Arsip

God of Study’s Pic (Episode 7 – 10)

This drama is one of my favourite and every picture that I can capture shows that this drama is awesome! Enjoy! Every picture has meaning…

Persahabatan ada pasang surutnya…

Love Baek Hyun!!!

They love each other, actually…

Ini dia F5…

Oh, ketahuan kabur…

beginilah belajar ala Kang Seok-ho…

Chan-doo pun mau berusaha…

begitu pula Bong-goo

dan tentu saja, our cute Hwang Baek-hyun…

mengirimkan sms semangat biar semangat belajar…

hampir ciuman nih…

harus ada yg kecewa…

Nggak jadi ciuman…

Tapi setidaknya udah nyoba…

Pul-ip ulang tahun dan hadiah dari Baek-hyun sebenarnya ciuman yg sayangnya nggak jadi itu…

sakit hati bs bikin orang jadi berubah drastis…

Meski belum sembuh, tp tetap ikut tes…

Sinopsis Master of Study – Episode 6

Kang Seok Ho berhadapan dengan Kelompok Kang Choo Wee. Kepala sekolah dan direktur masuk ke ruangan ketika guru olahraga akan menekan enter di laptopnya. Kepala sekolah langsung menyuruh mereka untuk berhenti dan memberikan sinyal aneh pada guru Kwi Nam. Tapi sebelum kepala sekolah mengatakan sesuatu, Seok Ho lebih dulu beraksi. Dia sudah tahu tentang keinginan Wang Bong Group. Guru yang lain terkejut dan Seok Ho menunjukkan USB yang dia peroleh beberapa waktu sebelumnya.

Seok Ho menjelaskan rencana Wang Bong Group (WBG) dan beberapa guru duduk dengan diam sambil melepas headband mereka. Jika sekolah dijual maka sekolah akan terlihat konyol di depan Dewan Pendidikan. Sementara itu di dalam kelas, anak2 kelas khusus belajar matematika dengan guru Ki Bong. Dia memerintahkan untuk mengeluarkan selembar kertas. Hari ini Baek Hyun dan kawan2 akan belajar metode matematika baru. Setelah mengeluh seperti biasa, mereka pun mulai belajar.

Mulanya, kelima siswa harus membuat pertanyaan. Ki Bong mengingatkan jika pertanyaan ini harus mampu dijawab oleh yang menjawab. Pul Ip berpikir keras. Setelah pertanyaan ditulis, mereka menyerahkannya ke siswa yang berhal mendapatkan pertanyaan itu. Hyun Jung menulis tentang membeli sepatu, Bong Goo tentang berat daging, Chan Doo tentang Pul Ip yang menggunakan uangnya untuk membeli hadiah buat dirinya. Pul Ip memandangi Chan Doo dengan tatapan terkejut.

Di ruang guru, banyak guru yang berpikir tentang bagaimana jadinya bila WBG mengambil alih sekolah. Mereka selalu ingin mengubah SMA Byung Moon menjadi sekolah elit. Tapi, apa yang akan terjadi pada siswa yang sekarang? Soo Jung terkejut waktu mendengar guru olahraga berkata, “Kita akan membiarkan mereka tamat dan setelah itu, semuanya akan menjadi hebat!”

Seok Ho sedang sibuk di ruangannya dan Soo Jung masuk untuk menyerahkan buku panduan padanya. Dia sangat khawatir pada kondisi sekolah. Seok Ho memperingatkannya untuk memikirkan kompetisi yang akan dia lakukan dengan Anthony. Ketika akan pergi, Seok menghentikan Soo Jung dan bertanya kenapa dia tidak menandatangani petisi itu. Soo Jung menjawab dengan sederhana, “Aku tidak punya waktu menandatanganinya. Aku terlalu sibuk!”

Ki Bong meninggalkan kelas dengan gembira, tapi suasana hatinya berubah masam waktu melihat kedatangan Anthony. Di sisi lain, Anthony masuk kelas dengan bahagia dan mempersembahkan hadiah untuk para murid. Mereka membukanya dengan senang. Akan tetapi, Baek Hyun memasukkan lagi hadiahnya ke dalam tas dan memarahi Anthony. Ki Bong dan Soo Jung melihat ini dari luar. Ki Bong memperingatkan Soo Jung agar jangan mau kalah dari Anthony. Soo Jung menjadi bersemangat. Dia bekerja keras untuk dapat mengalahkan Anthony yang kata Ki Bong sangat konyol!

Pul Ip pulang ke rumah dan mendapati ibunya sedang bersama kekasihnya. Pul Ip tidak habis pikir kenapa ibunya mau dengan laki2 yang lebih muda. Dia membuat ibunya malu dengan mengatakan kalau kekasih ibunya itu pencuri. Sedangkan, ibu malah mengejek Pul Ip karena mencoba masuk Universitas Top! Pul Ip menangis dan berkata pada ibu, “Aku juga tahu itu. Orang macam apa aku ini, dengan rumah dan ibu seperti ini. Aku sangat tahu hal ini meski kau belum mengatakannya!” Pul Ip adalah yang paling berpeluang memiliki masa depan suram.

Pul Ip lari keluar sambil menangis. Dia bertemu dengan Baek Hyun yang sedang mengantar makanan. Dia menawari Pul Ip untuk naik kendaraannya. Pul Ip mau sebab dia perlu keluar dari kenyataan. Mereka pun berkelana dengan kendaraan Baek Hyun. Pul Ip bahkan memeluk pinggang Baek Hyun! Hoho. Baek Hyun menyelesaikan misinya mengantar makanan di sebuah gedung yang sangat dia kenal: kantor Seok Ho. Anehnya, tempat itu sudah dimiliki orang lain!

Setelah itu, mereka berdua duduk di taman dan Pul Ip mulai mencurahkan unek2nya. Masa lalunya dengan ibunya sangat luar biasa dan sekarang dia siap pergi dari rumah dan masuk universitas. Dia tahu Chun Ha itu kampus prestisius. Tapi dengan adanya kelas khusus, dia mersakan ada harapan. Baek Hyun tahu kalau mereka semua perlu bantuan tapi dia tidak bisa terima jika Seok Ho yang membantu untuk mencapi apa yang mereka inginkan seperti masuk Univ. terkenal. Baek Hyun mengatakan pada Pul Ip untuk berhenti mempercayai Seok Ho sebab dia sudah ditipu hingga berpikir kalau kesempatan itu masih ada. Pul Ip marah dan langsung pergi.

Soo Jung dan Anthony mempersiapkan kompetisi itu. Anthony mengajar kelas khusus dengan caranya yang biasa. Namun, kali ini dia membawa USB ajaib yang akan membantu mereka. Di dalamnya berisi 100 phrasa dalam bahasa Inggris yang akan membuat hidup mereka jadi aman jika mereka mau menghafal kata2 ini. Di kelas Soo Jung suasana terlihat sedikit berbeda. Dia mengajar murid tentang cara menjawab soal2 nanti. Anak2 terlihat mendengarkan tapi Sang Hoon malah fokus mata tugas matematikanya. Soo Jung memintanya untuk fokus pada English tapi dia malah bilang kalau dia sudah tahu semua yang diajarkan Soo Jung dan menyuruhnya untuk fokus pada Ye Ji saja!

Di luar, Ye Ji melihat Pul Ip yang sedang susah payah menghafal phrase yang Anthony berikan. Dia tahu usaha Pul Ip pasti sia2 saja, jadi lebih baik menyerah. Masa lalu Pul Ip menunjukkan banyak sekali kegagalan jadi kenapa memulai yang baru sekarang? Hal ini membuat Pul Ip marah. Akan tetapi, Chan Doo muncul dan Ye Ji langsung menghampiri Oppa-nya. Pul Ip memandangi mereka berlalu dan matanya bertemu dengan Baek Hyun yang sedari melihat semua kejadian itu. Pul Ip mendelik ke Baek Hyun lalu pergi.

Seok Ho melakukan pertemuan dengan para guru. Dia mengungkapkan perasaan siswa yang ingin sekali sukses tapi karena kurangnya kemampuan membuat nilai mereka rendah. Sebagai hasilnya, mereka harus menerima masa depan mereka yang suram. Inilah yang ingin diubah Seok Ho dimana SMA Byung Moon harus memiliki program baru dimana para guru menuangkan seluruh jiwanya untuk mengajar. Direktur Ma Ri sangat tersentuh mendengar rencana ini tapi guru yang lain terlihat masa bodoh.

Di rumah Chan Doo telpon berdering. Chan Doo bergegas untuk mengangkatnya tapi ibu buru2 melakukannya dan mendorong anaknya. Chan Doo masa bodoh dan beranjak pergi tapi kemudian dia mendengar kalau ibu mengatakan bahwa putranya, Chan Doo sedang belajar di luar negeri bersama kakak2nya. Chan Doo tidak percaya apa yang sudah dikatakan ibu. Sementara itu, ayah memberitahu Chan Doo agar tidak sembarangan menjawab telpon dan berkeliaran dijalanan dimana dia akan dilihat oleh orang lain. Dia sekarang sudah menjadi invisible boy!

Baek Hyun sedang bersih2 dan nenek masih bekerja. Dia memikirkan jalan2nya dengan Pul Ip naik motor tapi dia juga ingat percakapan mereka di taman hingga membuatnya jadi tidak nyaman. Sebelum Baek Hyun bisa berpikir lebih lama lagi, Hyun Jung muncul di belakangnya dan memberikan sekotak coklat. Dia berusaha menyuapi Baek Hyun tapi nenek tiba2 muncul dan menangkapnya. Dia memarahi Hyun Jung karena berkunjung ke rumah laki2 pada malam hari. Dia mengirim Hyun Jung pulang. Dia mulai berjalan pulang dengan coklatnya tapi nenek menyuruh Hyun Jung meninggalkan coklatnya saja.

Sementara itu, di sebuah bar Seok Ho bertemu dengan seorang wanita. Kelihatannya dia akan ikut mengajar juga. Well, dialah guru Lee Eun Yoo.

