Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 12

Seo-jun menghina lagu itu, menolak untuk menyanyikan sesuatu yang diinspirasi oleh kisah cinta Mary dan Mu-gyul, menyebutkanya menyakitkan. Mu-gyul mendidih mendapati pekerjaannya direndahkan seperti itu, sedangkan Jung-in mengejar Seo-jun. Mary mengeluarkan barang2nya di tempat Mu-gyul, marah ketika Mu-gyul mengambil selimut ke atas tempat tidur. Mu-gyul menduga mereka akan berbagi tempat tidur, sedangkan Mary tidak berpikir demikian. Mary ingin membeli tempat tidur lagi. Alternatifnya adalah Mu-gyul tidur di sofa, yang ditolak oleh Mu-gyul.

Mereka mencapai kesepakatan dengan membelah tempat tidur di bagian tengah, memutuskan kalau tirai akan membuat mereka terpisah. Mary menjerit pada Mu-gyul tentang bagaimana dia membaginya, mengeluh kalau Mu-gyul memberikan dirinya bagian yang paling besar, dan Mu-gyul menusukkan jarinya dalam prose situ. Untungnya, itu cukup untuk membuat mereka saling mencela dan Mary bergegas ke sisi Mu-gyul dan menghisap darah dari jari Mu-gyul. Mu-gyul menyarankan sebuah ciuman untuk merayakan kejadian itu dan Mary menolak.

Malah, Mary dipenuhi oleh pertanyaan tentang hubungan Mu-gyul dengan Seo-jun dan bertanya bagaimana semuanya berakhir. Mu-gyul memberikan jawaban tidak jelas bahwa dia memberitahu Seo-jun untuk mencari seseorang yang lebih keren darinya. Jung-in menanyakan pertanyaan yang sama pada Seo-jun – tentang putusnya hubungannya dengan Mu-gyul – yang membawa kita ke sebuah flashback. Seo-jun sedang mengerjakan film ketika dia ditarik oleh seorang tunangan yang baru saja putus dengannya. Pria itu bisnisman kaya, yang mengatakan kalau ini adalah perjodohan yang dibuat oleh keluarga Seo-jun, dan dia marah pada penolakan Seo-jun.

Mu-gyul tiba di lokasi syuting tepat waktu untuk melihat Seo-jun keluar dari mobil pria itu, melepaskan pegangan pria tersebut. Mu-gyul menduga yang terburuk, bahwa pria itu adalah ‘sponsor’ Seo-jun (dalam industri film Korea, sponsor itu diasumsikan negative). Mu-gyul pergi dan mabuk2an dengan gadis lain, dan itulah akhir hubungan mereka. Lee Ahn bergabung dengan meja mereka di resto untuk mengatakan pada Seo-jun kalau dia baru saja berusaha memperngaruhi manajer Bang untuk membatalkan tuntutannya. Jung-in memperhatikan ketertarikan Lee Ahn pada Seo-jun dan berkata kalau dia adalah pria yang baik untuk Seo-jun, meski Seo-jun marah pada komentar itu.

Jung-in mencoba memberikan peringatan pada Lee Ahn soal manajer Bang, tapi Ahn punya kesetiaannya sendiri dan mengabaikannya. Ketika Lee Ahn meninggalkan meja itu, dia melaporkan pada manajer Bang kalau dia tidak sukses meyakinkan Seo-jun bahwa kebocoran di tabloid itu bukan perbuatan manajer Bang. Toko ayah mendapatkan pengunjung tidak terduga berupa ibu Mu-gyul, yang ada disana dengan kopornya.

Ibu tidak pergi ke Paris pada akhirnya dan merasa bersalah soal cincin itu, jadi dia meminta maaf pada ayah soal itu, meski ayah tidak mengerti apa yang dia maksud. Selagi menempati studio Mu-gyul, Mary menemukan kupon gadai cincinnya, kaget pada betapa mahalnya cincin itu. Mary bertanya apakah ibu Mu-gyul akan menepati janjinya untuk membayar hutangnya, tapi Mu-gyul tidak bisa benar2 berbohong dan menjamin Mary soal itu, jadi Mu-gyul mengatakan kalau dia yang akan membayarnya.

Ketika ayah menelpon Mary untuk bertanya tentang urusan cincin itu, ayah marah mendengar kalau ayah Jung-in memberi Mary cincin, yang ibu Mu-gyul kemudian gadaikan. Ayah mengancam untuk datang dan bicara dengan Mu-gyul jadi Mary dan Mu-gyul bergegas pergi sehingga mereka tidak di rumah saat ayah tiba disana. Mereka berlari keluar tepat ketika ayah berbelok di pojok dan bersembunyi agar tidak dapat dilihat. Mereka bersembunyi di tong sampah! Ayah menggedor pintu dan mengucapkan ancaman, meski ayah tidak langsung masuk ke studio.

Ayah menunggu di luar pintu untuk menunggu Mu-gyul pulang, memaksa pasangan itu tetap berjongkok di tong sampah yang membeku. Aroma ramyun ayah merayap ke hidung pasangan itu. Mary mendapatkan ide dan menelpon Jung-in, memintanya untuk menelpon ayahnya jadi dia dan Mu-gyul bisa pulang ke rumah. Jung-in melakukan persis seperti permintaan Mary dan ayah pergi dari pengawasannya dengan enggan.

Akhirnya, Mary dan Mu-gyul bebas pulang ke rumah dan menghangatkan diri di depan penghangat. Akan tetapi, ketika mereka menuju kamar mandi untuk mencuci bau tong sampah mereka, mereka mendapati kalau semua pipa sudah membeku. Ketika ayah meninggalkan tokonya untuk malam itu, dia menemukan ibu Mu-gyul menunggunya di luar. Tanpa tempat untuk pergi, ibu memandangi kopornya dan memandangi ayah dengan tatapan memelasnya, mencoba untuk menarik simpatinya.

Ayah akhirnya menawarkan sebuah ruang kosong padanya, tapi ada syaratnya: sampai ibu Mu-gyul bisa melunasi 10 juta won yang diperlukan untuk menebus cincin itu, ibu akan bekerja di toko ayah. Dan juga, dia akan membantu ayah memutuskan hubungan anak2 mereka. Ibu berpikir singkat kalau anaknya tidak akan suka bila dia ikut campur dalam hubungan asmaranya tapi menebak kalau tidak ada salahnya setuju, karena tidak ada jaminan kalau usaha pemisahan dari orang dewasa akan berhasil.

Akan tetapi, ketika ibu mendengar kalau Mary punya tunangan yang dia ajak tinggal sekarang, ibu malah membela anaknya yang malang. Ibu memperingatkan ayah Mary untuk tidak jatuh cinta padanya dan keduanya saling meyakinkan kalau mereka bukan tipe masing2 – untuk itu menyegel takdir mereka.

Mu-gyul melawan udara dingin untuk mengambil air untuk mencuci dari keran di luar, dan saat itulah Jung-in menelpon untuk mendiskusikan tentang judul lagu. Akan tetapi, ketidaksabaran Mu-gyul untuk menutup telpon membuat imajinasi Jung-in pergi ke arah yang lain dan dia mencoba memohon pada Mu-gyul untuk mengatakan padanya apa yang sedang dia lakukan tanpa bertanya. Mu-gyul tidak tahu kenapa pikiran Jung-in bisa berubah seperti itu, khususnya ketika dia berteriak, “Urusi urusanmu sendiri!”

