga pagi. Akhirnya! Hye Ri melihat mobil Woo Sung Mi yang melintas di depan toko. Sepertinya ada bayangan aneh yang terlihat seperti suami korban. Hye Ri benar2 kegirangan dan dia menelpon In Woo.

In Woo bangun dan melihat kalau Hye Ri manelpon. Hanya saja dia mengabaikan telpon itu. In Woo lalu bangun dan akan membuka bajunya untuk mandi waktu Hye Ri membunyikan bel di pintu. In Woo membuka pintu dan Hye Ri bertanya apakah In Woo baik2 saja. In Woo menghindari tatapan Hye Ri serta menjawab pendek2. Hye Ri jadi lupa maksud kedatangannya karena sikap In Woo. Tapi kemudian dia mengundang In Woo untuk melakukan perayaan atas kesuksesannya mendapatkan bukti untuk kasusnya. Meski In Woo ingin menolak tapi dia merasa begitu terkesan pada keberhasilan Hye Ri. Berikutnya, In Woo mandi.

In Woo menemui Hye Ri di luar dengan kaca mata. Hye Ri melihat kedatangan In Woo dan dia terlihat sedikit gugup – sadar kalau In Woo ternyata keren dengan kaca mata. Hye Ri berkata kalau mereka akan pergi ke restoran yang lain sebab resto yang biasa dia kunjungi tidak menyediakan sup. In Woo tadi malam mabuk jadi dia perlu sup. In Woo terlihat kaget sebab Hye Ri begitu perhatian. Mereka pergi ke resto yang dimaksud dan In Woo sama sekali tidak menyentuh makanannya. Malah, In Woo hanya memandang Hye Ri yang sedang makan.

Hye Ri: Apa kau memandangiku?
In Woo: Aku sedang menyaksikan.
Hye Ri: Kenapa? Karena aku makan dengan anggunnya?
In Woo: Karena kau terlihat seperti kelinci yang makan daging untuk pertama kalinya dan heran karena ternyata ada rasa seenak ini di dunia!
Hye Ri: Apa kau bisa melepas kaca matamu?
In Woo: Jangan hiraukan aku dan lanjutkan saja makanmu.
Hye Ri: Kenapa kau menangis kemarin?
In Woo: (menunduk)
Hye Ri: Aku melihat semuanya. Jadi apa maksudnya menutupi matamu hari ini? Kau menangis kan?
In Woo: Bagaimana dengan Yoon Se Joon? Bukankah kau datang kesini dengan Jaksa Yoon pada hari seperti hari ini kan? Pada hari ketika kau mencapai sesuatu, ketika hal bagus terjadi, pada hari yang menggembirakan dan menyedihkan – bukankah orang2 selalu bertemu orang yang mereka sukai?

In Woo sebenarnya ingin membuat Hye Ri kesal agar dia menjauh. Hye Ri merespon dengan mengatakan kalau hari ini weekend jadi Se Joon ingin menghabiskan waktu dengan anaknya. Hye Ri berkata, “Hari ini adalah hari minggu yang menggembirakan. Pada hari seperti ini, dengan orang yang membuatmu nyaman, duduk seperti ini sambil makan makanan enak, ini adalah perasaan paling membahagiakan. Tidakkah kau berpikir begitu?” Hye Ri lalu melanjutkan makannya. In Woo terlihat sedikit malu dan langsung melepas kaca matanya.

Keesokan harinya, Hye Ri menganalisis rekaman itu jadi dia bisa mendapatkan gambar yang jelas. Jelas sekali kalau mereka bersama – Woo Sung Mi dan suami korban. Jadi Hye Ri hanya perlu membawa mereka kemari untuk ditanyai. Akan tetapi, Park Yoo Chul (suami korban) bersiap2 untuk meninggalkan negara ini dan membiarkan anak2nya sendiri. Di saat yang sama, Woo Sung Mi meminta libur dari tempat kerjanya. Hye Ri bertanya pada atasan apakah dia bisa pergi dengan polisi saat melakukan penangkapan. Se Joon mendukung Hye Ri. Dia tahu bagaimana rasanya menyaksikan penangkapan pertama. Atasan memberitahu Se Joon kalau dia benci ambil bagian tapi kemudian dia bertanya bagaimana perasaan Hye Ri.

