Arsip

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 16 – Final

Mu-gyul mendapatkan jawabannya dan beranjak pergi tanpa menoleh lagi. Mary setelah itu mendapat telpon kalau Jung-in sadar. Mary masuk dan Jung-in memandanginya dengan lembut. Selagi, Mu-gyul pulang dan membersihkan studionya dari benda2 milik Mary dan tirai yang membagi tempat tidur mereka, Jung-in membicara pernikahan itu dengan ayahnya. Jung-in berkata, “Ayah, apa pernikahan ini harus dilakukan? Aku mencintai Mary dengan tulus. Jadi aku ingin dia bahagia. Tapi jika dia menikahiku seperti ini, dia tidak akan pernah bahagia.”

Ayah berpikir kalau setelah pernikahan itu akan ada banyak waktu bagi Mary untuk berpikir. Jung-in bertanya apakah ayah mencoba membuat dirinya lebih tidak beruntung dari dirinya. Dia menuduh ayah mencintai wanita lain selama 30 tahun. Jung-in: “Pasti berat buatmu. Tapi lebih berat buatku, dan ibu, yang berada di sampingmu.”

Masuk akal sekali, kenapa Jung-in meleaspakan Mary begitu cepat meski dia mencintainya. Ini karena dia menghabiskan seluruh hidupnya mencintai ayahnya, dan melihat ibunya mencintai ayahnya sementara ayahnya malah mencintai wanita lain. Untuk menjalani hidup seperti itu, bakal jadi beban buatnya. Jung-in meminta ayahnya untuk mempertimbangkan pernikahan itu sekali lagi, yang ditolak oleh ayahnya.

Mu-gyul mengemasi seluruh barang2 Mary dengan berat hati. Tapi Mary datang sambil berlari, dengan nafas hampir habis. Mary berkata, “Ini jawabanku, bodoh.” Mu-gyul mendesah ketika dia memeluk Mary dengan erat. Dia mengucapkan terima kasih karena Mary sudah datang. Jung-seok merenung beberapa saat lalu memutuskan untuk mempercepat pernikahan itu. Bahkan, ayah Mary bertanya-tanya apa yang terjadi pada Jung-seok, karena ini kelihatannya terlalu cepat untuk kondisi kesehatan Jung-in dan pikiran Mary.

Setelah mereka kembali bersatu, Mu-gyul mendapat telpon dari Jung-in yang meminta untuk bertemu mengenai masalah Mary. Mu-gyul menuju ke rumah sakit dan Jung-in mengatakan kalau pernikahannya masih tetap berjalan. Mu-gyul mengatakan kalau kata2 Jung-in tidak cocok dan Jung-in mengatakan kalau dia jujur, antar pria. Mu-gyul pergi dan Jung-in mengatakan kalau Mu-gyul akan melihat pada waktunya nanti.

Mary mendapat telpon untuk pulang ke rumah untuk membicarakan persiapan pernikahan dengan ayah dan Mary juga menurut saja, terlalu kalah untuk melawan lagi. Ayah dengan tenang mengatakan pada Mary kalau dia melakukan ini bukan karena kekayaan Jung-in, tapi karena ibu Mary menikahi ayah Mary karena cinta dan berakhir dengan takdir yang begitu miris. Ayah mengatakan kalau memulai cinta sangat mudah, tapi mempertahankannya dan menjaganya adalah bagian yang tersulit. Ayah mengatakan yang dia pedulikan hanyalah kebahagiaan Mary.

Mary mengirim sms pada Mu-gyul malam itu, meminta Mu-gyul untuk menunggu 3 hari lagi sampai Mary mengakhiri semuanya dengan Jung-in. Mu-gyul setuju dan mereka berencana untuk bertemu pada hari ketiga. Hari itu tiba, yang tentu saja adalah hari pernikahan Mary dan Jung-in. Baik Mary dan Jung-in bersiap-siap dengan wajah tenang dan Mary mengirim sms pada Mu-gyul untuk menunggunya. Mu-gyul mengambil gitarnya dan memainkan sebuah lagu baru di taman, menunggu Mary.

Sedangkan, pernikahan itu dimulai dan para tamu mulai datang. Seo-jun tiba dan menyapa Jung-in, lalu menelpon Leo untuk bertanya kenapa mereka tidak disini sebagai teman Mary. Ini berita besar buat semua orang bahwa Mary akan meneruskan pernikahannya, jadi mereka bergegas untuk menemukan Mu-gyul dan menyuruh Mu-gyul pergi mengacaukan pernikahan itu dan mendapatkan Mary kembali.

Mu-gyul berlari seperti angin dan mendapati Jung-in dan Mary sedang berdiri di depan altar. Meski dia berlari kesana untuk menghentikan pernikahan itu, dia memandang satu kali Mary yang mengenakan gaun pengantin, tersenyum pada Jung-in lalu menangis. Mu-gyul berbalik dan pergi, tepat saat teman2nya sampai di tempat itu.

Jadi Mu-gyul pergi, dan teman2nya tiba tepat waktu untuk mendengarkan alasan utama pernikahan itu: sesuai dengan keinginan para ayah. Jung-in mengumumkan kalau dia akan mencintai Mary selamanya tapi dia tidak akan menikahi Mary, karena pernikahan ini adalah sesuatu yang direncanakan oleh kedua keluarga mereka dan mereka tidak ingin menjadi suami istri. Mary meminta maaf pada ayahnya dan mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk menjaga cinta yang telah mereka pilih.

Teman2 mereka berdiri disana dan malah memanggil Mary ketimbang Mu-gyul, meminta Mary untuk mencari Mu-gyul. Mary tahu kalau Mu-gyul ternyata disana dan bergegas mencarinya. Sedangkan, Mu-gyul pulang ke rumah, menangis karena kehilangan Mary. Dan Seo-jun datang untuk mengatakan pada Mu-gyul yang muram bahwa dia seharusnya diam di pernikahan itu cukup lama untuk melihat Mary dan Jung-in keluar dan bahkan menandatangani surat cerai untuk mengakhiri itu semua.

Mu-gyul menegakkan kepalanya dan pergi keluar. Sedangkan di tempat lain, Jung-in meminta maaf pada ayahnya karena bertindak sejauh itu tapi juga mengatakan bahwa itu adalah satu2nya cara untuk menghentikan ayahnya yang memaksakan pernikahan itu sampai akhir. Jung-in menambahkan, karena dia mencintai Mary, dia tidak bisa menikahinya karena cinta ayah pada ibu Mary.

Ayah Mary masuk dan mendengarkan percakapan ini, sadar untuk pertama kalinya kenapa Jung-seok memaksakan pernikahan ini. Dia mengatakan kalau ini salah lalu pergi, merasa jijik pada Jung-seok. Mu-gyul berlari dan berlari hingga tiba di taman, dimana dia menemukan Mary berjongkok dan menunggunya. Mu-gyul berlari sambil memanggil nama Mary dan Mary menangis ketika dia bertanya kenapa Mu-gyul lama sekali. Mary berkata, “Aku mengakhiri segalanya dengan Jung-in dan datang kemari. Tapi kau tidak disini. Aku takut sekali.”

Mu-gyul meminta maaf dan memeluk Mary, meminta maaf karena tidak memercayainya dan dirinya sendiri. Kembali ke rumah, mereka kembali berbaikan dan Mary memberitahu Mu-gyul tentang satu hal lain yang tertinggal: dia dan Jung-in menandatangani surat cerai di rumah sakit. Mu-gyul tersenyum ketimbang menanyai Mary apakah dia sudah gila dan memberikan kalung anak kucing pada Mary yang sudah dia bawa sejak natal. Mary mencium pipi Mu-gyul. Dia berkata, “Ini anak kucing? Apa ini kau?”

Jung-in ditendang ke jalanan oleh ayahnya. Dia sudah mengaharpkan ini dan berencana untuk menjalani hidupnya sendiri. Dia bertemu dengan Mary untuk menyempurnakan perceraian itu dan berpisah. Mary mengucapkan terima kasih pada Jung-in atas segalanya dan Jung-in bertanya bagaimana jadinya kalau mereka bertemu dengan cara yang lebih normal. Mary senang bahwa semuanya bisa kembali seperti di awal, yang tentu saja tidak buat Jung-in sebab dia jatuh cinta pada Mary. Jung-in memperhatikan Mary ketika dia beranjak pergi.

Mary bertemu dengan ayah, yang awalnya protes tapi akhirnya mengerti setelah melihat betapa gilanya Jung-seok. Dia tidak mengatakan kalau ayah Jung-in jatuh cinta pada ibunya, tapi dia memberitahu Mary kalau Jung-in ditendang ke jalanan. Mary menelpon Mu-gyul dan khawatir kalau Jung-in kena masalah lagi karena dirinya. Mu-gyul tertawa dan bercanda kalau Mary mengkhawatirkan suami pertamanya dihadapan suami keduanya.

Jung-in mencoba tidur di sofa di kantornya, yang benar2 tidak nyaman. Dia bolak-balik dan akhirnya menyerah. Solusinya? Dia menuju rumah Mu-gyul dan menjatuhkan kopernya disana. Jung-in mengumumkan kalau dia akan tinggal disana selama beberapa saat dan mengumumkan kalau dia ingin mengeluarkan single untuk lagu Mu-gyul. Mu-gyul hanya melihat dengan aneh dan tertawa waktu mendengar Jung-in mengatakan kalau dia akan tinggal di rumahnya.

Mu-gyul memberi Jung-in selimut untuk tidur di sofa tapi Jung-in mengatakan kalau dia hanya bisa tidur di tempat tidur. Mu-gyul mengatakan kalau hanya ada satu tempat tidur. Jung-in menyarankan kalau mereka membagi saja tempat tidur itu dengan tirai. Mu-gyul menarik tangan Jung-in dan mengatakan agar Jung-in mengikuti peraturan di rumahnya (Jung-in pernah bilang gini ke Mu-gyul). Jung-in mengenali kalimat itu dan dengan patuh pergi ke sofa.

Mereka pun menjalani kehidupan bersama. Mereka mengalami apa yang pasangan alami seperti bertengkar dan waktu Jung-in dan Mu-gyul berada di van Mu-gyul dalam perjalanan pulang, Mu-gyul teridur di bahu Jung-in. Awalnya Jung-in kaget tapi berikutnya dia sudah mulai membiasakan diri. Mu-gyul bangun dan mengacaukan segalanya serta membuat semuanya jadi menegang. Mereka tiba di rumah dan disambut oleh Mary yang sudah mempersiapkan makan malam. Mary tahu kalau Jung-in tinggal di tempat Mu-gyul dan Mu-gyul memandanginya dengan tidak senang waktu Mary menjamu Jung-in dengan ramah.

Mary melihat Mu-gyul di tv dan mengatakan kalau dia terlalu kurus. Mary, “Itu dia. Aku harus menangkap seekor ayam!” Mary membuat sup ayam untuk makan malam mereka dan Jung-in iri pada potongan ayam Mu-gyul yang lebih besar. Jung-in berikutnya mendapat telpon kalau Wonderful Day akhirnya mendapatkan posisi yang aman uang untuk modalnya. Mereka semua tersenyum dan Jung-in serta Mu-gyul berjabat tangan. Sekali lagi, Mary dan Jung-in mengurus perceraian mereka. Di rumah, mereka menyiapkan pesta perayaan perceraian mereka dengan meniup kue Happy Divorce mereka. Aneh!

Satu tahun kemudian, Mary telah menjadi penulis terkenal dan Jung-in datang untuk menemuinya. Jung-in kembali bertemu dengan ayahnya dan sepertinya masalah diantara mereka sudah ditangani. Selagi berjalan, seorang pria datang dan menyapa noona dan sunbae lalu bertanya siapa pria ini. Mary mengenalkan kalau pria itu adalah suami pertamanya dan pria itu berteriak, tapi memutuskan tidak peduli sebab dia sudah menulis lagu untuknya. Mary tertawa kalau dia sudah mendapat banyak lagu dan Jung-in mengatakan kalau Mary cenderung tertarik pada musisi.

Mary menemui Mu-gyul, yang seperti biasa main musik di taman. Dalam voice over, Mary mengatakan kalau dia dan Mu-gyul sama. Mereka putus 12 kali dan berkencan untuk yang ketiga belas kalinya. Di rumah, Mary mengeluh kalau studio terasa hangat sekarang. Dia berkata kalau tempat ini lebih baik kalau dingin jadi mereka bisa saling menghangatkan. Mu-gyul tersenyum.

Seo-jun tetap seperti biasa dan melanjutkan langkahnya sebagai aktris. Mary dan Mu-gyul berjalan bersama, bahagia dalam cinta mereka. Mary: “Dalam bentuk berbagai persimpangan, dalam kebeliaan usia kami, kami memilih jalan lain.”

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 15

Setelah tertangkap basah berpelukan dengan Jung-in, Mary mengejar Mu-gyul keluar rumah untuk menjelaskan bahwa dia disini untuk mengakhiri pernikahan palsu antara dirinya dan Jung-in demi kebaikan semuanya. Mu-gyul menjawab bahwa pelukan mereka jelas terlihat kalau mereka tidak ingin mengakhiri apapun lalu pergi dengan marah. Jadi Mary kembali ke studio. Teman2 Mary mengundang Mary untuk mengadakan pesta natal tapi Mary sedang tidak mood jadi dia menolaknya.

Teman2nya memperhatikan suara lemas Mary dan menebak kalau pasangan itu sedang mengalami pertengkaran kecil. Mu-gyul merenung selama perjalanan pulangnya dalam bus, mengabaikan penumpang lain yang mengenalinya dari penampilan terakhirnya dan mengambil fotonya dengan hp. Ketika Mu-gyul tiba di studio, dia benar2 tidak mau berurusan dengan Mary, mengabaikan usaha Mary untuk menjernihkan suasana.

