Sinopsis Crime Squad Episode 1

Semuanya dimulai dengan sebuah aksi pengejaran yang dilakukan oleh dua orang polisi, yaitu Park Sae-hyuk (Song Il-gook) dan rekannya Shin Dong-jin (Kim Joon) di jalanan. Yang bisa disimpulkan dari pengejaran ini adalah Dong-jin yang sepertinya penakut dan Sae-hyuk yang pemberani. Di tengah aksinya, Sae-hyuk bahkan sempat menabrak Jo Min-joo (Song Ji-hyo). Sae-hyuk dengan cerdikanya menggunakan kenalannya untuk melacak pria yang dikejarnya dan ketika pria itu menelan kebohongan Sae-hyuk bawa, Sae-hyuk langsung membuat pria itu mengeluarkan kesaksiannya.

Sae-hyuk menyeret pria itu dan membawanya ke tempat mengerikan. Dia duduk di sofa dan memandangi kasusnya yang tidak terpecahkan, dipenuhi oleh foto2 berdarah, dan foto pria yang mengerikan. Pria mengerikan itu saat ini sedang diinterogasi oleh atasan Sae-hyuk, Kwon Young-sool (Jang Hang-sun), yang tidak melakukan banyak hal tapi malah menawarkan rokok pada pria itu.

Sedangkan Jo Min-joo, dengan koper ditarik, tiba di apartemen temannya dimana dia akan tinggal. Dia diganggu oleh pria besar tanpa mengenakan baju dengan tato naga besar. Pria ini sedang mengeluarkan sampah sambil bicara di telpon, membicarakan pembunuhan. Min-joo langsung menyimpulkan kalau pria itu adalah gerombolan pembunuh dan dirinya sudah mendengarkan hal yang tidak seharusnya didengar. Jadi ketika pria itu berbalik dan mata mereka saling pandang, Min-joo berteriak ketakutan sedangkan pria itu berteriak menutupi dadanya.

Min-joo memohon agar nyawanya diampuni, berkata kalau dia tidak mendengar apapun dan saat itulah pria aneh itu sadar apa yang sedang dipikirkan Min-joo. Pria itu mengatakan kalau tatonya bohongan dan bahkan membuka salah satunya untuk membuktikan pada Min-joo. Dia melakukan itu sebagai bagian dari penyamarannya sebab dia adalah detektif. Dia menunjukkan lencananya pada Min-joo sebagai bukti: Nam Tae-shik (Sung Ji-ru).

Min-joo merasa lega dan mengatakan kalau dia pindah ke tempat ini untuk tinggal dengan temannya sebab dia mendapatkan pekerjaan baru. Tae-shik mendapat telpon lagi dari markas: pria mengerikan yang berbicara. Tae-shik berteriak kegirangan lalu berlari sambil berteriak, seolah-olah Min-joo adalah orang aneh yang membuat takut!

Tae-shik tiba bersama Sae-hyuk di lapangan terbuka, dimana pencarian besar2an sedang dilakukan. Ternyata ada mayat, yang dibunuh dengan cara yang sama seperti mayat sebelumnya. Ternyata pria mengerikan di tempat mengerikan itu adalah pembunuh berantai. Tapi pria ini punya praduga tak bersalah yang membuat Sae-hyuk pusing tujuh keliling. Kapten mengingatkan Sae-hyuk jika mereka bukan jaksa atau hakim. Mereka melakukan tugas mereka menangkap pria itu. Hanya itu saja tugas mereka.

Sae-hyuk pergi langsung ke pria itu, bersikeras kalau alasan tidak normal (gila) hanyalah plot pembunuh berantai itu. Pembunuh itu berubah dari bersikap gila ke sikap yang mengerikan. Pria ini membisikkan pada Sae-hyuk kalau dia tidak akan masuk penjara dan Sae-hyuk tidak dapat melakukan apapun soal urusan ini! Itu cukup untuk membuat Sae-hyuk kehabisan kesabaran dan dia melindungi kamera dengan jaketnya lalu pergi keluar untuk memukuli penjahat itu sebagai tersangka. Tae-shik dan Dong-jin bergegas masuk untuk menghentikan Sae-hyuk, tapi kerusakan yang terjadi sudah parah. Sebagai ganti, Kapten memukul penjahat itu. Dia mengatakan kalau Sae-hyuk ingin sekali berkelahi, sebaiknya dia menjadi gagster dan bukannya polisi.

