Arsip

Sinopsis My Fair Lady – Episode 5

Sebenarnya Dong Chan tidak ingin mencium Hae Na, setelah hanya beberapa inci dari bibirnya, dia berhenti dan berkata: “Beginilah kau harus melakukannya. Di saat-saat yang tidak terduga seperti ini dengan tiba-tiba.” Dong Chan meninggalkan Hae Na yang kebingungan dan kaget. Setelah kembali ke kamarnya, Hae Na memikirkan lagi adegan tadi itu. Dia merasa terganggu tapi tidak tahu kenapa.

Sementara, Dong Chan bertanya-tanya pada diri sendiri kenapa dia sampai melakukan hal kayak begitu. Malam itu dia memimpikan Hae Na yang masuk ke kamarnya. Hae Na merasa kaget kenapa dia melakukan hal itu lalu dia membuka baju Dong Chan. Tepat pada saat itulah Dong Chan terbangun sampai jatuh dari tempat tidurnya.

Hae Na malam itu memang mengunjungi Dong Chan di kamarnya. Dia marah karena tidak bisa tidur dan dia membawa pedang kumdo-nya.

Su Ah tahu kalau Hae Na kabur karena Tae Yoon. Dia memarahi Eui Joo karena memberikan informasi yang salah. Untuk menghadapi situasi itu, Eui Joo mengatakan pada Su Ah kalau Tae Yoon sebenarnya tidak tertarik pada Hae Na, serta Su Ah lebih menarik. Su Ah bisa tenang dan bahkan menegaskan keputusannya untuk tidak membiarkan Hae Na mencuri Tae Yoon darinya.

Sementara itu, Dong Chan memarahi Hae Na karena sudah terlalu banyak memberikan uangnya untuk donasi. Hae Na berkata kalau itu uangnya jadi dia berhak menggunakannya untuk apa saja.

Dong Chan: Lalu apakah kau akan memberikanku uang itu juga?

Hae Na: Apa kau mencintaiku? Apa kau mau melakukan apa saja untukku? Apa kau bersedia mencurahkan hidupmu untukku selamanya? Bisakah kau mengorbankan hidupmu untukku? Itulah yang dikatakan kakekku – memberikan uang seperti mempertaruhkan hidupmu untuk orang lain. Aku tidak bisa mempercayakan hidupku padamu, kan?

Tapi makan siang Hae Na dan Tae Yoon dihancurkan oleh Su Ah dan Eui Joo. Mereka mencegat Tae Yoon dalam perjalannya menuju ke tempat makan siang. Tae Yoon mengundang kedua wanita itu untuk bergabung. Tapi kemudian dia menyadari bila Su Ah dan Hae Na saling tidak menyukai.

Contohnya saja, Su Ah mengatakan kalau Hae Na tidak benar-benar bekerja untuk perusahaan yang menyebabkan Tae Yoon bertanya-tanya bagaimana Hae Na bisa dapat gaji tanpa bekerja. Hae Na langsung menyangkalnya namun Su Ah menunjukkan bukti. Hae Na terpojok dan tidak bisa menjawab.

Untung saja ada Dong Chan yang mengatakan kalau saat ini Hae Na sedang menjalankan sebuah proyek rahasia jadi tidak bisa membicarakannya di depan orang yang berhubungan erat dengan Yoo Sang Group. Hae Na mengatakan pada Tae Yoon kalau dia akan mengatakan proyek itu apabila sudah dipublikasikan ke hadapan masyarakat umum. Hae Na sangat berterima kasih pada Dong Chan tapi dia tidak mengungkapkannya dengan ucapan terima kasih sebab dia tidak biasa menggunakan kata-kata itu.

Setelah makan siang, Hae Na dipanggil untuk rapat. Rupanya Su Ah bekerja cepat. Paman Chul Gu meminta Hae Na untuk mempresentasikan proyeknya. Kakek juga terlihat bangga karena akhirnya cucunya berbuat sesuatu juga. Tapi, Hae Na minta penundaan.

Paman mencium ada yang tidak beres lalu berkata pada Hae Na mungkin saja proyek itu sebenarnya tidak ada. Hae Na bersikeras kalau proyek itu memang ada. Tapi saat selesai rapat dia memarahi Dong Chan dan menyuruhnya untuk mencari solusi.

Dong Chan menemui Eui Joo untuk menemukan sebuah ide. Tapi dia menolak. Dia marah karena Hae Na selalu saja menyusahkan Dong Chan. Sementara itu, Dong Chan jelas membela Hae Na dengan mengatakan kalau dia tidak jahat. Dia hanya sedih karena tidak punya teman dan orang tua. Eui Joo berkata kalau setiap orang punya masalah lalu kabur. Dong Chan tiba-tiba mendapatkan sebuah ide dan segera menemui Hae Na.

Ketika Dong Chan bertemu dengan Hae Na, dia sedang terlihat frustasi karena tidak punya rencana. Dong Chan mengatakan kalau proyek itu sederhana saja, memanfaatkan kemampuan Hae Na: memukul orang. Jadi mereka akan membuka tempat latihan bela diri bagi wanita dimana Hae Na yang akan menjadi instrukturnya.

Hae Na dipersiapkan untuk melakukan presentasi di hadapan semua karyawan wanita. Dong Chan bertindak sebagai asisten. Hae Na mengemas presentasinya untuk proyek itu sebagai cara untuk melindungi masa depan perusahaan. Dia mempraktekkan beberapa jurus dengan menggunakan Dong Chan sebagai kelinci percobaan. Pegawai yang lain juga melakukan hal yang sama. Kecuali Su Ah, yang kesal dan Eui Joo yang sedih melihat nasib Dong Chan.

Dong Chan mengupload sebuah video dan mempostingnya di internet. Dia menyertakan kata-kata yang dapat membantu menaikkan popularitas Hae Na. Bahkan Tae Yoon dan Su Ho menontonnya dan terkesan.

Saat mengobrol di telpon, Tae Yoon memuji keberhasilan Hae Na. Tae Yoon diminta untuk membantu namun dia ragu karena berpikir kehadirannya mungkin mengganggu. Namun, Hae Na bertanya apakah dia tidak mau membantu seorang ‘teman’? Kalimat ini membuat Tae Yoon langsung setuju.

Keesokan harinya, Hae Na mendapat kabar kalau Dong Chan jatuh sakit. Jadi tugasnya akan diambil alih oleh orang lain. Hae Na tidak percaya dan langsung mengusir orang itu. Dia pergi ke kantor sendirian. Dong Chan sebenarnya memang sakit. Jadi waktu mendengar kalau Hae Na pergi sendiri ke kantor, dia jadi khawatir.

Tae Yoon yang akhirnya membantu. Dia memberikan presentasi yang sifatnya umum. Setelah acara usai, Tae Yoon baru menyadari ketidakhadiran Dong Chan. Hae Na berkata kalau dia sedang berpura-pura sakit. Namun, Tae Yoon malah berkata kalau mungkin saja dia benar-benar sakit karena sehari sebelumnya dia banyak ‘membantu’ Hae Na. Tae Yoon juga bertanya-tanya apakah cara yang dipakai Hae Na itu efektif. Hae Na menawarkan sebuah demo dan memukul Tae Yoon hingga jatuh ke lantai.

Mungkin Hae Na tidak sadar kalau dia terlalu berlebihan memakai tenaganya karena dia khawatir melihat Tae Yoon yang mengeluh kesakitan. Tapi, Tae Yoon menggodanya dengan bilang kalau Dong Chan mungkin lebih parah.

Eui Joo lelah karena Su Ah terus saja menyusun rencana untuk mendapatkan Tae Yoon. Dia malah membentak Eui Joo. Eui Joo sebenarnya sakit hati waktu dia mendekati Tae Yoon di lobby. Eui Joo hanya ingin mempercepat segalanya jadi dia bertanya pada Tae Yoon, “Pak Lee, apakah anda sudah punya pacar atau belum?”

Tae Yoon terkejut mendengar ketidaksopanan Eui Joo tapi menjawab tidak. Lalu, dia berkata, “Bagaimana menurut anda dengan Kang Su Ah? Anda tahu kan, dia datang dari keluarga baik-baik, dia cantik dan sukses dalam pekerjannya. Daripada mencari pacar jauh-jauh kenapa anda tidak memilih Nona Kang?” Begitulah, Eui Joo meninggalkan Tae Yoon yang bingung pada maksud dari semua itu.

Di rumah, kakek berbicara dengan Dong Chan, mengatakan kalau dia telah berhasil mengubah kebiasaan buruk Hae Na. Awalnya kakek memang tidak percaya. Tapi kini dia berpesan: “Jagalah dia terus.”

Dong Chan khawatir kalau di mobil Hae Na tidak ada paying. Apalagi hujan turun. Jadi dia menunggu Hae Na di depan. Saat dia tiba, Dong Chan terlihat tenang. Jadi Hae Na bertanya, “Apa kau sudah merasa lebih baik?” Dong terkejut. Dia menjawab ya. Lalu Hae Na berkata lagi kalau dia tidak boleh membuatnya khwatir lagi. Dia memang tidak pernah peduli pada keselamatan Dong Chan sebelumnya. Jadi pria itu bertanya, “Apakah kau mengkhawatirkanku?” Hae Na tergagap, “K-Khawatir? Kenapa aku harus berbuat begitu? Aku tidak khawatir. Jadi teruslah bermimpi.”

