Arsip

Hansel and Gretel

Judul: Hansel and Gretel
Sutradara: Yim Pil Sung
Naskah: Kim Min Suk
Musik: Lee Byung Woo
Release Date: 27 Desember 2007

The Characters:
Kim Man Bok (diperankan Eun Won Jae): Dia adalah anak tertua di keluarganya dan dia sangat peduli pada adik2nya. Rupanya, seperti yang ditemukan Eun-soo di sebuah buku tua, Man-bok lahir pada 1959. Dia tinggal dengan adik2nya di panti asuhan sejak usia 5 tahun dank arena ayahnya dulu ‘sering memukulnya, makanya dia masih sedikit marah.’ Dia punya kekuatan untuk mengendalikan benda-benda dengan pikirannya atau telekinesis. Setelah dia membunuh seseorang, dia menggambarkan kemtian orang itu secara detail di buku catatannya. Dia selalu terlihat misterius dan punya temperamen buruk. Pada awal dan kilas balik, Man-bok ditunjukkan berusia 13 tahun.

Kim Young Hee (diperankan Shim Eun Kyung): Gadis ini adalah orang yang membawa Eun-soo. Young-hee selalu tersenyum dan mencoba menjaga segala sesuatunya tetap terkendali. Meski masa lalunya sangat buruk. Dia dan saudarinya kabur dari panti asuhan tapi kembali lagi sebab tidak bisa keluar. Pada malam hari dia selalu mendapat mimpi buruk dan tidur sambil jalan. Dia mengatakan pada Eun-soo ‘Laki-laki itu selalu mengatakan kalau aku cantik…’ yang mengacu ke ‘ayah’ dari panti asuhan itu yang selalu memperkosa gadis seperti dirinya. Dia suka bermain, menonton TV, menggambar, makan permen, dan membaca buku. Young-hee lahir pada 1960, satu tahun lebih muda dari Man-bok. Dia bisa melakukan telepati, yang dia lakukan waktu Eun-soo tersesat di hutan bersalju.

Kim Jung Soon (diperankan Jin Ji Hye): Gadis ini berusia 7 tahun dan diberitahu oleh setiap orang dewasa kalau dia ‘sedikit lemah’. Dia benci tumbuh dewasa. Dia suka tertawa dan bermain dengan bonekanya, yang selalu dia siksa. Dia bisa membuat hal-hal imajiner menjadi nyata (contohnya, pada bagian saat Eun-soo menceritakan cerita tentang peri pada Jung-soon dan kakaknya, Jung-soon meletakkan sebuah boneka dan tiba2 saja boneka itu menjadi hidup dan terbang ke angkasa. Jung-soon dan Young-hee mampu melihat semua itu tapi Eun-soo tidak dapat melihatnya). Jung-soon suka permen dan cerita dongeng.

Lee Eun Soo (diperankan Cheon Jeong Myeong): Dia adalah tokoh protagonist film ini. Dia secara tidak sengaja masuk ke rumah anak2 itu. Eun-soo ingin keluar, bahkan dalam setiap situasi. Tapi akhirnya dia memberitahu anak2 itu betapa dia menyayangi mereka dan dia ingin tinggal tapi istrinya memerlukannya. Jadi Eun-soo kembali tapi dia masih memikirkan anak2 itu. Dia membuat kliping Koran tentang menghilangnya Byun (yang dia lakukan pada akhir film) dan masih mencari tahu kenapa dia tetap memikirkan anak2 itu. Namun akhirnya dia tenang sebab ternyata anak2 itu hidup dengan bahagia. Eun-soo sangat menyukai Young-hee.