Kapten menunjukkan setumpuk file keluhan tentang Sae-hyuk dan semua masalah yang sudah dibuat Sae-hyuk, mencoba untuk membebaskannya dari tuntutan hukum. Sae-hyuk berkata kalau dia lebih baik keluar saja sebab masalah ini sepertinya tidak penting: pencuri tetap mencuri, pembunuh tetap membunuh. Kapten bilang kalau dia tahu kemarahan Sae-hyuk karena kematian putrinya, kasus yang membuat Sae-hyuk menjadi polisi. Dia bersikeras kalau dia akan keluar melihat temperamennya. Kapten berteriak jika Sae-hyuk memang harus keluar sebab dia masih jauh dari masa pensiun apalagi pengacara pembunuh itu sudah melayangkan tuntutan hukum.

Min-joo tinggal dengan temannya, yang memperhatikan sebuah foto yang Min-joo bawa kemana-mana dalam sebuah kotak. Min-joo berkata kalau itu fotonya dengan ayahnya waktu dia masih kecil. Min-joo pergi bekerja untuk pertama kalinya, yang ternyata adalah sebuah website selebriti dengan nama shocking.com. Dia melakukan tugas pertamanya yaitu menyelidiki kasus selebriti yang terlibat dalam sebuah penyergapan. Dia pergi ke kantor polisi dimana dia menginjak foto artis terkenal (yang memang diperankan artis sungguhan).

Di dalam, Tae-shik bicara dengan orang yang terlibat dalam kasus itu – wanita yang dipukuli, artis yang diduga melakukan pemukulan itu, dan orang lewat yang kebetulan melihat kejadian itu. Sae-hyuk banguan dari tidur siangnya dan melihat semua proses itu. Wanita itu berkata kalau dia belum pernah melihat saksi itu sebelumnya. Sae-hyuk dengan sopan meminta hp wanita itu dan menghubungi nomer pertama. Nomer milik si saksi.

Sae-hyuk menunjukkan artis itu jalan keluar dan artis itu memanggil Sae-hyuk ‘guru’, mengucapkan terima kasih karena sudah menolong. Sebenarnya, mereka berdua sudah saling kenal. Sae-hyuk meminta artis itu untuk tidak menginjakkan kakinya di kantor polisi lagi. Min-joo melihat kejadian ini dan mengambil gambar mereka. Sae-hyuk mengejarnya, menarik bajunya, lalu mengeluarkan memori dari kamernya. Setelah itu, Sae-hyuk mengembalikannya lagi sambil tersenyum. Min-joo marah tapi dia malah di keluarkan dari kantor polisi.

Pesta perpisahan Kapten (yang pensiun) diisi dengan acara minum dan nyanyi, merayakan karir panjangnya sebagai polisi. Suasana berubah ketika Sae-hyuk berada di depan microphone. Dia mengumumkan, kalau Kapten pensiun karena sudah tua maka dia keluar karena kemauannya sendiri. Saat itu, dia menempelkan surat pengunduran dirinya di keningnya. Semuanya orang menjadi tidak nyaman karena Sae-hyuk mengacau dihadapan mereka. Kapten hanya mendesah dan Sae-hyuk menutup malam itu dengan lagu sedih. Dia berkeliaran di jalan, sendirian, dan seseorang mengikutinya, mengambil gambarnya.

Keesokan harinya, semua polisi di Kantor itu mengikuti upacara pensiun kapten tapi Sae-hyuk sama sekali tidak ada disana. Kapten mengucapkan perpisahan dengan hati yang berat, memandangi kursi yang seharusnya di duduki oleh Sae-hyuk. Dia sebenarnya ada di kuburan, mengunjungi putrinya Hye-in. Dia mengambil fotonya sendiri di sebelah abu anaknya itu lalu mengatakan dia minta maaf karena tidak pernah kesini, sebab dia sibuk menangkap penjahat.

Foto Hye-in di dekatnya dan ternyata foto itu sama persis dengan yang dimiliki Min-joo. Ketika Sae-hyuk mengatakan pada putrinya kalau dia akan sering mengunjunginya kesini karena dia sudah berhenti menjadi polisi, seorang pria misterius muncul. Dia tidak memperkenalkan diri tapi dia menunggu Sae-hyuk mengenalinya. Pria itu adalah Lee Dong-suk (Lee Min Woo) yang juga kehilangan seseorang saat kejadian dimana Sae-hyuk kehilangan anaknya.

Dong-suk juga mengungkapkan fakta kalau Sae-hyuk telah banyak berubah dalam lima tahun. Dong-suk mengatakan bahwa dia menghabiskan lima tahun mencoba melupakan tanpa ada hasil, dan mulai menyiratkan nada tajam dengan mengatakan apakah Sae-hyuk tidak terpikir balas dendam dan bahwa Sae-hyuk tidak perlu menunggu waktu lama.

Di markas, kapten yang baru sudah datang: Jung Il-do (Lee Jong-hyuk). Di saat yang sama, Dong-suk juga menjelaskan tentang Il-do sebagai polisi dalam kasus yang terjadi lima tahun lalu dan dia juga tahu kalau Sae-hyuk adalah detektif di markas yang sama. Ternyata, orang yang mengambil gambar Sae-hyuk malam sebelumnya adalah anak buah Dong-suk.

Sae-hyuk dihantui oleh kenangan bahagia putrinya dan kata2 Dong-suk tentang Sae-hyuk yang sudah berubah dalam lima tahun terus berputar di kepalanya. Semua hal berhenti bagi Sae-hyuk. Dia lalu mendapat telpon dari Tae-shik yang meminta Sae-hyuk untuk bekerja kalau dia tidak ingin memulai langkah yang salah dengan bos yang baru, tapi Sae-hyuk berteriak kalau dia tidak akan pergi ke markas.

Sedangkan, Min-joo mengalami hari sial saat bekerja sebab dia kehilangan foto penting yang berisi gambar idola itu. Dia dipecat tapi meminta satu kesempatan lagi. Bagaimana kalau dia bisa mewawancarai keluarga korban pembunuhan berantai. Mereka menertawai Min-joo, karena Min-joo bukan orang dalam dan mereka juga bukan majalah gress di kota itu.

Tapi Min-joo nekat juga keluar dan mengikuti ayah korban ke rumah yang lain. Min-joo melompati pagar dan mengendap-endap… hanya untuk bertemu dengan Dong-suk. Dia menendang Dong-suk keluar dan ayah korban mengatakan kalau dia akan mempercayakan segalanya pada Dong-suk. Sae-hyuk akhirnya pergi ke tempat kerja dimana Tae-shik memberi clue tentang bos baru mereka.

Sae-hyuk mendekat dengan was-was dan Il-do, dengan punggung berbalik, bertanya apa Sae-hyuk sengaja menghindari bosnya di hari pertama bekerja. Dia lalu berbalik dan bertanya apa Sae-hyuk mengenalinya. Yang lain keluar ruangan dan Sae-hyuk sama sekali tidak menunjukkan sikap hormat. Dia langsung menyalahkan Il-do atas kematian putrinya. Ternyata Il-do bukan polisi dalam kasus itu; tapi dia adalah polisi yang menembak saat kasus itu terjadi… hanya putri Sae-hyuk kebetulan tertembak dalam kasus itu.

Sae-hyuk menarik kerah Il-do, berkata kalau dia pikir menjadi polisi akan membuatnya mengerti situasi saat kejadian seperti itu terjadi, tapi dia tetap tidak menyadari apapun. Il-do membela diri. Il-do mengatakan pada Sae-hyuk untuk mulai bersikap seperti polisi jika dia memang polisi, yang tentu saja membuat Sae-hyuk ingin keluar… lagi. Sae-hyuk mulai melepaskan semua hal yang berhubungan dengan jabatannya tapi Il-do menghentikannya. Sampai surat pengunduran diri masuk ke sistem jaringan di markas itu, Il-do masih tetap bertanggung jawab atas anak buahnya. Jadi Sae-hyuk kembali bekerja.

Sebuah kilas balik memberitahu kita apa yang terjadi hari itu, ketika Sae-hyuk sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan putrinya yang duduk di kedai kopi. Il-do sedang mengejar seseorang dan akhirnya menembak sebuah mobil yang meluncur ke arahnya. Pengemudi mobil itu membelokkan mobilnya menuju ke kafe dan membunuh gadis kecil itu. Kita juga lihat kalau ternyata Il-do tidak sedingin kelihatannya. Sendiri, dia menatap kedai kopi itu dengan penuh beban.

