Sinopsis Mary Stayed Out All Night Episode 7

Mu-gyul mengumumkan kalau Mary adalah wanitanya di depan Seo-jun dan seluruh undangan pesta, lalu menyeret Mary keluar. Seo-jun terdiam kaget ketika anggota band di belakangnya berkata kalau Mu-gyul sudah berjalan terlalu jauh, ketika dia menyuruh mereka untuk tutup mulut. Seo-jun mencari kebenaran dari satu tatapan Jung-in kalau dialah satu2nya orang yang tidak tahu, lalu melempar gelasnya hingga pecah.

Mary membebaskan dirinya dari Mu-gyul, berteriak pada sikap kasara Mu-gyul. Mereka mulai bertengkar, tapi Jung-in datang untuk memisahkan mereka dengan memukul wajah Mu-gyul. Mu-gyul memberikan respon yang sama dan keduanya berakhir berkelahi, dimana Mary berusaha keras untuk menghentikan kedua pria itu bertarung memperebutkannya. Jung-in berteriak kalau Mu-gyul tidak memikirkan kepentingan dari sudut pandang Mary dan tepat pada saat itulah pertarungan itu membuat Mary jatuh, kesakitan memegangi kepalanya.

Mary membawa Mu-gyul ke rumahnya untuk mengobati luka pria itu, bertanya-tanya apa yang membuat Mu-gyul berteriak kalau mereka menikah. Mu-gyul juga tidak tahu; hanya keluar begitu saja. Mu-gyul mengintip dengan lembut luka di kepala Mary, membuat Mary merasa aneh lagi setelah disentuh oleh Mu-gyul. Mary lalu berteriak pada Mu-gyul karena melanggar kontrak, khawatir pada apa yang akan dikatakan ayahnya, dan Mu-gyul malah meminta maaf.

Mary berkata kalau permintaan maaf tidak akan membereskan apapun, tapi Mu-gyul mengingatkan Mary kalau Mary menyeret Mu-gyul ke parade ini selama berminggu-minggu dengan tidak apa2 selain ‘aku minta maaf.’ Mary menghargai ucapan itu, tapi tidak akan melepaskan Mu-gyul untuk mempertanggungjawabkan semuanya, menambahkan kalau Mu-gyul memanfaatkan dirinya untuk memanasi Jung-in. Dengan terluka, Mary berkata, “Apa yang sebenarnya kau pikirkan tentang aku?!” kemudian Mary masuk ke kamarnya dengan kesal.

Mu-gyul pulang ke rumah dan tidak mendapatkan ide untuk menulis, lalu dia membaca cerita Mary tentang awal pertemuan mereka ‘Cinta adalah Kecelakaan Lalu Lintas.’ mu-gyul tersenyum ketika dia mengingat pertemuan pertama mereka. Dia memikirkan kata2 Mary bahwa Mu-gyul selalu melakukan apa yang dia suka, dengan tidak adanya rasa tanggung jawab untuk perbuatannya. Jadi Mu-gyul muncul di tempat kerja keesokan harinya di tempat kerja untuk menyapa Mary dengan keramahan super, mengumumkan kalau dia harus bekerja keras untuk memberi makan istrinya. Ini hanya membuat kacau suasana hati Jung-in yang sudah terluka, yang menggunakan poni untuk menutupi lukanya.

Mereka diganggu oleh kemunculan Jung-seok yang mengumumkan kalau drama Jung-in akan segera di produksi. Mary melihatnya dan menarik Mu-gyul untuk diajak kabur… hanya saja mereka berbenturan dengan ayah Mary, yang baru saja tiba. Semua orang duduk untuk bicara, dan para ayah itu tentu saja ketakutan. Mary memutuskan kalau dia akan keluar dari perusahaan itu, jadi Mu-gyul bisa tetap tinggal. Mu-gyul tidak ingin Mary keluar (karena Mary suka drama) tapi Jung-in menjamin Mu-gyul kalau Mary akan tetap bekerja dengan penulis naskah, di luar kantor. Jung-in mengakui kalau Mu-gyul telah memenangkan ronde 1. Para pria ini saling pandang untuk mempersiapkan ronde 2. Mary hanya mendesah.