Hye Ri menjawab kalau dia bisa membayangkan bagaimana wajah para tersangka ketika ditangkap, khususnya Park Yoo Chul karena dia sudah menantang Hye Ri untuk menemukan bukti. Dan atasan berteriak, “AKU PUNYA BUKTINYA DISINI, KAU BAJINGAN! Itu kan, yang ingin kau bilang?” Hye Ri berkata, “Bajinga? Bagaimana kalau aku ditangkap komisi disiplin?” Hye Ri (yang ditemani Penyidik Cha dan asisten Se Joon) pergi untuk menangkap Park Yoo Chul di luar rumahnya. Dia mulai membacakan hak2 Park lalu melihat dua anak Park mengintip dari pintu sambil menangis. Mereka meminta agar Hye Ri tidak membawa pergi ayah mereka. Hye Ri merendahkan suaranya dan menyelesaikan pembacaan hak2 itu.

Polisi membawa Park dan Woo ke kantor Hye Ri lalu menunjukkan bukti dari rekaman CCTV itu. Hye Ri tidak akan mengurangi tuntutan mereka tapi dia ingin tahu bagaimana Choi meninggal. Woo mengaku kalau dia menyuntikkan obat ke Choi pada suatu pagi. Dia tahu Choi punya kebiasaan minum segera setelah bangun jadi suatu pagi Woo memasukkan obat tidur ke minuman Choi. Waktu korban tertidur, dia menyuntikkan dua dosis obat ke Choi hingga dia meninggal. Mereka membawa tubuh Choi keluar lalu ke TKP dimana Woo menabrak lagi tubuh Choi.

Hye Ri tidak percaya ini. Choi dibunuh dua kali! Park Yoo Chul malah bisa2nya membela diri, “Aku tidak melakukan pembunuhan itu secara langsung. Dia (Woo) yang melakukan suntikan itu!” Hye Ri kabur ke kamar mandi dan mulai menangis. Jung Sun menyuruh Hye Ri keluar sebab dia akan menggunakan kamar mandi. Hye Ri keluar dan Jung Sun menyuruhnya untuk pergi. Dia harus menghadapi hukum sebab mereka yang terlibat di dunia hukum selalu bertemu dengan orang2 seperti itu. Jung Sun berkata, “Jika kau menangis di saat seperti ini, maka kelopak mata gandamu akan lepas!” Hye Ri tidak bisa membesarkan anak2 itu sendiri dan dia memang tidak harus melakukan itu. Sebagai Jaksa, mereka hanya melakukan hal yang sesuai dengan kapasitas mereka!

Se Joon punya masalah sendiri. Kelihatanya Go Man Chul kabur sebab dia tidak bisa dihubungi lewat telpon. Jadi Se Joon meminta surat perintah. Pada acara rapat, Pimpinan mereview semua kasus lalu menutup rapat dengan mendadak. Jung Sun memandang Min Suk dengan tatapan aneh. Pimpinan melebih-lebihkan reaksinya dan Jaksa Chae langsung memandang Hye Ri dengan tatapan ingin ditraktir. Semua orang tertawa melihat hal itu dan Hye Ri bilang kalau itu tidak apa2. Semua orang ingin diperlakukan special hari ini dan mereka ingin pergi ke rumah Hye Ri. Hye Ri bisa memilih makanan.

Jung Sun memperhatikan kalau ini adalah perhatian singkat tapi Jaksa Chae mengatakan kalau ini adalah ide Jung Sun. Se Joon berkata kalau menangkap penjahat di tahun2 pertama bisa menjadi hal yang rumit dan Hye Ri harus bersama banyak orang pada saat itu. Hye Ri sangat tersentuh karena mereka semua peduli padanya! Sementara itu, In Woo mengantar Jenny ke rumahnya. Dia mengucapkan terima kasih pada Jenny karena sudah bisa bersabar dengannya dan tidak banyak bertanya. Jenny mengatakan kalau dia bukan istri In Woo jadi dia tidak perlu mengomel. Tapi kalau mau tahu, Jenny sangat khawatir dan takut kalau rencana mereka akan kacau!