Mu-gyul mengatakan pada Mary bahwa hal tersulit adalah mengubah dirinya secara drastic – tapi karena Mary dia sanggup menahan malu karena mengubah gaya musiknya dan berdiri di atas panggung. Mu-gyul ingin jawaban jujur Mary tentang apa arti Jung-in baginya; sambil menggelengkan kepalanya, Mu-gyul melihat Mary hari ini seperti orang asing. Karena tidak mampu dan tidak mau menyelesaikan masalah mereka malam ini, Mu-gyul meminta waktu untuk sendirian dan Mary pergi dengan patah hati.

Setelah melihat ayah Mary mengerjakan setumpuk undangan pernikahan, ibu Mu-gyul bergegas ke studio untuk menyatakan kekecwaannya pada Mary ke Mu-gyul, yang tidak ingin mendengarnya. Mu-gyul mendesah kalau Mary bukan gadis semacam itu, jadi ibu menunjukkan undangannya untuk membuktikan penjelasannya, berkata kalau pernikahan tidak bisa terjadi tanpa ijin dari pengantin wanita. Mu-gyul meminta ibu untuk pindah dari tempat ayah Mary karena Mu-gyul telah mengembalikan cincinnya dan ibu tidak lagi menjadi tawanan. Ibu dengan gembira menelpon ayah Mary untuk memberitahu hal itu dan menuduhnya telah menjual putrinya kepada keluarga kaya.

Karena diusir dari studio untuk sementara waktu, Mary pulang ke rumah ayahnya. Mary hanya mengatakan kalau dia ada disini karena merindukan ayahnya tapi saat ayah bertanya soal Jung-in, Mary mengaku kalau dia minta cerai. Ayah kaget dan menekan Mary untuk minta maaf. Menebak kalau sikap Mary ini karena seorang playboy, maka ayah merogoh hp-nya untuk menelpon Mu-gyul, tapi Mary malah protes. Sambil menahan air mata, Mary mengatakan kalau ini bukan tentang Mu-gyul – hari ini sangat buruk dan dia tidak ingin bertengkar dengan ayahnya.

Untuk drama Jung-in: setelah penampilan Mu-gyul dalam showcase itu, perjalanan tim drama Wonderful Day menjadi lancar. Jung-in menyarankan workshop perusahaan di tempat yang memiliki panorama indah. Mu-gyul masuk ke kantor Jung-in dengan tatapan kesal dan menuduhnya telah merencanakan ini dari awal – bahwa dia merencanakan untuk memaksa Mary menikahinya. Jung-in meminta Mu-gyul untuk tidak salah mengerti kejadian kemarin, karena Mary datang atas permintaannya. Kemudian, Jung-in menyerahkan jadwal Mu-gyul untuk acara selanjutnya. Yang mengejutkan, Mu-gyul mengatakan dia berhenti bekerja sama dengan Jung-in.

Mary bertanya pada ayahnya apakah ayah benar2 ingin dia menikah dengan Jung-in. Ayah menjamin bahwa tidak ada ayah yang tidak ingin melihat anaknya menikah dengan orang kaya dan mengumumkan bahwa, ‘Aku tidak menginginkan apapun selain kebahagiaanmu.’ Juga, ‘cinta dan kenyataan adalah hal yang berbeda.’ Mary mencari ketenangan di toko buku tapi malah Jung-in yang datang mengunjunginya kesana. Ketimbang membuat kehadirannya diketahui, Jung-in duduk satu rak lebih jauh dan menunggu sampai Mary memperhatikan.

Mary melihat Jun-in sekilas tepat saat itulah, Jung-in mendapat telpon kalau Mu-gyul tidak muncul dalam sebuah acara – setelah menyebut nama itu, Mary mulai memperhatikan. Mengira kalau Mu-gyul tidak mungkin pergi jauh, Jung-in mulai mencari bintangnya itu. Mu-gyul saat ini sedang sibuk membuktikan betapa nge-rock-nya dirinya, memainkan gitar dengan kencang sedangkan teman2nya menutup telinga dan khawatir pada keadaan mental Mu-gyul. Mereka tahu kalau di saat seperti ini sebaiknya tidak mengganggu Mu-gyul, tapi Jung-in datang dan mencabut kabel gitar itu.

Mu-gyul mendelik dan beranjak pergi. Jung-in bertanya apa Mu-gyul memang tidak bertanggung jawab seperti ini dan apakah Mu-gyul ingin meninggalkan karirnya seperti ini. Mu-gyul menjawab kalau dia tidak akan bekerja sama dengan Jung-in. Jadi Jung-in menjawab, “Mengabaikan janjimu dan melakukan apapun yang kau sukai pastilah hal yang dilakukan para rocker. Betapa kerennya. Jika pria yang Mary sukai hanya seperti ini, aku rasa aku masih punya kesempatan.”

Jung-in menambahkan kalau dia tidak bisa melepaskan Mary ke pria seperti Mu-gyul. Hal ini membuat Mu-gyul geram. Jung-in mengatakan kalau Mu-gyul ingin melihat dirinya berhenti mengejar Mary, Mu-gyul harus memperhatikan caranya bersikap. Teman2 band Mu-gyul mencoba untuk menengahi. Mereka menelpon Mu-gyul dengan mengatakan hal bohong bahwa salah satu anggota band mereka sudah menemukan pekerjaan yang tidak nge-rock.

Di sisi lain, teman2 Mary menelpon Mary: So-ra berpura-pura menangis sedangkan Ji-hye mengatakan kalau So-ra baru saja mengalami putus cinta yang menyakitkan. Kebohongan ini berhasil membuat Mu-gyul dan Mary bertemu di tempat yang sama, dan Mu-gyul adalah yang pertama tiba ketika anak2 mempersiapkan lilin berbentuk hati serta musik romantis. Mu-gyul berbalik dan malah bertemu dengan Mary, yang terlihat sangat bahagia.

Masih marah, Mu-gyul melakukan pendekatan kejam dengan bersikap seolah-olah tidak mengerti apa yang Mary bicarakan. Mu-gyul pergi, mengabaikan panggilan teman2nya yang keluar dari tempat persembunyian mereka. Dia kembali ke rumah, masih marah, dan menerima telpon dari Seo-jun, yang Mu-gyul ajak minum. Seo-jun merasakan ada yang aneh antara Mu-gyul dan Jung-in hari ini dan mengatakan agar Mu-gyul tidak melakukan itu pada orang yang sudah memberinya kesempatan bagus untuk debut. Mu-gyul marah mendengar perkataan Seo-jun, tidak ingin mengakui bantuan Jun-in. Seo-jun tidak terkesan, “Betapa piciknya kau, Kang Mu-gyul.”

Persiapan pernikahan dilakukan di bawah pengawasan presiden Jung, sedangkan Jung-in mempersiapkan workshop dramanya. Saat hari workshop Mary tiba dengan bus sebagai pegawai perusahaan. Mary disapa dengan dingin oleh dua pegawai, sebab tahu dia akan menikah dengan Jung-in padahal dulunya mereka berpikir Mary berkencan dengan Mu-gyul. Tidak nyaman dengan kenyataan itu, Mary memutuskan untuk pergi. Akan tetapi, dia bertemu dengan teman2nya, yang tiba untuk ikut bersenang2 karena sudah diundang oleh Jung-in.

Para pegawai memaksa Jung-in duduk dekat dengan Mary dan mereka berdua pun melewati jam2 yang sangat aneh. Tapi selama perjalanan, kepala Jung-in menunduk dan dia menyandarkan kepalanya di bahu Mary. Dengan lembut, Mary memindahkan kepala Jung-in tapi Jung-in kembali bersandar. Kali ini bahkan lebih dekat. Mu-gyul duduk dengan hati muram di rumah ketika akhirnya dia mendapat telpon dari Seo-jun yang menyarankan agar dia bergabung ke workshop itu. Seo-jun mengatakan kalau Mary juga ikut tapi Mu-gyul sama sekali tidak peduli dan menolak ajakan itu.

Saat retreat di gunung, Jung-in menuntun para pegawainya ke arah kesuksesan. Mary memisahkan dirinya dari kelompok itu dan Seo-jun malah mendekatinya. Tapi dia malah menuduh Mary melukai Mu-gyul dengan memberinya banyak ketidakbahagiaan ketimbang hal2 bagus. Dan ini adalah waktunya bagi Mary untuk mundur dan pergi dari kehidupan Mu-gyul. Seo-jun mengatakan kalau dia berpendapat bahwa Mary sama sekali tidak mencintai kedua pria itu.

Mary berjalan-jalan di hutan sambil memikirkan hubungannya dengan Mu-gyul dalam beberapa seri flashback. Sedangkan, Mu-gyul duduk di rumah sambil memegangi kalung kucing yang dia belikan untuk Mary sebagai hadiah natal. Ketika Mary mendekati puncak bukit, dia menemukan ladang buluh yang begitu luas. Mary berteriak ke kejauhan, “Kang Mu-gyul! Aku minta maaf! Aku hanya memberikan masalah untukmu – pernikahan dan tinggal bersama adalah salahku! Tapi aku ingin hidup bahagia denganmu. Itu pasti kerakusanku. Aku minta maaf. Aku benar2 minta maaf karena membuatmu melalui itu!”

Kata2 itu membuat Mary tersedak dan dia pun mulai menangis. Dalam keadaan seperti inilah Jung-in menemukannya dan membantunya berdiri. Mu-gyul masih di rumah ketika Seo-jun menelpon dengan panic kalau Mary dan Jung-in menghilang. Mereka menuju ke gunung berjam-jam yang lalu tapi mereka sama sekali tidak dapat ditemukan disana. Sekarang dia merasa bersalah atas perkataannya yang sebelumnya dan khawatir pada kedua orang itu. Setidaknya, hal itu membuat Mu-gyul bangkit dan pergi ke lokasi retreat dimana para pegawai disana sudah membentuk tim pencari. Mereka membelah hutan untuk menemukan Mary dan Jung-in tapi karena sudah kelahan, mereka kembali ke rumah peristirahatan dan menunggu tim darurat.

Ternyata Mary dan Jung-in baik2 saja tapi mereka tersesat dan sedang dalam pencarian jalan pulang. Tiba2 saja Mary terpeleset – Jung-in menariknya dan melindungi Mary ketika mereka berguling menuruni bukit. Jung-in jatuh dengan keras jadi Mary mencoba menyadarkannya. Tapi dia diam saja. Yang bisa Mary lakukan hanyalah berada dekat dengan Jung-in untuk tetap membuat darah Jung-in mengalir. Mu-gyul tiba dan memutuskan untuk mencari sendirian. Dia mengatakan kalau dia tidak menemukan mereka maka dia akan menyesal dan pergi ke hutan dengan sebuah senter. Dia menemukan Mary membekap tubuh Jung-in dalam keadaan khawatir dan menangis.

Kemudian… kita ada di rumah sakit. Jung-in sudah tiga hari pingsan dan Mary menjaganya di sisinya, merasa bersalah karena menjadi penyebab luka Jung-in. Mu-gyul benar2 mampir ke rumah sakit tapi dia tidak mengatakan kedatangannya pada Maryibu bertanya apa Mu-gyul mencintai Mary dan menasehatinya agar mengencani gadis yang benar2 cantik nantinya. Setelah membuat keputusan, Mu-gyul tiba di rumah produksi dimana dia bertemu dengan Seo-jun. Dia sedang menangani sutradara yang ingin berganti perusahaan produksi dan mengatakan kesetiaannya karena ingin tetap pada perusahaan itu – Jung-in mungkin bos-nya tapi dia juga temannya. Kalimat ini berhasil mencegah sutradara pergi.

Melihat bagaimana Seo-jun menangani masalah itu, Mu-gyul meminta maaf ketika dia menyerahkan sebuah amplop – meminta pemecahan kontraknya. Seo-jun menyebut Mu-gyul pengecut, mengingatkan bagaimana perpisahaan mereka, bahwa Mu-gyul selalu seperti ini. Yang membuat Seo-jun marah adalah Mu-gyul tidak datang padanya untuk memastikan tapi malah membuat keputusan sendiri. Jadi sekarang, dia membuat sebuah permintaan. Selagi mereka masih bisa mengingat sikap Mu-gyul di masa lalu yang dianggap sebagai ketidakmatangan, hal itu tidak akan terjadi sekarang.

Menurut dokter, tidak ada alasan medis yang bagus kenapa Jung-in tidak akan bangun. Untuk itu mereka menyarankan agar Mary menyemangati Jung-in agar mau bangun. Ayah Jung-in mampir untuk meringankan beban Mary. Dia menyuruh Mary pulang untuk istirahat. Dengan enggan, Mary menurut dan keluar – ketika itulah Mu-gyul menemukannya dan mengajaknya bicara.

Mu-gyul bertanya kenapa Mary berada disini. Mary menjawab kalau salahnya Mu-gyul berada dalam kondisi seperti ini – dia tidak dapat mengabaikan fakta kalau Jung-in terluka karena dirinya. Mu-gyul mengatakan kalau Mary sudah melakukan hal yang perlu dia lakukan dan tidak ada yang bisa menuduhnya melakukan hal lain. Tapi mereka harus membuat keputusan sekarang. Mu-gyul meminta maaf karena sudah bersikap dingin dan menjauhinya lalu mengumumkan kalau ini adalah saatnya bagi Mary untuk menjawab.

Mary meminta apakah Mu-gyul bisa menunggu sampai Jung-in sadar. Setelah itu, dia bisa bersama Mu-gyul dengan bebas. Tapi Mu-gyul malah berkata, “Jika kau tidak bisa menjawab sekarang, kau juga tidak akan bisa melakukannya nanti.” Dia bertanya, “Aku atau dia?” Mary tidak menjawab dan Mu-gyul menganggapnya sebagai penolakan. Dia pergi meninggalkan Mary.