Kompetisi akan segera dimulai. Pul Ip terlihat khawatir. Siswa yang tidak ikut lomba memberi semangat pada kawan2nya. Mereka menyanyikan lagu I Have a Dream. Ini membuat Baek Hyun tertawa. Siswa yang tidak ikut lomba keluar. Kertas dikeluarkan dan soalnya adalah peserta kompetisi harus menulis cerita rakyat Korea berjudul ‘Hung Bu’ dalam bahasa Inggris berdasarkan gambar yang disediakan. Ye Ji dan Sang Hoon mulai menulis dan Pul Ip serta Baek Hyun mulai berpikir keras.

Tepat ketika Pul Ip mulai menyerah, tiba2 dia ingat pada perkataan Anthony kalau sebenarnya dia sudah tahu apa yang harus dia tulis. Pul Ip mulai mendapat kepercayaandiri. Sementara itu, Sang Hoon sudah mulai mengoreksi pekerjaannya. Dia mengganti kata2 yang dianggapnya sederhana dengan kata2 yang lebih kompleks agar terlihat brilian. Dia berpikir, “Aku harus menundukkan idiot2 ini!” Ye Ji juga melakukan hal yang sama. Setelah itu, hasil tes dinilai. Mereka saling bertukaran menilainya. Anthony yang memeriksa punya Ye Ji dan Sang Hoon. Mereka mendapat skor 92!

Soo Jung yang memeriksa milik Pul Ip dan Baek Hyun sangat kaget. Dia tidak menyangka kalau anak2 meningkat dengan sangat tajam. Dia membubuhkan nilai: 93! Para peserta sama sekali tidak percaya pada hal ini. Sang Hoon langsung kabur dan Ye Ji mengucapkan selamat dengan gayanya yang kejam. Dia juga dengan marah berkata pada Soo Jung kalau kompetisi itu sangat konyol. Dia ternyata sudah pergi ke sekolah jelek! Chan Doo, Hyun Jung dan Bong Goo melihat Soo Jung terluka oleh perkataan itu. Tapi sekarang Soo Jung tahu bahwa dia harus pergi dari kelas khusus. Meski begitu, dia bangga pada anak2 yang prestasinya meningkat.

Anthony berbicara dengan Soo Jung setelah kontes itu. Dia mengatakan kalau anak2 ingin dia pergi. Tapi sekarang kenyataan membuktikan bahwa anak2 lebih baik bersamanya. Anthony tahu bahwa anak2 tidak akan bisa belajar dengan baik kalau Soo Jung masih disini. Jadi sebenarnya dia ingin mengatakan bahwa sebaiknya Soo Jung mengundurkan diri.

Ma Ri masuk ke ruangannya. Dia melihat sebuah amplop putih di atas mejanya. Surat pengunduran diri Soo Jung. Ma Ri langsung berlari mencari Ki Bong dan Seok Ho untuk menyampaikan berita tersebut. Anthony berkata kalau dia baru saja ingin pergi. Tapi karena keadaannya seperti ini, dia akan mengajar sampai Soo Jung kembali. Ki Bong marah lalu pergi. Sementara itu, Seok Ho memandangi Anthony dengan tatapan dingin agar dia tidak melakukan tipu muslihat. Anthony ditinggal sendiri dan dia menjawab telponnya dan mengatakan pada seseorang untuk mencari guru matematika baru lalu menjalankan ‘hal’ yang sudah mereka diskusikan sebelumnya.

Untuk sementara waktu, Ma Ri menjadi wali kelas di kelas khusus. Dia tidak tahu apa yang dilakukannya waktu membagikan kertas pada para siswa. Baek Hyun dan kawan2 masih bekerja keras. Tapi mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Soo Jung berkeliaran tanpa arah. Dia mengingat bagaimana pertama kali dia menjadi guru dan bagaimana bahagianya dia. Mengingat hal ini dia menjadi sangat gembira. Dia hanya duduk sendiri di luar kedai kopi sambil tersenyum. Seok Ho mencari Ki Bong dan Soo Jung. Dia menelpon Soo Jung dan seorang wanita mengangkat telponnya. Dia akhirnya menemukan Soo Jung dalam keadaan mabuk.

Ma Ri sangat kesal. Dia keluar kelas lalu menelpon Soo Jung tapi telponnya tidak diangkat. Dia lalu mengiriminya sms sambil mengeluh betapa gampangnya Soo Jung mengundurkan diri. Baek Hyun mendengar hal ini dan berkata, “Guru Soo Jung… mengundurkan diri?” Anak2 yang lain penasaran ingin tahu apa yang terjadi dan Baek Hyun terlihat sangat marah!

Soo Jung bangun keesokan harinya dan perawat mengatakan kalau dia sudah boleh pulang dan tidak boleh minum lagi. Seok Ho meninggalkan sebuah tas untuknya yang berisi camcorder. Dia menghidupkan benda itu. Ada rekaman dirinya disana dan berkata, “Anjing, pergi dan menggongonglah. Namun, keretanya berangkat juga!” Soo Jung juga mengatakan kalau dia akan menurut pada rencana Seok Ho dan melakukan apa yang memang menjadi kewajibannya. Ada pesan tertempel di camcorder itu: “Kenapa keretanya belum jalan juga? Apakah karetanya semenyedihkan ini?” Ada note tambahan: “Tanggung jawabmu adalah membawa guru Cha Ki Bong kembali. Karena kau, dia keluar!”

Seok Ho masuk ke ruang kelas dan menemukan pesan untuknya di papan tulis: “Kelas Khusus dibubarkan!” Kepala sekolah masuk dan mengatakan bahwa anak2 keluar dari kelas!

Sinopsis Master of Study – Episode 5

Kang Seok Ho mengumumkan kalau semua guru di SMA Byung Moon dipecat. Secara alami tak ada satu guru pun yang senang mendengar pengumuman itu.

Guru Kwi Nam menyebutkan kalau Seok Ho bahkan tidak melirik karangan yang sudah capek-capek di tulis oleh para guru. Bagaimana dia bisa memutuskan bila mereka semua dipecat? Jadi Seok Ho lantas membaca kalimat pertama dari beberapa karangan. Semuanya buruk. Namun, Seok Ho masih memberikan kesempatan kedua. Jika mereka mau mengikuti semua rencananya, maka mereka tidak akan dipecat. Tak satu pun yang setuju.

Soo Jung mengikuti Seok Ho keluar dan menderanya karena sudah bersikap terlalu keras. Meski reaksi mereka terlalu keras, dia tahu kalau mereka harus tenang. Dan ketika mereka mau seperti itu, dia siap membantu. Sementara untuk Soo Jung, Seok Ho punya secercah harapan. Dia juga bebas dari ancaman dipecat!

Cha Ki Bong adalah orang berikutnya yang mempertanyakan metode yang diterapkan Seok Ho. Dia menasehati Seok Ho untuk bersikap bijak. Kemudian mereka membicarakan tentang guru bahasa Inggris yang baru. Namun, sekarang giliran Cha Ki Bong yang bersikap keras. Dia bahkan mengatakan kalau guru ini jadi mengajar di kelas khusus maka dia akan pergi.

Soo Jung masuk ke dalam ruang kelas bersiap-siap memberikan pelajaran bahasa Inggris. Sementara itu, Seok Ho sedang sibuk dengan alat perekam. Hari ini adalah hari terakhir kemah di sekolah jadi anak-anak dibiarkan pulang untuk makan bersama keluarga mereka. Seok Ho tahu kalau Soo Jung diam tentang keributan yang terjadi di kalangan guru. Sementara Soo Jung mengomel tentang berbagai hal, Seok Ho merekamnya.

Setelah selesai, dia meminta Soo Jung untuk merekam kegiatan kelas malam ini.

Seok Ho menjalankan misinya. Dia masuk ke sebuah tempat yang mirip sauna. Disana ada seorang pria yang sedang berendam. Dia langsung mengenali Seok Ho. Tapi, saat Seok Ho mengutarakan permintaannya, dia menolaknya. Dan ketika Seok Ho bilang: “Ini permintaan guru Cha Ki Bong!” pria itu langsung tertarik.

Soo Jung memberikan pelajaran bahasa Inggris dan jelas sekali para siswa kelas khusus kesulitan berkonsentrasi. Baek Hyun mencoba serius tapi tidak tahu sudah sampai halaman berapa. Sementara Chan Doo terjatuh dari kursinya.

Mereka kemudian ditraktir makan di restoran Cina tempat Baek Hyun bekerja. Soo Jung bertanya apakah mereka suka kelas bahasa Inggrisnya? Dan para anak-anak itu berbohong dengan mengatakan sangat menyukai kelas English-nya Soo Jung. Saat berpisah, para siswa saling mengungkapkan pendapat mereka yang sesungguhnya. Tapi intinya, hubungan antara guru dan murid ini sangat dekat!

Seok Ho kembali ke kantornya yang kecil. Seorang teman membawakan USB yang berisi informasi rahasia. Seok Ho bilang kalau hal itulah yang diperlukannya. Sesuatu tentang Wang Bong Group.

Anak-anak kembali ke sekolah dan Hyun Jung mengatakan pada Chan Doo kalau dia sering bersama Pul Ip. Tapi Pul Ip menjamin kalau tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka. Chan Doo dengan enggan menyetujuinya, lalu tiba-tiba saja seorang gadis muncul. Dialah Ye Ji. Dia menyapa Chan Doo dengan hangat dan memandang Pul Ip dengan tatapan menghina. Ye Ji mengajaknya pergi dan kedua gadis itu ditinggal. Sampai akhirnya Hyun Jung melihat “suaminya” aka Baek Hyun dan berlari ke cowok itu. Padahal, Baek Hyun melihat ke orang lain.

Pria yang ditemui Seok Ho kelihatannya setuju untuk mengajar. Soo Jung melihatnya dan segera menyapanya. Awalnya dikira wanita tapi ternyata pria. Soo Jung sudah tahu kalau akan ada guru baru. Dia berpikir kalau guru baru ini pasti guru bahasa Korea. Namun, dia memperkenalkan diri sebagai guru bahasa Inggris dan bernama Anthony Yang. Cha Ki Bong yang melihat Anthony langsung pergi. Sementara Seok Ho menyambut guru baru itu. Soo Jung yang paling bingung dan kecewa disini.