Hye Ri menyambut semua teman2nya di rumahnya. Dia menggelar pesta wine di teras rumahnya. Dia bahkan mengganti bajunya dengan baju merah, khusus untuk acara itu. Lucunya, Hye Ri sudah membuat semacam jadwal untuk acara pesta wine ini. Pertama-tama mereka akan minum wine kemudian nongkrong di balkon untuk berbincang-bincang. Padahal semua temannya mengharapkan jjajangmyun dan soju. Pimpinan bersulang untuk Hye Rid an Hye Ri tergoda untuk bertanya tentang istri pimpinan. Jung Sun mencoba memberi sinyal pada Hye Ri tapi terlambat.

Pimpinan berkata kalau dia tidak pernah menikah. Kenapa? Karena dia tidak bisa. Hye Ri terkejut mendengar hal seperti itu. Jaksa Chae bahkan cukup berani untuk berkata kalau semua orang bisa menikah. Dia sendiri menikah. Dan Min Suk juga membuat pernyataan berani dengan mengatakan kalau seseorang sedang mencoba menikah dua kali. Lebih aneh lagi waktu Jung Sun menegak semua wine-nya sekalian. Teman2 kerja Hye Ri tidak terbiasa dengan makanan eropa. Mereka hanya ingin makan kimchi. Hye Ri memutuskan bahwa dia bisa minta pada In Woo.

Hye Ri pergi ke apartemen In Woo dan Jenny membukakan pintu untuknya. Hye Ri terkejut tapi dia bertanya apakah In Woo ada – dia ingin meminjam sesuatu padanya. Jenny berkata kalau In Woo sedang ada di kamar mandi tapi Jenny bisa pergi dan bertanya pada In Woo kalau Hye Ri mau. Hye Ri menghentikan Jenny dan berkata kalau itu bukan masalah besar lalu kabur! Sebenarnya Hye Ri cemburu sebab Jenny ada di apartemen In Woo dan In Woo sedang mandi pula!

Tapi Jenny bohong. In Woo pergi untuk membeli makanan amerika buatnya. Sementara menunggu In Woo, Jenny memikirkan lagi kesan pertamanya waktu bertemu dengan Hye Ri. Waktu itu, Hye Ri pergi ke kantor In Woo dan berteriak kalau dia akan menuntut In Woo sebab sudah mengatakan pada semua orang kalau dia pergi ke acara lelang ketimbang menghadiri seminar Jaksa. Jelas Jenny tidak menyukai Hye Ri serta, dia lebih tidak suka lagi bila In Woo jatuh cinta pada Hye Ri meski tidak diakuinya. Ketika In Woo kembali ke apartemennya, didikan Jenny ketahuan. Dia diadopsi oleh ibu amerika dan dibesarkan dengan diberi makanan amerika jadi dia tidak terbiasa makan makanan Korea.

Hye Ri berkata pada semua temannya kalau dia tidak bisa menemukan kimchi. Jaksa Chae menawarkan diri untuk membeli di toko terdekat. Dia sekalian juga akan membeli soju. Pimpinan mengikutinya. Saat itulah, Se Joon dan Hye Ri menengadah dan melihat In Woo di terasnya. Dia melihat ke tempat Hye Ri tapi menolak untuk bersikap ramah. Jung Sun melihat kalau Hye Ri + Se Joon begitu seimbang memutuskan untuk pergi. Min Suk yang merasa akan menjadi orang ketiga pergi juga!

Se Joon bertanya kenapa In Woo masih disini padahal dia pikir In Woo sudah pindah. Hye Ri mengatakan kalau dia yang menghentikan In Woo dan setelahnya In Woo membantu Hye Ri waktu penguntit aneh tinggal di apartemennya. Se Joon sedikit marah karena Hye Ri tidak menelponnya. Hye Ri menjelaskan kalau In Woo lebih dekat jadi lebih nyaman kalau menelponnya saja. Semua jaksa pulang dalam keadaan mabuk. Jung Sun bilang kalau dia akan pergi dulu dan Se Joon bisa membantu Hye Ri bersih2. Hye Ri tidak ingin Jung Sun pulang sendiri malam2 begini. Tapi Jung Sun berkata kalau dia bisa hapkido dan takwondo – dia akan baik2 saja. Dia kabur untuk menghindari interaksi aneh lainnya. Hye Ri mendesak Se Joon untuk mengikutinya.

