Arsip

Sinopsis It’s Okay Daddy’s Girl Episode 4

Jin-gu mengantar ibu pulang ke rumah dan bertanya padanya apakah ini adalah daerah yang benar. Jin-gu berkata, “Navigasi mengatakan kalau kita belok kanan, maka kita sampai ditujuan.” Ibu menjawab kalau mereka sudah hampir sampai dan meminta Jin-gu untuk menurunkannya di dekat sini saja. Jin-gu mengatakan kalau dia akan menurunkan ibu di depan rumah sehingga dia bisa bertemu dengan Ae-rung juga. Mereka berbelok dan melihat sesuatu sedang terjadi di rumah di depan mereka. Jin-gu terus mengendarai mobilnya dan ibu kaget, mengatakan kalau itu adalah rumahnya. Dia meminta Jin-gu untuk menghentikan mobil dan bergegas keluar.

 

 

Ibu memanggil paman Man-soo, yang meminta ibu untuk segera mendekat dan mengumumkan kalau kakak ipar telah pingsan. Ibu masuk ke dalam dan Jin-gu bertanya pada paman siapa yang pingsan. Setelah semuanya masuk ke dalam paman menjelaskan kepada kedua polisi yang sedari tadi menunggu kalau kakak iparnya bukan akan melarikan diri. Lalu menyuruh mereka untuk kembali lain waktu saja.

 

Di dalam sana, terdengar suara tangis yang menyuruh ayah bangun. Jin-gu masuk kesana dan segara menyuruh mereka untuk menyingkir sebentar. Jin-gu berkata, “Bagaimana mungkin kau menggoncang-goncangkan orang yang pingsan? Sesuatu yang buruk bisa terjadi.” Jin-gu lalu beraksi dengan menggunakan syal-nya sebagai bantal ayah. Dia lalu bertanya apa sudah menelpon 119. Ae-ryung menjawab, “Belum.” Jin-gu kembali berkata apakah sudah memeriksa rumah sakit. Ibu tidak mengerti dan Jin-gu menjelaskan kalau mereka perlu menanyakan pada rumah sakit apakah mereka tidak bisa langsung merawat ayah. Kalau tidak akan rugi bila pergi kesana. Jin-gu kembali bertanya apa yang terjadi. Chae-ryung menjawab, “Ayah hanya pingsan. Dia tadi sedang memegang lemari. Ayah tidak bisa berdiri sendiri dan matanya menjadi kabur.”

 

 

Ae-ryung lalu menimpali dengan mengatakan kalau ayah merasakan sakit kepala dan sudah memeriksakannya tapi bukan di rumah sakit. Jin-gu protes kenapa ayah tidak pergi ke rumah sakit. Dia lalu menelpon dan mengatakan kalau ayah Ae-ryung pingsan. Jin-gu juga mengatakan pada orang ditelpon itu untuk menghubungi ayahnya atau Dr. Kyung. Orang di telpon itu sepertinya juga mengatakan pada Jin-gu untuk melakukan semacam tes yaitu Jin-gu memanggil ayah dan bertanya apa ayah bisa mendengar suaranya. Tapi tidak ada respon sama sekali. Paman membawa pertugas ambulan masuk untuk mengangkut ayah ke rumah sakit. Jin-gu mengatakan untuk membawa ayah ke Rumah Sakit Manin sebab ada tim dokter yang sudah menunggu disana.

 

 

Ayah diangkut dengan ambulan dan Ae-ryung serta Jin-gu yang berada di dalam ambulan. Sedangkan ibu meronta-ronta menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Ayah tidak bersalah dan dia sedang pingsan pula. Ibu hampir saja pingsan karena rasa tidak percayanya. Paman mengatakan pada ibu kalau mereka harus pergi ke rumah sakit. Sedangkan, Chae-ryung sama sekali tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan hanya bisa menangis sambil memanggil-manggil ayah… sementara itu di dalam ambulance, Ae-ryung juga menangis. Jin-gu berusaha menenangkannya dengan mengatakan kalau ayah akan baik2 saja. Di rumah sakit milik orang tuanya ada tiga dokter terbaik di Korea jadi ayah Ae-ryung pasti akan baik2 saja.

 

 

Prof. Kang sedang menelpon ibu Jin-gu dimana dia mengatakan kalau dia sedang minum dengan ayah Jin-gu. Prof. Kang mengatakan kalau dia sudah menugaskan Dr. Hong untuk merawat ayah Chae-ryung. Ibu meminta Prof. Kang untuk menyampaikan pada ayah Jin-gu kalau pasien yang dirawat itu adalah ayah dari gadis yang dijodohkan dengan Jin-gu. Serta untuk memberitahu ayah Jin-gu kalau Jin-gu sepertinya sangat khawatir dan akhirnya bertingkah seperti manusia normal serta Jin-gu sepertinya serius terhadapad gadis ini (Ae-ryung). Seorang teman ibu Jin-gu yang duduk disampingnya mengatakan kalau Jin-gu sepertinya benar2 tertarik pada Ae-ryung makanya dia bersikap seperti ini. Tapi wanita ini juga menyebut cewek salon yang semua hutangnya dibayarkan oleh Jin-gu (atas bantuan ibunya tentu saja). Setelah mendengar ini, suasana hati ibu Jin-gu jadi buruk.

 

 

Ngomong2 soal cewek salon yang dibicarakan, secara tidak kebetulan Prof. Kang bertemu dengannya. Nama cewek ini Hee-jae dan dia adalah gadis yang dicintai Jin-gu. Prof. Kang bertanya pada Hee-jae kenapa dia ada disini. Hee-jae malah menantang, “Apa kau sedang bertanya kenapa aku tidak kembali ke Amerika?” Hee-jae mengatakan kalau dia bekerja di klub malam tidak jauh dari tempat ini. Dia bahkan tidak mengubah nomer hp-nya sebab siapa tahu saja ayah (Jin-gu) mengubunginya lagi. Setelah berhasil membungkam Prof. Kang dengan kalimat ini, Jae-hee pergi begitu saja. Prof. Kang lalu kembali ke dalam dan menemui ayah Jin-gu yang ternyata sedang minum dengan ayah Jong-seok. Ayah Jong-seok meminta ayah Jin-gu untuk mengobati sakit mental anaknya yang sudah membuat hidupnya menjadi menyedihkan. Dan ayah Jin-gu kaget sekali.