Anthony Yang memulai pelajarannya dan anak-anak bertanya-tanya dimana guru Soo Jung. Dia mengatakan kalau bahasa Inggris bukanlah pelajaran yang harus ditakuti dan tidak usah malu kalau mereka hanya tahu sedikit. Jawaban untuk permasalahan bahasa Inggris mereka bukanlah ping pong tapi menari…

Pemandangan menyedihkan terlihat ketika guru Soo Jung menangis sendirian. Dia mengatakan pada Seok Ho kalau dia memang tidak pernah akan dijadikan guru kelas khusus. Dia merekam kegiatan belajar sebelumnya hanya untuk merendahkan Soo Jung. Ketika Soo Jung lari keluar, Seok Ho mengatakan sebuah fakta kalau Soo Jung belum siap untuk mengajar kelas khusus dan para siswa tidak bisa menunggunya hingga dia siap.

Soo Jung menyaksikan kelas dan ngeri melihat metode mengajar Anthony. Baek Hyun melihat reaksi itu dan jelas sekali dia tidak senang. Soo Jung tetap berpikir kalau Anthony itu aneh namun Seok Ho percaya padanya. Dia mungkin menyenangkan tapi tidak mengajar dengan benar.

Baek Hyun yang penuh rasa curiga keluar dari kelas dan mengatakan kalau dia menolak belajar tanpa guru Soo Jung. Yang lain mengikutinya dengan enggan. Mereka berakhir di gym. Pul Ip dan Hyun Jung mengaku kalau mereka menikmati pelajaran Anthony. Baek Hyun memberikan tatapan mengerikan pada mereka berdua. Soo Jung akhirnya menemukan mereka di gym dan memarahi mereka karena sudah kabur. Mereka diminta untuk kembali ke kelas sebab, Soo Jung punya rencana.

Kembali ke ruang kelas, Soo Jung menemui Seok Ho dan menyarankan untuk diadakan sebuah kompetisi. Dia dan Anthony akan memilih dua anak untuk saling diadu dalam kompetisi itu. Awalnya Soo Jung ingin memilih anak-anak dari kelas khusus tapi Anthony bersikeras untuk mendapatkan kelas khusus. Sementara itu anak protes karena peraturannya terlalu keras. Soo Jung tidak punya pilihan lain selain setuju.

Para siswa mulai lagi kelas khusus itu dan Baek Hyun masih saja marah. Hyun Jung tidak mengerti kenapa Soo Jung tidak bisa membiarkan Anthony mengambil alih kelas. Baek Hyun memandang kesal kepada Hyun Jung. Sebagai pemimpin, dia mengatakan pada kawan-kawannya untuk membalikkan segalanya. Meski berusaha keras, Bong Goo berpikir kalau mereka tidak akan menang. Baek Hyun tertawa mendengarnya sementara itu Pul Ip terlihat tidak suka pada ide itu.

Testnya diformat sebagai berikut: setiap siswa mulai dengan nilai 100. Untuk setiap kesalahan yang dibuat, akan dikurangi satu nilai. Soo Jung akan memilih sendiri siswanya, begitu pula dengan Anthony.

Berikutnya, tanpa kehadiran Seok Ho dan Anthony, Soo Jung mengungkapkan perasaannya tentang kompetisi itu. Dia menjamin anak-anak kalau dia bisa menang. Dia sudah bekerja keras di masa lalu untuk menjadi guru yang baik. Dia percaya pada dirinya. Yang dia minta dari anak-anak adalah mereka juga percaya padanya.

Soo Jung dengan serius membaca data pribadi para siswa. Dia diganggu oleh kedatangan guru Jung Hee yang menyimpulkan kalau Soo Jung sudah dipecat dari kelas khusus. Tapi Soo Jung tidak perlu khawatir karena para guru sudah membentuk kelompok untuk mengusir Seok Ho. Bahkan sebuah petisi untuk ditandatangani sudah beredar di kalangan guru. Ada tempat untuk tanda tangan Soo Jung juga. Seok Ho tiba-tiba masuk dan Soo Jung menyembunyikan petisi itu.

Hyun Jung dan suaminya sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Dia ingin menunjukkan kemampuan karaokenya pada Baek Hyun. Tapi, dia berbohong melihat neneknya dan kabur. Hyun Jung mencarinya dengan putus asa. Dia melihat seorang laki-laki yang bergaya seperti Baek Hyun. Tapi itu bukan suaminya. Sebenarnya, Baek Hyun bersembunyi dibalik maneqin dan senang karena berhasil menipu Hyun Jung.

Akan tetapi, Baek Hyun melihat Pul Ip yang sedang asik mencoba beberapa bando. Dia bertanya pada Baek Hyun dimana pemiliknya dan dia bilang kalau Hyun Jung sudah pulang. Pul Ip juga bercanda kalau Baek Hyun dan Hyun Jung seperti permen karet. Dia berusaha menolaknya, terlihat jelas di wajahnya kalau dia tidak suka bila Pul Ip membicarakan hal itu. Pul Ip menemukan bando yang dia sukai tapi sayang harganya terlalu mahal. Setelah Pul Ip meletakkan bando itu, Baek Hyun memandangi benda itu.

Hyun Jung masih kehilangan suaminya dan jadi frustasi. Dia melihat sesuatu. Pul Ip sedang berlari dan Baek Hyun mengejarnya. Mereka tertawa. Baek Hyun tertawa. Sesuatu yang belum pernah dilihat Hyun Jung saat cowok itu bersamanya.

Keesokan harinya, Chan Doo berlari ke Pul Ip. Dia berpura-pura kalau ada serangga di rambut Pul Ip. Dia mencari serangga itu dan kemudian menunjukkannya pada Pul Ip. Ternyata sebuah jepit rambut lucu. Ketika Chan Doo memasang jepit itu, Ye Ji memata-matai mereka. Pul Ip senang tapi dia hanya menganggap Chan Doo sebagai saudaranya. Ye Ji curiga. Dia menemui Pul Ip di kamar mandi dan mengingatkannya untuk menjauhi Chan Doo. Pul Ip mencoba menggunakan keseniorannya namun Ye Ji meninggalkannya penuh kebingungan.

Ketika anak-anak sedang menunggu pelajaran dimulai, Hyun Jung bertanya pada Baek Hyun pergi kemana. Tentu saja pulang. Tahu kalau ini mungkin bohong, dia tidak memaksa lagi.

Pul Ip masuk dan Bong Goo segera memperhatikan jepit rambut barunya. Dengan bangga, Chan Doo mengumumkan kalau dia yang memberikan itu padanya. Bong Goo kemudian menggoda mereka. Hyun Jung mengeluarkan sebuah buku yang dia belikan untuk Baek Hyun. Dia segera meletakkannya di dalam tas cowok itu. Dia panik dan mencoba menghentikan Hyun Jung tapi terlambat. Hyun Jung melihat sesuatu. Bando yang Pul Ip lihat di mall. Baek Hyun dan Pul Ip saling tukar pandang. Hyun Jung bertanya apa bando itu untuknya. Biar tidak ada keanehan, Baek Hyun bilang iya. Bong Goo berpikir kalau ada dua pasangan di kelas sangat keren. Namun, Pul Ip menolak punya hubungan dengan Chan Doo.

Untuk kompetisi bahasa Inggris, Soo Jung mengalami ksulitan untuk menetukkan siswa yang akan bertarung untuknya. Ma Ri melihat hal ini dan menawarkan solusi. Dia memberikan dua pilihan: Kim Sang Hood an Yi Ye Ji. Mereka adalah siswa top di kelasnya. Hanya saja, mereka itu junior. Lalu, Ma Ri bertanya apakah ada aturan seperti itu dalam pemilihan peserta kompetisi? Tentu saja tidak. Soo Jung menyerahkan dua nama itu dan langsung diterima Seok Ho.

Sekarang giliran Anthony. Dia memilih siswa dengan memberikan kertas undian. Baek Hyun dan Pul Ip yang terpilih. Baek Hyun menolak. Namun Anthony kemudian meminta mereka untuk percaya padanya. Mereka juga membuat kesepakatan kalau dia akan pergi tidak peduli mereka menang atau kalah. Pul Ip setuju dan Baek Hyun curiga.

Setelah meninggalkan kelas, Pul Ip terlihat senang dan percaya sepenuhnya pada Anthony. Sementara Baek Hyun masih bersikap hati-hati. Dia memandangi jepit rambut Pul Ip lalu pergi…

Seok Ho meminta semua guru untuk berkumpul. Semuanya datang. Tepat saat mereka akan mulai, seseorang berteriak “Tahan!” Kwi Nam berdiri. Dia memandangi guru olahraga dan Jung Hee kemudian mengeluarkan ikat kepala yang bertuliskan Kang Choo Wee. Soo Jung tidak mendapatkan pemberitahuan dan terkejut melihat aksi itu. Dengan berani mereka mengutarakan tujuan mereka dan meminta Seok Ho pergi.

Ketika para guru sedang berkumpul, kepala sekolah dan direktur sekolah, mendengar berita kalau sekolah mereka akan menjadi sekolah pertama yang diperiksa Wang Bong Group. Jika begitu, rapat itu tidak perlu. Mereka berlari untuk memberitahu para guru.

Jung Hee menyerahkan petisi itu pada Seok Ho. Dia membacanya dan menemukan satu ada yang kosong. Han Soo Jung tidak menandatangani petisi itu. Seok Ho tahu itu tapi tidak berkata apa-apa. Pemimpin pertemuan itu mengutarakan keinginan mereka dan siap untuk mengirimkannya ke Departemen Pendidikan. Tak peduli apapun yang terjadi, mereka akan berusaha mengusir Seok Ho. Guru olahraga memegang sebuah laptop dan bersiap-siap untuk memencet tombol kirim. Dan Seok Ho tetap diam seperti batu.

Sinopsis Master of Study – Episode 3-4

Kelas khusus Universitas Cheonha dimulai dengan awal yang meragukan: Seok Ho membiarkan para siswanya belajar sendiri, memberikan mereka buku matematika SMP buat dikerjakan. Siswa lain berdatangan untuk mengejek kelima siswa itu, yang benar-benar membuat mereka malu; emosi Bae Hyun meluap dan dia pun menegaskan bahwa dirinya adalah pemimpin kelompok kelas khusus. Baek Hyun memperingatkan para penganggu itu untuk berhenti.