Keluarga Su Ah datang ke mansion untuk makan malam keluarga. Ibu Su Ah, Mi Ok, menyindir Hae Na karena sudah kabur agar bisa berkencan dengan Tae Yoon. Informasi ini seharusnya tidak dia katakan. Chul Gu menyuruhnya untuk diam tapi kakek sudah terlanjur curiga. Hanya sedikit orang yang tahu berita itu. Kakek memerintahkan Pak Jang untuk mencari tahu siapa yang membocorkannya.

Sementara itu, Su Min sedang mempraktekkan ilmu bela diri Hae Na pada Dong Chan dan mengeluh karena dia tidak jatuh ketika dipukul. Jadi Dong Chan bercanda dengan anak itu dengan berpura-pura jatuh saat dipukul. Su Min sangat mengagumi Hae Na dan pernah mendengar tentang pengacar Tae Yoon dari orang tuanya. “Apakah dia pria yang baik untuk Hae Na” tanya bocah itu pada Dong Chan.

Dong Chan kembali diingatkan kalau waktunya hampir habis saat para penagih hutang muncul di mansion. Dia menganggap orang-orang itu sebagai saudara dan mengingatkan mereka untuk tidak mengganggu Su Ah sebab mereka bisa dalam bahaya. Dong Chan mengatakan pada Hae Na kalau ketiga orang itu adalah sahabatnya dari gereja yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun.

Di sisi lain, Hae Na meminta Dong Chan untuk mencari alasan agar dia bisa menyelinap dan menemui Tae Yoon besok. Dia mendengar kalau pengacara itu bakal mengadakan acara volunteer di sebuah peternakan dan dia berencana untuk bergabung.

Hae Na direncanakan akan menyelinap malam-malam. Tapi sebenarnya, Dong Chan sudah membuat tipu daya dengan menemui kakek dan meminta ijin. Hae Na senang tapi ada syarat, yaitu Dong Chan harus ikut. Jadilah mereka berangkat ke Jangsu.

Waktu istirahat perjalanan, Hae Na memberikan Dong Chan hadiah ulang tahun berupa kartu ucapan. Dong senang tapi senyumnya hilang waktu membaca kalimat terakhir: jangan sakit tanpa ijin dariku, jangan pergi kemana-mana, jangan meninggalkanku. Kelihatannya kau ingin sekali mendengarku bilang terima kasih. Jadi untuk sekali ini saja aku akan mengucapkannya. Terima kasih.

Dong Chan dan Hae Na tiba sebelum Tae Yoon bahkan datang. Mereka disambut oleh teman Tae Yoon. Pekerjaan itu bukanlah yang disukai Hae Na jadi Dong Chan mengingatkannya kalau Tae Yoon akan tahu bila dia buang-buang waktu terus.

Dong Chan mulai memtik apel. Tapi Hae Na sama sekali tidak berbuat apa-apa. Dia hanya berkeliaran sambil mengambil foto yang membuat pandangan ingin tahu bermunculan. Dong Chan segera meraih kamera itu dan menyuruh Hae Na ikut memetik apel. Tentu saja, selalu ada waktu buat perang air.

Tae Yoon sangat gembira menanti-nantikan acara itu. Saking gembiranya dia sampai digoda oleh Su Ho bila sebenarnya Tae Yoon tertarik pada Hae Na. Tapi, perjalanan mereka batal oleh sebuah telpon. Akan ada demo untuk memprotes Yoo Sang Group. Dan sebagai penggagas petisi, Tae Yoon dan Su Ho harus ada di Seoul untuk menangani semuanya.

Dong Chan menelpon untuk memeriksa keadaan. Dia kesal waktu mendengar kalau Tae Yoon tidak bisa datang. Hae Na lebih kesal lagi. Dia akhirnya minum. Untuk menenangkan Hae Na, Dong Chan berkata kalau dia sebaiknya tidak seperti itu karena kelihatannya Tae Yoon sangat menyesal. Tapi hal itu tetap tidak berhasil.

Dong Chan menyiapkan kamar untuk Hae Na, tapi dia diminta untuk tinggal di kamar itu hingga Hae Na tertidur. Dong Chan melihat air mata Hae Na menetes. Jadi dia berkata bila Hae Na tidak perlu khawatir sebab Tae Yoon tidak tahu kalau dia cantik.

Tae Yoon tiba-tiba saja muncul di tempat itu pada paginya. Dia menanyakan pada temannya, pemilik perkebunan itu tentang Hae Na, kemudian dia menuju kamarnya. Di luar, sebuah mobil lain tiba. Itu Su Ah yang ditemani oleh pengawalnya Eui Joo. Mau apa mereka?

Di dalam kamar, Hae Na terbangun dan mendapati sebuah tangan terlentang di wajahnya. Tangan Dong Chan! Dia tidur di samping Hae Na! Telanjang dada! Teriakkan Hae Na berhasil membuat pria malang itu bangun. Dia segera mengambil baju untuk menutupi dadanya! Hae Na bertanya kenapa dia bisa tidur di sampingnya? Dong Chan membela diri kalau tadi malam pasti dia tertidur  tanpa sadar dan karena di ruangan itu panas, maka dia pasti melepas kausnya tanpa sadar pula!

Hae Na bersiap-siap akan memukul Dong Chan. Tapi suara ketukan pintu menghentikannya. Itu Tae Yoon…

Iklan

Sinopsis My Fair Lady – Episode 4

Dong Chan melangkah dan memukul Tae Yoon, yang dengan sangat marah melawan Hae Na, serta membela wanita itu – apa salahnya bila Hae Na menandatangani pernyataan itu dan mengiriminya hadiah? Menuduh Hae Na suka padanya (Tae Yoon) merupakan hal yang diluar batas. Dong Chan berkata, “Aku tidak pernah berpikir kau pria macam itu. Betapa mengecewakan!”

Ketika mereka pergi, Dong Chan memarahi Hae Na karena pergi kesini, khususnya setelah dia berjanji pada Dong Chan bahwa dia tidak akan bertemu pria itu lagi. Meskipun Dong Chan membelanya di hadapan Tae Yoon, namun dia menuduh Hae Na menyukai pria itu – yang disangkal oleh Hae Na – dan menuduhnya tidak punya harga diri. Hae Na tidak terima perkataan itu dan menendang lutut Dong Chan. Dia menyerangnya tanpa menyadari kalau ada seorang fotografer yang sedang memata-matai mereka.

Di rumah, para pelayan bersiap-siap mengantisipasi kemarahan Hae Na, namun terkejut karena dia terlihat tenang. Mereka akhirnya mengetahui alasannya sebab melihat Dong Chan yang datang terpincang-pincang. Dia sudah melampiaskan kemarahannya pada pria malang itu. Sisanya, Hae Na lepaskan lewat pedang kumdo-nya.

Di sisi lain, Tae Yoon merasa bersalah atas apa yang sudah diperbuatnya pada Hae Na dan memutuskan untuk menelponnya. Hae Na tidak mau menerima telpon itu dan Tae Yoon mengerti akan hal tersebut (this guy is full of understanding!).

Hae Na memandangi hadiah yang ditolak oleh Tae Yoon dan mengingat perkataannya kalau ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menunjukkan perasaan pada orang lain selain dengan uang. Dia pun pergi ke toko pakaian dan mengembalikan barang itu. Kemudian Hae Na menemui teman kencannya yang kasar – yang mengirim orang untuknya di acara launching kemarin. Memang tidak ada bukti keterlibatan pria itu, tapi Hae Na tahu pasti dialah pelakunya.

Jung Shik berbohong kalau dia sama sekali tidak melakukan apa-apa. Namun Hae Na memukul kepalanya. Jelas-jelas pria itu marah dan memukul Hae Na, tapi Dong Chan tiba tepat waktu untuk menangkis serangan itu dan bertarung dengan Jung Shik hingga hidung pria kasar itu berdarah.

Sementara itu, Su Ah penasaran pada maksud Hae Na yang mau menandatangani dokumen itu, bertanya-tanya apakah ada hubungannya dengan Tae Yoon lalu meminta Eui Joo untuk menghubungi Dong Chan untuk mendapatkan detailnya. Eui Joo sebenarnya masih marah padanya namun menelpon juga dan mendapati hp-nya tidak aktif. Jadi Su Ah menyuruhnya langsung ke mansion.

Eui Joo disambut oleh Nona Jung, yang memberitahunya kalau Dong Chan tidak ada. Dia memandangi sebuah vas bunga yang bunganya sudah layu. Sebuah ide tercetus di kepalanya untuk menawarkan diskon khusus di toko bunga ibunya.