 

 

Ayah Eun tiba di rumah sakit dan langsung masuk ruang operasi. Dr. Hong yang akan segera masuk ke ruang operasi dihentikan oleh Jin-gu hanya untuk memintanya menyelamatkan ayah Eun. Dr. Hong mengiyakan dan Ae-ryung mulai menangis lagi. Untuk beberapa saat, Jin-gu terlihat begitu sedih menyaksikan keadaan Ae-ryung. Paman Man-soo dan yang lainnya tiba. Chae-ryung bertanya apa yang terjadi dan Ae-ryung menjawab kalau ayah masuk ruang operasi. Jin-gu mengatakan kalau sebaiknya mereka menunggu di ruang tunggu tapi Chae-ryung menolak dan akan menunggu di depan ruang operasi. Ae-ryung memeluk adiknya dan Chae-ryung pun mulai menangis.

 

 

Marco dan kakaknya sedang menunggu di luar klub dan mereka terkaget-kaget melihat kedatangan Hee-jae dan teman wanitanya. Mereka rela melakukan apa saja asal bisa bertemu dengan kedua gadis itu dan bahkan menggadaikan jam tangan pun jadi. Beralih ke Jong-seok yang sedang bersama seorang wanita yang mengatakan kalau suasana hati Jong-seok pasti sedang bagus. Jong-seok malah bertanya, “Apa kau tahu perbedaan antara pemenang dan pecundang? Titik permulaan mereka berbeda.” Wanita itu berkata, “Apa kau memastikan bahwa kau pemenangnya?” Jong-seok tersenyum jahat, tapi sungguh deh, Jong-seok ini kerena banget. Kenapa ya, tokoh antagonis drama Korea kebanyakan cowok2 keren? Hp Jong-seok berdering dan dia mendapatkan telpon dari Bo-ra. Intinya, Jong-seok membicarakan masalah kompensasi dengan Bo-ra.

 

Di rumah sakit, keluarga Eun sedang menunggu operasi ayah mereka dengan cemas. Jin-gu datang dan membawakan kopi kepada mereka semua dan sepertinya, Ae-ryung mulai menyadari perhatian yang diberikan Jin-gu kepada keluarganya. Dan di belakang sana, ayah Jin-gu dan Prof. Kang memerhatikan tingkah laku Jin-gu yang begitu perhatian pada keluarga Eun. Prof. Kang mengajak Jin-gu bicara dan bertanya gadis mana yang akan dinikahkan dengannya, yang keriting (Chae-ryung) atau yang berambut lurus (Ae-ryung). Jin-gu menjawab, “Yang berambut lurus dengan wajah mungil. Tidakkah kau berpikir ayah akan menyukainya?”

 

Prof. Kang: “Bagaimana denganmu?” Jin-gu menjawab dengan santainya, “Kau tahu gayaku.” Prof. Kang protes, kalau gadis itu bukan tipe Jin-gu, kenapa dia menelpon tim operasi untuk bersiap-siap, dan menyuruhnya datang ke rumah sakit untuk menangani masalah sebesar itu. Jin-gu membela diri dengan mengatakan kalau ada seseorang yang sedang sekarat dan kenapa Prof. Kang malah memikirkan soal tipe gadis fav. Jin-gu. Prof. Kang lalu mengumumkan kalau sepertinya ayah Jin-gu menyukai Ae-ryung.

 

 

Kembali ke keluarga Eun. Ae-ryung bertanya pada Chae-ryung apakah mereka harus menemui keluarga Choi Dook-ki. Chae-ryung mengatakan tidak mungkin sebab ayah masih di ruang operasi. Ae-ryung mengusulkan bagaimana kalau mengirim paman Man-soo saja. Tapi Chae-ryung tidak yakin dan akhirnya mereka sepakat untuk bertanya pada Jong-seok. Dan Jong-seok langsung menemui ibunya yang kaget mendengar ayah Chae-ryung pingsan. Jong-seok mengatakan ayah Chae-ryung mungkin saja tertekan dan Chae-ryung bertanya padanya apakah dia harus datang ke rumah keluarga Choi.

 

 

Jong-seok juga menanyakan soal kompensasi yang harus diterima keluarga Dook-ki dari ayah Chae-ryung. Ibu bertanya apakah Jong-seok sama sekali tidak punya rasa kasihan (Jong-seok menjawab iya). Tapi bagaimana mungkin Jong-seok malah membicarakan kompensasi. Kedua orang tua Dook-ki datang untuk menanyakan masalah kompensasi dan ibu Jong-seok memberitahu mereka kalau ortu Dook-ki bisa mendapatkan 500 juta won! Jelas, kedua orang ini kaget. Kedua orang ini juga merencanakan untuk menghubungi keluarga Eun dan Jong-seok benar2 menantikan hal ini.

 

Jong-seok pergi ke rumah sakit dan mengatakan pada Chae-ryung dan keluarganya kalau mereka harus membayar 500 juta sebagai kompensasi. Dia menambahkan kalau kompensasi itu juga ditambah dengan hukuman penjara namun setelah ayah sembuh. Chae-ryung dan keluarganya syok sebab mereka tidak punya uang sebanyak itu. Jong-seok lalu menyuruh Chae-ryung datang ke keluarga Choi Dook-ki untuk memohon siapa tahu saja tuntutannya bisa dikurangi. Ibu ingin menggantikan Chae-ryung pergi kesana tapi Jong-seok mengatakan kalau Chae-ryung yang harus pergi menemui keluarga Choi.

 

 

Chae-ryung yang menemui keluarga Choi mendapatkan sambutan yang tidak baik. Wook-ki datang menghentikan kekacauan itu dan dia mengatakan kalau belum tentu ayah Chae-ryung yang bersalah dan seketika, kalimat ini membuat Jong-seok yang berdiri di kejauhan menjadi tegang. Wook-ki lalu mengantar Chae-ryung keluar dan sekali lagi Chae-ryung memastikan apakah ayahnya memang tidak bersalah – apakah dia punya bukti untuk hal itu. Wook-ki mengatakan kalau dia memang belum punya bukti tapi dia yakin kalau orang seperti ayah Chae-ryung tidak mungkin melakukan itu pada orang lain. Chae-ryung mengatakan kalau saja ayah tidak masuk rumah sakit, ayah pasti datang kesini. Dan perkataan ini membuat Wook-ki kaget. Dia menguruh Chae-ryung pulang saja lalu datanglah Yeon-doo yang bersedia mengantar Chae-ryung ke rumah sakit. Dari kejauhan, Jong-seok mengamati dengan cermat.