Sementara itu, guru-guru yang lain menganggap kelas khusus Cheonha sangat mengganggu dan mengeluhkan hal tersebut pada Jang Ma Ri. Mereka menerobos ke dalam kelas dan mempertanyakan kenapa para siswa malah disuruh mengerjakan buku anak SMP. Soo Jung (yang diangkat sebagai wakil wali kelas) menjelaskan bahwa para siswa kelas khusus sedang di tes untuk menemukan kelemahan mereka, jadi mereka diwajibkan untuk memulainya dari tingkat dasar. Seok Ho memerintahkan Soo Jung agar anak-anak kelas khusus tidak boleh diijinkan pulang apabila belum menyelesaikan soal-soal di buku matematika yang diperintahkannya itu. Baek Hyun dan keempat kawannya mengeluh terus sepanjang waktu hingga larut malam. Sedikit mengejutkan kemudian, Baek Hyun malah menyemangati teman-temannya untuk bekerja keras agar mereka cepat selesai. Meski Baek Hyun punya kesan sebagai anak pemberontak, dia merasa berhutang pada Seok Ho karena telah membantunya mengurus permasalahan rumahnya. Dia masuk kelas khusus pun karena harus membayar hutangnya pada Seok Ho. Tapi, Baek Hyun tidak tahu kalau Seok Ho menjual kantornya buat mendapatkan uang untuk membantunya.

Di sisi lain, Seok Ho sibuk mencari guru untuk membantunya mengajar di kelas khusus. Dia mengunjungi pria eksentrik, Cha Ki Bong, untuk meminta bantuan. Pria ini dulu pernah mengajar matematika di SMA. Tapi sayangnya, dia menolak mentah-mentah permintaan Seok Ho dan malah mengusirnya. Seok Ho pantang menyerah, dia kembali mengingatkan Cha Ki Bong bagaimana dia telah mengubah banyak anak-anak dengan metode mengajar matematikanya yang keras. “Kau telah menyelamatkan banyak anak-anak dan aku adalah salah satunya!” Guru Cha malah bilang kalau anak-anak jaman sekarang tidak bisa menerima cara mengajar yang dia terapkan, namun Seok Ho berjanji bahwa anak-anak kelas khusus pasti bakal bisa mematuhinya.

Seok Ho berhasil membawa Guru Cha ke Byeong Moon buat mengajar di kelas khusus. Kedatangan mereka disambut oleh wajah-wajah penasaran di Byeong Moon. Di kelas khusus, Guru Cha menyinggung tentang sikap anak-anak itu pada matematika. Dia menekankan bahwa sekali mereka mulai tertinggal di belakang, matematika bakal menumpuk daya tariknya dan mereka pun akan membencinya. Akan tetapi, Guru Cha kemudian menyuruh mereka untuk mengubah pandangan mereka terhadap mata pelajaran yang satu itu – matematika lebih seperti permainan. Jangan terlalu memikirkan prosesnya, lemparkan saja dirimu ke dalamnya. Matematika itu seperti olahraga. Misalnya, ketika memecahkan soal akar-akaran, Guru Cha meminta para siswa itu untuk memposisikan diri mereka seperti saat sedang main ping pong. Matematika seharusnya cepat, langsung, dan tersusun. Dengan begitu mereka bisa saling bantu, berbagi permasalahan matematika dengan yang lain, ragu-ragu ketika mereka berpikir keras dan melakukan yang terbaik saat sedang merasa nyaman untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Seok Ho maju sangat cepat. Dia memberitahukan kepada para guru bahwa akan ada tes untuk mereka. Tesnya akan berlangsung dalam sepuluh hari. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakan mereka masih pantas untuk tetap menjadi seorang guru. Para guru jelas-jelas menolak hal tersebut, termasuk Soo Jung yang berpendapat bahwa Seok Ho mengganggap masalah ini terlalu ringan. Seok Ho membalas bahwa tes mungkin kelihatan kejam, akan tetapi dalam hidup ada beberapa hal penting yang dinilai melalui nilai sebuah tes, seperti yang dikethui para siswa. Para guru ini memang malas, menganggap bahwa beruntung para siswa sudah mau berusaha buat lulus dan tidak membuat onar atau bermalas-malasan. Lebih jauh, Seok Ho meminta Jang Ma Ri untuk menggantikan Soo Jung agar Bu Guru Han bisa lebih berkonsentrasi di kelas khusus. Sebab, satu-satunya guru di Byeong Moon yang tidak punya kerjaan adalah dirinya.

Seok Ho mengumumkan bahwa selama sepuluh hari ke depan, mereka akan menjalani pelatihan khusus yang mengharuskan mereka makan dan tidur di sekolah. Dia menyuruh para siswa itu untuk pulang buat mengumpulkan barang-barang mereka dan meminta mereka untuk balik lagi ke sekolah pada petang harinya. Saat makan malam nenek memberitahu Baek Hyun kalau seorang pengacara (temannya Seok Ho) datang untuk menangani masalah pinjaman sekolah khusus yang akan membantu mereka mempertahankan rumah mereka. Baek Hyun terlihat sedikit curiga pada masalah tersebut tapi dengan cepat mengalihkan perhatiannya.

Ketika Chan Doo memberitahukan orang tuanya tentang pelatihan sepuluh hari di sekolah, mereka malah menyela dengan sebuah informasi: Chan Doo akan dikirim ke Amerika. Ayahnya telah berusaha keras agar bisa memasukkannya ke sebuah sekolah bagus di negeri paman Sam itu, dan tidak ada alasan kenapa dia harus tetap di Korea. Meski Chan Doo bersikeras tidak mau pindah ke Amerika, tapi ayahnya sama sekali tidak peduli. Chan Doo memberitahukan teman-temannya sesama break dancer, yang sedak sibuk latihan untuk sebuah kompetisi, bahwa dia akan sangat sibuk selama seminggu ke depan. Dia menjamin semua temannya bahwa mereka tetap bisa terus menggunakan tempat latihannya, tapi mereka juga segera tahu bahwa mereka telah diusir. Sementara itu, Pul Ip bahkan tidak punya kesempatan untuk memberitahukan ibunya kalau dia akan pergi sebab sang ibu terlalu sibuk berkencan dengan pacarnya yang sudah menikah (ketika ibunya menelpon keesokan hari untuk menanyakan keberadaannya, Pul Ip ditenangkan oleh pikiran bahwa ibunya benar-benar mengkhawatirkannya. Tapi kemudian ibunya malah menelpon pacarnya dan mengumumkan bahwa dia bebas selama sepuluh hari!).

Di sisi lain, Bong Goo malah sibuk membantu orang tuanya saat makan malam dan tidak kembali ke sekolah. Akhirnya, Seok Ho datang dan berbicara dengan orang tua Bong Goo, yang terkejut dengan adanya kelas khusus itu. Mereka secara baik hati memberitahu bahwa mereka tidak pernah menekan Bong Goo untuk belajar ataupun bersekolah. Dia tidak seperti anak lain dan tidak perlu bagus di sekolah. Sebaliknya, Seok Ho malah menunjukkan buku-buku Bong Goo dan mengatakan bahwa anak itu tertarik belajar tapi sayangnya dia tidak bisa melakukannya dengan baik dan tidak punya banyak waktu buat belajar. Ibu dan ayah berkata mereka tidak pernah memarahi Bong Goo bila nilainya jelek. Tapi Seok Ho malah mengatakan bahwa seharusnya mereka memarahi Bong Goo sebab mengabaikan keinginan putra mereka untuk belajar lebih buruk daripada menghukumnya.

Jadi begitulah, kelas khusus pun berkumpul. Mereka setuju untuk secara bergiliran menyiapkan makanan. Lima sekawan itu pun menginap di sekolah. Baek Hyun, yang masih sedikit terganggu dengan urusan pinjaman itu, memutuskan untuk jalan-jalan dan malah menemukan Pul Ip sedang duduk sendirian mendengarkan musik. Baek Hyun duduk di sampingnya, dan ketika dia bilang tidak bisa tidur, Baek Hyun berkata apakah dia sedang mengkhawatirkan sesuatu. Pul Ip menjawab bahwa dia tidak yakin apakah keputusannya sudah benar bergabung dengan kelas khusus. Setengah bercanda, Baek Hyun bilang itu adalah keputusan yang buruk lalu merampas MP3 Player-nya serta mengejek selera musik Pul Ip yang kuno. Kemudian mereka saling rampas MP3 sambil tertawa riang. Tawa itu terhenti oleh kedatangan Hyun Jung. Sedikit cemburu, dia bertanya apa yang sedang mereka lakukan disini – apakah mereka janjian diam-diam tanpa dia ketahui.

Baek Hyun dan Hyun Jung sebenarnya tidak pacaran. Baek Hyun bahkan tidak punya perasaan apa-apa pada Hyun Jung. Dia bisa menerima sikap Hyun Jung yang selalu menempel dirinya cuma karena mereka berteman. Pul Ip yang tahu bahwa Hyun Jung benar-benar menyukai Baek Hyun segera pergi dari tempat itu. Sebenarnya dia sendiri juga menyukai Baek Hyun. Tapi karena sahabatnya juga menyukai cowok itu, dia memilih untuk memendam perasaannya. Biar Hyun Jung tidak terus kesal, Baek Hyun memberikan jaketnya kepada cewek itu. Itu bukan karena Baek Hyun menyukainya. Cowok ini sebenarnya juga menyukai Pul Ip.

Seok Ho membangunkan anak-anak keesokan paginya dan langsung menyeret mereka ke lapangan lalu menjabarkan jadwal belajar mereka. Seok Ho membagi waktu belajar anak-anak ke dalam kelompok-kelompok waktu dimana waktu belajar diporsikan sebesar 14 jam. Mereka akan tidur, makan dan belajar bersama.

Metode pengajaran Guru Cha yang berat merasuk ke saraf anak-anak. Baek Hyun adalah yang paling pertama membantah: “Apakah kami kalkulator?” Bagaimana bisa mereka memberikan begitu banyak soal-soal matematika? Alih- alih menjadi marah, Guru Cha malah bilang bahwa mereka harus terbiasa mengerjakan soal-soal ini agar mereka menjadi otomatis, seolah-olah mereka adalah kalkulator manusia! Akan tetapi, kelas khusus diganggu oleh kedatangan ayah Chan Doo yang ditemani oleh beberapa polisi. Seok Ho ditahan oleh polisi atas tindak penipuan, tapi Chan Doo tahu apa arti semuanya. Dia pun berdiri dan berkata pada ayahnya: “Baiklah, aku akan pergi. Aku akan pergi ke Amerika!”

