Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 8

Mary mengakui bahwa dia dan Mu-gyul tidak menikah kepada orang2 yang hadir disana, yang bereaksi dengan derajat keterkejutan yang berbeda. Seo-jun adalah yang pertama pergi, berjalan dengan kesal seolah-olah pernikahan palsu ini menyangkut dirinya. Ayah Jung-in menghadapi anaknya dan menamparnya. Ketika yang lain pergi, Jung-in berdiri di kedinginan sendirian. Jadi sekarang adalah hari ke 51 kontrak, meski begitu kedua ayah mengatakan kalau tidak ada gunanya melanjutkan formalitas hingga hari ke 100. Mereka bisa langsung mengadakan tunangan untuk anak2 mereka minggu depan.

Presiden sudah menyiapkan petunjuk yang dia sebut ‘Membuat Cheongdam-dong menjadi Menantu.’ Yang masih mengerikan adalah reaksi ayah yang tidak ‘singkirkan petunjuk aneh itu dari putriku’ tapi ayah hanya mengatakan, “Wow! Terima kasih.” Ketika dia membaca kategori seperti kebudayaan, bahasa asing, etiket, dan semua yang sejenis itu. Ayah berjanji untuk mengubah Mary menjadi pengantin yang terbaik yang pernah ada.

Selagi membersihkan, Mu-gyul menemukan copian kumal cerita ‘Cinta adalah Kecelakaan Mobil’-nya Mary, yang dia buang. Dia juga membuang sarung tangan biru Mary dan berhenti menjadi produser musik. Meski Jung-in kecewa karena kehilangan Mu-gyul untuk drama itu, dia membela Mu-gyul dihadapan manajer Bang, yang menyebutnya tidak bertanggung jawab. Tapi mereka bahkan punya masalah yang lebih besar untuk ditangani, sebab skandal baru telah muncul yang menyangkut Seo-jun dan co-star-nya. Sekarang anti fan Seo-jun bertambah sebab dia diharapkan mengencani oppa, dan para anti Seo-jun ini mulai menggali info tentang latar belakang, keluarga, dan segala yang berhubungan dengan Seo-jun.

Masalah ini terlalu besar bagi tim Jung-in untuk ditahan, dank arena Seo-jun tidak terhubung dengan manajemen manapun, dia tidak punya siapa2 untuk meringankan berita negative untuknya. Manajer Bang menawarkan untuk membantu mengendalikan kerusakan yang disebabkan Seo-jun. Jung-in menolak, dan malah mencari Seo-jun sendiri. Dia menemukan Seo-jun sedang berlatih di gym, bersikap seolah-olah dia tidak terpengaruh gossip yang beredar yang merangkak ke arahnya. Seo-jun mengatakan pada Jung-in kalau dia baik2 saja, dan mengatakan pada Jung-in kalau idenya untuk mengambil langkah hukum tidak akan membantu.

Selagi menunggu pertemuan dengan perancang pakaian pertunangannya, Mary mencoba menulis beberapa seri pesan permintaan maaf untuk Mu-gyul karena menghancurkan segalanya untuknya. Akan tetapi, keberaniannya lenyap dan dia benar2 tidak bisa membuat dirinya memberitahu Mu-gyul kalau dia akan bertunangan besok. Ketika Jung-in tiba untuk melakukan fiting, suasananya menjadi aneh dan sunyi dan mereka berdua berdiri disana dengan canggung. Jung-in masih kelihatan kesal karena kebohongan itu, dan Mary tidak yakin bagaimana bersikap di dekat Jung-in.

Malam itu, kedua keluarga itu makan malam bersama, dimana para ayah tersenyum puas dan para anak mereka terlihat tidak nyaman dan diam saja. Jung-in akhirnya bicara ketika Mary mengumumkan keinginannya untuk mengunjungi makam ibunya besok sebelum acara pertunangan, menawarkan diri untuk mengantarnya. Malam itu Jung-in tidur dengan tidak tenang dan bangun dari mimpi buruk, berkeringat dan gemetar. Di sisi tempat tidurnya, dia melihat kaos kaki yang dibelikan Mary untuknya; Mary mengatakan pada Mu-gyul kalau memakai kaos itu akan menjauhkannya dari mimpi buruk. Jung-in tersenyum mengingat Mary mengatakan padanya bahwa masa lalu tidak bisa lagi menyakitinya lalu mengenakan kaos kaki itu. Lalu Jung-in kembali berbaring untuk tidur.