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 14

Mary berusaha menemukan polisi untuk ditumpangi, ketika mengejar penculik itu. Para penculik merendahkan kaca mobilnya jadi Mu-gyul dapat melihat Mary menyembulkan kepalanya dari mobil polisi saat mereka berkendara bersebelahan. Sedangkan, Jung-in melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan untuk menunda showcase itu dan menghubungi hp Mary. Ayah mengangkat dan ketika Jung-in mengatakan kalau dia mencari Mu-gyul, ayah keceplosan mengatakan kalau Mu-gyul sedang bersiap-siap. Telinga Jung-in berdiri, tapi dia tidak mendapatkan informasi apapun lagi.

Setelah itu, para pencuri memutuskan untuk melempar Mu-gyul keluar mobil. Para polisi itu juga membuang Mary, tanpa alasan yang jelas. Mary khawatir pada luka Mu-gyul tapi dia bersikeras pergi ke konser itu. Jung-in mencoba menunda sebaik yang dia bisa, tapi mereka kehabisan waktu dan band Mu-gyul harus tampil di panggung tanpa Mu-gyul. Jung-in mencoba memperngaruhi Seo-jun untuk mengisi posisi Mu-gyul tapi kerumunan mulai menyanyikan nama Mu-gyul, membuat mereka terpojok.

Mereka berdiri membeku disana, tidak tahu apa yang harus dilakukan… dan saat itulah Mu-gyul lewat di kerumunan yang meneriakkan namanya, Mary mengikuti. Mu-gyul mengambil alih panggung, masih menahan sakit di tangan kanannya. Dia mulai menyatakan perasaannya kalau lagu ini adalah untuk gadis yang menghangatkan hatinya yang dingin tapi kemudian dia tertawa. Mu-gyul berhenti lalu berteriak lewat mic, “Mary Christmas… aku mencintaimu.” Mary luar biasa kaget diantara kerumunan itu!

Seo-jun tidak suka pada pernyataan cinta itu: dia sangat tidak Mu-gyul yang dikenalnya. Jung-in hanya mendesah lega kalau konser itu bisa berjalan dengan baik. Mu-gyul menyanyikan ‘Hello Hello’ dan konser itu sangat sukses. Tiba2 saja, kita dibawakan ke adegan dimana Mu-gyul diikat oleh para penculik. Tapi tidak. Penculikan ulang itu hanya mimpi buruk. Mary membangunkan Mu-gyul, bertanya apa dia mengalami mimpi buruk dan Mu-gyul membuka matanya serta mendapati dirinya ada di rumah Jung-in tanpa ingat bagaimana dia sampai kesana. Ternyata Mu-gyul pingsan setelah konser dan mereka membawanya kesana.

Mary bertanya apakah Mu-gyul bisa memikirkan seseorang yang mungkin menculiknya tapi tidak bisa. Jung-in mengatakan kalau dia akan mencari tahu kasus penculikan ini. Di tempat lain, Seo-jun minum2 dengan Lee Ahn dan memutuskan bahwa Mu-gyul tidak mencintai Mary. Sedangkan ayah Mary menelpon presiden Jung dan bertanya keras2 apakah dia sudah membereskan Mu-gyul tepat di depan ibu Mu-gyul. Ayah kemudian memutuskan untuk pergi menemui Jung-in dimana ketiga tokoh utama kita sedang duduk disana sambil membicara rencana mereka selanjutnya.

Ayah tentu tidak suka dan kali ini mereka tidak mencoba kabur atau bersembunyi. Jung-in mengatakan pada ayah kalau ini semua adalah perbuatannya dan mereka mengatakan yang sebenarnya pada ayah. Ayah tidak percaya kalau Jung-in akan berbohong dan menggunakan Mary untuk mengamankan investasi perusahaannya, tanpa keinginan nyata untuk menikahinya. Jung-in jelas tentang satu hal: dia benar2 ingin Mary bahagia dan akan membantunya untuk memiliki kehidupan yang dia inginkan. Tapi ayah tidak suka pada Mu-gyul dan tidak akan mendengarkan alasannya.

Mu-gyul dan Mary memohon tapi ayah kembali menjadi frustasi. Dia berkata kalau pernikahan mereka tidak akan menjadi nyata lalu pergi dengan marah. Ayah langsung pergi ke ayah Jung-in dan mengatakan segalanya tapi pengulangan kebohongan itu terdengar membosankan. Jung-seok kesal karena anak2 berani membohonginya dan berencana akan melakukan sesuatu. Di tempat Mu-gyul. Mary mengobati luka Mu-gyul dimana dia memanfaatkan perhatian penuh Mary. Dia menyuruh Mary untuk meniup bahunya lalu dahinya lalu mencium bibirnya. Alih2 menciumnya, Mary marah menutup mulut Mu-gyul karena terlalu banyak meminta.

Mary ingat kalau ulang tahun Mu-gyul adalah saat malam natal dan bertanya Mu-gyul ingin apa sebagai hadiah. Mu-gyul berpikir selama beberapa saat. Ada sesuatu yang dia inginkan… yaitu menyingkirkan tirai yang memisahkan tempat tidur mereka. Dia memandangi Mary sedangkan Mary bertanya-tanya kenapa dia ingin menyingkirkan tirai itu yang sebenarnya kondisinya masih bagus. Jung-in bermimpi buruk dimana dia bermimpi tentang pertengkaran ayah dan ibunya serta dia juga mengingat foto ibu Mary yang ada di dompet ayahnya. Jung-in bangun sambil menangis.

Ayah memanggil Jung-in untuk memberikan undangan padanya. Jung-in akhirnya merasa semuanya sudah cukup dan dia berdiri dihadapan ayahnya untuk pertama kalinya, menyatakan perasaannya. Jung-in menuduh ayah sebagai dalang penculikan Mu-gyul dan bertanya apa yang ayahnya pikirkan jika Mary mengetahuinya. Dia menambahkan jika dia selalu mengikuti nasehat ayahnya karena dia pikir hal itu adalah yang paling benar tapi dia tidak akan melakukan itu lagi. Hal itu membuat Jung-in mendapatkan tamparan di wajahnya.

Ibu Mu-gyul dipuji oleh sepasang kekasih soal dia yang merupakan ibu Mu-gyul. Ayah Mary memperhatikan dengan penasaran tapi jelas dia tidak akan mengakuinya. Ibu bergegas ke tempat Mu-gyul untuk memberitahu penemuan barunya sedangkan Mu-gyul mengabaikan ibu dengan dingin sebab masih marah soal sikap ibu sebelumnya. Ibu mengatakan kalau dia bekerja di restoran ayah Mary untuk membayar hutang cincin itu dan mengatakan juga kalau dia mendengar ayah Mary membicarakan Mu-gyul lewat telpon, bertanya pada hyung-nya apakah dia sudah membereskan Mu-gyul. Terpikirkan oleh Mu-gyul kalau ayah Jung-in adalah penjahat dibalik penculikan itu.

Mu-gyul pergi menemui Jung-in untuk mencari tahu yang sebenarnya, yang tidak menyangkal perbuatan ayahnya. Dia meminta maaf atas nama ayahnya tapi Mu-gyul disini bukan untuk sebuah permintaan maaf. Dia tidak mengerti kenapa ayah Jung-in punya hak untuk menentukan takdir Mary dan memutuskan kalau ini tidak masuk akal. Jung-in mengatakan kalau ayahnya punya perhatian khusus pada Mary dan ayahnya berpikir kalau ini adalah yang terbaik untuk Mary. Mu-gyul mengatakan kalau dia akan menunjukkan siapa pria terbaik untuk Mary, seseorang yang akan membuatnya benar bahagia sampai akhir. Jung-in bahkan menyemangati Mu-gyul untuk melakukan yang terbaik dengan OST drama itu jadi dia bisa sukses.

Sampai akhirnya, Jung-in membuat jadwal tetap untuk Mu-gyul karena kepopuleran Mu-gyul semakin meningkat. Mu-gyul pergi ke acara radio yang didengarkan oleh Mary dan bicara soal menuliskan sebuah lagu untuk Mary Christmas, hanya saja penyiar radio membuat nama itu seolah-olah adalah julukan untuk Seo-jun. Mary kebetulan mendengarnya ketika dia berbelanja untuk perawatan rambut Mu-gyul, membuat kalimat itu terdengar seperti sengat.

Ayah menyuruh Mary pulang dengan berpura-pura kalau dia sedang sakit dan memberikan uang pada Mary untuk membeli hanbok buat menikah. Mary mengatakan kalau mereka bisa melakukan semua rencana yang mereka inginkan tapi tidak akan ada pernikahan tanpa pengantin wanita. Ayah keceplosan lagi kalau Jung-seok akan memaksa Mary menikah kalau dia memang harus melakukannya, sama seperti yang dia lakukan pada Mu-gyul. Mary menjadi curiga dan berusaha membuat ayah mengatakan kalau Jung-seok ada hubungan dengan penculikan Mu-gyul. Ayah menolak untuk mengatakan apapun jadi Mary pergi sendiri untuk mencari tahu yang sebenarnya.

Mary kebetulan masuk saat Mu-gyul dan Jung-in sedang berdebat tentang pemotretan dengan Seo-jun dan melihat mereka ketika Mu-gyul berkata, “Apa, apa kau akan menyeretku kesana dengan paksa seperti yang dilakukan ayahmu?” Mu-gyul berbalik dan melihat Mary berdiri di depan pintu. Mata Mary melebar ketika dia memandangi Jung-in. dia bertanya apa ayah Jung-in memang memerintahkan penculikan Mu-gyul dan memutuskan untuk menemui Jung-seok untuk mengakhiri kegilaan ini.

Mary mengatakan pada Jung-seok kalau dia dan Jung-in berbohong demi investasi drama Jung-in dan Mary akan menerima hukuman yang pantas untuk dirinya, jadi berhenti menyakiti Mu-gyul. Jung-seok bahkan tidak menyangkal atau mengiyakan perbuatannya tapi dia hanya meluruskan dengan mengatakan kalau penting mencegah Mary menjalani kehidupan yang penuh penyesalan. Mary mencoba mengatakan kalau ini bukan kesalahan dan dia bahagia dengan Mu-gyul. Tapi Jung-seok memotong dengan mengatakan kalau dia adalah pria yang setia pada kata2nya dan bahwa Mary sudah berjanji padanya.

Mu-gyul mengakhiri sesi foto dengan Seo-jun, yang kaget betapa besar Mary sudah mengubahnya. Seo-jun kelihatan sengaja menjebak Mu-gyul dengan mengatakan Mary telah menjinakkannya seperti kucing rumahan tapi Mu-gyul kelihatan tidak peduli. Mary tertidur sambil menunggu Mu-gyul dan bangun sambil dengan menemukan Mu-gyul sedang memandanginya tidur. Mu-gyul mengatakan kalau dia pulang sebentar untuk melihat Mary dan Mary bilang kalau dia sudah mengatakan yang sebenarnya pada Jung-seok dan bahwa dia tidak harus tinggal lagi di rumah Jung-in. Mereka juga berencana untuk berkencan saat malam natal.

Mu-gyul berhenti di toko perhiasan untuk membeli kalung kucing kecil untuk Mary. Dia tersenyum memikirkan mata besar Mary yang seperti kucing. Dia melakukan interview demi interview, mendapatkan ketenaran dalam waktu menit dan bahkan mendapatkan manajer Bang yang menawarkan kontrak padanya!

Jung-in pulang ke rumah malam itu dan mendapati rumah kosong. Dia mendesah saat mencari Mary tapi dia tidak ada. Jung-in menelpon, bertanya pada Mary apakah dia akan telat malam ini dan kapan dia akan pulang jadi dia bisa mengajaknya ke toko buku. Jung-in menutup matanya dan Mary mengatakan kalau dia sudah menemui ayahnya dan mengatakan yang sebenarnya jadi dia tidak akan ada lagi di rumah itu. Jung-in mengatakan kalau kontrak mereka belum berakhir. Mary mengatakan kalau kontrak itu tidak ada gunanya lagi jadi dia membatalkannya. Mary menutup telponnya.

Ini adalah malam natal dan Mary mempersiapkan kencannya dengan Mu-gyul. Mary membuat kue dan menarik tirai yang memisahkan tempat tidurnya dengan Mu-gyul, mengikatnya dengan hati. Hp Mary berdering jadi Mary bergegas menerimanya, mengira itu Mu-gyul jadi dia bertanya kapan dia akan pulang. Tapi itu Jung-in, menelpon untuk meminta Mary datang untuk yang terakhir kalinya… sebab dia punya sesuatu untuk dikatakan yang tidak pernah bisa dia katakan pada Mary. Jung-in sedang duduk di dapur yang penuh dengan kue dan buah.

Mary meminta maaf dan mengatakan kalau hari ini adalah ulang tahun Mu-gyul jadi dia tidak bisa datang. Jung-in meminta sebentar saja waktu Mary tapi Mary menolaknya. Mary menunggu dan menunggu Mu-gyul dan akhirnya menelpon Mu-gyul. Dia sebenarnya sudah dekat tapi mengatakan kalau dia terjebak macet dan mengatakan agar Mary tidur saja terlebih dahulu sebab dia akan lama. Wajah Mary terlihat sangat kecewa.

Sedangkan Jung-in mengirimi Mary sms yang mengatakan kalau dia akan menunggu sampai Mary datang untuk mendengarkan apa yang seharusnya dia bilang dari dulu. Mu-gyul mengambil cincin pertunangan dari sebuah toko dan menuju ke rumah. Jung-in duduk sendirian sampai Mary tiba disana. Jung-in mengatakan kalau harus ada kue kalau tidak rasanya tidak seperti natal. Mary mengatakan kalau dia tahu rasanya seperti apa, karena setelah kematian ibunya, ayahnya sibuk dikejar oleh penagih hutang jadi dia menghabiskan natal dengan lilin dan pai coklat.