 

 

Sesampai di rumah sakit, Chae-ryung mendapatkan berondongan pertanyaan dari ibu, paman, dan Ae-ryung. Mereka bertanya apa yang terjadi tapi sebelum bisa menjawab, Jin-gu dan Prof. Kang datang untuk menjelaskan hasil operasinya. Prof. Kang: “Operasinya berjalan dengan baik, tapi kami perlu melihat kondisinya.” Chae-ryung bertanya apa akan ada operasi lagi. Ibu menduga apakah ayah akan menjadi cacat. Prof. Kang mengatakan kalau ayah Eun mengalami meningitis dan mereka masih perlu melihat kondisinya lagi. Ibu kembali berkata apakah ayah sedang dalam kondisi kritis dan dalam kondisi berbahaya. Sebelum sempat menjelaskan, Dr. Hong keluar dari ruang operasi. Mereka mengucapkan terima kasih pada Dr. Hong dan Chae-ryung bertanya dimana ayahnya. Di ruang perawatan intensif. Mereka semua pun menuju kesana.

 

 

Sekilas tentang keluarga Jung (keluarganya Jin-gu). Jung Pil Seok, ayah Jin-gu, sedang menelpon dan dia mendapatkan kabar kalau operasi ayah Eun berjalan sukses. Ibu dan adik perempuan Jin-gu masuk dan langsung menyatakan rasa penasaran mereka tentang operasi itu. Ibu Jin-gu punya rencana lain dengan menjodohkan putranya dengan Ae-ryung. Ibu berkata pada ayah kalau ayah pasti sudah melihat Ae-ryung. Ibu sepertinya sangat ingin cepat2 menikahkan Jin-gu dengan Ae-ryung tapi ayah tidak setuju. Ayah malah menyuruh ibu keluar dari ruangannya. Ibu dan Se Yoen (adik Jin-gu) keluar. Se Yeon malah menyalahkan ibunya karena kurang hati2 bicara.

 

Sementara itu di rumah sakit, Jin-gu menjelaskan kalau mereka hanya bisa menjenguk ayah Eun dua kali sehari. Tapi Chae-ryung dengan tegas menyatakan kalau dia dan kakaknya akan tinggal di rumah sakit. Paman Man-soo bilang dia dan ibu Eun akan kembali besok pagi. Ibu menambahkan kalau ada masalah sebaiknya cepat menelpon mereka. Chae-ryung malah kembali berkata tegas, “Masalah apa?” Dia mengatakan kenapa ibu harus bicara seperti itu. Jin-gu mengatakan pada Ae-ryung kalau dia juga akan kembali besok pagi tapi Ae-ryung mengatakan kalau Jin-gu tidak perlu kembali lagi dan mengucapkan terima kasih padanya. Jin-gu meminta Ae-ryung untuk berhenti mengucapkan terima kasih dan dia akan datang lagi besok. Setelah yang lainnya pergi, Chae-ryung berkata pada kakaknya, “Jin-gu pria yang baik.” Ae-ryung tidak membalas ucapan adiknya itu.

 

Di rumahnya, Jin-gu mengajak ibunya bicara dan bertanya kapan dia akan menikah dengan Ae-ryung. Dia serius kali ini dan dia akan menjadi suami yang baik bagi Ae-ryung. Ibu berkata kalau itu tidak mungkin sebab Jin-gu punya masa lalu yang buruk tentang pernikahan. Jadi Jin-gu ini sebelumnya beberapa kali sudah akan dinikahkan tapi dia selalu kabur dengan cewek salon. Jin-gu kembali berkata kalau dia sungguh2 serius tapi ibu tidak percaya. Jin-gu mengangkat kaosnya. Perut six packs nya adalah bukti keseriusannya. Ibu bertanya apakah Jin-gu melakukan operasi untuk mendapatkan otot2 itu dan Jin-gu mengiyakan. Jin-gu memakai kartu kreditnya dan ibu malah memukulnya.

 

Di rumah sakit, ayah benar2 berbaring tidak sadar. Sementara, di luar ruang perawatan intensif, Chae-ryung dan Ae-ryung berusaha mengintip. Mereka menyerah dan Chae-ryung berkata pada kakaknya, “Ayah akan baik2 saja, kan? Apa kau berpikir biaya pengobatan akan mahal?” Ae-ryung kaget, “Kenapa kau bicara seperti itu?” Chae-ryung menjawab, “Kita perlu membayar kompensasi pada mereka sebesar 500 juta.” Ae-ryung jelas lebih kaget lagi. Chae-ryung lalu berkata kalau mereka akan memberikan perawatan terbaik pada ayah, perawatan yang paling mahal. Mereka tidak akan menyerah begitu saja karena mereka tidak punya uang. Ae-ryung mengiyakan.

 

Tapi Chae-ryung kembali mengatakan kemungkinan yang dikatakan Wook-ki yaitu belum tentu ayah bersalah. Ae-ryung bertanya apakah Chae-ryung memberitahukan ibu tentang hal ini. Ibu tahu dan mengatakan tidak mungkin orang tua Jong-seok salah. Ae-ryung mengatakan kenapa mereka tidak mencari pengacara lain saja. Chae-ryung mengulang perkataan ibu kalau mencari pengacara tidaklah murah dan ibu akan bicara dengan orang tua Jong-seok untuk melihat keadaan mereka. Chae-ryung berujar, “Aku tidak tahu kalau kita tidak punya uang.”

 

 

Ibu bicara dengan kedua orang tua Jong-seok dan mengatakan kalau Chae-ryung diberitahu oleh adik Dook-ki kalau ada kemungkinan bukan ayah yang membunuh Dook-ki. Paman Man-soo menyambung, “Bukankah itu artinya kami tidak perlu membayar kompensasi? Korban mengatakan ayah tidak bersalah, apa kami tetap harus membayar kompensasi?” Kedua orang tua Jong-seok kaget dan ayah Jong-seok berkata kalau mereka tidak tahu kenapa adik Dook-ki berkata begitu, tapi kasus ini bisa mengarah ke yang lebih besar dan memerlukan uang lebih banyak. Ibu Jong-seok menyambung kalau adik Dook-ki mungkin saja shock makanya berkata demikian.