Hari pertunangan, yang juga hari ulang tahun Mary. Jung-in mengajak Mary ke sebuah tempat teduh, memegang tangannya ketika dia menuntun Mary, melembutkan ketegangan diantara mereka. Mary meminta maaf atas kebohongan itu, berkata bahwa dia bereaksi karena dipaksa melakukan pernikahan yang tidak dia inginkan. Jung-in mengerti, karena merasakan hal yang sama, dan mengaku kalau dia merasa marah. Bukan marah pada Mary, seperti yang Mary duga, tapi pada dirinya sendiri. Setelah memberikan foto mereka berdua ketika masih anak2, Jung-in mengatakan pada Mary kalau dia mengalami mimpi indah tadi malam. Mimpi itu lebih kepada ingatan pada hari ketika foto itu diambil.

Saat itu setelah ibu Mary meninggal, tapi Mary terlalu muda untuk mengerti apa artinya hal itu. Jung-in menangia di telpon kepada ibunya, memohon untuk dikirim kembali ke Korea. Jadi ketika Mary meledak dengan gembira, Jung-in mengatakan padanya kalau ibunya sudah meninggal dan pergi selamanya. Mary muda menangis, dan sebagai permintaan maaf, Jung-in menggendongnya. Jung-in terpeleset di tangga yang membuat mereka jatuh serta menimbulkan luka di kening Mary. Setelah itu, Jung-in berjanji untuk melindungi Mary selamanya. Jung-in meminta maaf lagi atas luka di kepala Mary, tapi Mary mengingatkan Jung-in lagi kalau masa lalu tidak bisa melukainya.

Setiba kembali di rumah, Jung-in mengejutkan Mary dengan sebuah kamar yang penuh buku favoritnya, hadiah pertungannya untuk Mary. Mary tersentuh, tapi ini juga mengingatkannya pada insiden lain yang melibatkan Mu-gyul, dan Mary termenung untuk beberapa saat. Jung-in mendapatkan telpon penting kalau Seo-jun keluar dari drama itu, jadi Jung-in berjanji untuk segera kembali untuk mengunjungi ibu Mary sebelum upacara pernikahan. Sebelum dia pergi, Jung-in berbalik untuk mencium kening Mary dan mengucapkan selamat ulang tahun.

Setelah memeriksa pesan di hp-nya, Mary menemukan satu pesan dari Mu-gyul, yang tertulis simple, “Ayo bertemu.” Mary menemukan Mu-gyul di tempat biasanya di taman, bermain musik di depan kerumunan kecil dan tertawa saat Mu-gyul diserang oleh trio murid yang ngefans padanya. Percakapan menjadi kaku ketika mereka mencoba bersikap menyenangkan dan normal – damai seperti yang disukai Mu-gyul. Mary mengatakan hal yang sama terjadi padanya.

Teman-teman band Mu-gyul muncul, memutuskan kalau ini adalah waktunya untuk mengubah konsep gaya Mu-gyul. Tapi salah seorang dari mereka menghasilkan borgol dan menghentakkannya ke tangan Mu-gyul. Mu-gyul menelpon Mary untuk melunasi hutangnya, dimana dia mendapatkan uang dengan cara mengajar musik di akademi kakak kelas-nya. Lucunya, teman band Mu-gyul mengambil borgol itu dan memakaikannya di tangan Mary, mengunci mereka bersama. Mereka setuju kalau Mary dan Mu-gyul perlu waktu untuk menyelesaikan segalanya, lalu pergi tapi berjanji untuk bertemu dengan Mu-gyul nanti untuk audisi mereka.