Jung-in berkata, “Senang rasanya bisa melewatkan natal dengan orang lain. Rasanya hangat.” Mary, dengan air mata di matanya, meminta perceraian dari Jung-in. Mary mengatakan kalau dia tahu dia melukai hati Jung-in tapi ini adalah yang terbaik untuk semua orang yang terlibat.

Mu-gyul muncul di tikungan dan ternyata dia tidak ada di Hongdae tapi di Cheongdam, dalam perjalanan ke rumah Jung-in untuk mengambalikan cincin itu. Mary bangkit untuk pergi tapi Jung-in memeluknya, meminta Mary untuk tetap seperti ini untuk beberapa saat saja. Mary menangis ketika dia membiarkan Jung-in memeluknya seperti itu. Dan saat itulah Mu-gyul masuk.

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 13

Ayah berhamburan masuk ke studio Mu-gyul dank arena tidak ada tempat untuk bersembunyi, Mu-gyul menghadapi ayah sedangkan Mary bersembunyi di dalam koper. Ayah menuduh Mu-gyul sengaja menikahi Mary, menipunya dengan mengambil cincin itu, lalu menceraikannya dan meraih uang banyak. Ayah mencoba menyeret Mu-gyul ke kantor polisi karena cincin itu, tapi dia dialihkan oleh beberapa benda di tempat itu. Seperti selimut Mary, dan kosmetiknya di meja.

 

 

Merasakan masalah, Mu-gyul bergeser perlahan, memberikan dirinya waktu lebih lama untuk bersiap-siap. Ayah mendapati Mu-gyul berlari di jalanan dengan membawa koper. Mu-gyul memasukkan tas itu ke dalam taksi, meninggalkan ayah ketika mereka menuju ke rumah Jung-in. Ayah juga menuju kesana dan melewati Jung-in ke kamar Mary untuk memastikan ketidakberadaannya. Hanya saja, dia menemukan Mary di tempat tidur, batuk secara berlebihan dan menyedihkan.

 

 

Jung-in mengatakan kalau Mary sudah sakit semalaman dan ayah yang bingung harus menerima penjelasan ini. Ayah meminta Jung-in untuk menyelamatkan Mary dari genggaman Mu-gyul, dan mendapatkan jaminan dari Jung-in kalau dia akan menjaga Mary. Ayah memperingatkan Mary untuk menjaga langkahnya. Mu-gyul bersembunyi di kamar Mary sembari menunggu ayah menyelesaikan ancamannya. Dia membolak-balik buku dimana dia menemukan catatan Jung-in. Buku itu menjelaskan tentang sepasang kekasih yang melakukan perjalanan untuk menemukan apa yang paling disayangi. Jung-in menulis kalau buku ini membantunya belajar apa itu kebahagiaan sejati dan mengharapkan yang sama untuk Mary. Mu-gyul mengejek, menyebut gaya merayu Jung-in kuno.

 

 

Jung-in marah pada kegentingan urusan cincin itu, berharap Mary datang padanya dulu sebelum menjual cincin itu dan menawarkan untuk mengambilkannya kembali untuk Mary. Mu-gyul bertahan secara alami. Dengan ayah yang masih dalam titik penciuman mereka, ketiga orang ini harus ekstra hati2… dengan tinggal bersama. Mu-gyul mengatakan kalau dia akan satu ruangan dengan Mary, menjelaskan kalau dia dan Mary sudah biasa berbagi tempat tidur. Meski secara teknis benar, Mary merasa tersiksa dan menambahkan detail yang Mu-gyul tinggalkan, tentang mereka yang membagi tempat tidur dengan tirai.

 

 

Jung-in mempertahankan sikap cool-nya, hanya mengatakan kalau aturannya akan berlaku di rumahnya – tapi segera setelah dia berada di ruangannya, imaginasinya mulai mendapatkan yang terbaik dari dirinya. Dia meletakkan bantal di bawah untuk menggambarkan penghalang dan membayangkan Mu-gyul berpindah ke sisi lain tirai. Demikianlah Mu-gyul dipindahkan untuk tidur di sofa dimana dia bangun di tengah malam, kehausan. Dia menuju ke lemari es tapi entah bagaimana dia tidak menemukannya jadi dia mengendap ke kamar Mary dan mendekatinya lalu meminta minum. Mary membawa Mu-gyul ke lemari es dan membuatkannya jus yang muncrat ke baju Mu-gyul karena bertabrakan.

 

 

Jung-in bangun karena suara air yang aneh dan menjijit ke lorong. Sekali lagi imajinasi Jung-in bermain-main, ketika dia mendengar dua orang bicara seperti, “Aku akan melakukannya” dan “Apa kau sudah selesai?” dan “Tahan, aku sedang melakukan yang terbaik.” Tentu saja, Mary dan Mu-gyul sedang melakukan hal seksi. Jung-in masuk hanya untuk menemukan kalau kenyataannya jauh lebih lugu ketimbang imanjinasinya yang liar. Untuk menutupi rasa malunya, dia mengeluh karena dibangunkan dan menyuruh mereka berdua segera tidur.

 

 

Setelah setuju untuk menyanyikan lagu itu, Seo-jun merekam ‘Hello, Hello’ dan Mu-gyul yang menjadi produsernya. Lirik lagu ini ditulis Mary. Akan tetapi, Mu-gyul tidak puas dengan cara Mu-gyul membawakan liriknya jadi dia masuk ke studio untuk menunjukkan apa yang dia inginkan. Mu-gyul menjelaskan begitu jelasnya hingga Jung-in menyarankan kalau lebih baik Mu-gyul menyanyikan lagu itu. Seo-jun senang membiarkan Mu-gyul melakukan itu.

 

Jung-in merenungkan foto ibu Mary yang dia lihat di dompet ayahnya, tepat ketika ayahnya menelponnya untuk sebuah pertemuan untuk membahas masalah pernikahan. Jung-in memanfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan foto itu dan berkata bahwa dia selalu bertanya-tanya kenapa ayahnya begitu ingin menikahkan dia dengan Mary. Presiden Jung menjelaskan bahwa ini hanya karena mereka berjanji untuk menikahkan anak2 ketika Mary dan Jung-in masih kecil tapi Jung-in tidak akan tertipu dengan hal itu. Dia bertanya apa ada yang lebih dari sekedar itu. Presiden Jung menolak untuk menjawab.

 

Jadi Jung-in bertanya pada Nyonya Yoon, asisten yang ditugaskan untuk membimbing Mary dalam rencana pernikahan, tentang hubungan antara ayahnya dengan ibu Mary. Nyonya Yoon enggan mengungkapkan cerita itu, yang merupakan indikasi cukup kalau ada kenyataan tidak enak yang disembunyikan. Yang bisa Nyonya Yoon beritahu adalah foto itu sudah dibawa Presiden di dompetnya selama 30 tahun. Perencana pernikaha mengajak Mary untuk melihat desain gaun pengantin. Mary dengan tidak nyaman mengikuti tapi mengingatkan Jung-in kalau dia tidak akan menikahi Jung-in secara sungguh2 pada akhir kontrak.

 

 

Jung-in menerima itu, mengatakan kalau ini hanya untuk menjaga kebohongan mereka untuk kebaikan yang lain. Mu-gyul menangkap akhir dari percakapan ini. Mu-gyul melangkah dengan sikap cemburu, yang kelihatannya telah menjadi spesialisasinya. Mary mengejar Mu-gyul dalam udara yang membeku tapi ketika dia terpeleset oleh sepatu hal tinggi dan gaunnya, dia kehilangan Mu-gyul satu atau dua blok. Mary berdiri disana sambil menangis ketika Jung-in datang dengan diam2 untuk memberikan jaketnya pada Mary, hanya beberapa kaki jauhnya dari tempat Mu-gyul bersembunyi di pojokan.

 

 

Saat Mary tiba di studio untuk memeriksa Mu-gyul, malah ibu Mu-gyul yang duduk disana, dengan gaya tangan seperti menilai. Sebagai pembelaan diri, Mary mengungkit soal cincin itu tapi ibu menjawab kalau Mary sebenarnya lebih buruk dari dirinya. Setidaknya, ibu tidak berselingkuh. Mary protes kalau dia tidak berselingkuh, bahwa Mu-gyul hanya satu2nya untuknya. Ibu mengatakan kalau Mu-gyul memiliki ‘hati yang dingin’ dan untuk itu dia perlu gadis dengan kehangatan. Karena Mary tidak cocok, ibu meminta Mary untuk berhenti bertemu dengan Mu-gyul.

 

Presiden Jung menemui ayah untuk membicara soal cincin palsu itu, menebak kalau ada sesuatu yang terjadi. Ayah bersikeras kalau dia belum melakukan apapun dan bahwa dia tidak ada masalah keuangan, meski dia menolak membagi cerita selengkapnya. Presiden Jung punya perhatian yang lebih besar karena penyidiknya sudah memiliki foto sepasang kekasih yang berbahagia. Dia juga tahu kalau Mary tinggal dengan Mu-gyul bahkan sebelum ayah mengetahuinya.

 

Ayah berjanji untuk memisahkan mereka, tidak peduli apapun yang terjadi dan setuju untuk langsung memperingatkan presiden Jung kalau Mary dan Mu-gyul kembali bersama. Jika ayah gagal memberitahunya, maka dia akan menghilang. Anak2 band berkumpul malam itu tapi suasananya dingin karena pertengkaran mereka masih segar di kepala mereka. Pesta langsung mati ketika Seo-jun meminta semuanya untuk bersuka ria. Tapi beberapa sesi minum mencairkan es dan segera anak2 band itu melupakan kekesalan sebelumnya.

 

 

Seo-jun mengaku kalau dia melakukan hal payah karena mencoba untuk bersikap tenang tentang semua hal dan sekarang dia membuang sikap itu jauh2. Dia memutuskan untuk menunjukkan semua emosinya mulai dari sekarang ketimbang mengorbankan perasaannya karena dia memang tidak pernah bisa bersikap tenang pada dasarnya. Mu-gyul adalah yang pertama bangkit, menggoda anak2 yang lain untuk berkomentar kalau dia pengkhianat karena pergi lebih awal. Setelahnya, karena Mary tinggal dengan Jun-in, Mu-gyul bisa berada di luar semalam yang dia mau – yang merupakan berita besar untuk Seo-jun.

 

Mu-gyul menemukan ibunya tidur di sofa, mood-nya terganggu karena (1) ibu bukan Mary seperti yang diduga Mu-gyul dan (2) dia telah memperingatkan ibu untuk tidak kembali setelah terakhir kali dia pergi. Ibu menasehati Mary untuk tidak menelpon Mary lagi dan bahwa ibu yang menyuruh Mary pergi, menekankan fakta kalau Mary sudah menikah. Ibu memperingatkan kalau Mu-gyul akan terluka dan menjelaskan tentang dirinya sebagai contoh kehidupan yang dihancurkan oleh cinta. Mu-gyul berkata kalau dia tidak akan menjadi seperti ibu, dihancurkan oleh cinta, dan untuk mengurusi urusan ibu sendiri.

 

 

Mu-gyul mendapati dirinya kembali ke gerbang Jung-in, memandangi rumah itu. Dia mulai mengetik sms yang berbunyi ‘Mary, tentang hari ini…’ tapi tidak mengirimkan usaha permintaan maafnya. Di dalam kamarnya, Mary merenungi telponnya yang tidak berdering, ingin mengirim sms yang sama pada Mu-gyul tapi tidak jadi. Mary menemukan Jung-in minum sendiri di dapur dan bergerak untuk menolongnya ketika dia berjalan dengan mabuk. Jung-in menyingkirkan tangan Mary dengan kasar lalu mengingat dirinya dan meminta maaf.

 

Jung-in sedang merenungkan penemuannya sepanjang hari ini – penemuan yang membuatnya curiga kalau ayahnya menyukai Mary karena ibunya – dan bertanya, “Apa kau tahu bagaimana rasanya terjebak di tempat yang tidak akan memungkinkanmu untuk masuk atau keluar?” Dia menjelaskan kalau dia tidak pernah mengabaikan harapan ayahnya, berpikir kalau itu adalah hal terbaik. Tapi dia tidak berpikir begitu sekarang. Dia bahkan mulai menjelaskan alasan kenapa orang tuanya bercerai tapi dia kembali ke masa kini dan mengakhiri percakapan dengan mengumumkan kalau dia akan mengembalikan investasi ayahnya setelah showcase yang akan datang.

 

 

Dalam keadaan mabuk, Jung-in salah langkah dan jatuh, membuat keduanya jatuh ke lantai. Jung-in jatuh di atas Mary dengan gerakan lambat dan ini adalah adegan yang dilihat oleh Mu-gyul. Menganggap kalau Jung-in sedang memaksakan perhatiannya pada Mary, Mu-gyul dengan marah ikut campur sedangkan Mary mencoba menangkannya. Jung-in begitu mabuk hingga dia tidak bertahan atau melawan dan malah jatuh ke lantai dengan kepala terantuk. Ini tidak cukup untuk melukainya tapi cukup untuk membuatnya tidur dan Mu-gyul harus mengangkatnya ke tempat tidur.