Di rumah, Mu-gyul menghangatkan air dan membasuh wajah Mary serta tangannya dengan handuk, setelah itu bergerak ke tempat tidur mereka yang terbagi. Mu-gyul tidak bisa menahan untuk mengintip ke bagian tempat Mary, tersenyum ketika dia melihat Mary tertidur untuk beberapa saat. Pada pagi harinya, Mu-gyul mengantar Mary ke rumah Jung-in untuk pertukaran suami dan hampir saja dilihat oleh ayah Mary. Ayah ada disana untuk memarahi Mary karena memberikan cincin itu pada ibu Mu-gyul, menyebut Mary bodoh karena berpikir kalau ibu Mu-gyul akan membayarnya kembali – ternyata ibu Mu-gyul tertipu lagi dan tidak bisa pergi ke Paris.

Manajer Bang mampir untuk ikut campur lebih jauh, menawarkan untuk membiarkan Lee Ahn kembali ke drama itu… jika mereka menyingkirkan Seo-jun. Jung-in tidak akan membiarkan dirinya dimanipulasi seperti itu, tapi manajer Bang mengingatkan, “Jika aku mati, aku membawa semua orang bersamaku.” Jung-in mengajak Mu-gyul untuk melihat-lihat sebuah lokasi untuk showcase dan ketika mereka berkendara bersama, Mu-gyul memamerkan sms dari Mary. Mu-gyul mendengungkannya secara berlebihan, memberikan tatapan mengejek ke Jung-in, sedangkan Jung-in duduk disana dengan tidak nyaman.

Jung-in membalas dendam dengan menginjak rem. Mu-gyul meluncur ke depan pada saat itu dan Jung-in mendapatkan kepuasannya – dia bahkan harus menoleh ke tempat lain untuk menyembunyikan seringaiannya. Setelah mengendalikan dirinya, Jung-in berbalik kembali untuk melihat Mu-gyul, bertanya dengan lugu, “Apa kau baik2 saja?” Kedua pria ini sampai di tempat tujuan, yang tidak disukai Mu-gyul dan malah menawarkan konser berkonsep gerilya. Ide itu mendapatkan perhatian Jung-in tapi sebuah telpon menghentikan ini. Waktunya pembalasan: melihat nama penelpon, Jung-in tersenyum dengan lebar dan berteriak, “Mary!”

Sekarang giliran Mu-gyul yang gelisah selagi Jung-in memanfaatkan waktu ini untuk bicara dengan Mary, membuat percakapan itu terdengar nyaman dari yang sebenarnya. Contohnya, Jung-in bertanya apa Mary membuat makan malam dan Mary menjawab tidak. Mengabaikan aliran logis percakapan itu, Jung-in menjawab, “Aku menantikan untuk mencicipi masakanmu,” yang membuat Mary benar2 bingung. Mary tidak punya permintaan makanan penutup, tapi Jung-in menjawab, “Aku akan pastikan membawa kue yang kau sukai.”

Saat makan malam, presiden Jung punya hadiah lain untuk Mary, yang ternyata adalah tiket konser untuk seluruh keluarga. Jung-in mengintip foto yang ada di tempat terhormat dompet ayahnya, yang membuatnya merasa aneh karena disana ada foto ibu Mary, yang terlihat mirip sekali dengan Mary. Yang membuat paling aneh adalah presiden Jung meminta Mary datang ke konser itu mengenakan cincin yang dia berikan karena dia ingin melihat Mary mengenakannya.

Jung-in mulai menyatukan semua teka-teki ini dan dia bertanya pada Mary soal pertemanan ayah mereka. Mary menjawab kalau mereka sudah lama berteman, dan bahwa ayah Jung-in mengenal ibu Mary jauh sebelum ibu bertemu dengan ayah Mary. Perhatian yang paling menekan adalah bagaimana mendapatkan cincin itu kembali dan ayah menjamin Mary kalau dia akan mendapatkannya. Ayah memerintahkan ibu Mu-gyul untuk mengambilnya dengan segera, jadi ibu Mu-gyul pergi terburu-buru untuk membuktikan kalau dia menepati janjinya. Dia membeli cincin murah untuk mengganti permata itu dan memberikannya pada Mary, yang menerimanya dengan rasa tenang yang super besar.