Berikutnya pengunjung lain tiba, kali ini mencari Hae Na. Siapa lagi kalau bukan Tae Yoon. Dia dan Eui Joo saling mengenali karena sempat bertemu di acara launching. Saat mereka mulai saling sapa, pelayan menerima telpon dari Hae Na yang memerintahkan agar pengacaranya segera dihubungi dan dikirim ke toko. Langsung, Tae Yoon dan Eui Joo menuju ke sana dimana Tae Yoon mengejutkan semua orang dengan mengumumkan dirinya sebagai pengacara Hae Na.

Tae Yoon beraksi menangani Jung Shik yang ingin sekali menuntut Hae Na. dia mengatakan kalau di sekolah dulu Jung Shik sering sekali membuat masalah dan apakah dia tidak ingin mengubah sikapnya? Jung Shik akhirnya menyadari kalau pengacara Hae Na itu adalah teman sekolahnya, putra dari pemilik Yoo Sang Group.

Namun Jung Shik tetap teguh pada pendiriannya untuk menuntut Hae Na dengan cara melebih-lebihkan lukanya. Tae Yoon mengijinkannya untuk terus maju dan menambahkan kalau kesalahannya juga tidak ringan karena sudah mengirim orang untuk mengejar Hae Na. Tahu kalau dirinya sudah kalah, Jung Shik pergi dengan marah-marah.

Semua wanita disana kagum pada kecerdasan yang dipertontonkan Tae Yoon, bahkan Dong Chan dengan enggan mau meminta maaf karena sudah memukul pria itu sehari sebelumnya. Karena keadaan sudah normal, Tae Yoon meminta untuk berbicara dengan Hae Na. Mereka berempat menuju sebuah kafe. Hae Na dan Tae Yoon berbicara di dalam sementara Eui Joo dan Dong Chan menunggu di luar.

Eui Joo yang tidak lagi marah pada Dong Chan mengakui kalau dia sedikit takut Dong Chan mau memerima pekerjaan sebagai pengawal untuk merayu Hae Na. Dong Chan terang saja membantah tuduhan itu dengan mengatakan kalau itu ide konyol. Eui Joo setuju. Apalagi setelah melihat Hae Na hari ini, hal aneh semacam itu tidak akan terjadi.

Sementara itu, Tae Yoon meminta maaf atas perbuatannya pada Hae Na. Dia tentu saja dimaafkan. Hae Na menjelaskan kalau dia memang senang ikut mendukung kegiatan sosial dan masalah-masalah sosial. Akhirnya, Tae Yoon tahu kalau Hae Na tidak benar-benar membencinya.

Eui Joo menghubungi Su Ah kalau Hae Na dan Tae Yoon tidak berkencan dan diantara mereka tidak ada apa-apa. Tapi, Dong Chan dan Eui Joo memperhatikan kalau pasangan yang keluar dari dalam kafe itu terlihat sangat senang.

Dong Chan mendapati bahwa mobilnya sudah diderek, dan hal ini membuat Tae Yoon mendapatkan kesempatan bagus untuk mengantar Hae Na pulang. Pengacara itu bersikeras ingin memanggil taksi sebab tidak enak apabila mengajak Hae Na naik bus. Hae Na menolak dan bilang ingin naik bus saja. Tae Yoon terkejut dan terkagum melihat Hae Na yang seperti itu. Mereka dengan gembira mengobrol di dalam bus hingga Tae Yoon tertidur dan menyandarkan kepalanya di bahu Hae Na.

Sementara itu, Dong Chan berharap agar Hae Na memukulnya saja karena sudah membuat mobil diderek. Namun dia terkejut karena sama sekali tidak terjadi begitu. Hae Na dan Tae Yoon berjalan menuju rumah dan terlihat sangat senang saat mengucapkan salam perpisahan. Dong Chan tidak senang menyaksikan hal itu dan mengingatkan Hae Na kalau sebaiknya dia tidak dekat dengan pria yang sudah kasar padanya. Hae Na merasa kalau perkataan Dong Chan agak kelewatana lalu berkata, “Biacara soal suka, apa kau suka padaku? Apa itu alasan kau marah?” Dong Chan menyangkalnya, dan kemudian mengatakan kalau pria seperti Tae Yoon tidak mungkin menyukai wanita seperti dirinya.

Kakek marah pada Hae Na karena sudah berhubungan dengan Tae Yoon. Dia diberi kuliah oleh kakek yang sudah melihat foto Hae Na bersama Tae Yoon yang diambil oleh paman Chul Gu, yang ingin sekali menguasai posisi Hae Na diperusahaan. Tae Yoon adalah pasangan yang tidak tepat bagi Hae Na karena sudah berani melawan ayahnya sendiri. Kakek memerintahkan Pak Jang untuk mengirim Hae Na keluar negeri saja.

Dong Chan mendengarkan percakapan itu dan menemui Hae Na. Dia berkata hanya ada satu cara agar dia bisa selamat yaitu mengatakan kalau dia tidak akan berkencan dengan Tae Yoon. Namun, Hae Na berkata dia tidak ingin membohongi persaannya sendiri. Dong Chan bertanya apa yang dia sukai dari pria itu. Hae Na hanya menjawab kalau dia menyukainya. Sering memikirkannya dan menrindukannya.

Hae Na minta tolong pada Dong Chan untuk mencari jalan keluar agar dia tidak dikirim keluar negeri. Dong Chan merasa enggan membantu Hae Na dan Tae Yoon karena itu akan menggagalkan rencananya tapi dia juga mulai merasakan hal aneh padanya. Keesokan paginya, rumah gempar karena Hae Na tidak ada dikamarnya. Semua sudut rumah sudah dicari namun dia sama sekali tidak dapat ditemukan.

Saat ibu Eui Joo, Seung Ja datang kesana, Nona Jung memintanya untuk kembali besok saja sebab sedang terjadi kekacauan disana. Seung Ja kembali pulang dengan truknya tanpa menyadari kalau Hae Na sedang bersembunyi di dalamnya. Eui Joo dan ibunya terkejut melihat Hae Na melompat turun dari truk mereka. Dong Chan yang ikut merancang rencana ini, menjamin bahwa dia akan baik-baik saja.

Pak Jung merasa ada sesuatu yang tidak beres dan menghentikan Dong Chan yang akan keluar. Dia bilang akan bertanya pada Tae Yoon apakah tahu keberadaan Hae Na. Pak Jung juga ikut. Namun, Tae Yoon sama sekali tidak tahu kejadian kaburnya Hae Na. Dong Chan mencoba kabur dan saat Eui Joo menelpon, dia berpura-pura kalau ibunya mendapatkan kecelakaan.

Dong Chan mengatakan pada Hae Na kalau sebaiknya dia tinggal dulu di rumah Eui Joo dan tidur di kamar lama Dong Chan. Sementara itu, Dong Chan kembali ke kastil dan mengatakan pada kakek kalau Hae Na baru saja menelponnya dan mengatakan kalau dia tidak akan pulang sampai kakek mengehntikan campur tangannya atas hubungannya dengan Tae Yoon.

Sayangnya, Pak Jang tahu kalau Dong Chan membantu Hae Na kabur dan memintanya untuk membawanya pulang sesegera mungkin. Paginya, Hae Na berbicara pada kakeknya. Dia meminta agar tidak dikirm ke luar negeri dan membiarkannya berhubungan dengan Tae Yoon. Namun, kakek mengatakan kalau Tae Yoon mungkin saja tidak menyukai Hae Na. Tapi, dia bertekad akan membuat Tae Yoon menyukainya.

Kakek setuju. Namun, Hae Na diminta kembali bekerja di perusahaan. Kenyataan itu tidak bisa diterima Su Ah. Dia berkata kalau Hae Na pasti tidak bisa bekerja. Hae Na mengingatkan Su Ah kalau dia adalah bos-nya. Dia juga berkata pada Eui Joo, kalau Su Ah mengganggunya, dia harus melapor padanya. Sebaliknya, Su Ah berkata pada Dong Chan agar melapor padanya bila diganggu Hae Na.

Hae Na ada di kantor barunya. Namun tidak tahu mau melakukan apa. Matanya berkaca-kaca waktu Tae Yoon menelponnya. Dong Chan merampas hp Hae Na dan mengatakan pada Tae Yoon kalau dia sedang rapat. Hae Na marah karena dia berani ikut campur. Namun, Dong Chan bilang dia tidak punya cukup pengalaman kencan jadi dia akan mambantu Hae Na.

Malamnya, Hae Na menelpon Tae Yoon. Pria itu memintanya untuk menemaninya ke acara sosial bersama akan-anak. Hae Na bilang dia suka pergi ke acara seperti itu namun lantas menolaknya yang membuat Tae Yoon kecewa. Sesuai dengan rencana Dong Chan. Kemudian, dia malah mengendap-endap ke kantor Tae Yoon untuk mengejutkannya. Dong Chan sudah mengingatkannya agar Hae Na melakukan rencana itu dengan baik.

Di satu sisi, Dong Chan ingin membantu Hae Na mendekati Tae Yoon. Namun, di sisi lain dia khawatir pada persaannya sendiri. Dia tetap membantu. Hae na muncul di acar itu dan mengejutkan Tae Yoon. Dia sangat senang. Semua instruksi Dong Chan sudah dilaksanakan. Sekarang Hae Na ingin berduaan dengan Tae Yoon jadi dia menyuruh Dong Chan untuk mengambil dokumen penting di kantor. Dong Chan tidak punya pilihan lalu pergi.