Chan Doo mulai membereskan barang-barangnya, tapi Seok Ho memerintahkannya untuk kembali duduk – siapa yang memberitahunya bahwa dia bisa pergi? Dia kembali mengulangi bahwa sampai mereka berlima diterima di Cheonha, mereka tidak bisa pergi. Chan Doo kembali duduk dan ayahnya pun mulai membicarakan persoalannya, mengatakan bahwa nilai matematika Chan Doo benar-benar memprihatinkan – nilai tertinggi yang pernah dicapainya adalah 52! Seok Ho berjanji pada ayah Chan Doo bahwa di ujian berikutnya putranya akan memperoleh nilai di atas 80! Dan karena hal ini dia tidak boleh pergi. Chan Doo protes mendengar hal itu karena tidak percaya pada dirinya sendiri bahwa dia mampu memenuhi target tersebut. Namun Seok Ho menantangnya: “Kau ingin pergi ke Amerika seperti ini, seperti sapi yang akan dipotong, tidak peduli pada kepentinganmu? Kau tidak akan mampu memiliki sebuah mimpi atau berdiri dengan berani. Kau ingin kabur seperti ini? Apakah kau akan mengecewakan teman-temanmu yang peduli padamu dan pergi dengan sangat tidak bertanggung jawab?” Dengan sedikit keraguan, Chan Doo mengatakan pada ayahnya bahwa dia setidaknya ingin mencoba – hanya melihat kemana dia akan dituntun dalam sepuluh hari ke depan.

Seok Ho menawarkan untuk menandatangani kontrak yang meyatakan bahwa bila dia tidak bisa menepati janjinya untuk menaikkan nilai Chan Doo setidaknya di atas 80, dia bersedia menerima tuduhan apapun atas dirinya. Semua siswa mendapatkan tekanan dan mulai terjadi cekcok diantara mereka. Baek Hyun mengomel kalau itu adalah hal rumit, membuat Chan Doo yang mendengar perkataannya segera meminta maaf. Karena itulah, dia sebenarnya ingin pergi secepatnya, tapi di saat-saat terakhir dia merasa setidaknya ingin mencoba. Chan Doo meminta Baek Hyun untuk memberinya kesempatan. Pada waktu makan siang, Pul Ip yang ingin menghibur Chan Doo, menemukan cowok itu di atap. Dia membawakan makanan untuknya dan berkata menentramkan: “Jangan bersedih. Seandainya bukan untukmu, Kang Seok Ho dan Cha Ki Bong akan membuat kita tetap bekerja keras. Untuk sepuluh hari ini, ayo kerahkan semua kemampuan kita!”

Siang itu, Baek Hyun juga naik ke atas untuk mencari Chan Doo. Mungkin untuk minta maaf. Tapi dia berhenti saat matanya menangkap sosok Pul Ip disana. Mereka berdua terlihat begitu akrab. Kelihatannya ada tanda-tanda cinta segitiga. Dan memang begitu kok! Malam itu Pul Ip menguping pembicaraan Baek Hyun dengan neneknya yang begitu hangat. Pul Ip jelas-jelas suka banget sama Baek Hyun!!!

Selama beberapa hari selanjutnya, Seok Ho dan Guru Cha terus melatih anak-anak dengan keras. Hasilnya luar biasa. Nilai mereka perlahan-lahan dapat naik. Kecuali Chan Doo yang hanya berkutat di nilai 55-60! Guru Cha mengeluhkan bahwa situasinya benar-benar buruk. Dia mengkhwatirkan bahwa Chan Doo tidak akan bisa berkembang. Sudah saatnya menggunakan senjata yang paling sulit. Malam itu dia membawa Chan Doo ke ruang olahraga dan mendudukannya disana dengan setumpuk soal-soal matematika. Sampai dia bisa mendapatkan nilai sempurna, dia akan tetap di tempatnya. Intinya, matematika adalah tentang konsentrasi dan Chan Doo sama sekali tidak bisa melakukannya. Semua orang menonton dari sisi lapangan. Merasa gelisah dan bersalah karena Chan Doo tidak juga bangkit dari kursinya sebab nilainya tidak penah sempurna. Mereka disana selama berjam-jam, sampai tengah malam dan tetap saja Guru Cha tidak melepaskan Chan Doo. Baek Hyun adalah orang pertama yang meninggalkan ruangan, terlihat frustasi. Tapi, yang mengagetkan adalah dia datang lagi sambil membawa meja dan kursi yang kemudian diikuti oleh teman-temannya yang lain. Masih perlu beberapa waktu lagi. Nilai Chan Doo belum juga sempurna. Akan tetapi, dukungan teman-temannya membuatnya mampu mencapai nilai sempurna itu.

Inti dari latihan ini bukanlah untuk mengajarkan Chan Doo bagaimana mengerjakan sola-soal matematika. Tapi lebih kepada pembuktian kalo dia bisa mengerjakan soal-soal metamatika itu. Setelahnya, Chan Doo menemui Baek Hyun untuk mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Hari berikutnya, Chan Doo belajar dengan energi baru, memecahkan soal-soal matematika di setiap kesempatan, waktu makan atau bahkan di kamar mandi. Dia bahkan menggumamkan soal matematika dalam tidurnya. Para guru sangat terkesan dengan usahanya, tapi juga merasa khawatir kalau Chan Doo akan melewati batas. Pada malam sebelum ujian, Pul Ip bangun dari tempat tidurnya di tengah malam dan menyelinap keluar. Baek Hyun yang juga terbangun, mengikutinya keluar, dan membuntutinya keluar halaman sekolah dan pulang ke rumah. Pul Ip membongkar semua barang-barangnya hingga menemukan sebuah video tua lalu kembali ke sekolah. Baek Hyun tetap bersembunyi hingga mereka tiba di gerbang sekolah yang ternyata sudah terkunci! Karena tidak ada jalan masuk yang lain, Baek Hyun menawari punggungnya agar bisa dijadikan pijakan oleh Pul Ip untuk bisa masuk ke dalam sekolah. Ho ho ho…

Pada pagi harinya. Guru-guru yang lain berkumpul untuk ikut menyaksikan sesi tes. Mereka merasa sangat khawatir pada ujian yang akan diberikan Seok Ho. Mereka berharap Chan Doo akan gagal mencapai target nilai di atas 80. Jika dia pergi ke Amerika, maka kelas khusus harus di bubarkan dan Seok Ho tidak akan jadi memberikan ujian pada para guru. Orang tua Chan Doo juga ada di dalam kelas untuk menyaksikan putranya ujian. Kelima siswa sebenarnya juga ikut ujian tapi perhatian terbesar ditunjukkan pada Chan Doo. Dia terlihat grogi. Tapi kemudian bisa menguasai dirinya setelah mengetahui bahwa soal-soal itu berdasarkan sebuah formula dasar dan yang harus dilakukannya adalah menemukan formula itu untuk memecahkan soalnya. Waktunya habis. Saatnya ujian Chan Doo dinilai. Dan saat nilainya diumumkan, Chan Doo hanya berhasil memperoleh nilai 79! Seok Ho kecewa. Anak-anak yang lain berteriak bahwa semua itu tidak adil. Tapi Seok Ho adalah orang yang punya prinsip keras dan dia berniat memnuhi janjinya pada ayah Chan Doo.

Tepat ketika orang tua Chan Doo bangkit, Pul Ip meminta waktu sebentar lagi. Dia meminta orang tua Chan Doo kembali duduk karena akan menunjukkan sebuah video pada mereka. Video itu menunjukkan suatu hari di sebuah taman kanak-kanak dan disana terlihat ayah Chan Doo sedang membacakan surat untuk putranya. Inti surat itu adalah betapa ayah dan ibu Chan Doo sangat menyayangi putra bungsunya melebihi kakak-kakak Chan Doo. Waktu kecil Chan Doo sering sakit-sakitan dan hal itu membuat mereka sangat khawatir. Dan hal yang diinginkan orang tua Chan Doo adalah dia dapat belajar dengan baik. Tapi, diatas itu semua, mereka paling ingin agar Chan Doo selalu sehat.

Pul Ip menjelaskan bahwa dia tumbuh tanpa pernah tahu kasih sayang seorang ayah dan menekankan bahwa Chan Doo telah tumbuh sesuai keinginan mereka – dia sehat, dia juga sudah belajar dengan giat – apakah dia tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua? Ayah Chan Doo tetap tak bergerak. Wajahnya masih keras. Lalu dia berkata bahwa dia sudah bekerja keras dan pergi. Chan Doo mengikuti orang tuanya dengan berat hati. Kawan-kawan Chan Doo menyaksikan keluarga itu berjalan meninggalkan sekolah, dan Baek Hyun tidak bisa lagi menahan rasa marahnya lalu berteriak pada mereka. Baek Hyun: “Hei, Hong Chan Doo! Apa kau akan pergi? Apa kau robot? Apa kau tidak punya otak? Baik, pergilah! Pergi, dan semoga hidupmu menyenangkan di Amerika!” Saat itulah ayah Chan Doo berhenti dan membisikkan sesuatu pada putranya lalu pergi, meninggalkan Chan Doo sendirian di belakangnya. Dia menengadah melihat teman-temannya. Wajahnya terlihat serius… tapi, Chan Doo tidak jadi pergi ke Amerika!!! Mereka semua saling berpelukan dan menyambut kembali Chan Doo di sisi mereka.

Seok Ho memberikan ujian pada para guru. Dia membagikan selembar kertas kosong pada mereka semua dan menyuruh mereka untuk membuat karangan dengan tema ‘sekolah’. Para guru merasa sedikit tenang sebab ujiannya tidak sesulit yang mereka duga sebelumnya. Jadilah mereka mengerjakannya dengan sembarangan. Dengan asal-asalan pula mereka mengumpulkan hasil karangan mereka lalu bersiap-siap pergi untuk merayakan berakhirnya tes itu. Tapi Seok Ho menghentikan mereka, membolak-balik hasil tes dan memberikan sebuah kesimpulan: mereka semua dipecat!