Sinopsis:
Film ini dibuka oleh potongan gambar yang menceritakan kisah Hansel and Gretel lalu layar berubah gelap. Kemudian kita melihat Eun-soo, seorang salesman, mengemudikan mobilnya dan di saat yang bersamaan berbicara dengan istrinya lewat telpon. Rupanya, istri Eun-soo sedang hamil 4 minggu dan dia ingin agar Eun-soo bersamanya. Tapi Eun-soo mengatakan pada istrinya kalau ibunya sakit dan dia harus berkunjung. Jadi ketika mereka bertengkar selama perjalanan itu, Eun-soo menabrak batu besar dan mobilnya meluncur keluar dari jalanan.

Eun-soo membuka matanya dan sadar kalau mobilnya jatuh sudah berjam-jam yang lalu dan dia sepertinya terdampar di hutan yang gelap. Dia mencoba untuk tetap terbangun dan berjalan di hutan tapi dia malah terjatuh. Berikutnya, dia membuka matanya lagi dan menemukan cahaya. Cahaya itu ada di tangan seorang gadis. Gadis kecil itu membantu Eun-soo bangun dan ketika mereka berjalan, Eun-soo menanyakan nama gadis itu. Dia memberitahu namanya Young-hee. Eun-soo mengikuti Young-hee ke rumah yang besar dan bersih di tengah hutan. Papan nama rumah itu bertuliskan ‘Rumah Anak-anak Bahagia.’

Di teras, orang tua Young-hee menunggu, bersama dua saudara Young-hee, yang kemudian diketahui bernama Man-bok (kakak laki-laki Young-hee) dan Jung-soon (adik perempuan Young-hee). Anehnya, orang tua Young-hee bersikap ganjil seolah-olah mereka merasa sangat khawatir. Ketika Eun-soo bangun keesokan harinya, dia menemukan banyak sekali permen di meja dan anak2 mengikuti setiap gerak-geriknya.

Kemudian dia memutuskan untuk pergi tapi kembali lagi ke rumah tersebut sebab gelap cepat sekali datang. Dia tidak pernah bisa keluar dari hutan itu. Ketika Eun-soo mencoba untuk keluar dari rumah itu, dia mendapati kalau kedua orang tua Young-hee menghilang, kenapa Man-bok selalu penuh amarah dan kenapa anak2 selalu menonton acara TV sadis yang sama yang diputar berulang-ulang, bersamaan dengan suara aneh di loteng tiap malam.

Tak berapa lama, Eun-soo mengetahui dari ibu mereka, yang bersembunyi di loteng, bahwa dia dan suaminya bukan orang tua yang sebenarnya dari anak2 itu. Mobil mereka jatuh di jalan yang sama dengan Eun-soo dan mereka ditemukan anak2 ini – mereka tidak pernah bisa keluar dari sana. Wanita ini mengatakan pada Eun-soo untuk tidak mempercayai keluguan anak2 itu. Keesokan harinya, turun salju. Eun-soo bertemu dengan Man-bok dan sepasang suami istri yang masuk ke dalam rumah. Laki-laki itu adalah pendeta bernama Byun dan dia kelihatan baik serta berhasil mendapatkan simpati anak2.

Sedangkan istirnya… terlihat rakus. Ketika Eun-soo terus mencari tahu, dia melihat kalau daging yang mereka makan sebenarnya daging ‘ayah’ dan ibu mereka yang sudah dimasak dan sekarang berubah menjadi boneka cina. Eun-soo juga memperhatikan kalau istri Byun telah menghilang. Pada malam hari, Eun-soo melihat Man-bok pergi ke hutan. Dia mencoba mengikuti Man-bok dan membuat jejak dengan potongan roti jadi dia tidak akan tersesat. Eun-soo kaget melihat istri Byun berubah menjadi pohon oak.

Man-bok akhirnya berhenti di sebuah pintu misterius, yang menuntunnya ke ruangan yang penuh dengan debu. Ketika Man-bok pergi, Eun-soo masuk ke ruangan itu untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dia melihat beberapa catatan dan mengetahui anak2 itu sudah berusia sekitar 30 tahunan. Tiba-tiba Young-hee masuk dan dia terdengar seperti telah diperkosa dan ketika Eun-soo melihat wajahnya, wajah itu adalah wajah wanita tua.