Manajer Bang menemui Seo-jun untuk menyelesaikan masalah karena Seo-jun menolak untuk minta maaf. Salah satu dari mereka menjelekkan nama yang lain di depan umum dan yang lainnya membuat kepala yang satunya berdarah! Manajer Bang menyuruh Seo-jun untuk keluar dari drama itu atau berlutut meminta maaf padanya. Pilihannya nggak ada yang bagus!

Mu-gyul mempersembahkan lagu barunya ‘Hello Hello’ pada teman2 band-nya dan satu tatapan saja sudah cukup bagi mereka untuk mengumumkan kalau Mu-gyul keluar jalur. Dimana ‘semangat rock’-nya? Ini benar2 pengaruh musik pop – “Hyung, aku kecewa padamu!” Jung-in masuk untuk memberikan dukungannya pada Mu-gyul atas keputusannya menulis lagu yang menarik bagi khalayak, sebab OST drama seharusnya sesuai dengan trend saat ini. Teman2 band Mu-gyul pergi minum. Mereka mengumumkan dengan sedih bahwa Mu-gyul sudah meninggalkan rock dan menyeberang ke sisi gelap. Mu-gyul bergabung dengan mereka dan mengatakan kalau dia akan membuat musik rock sampai dia mati. Tidak yakin, mereka mengabaikan Mu-gyul.

Seo-jun bergabung dengan Mu-gyul di mejanya. Dia mendapati Mu-gyul tidak yakin apalagi yang akan terjadi sekarang. Mungkin saja Seo-jun merasa bersalah atau apa, tapi dia mengatakan kalau dia akan menyanyikan lagu itu. Seo-jun adalah fans Mu-gyul, entah dia membuat musik rock, pop atau dance. Pada pagi hari sebelum konser, Jung-in dan Mary keluar dari kamar mereka dengan tampang super kacau – Jung-in baru keluar dari kamar mandi dan Mary baru bangun dengan rambut berantakan – mereka tergagap sebelum akhirnya melarikan diri. Setelahnya, keluarga itu makan malam di resto sebelum konser.

Ayah sudah sangat curiga kenapa cincin itu kembali begitu cepat dan menyadari kalau itu bukan cincin yang sama ketika Presiden Jung meminta untuk melihatnya. Meski Mary tidak mengerti kekhawatiran ayah yang memuncak, Jung-in memerhatikannya dan mengerti masalahnya ketika Presiden Jung melihat dan langsung tahu itu adalah cincin yang salah. Jung-in dengan lembut menawarkan penjelasan bahwa Mary merasa terbebani memakai benda yang begitu mahal jadi Jung-in membuatkan imitasinya.

Itu membuat mereka mendapatkan kemarahan Presiden Jung, dan itu juga artinya ibu Mu-gyul masih berkeliaran di luar sana. Dosa ibu langsung meluncur ke anaknya, jadi ayah langsung berangkat menuju tempat Mu-gyul. Jung-in mengantar Mary ke rumah Mu-gyul malah itu, dan Mary minta maaf pada Jung-in karena tidak memberitahu soal cincin itu. Dengan kebaikan hatinya yang seperti biasanya, Jung-in tidak meminta penjelasan dan berkata kalau pasti ada alasan bagus di balik itu semua.

Mu-gyul tidak suka mendengar Mary bicara begitu lembut tentang Jung-in, tapi benar kalau Jung-in menyelamatkannya malam ini. Mary menjelaskan tentang cincin palsu itu, yang membuat Mu-gyul kesal sebab dia mengatakan pada Mary kalau dia akan bertanggung jawab untuk mengembalikannya pada Mary.

Tepat ketika Mary mengatakan kalau dia tidak tahu bila itu adalah cincin palsu sampai semuanya terlambat, sebuah gedoran marah terdengar di pintu. Itu ayah Mary dan dia benar2 marah. Mary dan Mu-gyul bergegas mencari persembunyian seperti ayam ketika ayah menaikkan gerbang untuk masuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s