 

Ayah Jong-seok berkata kalau mereka membuat kesepakatan ini dengan orang tua Dook-ki bukan dengan saudaranya jadi ibu harus menurutinya. Ibu mengatakan apakah ayah akan dipenjarakan apabila tidak memenuhi tuntutan itu. Dan ibu Jong-seok langsung mengiyakan. Dia kelihatannya sama saja jahatnya dengan Jong-seok!!! Jelas saja, ibu jadi kaget mendengar kenyataan ini. Apalagi suaminya masih koma di rumah sakit. Kenyataannya, keluarga Eun memang tidaj punya uang 500 juta itu dan paman Man-soo meminta kebaikan hati orang tua Jong-seok untuk membantu. Tapi sekali lagi, ibu Jong-seok mengatakan kalau mereka sebaiknya mengusahakan uang itu sendiri. Padahal ayah Jong-seok sepertinya mau mengulurkan bantuan.

 

 

Paman Man-soo sepertinya curiga pada kedua orang tua Jong-seok. Dan dia benar2 menyatakan kecurigaan itu pada ibu dan memintanya untuk pergi ke pengacara lain. Sayangnya ibu menolak. Bagaimana kalau kompensasinya bertambah tinggi? Bagaimana dengan biaya rumah sakit? Bagaimana kalau mereka datang ke rumah sakit dan menghancurkan Ae-ryung? Paman lalu mengatakan kalau ibu pasti akan meminjam uang lebih besar untuk pernikahan Ae-ryung maka ayah tidak akan terurus. Tapi ibu mengatakan kalau Ae-ryung menikah maka mereka akan punya cukup uang untuk merawat ayah. Lalu ibu mengatakan kenapa paman mulai melakukan bisnis illegal dan menambah hutang keluarga Eun? Paman Man-soo minta maaf.

 

Kedua orang tua Jong-seok kembali berunding dan ayah mengatakan kalau mereka seharusnya bisa membantu keluarga Eun untuk urusan uang kompensasi itu. Ibu langsung menolak mentah2 dan berkata kalau mereka sebaiknya tidak terlibat lebih jauh. Ayah kemudian mengutarakan keinginannya untuk memberikan perawatan mental pada Jong-seok yang sepertinya punya kelainan mental. Lagi2 ibu menolak sebab dia tidak ingin Jong-seok yang akan menjadi pengacara mempunyai track record yang jelek. Bagaimana kalau mengirimnya ke Amerika lagi? Ibu juga tidak setuju. Ibu mendapatkan konfirmasi kalau ibu Eun sudah menyerahkan uang 500 juta itu dan ibu Jong-seok berkata kalau dia yang akan menjaga Jong-seok. Ayah Jong-seok hanya bisa mendesah.

 

 

Kedua orang tua Dook-ki mendapatkan uang kompensasi itu padahal Hyuk-ki dan Wook-ki masih berada di tempat pemakaman dan benar2 bersedih. Ketika mereka sampai di rumah, Wook-ki menemukan surat dari kedua orang tuanya yang berisi: ‘Kami pergi. Jangan mencari kami. Kami sudah mendapatkan semua uang kompensasi. Jika kematian Dook-ki tidak disebabkan olehnya, kalian harus membayar sebesar 500 juta pada Eun Ki-hwan.’ Hyuk-ki dan Wook-ki bangkit untuk mencari ke seluruh rumah kalau2 ortu mereka masih disitu tapi gagal. Dan mereka hanya bisa menangis meratapi kesialan mereka.

 

 

Di rumah sakit, Chae-ryung mencoba bicara dengan ayahnya, “Ayah, apa ayah mendengarku? Kau bisa mengerti segalanya, kan? Ayah, aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku… setiap kali aku ditanya siapa yang paling aku suka ibu atau ayah? Aku tidak pernah menjawab ibu tapi aku selalu menjawab ayah. Jadi karena itulah aku menjadi anak ayah, kau ingat itu, kan? Jadi, bukalah matamu dan katakan padaku, ‘tak apa, anak ayah!’ sekali saja. Ayah begini karena aku jadi aku rasanya mau jadi gila. Ayah yang paling aku sayangi di dunia, aku membuatmu menjadi seperti ini. Ini sangat sulit…” Chae-ryung lalu menangis dan kembali memohon pada ayahnya untuk bangun dan berkata, ‘tidak apa2, anak ayah!’ Tapi ayah tentu saja tidak bangun.

 

 

Wook-ki sangat sedih atas kematian kakaknya. Dia hanya bisa memandangi foto Dook-ki. Dan tiba2 saja dia mendapatkan sms: ‘Dook-ki meninggal dengan tidak adil. Aku tidak bisa memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi, sekarang. Aku tidak bisa melawannya. Aku minta maaf.’ Wook-ki semakin bertambah curiga. Sedangkan di tempat lain, kedua orang tuanya sedang menyembunyikan uang 500 juta yang mereka dapatkan. Tidak berapa lama, ada seseorang di pintu depan yang ingin mengadakan pemeriksaan dan kedua orang tua Wook-ki jadi ketakutan. Ibu yang memeriksa ke depan dan ternyata pria itu hanya ingin memeriksa hasil panen. Pria itu memberikan lembaran kuesioner pada ibu Wook-ki dan memintanya untuk mengisi kolom yang ditandai.

 

 

Di rumah sakit, ayah sepertinya bertambah buruk. Chae-ryung yang menelpon ibu sambil menangis mengatakan kalau ayah sepertinya bukan ayah. Dr. Hong berlari menuju ruang perawatan ayah untuk memeriksa ayah yang berteriak-teriak. Ae-ryung yang ada disana hanya bisa menangis. Dr.Hong berusaha menolong ayah, “Pasien, apa anda bisa mendengar suara saya? Apa anda bisa mendengar saya?” Tapi ayah sepertinya memang bukan ayah…

 

Iklan

Sinopsis It’s Okay Daddy’s Girl Episode 2-3

Ayah membela Chae-ryung dari calon penyerangnya, Deok-ki. Dan Deok-ki pun mundur, tahu kalau keadaan ini tidak berjalan sesuai rencana. Tapi meski tahu hal itu, Deok-ki membertahankan sikapnya yang keras dan penuh dendam dan hinaan yang dia lontarkan pada Chae-ryung membuat ayah marah. Ayah memukul Deok-ki dan keduanya jatuh ke tanah, dengan Deok-ki kepalanya terkena benturan.

 

 

Tiga orang pria muda yang menolong ternyata adalah teman Deok-ki dan mereka menahan Deok-ki sampai polisi datang. Deok-ki tahu dirinya terjebak, tapi dia tetap mempertahankan sikap kerasnya. Ayah meminta polisi untuk membiarkan Deok-ki pergi tanpa memberikan tuntutan, tapi tidak sebelum ayah memberikan peringatan penuh kasih untuk jangan pernah lagi melakukan ini pada putrinya atau putrid orang lain. Karena Deok-ki adalah pria yang suatu hari nanti akan menjadi ayah, ayah memberikan Deok-ki kesempatan untuk menjalani hidup yang pantas.