Ini membuat Mary dan Mu-gyul kesal, karena terjebak bersama selama waktu yang tidak tentu. Mu-gyul menawarkan agar mereka menunggu sampai audisi jam 5, tapi Mary tidak mungkin melakukan itu – tidak saat dia akan bertunangan nantinya. Karena banyak waktu yang harus dihabiskan dan Mu-gyul mengeluh karena perlu shampoo, Mary terpaksa membantu Mu-gyul mencuci rambutnya. Jung-in tiba di apartemen Seo-jun untuk mendiskusikan masalah keluarnya dia dari drama. Seo-jun memperlakukan Jung-in dengan dingin. Dia berubah pikiran dan tidak ingin terlibat dalam drama itu lagi. Jung-in mengaku kalau Seo-jun tidak melanggar kontraknya, tapi mencoba memohon pada Seo-jun juga. Kesabaran Seo-jun semakin mengecil, dia berteriak kalau dia sama sekali tidak terganggu oleh rumor itu, meski kelakuan keras Seo-jun membuktikan yang sebaliknya.

Jung-in berkeliling untuk beberapa saat, bertambah khawatir karena Seo-jun tetap di kamar mandi dengan air mengucur. Dengan hati2 membuka pintu, Jung-in menemukan Seo-jun menangis di shower. Beberapa saat kemudian, Seo-jun yang tegang bertanya apa yang dia lakukan yang begitu salah. Jung-in menjamin kalau Seo-jun tidak melakukan apa2 – ini hanya orang2 akan percaya pada apa yang mereka inginkan. Dia mengejutkan Seo-jun dengan berkata bahwa alasan Seo-jun tetap diam selama ini adalah untuk melindungi keluarganya. Mary terlihat lebih tenang ketimbang kecewa waktu Jung-in menelpon kalau dia tidak akan bisa mengantar Mary ke makam ibunya. Sebab Mary tidak akan bisa menjelaskan bagaimana dia bisa terborgol dengan Mu-gyul.

Mary pergi dengan Mu-gyul ke makam ibunya, meski begitu Mary meminta Mu-gyul untuk tetap mengenakan earphone-nya jadi Mary bisa mendapatkan momen pribadi dengan ibunya. Mu-gyul menurut dan Mary mengatakan pada ibunya kalau dia akan bertunangan hari ini. Dia ingin jatuh cinta seperti ibunya – kawin lari ketimbang menuruti pilihan orang tua – tapi alih2, hal itu tidak berhasil. Dan meski dia tidak mencintai tunangannya, pria itu sangat baik dan dia akan mencoba.

Tapi Mary mulai menangis ketika dia berkata, “Tapi pada hari seperti ini, aku berharap aku memiliki orang yang aku cintai dan kau di sisiku.” Lagu Mu-gyul berakhir dan dia melihat Mary yang menangis di sampingnya. Berpura-pura musiknya masih menyala, Mu-gyul memakaian jaketnya pada Mary tapi menjamin Mary kalau dia tidak bisa mendengar. Di bus dalam perjalanan pulang, Mary mengenang masa kanak2nya, ketika dia paling mengharapkan ibunya saat musim hujan. Anak2 lain dijemput dari sekolah oleh ibu mereka dengan paying, tapi ayah Mary bekerja dan menyuruh Mary tinggal di kelas, sebab ayah benci melihat Mary basah kena hujan.

Ibu Mu-gyul juga sering bekerja, jadi dia juga tidak pernah mendapati ibunya datang membawa paying untuknya. Mary mendengarkan dengan simpati, meski Mu-gyul tetap mempertahankan nada tidak suka ketika dia mengatakan kalau dia hampir tidak pernah tinggal dengan ibunya – mungkin hanya sebentar sebelum mereka diusir dari satu tempat ke tempat yang lain. Mu-gyul punya kenangan lucu dengan ibunya sebab ibu sering mengajaknya ke tempat mandi umum untuk wanita ketika dia masih kecil. Mary juga sama seperti Mu-gyul, sebab ayahnya akan membawanya ke bagian pria. Mereka tertawa betapa memalukannya hal itu – faktanya, orang2 menduga Mu-gyul seorang gadis kecil sampai dia berusia 8 tahun.