Sinopsis Master of Study – Episode 1-2

Cerita dimulai ketika Kang Seok Ho, seorang pengacara miskin dengan kantornya yang jelek, mendapatkan penggilan ke SMA Byeong Moon, sebuah sekolah yang memiliki catatan jelek dan siswa-siswa yang nggak bersemangat, karenanya sekolah itu sering dianggap sebagai ‘sampah’. Perusahaan yang menyokong sekolah tersebut, Byeong Moon Construction, baru saja dibeli oleh perusahaan besar lainnya, Wang Bong Construction, dan pemilik barunya sedang menanti buat mendapatkan pengesahan. Dengan reputasi jelek SMA Byeong Moon dan para siswanya yang nggak tahu diri, penduduk dekat sekolah saja ingin agar SMA Byeong Moon segera ditutup saja. Seok Ho diminta buat menangani urusan administratif. Pekerjaan itu sepertinya gampang buat Seok Ho apalagi ditambah dengan kenangan masa lalunya yang menyiksa di Byeong Moon menunjukkan kalo dia siap melihat sekolah itu ditutup.

Di ruang guru, Pengacara Kang mengumumkan pada semua guru jika rencana buat menutup SMA Byeong Moon bakal disampaikan di rapat sekolah besok. Hanya ada satu guru yang terganggu dengan berita ini, yaitu Han Soo Jung. Bu Guru Han sangat peduli pada para siswanya dan selalu mencoba menyatukan mereka di dalam kelas meski biasanya cara ini nggak berhasil. Dia memohon pada Seok Ho, mengatakan bahwa anak-anak nggak boleh dibiarkan terpencar-pencar ke tempat lain dimana mereka akan jatuh semakin dalam. Dengan sikap dingin, Seok Ho bilang kalo hal itu bukan urusannya.

Akan tetapi, semakin jauh Seok Ho berjalan melewati lorong-lorong sekolah dan melihat segala sesuatunya dengan mata kepala sendiri, dia menjadi semakin cemas. Dia juga mendengar dari teman pengacaranya kalo Wang Bong Group akan segera pindah ke sana begitu Byeong Moon lenyap – mereka akan membangun apartemen mewah dan mengubah keseluruhan tempat tersebut. Temannya itu meminta Seok Ho untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan cepat, tapi berita ini membuat Seok Ho berubah pikiran dan ingin menyelamatkan Byeong Moon.

SMA Byeong Moon punya direktur baru, Jang Ma Ri, yang ayahnya dulunya adalah kepala sekolah disana dan sekarang menjadi direktur Byeong Moon Construction. Akan tetapi, dia juga sedang koma di rumah sakit. Ma Ri ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat sebab dia nggak punya ketertarikan pada urusan pendidikan. Jadi ketika Seok Ho meminta waktu setahun untuk mengatur semuanya, Ma Ri menolaknya dengan tegas. Dia tidak ingin menunggu setahun lagi! Pekerjaan ini terlalu berat buatnya. Seok Ho menjelaskan masalahnya secara terperinci, memberitahu Ma Ri semua hal yang harus dilakukan. Itu sebuah pukulan besar. Ma Ri harus berurusan dengan banyak dokumen, tim auditor, akuntan pajak, tim evaluasi yang terdiri dari beberapa pengacara serta mengurus beberapa kontrak. Plus, dia akan dianggap sebagai administrator yang gagal. Sebagai gantinya, Seok Ho meminta pada Ma Ri untuk memberikan waktu setahun padanya. Dia akan membangun sekolah itu lagi. Ma Ri tertawa ketika Seok Ho mengumumkan bahwa dia akan mengubah keadaan SMA Byeong Moon dengan mengirim siswa-siswanya ke Universitas paling top di Korea, Cheonha University.

Diantara kelima temannya, Baek Hyun adalah yang paling sering menghilang dari kelas. Ketika para guru tahu Baek Hyun menghilang lagi, mereka hanya bisa mendesah sebab mereka tahun kesulitan hidup yang dipikul siswanya itu. Sekolah lain mungkin menerapkan disiplin yang ketat, tapi di Byeong Moon itu hanya wajah lain dari kehidupan. Hari ini Baek Hyun telat karena sibuk mencari tempat tinggal baru, meski begitu dia memberitahu kawan-kawannya kalo dia terlambat bangun.

Seok Ho meminta seorang siswa untuk membantunya di rapat dengan komite sekolah. Dia berhasil mendapatkan Pul Ip dengan bayaran 50.000 won. Para komite sekolah sama ragunya dengan Jang Ma Ri, menertawakan usulan Seok Ho yang menggelikan. Anak-anak di SMA Byeong Moon tidaklah cerdas. Masuk ke Cheonha bukan hanya khayalan tapi itu adalah hal yang benar-benar bodoh. Seok Ho melawannya dengan mengatakan kalo anak-anak orang kaya tidaklah pintar. Bukan uang mereka yang menjadikan mereka orang yang lebih baik – itu karena mereka punya kesempatan yang berbeda. Cara, bukan bakat yang melekat pada diri, mendapatkan hasil. Lebih jauh, karena mengirim satu siswa ke Cheonha bisa dilihat sebagai keberuntungan, dia berjanji akan mengirim lima. Para komite sekolah bertanya siapa yang akan dikirmnya, Seok Ho memperkenalkan Pul Ip: sekarang nilainya mungkin tidak bagus, tapi dia akan melatihnya untuk mengubah hal itu. Guru Soo Jung tidak tahan mendengar ide konyol Seok Ho dan menyerangnya, tapi dia tetap menjamin bahwa dia akan menacapai tujuannya. Setelah rapat itu, Seok Ho berusaha meyakinkan Pul Ip untuk bergabung dengannya. Pul Ip berpikir kalo Pengacara Kang itu gila, tapi dia mengatakan dengan tegas bahwa kalo Pul Ip melanjutkan hidupnya seperti ini dia akan menderita. “Kamu tidak bisa bermimpi karena kemampuanmu tidak sesuai. Aku akan membantumu mewujudkan impianmu.”

Ma Ri membuat Seok Ho memenuhi dua persyaratan. Pertama, dia punya waktu tiga hari untuk mngumpulkan lima orang siswa. Kedua, dia harus menaikkan nilai mereka pada ujian bulan juni. Jika gagal, dia harus meninggalkan sekolah itu. Seok Ho menandatangani perjaanjian itu meski dia meminta agar merahasiakan persyaratan yang kedua sementara waktu – itu hanya akan menambah beban anak-anak. Ma Ri kemudian mengumpulkan para siswa di auditorium untuk memperkenalkan guru baru yang akan mengajar di kelas khusus. Disanalah, Seok Ho mengambil alih podium untuk menghentikan keributan para siswa. Ketika dia berbicara, kata-katanya membuat mereka terdiam. Pertama-tama, Seok Ho menyebut anak-anak itu bodoh, suara-suara berubah menjadi cemoohan. Ucapan Seok Ho tadi membuat mereka marah tapi, dia berteriak pada para siswa itu untuk diam dan mendengarkan ucapannya.

Seok Ho: “Kalau kalian tetap seperti sekarang, maka kalian akan melanjutkan seluruh hidup kalian dibohongi oleh orang lain sampai kalian mati. Di masyarakat ada semacam aturan-aturan. Kalian harus hidup bersama aturan-aturan itu. Siapa yang kalian pikir membuat aturan itu? Orang-orang pintar. Hukum, sistem pendidikan, sistem perumahan, pajak, keuangan, sistem upah – orang-orang pintar membuatnya agar sesuai dengan selera mereka, untuk membuat hidup mereka nyaman. Tapi mereka membuatnya menjadi sulit bagi mereka yang kurang beruntung dan kurang pintar dari mereka bahkan untuk mengerti. Orang-orang pintar menggunakan aturan ini untuk menjalani hidup yang baik. Bagi idiot seperti kalian, orang bodoh yang berpikir memakai otak kalian merupakan sebuah pertentangan, kalian akan menjalani seluruh hidup kalian dipojokkan dan bahkan dilukai oleh orang-orang pintar itu dan pada akhirnya kalian akan tersingkir.”

Para siswa merasa tersinggung, namun tetap mendengarkan. Lalu salah seorang siswa berteriak: “Lalu apa solusimu?” Pidato Seok Ho yang berapi-api dapat menarik perhatian para siswa. Akan tetapi, jawaban yang diberikannya kemudian membuat semua itu terpecah: “Kalau kalian tidak ingin menjadi korban dari orang-orang pintar itu, kalau kalian tidak mau disakiti oleh mereka, hanya ada satu jalan: belajar!” Mendengar bahwa solusi ajaibnya adalah belajar dan kuliah di Universitas Cheonha, para siswa kembali melontarkan cemoohan. Sebuah bola basket terhempas ke podium dan mengenai papan dibelakang kepala Seok Ho. Kerumunan siswa terbelah saat Kang Seok Ho berhadapan dengan penantangnya. Adalah Baek Hyun yang menyindir: “Lalu, apakah kau kuliah di Universitas Cheonha? Apakah Cheonha menggajimu? Apakah kau benar-benar mencintai Cheonha?” Seok Ho menjawab tidak untuk semua pertanyaan itu. Dia tidak kuliah di Cheonha. Dia bahkan tidak menyukai Cheonha. Dia membenci orang-orang yang bersikap sombong karena mereka berasal dari Cheonha. Tapi para siswa memiliki kesempatan ini dan kuliah di Cheonha adalah jawaban untuk menaikkan kehidupan mereka yang menyedihkan. Baek Hyun tetap tidak terkesan. Dia menyampaikan sebuah kenyataan: setengah dari siswa yang bersekolah di Byeong Moon berasal dari keluarga bermasalah. Mereka harus bekerja sendiri, dan mereka terlalu sibuk bertahan hidup. Baek Hyun bilang bahwa dia akan gagal dan terhempas. Para siswa menyoraki Baek Hyun, terkesan.