Lalu secara aneh dia kembali ke rumah. Eun-soo memutuskan untuk kembali dan mendapati kalau Byun adalah pedofilia yang mencoba membunuh anak2 itu. Dia memukul Byun hingga pingsan dan bertanya pada anak2 apa yang terjadi. Ketika Young-hee memulai ceritanya, kita dibawa ke sebuah flashback:

Anak2 itu tinggal dip anti asuhan dengan nama ‘Rumah Anak-anak Bahagia.’ Pengurus panti itu sangat abusive; dia selalu ingin membuat anak2 itu mati. Pada satu pagi natal ketika Santa Claus datang, dia memberikan kekuatan pada anak2 itu untuk membuat nyata apa yang mereka bayangkan, dan juga sekotak permen serta buku cerita yang menceritakan kisah Hansel and Gretel.

Mereka percaya pada cerita itu, bahkan bagian ketika Gretel mendorong penyihir jahat ke dalam perapian yang sedang menyala. Mereka pikir kalau mereka harus melakukan itu pada orang dewasa yang jahat. Man-bok, Young-hee dan Jung-soon tidak tahan pada perlakuan penjaga panti asuhan. Mereka berteriak dan itu membuat sang penjaga terbakar perapian. Sejak saat itu mereka mencoba untuk menemukan orang tua yang cocok. Tapi orang2 yang mereka temukan hanya pemuas saja.

Ketika Young-hee menceritakan kisah mereka, Byun bangkit lagi dan mencoba memukul Eun-soo. Tapi akhirnya Man-bok berteriak keras dan membunuh Byun. Mereka meminta Eun-soo untuk tidak meninggalkan mereka. Eun-soo mengatakan pada mereka untuk menjalani hidup mereka dan mereka menolak. Akhirnya mereka membiarkan Eun-soo pergi. Satu tahun kemudian, pada pagi Natal, Eun-soo akhirnya mempunyai seorang anak. Dia diminta oleh istrinya untuk membeli susu.

Ketika Eun-soo pergi ke ruang tamu, dia mengambil sebuah buku gambar yang berisi artikel tentang Pendeta Byun dan Jalan Raya 37, yang disebut masyarakat sebagai ‘jalan kematian.’ Ketika dia memikirkan anak2 itu, dia menemukan catatan kosong tapi di akhir halaman dia menemukan gambar tiga orang anak yang tersenyum yang akhirnya hidup bahagia. Eun-soo melihat ke jendela dan melihat bayangan tiga orang anak: Man-bok, Young-hee, dan Jung-soon berjalan pulang dari rumah Eun-soo menuju ke rumah mereka di tengah hutan.

The end.

Happiness

Nggak tahu kenapa saya malah ketagihan sama film-film yang dibintangi Im Soo Jeong. Yang A Tale of Two Sisters emang ceritanya menarik. Saya suka film yang bercampur bumbu tentang kepribadian ganda.

Film yang satu ini juga dibintangi Im Soo Jeong (yang berperan sebagai Eun Hye). Judulnya Happiness. Film ini sendiri disutradarai oleh Heo Jin Ho. Naskahnya ditulis oleh Heo Jin Ho juga. Film yang dirilis pada 3 Oktober 2007 ini dibintangi juga oleh Hwang Jung Min (yang berperan sebagai Yeong Su), Kim Ki Cheon (as Bu Nam), Yoo Seung Mok (as Chae Kon), Kong Hyo Jin (as Su Yeon), Lee Jae Hun (as Seok Woo), Seo Jin Seok (as Jin Seok) and many more.

Sinopsis:

Yeong Su menikmati kehidupannya yang bebas. Tapi ketika tokonya gulung tikar dan berpisah dari kekasihnya Su Yeon, dia menderita sakit yang serius. Mengatakan pada semua orang kalau dia pergi belajar ke luar negeri, Yeong Su malah pergi ke sebuah tempat sepi yang bernama Sigol (rumah harapan).