Se Joon mengikuti Jung Sun sambil berteriak memanggilnya, “Jaksa Jin! Jaksa Jin!” Dan Jung Sun berjalan lebih cepat dan lebih cepat lagi. Akhirnya Se Joon memanggil, “Jung Sun ah!” Jung Sun berhenti dan menghapus air matanya sebelum berbalik untuk memandang Se Joon. Jung Sun beralasan kalau dia ingin olahraga karena sudah makan terlalu banyak. Se Joon senang karena dia tidak marah padanya. Jung Sun berkata kalau dia bisa merasakan perasaan antara Se Joon dan Hye Ri. Se Joon memberikan jawaban yang tidak jelas, “Perasaan seseorang tidak bisa dikendalikan sesuai keinginannya!” Jung Sun berkata kalau selama Se Joon menyukai hal itu, itu bagus – dia senang kalau Se Joon senang!

In Woo dan Jenny mendiskusikan rencana mereka. In Woo meminta Jenny untuk menginap di rumahnya sebab keesokan harinya dia punya pekerjaan penting untuk dilakukan. Jenny mengingatkan kalau dia datang ke Korea dengan In Woo selama setahun jadi In Woo boleh melakukan apapun yang dia ingin lakukan. Ketika sudah genap setahun, dia ingin kembali ke Amerika dengan cepat, bersama2. Kemudian Jenny langsung merebut tempat tidur dan bilang kalau In Woo tidur di karpet saja sebab sofanya sama sekali tidak nyaman.

Sebaliknya, Hye Ri tidak bisa tidur. Jadi dia keluar ke teras untuk melakukan peregangan. Sialnya, dia melihat Jenny sedang berdiri di teras In Woo dan mengenakan baju In Woo! Itu bukan sesuatu yang ingin Hye Ri lihat. Jadi Hye Ri bersembunyi ketika Jenny memandang ke tempatnya. Jenny tidak terlalu memikirkan Hye Ri lagi. Sedangkan, Hye Ri tidak terlalu kaget waktu melihat wanita lain yang menarik perhatian Pengacara Seo In Woo.

Keesokan harinya, Hye Ri pergi ke tempat parkir dan bertemu dengan In Woo yang baru saja pulang dari mengantar Jenny. In Woo bertanya apakah Hye Ri bersenang-senang dengan semua jaksa kemarin. Hye Ri malah membalikkan pertanyaan dengan berkata kenapa In Woo menanyakan hal yang sangat jelas. Hye Ri bicara cukup cepat jadi In Woo bertanya apakah Hye Ri bertengkar dengan Jaksa Yoon. Hye Ri malah terganggu dan bertanya kenapa memanggil Se Joon seperti itu, seolah-olah In Woo sedang mengejek pahlawannya. Hye Ri pergi tapi dengan cepat dia memaki diri sendiri karena bicara seperti itu.

Jung Sun sedang dalam mobilnya sendiri – waktu Se Joon datang untuk menjemputnya, Jung Sun bilang kalau dia tidak ingin menumpang dengannya lagi. Alasannya adalah dia akan mulai melakukan olahraga di pagi hari. Dan dia tidak akan bisa pergi ke kantor berbarengan dengan Se Joon lagi. Ini adalah langkah awal Jung Sun untuk melupakan Se Joon! Oh no!

Sementara itu, Go Man Chul sedang menelpon Ma Sang Tae. Dia diperintahkan agar meninggalkan Korea melalui Incheon. Ma Sang Tae ingin agar Go menghilang selama beberapa bulan dan dia bisa kembali dengan diam2 nanti. Go langsung berangkat tapi mobil yang ada di depannya sengaja pelan2. Go ingin menyalip tapi mobil itu malah negbut. Dan mendadak mobil itu berhenti di tempat pemberhentian. Go tidak bisa mengerem dan menabrak mobil itu. Ternyata itu Jenny. Polisi yang ada di pemberhentian itu mendatangi mobil Go dan dia malah membuat kesalahan besar dengan menvoba kabur. Tentu saja dia ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Jenny hanya tersenyum.