Hae Na dan Tae Yoon sudah berdua. Percakapan berjalan dengan bagus. Tae Yoon berkata kalau undangan yang lain terkejut dengan kehadiran Hae Na. Sekaligus senang karena ada artis diantara mereka. Untungnya Su Ho memanggil Tae Yoon dan memintanya untuk bernyanyi. Namun Tae Yoon menolak dengan alasan tidak bisa menyanyi. Memang tidak kenyataannya. Hanya saja, Hae Na sangat puas melihatnya.

Sementara itu, Dong Chan menghabiskan waktunya di toko buku, membaca buku berjudul, ‘Cultivating Love’ dan ‘Art of Love’. Dan ketika kembali. Dia menemukan Tae Yoon dan Hae Na sedang tertawa riang. Untuk sesaat, Dong Chan terdiam dan berkata pada diri sendiri: “Dia cantik kalau tersenyum.”

Selama perjalanan pulang, Hae Na bercerita dengan senangnya bagaimana Tae Yoon bernyanyi untuknya. Dulu mungkin dia tidak akan mau pergi ke acara seperti itu namun semuanya menyenangkan. Berkat Tae Yoon. Sementara itu, Dong Chan menahan sakit hatinya. Semalaman itu, dia sudah terganggu atas persaannya pada Hae Na.

Hae Na sudah tertidur waktu mereka sampai di rumah. Dong Chan mencoba membangunkannya. Alih-alih, Dong Chan malah memandanginya dan mengusapkan jarinya ke wajah Hae Na. Tapi, dia malah terbangun jadi Dong Chan menyentakkan tangannya dan menemani Hae Na masuk ke dalam rumah.

Sebenarnya, Dong Chan sangat sakit mendengar cerita Hae Na tentang Tae Yoon dan memintanya untuk berhenti. Hae Na terlalu senang, hingga terus berbicara – rencana awal sudah berjalan baik lalu apa lagi selanjutnya?

Dengan enggan Dong Chan berkata harus melakukan kontak fisik. Hae Na menjadi senang dan gugup mendengarnya. Kontak fisik macam apa? Berpegangan tangan? Atau berciuman? Dong Chan sudah lelah menjadi mak comblang. Dengan lembut dia bergerak dan sebelum Hae Na bereaksi, dia menciumnya!

My Fair Lady – Episode 3

Sinopsis My Fair Lady – Episode 3

Hae Na, Dong Chan, dan Tae Yoon saling berhadapan di luar restoran. Hae Na akhirnya tahu bahwa Tae Yoon adalah teman kencannya dan menjadi marah. Dia tidak suka pergi ke kencan yang sudah diatur. Namun, kesombongannya diaduk-aduk saat Tae Yoon juga bilang kalau hal kayak begitu tidak menarik sama sekali. Dalam hal ini, Dong Chan berpura-pura kalau kepentingan Hae Na sudah diinka-injak, tapi sejujurnya dia senang karena lawan paling potensial sudah pergi.

Penolakan Tae Yoon pada kencan itu sangat sopan dan dikatakan sambil tersenyum. Jadi tidak membuat Hae Na marah. Tapi sebaliknya, dia merasa sangat bingung dan kecewa. Bukan karena dia tertarik pada Tae Yoon tapi dia marah pada kakeknya yang mengatur kencan untuknya. Hae Na mengancam akan kabur bila kakeknya terus berbuat seperti itu. Namun kemudian, Hae Na malah memikirkan Tae Yoon.

Tae Yoon marah melihat berita di televisi yang mengumumkan kalau Yoo Sang Group mengalami masalah dan harus diberhentikan. Banyak orang turun ke jalan memprotes keputusan tersebut dan, cerita itu menjadi headline di berita-berita. Tae Yoon juga diundang ke acara peluncuran toko fashion Su Ah. Sebenarnya dia tidak suka menghadiri acara seperti itu namun, Su Ah begitu menyukai pria itu. Dia tidak keberatan kalau sebenarnya Tae Yoon sudah dipasangkan dengan Hae Na.

Su Ah mempersiapkan acara launcingnya, senang pada perhatian yang didapatnya sampai Hae Na muncul dan mencuri perhatian semua orang. Kehadiran Hae Na membuat kegemparan dan Su Ah tidak senang. Kedua sepupu itu saling bertukar pandang, saling mengejek selera berbusana masing-masing yang payah. Hae Na jelas dapat memenangkan pertengkaran itu dengan menyebut Su Ah tidak fashionable. Sementara itu, ibu Su Ah, Mi Ok, juga tidak suka melihat kehadiran ibu Eui Joo, Seung Ja. Dia bersusah payah untuk sembunyi.

Tae Yoon sampai di pintu masuk dan bertanya pada Eui Joo dimana tempat berlangsungnya acara launching. Eui Joo menuntunnya kesana tanpa menyadari kalau pria itu adalah pengacara yang Su Ah minta pada Eui Joo agar dibawa langsung padanya ketika pria itu tiba. Eui Joo baru tahu identitas pria itu saat Direktur Kang menyapanya dengan sangat antusias.

Sementara itu, Hae Na melihat kesana kemari sambil berharap akan melihat Tae Yoon. Saat sedang menunggu, dia berlari ke teman kencan butanya yang pertama, yang lagi-lagi mencoba untuk memukulnya. Dia sadar kalau pria itu sangat memuakkan dan menyandungnya hingga dia jatuh dengan meja makanan. Dia marah-marah, merasa direndahkan, dan belepotan oleh makanan.

Di sisi lain, Dong Chan ingin sekali pergi. Dibawah tekanan untuk membayar hutangnya, dia harus membuat Hae Na jatuh cinta padanya segera sehingga dia bisa melunasi hutangnya dalam waktu cepat. Jadi seorang rival sangat tidak diinginkan. Dia ingin mengajak Hae Na keluar sebelum Tae Yoon membuatnya terkesan. Ketika Dong Chan mengajak Hae Na kabur, dia mencoba-coba mencari preman yang disewanya untuk menjalakan rencananya untuk memenangkan hati Hae Na. Dia berkhayal menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan Hae Na. Sayangnya, mereka didekati oleh orang-orang sewaan pria yang dihina Hae Na di pesta tadi yang ingin memberi pelajaran pada Hae Na.

Dong Chan menyadari keanehan ini dan menarik tangan Hae Na untuk kabur tapi malah terpojok. Dong Chan bergumam pada Hae Na kalau dia akan membuat pengalihan dengan cara melemparkan diri pada penjahat itu sementara Hae Na harus pergi ke tempat aman dan menelpon polisi. Awalnya Hae Na menolak karena kasihan membayangkan Dong Chan dipukuli, namun akhirnya setuju juga – tapi dihentikan oleh pendatang baru: Tae Yoon.

Tae Yoon dengan cerdik memegang kendali dan membantu melawan para penjahat itu. Keduanya sukses. Namun, Dong Chan merasa sangat tidak senang pada bantuan Tae Yoon itu. Sementara itu, Hae Na semakin tertarik saja pada pria itu. Ini benar-benar diluar rencana Dong Chan! Dia harus membuat rencana baru.

Pertama-tama, dia membuat sebuah panggung romantis. Ketika Hae Na mendekat, Dong Chan mulai memainkan sandiwaranya, duduk di depan piano seolah-olah akan memainkan piano untuk dirinya seorang dan berharap Hae Na akan mendekatinya karena sensitifitas dan bakatnya. Dia mulai memainkan lagu “Hello”.

Tapi Hae Na sama sekali tidak terkesan. Dia malah meminta Dong Chan untuk memainkan lagunya SNSD dan bertanya apakah dia tahu lagunya Wonder Girls yang ‘Nobody’? Dong Chan jelas tidak tahu yang kayak begitu!

Hae Na berkata kalau malam ini dia pasti tidak bisa tidur (karena terlalu sibuk memikirkan Tae Yoon) namun dia hanya bilang kalau pendingin ruangannya rusak. Dong Chan menawarkan diri untuk memperbaikinya karena ingin melanjutkan rayuannya – bahkan menyusun rencana agar terjatuh di atas Hae Na. Namun, sekali lagi dia sama sekali tidak terkesan! Jadi dia menyusun kembali rencanya di kamar mandi. Dia akan melancarkan gerakan lembut – namun Pak Jang keburu memergokinya.

Karena ingin sekali bertemu Tae Yoon, Hae Na pergi berbelanja untuk membeli hadiah ucapan terima kasih. Dia mengantarkan sendiri pakaian mahal ke kantor Tae Yoon namun sayang dia tidak ada disana. Su Ho memutuskan untuk mengambil keuntungan dari keadaan itu untuk meminta Hae Na menandatangani sebuah dokumen – dokumen resmi penutupan Yoo Sang Group. Dengan senang, Hae Na menandatanganinya.

Setelah menunggu beberapa saat, Hae Na akhirnya mendapat telpon dari Tae Yoon. Dia bertemu pria itu di restoran dan berharap mendapat terima kasih atas hadiahnya. Namun, Tae Yoon menolak dengan sopan. Tae Yoon bercerita tentang saat-saat pertama dia menyadari perbedaan antara dirinya dengan orang biasa. “Uang adalah benda yang menakutkan dan memalukan,” kemudian menambahkan kalau Hae Na juga menjalani hidup yang mewah, “Pernahkah kau merasa malu?”

Hae Na menyadari perbedaan ini dan berpikir bahwa Tae Yoon terlalu berpikir jauh dalam membuat kesimpulan dengan penolakannya terhadap status keluarganya sendiri dan memilih menjalani hidupnya seperti sekarang. Tae Yoon mengakui kalau mungkin berlebihan menjalani hidup seperti sekarang tapi dia puas. Tae Yoon merasa kalau ada banyak cara untuk mengungkapkan perasaan pada orang selain dengan uang. Cara ini – memberikan hadiah mahal – adalah cara yang ditolak Tae Yoon.

Ketika menemani Su Ah ke mansion, Eui Joo berpapasan dengan Dong Chan dan kaget melihatnya bekerja disana. Dia mengatakan kalau dia adalah sekretaris president dan Eui Joo kecewa karena dia telah berbohong. Dong Chan mengatakan kalau dia malu mengakui hanya bekerja sebagai pengawal pribadi Hae Na.

Malam itu, Dong Chan sedang mempraktekkan cara membawa pesanan di gudang anggur ketika dia mendengar sebuah suara. Dia beralih ke pojok dan menemukan Hae Na sedang meringkuk di lantai, sedang mencoba membuka sebotol anggur. Dong Chan sadar kalau dia sedang tertekan dan dia sendiri juga sedang tidak enak hati sebab Eui Joo menolak telponya. Dia menyetujui ajakan Hae Na untuk minum bersama dan menceritakan masalahnya karena telah membohongi teman dekatnya. Tapi dia tidak menjelaskan secara detail kalau masalah itu berhubungan dengan uang. Sesuatu yang tidak akan dimengerti Hae Na.

Hae Na juga menceritakan pertemuannya dengan Tae Yoon, yang juga bersinggungan dengan uang. Dia selalu sakit oleh urusan yang berhubungan dengan uang lalu dengan pahitnya berkata, “Apa sebuah kejahatan bila aku punya uang?”

Berikutnya mereka diganggu oleh sepasang kekasih yang masuk ke ruangan itu untuk bersenang-senang. Dong Chan menyuruh Hae Na diam lalu menuntunnya keluar tanpa diketahui oleh pasangan itu.

Mereka pergi ke halaman dan melepaskan semua hal negative yang terjadi pada mereka dalam keadaan mabuk. Mereka duduk di bangku bersama menghadap ke danau. Terkantuk-kantuk, Hae Na bergumam tentang penolakan Tae Yoon. Kali ini, Dong Chan mengatakan bahwa seharusnya dia melupakan Tae Yoon. Hae Na setuju dan jatuh tertidur di bahu Dong Chan.

Dia memapah Hae Na ke tempat tidurnya, memandangnya dengan ekspresi baru, dan kelihatannya Dong Chan merasakan emosi tak terduga. Perasaan itu berlanjut keesokan harinya. Saat itu Pak Jung dan Nona Jang sedang menginterogasi para staf atas anggur yang hilang. Dua pelayan terlihat gugup. Namun, Hae Na muncul dan mengatakan bahwa dia yang sudah meminum anggurnya hingga membuat pasangan yang tadi malam itu bebas dari hukuman.

Masalah baru mucul lagi. Tanda tangan Hae Na dalam aksi protes terhadap Yoo Sang Group menjadi berita. Karena dia adalah pewaris Kang San Group jadi hal ini memunculkan spekulasi lain. Kakek Kang sangat risau, berpikir kalau Tae Yoon telah memanfaatkan mereka untuk keuntungannya. Hae Na bersikeras kalau dia menandatangani pernyataan itu atas keinginannya sendiri dan Tae Yoon sama sekali tidak tahu hal itu.

Tae Yoon sangat tidak senang atas keributan itu dan menyalahkan Su Ho karena sudah memanfaatkan situasi. Dia seharusnya tidak melakukan itu. Namun, Tae Yoon harus menghadapi masalah lain: kakaknya masuk ke dalam kantornya sambil marah-marah karena ikut dalam melawan keluarganya sendiri. Lebih-lebih dia melibatkan Hae Na dalam masalah itu. Hae Na yang kebetulan berkunjung ke kantor Tae Yoon berhenti waktu mendengar namanya disebut. Tae Yoon ditampar oleh kakaknya. Namun dia bereaksi tenang dengan mengatakan kalau sudah beratahun-tahun sejak bereka bersikap seperti keluarga sejati. Ketika situasi semakin memanas, Hae Na masuk dan menjelaskan kalau dia menandatangani dokumen itu atas keinginan sendiri dan Tae Yoon tidak tahu hal itu.

Karena sudah sangat kesal, Tae Yoon meledak. Hae Na mnengikutinya turun, mengabaikannya ketika dia bilang mereka akan bicara lagi nanti, dan mengkritiknya karena sudah mengabaikan keretakan keluarganya.

Waktu Hae Na bilang dia bodoh, Tae Yoon berhenti dan mendorong Hae Na ke dinding. Sambil meredam kemarahannya dia bertanya, “Apa kau menyukaiku?” Berikutnya, Hae Na mengikuti Tae Yoon, mengganggunya. Mungkin saja benar, namun Hae Na tidak siap mengakuinya. Jadi Hae Na mencoba untuk menjauh bersama keangkuhannya. Tae Yoon memeganginya, hingga tiba-tiba Tae Yoon diputar dan dipukuli. Dong Chan ada disana, marah, dan berteriak, “Lepaskan tanganmu darinya!”

Sinopsis My Fair Lady – Episode 2

Sekarang, Dong Chan sudah menjadi pengawal pribadi Hae Na, dia berjanji pada para penagih hutang bahwa dia akan membayar hutangnya, dia hanya minta waktu sebentar lagi. Mereka tidak terkesan, karena meski pun dia bekerja pada keluarga Kang, kelihatannya dia tidak akan menghasilkan banyak uang.

Dong Chan berpikir cepat dan mengingatkan mereka pada reputasinya sebagai perayu wanita dan membayangkan sebuah skenario dimana Hae Na jatuh cinta padanya, setelahnya dia akan berpura-pura meninggalkan wanita itu karena dia terlalu miskin untuknya. Hae Na akan sangat menginginkannya hingga dia menawarkan uang padanya. Aha!!! Dong Chan bersumpah akan memenangkan hati Hae Na dan mendapatkan uang. Dia punya waktu sebulan.

Ketimbang mengatakan keadaannya yang menyedihkan, Dong Chan meyakinkan Eui Joo dan ibunya bahwa masalah hutang sudah ditangani. Dia berbohong bahwa dia telah membuat Hae Na bertobat dan dia meminta maaf dengan penuh penyesalan; kakek Hae Na sangat terkesan hingga mau meminjamkan uang dan memberikannya pekerjaan.

Pak Jang, kepala pelayan yang paling setia, tidak terlalu suka pada gagasan untuk memperkerjakan Dong Chan, tapi Kakek hanya menegaskan kalau mereka hanya harus memberikan kepercayaan pada Dong Chan untuk membawa Hae Na kejalan yang benar. Pak Jang memberikan tur keliling rumah pada Dong Chan dan secara resmi mengenalkannya pada trio Lee Byeong Heon, Jung Woo Sung, dan Jang Dong Gun.

Sementara itu, Hae Na merasa kesal pada keputusan kakeknya untuk menyewa Dong Chan. Kakek tetap kukuh dan mengingatkannya kalau hak untuk memecat Dong Chan ada padanya bukan Hae Na. Dia tidak menangani perkembangan ini dengan baik dan memcoba memikirkan rencana selanjutnya. Dia mungkin tidak bisa memecat Dong Chan tapi bukan berarti dia tidak bisa bertarung dengannya. Hae Na memanggil Dong Chan dan ketika muncul, dia menyerangnya dengan pedang kumdo. Hae Na menuntut penjelasan dari Dong Chan kenapa dia mengambil posisi itu.

Yang mengejutkan Hae Na, Dong Chan ternyata pandai menggunakan pedang kumdo dan memegang pedangnya sendiri untuk melawannya. Jelas-jelas Hae Na kalah dalam pertandingan itu. Dong Chan meminta agar mereka mengulang saja dan mulai memberi hormat pada Hae Na tapi karena marah wanita ini mengambil pedangnya yang jatuh dan memukulkannya ke kepala Dong Chan.

Cerita singkatnya seperti ini: Tae Yoon tumbuh sebagai bagian dari keluarga kaya tapi dia menjauhkan dirinya dari bagian keluarga kelas atas itu dan malah bekerja di sebuah kantor sederhana sebagai pengacara HAM, yang membantu orang-orang yang tidak berdaya dan terinjak-injak. Dia bekerja bersama temannya, Su Ho dan baru-baru ini menangani masalah yang membuatnya berada dalam lingkungan yang asing dengan Kang San Group.