Disana, Yeong Su bertemu dengan Eun Hye yang telah bekerja di rumah itu selama 8 tahun tapi menderita sakit yang bisa membunuhnya bila dia beraktifitas terlalu banyak. Meski menderita sakit seperti itu, Eun Hye tetap aktif dan bersikap ramah, dan dengan segera menjadi dekat dengan Yeong Su.

Yeong Su mulai menyukai Eun Hye juga dan mulai bergantung pada wanita itu. Ketika Eun Hye mengajaknya untuk hidup bersama, Yeong Su sangat senang. Setahun kemudian Yeong Su memperoleh kembali kesehatannya berkat bantuan Eun Hye. Eun Hye sangat senang tapi tidak seperti wanita itu, Yeong Su mulai bosan pada rutinitas membosankan kehidupan mereka. Kemudian suatu hari, Su Yeon datang mengunjunginya. Yeong Su meninggalkan Eun Hye demi kesenangan Su Yeon.

Film ini sendiri pernah ikut Toronto International Film Festival pada 2007.

A Tale of Two Sisters

Judul: A Tale of Two Sisters

Korean Title: Janghwa, Hongryeon

Sutradara: Kim Ji Woon

Penulis Naskah: Kim Ji Woon

Musik: Lee Byung Woo

Sinematografi: Lee Mo Gae

Release Date: 13 Juni 2003

Sinopsis:

Film ini dibuka dengan adegan seorang gadis bernama Su Mi yang dibawa ke psikiatri oleh seorang perawat. Su Mi sama sekali tidak merespon pertanyaan yang diberikan oleh psikiatris-nya. Hingga sang dokter menunjukkan pada Su Mi foto dirinya bersama keluarganya. Su Mi dibawa pulang oleh ayahnya (Moo Hyeon) bersama saudaranya yang pemalu (Su Yeong) dimana mereka disambut oleh ibu tirinya (Eun Joo).

Malam itu Su Yeong merasa ada seseorang yang memasuki kamarnya. Dia kabur ketakutan ke kamar saudarinya. Su Mi berjanji pada Su Yeong kalau dia tidak akan pernah meninggalkannya. Mereka pun akhirnya tertidur.

Su Mi bangun dari sebuah mimpi buruk. Dia dan Su Yeong kemudian membuka album foto dan mengetahui kalau Eun Joo adalah seorang dokter dan teman sekerja ayahnya. Su Mi melihat ada luka di lengan Su Yeong dan menuduh kalau Eun Joo yang melakukan perbuatan itu.

Ada acara makan malam. Kakak Eun Joo, Sun Kyu, dan istrinya menjadi tamu. Dalam acara ini Eun Joo bertingkah sangat aneh. Selain itu, istri Sun Kyu juga sesak nafas dan kejang-kejang di lantai.

Eun Joo mengatakan kalau kejadian aneh kerap terjadi setelah kepulangan Su Mi dan Su Yeong. Kecurigaannya semakin bertambah setelah menemukan burung peliharaannya dipotong dan ditemukan di atas tempat tidur Su Yeong. Eun Joo marah dan mengurung Su Yeong di dalam lemari. Setelah Su Yeong dibebaskan, ayah bertanya pada Su Mi kenapa dia membuat masalah. Su Mi bersikeras kalau ibu tirinya telah menyakiti Su Yeong dengan cara mengurungnya di dalam lemari. Ayah memberitahu Su Mi kalau Su Yeong sudah meninggal.

Su Mi bangun dan menyadari kalau saudarinya telah menghilang. Dia kemudian melihat ibu tirinya menarik sebuah tas penuh darah keliling koridor rumah dan memukuli tas itu. Su Mi berlari ke dapur dan mengambil sebuah pisau. Dia bermaksud untuk membebaskan saudarinya. Tapi, Eun Joo menghentikannya dengan cara menyiramkan air panas pada Su Mi. Perkelahian terjadi. Su Mi pingsan dan diseret. Ayah pulang dan menemukan Su Mi yang terluka. Anehnya, semua bukti perkelahian tadi menghilang.