Hye Ri akhirnya memperhatikan kalau Ha Jung Nan menarik tuntutan hukumnya. Dia dipanggil oleh pimpinan. Pimpinan akan menggabungkan kasus Hye Ri dengan kasus Se Joon (kasus Go Man Chul). Se Joon memberikan Hye Ri catatan. Hye Ri memeriksa catatan itu dan tahu kalau Go tidak pernah melakukan pekerjaan rombongan malah, dia adalah CEO sebuah pabrik kertas. Hye Ri curiga kalau dia meminjamkan namanya pada orang lain, yang kemudian melakukan deal illegal. Akan tetapi, waktu Hye Ri menanyainya, Go menolak untuk buka mulut dan memberitahu siapa yang menjalankan perusahaan itu. Ma Sang Tae sangat kaget waktu mendengar kalau Hye Ri yang menangani kasusnya. Sedangkan In Woo mencoba mengumpulkan tenaga dengan memandang sepatu bolanya lagi.

Hye Ri putus asa dengan Go Man Chul tapi dia tiba2 ingat kalau Go membeli tanah 15 tahun lalu bukan dengan uangnya. Hye Ri mengunjungi Ha Jung Nan dan mengatakan pada wanita itu kasus baru yang melibatkan Go. Ha kaget waktu mendengar Go terlibat dalam kasus pembangunan itu. Jadi Hye Ri bertanya apakah ada orang lain yang memberi Go uang sebagai kompensasi. Ha mulai gelisah dan berkata kalau dia tidak tahu apa2 dan dia tidak mau mendengar apa2 tentang Go lagi!

Hye Ri pulang ke rumah dengan kecewa. Dia bertemu dengan In Woo yang sedang duduk2. In Woo menyerahkan sebotol jus sebab Hye Ri terlihat lelah sekali. Hye Ri menerimanya. In Woo bertanya apakah dia bekerja lembur karena kelihatannya dia tidak datang dari berkencan. Hye Ri menjawab kalau tebakan In Woo salah. In Woo menyuruh Hye Ri istirahat saja soalnya kelihatannya Hye Ri muak bicara dengan seseorang dan tentu tidak ingin bicara dengannya. Hye Ri berkata kalau In Woo benar – dia muak biacar pada orang2 dan apakah In Woo tahu cara bagaimana membuat orang lain bicara ketika mereka tidak mau? In Woo memberikan nasehat. Keesokan harinya, Hye Ri bertanya pada Go apakah dia akan merespon sama: ‘lakukan sesuai hukum’ atau ‘aku tidak punya apa2 untuk dikatakan!’

Hye Ri: Young Jin Corporation adalah perusahaan palsu. Kau diminta oleh seseorang dan hanya meminjamkan namau, kan? ‘tidak ada yang bisa kau katakan.’ Orang itu bilang kalau kau mau melakukan tanggung jawab ini, dia akan memberimu uang. Tapi jika kau mengatakan namanya, dia tidak akan membiarkanmu pergi. Dia mengancammu kan? ‘lakukan sesuai hukum.’ Benar?
Go: Ya
Hye Ri: Orang itu, ketika kau memberitahunya kalau kau mendapat telpon dari kejaksaan karena masalah Apartemen Nam Woo. Dia menyuruhmu bersembunyi sekarang kan? Ketika surat perintah dikeluarkan, dia mengatakan padamu kalau dia akan membantumu kabur dari negara ini kan? Alasannya adalah dia ingin menggunakanmu agar bisa melewati undang2 kasus ini, kata dia.
Go: Uh – tunggu, apa maksudmu?
Hye Ri: Jika kau tidak tertangkap dalam kurun waktu masa undang2 pembatasan, lalu dia akan terbebas dari segala tuduhan atas kasus Young Jin Corporation. Kau tahu kan? Bahkan dalam gugatan perdata, berkat kau yang tidak punya nama dalam aset itu, dia tidak akan membayar sepeser pun. Kau juga tahu itu kan?
Go: (menunjukkan ekspresi menolak!)
Hye Ri: Tapi orang itu, jika dia mendapatkan semua keuntungan itu karena kau, dia seharusnya memberimu setidaknya 2 miliar dollar. Berapa yang dia janjikan padamu? Well… bagaimana dengan 100.000 dolar?

Go Man Chul sadar kalau dia sudah kalah. Waktu polisi akan membawanya kembali ke sel, Go berhenti di tengah dan akan mengaku pada Hye Ri. Go mengatakan kalau dia memang hanya meminjamkan namanya dan dia sama sekali tidak tahu bagaimana perusahaan itu dijalankan.

Hye Ri bertanya siapa orang yang meminjam namanya itu. Go Man Chul menjawab, “Ma Sang Tae. Presiden S.T. Construction, Ma Sang Tae!” Tidaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk….