Sinopsis The Return of Iljimae Episode 24 – Final

Setelah siuman, Iljimae menjalani masa penyembuhan yang cukup lama dan saat dia benar2 sembuh, dia mendengar semua berita itu.

 

 

Berita yang sanga buruk – perang telah pecah. Seperti rencana, pasukan Qing mencapai Hanyang dalam waktu 10 hari. Bangsa Korea mengalami serangan selama 1,5 bulan sebelum akhirnya dipaksa menyerah. Ribuan tahanan Korea dibawa ke Cina, semua orang kehilangan harapan. Raja mereka bahkan diminta berlutut dihadapan kaisar Qing.

 

Mereka tahu kalau pesan peringatan mereka sudah sampai ke tangan pasukan Joseon dan menyimpulkan bahwa Kim Ja-jeom menyimpan info itu diam2.

 

 

Wol-hee mengucapkan terima kasih pada Yeol-gong karena menjaganya tapi sekarang waktunya pindah ke rumah lamanya bersama Keol-chi dan bayinya yang baru lahir.

 

Mereka masih berharap akan berita tentang Iljimae. Wol-hee mengakui kalau ada satu hal yang muncul setelah penjajahan – saat Qing mengambil alih kuasa, mereka mengeluarkan keputusan pengampunan, yang artinya semua orang yang berada dalam pemerintahan sebelumnya diampuni. Ini termasuk Iljimae, jadi dia bukan lagi buronan.

 

Wol-hee dan Keol-chi mencari tahu kabar Iljimae dari tawanan yang sudah kembali ke rumah dari penjara Cina. Keol-chi menggambarkan Iljimae sebagai pria ‘tinggi’ dan terlihat seperti perempuan.’ Wkwkwkw

 

 

Di Cina, Iljimae dan Yi-myung melihat perlakuan kejam terhadap tahanan Korea dengan berat hati. Pemerintah melepaskan beberapa tawanan tapi hanya jika mereka membayar dengan jumlah yg besar. Karena itulah beberapa anggota keluarga melakukan perjalanan jauh untuk mengambil kembali keluarga mereka yg jadi tawanan, dan rela bangkrut.

 

Iljimae memerhatikan seorang tawanan wanita. Ayahnya sudah menjual semuanya dank e Cina untuk membawa uang sebesar 300 nyang. Tapi para petugas – yg tahu kalau gadis itu cantik – menaikkan harganya menjadi 500 nyang. Sang ayah tak bisa berbuat apapun. Iljimae sedih karena dia bangun dan melihat penderitaa ini.

 

 

Jadi saat petugas menyeret gadis itu, Iljimae maju dan meminta gadis itu dilepaskan. Dia berkelahi dengan petugas itu dan menyerahkan sang gadis pada ayahnya.

 

Tapi itu hanya satu orang. Iljimae sangat sedih karena banyak tahanan yang tidak mampu membayar kebebasan mereka sendiri. Pria yg masih muda akan dikirim ke medan perang sedangkan yg masih mudan dan yg sudah tua menjadi budak. Para wanita akan dijadikan budak rumah tangga.

 

 

Yi-myung tahu kalau semua ini sangat membebani Iljimae dan mengatakan kalau ini bukan salah Iljimae, tapi Iljimae tidak mau tahu dan tetap merasa kalau ini adalah tanggung jawabnya. Kalau saja dia mengangantarkan surat itu…

 

Yi-myung memberitahu kalau pangeran mahkota Korea, Pangeran So-hyun, juga ditawan dan ditempatkan tidak jauh dari sini. Dia meminta bertemu dengan Iljimae.

 

Meski kondisinya buruk, pangeran melakukan semua yg bisa dia lakukan membantu para tawanan. Misalnya, menjual barang berharga dia miliki untuk membeli kebebasan para tawanan. Tapi dia hanya bisa membeli sedikit dan masih banyak yg patut dibantu.

 

 

Pangeran meratapi kondisi mereka, jika memang sebgian bisa lolos, mereka pasti juga akan mati dalam perjalanan pulang ke rumah, khususnya saat menyeberangi jembatan di dekat perbatasan. Mereka perlu orang untuk menuntut mereka – bisakah Iljimae melakukannya?

 

Iljimae setuju membantu dengan mengawal para tahanan yg lolos melewati hutan dan menyeberang sungai di perbatasan.

 

 

.

Ini tidak bisa berlangsung lama, sebab setiap kelompok hanya terdiri dari beberapa orang saja. Dalam satu kesempatan, menyerang petugas patroli dan Iljimae melindungi mereka sedangkan tawanan kabur menyelamatkan diri. Para petugas dengan mudah dikalahkan dengan shuriken Iljimae.

 

Salah satu anak yg ditawan adalah Cha-dol, yg dipaksa bekerja. Keadaan ini membuatnya terkenang akan hidup yg dia jalani sebelaum bertemu Bae Sun-dal – bekerja di bawah tekanan dan siksaan fisik – dan Cha-dol yg biasanya cerah menjadi murung.

 

Untuk mengembalikan Cha-dol, Bae Sun-dal pergi sendiri ke Cina dan akhirnya berhasil menemukan Cha-dol. Dia membeli kebebasan Cha-dol dan pertemua mereka sangat indah.

 

Bae sebenarnya sudah sakit sebelum berangkat ke Cina dan perjalanan itu memperparah sakitnya. Dia tidak punya banyak waktu, sebab ingin mengungkapkan harapan terakhirnya pada Cha-dol.

 

 

Dia memberikan sebuah dokumen pada Cha-dol – dia sudah mendaftarkan Cha-dol ke dalam keluarganya. Dia sudah mengadopsi Cha-dol, yg artinya dengan dokumen itu Cha-dol berhak mewarisi semua kekayaan Bae. Cha-dol senang, sedih, dan takut kehilangan Bae.

 

Bae berkata kalau dia tidak punya anak yg bisa mewarisi hartanya. Sekarang Cha-dol bisa meneruskan garis keturunannya dan mengurus pemakamannya. Cha-dol menangis dan memanggilnya ‘ayah’ untuk pertama kalinya.

 

Bae punya permintaan lagi: dia meminta Cha-dol menyelesaikan buku ‘Riwayat Iljimae’ buku yg sudah dia kerjakan beberapa tahun belakangan ini. Dia meminta Cha-dol melakukannya jadi dia bisa pergi dengan tenang dan Cha-dol mengiyakan. Tidak peduli apapun, dia akan menyelesaikannya.

 

Bae: jangan menangis. Manusia datang dan pergi. Tapi aku bisa bertemu 2 orang paling berharga di muka bumi ini. Kau dan Iljimae. Sulit sekali menemukan orang2 seperti kalian, tapi sudah diberikan dua, bukankah aku benar2 diberkati?

 

Bae tersenyum dan menutup matanya dengan tenang.

 

Wol-hee melanjutkan pekerjaannya menyalin buku, tapi atasannya khawatir pada jumlah kerta yg menipis. Ini menjadi masalah di seluruh negeri, jadi Wol-hee meminta Yeol-gong untuk mengajarinya membuat kertas. Selain memberikan manfaat, ini juga menghasilkan cukup uang untuk Wol-hee.

 

 

Prosesnya cukup susah dan memerlukan banyak tenaga, tapi Wol-hee mencurahkan perhatiannya. Wol-hee mempekerjaan tawanan yg kembali dari Cina dan memberikan imbalan pada mereka. Mereka senang karena bisa bekerja lagi dan mereka bahkan menyebut penyelamat mereka.

 

Keol-chi mereka kalau yg mereka bicarakan Iljimae, jadi Wol-hee bertanya pada mereka. Tidak hanya tingkah sang penyelamat yg familiar, dia juga punya luka bakar di wajahnya. Wol-hee mencoba tidak terlalu berharap, tapi ini berita yg menjanjikan.

 

Pangeran So-hyun prihatin dengan bertambahnya kesulitan yg dihadapi melewati jalan bawah tanah, penjagaan diperketat dan perbatasan bahkan lebih mengerikan lagi untuk dilewati.

 

 

Lebih jauh, pria yg biasa menyeberangkan tawanan dengan perahunya meninggal karena sakit. Pangeran begitu sedih, tapi Iljimae tetap yakin. Mereka harus menemukan orang baru, tapi dia meyakinkan So-hyun kalau dia akan terus bekerja keras membebaskan tawanan.

 

Cha-dol mengunjungi Iljimae, mematuhi permintaan Bae Sun-dal. Iljimae sedih mendengar kepergian Bae.

 

Iljimae: kalau dilihat lagi, ada begitu banyak orang yg peduli padaku. Tapi meski aku menerima cinta itu, aku terkurung dalam duniaku sendiri hingga aku tidak menyadarinya.

 

Cha-dol merasakan hal yg sama – dia menyesal tdk memperlakukan Bae dengan baik. Tapi Cha berseri-seri ketika bertanya, “Apa kau tahu kalau Wol-hee punya bayi?”

 

Iljimae kaget – tidak, dia tidak tahu. Iljimae menangis dan tersenyum saat mengetahui berita ini: “Wol-hee melahirkan anakku?”

 

Kejutan lain menunggu Iljimae ketika dia pergi menemui orang yg akan menyeberangkan para tawanan: ternyata Yang-po.

 

Saat perang pecah, Yang-po bergabung dengan militer dan membunuh banyak orang. Tapi suatu hari, dia diselimuti perasaan sedih, “Membunuh musuhku agar aku dapat hidup – aku tidak mampu menahannya.” Dia harus pergi dan menemukan pekerjaan ini. Dia mendengar kalau ada seseorang yg menyelundupkan tahanan Korea pulang ke Joseon.

 

 

Yang-po berkata pada Iljimae, “Saat aku mendengar berita itu, aku tahu orang itu kau!” Iljimae bertanya, “Karena itukah kau datang menolongku?” Yang-po mengangguk.

 

 

Sembilan tahun kemudian.

 

 

Anak Wol-hee dari Iljimae, Young, sudah tumbuh besar dan Wol-hee tetap bekerja menyalin buku pada atasannya yg dulu. Hari ini dia kaget melihat tumpukan buku di rak dengan judul ‘Riwayat Iljimae.’

 

Dengan gugup, Wol-hee bertanya dari mana datangnya buku2 itu, siapa yg membawanya, Wol-hee ingin bertemu orang itu. Dia diberitahu kalau pria muda itu masih disini, dan Wol-hee berbalik…

 

Cha-dol juga sudah tumbuh dewasa (aktor-nya udah dihanti). Sesuai dengan permintaan Bae, Cha-dol sudah selesai menulis buku2 itu dan memberikan beberapa untuk Wol-hee.

 

Keol-chi dan Young meminta Wol-hee membacakan buku itu untuk mereka. Wol-hee mulai membaca halaman awal tentang masa kanak-kanak Iljimae.

 

 

Akan tetapi, ketika dia sampai pada pertemuannya dengan Iljimae, Wol-hee merasa begitu sedih. Dia menutup bukunya dan mengatakan kalau dia tidak mampu melanjutkan membaca, dan buru2 keluar. Saat sendiri, dia menangis, merindukan Iljimae.

 

Selama ini, Iljimae tetap membantu tahanan perang melarikan diri. Dia berusaha tidak tertangkap, yg merupakan hal sulit sebab pasukan Qing sangat ingin menangkapnya. Pada akhirnya, mereka mengirim Wang Hweng-bo – dia sukses dalam peperangan – menangkap Iljimae, soalnya dia punya pengalaman berurusan dengan Iljimae.

 

Iljimae tidak takut pada Wang Hweng-bo, hanya saja dia tdk ingin menghabiskan waktunya dengan Hweng-bo. Iljimae pergi, tapi Wang memerintahkan anak buahnya beraksi, dan mereka memukul drum. Wang tahu kelemahan Iljimae.

 

Pertama, tubuh Iljimae langsung tegang dan dia merasa kesakitan. Wang Hweng-bo menyaksikan Iljimae berjuang melawan kelemahannya… dia menunggu Iljimae menyerah… tapi Iljimae tidak menyerah.