Kang San sedang menanti untuk memperoleh sebuah lapangan golf, masalah yang dipercayakan pada paman Hae Na, Kang Chul Gu, yang juga direktur di perusahaan itu. Dari reaksi gugup paman Kang, bisa diketahui kalau semuanya tidak berjalan lancar. Namun dia menjamin bahwa dia akan menangani masalah itu. Masalahnya adalah Lee Tae Yoon ikut campur dalam kesepakatan itu dan dengan sukses melakukan hal yang sama pada proyek lain yang berskala lebih besar. Jadi paman Kang mendatangi Tae Yoon dan mengancamnya kalau dia sampai membuat proyek golf itu dibatalkan.

Tae Yoon tidak terintimidasi. Dia malah memberitahu pria tua itu kalau dia tahu Kang San Group sudah banyak menutup-nutupi laporang yang berkaitan dengan lingkungan dan bahwa di daerah itu sudah banyak asset budaya yang digali. Kalau Kang San mundur, dia tidak akan mempermasalahkan hal itu namun bila tidak, semuanya mungkin jadi sulit. Paman Kang marah, namun Tae Yoon menyadari bahwa masalah itu hanya bisa selesai bila bicara langsung pada manajer Kang/ kakek Hae Na.

Hae Na punya rencana baru untuk menyingkirkan Dong Chan, dia mengumpulkan semua pelayan dan mengatakan kalau Dong Chan yang akan menangani masalah makanan malam ini, dan mereka semua harus pergi tapi Dong Chan sama sekali tidak boleh tahu akan hal ini. Sayangnya, pria itu mendengar rencana Hae Na dan malah berubah menjadi marah dan ingin melawan wanita itu. Dengan lugunya, Hae Na memberitahu Dong Chan kalau dia sudah berjanji akan menangani masalah makanan dan akan menunjukkan makanan lezat pada kakek.

Mengerti permainan Hae Na, Dong Chan mengiyakan saja apa yang dikatakannya. Sayangnya, semua staf dapur tidak ada ditempat. Saat mengelilingi dapur yang kosong, Dong Chan dikejutkan oleh suara yang meminta jus. Itu suara Su Min, yang ada di rumah Hae Na untuk acara makan malam bareng keluarganya. Su Min bersikeras ingin dipanggil Tuan Muda tapi Dong Chan hanya memperlakukannya seperti anak kecil dan tidak menghiburnya. Dong Chan bertanya pada Su Min makanan apa yang disukai keluarganya, tapi makanan kesukaan mereka adalah makanan Perancis yang sama sekali tidak dikenal Dong Chan. Untungnya, dia mendapatkan ide dan mulai mempersiapkan bahan yang diperlukan.

Hae Na melenggang menemui kakeknya dan mengatakan dengan sedih kalau untuk malam ini masalah makan malam akan ditangani oleh Dong Chan. Untuk itulah dia menuntun semua anggota keluarganya ke meja dan mendapati semuanya sudah tersusun rapi. Dong Chan mempersembahkan semua menu yang sebenarnya masakan Korea. Hanya saja dia membuatnya seolah-olah terdengar seperti masakan asing.

Hae Na mencibir kalau dia tidak pernah mendengar nama makanan yang disebutkan Dong Chan, yang langsung dijawab: “Sayang sekali orang seperti anda tidak pernah mencoba ini sebelumnya!” kemudian Dong Chan beralih ke Su Ah sambil berkata: “Saya yakin anda pernah mencoba ini sebelumnya!” Su Ah berkata ya.

Kakek tahu apa yang terjadi tapi tetap ikut saja permainan itu. Keesokan paginya dia bertanya pada Hae Na kenapa melakukan hal seperti itu. Dia menjawab bahwa itu karena kakek tidak akan membiarkannya memecat Dong Chan. Kakek berkata penuh perhatian bahwa meski Hae Na tidak bekerja di perusahaan, setidaknya dia pergi keluar, berkencan atau menikah. Hae Na berkata dia akan menghabiskan seumur hidupnya di rumah itu bersama kakek.

Tae Yoon dan Su Ho mencoba untuk menemukan Manajer Kang di tempat yang biasa dikunjunginya yaitu di sebuah klub penunggang kuda, tapi tidak berhasil. Ketika mereka meninggalkan tempat itu, salah satu pengurus kuda mengenali Tae Yoon dan menyapanya dengan sangat antusias. Sudah bertahun-tahun sejak dia terakhir kali ke sini dan dia benar-benar kangen ingin bertemu dengan Tae Yoon. Jelas kalau berkuda bukan lagi menjadi gaya hidup Tae Yoon, tapi yang pasti di masa lalu, dia sangat menikmati aktivitas ini. Dia menerima tawaran pengurus kuda itu untuk menunggang kuda sekali lagi.

Hae Na juga pergi ke tempat berkuda itu, mengajak Dong Chan yang bertanya-tanya kengerian apa lagi yang sedang direncanakan Hae Na. Wanita itu memandangi salah seorang penunggang yang sedang mendekat. Kelihatannya, dia mengenali Tae Yoon tapi memanggilnya dengan nama lain: “Jun Su?”

Hae Na berlari mengejar Tae Yoon, tapi karena kecerobohannya. Dia tidak melihat sekelompok penunggang kuda yang baru saja berbelok dan menuju ke arahnya. Dong Chan melihat kalau dia akan segera terinjak-injak, lalu menariknya ke sisi hingga mereka berdua jatuh ke tanah.

Meski hampir kena celaka, Hae Na masih saja mencari Tae Yoon yang sudah hilang dari pandangan. Kemudian dia melihat pria itu menuju mobilnya lalu pergi. Tidak ingin kehilangan jejaknya, Hae Na menarik seekor kuda lalu naik ke punggung binatang itu dan mengejar mobil Tae Yoon. Dong Chan masuk ke dalam mobil dan mengikutinya.

Tae Yoon dan Su Ho sadar kalau ada yang mengejar mereka lalu menghentikan mobil dengan penuh keraguan. Mereka keluar mobil agar bisa bertemu dengan Hae Na serta bertanya apa mereka yang dikejarnya. Dong Chan juga muncul dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang diperbuat Hae Na. Hae Na juga minta maaf karena sudah salah mengira orang.

Tidak mengerti pada apa yang baru terjadi, Dong Chan terkejut melihat Hae Na menangis. Dia duduk sendiri diliputi kesedihan. Dia benar-benar ingin bertemu dengan Jun Su lagi. Setelah beberapa saat, dia kembali membaik dan meminta Dong Chan untuk merahasiakan kejadian tadi. Dong Chan dengan gaya yang lucu, bersumpah bahwa dia tidak akan mengatakannya pada siapapun dan berhasil membuat Hae Na tertawa. Malam itu, Dong Chan mulai mengetahui sakit hati yang dialami Hae Na, tentang sebuah hubungan yang paling dihargai wanita itu disamping hubungan lain yang pernah dia jalani.

Kakak Tae Yoon malam itu mengunjungi adiknya di kantornya yang sederhana dan menghinanya karena tinggal di tempat seperti itu. Dia diminta untuk segera pulang. Namun, Tae Yoon menolak dan mengatakan kalau dia tidak akan kembali ke kehidupan seperti itu lagi. Tae Yoon menyuruh kakaknya pergi. Dan sebelum pergi ada permintaan dari keluarganya.

Keesokan paginya, Dong Chan dipanggil oleh Pak Jang dan ditanyai seputar kecelakaan di tempat berkuda. Dong Chan terdiam lalu mengatakan kalau semua itu adalah salahnya. Kejadian itu terjadi setelah dia membuat marah Hae Na. Pengakuan itu membuat Dong Chan dipecat.

Hanya saja, Hae Na masuk dan mencaci Pak Jang – siapa dia hingga berani memecat pelayan tanpa sepengetahuannya? Pak Jang sangat kebingungan, karena berpikir Hae Na membenci Dong Chan. Lalu Hae Na cepat-cepat memberitahu Dong Chan untuk tidak salah pikir. Dia punya rencana lain buat menyiksanya.

Sementara itu, Eui Joo sukses mendapatkan pekerjaan di bidang yang dia sukai – desain baju dan sepatu – dengan Su Ah. Dia adalah atasan yang plin plan, menginginkan bawahannya untuk memberikan pendapat mereka tentang desainnya namun mencaci mereka saat pendapat mereka sama.

Eui Joo belajar dengan cepat bagaimana menyenangkan atasannya, dengan memberikan pujian yang filosofis pada rancangan Su Ah. Memuji nilai artistiknya dengan kata-kata seperti feminis atau menakjubkan. Su Ah jelas tidak mengerti apa yang dikatakan Eui Joo tapi benar-benar menyukainya.

Manajer Kang sudah menerima rencana lain untuk mengatur kencan antara Hae Na dengan putra dari pemilik perusahaan besar lain, Yoo Sang Group. Dia khawatir Hae Na akan bertingkah lagi seperti terakhir kalinya, jadi dia memintanya makan malam tanpa menjelaskan alasannya, dan juga meminta Su Ah dan ayahnya untuk datang.