 

Mary mengajak Mu-gyul keluar, marah Mu-gyul menurun dan tawa riang mereka yang kelihatan. Mu-gyul berjanji bahwa pada showcase itu, dia akan membuktikan dirinya kalau dia adalah pria yang tepat untuk Mary. Dengan cara itu, dia berharap akan mampu meyakinkan ayah Mary untuk mempercayakan Mary padanya. Setelah itu, dia sibuk mempersiapkan showcase itu dan mengerjakan ulang lagunya dengan waktu cepat. Ibu Mu-gyul dan ayah Mary bertemu. Ibu mengatakan kalau dia sudah melakukan bagiannya untuk memisahkan Mu-gyul dan Mary meski itu menyakitkannya seperti sebuah peluru yang menembus jantung. Ibu menyebutnya sebagai hal terkejam yang pernah dia lakukan.

 

 

Jung-in dan perusahaannya sibuk mempersiapkan acara showcase mereka dan Lee Ahn melakukan bagiannya dengan memutuskan untuk melanjutkan produksi dan menghentikan manajer Bang dalam proses pengambilan keputusan. Dia sudah mengikuti peringatan Jung-in dan sadar kalau Bang jauh lebih jahat dari yang dia tahu dan memutuskan kontrak dengannya. Manajer Bang tidak senang kehilangan bintang Hallyu-nya tapi Lee Ahn tegas pada keputusannya dan muncul di tempat syuting dengan wajah lebih baik tanpa pengaruh manajer Bang.

 

Dalam satu adegan dimana karakter Lee Ahn harus menunjukkan bagaimana cara bermain gitar pada karakter Seo-jun, sutradaranya meng-kat dan menggunakan Ahn hanya sebagai close up dan mendandani Mu-gyul untuk menggantikan Lee Ahn untuk menunjukkan bagaimana bermain gitar dengan Seo-jun. Mary melihat ini dengan tidak nyaman, meski dia tetap bersikap professional.

 

 

Manajer Bang yang marah menggangu acara syuting itu, dia langsung mencari Lee Ahn. Dia tidak bisa menerima cara mereka berpisah dan bersikeras agar Lee Ahn ikut dengannya, menarik lengan Ahn dan mengatakan kalau dia tidak punya tempat di produksi itu. Terganggu, Ahn melepaskan genggaman tangan manajer Bang dan dalam usahanya itu, Lee Ahn terpental ke tembok, yang merapuh. Semua orang melihat tembok yang retak itu dan mengarah ke Mary. Mu-gyul segara beraksi dengan membiarkan dirinya terkena sakitnya.

 

Mu-gyul baik2 saja tapi luka itu membuat tangan kirinya harus diperban dan meski begitu, dia mengatakan pada Jung-in kalau dia mampu untuk tampil dalam showcase besok.. mary sedih karena menjadi penyebab luka Mu-gyul tapi Mu-gyul mengatakan kalau dia baik2 saja. Dengan lembut, Mu-gyul menerima bantuan Mary untuk pulang ke rumah dimana Mary meletakkan Mu-gyul ke tempat tidur dan berbaring di sampingnya. Mu-gyul mengatakan pada Mary ketika matanya terbuka, “Aku ingin kau terus berada disini. Kau tidak akan kemana-mana, kan?” Mary berjanji untuk tinggal.

 

 

Mu-gyul mengungkapkan rencananya buat besok dengan bilang kalau dia akan mengatakan pengakuannya di atas panggung. Mary bertanya apa maksud Mu-gyul tapi Mu-gyul hanya tersenyum dan mengatakan agar Mary menantikannya saja. Dan pada saat inilah, ayah Mary tiba2 saja menerobos masuk. Kali ini Mary dan Mu-gyul berlutut dihadapan ayah karena sekarang Mu-gyul sudah yakin pada perasaannya terhadap Mary dan bersungguh2 pada hubungan mereka, Mu-gyul memilih jalur hormat. Sekarang dia mengganggukkan kepalanya dan memanggil ayah Mary ‘ayah’ dan berjanji untuk membuat Mary bahagia.

 

 

Ayah menjelaskan kalau Mu-gyul tidak punya apa2 untuk ditawarkan meski pun begitu, Mary menghadapkan ayah pada aset yang Mu-gyul miliki seperti bakat musiknya dan ketampanannya. Mu-gyul dengan mantap bersumpah untuk menjadi musisi sukses – cukup untuk membuat Mary aman dan punya pakaian bagus selamanya. Tapi ayah menolak untuk menerimanya, tidak bahkan jika dunia terbalik. Ayah tidak bisa menerima Mu-gyul sebagai menantu karena dia sudah punya. Ayah lalu menyeret Mary pulang dan menguncinya di dalam kamar. Mary menangis kalau dia harus bersama Mu-gyul soalnya Mu-gyul terluka karena dirinya. Ayah tidak peduli dan malah menelpon Presiden Jung yang berkata, “Aku tahu. Jadi pria ini menolak untuk mendengarkan, begitu bukan?”

 

 

Mary masih mendapati dirinya terkunci di kamar pada keesokan harinya lalu berpura-pura sakit perut agar ayah mau membukakan pintu. Ketika ayah mau membukakan pintu, Mary menerobos ayah dan kabur, berlari ke tempat showcase sebelum dia ketinggalan. Sedangkan, Mu-gyul menahan sakit di tangan kanannya ketika dia bersiap-siap dan pergi ke showcase itu. Ketika dia berjalan di sekitar lingkungan rumahnya, dia tidak memperhatikan kalau ada mobil hitam terparkir di luar, yang mulai mengikuti Mu-gyul secara perlahan-lahan.

 

 

Mu-gyul berjalan sangat lambat, yang membuat khawatir semua kru. Dia menjamin Jung-in lewat telpon bahwa dia hampir sampai. Setelah itu, Mu-gyul tiba2 saja dihentikan oleh mobil hitam itu dan dihadang oleh tiga penjahat. Bingung dan sudah terluka karena bencana hari sebelumnya, Mu-gyul melawan ketika mereka memaksanya masuk ke dalam mobil. Dia kalah kuat dan terpaksa masuk ketika Mary melihat kejadian itu dari kejauhan lalu berlari ke tempat mobil itu sambil meneriakkan nama Mu-gyul.

 

 

Mary menggedor pintu mobil itu dan menempatkan dirinya di depan mobil, yang membuat mobil itu tidak bisa lewat sambil berteriak meminta bantuan. Para penculik itu hanya membalik mobilnya untuk memperlancar jalan mereka lalu tancap gas, membuat Mary mencari mereka dengan shock.

 

 

 

 

 

 

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 12

Seo-jun menghina lagu itu, menolak untuk menyanyikan sesuatu yang diinspirasi oleh kisah cinta Mary dan Mu-gyul, menyebutkanya menyakitkan. Mu-gyul mendidih mendapati pekerjaannya direndahkan seperti itu, sedangkan Jung-in mengejar Seo-jun. Mary mengeluarkan barang2nya di tempat Mu-gyul, marah ketika Mu-gyul mengambil selimut ke atas tempat tidur. Mu-gyul menduga mereka akan berbagi tempat tidur, sedangkan Mary tidak berpikir demikian. Mary ingin membeli tempat tidur lagi. Alternatifnya adalah Mu-gyul tidur di sofa, yang ditolak oleh Mu-gyul.

Mereka mencapai kesepakatan dengan membelah tempat tidur di bagian tengah, memutuskan kalau tirai akan membuat mereka terpisah. Mary menjerit pada Mu-gyul tentang bagaimana dia membaginya, mengeluh kalau Mu-gyul memberikan dirinya bagian yang paling besar, dan Mu-gyul menusukkan jarinya dalam prose situ. Untungnya, itu cukup untuk membuat mereka saling mencela dan Mary bergegas ke sisi Mu-gyul dan menghisap darah dari jari Mu-gyul. Mu-gyul menyarankan sebuah ciuman untuk merayakan kejadian itu dan Mary menolak.

Malah, Mary dipenuhi oleh pertanyaan tentang hubungan Mu-gyul dengan Seo-jun dan bertanya bagaimana semuanya berakhir. Mu-gyul memberikan jawaban tidak jelas bahwa dia memberitahu Seo-jun untuk mencari seseorang yang lebih keren darinya. Jung-in menanyakan pertanyaan yang sama pada Seo-jun – tentang putusnya hubungannya dengan Mu-gyul – yang membawa kita ke sebuah flashback. Seo-jun sedang mengerjakan film ketika dia ditarik oleh seorang tunangan yang baru saja putus dengannya. Pria itu bisnisman kaya, yang mengatakan kalau ini adalah perjodohan yang dibuat oleh keluarga Seo-jun, dan dia marah pada penolakan Seo-jun.

Mu-gyul tiba di lokasi syuting tepat waktu untuk melihat Seo-jun keluar dari mobil pria itu, melepaskan pegangan pria tersebut. Mu-gyul menduga yang terburuk, bahwa pria itu adalah ‘sponsor’ Seo-jun (dalam industri film Korea, sponsor itu diasumsikan negative). Mu-gyul pergi dan mabuk2an dengan gadis lain, dan itulah akhir hubungan mereka. Lee Ahn bergabung dengan meja mereka di resto untuk mengatakan pada Seo-jun kalau dia baru saja berusaha memperngaruhi manajer Bang untuk membatalkan tuntutannya. Jung-in memperhatikan ketertarikan Lee Ahn pada Seo-jun dan berkata kalau dia adalah pria yang baik untuk Seo-jun, meski Seo-jun marah pada komentar itu.

Jung-in mencoba memberikan peringatan pada Lee Ahn soal manajer Bang, tapi Ahn punya kesetiaannya sendiri dan mengabaikannya. Ketika Lee Ahn meninggalkan meja itu, dia melaporkan pada manajer Bang kalau dia tidak sukses meyakinkan Seo-jun bahwa kebocoran di tabloid itu bukan perbuatan manajer Bang. Toko ayah mendapatkan pengunjung tidak terduga berupa ibu Mu-gyul, yang ada disana dengan kopornya.

Ibu tidak pergi ke Paris pada akhirnya dan merasa bersalah soal cincin itu, jadi dia meminta maaf pada ayah soal itu, meski ayah tidak mengerti apa yang dia maksud. Selagi menempati studio Mu-gyul, Mary menemukan kupon gadai cincinnya, kaget pada betapa mahalnya cincin itu. Mary bertanya apakah ibu Mu-gyul akan menepati janjinya untuk membayar hutangnya, tapi Mu-gyul tidak bisa benar2 berbohong dan menjamin Mary soal itu, jadi Mu-gyul mengatakan kalau dia yang akan membayarnya.

Ketika ayah menelpon Mary untuk bertanya tentang urusan cincin itu, ayah marah mendengar kalau ayah Jung-in memberi Mary cincin, yang ibu Mu-gyul kemudian gadaikan. Ayah mengancam untuk datang dan bicara dengan Mu-gyul jadi Mary dan Mu-gyul bergegas pergi sehingga mereka tidak di rumah saat ayah tiba disana. Mereka berlari keluar tepat ketika ayah berbelok di pojok dan bersembunyi agar tidak dapat dilihat. Mereka bersembunyi di tong sampah! Ayah menggedor pintu dan mengucapkan ancaman, meski ayah tidak langsung masuk ke studio.

Ayah menunggu di luar pintu untuk menunggu Mu-gyul pulang, memaksa pasangan itu tetap berjongkok di tong sampah yang membeku. Aroma ramyun ayah merayap ke hidung pasangan itu. Mary mendapatkan ide dan menelpon Jung-in, memintanya untuk menelpon ayahnya jadi dia dan Mu-gyul bisa pulang ke rumah. Jung-in melakukan persis seperti permintaan Mary dan ayah pergi dari pengawasannya dengan enggan.

Akhirnya, Mary dan Mu-gyul bebas pulang ke rumah dan menghangatkan diri di depan penghangat. Akan tetapi, ketika mereka menuju kamar mandi untuk mencuci bau tong sampah mereka, mereka mendapati kalau semua pipa sudah membeku. Ketika ayah meninggalkan tokonya untuk malam itu, dia menemukan ibu Mu-gyul menunggunya di luar. Tanpa tempat untuk pergi, ibu memandangi kopornya dan memandangi ayah dengan tatapan memelasnya, mencoba untuk menarik simpatinya.

Ayah akhirnya menawarkan sebuah ruang kosong padanya, tapi ada syaratnya: sampai ibu Mu-gyul bisa melunasi 10 juta won yang diperlukan untuk menebus cincin itu, ibu akan bekerja di toko ayah. Dan juga, dia akan membantu ayah memutuskan hubungan anak2 mereka. Ibu berpikir singkat kalau anaknya tidak akan suka bila dia ikut campur dalam hubungan asmaranya tapi menebak kalau tidak ada salahnya setuju, karena tidak ada jaminan kalau usaha pemisahan dari orang dewasa akan berhasil.

Akan tetapi, ketika ibu mendengar kalau Mary punya tunangan yang dia ajak tinggal sekarang, ibu malah membela anaknya yang malang. Ibu memperingatkan ayah Mary untuk tidak jatuh cinta padanya dan keduanya saling meyakinkan kalau mereka bukan tipe masing2 – untuk itu menyegel takdir mereka.

Mu-gyul melawan udara dingin untuk mengambil air untuk mencuci dari keran di luar, dan saat itulah Jung-in menelpon untuk mendiskusikan tentang judul lagu. Akan tetapi, ketidaksabaran Mu-gyul untuk menutup telpon membuat imajinasi Jung-in pergi ke arah yang lain dan dia mencoba memohon pada Mu-gyul untuk mengatakan padanya apa yang sedang dia lakukan tanpa bertanya. Mu-gyul tidak tahu kenapa pikiran Jung-in bisa berubah seperti itu, khususnya ketika dia berteriak, “Urusi urusanmu sendiri!”