 

 

Pelan2, Iljimae mulai terbiasa dan bahkan bersikap normal ketika bunyi drum semakin kencang. Dia berbalik dan menghadapi Wang yg mulai ketakutan: “Kenapa kau tidak menyerah? Menyerahlah!”

 

Iljimae: ketika kau sembuh dari luka yg begitu parah, kau sadar kalau lukamu yg sebenarnya bukan apa2 lagi. Kalian telah mengganguku dan negaraku luka parah. Aku sudah melupakan luka-ku yg dulu sekarang.

 

Sekali lagi Iljimae beranjak pergi dan kali ini Wang menghentikannya. Dia punya alasan lain ada disini: kaisar ingin bertemu Iljimae. Iljimae mengira ini jebakan tapi Wang mengatakan yg sebenarnya – kaisar sedang sakit dan ada sesuatu yg harus dia ambil dari Iljimae. Wang Hweng-bo hanya tahu kalau benda ini harus dia terima sebagai pertukaran sebuah bunga plum emas.

 

Iljimae pernah melakukan pertemuan rahasia dengan Huang Taiji, yg mengenali Iljimae sudah sejak lama, ketika Iljimae masih tinggal dengan ortu angkatnya dan putra Huang telah menyerang Iljimae. Huang tidak melupakan nama dan tatapan mata Iljimae.

 

Kaisar meminta pedangnya, yg memegang peranan penting. Iljimae tahu kalau pedang itu merupakan sumber kekuatan kaisar tapi Huang berkata kalau pedang itu lebih dari itu – semuanya kembali lagi ke jaman dulu, dan hanya pemilik pedang itu yg bisa disebut sebagai kaisar yg sebenarnya.

 

 

Kaisar membuat pedang palsu setelah pencurian itu tapi waktunya sudah tidak banyak lagi dan dia ingin memberikan pedang yg asli kepada putranya: “Jika aku tidak melakukannya, negara ini akan jadi kacau.” Huang berkata, “Aku tahu kenapa kau mengambil pedang itu. Kau ingin menunjukkan padaku bahwa kau bisa membunuhku, dan memintaku tidak berperang.”

 

Meski kaisar tidak menghiraukan peringatannya, Iljimae masih punya rasa kasihan. Dia berujar, “Banyak jiwa mati dalam perang ini. Kau mengeret warga tak bersalah ke negeri ini dimana mereka menderita.”

 

Kaisar menawarkan negosiasi, jadi Iljimae menjawab, “Lepaskan tahanan Joseon.” Jika pedang itu begitu berharga, kaisar pasti sanggup melakukannya. Untuk memastikan ini bukan janji kosong, Iljimae memperingatkan, “Jika kau tidak menepati janjimu, aku akan mengambil pedang itu lagi.”

 

Mereka berpandangan cukup lama, sampai kaisar setuju. Dan Iljimae membuat mereka terkejut dengan mengatakan kalau pedang itu tidak pernah meninggalkan istana. Ada di langit2 kamar sang kaisar.

 

Akhirnya pertukaran dalam perang: rezim Ming jatuh dan Qing mengambil alih. Putra Mahkota So-hyun diijinkan pulang begitu pula 30 ribu tahanan Joseon. Perintah kaisar.

 

Pekerjaan Iljimae hampir selesai dan dia bisa pulang ke rumah. Pangeran So-hyun memberitahunya, “Ayo kembali sekarang dan menciptakan negara baru. Ayo pulang bersama.”

 

Lagi, Wol-hee dan Keol-chi datang melihat tahanan yg pulang, menunggu Iljimae muncul. Mereka menunggu cukup lama sampai hampir semua tahanan habis dan tetap saja tidak ada tanda2 keberadaan Iljimae.

 

 

Keol-chi berkata dia akan menunggu dan meminta Wol-hee serta Young pulang duluan. Ibu dan anak mengambil jalan kecil pulang ke rumah dan menikmati hari itu – yg artinya rumah sedang kosong saat Iljimae pulang.

 

 

Ingat tempat persembunyian di dinding, Iljimae mengambil kunci gerbang rumah dan juga menemukan surat yg Wol-hee tulis beberapa tahun yg lalu.