 

 

Setelah dia pergi, Deok-ki bicara pada diri sendiri, bertanya-tanya kenapa dia harus mendengarkan ceramah orang tua dari orang asing, padahal orang tuanya sendiri tidak pernah memberikan ceramah seperti itu. Jong-seok kesal karena kesempatannya untuk muncul sebagai penyelamat hilang begitu saja, sebab dia sudah siap untuk muncul dan menyelamatkan Chae-ryung. Jong-seok sedang dalam suasana hati jelek saat dia bertemu Deok-ki malam itu, dan tidak bereaksi bagus ketika Deok-ki meminta uang lagi dan lagi dengan mengancam akan membawa masalah ini kehadapan umum.

 

 

Tapi hal itu tidak bisa dibandingkan dengan saat Deok-ki mengatakan kalau Chae-ryung lebih baik mendapatkan tas itu dari ayahnya sendiri dan Jong-seok lebih baik menyerah saja. Jong-seok bereaksi begitu mengerikan hingga Deok-ki pun ketakutan dan meminta maaf padanya.

 

 

Jong-seok memberikan tas itu pada Deok-ki dan memintanya untuk menutupi semua ancamannya pada Chae-ryung. Dia lalu memberikan sisa uangnya pada Deok-ki dengan cara yang paling merendahkan – Jong-seok melempar uang itu lalu menyuruh Deok-ki untuk memungutnya dari tanah. Ini menyedihkan dan Deok-ki menangis waktu dia memungut uang itu. Dan pada detik terakhir barulah Deok-ki sadar kalau Jong-seok sedang berkendara ke arahnya dengan kasar dan dia merangkak keluar jalan. Karena hal itu, Deok-ki terjatuh di tangga batu dengan kepala membentur tanah dengan keras.

 

 

Ternyata Deok-ki adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Anak pertama adalah Hyuk-ki (Choi Jin Hyuk) adalah mahasiswa hukum yang sekarang sedang menjalani wajib militer. Anak ketiga adalah Wook-ki (Donghae) mirip dengan kakak tertuanya dalam hal kebaikan hati dan kejujuran. Wook-ki kerja di banyak tempat dan meminta kakak keduanya yang salah jalan untuk mencari pekerjaan yang lebih layak.

 

 

Hyuk-ki yang menopang keluarga itu dan dengan seperlunya dia memperlakukan orang tuanya yang punya temperamen buruk dengan hormat yang mungkin tidak patut mereka dapatkan. Dia mencoba untuk tetap menjaga kedamaian dalam keluarganya dan mendukung mereka semua. Wook-ki yang naïf dan idealistic lebih mengikuti Hyuk-ki dan menjalankan tugas dalam keluarganya dengan baik selagi Hyuk-ki tugas militer. Tapi anak tengah Deok-ki malah termakan dendam – ini adalah hal yang mereka semua rasakan tapi ditahan tapi Deok-ki malah bersikap merusak.

 

Deok-ki mengeluhkan sakit kepala tapi dia malah mengabaikannya dengan berkata kalau dia mengalami kecelakaan kecil. Saudara2nya bertanya-tanya tentang tas desainer yang rusak dan uang yang ada di dalamnya, takut kalau2 Deok-ki sudah melakukan sesuatu yang illegal lagi. Akan tetapi, semuanya berubah menjadi buruk sebab sakit kepala itu malah membunuh Deok-ki.

 

Ayah dan Chae-ryung dibawa ke kantor polisi lagi untuk memberikan pernyataan. Mereka khawatir kalau kematian Deok-ki adalah akibat dorongan ayah, yang memukulkan kepala Deok-ki ke tembok. Benturan itu adalah benturan yang ringan dan tidak ada yang berpikir kalau benturan itu akan membuat Deok-ki meninggal. Tapi karena hal itu disebutkan dalah laporan polisi jadi mereka melakukan tindak lanjut dengan menanyai. Keluarga sangat khawatir pada ayah yang mungkin dituduh menghilangkan nyawa seseorang jika hasil otopsi menunjukkan kematian itu karena benturan di kepala.

 

 

Jong-seok kaget mendengar berita itu. Dia punya rencana untuk menutupi hal itu dan meminta bantuan orang tuanya. Orang tua Jong-seok menganggap kalau Jong-seok adalah orang gagal yang tidak baik tapi dia adalah satu2nya yang mereka punya, dan mereka pun mulai beraksi. Mereka mulai mengerjakan kasus itu dan bersiap-siap untuk melakukan cara yang bersih. Semuanya dimulai dengan saksi mata di kecelakaan mobil itu: teman Deok-ki, Byung-chun, yang tiba tepat waktu dan melihat luka Deok-ki.

 

 

Byung-chun merasa sedih atas kematian temannya tapi orang tua membuat Byung-chun diam dengan beberapa janji. Byung-chun punya catatan kejahatan di masa lalu dan bersikeras kalau dia tidak bersalah, yang dijanjikan ayah Jong-seok akan dibersihkan dari catatan Byung-chun. Ayah Park juga setuju pada permintaan Byung-chun kalau keluarga Deok-ki yang miskin akan mendapatkan pertolongan. Akan tetapi, ketika ayah bertanya tentang tas desainer yang Deok-ki ambil dari Jong-seok, Byung-chun berbohong dan mengatakan kalau Deok-ki sudah membuangnya.

 

 

Orang tua Jong-seok memang tidak etis tapi ketika mereka mendengar kalau Jong-seok mencoba menabrak Deok-ki dengan mobil, mereka jadi marah. Jong-seok mengatakan pada mereka kalau dia melakukan itu untuk membela diri, jadi mereka kaget pada dangkalnya moral anak mereka. Tapi Jong-seok meredakan kemarahan mereka dengan meminta maaf, dengan berkata kalau dia memikirkan orang tuanya, selalu – dia melakukan semua ini demi orang tuanya!

 

 

Wook-ki mengidentifikasi mayat kakaknya dan menangis di atas mayat itu. Tepat pada saat itulah ayah Chae-ryung masuk dan menunjukkan rasa sedihnya. Ayah berlutut di lantai dan menangis serta berkata kalau dia bisa kembali dan menukar nyawanya dengan Deok-ki, ayah mau melakukannya. Wook-ki kelihatannya tidak terlalu peduli pada ayah Chae-ryung dan malah mengucapkan selamat tinggal dengan rasa hormat.