Di rumah, Mu-gyul menghangatkan air dan membasuh wajah Mary serta tangannya dengan handuk, setelah itu bergerak ke tempat tidur mereka yang terbagi. Mu-gyul tidak bisa menahan untuk mengintip ke bagian tempat Mary, tersenyum ketika dia melihat Mary tertidur untuk beberapa saat. Pada pagi harinya, Mu-gyul mengantar Mary ke rumah Jung-in untuk pertukaran suami dan hampir saja dilihat oleh ayah Mary. Ayah ada disana untuk memarahi Mary karena memberikan cincin itu pada ibu Mu-gyul, menyebut Mary bodoh karena berpikir kalau ibu Mu-gyul akan membayarnya kembali – ternyata ibu Mu-gyul tertipu lagi dan tidak bisa pergi ke Paris.

Manajer Bang mampir untuk ikut campur lebih jauh, menawarkan untuk membiarkan Lee Ahn kembali ke drama itu… jika mereka menyingkirkan Seo-jun. Jung-in tidak akan membiarkan dirinya dimanipulasi seperti itu, tapi manajer Bang mengingatkan, “Jika aku mati, aku membawa semua orang bersamaku.” Jung-in mengajak Mu-gyul untuk melihat-lihat sebuah lokasi untuk showcase dan ketika mereka berkendara bersama, Mu-gyul memamerkan sms dari Mary. Mu-gyul mendengungkannya secara berlebihan, memberikan tatapan mengejek ke Jung-in, sedangkan Jung-in duduk disana dengan tidak nyaman.

Jung-in membalas dendam dengan menginjak rem. Mu-gyul meluncur ke depan pada saat itu dan Jung-in mendapatkan kepuasannya – dia bahkan harus menoleh ke tempat lain untuk menyembunyikan seringaiannya. Setelah mengendalikan dirinya, Jung-in berbalik kembali untuk melihat Mu-gyul, bertanya dengan lugu, “Apa kau baik2 saja?” Kedua pria ini sampai di tempat tujuan, yang tidak disukai Mu-gyul dan malah menawarkan konser berkonsep gerilya. Ide itu mendapatkan perhatian Jung-in tapi sebuah telpon menghentikan ini. Waktunya pembalasan: melihat nama penelpon, Jung-in tersenyum dengan lebar dan berteriak, “Mary!”

Sekarang giliran Mu-gyul yang gelisah selagi Jung-in memanfaatkan waktu ini untuk bicara dengan Mary, membuat percakapan itu terdengar nyaman dari yang sebenarnya. Contohnya, Jung-in bertanya apa Mary membuat makan malam dan Mary menjawab tidak. Mengabaikan aliran logis percakapan itu, Jung-in menjawab, “Aku menantikan untuk mencicipi masakanmu,” yang membuat Mary benar2 bingung. Mary tidak punya permintaan makanan penutup, tapi Jung-in menjawab, “Aku akan pastikan membawa kue yang kau sukai.”

Saat makan malam, presiden Jung punya hadiah lain untuk Mary, yang ternyata adalah tiket konser untuk seluruh keluarga. Jung-in mengintip foto yang ada di tempat terhormat dompet ayahnya, yang membuatnya merasa aneh karena disana ada foto ibu Mary, yang terlihat mirip sekali dengan Mary. Yang membuat paling aneh adalah presiden Jung meminta Mary datang ke konser itu mengenakan cincin yang dia berikan karena dia ingin melihat Mary mengenakannya.

Jung-in mulai menyatukan semua teka-teki ini dan dia bertanya pada Mary soal pertemanan ayah mereka. Mary menjawab kalau mereka sudah lama berteman, dan bahwa ayah Jung-in mengenal ibu Mary jauh sebelum ibu bertemu dengan ayah Mary. Perhatian yang paling menekan adalah bagaimana mendapatkan cincin itu kembali dan ayah menjamin Mary kalau dia akan mendapatkannya. Ayah memerintahkan ibu Mu-gyul untuk mengambilnya dengan segera, jadi ibu Mu-gyul pergi terburu-buru untuk membuktikan kalau dia menepati janjinya. Dia membeli cincin murah untuk mengganti permata itu dan memberikannya pada Mary, yang menerimanya dengan rasa tenang yang super besar.

Manajer Bang menemui Seo-jun untuk menyelesaikan masalah karena Seo-jun menolak untuk minta maaf. Salah satu dari mereka menjelekkan nama yang lain di depan umum dan yang lainnya membuat kepala yang satunya berdarah! Manajer Bang menyuruh Seo-jun untuk keluar dari drama itu atau berlutut meminta maaf padanya. Pilihannya nggak ada yang bagus!

Mu-gyul mempersembahkan lagu barunya ‘Hello Hello’ pada teman2 band-nya dan satu tatapan saja sudah cukup bagi mereka untuk mengumumkan kalau Mu-gyul keluar jalur. Dimana ‘semangat rock’-nya? Ini benar2 pengaruh musik pop – “Hyung, aku kecewa padamu!” Jung-in masuk untuk memberikan dukungannya pada Mu-gyul atas keputusannya menulis lagu yang menarik bagi khalayak, sebab OST drama seharusnya sesuai dengan trend saat ini. Teman2 band Mu-gyul pergi minum. Mereka mengumumkan dengan sedih bahwa Mu-gyul sudah meninggalkan rock dan menyeberang ke sisi gelap. Mu-gyul bergabung dengan mereka dan mengatakan kalau dia akan membuat musik rock sampai dia mati. Tidak yakin, mereka mengabaikan Mu-gyul.

Seo-jun bergabung dengan Mu-gyul di mejanya. Dia mendapati Mu-gyul tidak yakin apalagi yang akan terjadi sekarang. Mungkin saja Seo-jun merasa bersalah atau apa, tapi dia mengatakan kalau dia akan menyanyikan lagu itu. Seo-jun adalah fans Mu-gyul, entah dia membuat musik rock, pop atau dance. Pada pagi hari sebelum konser, Jung-in dan Mary keluar dari kamar mereka dengan tampang super kacau – Jung-in baru keluar dari kamar mandi dan Mary baru bangun dengan rambut berantakan – mereka tergagap sebelum akhirnya melarikan diri. Setelahnya, keluarga itu makan malam di resto sebelum konser.

Ayah sudah sangat curiga kenapa cincin itu kembali begitu cepat dan menyadari kalau itu bukan cincin yang sama ketika Presiden Jung meminta untuk melihatnya. Meski Mary tidak mengerti kekhawatiran ayah yang memuncak, Jung-in memerhatikannya dan mengerti masalahnya ketika Presiden Jung melihat dan langsung tahu itu adalah cincin yang salah. Jung-in dengan lembut menawarkan penjelasan bahwa Mary merasa terbebani memakai benda yang begitu mahal jadi Jung-in membuatkan imitasinya.

Itu membuat mereka mendapatkan kemarahan Presiden Jung, dan itu juga artinya ibu Mu-gyul masih berkeliaran di luar sana. Dosa ibu langsung meluncur ke anaknya, jadi ayah langsung berangkat menuju tempat Mu-gyul. Jung-in mengantar Mary ke rumah Mu-gyul malah itu, dan Mary minta maaf pada Jung-in karena tidak memberitahu soal cincin itu. Dengan kebaikan hatinya yang seperti biasanya, Jung-in tidak meminta penjelasan dan berkata kalau pasti ada alasan bagus di balik itu semua.

Mu-gyul tidak suka mendengar Mary bicara begitu lembut tentang Jung-in, tapi benar kalau Jung-in menyelamatkannya malam ini. Mary menjelaskan tentang cincin palsu itu, yang membuat Mu-gyul kesal sebab dia mengatakan pada Mary kalau dia akan bertanggung jawab untuk mengembalikannya pada Mary.

Tepat ketika Mary mengatakan kalau dia tidak tahu bila itu adalah cincin palsu sampai semuanya terlambat, sebuah gedoran marah terdengar di pintu. Itu ayah Mary dan dia benar2 marah. Mary dan Mu-gyul bergegas mencari persembunyian seperti ayam ketika ayah menaikkan gerbang untuk masuk.

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 11

Mu-gyul meletakkan tantangan baru: mereka seharusnya memainkan rumah kalau begitu. Mereka bahkan tidak tahu bahwa Mary berada dalam kamar, sejujurnya, membiarkan dia mengatakan apa yang dia pikirkan tentang dengan dua suami bohongan. Di luar, Mary bertanya pada Mu-gyul kenapa dia meminta mereka untuk terlibat lebih jauh dalam kontrak pernikahan ini dengan bermain rumah. Mu-gyul membalas dengan marah kalau dia baru saja mencurahkan disana karena dia lelah dan kesal terhadap berbagi pacar ini dan tidak pernah dalam satu juta tahun mengharapkan Jung-in setuju.

Mary pulang ke rumah dan mandapati ayah juga mempunyai ide yang sama di kepalanya – Mary harus pindah ke rumah Jung-in saja sekalian. Mary meminta satu hari untuk memikirkannya dan ayah dengan enggan menyetujuinya. Dia menelpon Mu-gyul untuk mengatakan bahwa mungkin lebih baik jika mereka mengikuti rencana gilanya, tapi Mu-gyul keberatan. Hey, tapi kan dia yang mengusulkan ide itu?

Jung-in mampir untuk mendapatkan ijin dari ayah dan Mary setuju pada rencana itu. Mary bertanya pada Jung-in kenapa dia setuju pada ini ketika dia tahu bagaimana perasaannya pada Mu-gyul. Jung-in mengatakan kalau dia menolong Mary dengan satu2nya cara yang dia bisa, karena Mary sudah menolongnya. Mary menjelaskan sebuah hal: kesetiaannya pada Jung-in hanya itu – kesetiaan dan perasaannya pada Mu-gyul tidak akan berubah. Jung-in berkata tidak apa dan Mary bersiap-siap untuk pindah keesokan harinya.

Mu-gyul mengingatkan Mary via telpon kalau di seluruh dunia, satu2nya hal yang tidak dapat kau percaya adalah pria. Mary mengingatkan Mu-gyul kalau dia pria, jadi apakah dia juga tidak dapat dipercaya? Mu-gyul menjawab dengan frase yang biasanya diucapkan oleh pria, dalam semua bahasa: semua pria tidak dapat dipercaya kecuali aku!

Mu-gyul memberitahu Mary untuk memeriksa kunci di pintu dua kali sehari dan tidak mengenakan rok pendek. Mary merasa kekhawatiran Mu-gyul ini lucu dan berjanji untuk memeriksa. Mary bergegas untuk pergi dan dia berpamitan pada ayah, yang akhirnya membiarkan hanyut kalau anaknya akan pergi. Meski ayah punya masalah dengan rasa tanggung jawab, tapi hubungan mereka lucu. Mary membungkuk pada ayah sebelum dia berangkat dan dia lebih khawatir atas apakah ayah akan makan dengan layak tanpa dia.

Mary tiba di rumah Jung-in dan Jung-in menunjukkan kamar pada Mary, yang pada dasarnya Jung-in bangun menjadi perpustakaan, jadi Mary bisa tidur diantara buku. Mary mengambil satu buku dari rak dan memperhatikan tulisan tangan Jung-in dalam kertas post it yang ditujukan untuknya lalu menemukan satu di setiap buku: pemikiran Jung-in dalam tema buku itu dan catatan pribadi untuk Mary. Mu-gyul menunggu seharian telpon dari Mary tapi tak ada gunanya dan mulai mengirim sms pura-pura marah sebelum akhirnya menyerah.

Mary dan Jung-in makan malam dengan presiden Jung, yang selama makan malam memangil Mary ‘sayang’ bukan dalam sense romantis tapi untuk ayah kepada anaknya, mengatakan kalau dia ingin sekali memanggil Mary sekali itu saja. Lalu, ayah Jung-in menghentikan semua itu dengan memberikan Mary sebuah hadiah… cincin pertunangan. Jung-in menurut dan menyelipkan cincin itu di jari Mary, membuat Mary merasa aneh kalau mereka harus tetap berakting di depan ayah Jung-in. Di rumah, Mary mencoba mengembalikan cincin itu tapi Jung-in meminta Mary untuk menyimpannya setidaknya selama durasi kontrak itu karena cincin itu adalah tanda kasih sayang dari ayahnya.

Di sisi lain kota, teman2 Mu-gyul dan teman2 Mary menelpon Mu-gyul untuk minum, tahu kalau ini adalah ‘malam pertama’ Jung-in dan Mary. Mereka bercanda kalau meski mereka percaya pada Mary, mereka tidak tahu apa2 soal pria yang lainnya itu (Jung-in), yang tidak mungkin hanya ‘tidur.’ Plus, mereka berkata, jika Jung-in merayu Mary dengan lilin, habislah Mary. Ini cukup untuk membuat Mu-gyul dan pergi dengan marah2.

Mu-gyul pulang ke rumah dan bergulat dengan kecemburuannya, cukup lama untuk membiarkan pikirannya berkelana ke skenario dimana Jung-in dan Mary minum dan makan ditemani lilin dan musik… cukup untuk membawa Mary ke sisi gelap. Telpon Mu-gyul membuat Mu-gyul kaget dari bayangan itu – dari Mary dan Mu-gyul menjawab: “Apa yang sedang kau lakukan sehingga belum tidur sampai sekarang?” Mary sedang merajut sweater jadi Mary menjawab kalau ini adalah rahasia. Ini hanya menampar saraf Mu-gyul lebih hebat lagi: “Kau punya rahasia? Yang kau sembunyikan dariku?”

Mary mengatakan pada Mu-gyul kalau Jung-in mengubah sebuah perpustakaan menjadi kamarnya dengan nada menyenangkan, menambahkan kalau ini tidak seburuk yang dia pikirkan – berada disini. Itu hanya membuat Mu-gyul hilang kesabaran: “Benar, kalau itu begitu hebatnya, tinggal saja disana kalau begitu. Jangan kembali besok dan tinggal saja disana selamanya!”