Di rumah, giliran Mary yang mengenakan earphone ketika Mu-gyul mendengarkan ibunya kalau ibu akan pergi ke Paris. Dia sudah lelah dengan hubungan putus nyambung dan berpikir kalau pergi ke negara lain dengan pacarnya akan membantu hubungan mereka. Ibu menambahkan kalau akan lebih baik bagi Mu-gyul kalau dia pergi, karena ibu membawa banyak masalah untuknya, tapi hal ini malah membuat Mu-gyul marah dan dia meneriakkan jawabannya sebelum menenangkan diri dan duduk dengan murung. Ibu beralih ke Mary, memintanya untuk menjaga Mu-gyul, tapi Mu-gyul menghentikan itu dan berhamburan keluar, menyeret Mary bersamanya.

Karena merasa terluka pada rencana pelarian ibu itu, Mu-gyul mengirimkan voicemail pada kawan2 band-nya, meminta agar mereka datang untuk membuka borgol itu. Yang membuat Mu-gyul kaget, ketika dia berbalik, Mary memegang sebuah buket bunga dan menyuruh Mu-gyul untuk bergembira. Ini begitu tidak terduga hingga Mu-gyul untuk seketika terhempas dari rasa marahnya. Jung-in memainkan gitar untuk Seo-jun selama beberapa saat dan dia menjawab komentar Jung-in tentang melindungi keluarganya – mereka semua dokter, pengacara, dan pejabat pemerintah dan satu2nya cara bagi Seo-jun untuk memuaskan harapan mereka adalah menikah. Jadi ketika Seo-jun memilih akting, dia memutuskan hubungan dengan keluarganya.

Jung-in harus berhenti bermain ketika tangannya kejang2, dan Seo-jun setengah bercanda apakah tangan Jung-in terluka karena perbuatannya sendiri. Yang mengagetkan, Jung-in menjawab iya. Jung-in menjelaskan ketika dia belajar di luar negeri, gitarnya adalah satu2nya temannya. Tapi ayah menyuruhnya berhenti, sebab musik membuat manusia jadi lemah, mempermainkan emosi dan sentiment. Jung-in dengan patuh berhenti, tapi rasanya menyakitkan melihat gitar yang tidak bisa dia mainkan, jadi dia akhirnya melukai dirinya sendiri. Cerita itu mengarah ke penjelasan lain ketika Jung-in mengatakan kalau Seo-jun sangat mengagumkan karena memilih jalannya sendiri ketimbang pilihan orang tuanya, sebab Jung-in tidak bisa melakukan itu.

Waktu audisi tiba, tapi Mary masih terborgol dengan Mu-gyul ketika band itu mempersiapkan diri tampil di depan calon manajer baru mereka. Masalahnya adalah, anggota band itu tidak berhasil menemukan kunci borgolnya, jadi band itu mempersembahkan Mary sebagai ‘dancer’ mereka dan Mu-gyul meminta Mary untuk ikut bermain juga. Mary adalah penari yang payah dan dia berimpitan di belakang Mu-gyul pada fase pertama, tapi akhirnya Mu-gyul membuat Mary terlihat penonton dan Mary memaksa dirinya untuk ikut tampil. Seperti yang diperingatkan, Mary adalah penari paling buruk – tapi dia juga menggemaskan dan itu membuat semua orang tertawa, termasuk manajernya.

Jung-in dan Seo-jun berkendara ke Hongdae, dimana dia akan menurunkan Seo-jun dan menjemput tunangannya. Seo-jun belum menyadari kalau hari ini adalah hari besar untuk Jung-in dan minta maaf karena sudah menahan Jung-in tapi Jung-in menjamin kalau semuanya baik2 saja, sebab Seo-jun juga penting. Seo-jun berkata kalau dia penasaran dan iri pada tunangan Jung-in dan Jung-in menjawab kalau dia akan mengenalkan tunangannya setelah upcara pertunangan itu. Di sisi lain, ketika teman2nya sedang sibuk mencari kunci borgol itu, Mu-gyul membuang waktunya dengan sebuah obeng.

Akhirnya Mu-gyul menyerah dan mereka pun bertengkar ketika Mary khawatir pada acara pertunangan itu. Ini seolah-olah Mu-gyul merangsang Mary untuk memanggilnya frase yang paling dibenci itu ‘bajingan yang tidak beruntung.’ Malahan, Mary menyuruh Mu-gyul untuk tidak berbicara begitu pada dirinya sendiri sebab kenyataannya, Mu-gyul adalah kebalikannya – seorang pria yang beruntung. Karena Mu-gyul diberkati dengan wajah keren dan bakat bermusik.