Ternyata teman kencannya itu adalah Tae Yoon yang membuat Su Ah sangat iri. Sementara itu, ayah Su Ah mengenali pria itu sebagai pengacara yang dia ancam tempo hari. Tae Yoon sudah mempersiapkan diri dan bertanya pada Paman Kang apakah dia terganggu bila mengatakan tentang hal yang tempo hari itu.

Paman Kang dan Su Ah segera pergi meninggalkan makan malam itu dengan marah-marah. Sementara itu, Tae Yoon berbicara dengan Manajer yang menjamin bahwa dia akan terlihat lebih senang membiacarakan masalah lapangan golf. Kakek menduga bahwa Tae Yoon sengaja datang kesana untuk membiacarakan masalah itu. Bukan untuk berkencan. Tae Yoon mengakuinya dan meminta maaf karena tidak tahu harus menggunakan cara apa lagi agar bisa bertemu dengannya.

Ketika berjalan keluar, Su Ah memberitahu Hae Na apa yang sedang menunggunya di dalam, yang membuat Hae Na ketakutan. Dong Chan (mungkin memikirkan rencananya sendiri untuk merayu Hae Na) menyuruh Hae Na untuk pergi karena lebih baik pergi dari acara itu ketimbang menimbulkan kekacauan. Dia bersedia dipersalahkan.

Hae Na menerima tawaran itu – tapi dengan sedikit perubahan. Jika bilang kalau Dong Chan kehilangan Hae Na kedengarannya sangat konyol. Namun, bila mengatakan kalau Hae Na memukul Dong Chan lalu lari kedengarannya lebih bisa dipercaya.

Dengan gugup, Dong Chan memprotesnya, mengatakan, “Oh, anda tidak perlu melewati banyak masalah untuk saya!” Namun, Hae Na menjawab dengan manis, “Tidak, kau memikirkan kepentinganku, jadi seharusnya aku melakukan ini…” Dia mulai mengayunkan tangannya untuk memukul wajah Dong Chan… namun terhenti. Tae Yoon memegang pergelangan tangan Hae Na. Sedikit cemburu, Dong Chan berkata, “Siapa kau? Lepaskan dia!” dan menarik tangan Hae Na.

Tae Yoon bertanya pada Hae Na siapa pria yang bersamanya yang dijawab oleh Dong Chan, “Aku pengawalnya. Bagaimana denganmu?” Tae Yoon menjawabnya, “Aku? Aku pria yang akan berkencan dengannya disini!”

Sinopsis My Fair Lady – Episode 1

Hae Na punya kastil yang megah. Kastil itu dijalankan oleh para pelayan yang punya tampang oke. Hae Na punya daftar ketat pada hal-hal yang harus dipatuhi. Satu kali kesalahan saja bisa membuat seseorang dipecat.

Contohnya saja, pelayan pribadi Hae Na yang baru. Hae Na tidak akan mempertimbangkan kalau seorang pelayan baru membuat kesalahan, dan ketika sang pelayan memintanya untuk mengulangi sesuatu sekali lagi, pelayan itu dipecat! Artinya harus mencari pelayan baru dan sampai saat ini belum ada yang pelayan yang pas buat Hae Na.

Seo Dong Chan. Pria ini sedang membawakan pidato dihadapan orang banyak di sebuah gereja. Dia menjelaskan nilai-nilai penting akan keyakinan pada Yesus dan mendapatkan perhatian antusias dari pendengarnya. Semua orang menyukainya. Dia sangat mengagumkan.

Tapi saat keluar dari gereja, dia mendesah dan yakin sudah melakukan hal-hal aneh belakangan ini. Saat itu pula dia dipojokkan oleh tiga penagih hutang. Dong Chan sudah membayar uang pokoknya, tapi mereka bertiga mendatanginya untuk menagih bunganya! Dong Chan kabur! Sialnya, dia malah terpojok lagi di sebuah gang.

Uang yang dipinjam Dong Chan bukannya dipakai buat bersenang-senang tapi untuk sesuatu yang baik. Ketika ibunya jatuh sakit, dia mencari pinjaman untuk membayar biaya rumah sakit dan kemudian bahkan bekerja di bar buat membayar hutang itu.

Tapi Eui Joo marah pada keputusan Dong Chan untuk bekerja di bar (menjadi host tapi bukan prostitusi tapi mungkin mendekati!) dan membuatnya berjanji untuk tidak kembali ke tempat itu lagi. Eui Joo adalah alasan Dong Chan kenapa dia ada di gereja untuk mengumumkan penegasan keyakinannya.

Dong Chan dan Eui Joo secara rutin membantu toko bunga yang dikelola ibu Eui Joo. Hari ini, Dong Chan keluar untuk mengantarkan pesanan ketika truknya dihalangi oleh seorang pengendara mobil sport yang ugal-ugalan: Hae Na!

Penasaran pada pengendara tidak bertanggung jawab itu, Dong Chan memandangi mobil sport itu, yang dihentikan oleh lampu merah. Dong Chan berjalan ke arah jendela dan mulai mengucapkan pidatonya. Hae Na benar-benar tidak punya kesabaran dan menyerahkan uang padanya. Dong Chan merasa dihina dengan cara Hae Na yang begitu saja menyerahkan ganti rugi – dia ingin permintaan maaf dan mulai mencemoohnya. Lelah mendengar perkataan Dong Chan, Hae Na melemparkan segenggam uang keluar jendela lalu pergi.

Perilaku kejam seperti itu sama sekali tidak bisa ditolerir. Dong Chan naik pitam. Dia menyalakan kendaraannya lalu tancap gas. Dia mengejar Hae Na. Karena mendapat tantangan, Hae Na juga menaikkan kecepatan mobilnya dan mandahului truk Dong Chan. Tidak kehabisan ide, Dong Chan memilih jalan pintas melewati jalan sempit dan memblokade jalan.

Blokade ini membuat Hae Na berhenti di tengah jalan. Dia sudah habis kesabaran pada pria ini dan memandangnya. Hae Na juga mulai naik pitam. Kemarahan itu membuat Hae Na mengesampingkan akal sehatnya. Dia menghantamkan mobilnya ke truk Dong Chan!

Mereka berakhir di kantor polisi. Hea Na tidak terlalu khawatir sebab dia punya pengacara yang bersedia membantunya bernegosiasi. Dong Chan menolak ide bahwa dia dibeli, sampai pria itu menyebutkan: 30 juta won! Ketika Dong Chan tidak menjawab, pria itu menaikkan lagi jumlahnya menjadi 50 juta won!

Jumlah itu setara dengan jumlah hutangnya, jadi dia memikirkan hal itu berulang-ulang dan mungkin dia akan menerima penawaran itu. Tapi Hae Na muncul dan menyindir dengan mengatakan bahwa Dong Chan menunda-nunda agar mendapatkan lebih banyak uang. Jika itu adalah tujuannya, dia tidak akan meneruskan negosiasi: kesepakatan dibatalkan! Mereka akan menangani hal ini lewat jalur resmi. Kesal pada apa yang yang dikatakan Hae Na, Dong Chan berkata bahwa mereka akan meyelesaikan ini lewat jalur hukum.

Kali ini hukum berpihak pada Dong Chan. Hae Na mendapatkan tuduhan berlapis: berkendara ugal-ugalan, melakukan kekerasan, dan merusak barang orang lain. Hukuman yang diterimanya berupa denda (yang tidak seberapa buatnya) dan kerja sosial selama 150 jam! Hae Na ditugaskan untuk bekerja di pusat perawatan anak melakukan pekerjaan seperti membersihkan kandang ayam.

Dong Chan mungkin menang dalam kecelakaan itu, tapi dia kalah dalam urusan mencari uang. Dia pergi ke tempat bekerjanya yang dulu untuk meminjam uang tapi malah diusir. Bosnya sebenarnya mencoba untuk mengajaknya bekerja di bar lagi tapi Dong Chan ingat pada janjinya dan menolaknya. Dia terjebak pada pekerjaan aneh seperti menjadi supir dan menyebarkan brosur. Eui Joo sangat mengkhawatirkannya tapi Dong Chan hanya bilang kalau dia akan segera menemukan pemecahan masalahnya.

Di sisi lain, Hae Na masih belum bisa menerima kenyataan. Dia masih marah karena harus dihukum bekerja sosial. Dan ejekan dari sepupunya Su Ah, membuat amarahnya menjadi-jadi. Dia tidak bisa terima bila diejek oleh teman-teman Su Ah dan teman-temannya sendiri. Jadi dia memerintahkan asistennya untuk menemukan pria yang bertanggung jawab atas hal tersebut (Dong Chan). Dia ingin mengahancurkan pria itu. Waktu dia mendengar Dong Chan baru-baru ini bekerja sebagai supir, Hae Na punya sebuah ide.