Mary begadang semalaman untuk merajut sweater Mu-gyul dan keluar dimana dia menemukan Jung-in sedang menata meja sarapan. Jung-in duduk dan melatih apa yang akan dia katakan pada Mary dan bagaimana dia akan bersikap, yang membuat Jung-in hanya bertambah manis di mata Mary. Sikapnya hari ini mengingatkan dia pada hari dimana dia akan meninggalkan catatan untuk Mary di rumah ayahnya. Mary menangkap basah Jung-in melakukan latihannya itu, membuatnya sangat malu, tapi Jung-in dengan santainya pulih kembali lalu menyapa Mary seolah-olah tidak terjadi apapun.

Jung-in pergi bekerja dan menyapa Mu-gyul yang suram, yang kembali mengerjakan OST drama itu. Jung-in bertanya apakah mungkin Mu-gyul tahu kemana Seo-jun menghilang, tapi Mu-gyul mengatakan untuk menjauhkannya dari segala sesuatu yang berhubungan dengan Seo-jun. Mu-gyul bertanya apa sesuatu terjadi pada Mary tadi malam dan Jung-in melihat kesempatan untuk menyodok saraf Mu-gyul. Jung-in berkata, “Apa kau penasaran pada malam pertama kami?” Mu-gyul menjawab, “Tidak! Aku sama sekali tidak penasaran!” Jung-in: “Mungkin bagus jika kau mendengarnya langsung dari Mary!” Jung-in memberikan gerakan alis terbaiknya dan pergi dengan tersenyum ketika Mu-gyul bergulat dengan rasa cemburunya.

Mary tiba dan menemukan ibu Mu-gyul sedang bersedih karena putus cinta dan dia membuat kesalahan besar karena menunjukkan cincin pertunangan yang dia dapat dari ayah Jung-in. Ibu mencobanya dan meledak, berpikir bahwa semua masalahnya bisa diselesaikan hanya dengan satu barang kecil… menuntun ibu bertanya pada Mary dengan buru2 apa dia bisa meminjamnya. Mary benar2 tidak bisa mendengar ibu dan berkata ‘iya’ tanpa menyadari apa yang dia ucapkan, tapi ibu lari keluar sebelum Mary bisa menghentikannya.

Yang membuat masalah jadi buruk, ayah menelpon, ingin mengantarkan obat2an ke rumah Jung-in, jadi Mary bergegas untuk bertemu ayah disana. Dia menelpon Mu-gyul, yang wajahnya menunduk ketika mendengar kalau Mary kembali ke rumah Jung-in, tapi Mary berjanji kalau dia akan kembali apapun yang terjadi. Mu-gyul tiba di rumah dan menemukan ibu yang berkemas untuk ke Paris dengan senang. Dia bertanya bagaimana ibu mengurus hutangnya dan ibu mengatakan pada Mu-gyul kalau dia menggadaikan cincin Mary, yang ibu katakan merupakan ide Mary.

Mu-gyul akhirnya merasa cukup dengan kelakar ibu dan mendakwanya atas ketidakbertanggungjawabannya. Ibu bersumpah kalau dia bisa membayarnya kembali segera setelah dia mendarat di Paris, tapi Mu-gyul tidak percaya padanya. Mu-gyul menjelaskan pada ibu yang sepanjang waktu selalu menyakitinya dan meninggalkannya, tanpa peduli pada perasaannya dan mengatakan pada ibu untuk kali ini jangan pernah kembali.

Ibu tidak mempercayai Mu-gyul pada awalnya, tapi dia sudah berhenti menjedi pecundang dan dengan air mata, Mu-gyul mengulangi kalau ibu sebaiknya tidak pernah kembali. Ibu Mu-gyul sangat egois dan meski dengan menahan air mata, dia tetap pergi. Mary terjebak di rumah Jung-in karena ayah tinggal untuk minum dan makan malam, bersikeras kalau mereka saling memanggil satu sama lain dengan yeobo seperti suami istri. Mary mendapat telpon dari Mu-gyul yang menunggunya di luar.

Mary mengendap keluar dan Mu-gyul mengatakan padanya karena dia menikmati hidup enak dengan pewaris serta mengasihaninya – berpikir kalau Mary memberikan cincin itu pada ibunya. Mary tidak bisa menjelaskan ketika Mu-gyul menyebutnya pergi dan meninggalkan Mary dengan air matanya. Mu-gyul pulang ke rumah dan menemukan sweater yang Mary rajut untuknya, tersembunyi di dalam lemari pendingin. Dia memegangnya dan tiba2 menjadi sebuah tonggak bagi kata2 kasarnya. Dia memikirkan lapangan es dan menuju kesana sendirian, dengan sweater merah barunya.

Ayah Mary akhirnya pergi jadi Mary bergegas ke tempat Mu-gyul. Mu-gyul tidak ada disana dan Mary melihat kalau Mu-gyul sudah menemukan sweaternya jadi Mary sadar dimana Mu-gyul berada. Mu-gyul berskating sendirian. Dia menyurususuri keramaian dan Mary muncul dari keramaian itu, membuat Mu-gyul langsung cerah. Mu-gyul berterima kasih pada Mary karena sudah muncul dan mereka berpelukan. Mary dan Mu-gyul menghabiskan malam di lapangan es, melakukan hal yang sangat bagus mereka lakukan.

Lee Ahn menemukan Seo-jun bersembunyi di sebuah klub, dimana dia ingin ditemukan, tapi tidak olehnya. Manajer Bang muncul untuk bertanya apakah Seo-jun ingin menandatangani kontrak dengannya, yang Seo-jun jawab dengan menyiram minuman ke wajahnya. Seo-jun bertanya apa Manajer Bang mendapat uang yang sedikit dengan menjual foton skandalnya dan mereka berakhir dengan saling cakar. Seo-jun mendorong manajer Bang ke tembok dan dia mengeluarkan darah.

Mary dan Mu-gyul pulang ke rumah dari kencan mereka dan tanpa menyalakan lampu, Mu-gyul memeluk Mary dan akan melancarkan ciumannya… dan pada saat itulah teman2 mereka menyalakan lampu dan benar2 membunuh kesempatan itu dengan poster besar: Selamat atas Malam Pertama Kalian! Mereka mengimvasi tempat Mu-gyul dengan permainan minum mereka jadi Mary dan Mu-gyul mengendap keluar untuk mendapatkan privasi.

Mu-gyul menawarkan Mary untuk memainkan lagu yang dia tulis saat memikirkan Mary. Mu-gyul memainkan lagunya untuk Mary, hanya menggumamkan melodinya karena dia belum menulis liriknya. Mary memandangi Mu-gyul dan mengatakan lagu itu terasa hangat dan tidak seperti lagu Mu-gyul yang lain. Mu-gyul mengatakan begitulah yang Mu-gyul rasakan karena Mary dan bahwa ini adalah pertama kalinya gaya bermusik Mu-gyul berubah.

Mu-gyul berkata, “Aku ingin membuat lirik untuk lagu ini yang mengekspresikan dirimu. Bagaimana kalau kau yang menulis liriknya sendiri? Begitulah musik diselesaikan – musik dan lirik bertemu, dan membuat sebuah lagu. Seperti kita.” Mereka berbaring berdekatan, tersenyum selalu, sepanjang malam hingga kembali ke rumah Jung-in pada pagi harinya. Mereka hampir bertemu dengan ayah di gerbang depan tapi mereka berusaha tidak terlihat… untuk sekarang.

Mary mengerjakan lirik itu sepanjang pagi dan menelpon Mu-gyul untuk bertanya apakah lirik yang dia tulis bagus, tapi Mu-gyul mendapatkan telpon yang lain dari klub dimana Seo-jun mabuk berat, memintanya untuk membawa Seo-jun pulang. Mu-gyul pergi ke klub itu dan mengantar Seo-jun pulang dan ketika dia bangun, Mu-gyul meminta Seo-jun untuk sadar diri, dan jika dia akan menghilang, kalau begitu lakukan setelah Seo-jun membayar hutangnya pada Jung-in dan pergi dengan bersih.

Mereka mengerjakan perekaman OST drama itu, dengan Seo-jun di ruang rekaman dan Mary, Jung-in, serta Mu-gyul di studio. Seo-jun melihat lembar kertas untuk lagu drama itu dengan judul ‘Hello, Hello’ dengan musik oleh Kang Mu-gyul dan lirik oleh Wee Mae-ri. Itu cukup untuk membuat Seo-jun berhenti, ketika dia keluar untuk mengungkapkan kemarahannya pada Mary yang menulis lirik lagu Mu-gyul.

Seo-jun berkata, “Apa kau memintaku untuk menulis lagu yang mengumumkan cintamu pada Wee Mae-ri? aku tidak akan melakukan itu. Aku akan mati sebelum aku melakukan itu!” Seo-jun melempar lembaran musik itu ke udara.

Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 10

Mary datang ketika Seo-jun mencium Mu-gyul dan memandangi mereka tanpa terlihat. Mu-gyul sama sekali tidak berinisiatif atau berpartisiasi dalam ciuman itu, tapi dia juga tidak melakukan apa2 untuk menghentikan ciuman itu. Malahan, Mu-gyul hanya menyuruh Seo-jun untuk pulang ke rumah, tidak marah pada ciuman itu. Melihat Mary, Seo-jun menghadapi Mary dengan hinaan karena bersikap lugu selagi menjerumuskan dua pria dalam kekacauan. Mary membela dirinya, mengatakan dengan sopan kalau dia mengerti bahwa Seo-jun, sebagai mantan Mu-gyul, tidak akan menyukainya, tapi bahwa dia juga tidak pernah mempermainkan pria manapun.

Mary mengambil kalung gitar dalam perjalanannya masuk dan lebih diam dari biasanya ketika dia menyiapkan makan malam untuk Mu-gyul. Mu-gyul makan dengan antusias dan Mary mengatakan padanya bahwa dia menikmati melihat Mu-gyul makan ketimbang tampil di panggung. Bicara seperti ibu yang sebenarnya dan Mu-gyul berkata sebanyak2nya. Mary tertawa, “Ya, kau anakku.” Mary bertanya apa ada yang Mu-gyul ingin lakukan sebagai pasangan, dan memberikan bayangan kalau mereka memakai cincin pasangan, dan T-shirt pasangan, kalung pasangan, dan topi pasangan…

Mu-gyul berkata kalau itu barang2 anak kecil dan mengatakan pada Mary untuk menghentikan permainannya. Jelas sekali kalau pikiran Mu-gyul sedang berada di tempat yang seksi dan dia membayangkan Mary mengajukan sesi pembuktian. Tapi tidak, Mary yang lugu menawarkan sebuah kemah romantis di hutan, yang membuat Mu-gyul kecewa. Mu-gyul bergairah lagi ketika Mary dengan malu2 menawarkan sesuatu yang lain, sesuatu yang special, sesuatu yang takut dia minta, yang dia ingin lakukan malam ini… Mu-gyul menelan ludah. Yang akhirnya… membawa mereka ke tempat pembangunan yang diabaikan.

Mereka naik elevator ke atas dan ketika mereka menanjak semakin tinggi, Mary ambruk dalam ketakutan dan menggantung di kaki Mu-gyul, sambil menangis, “Ayah!” Mu-gyul berusaha melepaskan celananya dari genggaman mati Mary dan mereka akhirnya sampai di puncak paling atas. Mary menjelaskan kalau dia membaca di buku psikologi bahwa jika kau punya ingatan buruk pada suatu tempat, membuat ingatan baru (yang lebih baik) di tempat itu bisa menyingkirkan ingatan yang lama. Ketika masih anak2, Mary pernah dikejar oleh penagih hutang sampai ke atap dan setelahnya, dia mulai mengalami mimpi buruk.

Mary terguncang oleh ingatan itu dan bahkan sekarang air mata takut masih jatuh dari matanya. Mu-gyul menarik Mary mendekat lalu mencium Mary lembut, berkata kalau itu akan membuat mimpi buruk Mary pergi jauh. Karena mulai turun salju, Mu-gyul mengatakan kalau dia berharapkan mimpi buruk Mary akan dimurnikan, seperti salju dan mereka berdiri bersama disana, saling berpegangan. Mary mendapatkan api unggunnya pada akhirnya ketika mereka tertimbun bersama di salju. Ingin membalas kebaikan Mu-gyul, Mary bertanya apa yang membuat Mu-gyul paling bahagia atau apa punya ingatan buruk yang perlu dihilangkan.

Yang pertama cukup gampang – Mu-gyul paling senang ketika mengkondisioner rambutnya. Jawaban yang kedua memerlukan beberapa penjelasan dan dia menceritakan sebuah cerita tentang pergi ke lapangan es ketika anak untuk mencari ibunya dan membekukan pantatnya sedangkan ibu tidak pernah muncul. Mary berjanji untuk melakukan kedua hal itu bersama Mu-gyul – mengkondisioner rambutnya dan pergi ke lapangan es. Di sisi lain, lebih banyak skandal yang menyertai Seo-jun sebab ciumannya dengan Mu-gyul telah masuk tabloid. Yang lebih buruk, hal ini membuat marah Lee Ahn, yang dalam drama MSON adalah seorang bintang Korea terkenal. Dia dan manajernya mengancam akan meninggalkan proyek itu jika syuting tidak dimulai sesuai dengan tanggal kontrak.

Di atas itu semua, Manajer Bang melakukan yang terbaik dalam usaha mengancamnya untuk menarik investor dari proyek itu: skandal awal yaitu romantisme antara Lee Ahn dan Seo-jun telah menarik anti fans Seo-jun, yang marah pada Seo-jun karena merebut oppa mereka, dan mereka muncul dengan serangan internet. Sebagai tambahan fitnah biasa, mereka juga mulai menggali kehidupan lama Seo-jun, termasuk menyelidiki pendidikan dan keluarganya.