Mary mampir ke rumah Mu-gyul dan mendapati ibu sedang melamun di sofa, dengan koper yang menandakan kalau ibu akan tinggal lama. Ibu mengajak Mary ke supermarket untuk membeli es krim. Disana, ibu mendapatkan ide cemerlang untuk menyuruh Mary membuatkan kimchi lagi, jadi mereka kembali dan Mary pun membuat kimchi lagi, serta selama itu pula dia meninggalkan pesan agar Mu-gyul segera kembali.

Semua berjalan baik di studio dan Jung-in senang pada cara kerja Mu-gyul membuat OST dramanya. Seo-jun tiba setelah menghilang beberapa hari dan meminta untuk bicara berdua saja dengan Mu-gyul. Dia bertanya dengan marah bagaimana Mu-gyul bisa melakukan ini, ketika Mu-gyul bersumpah kalau dia tidak akan pernah menikah. Seo-jun kesal karena mereka berbohong padanya dan menampar Mu-gyul, menyebut Mu-gyul dengan satu nama yang paling dibencinya: bajingan yang tidak beruntung.

Di rumah, Mary mendengar ibu Mu-gyul mengulangi frase itu dan bertanya padanya kenapa Mu-gyul benci sekali disebut seperti itu. Ibu menjawab kalau ibu melahirkan Mu-gyul saat usianya baru 17 tahun, jadi dia tidak direncanakan, dan itulah satu2nya hal yang dia dengan sepanjang hidupnya selama dia tumbuh. Jung-in mencoba mengajak Seo-jun bicara, ketika Seo-jun marah2 pada Mu-gyul dan mengancam untuk keluar dari drama itu. Jung-in kaget karena Seo-jun begitu marah pada hal itu dan Seo-jun menanamkan benih keraguan di pikiran Jung-in: Mu-gyul tidak akan pernah menikah dan tidak dengan seseorang seperti Mary. Dia bukan tipe Mu-gyul.

Mu-gyul tiba di rumah dan mendapati Mary sedang membuat kimchi lagi dan kali ini, dengan manisnya Mu-gyul duduk dan ikut membantunya. Mereka melakukan percakapan seperti orang yang sudah menikah, Mary mengeluh soal ibu mertua dan Mu-gyul minta maaf dan menjadi manis untuk membantu Mary. Ibu juga memperhatikan betapa cocok pasangan ini dengan berkata kalau mereka benar2 terlihat seperti pasangan yang baru menikah.

Tapi ketika Mary pergi keluar untuk membeli snack lalu kembali, ayah Mary muncul dan berteriak pada Mu-gyul karena telah membuat Mary membuat semua kimchi ini. Mary mencoba ikut campur lalu kedua orang tua itu memulai pertandingan saling teriak, yang berakhir dengan ayah menarik kerah Mu-gyul dan ibu menggigit tangan ayah sebagai pembalasan. Mary akhirnya berusaha menarik ayah keluar, tapi tidak sebelum ayah mengambil kimchi sebagai kompensasi. Ah dasar!

Keesokan harinya Mu-gyul dan Mary saling minta maaf karena ulah orang tua mereka. Mary menelpon dari rumah Jung-in dimana Mary membawa temannya untuk kunjungan agar menjauhkan dari kecurigaan Jung-in. Selagi Mary menelpon, Jung-in menggunakan kesempatan itu untuk bertanya tentang Mary yang tidak memaki cincin kawin, yang dijawab oleh teman2nya hal itu ditunda karena pernikahannya terburu-buru, tapi mereka benar2 punya couple ring – emas 14 karat. Teman2 Mary pergi dan Jung-in bertanya sendiri pada Mary dan mendapatkan jawaban yang sama, kecuali Mary mengatakan kalau cincin pasangan itu dari perak. Itu cukup untuk membuat Jung-in bertanya apakah Mary dan Mu-gyul menikah karena cinta. Mary kebingungan, lalu pergi untuk menghindari tertangkap sedang berbohong.