Akhirnya terungkap juga kalau Su Yeong sebenarnya memang sudah meninggal. Su Mi sendiri menderita gangguan kepribadian ganda. Dialah yang menjadi ibu tiri dan Su Yeong. Dia juga yang menjadi tamu saat acara makan malam itu. Dia juga yang bermimpi buruk serta memukuli tas yang penuh darah.

Su Mi kemudian teringat pada waktu Eun Joo menjadi perawat ibu kandungnya yang sakit. Su Mi dan Su Yeong merasa kalau Eun Joo dan ayah mereka berselingkuh. Su Mi menunjukkan rasa tidak sukanya pada Eun Joo, dimana dia malah melampiaskan kemarahannya pada Su Yeong. Su Yeong kembali ke kamarnya. Dia menangis. Ibu muncul dan mencoba menenangkan Su Yeong.

Ibu tiri sedang duduk sendirian di sebuah rumah yang sepi. Sebuah keributan berasal dari kamar Su Yeong. Dia menyelidikinya dan melihat pintu lemari terbuka. Sesosok hantu merangkak dari dalam lemari. Eun Joo berteriak.

Sebuah flashback: Su Yeong sudah tertidur. Namun dia bangun lagi dan menemukan ibu kandungnya sudah meninggal. Ibu meninggal karena overdosis di dalam lemari. Su Yeong menggoyang tubuh ibunya, mencoba membangunkannya. Tapi secara tidak sengaja dia malah menarik lemari itu yang malah jatuh menimpanya.

Banyak yang mendengar keributan di dalam rumah. Namun, hanya Eun Joo yang menyelidikinya. Dia melihat Su yeong tertimpa lemari dan menggaruk-garuk lemari. Hanya saja, Eun Joo malah pergi tanpa mau menolong Su Yeong. Beberapa saat kemudian dia berubah pikiran dan kembali. Dia berpapasan dengan Su Mi. Gadis ini kesal melihat kehadiran Eun Joo dan memutuskan untuk menghina Eun Joo yang membalas dengan mengatakan kalau Su Mi akan menyesal tapi tidak mengatakan apa yang terjadi pada Su Yeong. Su Mi kemudian pergi dan tidak jadi menyelidiki keributan. Di luar, dia berpapasan dengan ayah. Ayah sendiri mengira keributan tadi dibuat oleh Su Mi jadi lantas malah pergi juga.

Adegan berganti ke saat Su Yeong menangis meminta bantuan Su Mi. Di luar rumah, Su Mi berbalik dan memandangi dengan marah ibu tirinya yang ada di balkon. Ibu tiri masuk ke dalam rumah dan Su Mi sekali lagi berbalik dan menatap rumahnya. Cerita film ini berakhir ketika Su Mi berjalan ke luar rumah tanpa menyadari kalau ibunya sudah meninggal dan Su Yeong sedang sekarat.

Sekedar informasi, film ini dapat sambutan hangat di Hollywood dan pada 2009 lalu dibuat ulang dengan judul The Uninvited.

The Cast of A Tale of Two Sisters:

Im Soo Jung as Su Mi

Moon Geun Young as Su Yeong

Yeom Jeong Ah as Eun Joo

Kim Kap Soo as Moo Hyeon

The Art of Seduction

Judul: The Art of Seduction (film)
Sutradara: Oh Ki Hwan
Produser: Choe Yong Bae
Penulis Naskah: Sin Jeong Goo
Musik: Kim Joon Seok
Sinematografi: Lee Sook Hyun
Release Date: 21 Desember 2010

Sinopsis:
Min Jun (Song Il Gook) dan Ji Won (Son Ye Jin) adalah dua orang yang punya banyak jurus jitu dalam berkencan dan selalu mengakhiri kencan dengan sukses. Mengikuti metode kencannya yang terdahulu, Ji Won merencanakan sebuah kecelakaan mobil untuk menarik perhatian Min Jun dan dengan sukses dapat mendekati pria itu.