Tidak terganggu dengan hal itu, Seok Ho melanjutkan pekerjaannya, membersihkan ruang kelas tua yang diberikan padanya. Ma Ri dan guru-guru yang lain yakin dia akan gagal mengumpulkan lima siswa dan meragukan keyakinan Seok Ho bahwa dia akan sukses. Soo Jung dengan enggan membantu Pengacara Kang bersih-bersih. Pada saat itu Pengacara Kang bertaruh dengan Soo Jung. Kalau dia berhasil mengumpulkan lima orang siswa, maka Han Soo Jung harus bersedia menjadi wakil wali kelas. Bu Guru Han setuju. Sekalipun meragukan kemampuan Kang Seok Ho, Han Soo Jung adalah satu-satunya guru yang ingin dia sukses, sebab kalau senadainya dia benar, maka hal itu akan bagus bagi sekolah dan para siswa. Seok Ho memulai proses rekrutmen dengan cepat, menargetkan beberapa siswa. Contohnya, dia beralih ke Baek Hyun setelah mengetahui kalau titik kelemahannya ada pada neneknya. Seok Ho menemui nenek dan mengatakan bahwa baek Hyun akan masuk kelas khusus dan belajar extra keras. Dia juga mendengar masalah rumah yang mengkhawatirkan nenek dan berusaha mencarikan solusi untuk masalah itu. Saat nenek menelpon cucunya untuk mengatakan betapa bangganya dia, Baek Hyun sadar dan marah karena Seok Ho ikut campur dalam kehidupannya.

Pul Ip pulang ke rumah dan menemukan bahwa istri dari kekasih ibunya datang dan menyebabkan kekacauan. Pul Ip turut bersedih untuk ibunya tapi di sisi lain dia tidak dapat menerima kalau ibunya berhubungan dengan pria yang sudah menikah. Ketika Seok Ho tiba, dia mengulangi ucapannya yang dulu bahwa Pul Ip harus mengubah tujuan hidupnya, kalau tidak dia akan menyesal nanti. Terakhir, Seok Ho menemui Baek Hyun malam itu dan memintanya sekali lagi untuk bergabung dengan kelas khusus dan menambahkan: ada cara bagi Baek Hyun agar tidak terusir dari rumahnya. Dia bisa melunasi hutang pemilik rumahnya dan mengambil alih rumah itu. Dia menyindir Seok Ho – dia tahu hal itu dan yang menjadi masalah utamanya adalah dia tidak punya uang untuk malakukan itu. Seok Ho mengatakan bahwa dia adalah seorang pengacara dan dia tahu bagaimana menangani masalah itu. Dia akan membantu tapi tidak gratis – Baek Hyun harus masuk kelas khusus. Dan lagi-lagi, Baek Hyun menolak. Dia tidak mau mendapatkan bantuan dari orang seperti Kang Seok Ho. Karena tidak ada pilihan lain, Baek Hyun akhirnya memutuskan berhenti sekolah dan bekerja. Malam itu, dia memikirkan lagi perkataan Seok Ho tapi, paginya dia tetap bekerja di sebuah bengkel mobil. Dia hampir berkata jujur pada neneknya – tapi tidak jadi ketika neneknya memberikan Baek Hyun sekotak makan siang. Seok Ho telah memberitahunya bahwa kelas khusus akan berlangsung sampai larut dan cucu kesayangannya tidak bisa pulang cepat.

Pada waktu makan siang, Baek Hyun membuka bekal makan siangnya dan menemukan secarik kertas di dalamnya. Pesan dari neneknya: “cucuku Baek Hyun, ibu yang lain akan membuatkanmu makan siang yang lebih enak dan lebih baik. Nenek minta maaf. Nasi itu seperti obat kuat. Makanlah yang banyak sehingga kau tetap sehat. Nenek mencintai cucunya.” Baek Hyun menangis membaca surat itu. Dia mengenang kembali masa kecilnya dimana sang nenek selalu ada di sampingnya. Makan siang Baek Hyun terhenti karena mendapat telpon dari Seok Ho yang memintanya datang untuk membantu nenek. Saat sampai di rumah dia terkejut melihat nenek menarik gerobak yang penuh barang-barang mereka di jalan tanjakan. Dia mulai berlari akan membantu nenek tapi Seok Ho menariknya. Kata Seok Ho, dia tidak mungkin muncul dihadapan nenek dengan baju mekanik. Nenek belum memberitahu cucunya kalau hari ini mereka harus pindah. Dia berencana untuk memindahkan barang-barang dulu baru kemudian memberitahu Baek Hyun. Nenek sudah memberitahu Pengacara Kang bahwa mereka akan tinggal di sebuah gosiwon, sejenis asrama yang biasa disewa oleh siswa miskin. Pilihan tempat tinggal yang buruk tapi nenek juga sudah mengatakan pada Seok Ho kalau gosiwon itu punya dapur jadi nenek tetap bisa memasakkan makan siang untuk cucunya. Beberapa saat berikutnya, Baek Hyun mengejutkan neneknya dengan mengambil alih gerobaknya. Baek Hyun yang sudah berpakain normal membuat sang nenek terkesiap dan meminta maaf bahwa dia tidak memberitahu Baek Hyun sebelumnya. Tapi dia berbicara dengan lembut pada nenek dan memintanya untuk naik ke atas gerobak sementara dia menarik gerobak itu pulang ke rumah dan mengatakan kalau mereka tidak harus pindah lagi. Nenek tidak bisa melihat ekspresi cucunya yang penuh konflik ketika mengatakan: “cucumu sudah mengetahui semuanya. Jadi jangan menganggapku sebagai anak kecil lagi.”

Baik Bong Goo dan Chan Doo terus memikirkan keinginan mereka untuk mengubah kehidupan mereka – haruskah mereka percaya pada perkataan guru dan masuk kelas khusus? Bong Goo berpikir lebih dalam bahwa semuanya akan baik-baik saja kalau mengatakan dia ada di kelas Cheonha. Itu akan menjadi sumber kebanggaan ketika berbicara dengan teman lamanya. Chan Doo memikirkan ayahnya dan bertanya-tanya apakah kelas khusus benar-benar bisa mengubah mereka menjadi lebih pintar. Bisakah sesungguhnya hal itu mengubah segala sesuatu di sekitar mereka?

Hari ini adalah hari terakhir bagi Seok Ho untuk mengumpulkan lima orang siswa. Guru-guru yang lain dengan senang menggembar-gemborkan kegagalan Seok Ho dengan mengatakan tidak seorang siswa pun di kelas mereka yang tertarik masuk kelas khusus. Saat Soo Jung bertanya pada siswa di kelasnya yang tertarik buat bergabung dengan kelas khusus, tak seorang pun berbicara. Bong Goo serta Chan Doo saling bertukar pandang, ingin bergabung tapi ketakutan di menit-menit akhir. Pul Ip juga bergumul dengan dilemma menit-menit terakhir. Dia melihat ke sekeliling, memikirkan ibunya yang sedih dan perkataan Seok Ho bahwa dia akan berakhir sama seperti ibunya. Akhirnya dia bangkit dan mengejutkan semua orang dengan mengatakan keinginannya untuk pindah kelas. Gerakan Pul Ip memberikan keberanian bagi Cahn Doo dan Bong Goo. Mereka saling tukar pandang dan berdiri bersamaan. Mereka mengikuti Pul Ip pindah ke kelas lain. Ma Ri dan guru-guru yang lain terlihat ketakutan dan tetap saja kelihatannya Seok Ho akan kalah. Dengan hanya waktu satu menit yang tersisa, dia hanya punya tiga siswa sedangkan peraturannya mengharuskan dia punya lima orang siswa. Para siswa yang bergabung sudah mulai ketakutan bahwa kelas khusus tidak akan pernah ada. Seok Ho pun mulai minta maaf pada mereka dengan mengatakan bahwa kelas khusus tidak akan terbentuk. Dan saat itulah Baek Hyun muncul dan mengatakan: “siapa yang bilang begitu?” Tepat ketika para guru akan mengatakan bahwa hanya ada empat siswa, sebuah kepala menyembul dari pintu dan langsung menggelayuti lengan Baek Hyun. Hyun Jung selalu menempel di sisinya tidak peduli apapun. Ma Ri menghilangkan kekecewaan para guru. Dia sudah terkepung tapi masih punya persyaratan yang kedua.

Seok Ho bergumam pada Baek Hyun bahwa dia akan mengurus masalah rumahnya. Baek Hyun menjawab bahwa dia akan segera melunasi hutangnya pada Kang Seok Ho. Tapi dia bersikap tidak terlalu meyakinkan dan menambahkan bahwa dia ikut kelas khusus karena tidak punya pilihan lain. Bukan karena dia percaya bahwa guru akan sukses. Seok Ho menjawab: “Baiklah, tapi dalam setahun kau akan menuju universitas Cheonha!” Dia pun menyambut para siswa itu ke kelas barunya dan menerangkan paraturannya: pertama, mereka harus mengikuti apapun yang dikatakannya. Kedua, sampai hari dimana mereka diterima di Cheonha, mereka tidak boleh pergi. Begitulah kelas baru dimulai.

Master of Study: Final Touch

Terus terang saja, Master of Study menurut saya adalah serial drama paling inspirasional. Disini, belajar itu menjadi sesuatu yang sakral. Selain itu, Master of Study juga didukung oleh karakter yang pasti bakal sulit dilupakan penontonnya. Mereka semua punya ciri khas tersendiri dan saling melengkapi.

Kang Seok Ho (diperankan Kim Soo Ro)
Seorang pengacara miskin tapi niatnya besar banget buat menyelamatkan SMA Byeong Mun. Dulunya, sebelum mencapai karir sebagai pengacara, Kang Seok Ho juga sama seperti kelima siswa yang masuk kelas khusus: bodoh! Yang bikin tambah parah adalah semasa SMA, Kang Seok Ho suka sekali berkelahi. Bagi yang udah nonton Master of Study, pasti ngerasa kalo Kang Seok Ho kaku, tapi juga tegas, galak, berwibawa, dan pintar mengatur kelas khusus selain pintar membaca pikiran para siswa kelas khusus. Satu lagi, Kang Seok juga punya perhatian khusus pada Bu Guru Han. Sebab, Bu Guru Han mengingatkannya pada seorang guru di masa SMA-nya. Bahkan, Pengacara Kang menolak Jang Ma Ri, ketua yayasan, yang terang-terangan menyukainya. Asal tahu aja, Kang Seok Ho adalah alumni SMA Byeong Mun!