Mary pergi ke rumah Mu-gyul dalam hujan lebat, dan dia malah bertemu dengan Seo-jun di luar. Seo-jun bertanya pada Mary siapa yang lebih dulu ingin menikah, dan Mary menjawab kalau dia yang ingin menikah lebih dulu. Mary juga menambahkan kalau ada keadaan yang meringankan, dan yang itu dia tidak dapat jelaskan tapi Mu-gyul mengikuti permintaan Mary untuk membuatnya tetap menjadi rahasia. Mary pergi dan meninggalkan Seo-jun yang terbakar kemarahan.

Saat Mu-gyul muncul, Seo-jun memarahinya karena sudah berbohong padanya, meski dia benar2 merasa bersalah karena mengatakan sesuatu yang seharunya tidak dia katakan. Ketika Seo-jun mengatakan kalau Mu-gyul jadi sering mengelak seperti Mary, Mu-gyul khawatir kalau Seo-jun sudah mengatakan sesuatu pada Mary, yang malah membuat Seo-jun tambah marah. Seo-jun memperhatikan sarung tangan itu, menyadari kalau dulu ketika dia melihat benang di rumah Mu-gyul, Mu-gyul memang punya seorang gadis, dan gadis itu adalah Mary.

Seo-jun bangkit, mengatakan kalau harga dirinya telah dilukai dan berbalik dari Mu-gyul ketika air matanya jatuh. Mu-gyul kelihatan merasa bersalah karena melukai Seo-jun. di tempat lain, Mary berlari ke toko buku, dan Jung-in mengikutinya kesana (dia datang ke tempat Mu-gyul untuk membawakan Mary paying). Mereka menikmati momen kebersamaan lewat rasa cinta mereka pada buku, puisi, dan toko buku. Mereka duduk diantara buku dan membaca bersama, sambil sekali-kali mencuri pandang.

Seo-jun dan Mu-gyul duduk di sofa, saling melihat satu sama lain. Seo-jun meraihkan tangannya ke dahi Mu-gyul karena Mu-gyul gemetaran setelah kehujanan sepanjang hari. Seo-jun bertanya bagaimana perasaan Mu-gyul yang sebenarnya pada Mary dan Mu-gyul menjawab kalau semua itu dimulai dari sebuah lelucon, tapi tidak berakhir seperti itu. Mu-gyul berujar, “Mary seperti keluarga buatku.” Seo-jun bertanya, “Bukankah keluarga adalah sesuatu yang mengganggu dan membebani bagimu?” Mu-gyul langsung menjawab, “Dulu. Tapi sekarang, ketika aku memikirkan Mary, aku merasa seperti… seperti inilah keluarga seharusnya.”

Seo-jun berkesimpulan kalau Mu-gyul sanggup bersama Mary selama sebulan karena dia seperti keluarga… dan untuk itu bukan seorang wanita di mata Mu-gyul. Mu-gyul mengatakan pada Seo-jun kalau Mary itu setia tapi Seo-jun mengatakan kalau Mu-gyul akan berakhir melakukan apa yang selalu dia lakukan: kabur ketika semuanya bertambah sulit. Seo-jun pergi untuk menggali informasi dari teman band Mu-gyul tentang hubungan Mu-gyul dengan Mary, bertanya bagaimana dan kapan mereka menikah. Mereka tersandung selama memberikan penjelasan, tapi secara mendasar menutupi yang sebenarnya.

Mary dan Jung-in melanjutkan kencan mereka dengan pergi ke pasar lokal. Mary mencari kehangatan lewat Jung-in dan Jung-in kagum pada sikap manis Mary. Selama makan malam, Mary bertanya apa maksud Jung-in dengan menyebut ayahnya tuhan. Jung-in mengatakan pada Mary kalau waktu dia masih kecil, Jung-in diculik dan ayah menyelamatkannya dan membesarkannya dengan cara seperti ini untuk membuatnya menjadi lebih kuat. Mu-gyul berbaring di tempat tidur dan bertambah parah tiap menit. Dia menelpon ibu, memintanya untuk menjemput, tapi ibu tidak bisa. Lalu dia menelpon Mary yang menjawab telponnya di depan Jung-in. Mary langsung memperhatikan kalau Mu-gyul terdengar sakit dan mulai mengomel di telpon tentang berkeliaran selama hujan dan membiarkan dirinya sakit.