 

 

Wook-ki membagi ceritanya dengan Hyuk-ku saat kakak pertama kembali lagi dari tugas militer setelah mendengar berita itu. Wook-ki mengatakan kalau Deok-ki mengeluhkan mengalami kecelakaan kecil, tapi tidak ada saksi di sekitar tempat kejadian jadi dia tidak bisa melakukan tuntutan hukum. Tapi dalam laporan polisi tidak ada kecelakaan tapi ada beberapa saksi. Ada sesuatu yang tidak cocok dan bertanya-tanya apabila pria tadi dijadikan kambing hitam dalam kecelakaan ini. Dia mencoba mencari tas desainer itu, yang mungkin bisa menjadi klu.

 

 

Sedangkan Hyuk-ki mencari ketiga saksi yang ada yang kebetulan salah satunya adalah teman baiknya. Ketiga pria itu (dimana Yeon-doo diperankan oleh Kang Min-hyuk dari CN Blue’s) ada dalam satu band dan sering main di bar, dengan cara itulah mereka bertemu pertama kali dengan Deok-ki.

 

 

Trio band itu juga merasa kalau situasinya aneh sebab yang mereka tahu Deok-ki bukan tipe pria yang suka melakukan kekerasan pada wanita. Yang dia pedulikan hanya uang. Jadi mereka bertanya-tanya apakah Deok-ki dibayar untuk melakukan ini, jadi ada lago yang terlibat dalam kasus ini. Tapi ketika Hyuk-ki dan ketiga kawannya mencoba mencari Byung-chun untuk mendapatkan info, mereka mendapati kalau Byung-chun sudah keluar dari pekerjaannya dan pindah.

 

Ayah mendapatkan masalah kembali saat teman CEO-nya secara tidak langsung meminta ayah untuk menulis surat pengunduran diri karena masalah kematian Deok-ki itu. Semua pegawai jelas mendukung ayah dan memintanya untuk bertahan tapi ayah sudah membersihkan mejanya dan pergi.

 

 

Secara kebetulan, Ae-ryung dan Chae-ryung membuatkan makan siang untuk ayah dan membawanya ke kantor tepat saat ayah berpamitan pada pegawai yang setia. Ae-ryung menahan rasa sakitnya sedangkan Chae-ryung meledak dan mendatangi CEO itu dengan berkata kalau semua ini tidak adil. Ayah dan Ae-ryung memegangi Chae-ryung dengan erat dan ini adalah adegan yang Hyuk-ki saksikan waktu dia berjalan memasuki gedung itu.

 

 

Tapi masalah paling berat muncul saat diumumkan kalau kematian Deok-ki adalah akibat luka di kepala. Yang artinya, ayah adalah pembunuh Deok-ki. Ayah dijadwalkan akan dibawa ke polisi dan bersiap-siap untuk menyerahkan diri. Ketika Ae-ryung dan Chae-ryung mendatangi ayah, ayah akhirnya pingsan karena tertekan.

Daddy’s Girl Dapat Warning

Drama It’s Okay Daddy’s Girl mendapatkan peringatan dari The Korea Communication Standards Commission berkenaan dengan isinya yang katanya tidak pantas. Isi dari drama ini yang tidak pantas adalah dengan adanya karakter yang menyewa untuk menyakiti seorang wanita dan kemudian bersikap sebagai penyelamat dari wanita itu (episode 1). Ketika seorang karakter mati, pihak yang bersalah menggunakan koneksinya untuk menutupi kesalahannya dan melemparkannya pada orang lain.

 

 

Tapi sebenarnya isi drama ini tidak terlalu berlebihan. Menurutku, hampir semua drama Korea ada unsur seperti itunya. Lihat aja Bread, Love, and Dreams. Bukannya Manajer Han juga menyuruh orang untuk mencelakai Goo Il-jung? Bahkan untuk mencelakai Tak-goo juga! Jadi Daddy’s Girl hampir sama saja dengan drama yang lainnya.

 

 

Konten lainnya adalah dengan adanya banyak pemakaian gadget super canggih yang bahkan sepertinya baru keluar dari pabriknya. Tambahan, ada pula kalimat2 yang mendukung kecanggihan gadget itu. Bahkan orang miskin sekali pun punya gadget bagus.

 

 

Kalo yang ini, sama saja. Semua kdrama juga begitu. Coba deh perhatikan drama God of Study. Baek-hyun yang dari keluarga tidak mampu punya handphone keren. Bahkan neneknya juga punya! Jadi kayaknya tidak ada yang salah dengan drama It’s Okay Daddy’s Girl. Sekedar info, drama ini diperpanjang jadi 17 episode!

 

Source: javabeans

Sinopsis It’s Okay, Daddy’s Girl Episode 1

Mari kita mulai dengan keluarga Eun, yang merupakan pusat dari drama ini. Ayah adalah pensiunan Chief Accountant yang sekarang bekerja membantu temannya di perusahaan pakaiannya. Ibu memang sedikit dangkal tapi dia cantik seperti kebanyakan ibu2 dari keluarga kelas menengah atas di Korea. Ibu menginginkan yang terbaik untuk anak2nya dan berpikir bahwa cara terbaik untuk itu adalah pekerjaan yang bagus, pakaian yang bagus dan pernikahan yang bagus.

 

 

Mereka punya tiga anak, yaitu yang tertua Ae-ryung, anak kedua Chae-ryung, dan anak bungsu mereka Ho-ryung. Paman Man-soo juga sering mampir ke rumah keluarga ini. Paman Man-soo adalah adik ibu yang sampai sekarang masih single.

 

 

Dan inilah tokoh utama kita, Chae-ryung (Moon Chae Won), mahasiswa di sebuah universitas kelas tiga yang belajar fashion design di luar negeri. Dia adalah wanita yang ceria dan selalu meriah. Jadi tidak akan ada yang mengira kalau dia ini sangat manja. Ayahnya selalu memberikan apapun yang dia inginkan.

 

Chae-ryung membujuk dan merengek pada ayah ketika dia ingin dibelikan sesuatu, yang selalu ditolak oleh ayah. Tapi sering juga ayah mengalah dan membelikan apa yang diinginkan Chae-ryung. Mereka punya hubungan yang erat, meski kadang2 Chae-ryung berkata, “Ayah, aku membencimu.” Ayah membalas, “Aku juga membencimu.” Tapi tentu saja mereka tidak serius.