Han Soo Jung (diperankan Bae Doo Na)
Inilah sosok ibu guru impian. Han Soo Jung adalah guru bahasa Inggris yang baik. Ibu Han mengerti bagaimana siswanya dan peduli pada mereka. Meski, kadang-kadang hal ini membuatnya dengan sangat mudah dibohongi Baek Hyun. Han Soo Jung juga sama seperti Kang Seok Ho yang menentang penjualan SMA Byeong Mun. Pada awalnya, Pengacara Kang cuek terhadap masalah penjualan itu. Tapi, Bu Guru Han-lah yang mengetuk hati nurani Kang Seok Ho. Sikap Pengacara Kang yang kaku, tegang, dan tegas dapat diseimbangkan oleh Han Soo Jung yang lembut dan hangat.

Jang Ma Ri (diperankan Oh Yeon Ah)
Ketua Yayasan ini memang terkesan jutek pada awalnya. Keinginannya buat menjual SMA Byeong Mun menggebu-gebu banget. Tapi, ketika Pengacara Kang bilang kalo urusan penjualan ini bakal rumit, Jang Ma Ri menyetujui usulan Kang Seok Ho buat menyelamatkan SMA Byeong Mun dengan membentuk kelas khusus. Jadi ketahuan kan plin-plannya!? Jang Ma Ri juga baik banget lho. Pengacara Kang bahkan mengakui hal ini. Jang Ma Ri menolak tawaran Ayah Hong Chan Doo yang ingin membeli SMA Byeong Mun. Ma Ri tersentuh melihat betapa senangnya anak-anak kelas khusus yang merayakan hasil ujian mereka yang bagus!

Hwang Baek Hyun (diperankan Yoo Seung Ho)
Pada awalnya, Baek Hyun terkesan sedikit egois. Tapi, cuma karena dia merasa tertekan. Hidupnya miskin. Dia juga kasihan melihat neneknya yang sudah tua terus bekerja buat membantu keperluan mereka. Karena itulah, Baek Hyun juga sibuk kerja sampingan buat meringankan beban neneknya. Dia jadi sering bolos dan membohongi Bu Guru Han. Baek Hyun juga pemarah. Dia nggak pernah bisa percaya pada Kang Seok Ho yang bisa membuatnya jadi orang pintar. Akan tetapi, pada akhirnya terungkap juga bagaimana Baek Hyun sebenarya. Dia mirip banget sama Kang Seok Ho semasa muda.

Gil Pul Ip (diperankan Go Ah Sung)
Gil Pul Ip adalah gambaran siswa yang menderita karena ibunya mencintai dan selalu bersenang-senang bareng pria yang sudah beristri. Ayahnya meninggal sewaktu dia masih kecil. Pul Ip sebenarnya siswa yang punya niat paling besar buat belajar. Dia juga yang selalu menentang Baek Hyun, kalo cowok itu ngajakin bolos. Disamping itu, demi sahabatnya Hyun Jung, dia rela membohongi diri sendiri dengan bilang pada sahabatnya itu kalo dia hanya menganggap Baek Hyun sebagai teman. Padahal sebenarnya lebih dari itu. Saya paling suka Pul Ip.

Hong Chan Doo (diperankan Lee Hyun Woo)
Hong Chan Doo selalu dikekang oleh ayahnya. Sebab, ayahnya malu punya anak bodoh dan bahkan berencana mengirim Chan Doo ke Amerika. Alasan inilah yang bikin Chan Doo semangat masuk ke kelas khusus. Dia pengen membuktikan pada ayahnya kalo dia nggak bodoh!

Na Hyun Jung (diperankan Park Ji Yeon)
Hyun Jung adalah anak terbuang. Kedua orang tuanya menikah lagi. Sudah sejak kecil dia hidup sendiri di apartemen mewahnya. Na Hyun Jung ini suka pada Baek Hyun dan sering memanggilnya dengan sebutan “suami-ku”. Hyun Jung masuk kelas khusus juga karena mengekor Baek Hyun.

Oh Bong Goo (diperankan Lee Chan Ho)
Bong Goo sering mengantuk kalo sedang belajar. Dia nggak juga percaya pada kemampuannya sendiri. Bong Goo tetap belajar dengan giat meski dia punya keyakinan kalo dia nggak akan mampu melakukan apapun karena otak-nya bodoh. Pada akhirnya Bong Goo sukses juga kok. Karena siapa lagi kalo bukan Kang Seok Ho! Cita-cita Bong Goo adalah menjadi dokter hewan.

Kesimpulan:
Drama ini wajib ditonton sama yang mau UN. Eh, tapi nggak juga. Semua orang wajib menonton drama ini. Soalnya, belajar menurut Kang Seok Ho adalah memahami kehidupan dan diri kita sendiri. Inti dari belajar adalah mengetahui apa yang kita inginkan dan melakukannya dengan sepenuh hati. Belajar adalah penemuan siapa diri kita dan juga orang lain sebenarnya.

Saya puas banget sama ending Master of Study. Baek Hyun, Pul Ip, dan Bong Goo lulus di Cheonha University. Lalu, meskipun Hyun Jung dan Chan Doo nggak lulus, mereka tetap bersemangat untuk melanjutkan hidupnya. Chan Doo dengan break dance-nya dan Hyun Jung dengan kurusus melukisnya. Hyun Jung bahkan berjanji kalo tahun selanjutnya dia pasti bisa masuk Cheonha. Sip! Gitu dunks!!!

Baek Hyun membuat keputusan besar pada episode terakhir Master of Study (episode 16). Dia batal masuk Cheonha. Dia memilih mewujudkan impian masa kecil-nya dengan masuk universitas pilihannya sejak kecil. Kang Seok Ho nggak marah. Karena hal kayak gini adalah inti dari pelajaran yang selama ini dia dan guru-guru lain berikan.

Drama ini ditutup dengan kembalinya Kang Seok Ho ke asal (menjadi pengacara). Yang paling mengejutkan adalah Ma Ri yang berubah ganas dan menargetkan agar para siswa SMA Byeong Mun harus bisa masuk Cheonha. Meski sudah pergi, tapi Pengacara Kang meyakinkan kalo Bu Guru Han pasti bisa membimbing para siswa mencapai sukses. Dia berjanji apabila Han Soo Jung biasa membawa 10 siswa masuk Cheonha tahun depan, Pengacar Kang pasti bakal datang padanya lagi. Dan Bu Guru Han jelas-jelas menyangggupi hal itu tapi dengan caranya sendiri yaitu mengajar para siswa dengan lembut dan hangat!

Master of Study – Great Collaboration between Kim Chun Chu and Young Kim Yushin

Serial drama yang bakal saya ulas di bawah ini cukup spesial. Kenapa? Karena serial Master of Study ini dibintangi oleh Kim Chun Chu dan Kim Yushin muda. What??? Eh-he, maksudnya dibintangi sama aktor yang dulu berhasil memukau kita semua lewat perannya sebagai Chun Chu dan Yushin muda. Mereka adalah Yoo Seung Ho dan Lee Hyun Woo. Let’s check it out!

Judul: Gongbueui Shin/Master of Study/God of Study/Lord of Studying
Genre: Komedi romantis
Episode: 16
Masa Tayang: 4 Januari – 23 Pebruari 2010 on KBS2
Sutradara: Yoo Hyun Ki
Penulis Naskah: Yoon Kyung Ah

Sinopsis:
Serial Master of Study adalah adaptasi dari serial tv Jepang dengan judul Dragon Zakura. Master of Study berkisah tentang Kang Seok Ho, seorang mantan pengacara yang diminta buat menangani sebuah sekolah yang hampir tutup. Setelah melihat kondisi sekolah itu (yang bernama SMA Byeong Mun), Seok Ho tergerak hatinya untuk menyelamatkan sekolah tersebut.

Nggak main-main, Seok Ho memulai rencana besarnya dengan membuat sebuah kelas khusus diamana para siswa yang masuk kelas ini bakal dipersiapkan untuk masuk Universitas Cheonha. Harapannya adalah agar lebih banyak siswa yang mendaftar ke Byeong Mun tiap tahunnya bila melihat lulusannya yang diterima di Cheonha.

Kelas khusus yang dibuat Seok Ho itu dihuni oleh 5 siswa paling malas di SMA Byeong Mun yaitu Hwang Baek Hyun, Gil Pul Ip, Na Hyun Jung, Hong Chan Doo, dan Oh Bong Goo.

Yoo Seung Ho

Seok Ho berkejaran dengan waktu mengajar kelima siswa malas itu untuk menjadikan mereka kandidat yang pas dan diterima di Universitas impian. Sementara di waktu yang bersamaan, para kreditor mendatangi rumah Baek Hyun, salah satu dari kelima siswa pemalas tadi. Karena tahu muridnya itu memiliki keinginan belajar yang besar, Seok Ho berusaha keras untuk menyelamatnya keluarga Baek Hyun.

Lee Hyun Woo

Seok Ho selalu menekankan betapa pentingnya belajar pada Baek Hyun. Salah satu hal yang sering dikatakannya pada Baek Hyun adalah ‘kalo kamu tidak ingin direndahkan oleh orang lain, yang hanya bisa kamu lakukan adalah belajar, belajar, dan belajar!’

The Cast of Master of Study:
Kim Soo Ro as Kang Seok Ho
Bae Doo Na as Han Soo Jung
Oh Yoon Ah as Jang Ma Ri
Yoo Seung Ho as Hwang Baek Hyun
Park Ji Yeon as Na Hyun Jung
Go Ah Sung as Gil Pul Ip
Lee Hyun Woo as Hong Chan Doo
Lee Chan Ho as Oh Bong Goo
Byun Hee Bong as Cha Ki Bong
Lee Byung Joon as Anthony Yang
Im Ji Eun as Lee Eun Yoo
Go Ju Yun as Lee Ye Ji
Shim Hyung Tak as Jang Young Shik
Park Chil Yong as Ha Sang Kil
Lee Dal Hyung as Park Kwi Nam
Im Sung Min as Bae Young Sook
Kim Young Ok as Lee Boon Yi
Bang Eun Hee as Han Ae Shim
Kim Ha Kyoon as Oh Dal Shik
Park Chul Ho as Hong Choong Shik
Koo Hye Ryung as Hwang Geum Joo
Kang Yi Seul as Kim Jung Hee
Park Hwi Soon as Sa Do Chul
T-ara (cameo)
Hong Il Kwon

sumber: dramawiki & hancinema