Dong Chan tidak langsung mengenali Hae Na ketika dia muncul sebagai kliennya, tapi dia menghidupkan ingatan Dong Chan saat mereka berkendara. Dengan senyuman yang penuh ejekan, Hae Na bilang bahwa dia akan mendapatkannya, dan mulai mengacak-acak rambutnya sendiri, melepaskan sebelah sepatu dan mengoleskan lipstiknya di bibir Dong Chan. Pria malang itu bereaksi dan Hae Na mulai berteriak-teriak bahwa dia sedang diculik. Mobil itu dihentikan oleh polisi dan Dong Chan ditangkap. Hae Na berperan sebagai korban dan tak seorang pun peduli pada pengakuan tak bersalah Dong Chan.

Bahkan Eui Joo dan ibunya tidak percaya pada Dong Chan awalnya. Kedengaran aneh saja bahwa kejadian itu adalah skenario yang dipersiapkan si jahat Hae Na untuk balas dendam. Untungnya, kakek Hae Na mendengar kejadian tersebut dan segera memerintahkan agar tuduhan itu dicabut. Dong Chan dilepaskan.

Berita bagus, namun keesokkan harinya, ibu Eui Joo meledakkan sebuah berita mengerikan: rumah mereka baru saja dibeli dan pemilik barunya memerintahkan mereka untuk pindah besok. Sangat mustahil. Dong Chan bertanya siapa pemilik barunya dan mana Kang San Group disebut.

Dengan marah, Dong Chan langsung pergi ke rumah Hae Na dimana dia dihalangi oleh tiga pelayan Hae Na yang paling setia. Tentu saja mereka tidak akan membiarkan Dong Chan masuk. Dia melakukan gerak cepat, memakai salah satu dari mereka sebagai tameng dan berlari masuk. Para pria itu mengejar, tapi kehilangan jejak.

Melihat Manajer Kang sedang berkebun, dia mengira bahwa pria tua itu adalah pelayan dan bertanya dimana bisa menemukan Hae Na. Dong Chan gatal ingin melawan Hae Na dan tidak mau menyembunyikan penghinaannya pada wanita itu, memahami ketidaksopanannya karena telah membeli rumahnya hanya untuk menghancurkannya. Apa uang adalah segalanya? Kalau saja Hae Na adalah adiknya, dia bakal mengikatnya dan mengajarinya bersikap baik. Hanya perlu waktu sebulan. Tidak. Dua bulan soalnya Hae Na mengerikan banget.

Dia meminta kakek untuk tidak memberitahu pelayan dimana dia berada, tapi dengan senang kakek malah memanggil mereka. Tepat ketika para pelayan membungkuk dihadapan kakek, Dong Chan sadar bahwa dia sudah berbicara pada kakek Hae Na, yang memerintahkan para pria itu untuk memegang Dong Chan untuk mengajaknya berbicara.

Perbuatan Hae Na yang mengganggu ketenangan umum menjadi berita dan sebagai hukumannya, Manajer Kang mengurungnya: dia tidak boleh meninggalkan rumah. Kakek bertanya apakah perilaku buruknya ada hubungan dengan boneka gajah berwarna pink yang ada hubungan dengan cinta pertama Hae Na waktu dia berusia 18 tahun. Dia berpura-pura bahwa hukuman itu bukan masalah besar, tapi jelas sekali kalau hal itu berefek besar padanya. Dia juga bertanya-tanya kenapa kakek begitu tertarik pada kehidupannya sekarang.

Hae Na tidak menganggap hukuman kurungan itu serius dan malah merencanakan liburan seminggu ke New York. Asisten kakeknya mengingatkan dia bahwa dia tidak boleh meninggalkan rumah tapi Hae Na mengabaikannya dan pergi ke bandara.

Di bandara, Dong Chan mendekatinya dengan ekspresi aneh. Yang mambuat Hae Na terkejut, dia menariknya dan memeluknya dengan erat. Hae Na melawan tapi Dong Chan malah menekankan wajah wanita itu ke dadanya untuk meredam perlawanannya. Dong Chan juga mengucapkan kalimat klise namun romantis seperti: “Aku benar-benar salah. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi seperti ini. Ayo mulai dari awal lagi!”

Dong Chan menaikkan Hae Na ke bahunya dan melambai pada kerumunan yang terakgum-kagum. Dia juga bilang: “Dia kekasihku!” Dia membawa Hae Na keluar dan memasukkannya ke dalam mobil setelah mengikat tangan wanita itu. Dengan penuh percaya diri Hae Na bilang bahwa kakeknya pasti menyadari ketidakhadirannya dan mengirim orang untuk mencarinya. Dong Chan tetap tenang meski mobli polisi meraung-raung di luar sana tapi anehnya mobil polisi itu malah tidak menghentikannya dan menuju tempat lain.

Hae Na mulai merasa benar-benar ketakutan. Apa pria ini menginginkan uang? Dia punya banyak uang. Jika dia menyebutkan jumlahnya, kakeknya pasti akan membayar. Dong Chan tidak menyahut, jadi Hae Na berasumsi kalau dia tidak tertarik pada uang yang merupakan hal yang sangat menakutkan. Apakah dia akan membunuhnya? Baiklah, tapi tolong jangan tenggelamkan dia – dia takut air dan tolong bilang pada kakek kalau dia menyayanginya.

Polisi tadi sudah sampai di tempat tujuannya, yang ternyata adalah rumah Eui Joo. Dia dan ibunya sudah melakukan yang terbaik untuk melawan para pekerja bangunan yang datang. Mereka akan tetap berjuang agar rumah mereka tidak dihancurkan. Ketika polisi tiba, mereka baru tahu kalau para pekerja itu dikirim untuk memperbaiki rumah mereka dan Eui Joo sangat malu berhadapan dengan polisi itu. Sementara itu, ibunya sangat senang pada kemajuan yang sudah mereka dapatkan.

Akhirnya, Dong Chan menghentikan mobil dan meminta Hae Na untuk turun. Mereka sudah tiba. Dia jadi bertambah bingung saat mengenali tempat itu. Lebih-lebih kakeknya tidak terlihat khawatir padanya. Manajer Kang tersenyum meski tidak tahu kalau Dong Chan akan menggunakan cara yang ekstrem. Tapi cara bukan jadi masalah, yang penting Hae Na sudah disini.

Hae Na tidak percaya ini – mereka saling kenal? Mereka bekerja sama? Kakek Kang mengingatkan Hae Na: “Sekarang apa kau melihat yang akan terjadi bila kau melanggar perintahku untuk tidak meninggalkan rumah?” Dan Dong Chan memperkenalkan diri sebagai pelayan pribadi Hae Na yang baru!

My Fair Lady

Judul: Agassireul Pputakae/My Fair Lady
Genre: Komedi Romantis
Episode: 16
Produksi: KBS2
Tayang: 19 Agustus 2009 – 8 Oktober 2009
Sutradara: Ji Young Soo
Penulis Naskah: Kim Eun Hee dan Yoon Eun Kyung
Produser: Lee So Yeon

Sinopsis:
Drama yang satu ini punya banyak banget English title. Diantaranya yaitu My Fair Lady, Please Take Care of the Young Lady, Take Care of Agassi, serta Lady Castle. Bercerita tentang Kang Hye Na, selebritis papan atas Korea yang kaya raya dan paling diincar para pria. Menjadi satu-satunya pewaris perusahaan raksasa, Kang San Group, Hye Na punya wajah yang cantik dan latar belakang yang bagus. Dia adalah pemilik Lady Castle dan tinggal disana bak putri raja dengan para pembantunya.

Hingga suatu hari, dalam kejadian yang sangat tidak disengaja, Hye Na bertemu dengan Seo Dong Chan, yang mengubah hidupnya 180 derajat. Tidak hanya membuat Hye Na melakukan pelayanan social, Dong Chan juga menculiknya. Bahkan menjadi manajer rumah tangga yang baru. Meski sudah dilangkahi, digilas, Dong Chan ternyata tidak mau pergi juga. Yang paling parah, Hye Na mungkin menyukainya.

The Main Cast of My Fair Lady:
Yoon Eun Hee as Kang Hye Na
Yoon Sang Hyun as Seo Dong Chan
Jung Il Woo as Lee Tae Yoon
Moon Chae Won as Yeo Eui Joo

The Extended Cast of My Fair Lady:
Lee Jung Gil as Kang Man Ho
Kim Myung Gook as Kang Chul Goo
Yoon Ye Hee as Jo Mi Ok
Jang Ah Young as Kang Soo Ah
Wang Suk Hyun as Kang Soo Min
Kim Seung Wook as Jang Geun Soo
Park Hyun Sook as Jang Min Hwa
Kim Young Kwang as Jung Woo Sung
Jo Hyun Kyu as Jang Dong Gun
Shin Ki Hyun as Lee Byung Hun
Lee Ga Hyun as Lee Jin Joo
Han Tae Yoon as Lee Sun Joo
Yoon Joo Young as Lee Mi Joo
Kwon Ki Sun as Kim Seung Ja
Kim Ik as Park Soo Ho
Kwon Se In as Jeong Sik
Song Joong Ki as Handsome butler
Han Ji Hoo as F4 member
Heo Tae Hee