Jung-in melihat dengan sedikit rasa cemburu, ketika Mary mengatakan pada Mu-gyul untuk tetap diam selagi dia mencarikan obat untuknya. Mu-gyul memutuskan kalau dia tidak bisa menunggu lama lagi dan pergi mencari obat sendiri. Mary dan Jung-in tiba dan Mary memberikan kaos kaki yang dia beli di pasar. Mary mengucapkan terima kasih karena Jung-in mau terbuka padanya dan mengatakan agar Jung-in sering2 berbagi dan jangan terlalu takut pada ayahnya. Mary mengatakan pada Jung-in kalau dia memakai kaos kaki itu saat tidur, Jung-in tidak akan mendapat mimpi buruk dan Jung-in tersenyum.

Mary berbalik untuk pergi tapi Jung-in memangil namanya dan kemudian menciumnya. Tentu saja Mu-gyul melihat tepat waktu dan dengan rasa marah dia menyerang Jung-in. Mary bergegas untuk memisahkan mereka dan Jung-in terdiam disana dalam kekagetan, ketika Mu-gyul dengan marah membawa Mary ke dalam. Mu-gyul berteriak pada Mary karena membawa Jung-in kesana dan Mary segera membawa Mu-gyul ke tempat tidur untuk membuatnya tetap hangat. Disana, sambil gemetaran Mu-gyul mengatakan, “Ayo berhenti.” Mary setuju untuk berhenti bertengkar tapi kali ini Mu-gyul mengatakannya sambil menangis, “Aku tidak tahu apakah ini artinya aku hanya ingin menang, atau ini karena aku menyukaimu. Aku tidak bisa mencari tahu apa ini bohong atau nyata. aku lelah. Ayo akhiri.”

Mary menangis ketika dia menyetujuinya. Dia berkata kalau dia juga kesulitan dan minta maaf. Dia bersembunyi di pojok untuk menangis sebab tidak ingin Mu-gyul tahu lalu memutuskan kalau dia tidak bisa pergi seperti itu. Mary kembali untuk merawat Mu-gyul selagi dia sakit dan meletakkan handuk di kening Mu-gyul. Mu-gyul melemparnya dengan marah, berteriak pada Mary untuk berhenti dan Mary berteriak balik kalau dia tahu kontraknya sudah berakhir, tapi dia hanya akan merawat Mu-gyul saat sakit lalu pergi.

Mary membuatkan sup untuk Mu-gyul dan menyuapinya, yang mencairkan rasa marahnya. Di sisi lain, Seo-jun tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari teman2 Mu-gyul dan mengumumkan kalau dia tidak akan bertemu mereka lagi, jadi salah satu dari mereka menyerah dan berjanji akan mengatakan semuanya. Sedangkan, Jung-seok akhirnya tahu apa yang terjadi di pesta dan mulai beraksi. Dia memutuskan untuk pergi ke Hongdae dan menjemput ayah Mary dalam perjalanan kesana.

Jung-in masih berdiri di luar tempat Mu-gyul di bawah hujan, kaget pada perasaan serta seluruh situasi yang kacau ini. Seo-jun tiba dan Jung-in menghentikannya untuk masuk. Mu-gyul bangun dan menemukan Mary tidur di lantai di dekat tempat tidurnya dan dia menyelimutinya. Para ayah ini tiba untuk mengadakan keributan lain, sampai ayah Mary berkata bagaimana anak ini (Mu-gyul) telah merusak putri satu2nya yang dia besarkan dengan penuh perhatian.

Mary mencoba menghentikan ayah untuk menyakiti Mu-gyul, yang diam di tempat. Mary akhirnya memutuskan untuk mengakhiri ini semua. Jung-in dan Seo-jun tiba disana tepat saat Mary mengumumkan, “Ini semua bohong. Mu-gyul dan aku tidak menikah.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s