Karena merasa tenang, Mu-gyul bertanya dengan santai apakah Mary pernah menyukainya. Kau tahu, bukannya dia peduli – ini hanya karena mereka sudah mengakhiri segalanya dan Mary akan bertunangan jadi dia penasaran. Mu-gyul mengakui, “Ada kalanya aku punya perasaan padamu, di tempat tidak tertentu.” Mary mengingatkan Mu-gyul kalau Mu-gyul tidak melihatnya sebagai seorang wanita, jadi Mu-gyul berkata kalau waktu itu dia lebih melihat Mary sebagai… kemudian semuanya terlacak. Mu-gyul memberikan Mary penjelasannya: waktu itu Mary pergi ke rumah ayah Jung-in, ketika dia ditinggal makan es krim sendirian. Saat itulah dia merasakan sesuatu, ketika dia menunggu Mary.

Mary memandangi Mu-gyul, kaget, selagi Mu-gyul mendapatkan telpon kalau kuncinya sudah ditemukan. Ketika mereka pergi untuk dilepaskan borgolnya, Mu-gyul melihat sekilas ekspresi terganggu Mary dan bertanya kenapa Mary seolah-olah akan menangis. Apakah Mary mencintai Jung-in? Mary berkata kalau dia tidak tahu – dia bahkan tidak yakin apa itu cinta. Sekarang Mu-gyul berhasil melihat luka Mary jadi Mary menjawab kalau Mu-gyul juga tidak tahu apa itu cinta – bagaimana mungkin, dengan gaya Mu-gyul yang berpacaran dalam jangka pendek. Ketika Mary menyebutkan ketakutan Mu-gyul pada keterikatan, Mu-gyul marah pada perkataan Mary sepertinya Mary tahu dirinya dengan begitu baik.

Mary berteriak balik kalau sebaiknya Mu-gyul memperbaiki itu atau dia tidak akan pernah mampu mencintai. Itu membuat Mu-gyul meledak dan dia berteriak, “Siapa kau berani2nya bersikap begitu sombong dan agung ketika kau menikahi pria yang bahkan tidak kau cintai?” Dan saat itulah trio penggemar Mu-gyul melihat mereka dan mendekat dengan gembira… sampai mereka melihat kalau Mu-gyul terborgol dengan Mary. Tiba2, mereka menjadi jahat dan agresif, bertanya siapa Mary. Mu-gyul mencoba menenangkan mereka, tapi dia dapat melihat masalahnya semakin tumbuh dan berteriak pada Mary untuk lari.

Tiba di tempat tujuan mereka, Seo-jun meminjam hp Jung-in untuk menelpon, tapi Mu-gyul yang sedang dikejar fans-nya sama sekali tidak bisa menjawab telpon itu. Dan ketimbang mengembalikan hp Jung-in, Seo-jun menelpon Mary. Seo-jun kaget melihat foto yang menemani nama Mary – foto pertunangan mereka. Mary dan Mu-gyul berlari di jalan sampai mereka menemukan gang dan bersembunyi disana.

Mereka tertawa ketika nafas mereka ngos2an, tapi ketika gadis2 itu lewat, Mu-gyul menarik Mary mendekat untuk melindunginya agar tidak terlihat. Ketika Mu-gyul melihat Mary, suasananya jadi lebih dekat. Tapi ketika Mu-gyul mendekat untuk sebuah ciuman, Mary mengalihkan kepalanya pada saat2 terakhir dan menyebut Mu-gyul seorang yang suka main2 yang ingin menciumnya padahal dia tahu itu tidak berarti apa2. Sekarang giliran Mary yang berkata jujur, “Waktu itu, aku merasa hatiku akan meledak.”

Mu-gyul menyadari apa yang Mary akui – jadi dia juga merasakan hal yang sama padanya – tapi Mary mengingatkan Mu-gyul kalau dia tidak melihatnya sebagai seorang wanita. Mu-gyul mengingatkan Mary kalau dia juga tidak melihatnya sebagai seorang pria.

Mary: Kau bilang padaku untuk tidak menyukaimu.
Mu-gyul: Kau mengatakan padaku kau tidak menyukaiku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s