Kembali ke masa kini dimana bandit berpaikaian badut merampok bank sambil menodongkan pistol. Hal ini yang membuat tim polisi itu kembali bekerja. Tak lama setelah kejadian di bank itu, muncul kasus baru lagi dengan penggunaan senjata juga: kali ini seorang pria bersenjata (penjahat Dong-suk) menculik pembunuh berantai.

Sae-hyuk dan timnya mulai mengumpulkan keterangan, menyadari kalau perampokan di bank hanyalah awal dari pembunuhan. Di saat yang sama, Min-joo mendapatkan email yang ternyata sebuah video ketika di bukanya, dimana keduanya adalah korban, yang mengakui semua kesalahannya sebelum di eksekusi. Pria ini seperti Batman dan Jocker. Kelompok detektif menonton video itu yang diunggah di shocking.com. Sae-hyuk menonton dengan penasaran ketika seorang pria bertopeng mengumumkan kalau dunia sudah berhenti peduli pada para korban dan penderitaan mereka.

Sedangkan, Il-do pergi untuk bertemu dengan atasannya, ketika matanya disilaukan oleh sebuah cahaya dan seorang pria berhenti di depan mobilnya. Il-do keluar dari mobil dan di saat inilah Dong-suk menculik Il-do. Sae-hyuk menanyai shocking.com dan malah akhirnya memasukkan mereka ke penjara sebab dia mendapat telpon kalau kapten menghilang. Saat ada di penjara, teman kerja Min-joo menjelaskan kejadian ini – bagaimana bisa Min-joo yang mendapatkan video itu?

Itu membuat ingatan Min-joo melayang. Hanya ada satu orang yang dia berikan kartu nama dan orang itu adalah pria yang menendangnya keluar ketika dia meminta wawancara. Pria itu juga mengatakan hal yang sama malam itu, yaitu orang2 tidak mengerti keadaan korban. Min-joo mengenali suara di video sebagai suara pria itu.

Di saat yang sama, Sae-hyuk menonton video itu berkali-kali. Ada sesuatu dalam suara pria itu yang tidak asing baginya. Dia mengulang kata2 itu berkali-kali dan ingat kalau pria di kuburan juga mengatakan tentang mengobati luka dengan balas dendam. Sae-hyuk meminta tim untuk melihat kasus putrinya lima tahun lalu, dimana ada satu lagi korban saat itu, tunangan seseorang. Mereka menemukan identitas Dong-suk dengan cara itu tapi tidak menemukan alamat tinggalnya sekarang.

Tapi Min-joo mengatakan kalau dia tahu dimana Dong-suk tinggal. Mereka menuju kesana tapi Dong-suk sudah menunggu. Sae-hyuk menemukan laptop, di sebelah foto tunangan Dong-suk dan anaknya. Dong-suk menelpon mereka untuk menyuruh mereka menonton video itu. Di dalam video itu, Il-do mengaku kalau mereka semua mati karena dirinya dan bahwa dia melakukan itu karena tidak ingin penjahatnya pergi, sebab penjahat itu akan membunuh lagi.

Dong-suk menambahkan kalau pacarnya saat itu hamil lima bulan. Dia bertanya pada Sae-hyuk apakah Il-do benar2 tidak bertanggung jawab? Lalu Dong-suk menawarkan pilihan: Jung Il-do atau pembunuh berantai? Hanya satu yang akan hidup. Sae-hyuk meraih laptop itu dan keluar, sebelum yang lainnya menyusul. Tapi Tae-shik melihat foto putrinya Sae-hyuk dan tahu apa artinya. Sae-hyuk berkendara dengan marah, tidak tahu apa yang harus dilakukan dan akhirnya memutuskan menelpon tim detektif.

Mereka mengikuti perintah Dong-suk, berakhir di pojok di kecelakaan pertama. Dia mengatakan kalau mereka harus membunuh pembunuh berantai itu disana agar Il-do dapat bebas. Dia lalu mengirim pembunuh berantai itu dengan mobil, berkendara lurus ke tempat mereka, dan Sae-hyuk mendapati dirinya di posisi yang sama dengan Il-do saat putrinya meninggal.

Sae-hyuk mulai beraksi lalu dia mengarahkan pistolnya ke depan. Dia melihat kembali ke kedai kopi dan hal itu memicul sebuah ide. Sae-hyuk berteriak kalau itu jebakan tepat saat van itu menuju ke arah mereka.

2 thoughts on “Sinopsis Crime Squad Episode 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s