Skandal dengan Mu-gyul ini mencap Seo-jun sebagai pengkhianat dan pembuat skandal, mengubah Seo-jun menjadi orang yang sangat tidak bertanggung jawab dan bintang yang tidak disukai. Seo-jun tidak lagi dibayar karena bakatnya dan pelaku bisnis tidak ingin berhubungan dengan dramanya. Sekarang Seo-jun tidak punya apapun. Itulah dilemma yang dihadapi Jung-in ketika dia menemui Seo-jun, tapi Jung-in memutuskan kalau dia tetap dengan Seo-jun. Seburuk apapun masalahnya sekarang, akan lebih buruk jika Seo-jun meninggalkan drama itu.

Mary mendengar berita investor yang mundur ketika dia tiba di kantor untuk rapat dengan penulis yang menyukai saran cerita Mary. Kemudian, Mary melihat press konfrens ketika dia melewati toko dalam perjalanan pulang dan berhenti untuk menonton ketika Seo-jun menjawab para reporter. Pada awalnya, Seo-jun memberikan jawaban yang ‘aman’ pada pertanyaan pers, berkata kalau dia dan Lee Ahn hanyalah teman kerja dan dia dan Mu-gyul adalah teman. Akan tetapi, seorang reporter menekankan isu tentang Mu-gyul dan Jung-in maju untuk menutupi isu itu dengan ‘no comment.’ Tapi, Seo-jun menghancurkannya dengan mengumumkan, “Kang Mu-gyul… adalah pria yang aku cintai.”

Ibu berjalan marah2 ke rumah untuk mengucapkan selamat pada Mu-gyul atas pengumuman public dari seorang bintang ini, yang akhirnya membuat Mu-gyul menjadi bintang. Mu-gyul tidak tahu apa yang ibu bicarakan, jadi ibu memberitahukan Mu-gyul gossip itu, yang dibantah Mu-gyul dengan mengatakan kalau foto ciuman mereka hanyalah ciuman selamat tinggal. Ibu mengingat kalau Mu-gyul punya Mary, jadi dia mengingatkan Mu-gyul untuk tidak menduakan wanitanya, karena ibu telah menerima akhir cerita seperti itu di masa lalu.

Setelah melihat Seo-jun menjatuhkan bom, Mary duduk di taman menghapus air matanya dan selama itu, dia merajut sweater untuk Mu-gyul. Teman2 Mary mencarinya dan mengatakan padanya untuk melupakan kedua bajingan itu lalu mengajaknya minum. Mereka menasehati Mary untuk memilih Jung-in atau merebut Mu-gyul dari aktris genit Seo-jun.

Trio cewek memperkenalkan diri mereka: fans Mu-gyul muncul di depan akademi sambil membawa poster yang menyuruh Mu-gyul putus dengan Seo-jun. Mu-gyul bergerak perlahan dari mereka lalu berlari dengan kencang. Teman2 band-nya menggoda Mu-gyul soal gossip itu dan jalan mereka jelas berseberangan dengan kelompok Mary. Mereka melanjutkan minum sedangkan Mary dan Mu-gyul bicara secara pribadi. Jika telpon yang diabaikan belum cukup sebagai klue, Mu-gyul dapat melihat dari ekspresi Mary kalau dia kesal dan menjelaskan meski Seo-jun masih punya perasaan pada Mu-gyul, itu tidak berarti Mu-gyul juga merasakan yang sama.

Mary menjelaskan kalau Mu-gyul belum putus secara tegas dengan Seo-jun. Mu-gyul bertanya dengan tidak percaya apakah Mary menuduhnya menempel Seo-jun. Selagi Mu-gyul berbalik untuk mengendalikan rasa frustasinya, Mary pergi sambil menahan air matanya. Mary mengabaikan telpon Mu-gyul ketika dia dalam bus menuju rumah, memikirkan kembali ciuman itu – Mary sibuk mengatakan hal itu sebagai hal yang tidak berarti pada orang lain, tapi dia tidak bisa menghilangkan rasa sakit dan tidak nyamannya.

Mary menelpon temannya untuk mencari tahu dimana Seo-jun tinggal dan melakukan kunjungan tidak terduga. Disana, semangat Mary tenggelam ketika melihat foto Seo-jun dan Mu-gyul sebagai pasangan kekasih yang bahagia, dulu. Mary bertanya kenapa Seo-jun membuat pengumuman itu hari ini, berkata dengan nada menuduh kalau jika dia masih mencintai Mu-gyul, Seo-jun seharusnye melindungi cinta itu ketika mereka masih bersama. Mary mendapat jawaban yang mengejutkan bahwa Seo-jun melakukannya – bahwa Mu-gyul yang tidak bisa mengikuti hal itu. Dan disini, Mary telah berasumsi kalau hubungan itu berakhir karena kegagalan Seo-jun.

Mary disini untuk meminta Seo-jun memeriksa dirinya; jangan menempatkan Mu-gyul dalam situasi yang lebih sulit. Mu-gyul mendengar dari teman Mary kalau Mary pergi ke tempat Seo-jun, jadi kesanalah dia pergi, tiba terlambat untuk bertemu dengan Mary. Mu-gyul bertanya pada Seo-jun kenapa dia terus memperumit segalanya, mengacu pada pengumuman Seo-jun, tapi Seo-jun mengatakan kalau dia tidak bisa mengendalikan bagaimana perasaannya. Dia akan lanjut kalau dia mampu. Seo-jun mengingatkan Mu-gyul kalau dia meninggalkan segalanya untuk mendapatkan Mu-gyul, tapi Mu-gyul malah mengakhiri segalanya dengan cepat. Mu-gyul bertanya apa ini usaha balas dendamnya. Mu-gyul pergi dengan satu permintaan: “Jangan sakiti Mary.” Seo-jun mengatakan dengan sedih ketika Mu-gyul pergi, “Kau benar2 berubah.”

Seo-jun mengirimi Jung-in sms permintaan agar dikeluarkan dari drama, berkata kalau ini akan baik untuk semua pihak. Jung-in mencoba untuk menelpon Seo-jun tapi Seo-jun malah mematikan hp-nya. Jung-in menerima telpon yang menarik dananya dan dia duduk dengan memegangi kepalanya, merasa putus asa. Lalu, Jung-in melihat hp-nya dan memandangi foto Mary. Mu-gyul menyisir jalanan mencari Mary. Akhirnya, dia menuju rumah Mary dimana ayah menyambutnya dengan tidak ramah, khususnya khawatir karena Mary belum pulang dan tidak menjawab telponnya. Skandal dengan aktris itu telah mengubah Mu-gyul menjadi playboy sepenuhnya di mata ayah, dan ayah bersikeras kalau Mu-gyul harus berhenti bertemu dengan Mary lalu mengusirnya.

Mary berjalan melalui lingkungan itu, berpikir keras, dan Jung-in berjalan dengan santai di samping Mary sampai dia memperhatikan. Mereka berdua mengalami hari yang sulit dan mendesah betapa sulitnya drama ini berjalan. Jung-in khususnya ingin drama ini sukses sebab ini adalah bisnis pertamanya tapi dia mendapati kalau semuanya berjalan miring. Mary menyemangati Jung-in kalau dia bisa melakukannya, bahwa proyek itu tidak akan mati begitu saja, dan Jung-in berterima kasih karena membuatnya percaya diri.

Ketika mereka berpisah jalan, Mary terpeleset di es dan jatuh ke tanah. Jung-in bertindak dengan cepat – cukup cepat untuk menarik Mary, tapi tidak mencegah mereka jatuh dan Jung-in malah mendapatkan luka di kepalanya. Mary takut karena telah membuat Jung-in terluka tapi Jung-in tersenyum karena ini mirip dengan kejadian waktu mereka masih kecil. Mu-gyul tiba untuk melihat Mary duduk di sisi Jung-in setelah merawat lukanya dan dengan cemburu meraih tangan Mary. Mu-gyul ingin bicara dengan Mary tapi Mary sedang tidak mood dan menyuruh Mu-gyul untuk pulang, meninggalkannya di luar.

Mu-gyul tiba di rumah dan menemukan ibunya menangis – perjalannya ke Paris kacau karena kreditnya. Petugas Kredit tidak akan mengijinkan ibu meninggalkan negara ini kecuali ibu membayar 30 juta won. Ibu berhutang setelah menjadi penjamin untuk sebuah bisnis yang gagal. Mu-gyul menyadari dengan ngeri kalau ibu sudah menggunakan 20 juta won dari rekening bank-nya untuk membayar sebagian besar hutang itu – 20 juta yang akan dia kembalikan pada Jung-in karena batal menjadi produser musik.

Mu-gyul bertanya pada ibunya kenapa dia hidup seperti ini, selalu atas kasihan orang yang mencampakkannya atau menipunya demi uang. Ibu mengatakan alasannya lamanya – kalau dia adalah jalang tidak beruntung – dan kata yang dibenci itu mengingatkan Mu-gyul kalau dia juga termasuk di dalamnya. Dan bahwa ketidakberuntungan itu yang membuatnya lahir. Mu-gyul mengatakan kalimat itu pada ibu, marah karena diingatkan lagi bahwa dia adalah bajingan tidak beruntung sejak lahir.

Terluka dan marah, ibu menjawab, “Kau benar, aku seharusnya tidak pernah melahirkanmu. Aku minta maaf karena sudah melahirkanmu tanpa ijin darimu.” Ibu jatuh ke lantai sambil menangis kalau dia minta maaf. Mu-gyul terluka karena mendengar kata2 ibunya dank arena telah menyakitinya. Di rumah Mary juga berjuang dengan perasaannya yang kacau, memikirkan kejadian hari ini sambil merajut sweater untuk Mu-gyul, meski teman2 Mary berkata kalau baju itu tidak pantas untuk Mu-gyul.

Seperti ancaman, manajer Bang dan Lee Ahn memberikan surat tuntutan karena pembatalan kontrak. Mereka berdebat kalau Lee Ahn kehilangan kesempatan bisnis yang menguntungkan dan imej-nya jelek karena skandal itu. Jung-in meminta maaf atas hal itu, tapi pikiran tajamnya mulai bangkit untuk mengingat akar dari skandal itu dan siapa yang paling untung dari hal itu. Jung-in mengingatkan manajer Bang kalau dia sudah memilih pria yang salah untuk dikacaukan, setelah mengerti sifat Bang dalam kontrak, hanya mengambil ganti rugi kontrak ketika kontrak dilanggar.

Lee Ahn telah menjadi rekan yang setia untuk manajer Bang dari awal karirnya dank arena Lee Ahn egois dan sederhana, dia tidak sadar pada perjanjian jahat manajernya dan ini membuatnya kaget. Jung-in memohon pada rasa sopannya dan ini mungkin kesempatan terakhir Lee Ahn dan memintanya untuk memilih dengan bijak: “Manajer Bang atau aku?” Presiden Jung menelpon untuk memberitahu anaknya kalau dia harus mengakhiri drama ini, memutuskan kalau Jung-in tidak cocok menjalankan bisnisnya sendiri. Jung-in berlutut dan berkata kalau dia belum gagal – dia masih punya waktu sebulan untuk meyakinkan Mary agar mau menikahinya.

Ini, Jung-in katakan ketika Mary dan ayahnya tiba untuk mengunjungi presiden dan mereka mendengar Jung-in memohon untuk sebulan lagi sebelum menarik investasi dramanya. Presiden mengumumkan kalau dia sudah membuat keputusan ketika pertunangan Jung-in dibatalkan. Dia memerintahkan Jung-in untuk merelakan perusahaan itu dan mulai bekerja untuknya. Mary masuk dan meminta presiden untuk memberikan satu kesempatan lagi pada Mary. Dia berlutut bersama Jung-in dan membelanya, berkata kalau acara tunangan yang dibatalkan itu adalah perbuatannya. Dialah yang pantas menerima cercaan presiden. Dengan cepat, Presiden setuju memberikan sebuah kesempatan lagi pada Jung-in.

Mary tiba di studio Mu-gyul dengan semangat yang lebih baik. Dia mengaku kalau dia pergi menemui Seo-jun dan dia mengaku kalau melihat foto mereka membuatnya cemburu – kelihatannya Mu-gyul sudah melakukan semua hal yang ingin dia lakukan bersamanya, tapi dengan Seo-jun. Mu-gyul mengerti, tapi menjamin kalau dia belum pernah pergi ke lapangan es dengan sweater yang dibuatkan pacarnya. Mereka setuju untuk segera pergi kesana dan Mary berjanji untuk menyelesaikan rajutannya dengan cepat. Mu-gyul juga berjanji kalau selagi dia menyukai Mary, dia hanya akan menyukai Mary – tidak melirik wanita lain. Mary bertanya, “Untuk berapa lama?” Mu-gyul tidak punya jawaban untuk itu.

Kecemburuan Mu-gyul muncul ketika Mary mengatakan kalau dia harus membantu Jung-in lagi tapi Mu-gyul mengerti kalau Mary punya kesetiaan. Masih saja, ketika Mary meminta Mu-gyul untuk bergabung dengannya besok untuk minum kopi untuk membicarakan semuanya, Mu-gyul menolak.

Keesokan harinya, Mary memandang dengan gelisah ke seliling café, berharap Mu-gyul akan muncul dan kecewa karena tidak muncul. Jung-in mengartikan ini sebagai jawaban bahwa mereka hanya perlu membicarakan ini berdua – dan saat itulah Mu-gyul memotong. Duduk sambil memberikan tatapn keras pada Jung-in, Mu-gyul mengatakan kalau ini saat menghentikan permainan anak2, “Ayo coba pernikahan yang direncanakan ini!”