 

Kali ini Chae-ryung sangat menginginkan tas baru yang berbeda dari semua tas lain yang sudah ayah belikan untuknya, ini adalah tas di dalam tas! Dengan begitu ayah bisa berhenti khawatir kalau Chae-ryung akan salah menempatkan barang2nya jadi ini untuk kepentingan ayah juga. Tapi ayah menolak dengan halus.

 

Chae-ryung kembali ke Korea dengan sahabatnya Bo-ra dan kakak kelasnya Jong-seok (Jeon Tae-soo). Chae-ryung menyapa ayahnya dengan murung di bandara sebab masih terganggu karena insiden tas itu. Sampai akhirnya, ayah setuju untuk membelikan Chae-ryung tas itu yang membuat Chae-ryung kembali bersinar.

 

 

Jong-seok adalah karakter yang menarik, sebab jelas sekali kalau dia menyukai Chae-ryung tapi sayang Chae-ryung tidak melihatnya seperti itu jadi dia tetap saja mempertahankan hubungan pertemanan mereka. Contohnya, ketika Chae-ryung meratapi tas itu Jong-seok menawarkan untuk membelikannya. Tapi Chae-ryung tertawa dan menolaknya.

 

Jong-seok adalah putra dari pasangan pengacara sukses yang punya kantor pengaracanya sendiri. Tapi Jong-seok ini adalah anak kaya yang terabaikan. Orang tuanya mengirimnya ke sekolah hukum di AS tapi dia malah tidak lulus. Dia mengatakan pada Bo-ra kalau orang tuanya bertemu dengannya di bandara untuk menyelamatkan muka mereka, tapi malah memanggil taksi untuk pulang.

 

 

Kakak Chae-ryung, Ae-ryung (Lee Hee Jin) bekerja di Galeri Seni yang direktur-nya kaya tapi mengerikan. Putra dari direktur itu, yang dia kencani secara sembunyi2, adalah anak mama yang selalu menunduk tiap kali Ae-ryung dimarahi ibunya tapi setelah itu akan menarik Ae-ryung keluar dan bicara besar serta menyarankan agar mereka jujur tentang hubungan mereka.

 

Ae-ryung sama sekali tidak terpengaruh dan mengatakan kalau dia sudah muak dengan semua ini. Dia tidak ingin diperlakukan sebagai orang yang selalu berada di jalur yang salah seperti yang selalu dilakukan ibunya. Ae-ryung mengakhiri semuanya.

 

 

Ho-ryung adalah anak bungsu di keluarga itu yang baru2 ini meninggalkan sekolahnya untuk ikut wajib militer. Dalam cuti singkatnya, dia mengunjungi keluarga pacarnya, yang sudah memastikan pernikahan mereka nanti dan menyebutnya menantu. Hal ini membuat Ho-ryung grogi meski pacarnya bersikap santai saja.

 

Sepertinya Ho-ryung sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengakhiri ini semua sebab Ho-ryung bicara dengan ayahnya dan memperingatkan ayah tentang masalah ayah pacarnya. Keluarga pacar Ho-ryung adalah keluarga pekerja dan buruknya dia mengatakan betapa mereka cinta pada latar belakang keluarga Eun. Ho-ryung menduga kalau ayah pacarnya akan meminta uang dan memperingatkan ayahnya untuk menghindari pria itu dan menolak permintaannya.

 

 

Benar saja, ayah pacar Ho-ryung datang pada ayah Eun dan meminta uang. Ayah terlalu sopan dan baik untuk menutup mulut pria itu, tapi masalah genting dengan pekerjaannya membuat ayah berhasil menghindari pria itu. Di sisi lain, Ibu sangat ingin menikahkan Ae-ryung dengan pria kaya, dan meminta pada mak comblang untuk mengatur kencan dengan pria yang tepat. Karena tahu tidak ada gunanya berdebat, Ae-ryung membiarkan dirinya didandani oleh ibu dengan baju designer terkenal dan pergi ke acara kencan butanya.

 

Ibu dan Ae-ryung kaget melihat pria yang akan dijodohkan dengan Ae-ryung, Jin-gu (Kang Sung), sebab dia ini sangat istimewa. Pertemuan itu berlangsung tegang dan kelihatannya keluarga Jin-gu akan merendahkan keluarga Eun karena mereka tidak sederajat dengan keluarga Jin-gu. Pada akhir pertemuan, keluarga Jin-gu mengatakan kalau mereka menyukai Ae-ryung dan Jin-gu pun kelihatannya terkesan pada Ae-ryung. Tapi Ae-ryung mengatakan pada ibunya untuk melanjutkan ke kencan yang lainnya.

 

Kemarahan Ae-ryung diperparah dengan baru putusnya dia dari pacarnya. Ayah melihat ini dan merasa kalau Ae-ryung sedang jatuh cinta dan patah hati di saat yang bersamaan. Mereka melakukan pembicaraan dari hati ke hati dimana ayah mengatakan pada Ae-ryung kalau apa yang ayah inginkan dari calon suami Ae-ryung adalah dia bisa menghargai Ae-ryung, yang berpikir bahwa semua kesulitan sangat berharga untuk tetap membuat Ae-ryung ada di sisinya. Ae-ryung bercanda kalau jaman sekarang tidak ada pria seperti itu dan ayah mengatakan kalau dia tidak bisa menyerahkan putrinya pada pria yang tidak seperti itu.

 

Ae-ryung mengatakan pada ayahnya kalau dia hanya ingin satu hal: pria yang memperlakukan ayahnya dengan baik. Ae-ryung berkata, “Jika dia memperlakukan ayah dengan baik, aku rasa dia akan menjadi pria yang cocok denganku seperti yang ayah inginkan.” Tapi sebuah masalah muncul di kantor ketika teman ayah, CEO perusahaan itu, mendapatkan surat ancaman untuk menjual seluruh desain mereka ke kompetitor kecuali mereka membayar.

 

Sekretaris ayah yang pintar memberanikan diri untuk mengaku bahwa ini adalah salahnya; saudara laki2nya yang jahat adalah dalang semua ini. Dia meminta uang padanya, cukup sering, dan sang sekretaris tentu saja menolak. Jadi sudaranya itu mencuri laptop sang sekretaris dan mengambil desain itu lalu mengirimkan surat. Wanita ini bingung dan ketakutan – bagaimana pun juga dia pasti dipecat. Tapi ayah menjamin kalau dia akan menemukan solusi untuk masalah ini dan wanita itu tidak usah khawatir.