 

Wol-hee: untukmu yg akan kembali suatu hari nanti. Aku pikir kau pergi selamanya hari itu. Tapi apa yg terjadi? Meski kau bermil-mil jauhnya, aku pikir kau tidak jauh. Tidak peduli jarak diantara kita, aku bisa merasakan dirimu. Hatiku dan hatimu berdetak bersama. Apapun yg kau lihat dan dengar, aku juga bisa, entah suara angina, air, awan, atau bahkan cahaya bintang. Aku bisa mendengar dan melihat mereka. Kau akan kembali nanti. Aku telah menulis rasa rinduku disini, yg tidak semuanya dapat diungkap dengan kata2.

 

Saat Iljimae selesai membaca, Young muncul di depan gerbang sendirian, terhenti karena melihat orang asing. Iljimae langsung tahu kalau anak itu putranya dan mendekatinya. Berlutut di depan anak itu, Iljimae bertanya, “Apa kau tahu siapa aku?”

 

Anak itu mengungkapkan, seolah-olah dia sudah mengingat ini begitu lama, “Pria yg membaca surat itu adalah ayahku. Ibuku mengatakan demikian.”

 

Iljimae tersenyum pada putranya dan bertakata, “Kau sudah tumbuh besar. Aku minta maaf tidak dapat melihatmu tumbuh. Bisakah kau memaafkanku?”

 

 

Anak itu mengangguk dan Iljimae pun memeluknya. Young mendahului ibunya pulang, jadi Wol-hee masih di pasar. Iljimae dan Young bergandengan tangan menyambut kedatangan Wol-hee.

 

Wol-hee melihat Iljimae dan berhenti. Dia menangis melihat dua pria dalam hidupnya berdiri berdampingan. Dia berkata, “Kau sudah pulang.” Iljimae membalas, “Ya, aku sudah pulang.”

 

Malam itu Wol-hee terbangun dan mendapati dirinya sendiri. Dia menemukan Iljimae duduk sendiri di luar, terbangun karena mimpinya.

 

 

Iljimae: dunia itu tidak aku kenali. Bahkan di waktu malam, cahaya terang membutakan mata, dan rumah2 membentang sejauh mata memandang. Dunia itu dihuni oleh orang2 yg mengenakan baju berbeda dengan kita. Aku tidak tahu kapan, tapi aku merasa dunia itu belum tiba waktunya.
Wol-hee: seratus tahu dari sekarang? Dua ratus?
Iljimae: aku tidak yakin. Lebih dari itu? Meski begitu, aku menyamar dan berdiri di atas atap sebuah rumah yg tinggi, seolah-olah tugasku belum selesai.

Wol-hee: itu menyedihkan, jika kau masih melakukan pekerjaan seperti itu.
Iljimae: ya, menyedihkan.
Wol-hee: tapi tak usah khawatir, itu hanya mimpi. Dalam masa depan yg jauh, akan ada dunia yg tidak memerlukan seorang Iljimae.
Iljimae: menurutmu begitu?
Wol-hee: ya, aku yakin begitu.

 

Wol-hee menyuruh Iljimae tidur. Iljimae membaringkan kepalanya di pangkuan Wol-hee dan tertidur.

 

Saat garis air sungai Han berubah dari era Joseon ke Korea masa kini, sang narrator mengatakan kalau Kim Ja-jeom tidak mencapai ambisi terbesarnya dan dieksekusi.

 

 

Mimpi Iljimae terlihat, ketika versi modern dari dirinya berdiri di atas atap, di sebuah dunia yg tidak memerlukan pahlawan yg menyebut dirinya Iljimae.

 

PS: akhirnya selesai juga. Aku minta maaf sekali kepada semua pembaca karena harus begitu lama menunggu. Aku sedikit bimbang, ada tekanan dari banyak orang dan aku juga harus memilih. Aku bahkan sempat membuat blog baru, tapi nggak ada gunanya. Aku rasa, yg pertama lebih baik. Apapun itu yg terjadi. Makasi sudah setia menunggu..

 

5 thoughts on “Sinopsis The Return of Iljimae Episode 24 – Final

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s