Akan tetapi, perjalanan kencannya mengalami kekacauan pada akhirnya. Kenapa Min Jun sama sekali tidak tertarik pada gayanya yang oke banget? Namun ironisnya, sebenarnya Min Jun merasakan sesuatu pada Ji Won. Akan tetapi, karena mereka adalah para pemain cinta veteran, mereka sama sekali tidak mau mengakui apa yang dirasakan. Mereka sama-sama tidak ingin terlihat lemah. Sanggupkah mereka terus seperti itu?

The Cast of The Art of Seduction:
Song Il Gook as Seo Min Jun
Son Ye Jin as Han Ji Won
No Joo Hyeon as Min Jun’s father
Hyun Young as Ji Won’s friend
Park Jun Qu as Bong Sa Jang
Ahn Sang Tae as Fortune teller
Yoon Yeong Joon as No Do Cheul
Ahn Sun Young as Oh Ji Yeong
Kim Ae Kyung as Park Yeo Sa
Woo Hyeon

Secret Reunion

Kayaknya nggak ada salahnya kalo saya sesekali juga menampilkan sinopsis film Korea, disamping serial dramanya. Film Korea juga sama kerennya seperti serial dramanya. Film perdana yang akan saya bagi berjudul Secret Reunion.

Secret Reunion berkisah tentang dua agen mata-mata dari dua negara yang nggak pernah akur, Korea Utara dan Korea Selatan. Cerita dimulai ketika Song Ji Won (diperankan oleh aktor Kang Dong Won), seorang mata-mata Korea Utara, masuk ke Korea Selatan untuk menjalankan sebuah misi. Agen Intelejen Nasional yang dipimpin oleh Lee Han Gyu (diperankan aktor Song Kang Ho), ikut campur dalam hal tersebut dan aksi tembak menembak di tengah-tengah Seoul pun nggak dapat dihindarkan lagi.

Hasilnya, Lee Han Gyu dipecat dari pekerjaannya dan Song Ji Won ditinggalkan oleh rekan-rekannya sesama agen Korea Utara! Enam tahun kemudian, Han Gyu dan Ji Won bertemu lagi secara nggak sengaja. Han Gyu yang menjalankan bisnis sebagai detektif swasta, mengajak Ji Won bergabung buat mencari pengantin Vietnam yang kabur.

Saat itulah mereka berdua mulai mengenal satu sama lain. Han Gyu dan Ji Won saling melengkapi – memiliki perbedaan sekaligus persamaan. Disamping perbedaan besar antara Korea Utara dan Selatan, keduanya seperti minyak dan air. Han Gyu adalah tipe pria yang rada-rada bodoh sementara Ji Won adalah pria muda yang idealis.

Akan tetapi, kedua pria tersebut bernasib sama. Han Gyu dan Ji Won sama-sama terbuang dan terabaikan. Mereka dijauhi oleh kawan-kawan yang mereka ajak bekerja dulunya dan terpisah dari keluarga masing-masing. Rasa terisolasi, frustasi, dan lelah membuat mereka menjaga jarak sambil mencari kehidupan mereka.

Kang Dong dan Song Kang Ho memang memberikan kekuatan pada karakter yang mereka perankan. Song Kang Ho memukau dengan tampangnya yang cukup lucu sementara Kang Dong Won dengan idealisme dari Ji Won. Akan tetapi, ending dari Secret Reunion mendapatkan kritikan, yang jika dibandingkan dengan film JSA – Joint Security Area, mungkin sedikit terlalu optimistik.

Secret Reunion dirilis pada 4 Pebruari 2010 di Korea dan menjadi film yang paling banyak ditonton dalam 24 hari. Film ini bahkan mengalahkan film asal Hollywood, Avatar!

Source: hancinema.net