 

Jong-seok memikirkan untuk menjalankan aksi jahat buat mendapatkan hati Chae-ryung. Dia tidak rela bila orang yang dia sukai jatuh cinta pada orang lain. Kali ini dia membeli tas rancangan designer terkenal sebagai umpan. Dia membayar seorang kenalan yang bekerja di sebuah klub malam untuk menjadi kaki tangan guna memenangkan hati gadis yang dia suka. Jong-seok memutuskan bahwa cara ‘pahlawan’ adalah cara yang tepat untuk memenangkan hati Chae-ryung. Artinya, pegawai klub malam itu akan bekerja untuk membuat Chae-ryung berada dalam situasi bahaya jadi Jong-seok bisa muncul dan menyelamatkan pujaan hatinya.

 

 

Jebakan dibuat dan Jong-seok mengundang Chae-ryung serta Bo-ra ke klub malam itu. Para gadis itu menurut, tapi Jong-seok tidak tahu kalau Chae-ryung berencana untuk menyelinap keluar untuk memberikan kesempatan pada sahabatnya Bo-ra agar bisa mengungkapkan perasaannya pada Jong-seok.

 

 

Hal ini sejalan dengan rencana Jong-seok, sebab ini artinya Chae-ryung sendirian di luar menunggu tumpangannya. Pegawai klub itu dan kaki tangan Jong-seok mendekati Chae-ryung dan mencoba mengajaknya bersenang-senang. Merasa ada bahaya, Chae-ryung menolak tapi mereka malah menarik Chae-ryung. Gadis ini berusaha mengeluarkan hp-nya lalu menelpon ayah untuk datang dan menyelamatkannya. Ayah hampir sampai di tempat tujuan dan saat menepi dia melihat putrinya diseret oleh dua pria jahat itu.

 

 

Ayah keluar dari dalam mobil dan bahkan hampir bertabrakan dengan pengendara sepeda motor yang lewat. Ayah meninggalkan mobilnya yang terparkir di tengah jalan. Sang pengendara motor dan orang yang lewat berusaha memindahkan mobil ayah ke pinggir jalan.

 

 

Kedatangan ayah memecah kekacauan itu yang membuat Chae-ryung lari menyelamatkan diri. Tapi ayah tidak akan melepaskan bajingan2 ini meski mereka lebih kuat dan muda. Chae-ryung meminta ayah untuk pergi tapi ayah malah mengancam akan menelpon polisi. Hal inilah yang memicu konfrontasi. Mereka memukul ayah sekali dan membuatnya ambruk ke tanah.

Cast It’s Okay Daddy’s Girl Sumbang Beras

Pada saat press konfrens beberapa waktu yang lalu, para aktor dan aktris serta kru yang terlibat dalam drama It’s Okay Daddy’s Girl menjadi penerima sumbangan beras amal dari para fans mereka. Saat ini, sumbangan ini telah diberikan kepada mereka yang berhak mendapatkannya.

 

 

Jumlah total sumbangan beras itu adalah 500 kg. Para produser drama Daddy’s Girl sendiri sudah menyumbangkan 250 kg kepada organisasi kemanusiaan, Hanbeot. Setengahnya lagi disumbangkan kepada Yeontan Bank, sebuah organisasi nonprofit yang menyediakan batu bara bagi mereka yang tidak mampu membelinya.

 

 

Pada pemutaran perdananya, It’s Okay Daddy’s Girl mendapat rating 8,4%. Drama ini sendiri dibintangi oleh Moon Chae Won, Donghae ‘Super Junior’ dan Minhyuk ‘CN Blue’. Aku berencana untuk memposting synopsis drama ini tapi sayangnya aku hanya dapat sinopsisnya sampai episode 3!

 

Source: javabeans

It’s Okay, Daddy’s Girl

Judul Asli: Gwaenchanha, Appa Ttal/It’s Okay, Daddy’s Girl
Genre: Drama
Episode: 16
Produksi: SBS
Produser: Kim Young Sub
Sutradara: Go Heung Shik
Penulis Naskah: Han Joon Young

Sinopsis:
Eun Chae Ryung adalah anak yang sangat manja dan selalu bergantung pada ayahnya. Ketika suatu hari ayahnya mengalami kecelakaan, Chae Ryung mendapati dirinya dibangunkan dari tempat nyamannya dan dipaksa untuk menjadi dewasa. Dia menjumpai banyak kesulitan sebelum akhirnya menjadi wanita mandiri.

Tema dramanya sederhana sekali tapi aku yakin banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik. Kita bisa mencontoh sikap Chae Ryung yang mau belajar untuk menjadi dewasa hingga akhirnya menjadi wanita mandiri.

The Cast of It’s Okay, Daddy’s Girl:
Park In Hwan as Eun Ki Hwan (Ayah Chae Ryung)
Moon Chae Won as Eun Chae Ryung
Lee Hee Jin as Eun Ae Ryung
Kang Won as Eun Ho Ryung

Kim Hye Ok as Heo Sook Hee
Yoo Seung Mok as Heo Man Soo
Lee Bong Gyu as Ayah Hyuk Gi
Lee Yong Nyeo as Ibu Hyuk Gi
Choi Jin Hyuk as Choi Hyuk Gi
Shin Min Soo as Choi Duk Gi
Lee Dong Hae as Choi Wook Gi

Park Geun Hyung as Jung Pil Suk
Yun Woon Kyung as Yeo Chang Ja
Kang Sung as Jung Jin Goo
Jin Se Yun as Jung Se Yeon
Choi Ja Hye as Seo Hee Jae
Lee Won Jae as Park Kwon
Park Hye Jin as Mo Yoon Kyung
Jun Tae Soo as Park Jong Suk
Hong Yeo Jin as Lee Soo Jung

Lee Na as Go Yang Mi
Jo Han Sun as Park Moo Sool
Kim Dong Gyoon as Kwak Kyun Woo
Nam Ji Hyun as Shin Sun Hae
Hwang Sun Hee as Ma Ri Sol
Min Ji Oh as Kang Bo Ra
Kim Gyu Jin as Shim Byung Chun

Park Sang Hoon as Shin Sun Do
Kang Min Hyuk as Hwang Yeon Doo
Park Sung Geun as Kang Dong Bo
Marco as Marco
Sung Chang Hoon as Ricardo
Song Yi Woo as Jo Ah Ra
Seo Dong Soo as Professor Kang

Lee Jin Ah as Jun So Hyung
Yoo Byung Sun as Min Hyun Gyo
Lee Sun Ah as Ah Young
Yum Dong Hun as Ayah Ah Young
Choi Sung Joon as Doctor Hong