Sinopsis It’s Okay Daddy’s Girl Episode 4

Jin-gu mengantar ibu pulang ke rumah dan bertanya padanya apakah ini adalah daerah yang benar. Jin-gu berkata, “Navigasi mengatakan kalau kita belok kanan, maka kita sampai ditujuan.” Ibu menjawab kalau mereka sudah hampir sampai dan meminta Jin-gu untuk menurunkannya di dekat sini saja. Jin-gu mengatakan kalau dia akan menurunkan ibu di depan rumah sehingga dia bisa bertemu dengan Ae-rung juga. Mereka berbelok dan melihat sesuatu sedang terjadi di rumah di depan mereka. Jin-gu terus mengendarai mobilnya dan ibu kaget, mengatakan kalau itu adalah rumahnya. Dia meminta Jin-gu untuk menghentikan mobil dan bergegas keluar.

 

 

Ibu memanggil paman Man-soo, yang meminta ibu untuk segera mendekat dan mengumumkan kalau kakak ipar telah pingsan. Ibu masuk ke dalam dan Jin-gu bertanya pada paman siapa yang pingsan. Setelah semuanya masuk ke dalam paman menjelaskan kepada kedua polisi yang sedari tadi menunggu kalau kakak iparnya bukan akan melarikan diri. Lalu menyuruh mereka untuk kembali lain waktu saja.

 

Di dalam sana, terdengar suara tangis yang menyuruh ayah bangun. Jin-gu masuk kesana dan segara menyuruh mereka untuk menyingkir sebentar. Jin-gu berkata, “Bagaimana mungkin kau menggoncang-goncangkan orang yang pingsan? Sesuatu yang buruk bisa terjadi.” Jin-gu lalu beraksi dengan menggunakan syal-nya sebagai bantal ayah. Dia lalu bertanya apa sudah menelpon 119. Ae-ryung menjawab, “Belum.” Jin-gu kembali berkata apakah sudah memeriksa rumah sakit. Ibu tidak mengerti dan Jin-gu menjelaskan kalau mereka perlu menanyakan pada rumah sakit apakah mereka tidak bisa langsung merawat ayah. Kalau tidak akan rugi bila pergi kesana. Jin-gu kembali bertanya apa yang terjadi. Chae-ryung menjawab, “Ayah hanya pingsan. Dia tadi sedang memegang lemari. Ayah tidak bisa berdiri sendiri dan matanya menjadi kabur.”

 

 

Ae-ryung lalu menimpali dengan mengatakan kalau ayah merasakan sakit kepala dan sudah memeriksakannya tapi bukan di rumah sakit. Jin-gu protes kenapa ayah tidak pergi ke rumah sakit. Dia lalu menelpon dan mengatakan kalau ayah Ae-ryung pingsan. Jin-gu juga mengatakan pada orang ditelpon itu untuk menghubungi ayahnya atau Dr. Kyung. Orang di telpon itu sepertinya juga mengatakan pada Jin-gu untuk melakukan semacam tes yaitu Jin-gu memanggil ayah dan bertanya apa ayah bisa mendengar suaranya. Tapi tidak ada respon sama sekali. Paman membawa pertugas ambulan masuk untuk mengangkut ayah ke rumah sakit. Jin-gu mengatakan untuk membawa ayah ke Rumah Sakit Manin sebab ada tim dokter yang sudah menunggu disana.

 

 

Ayah diangkut dengan ambulan dan Ae-ryung serta Jin-gu yang berada di dalam ambulan. Sedangkan ibu meronta-ronta menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Ayah tidak bersalah dan dia sedang pingsan pula. Ibu hampir saja pingsan karena rasa tidak percayanya. Paman mengatakan pada ibu kalau mereka harus pergi ke rumah sakit. Sedangkan, Chae-ryung sama sekali tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan hanya bisa menangis sambil memanggil-manggil ayah… sementara itu di dalam ambulance, Ae-ryung juga menangis. Jin-gu berusaha menenangkannya dengan mengatakan kalau ayah akan baik2 saja. Di rumah sakit milik orang tuanya ada tiga dokter terbaik di Korea jadi ayah Ae-ryung pasti akan baik2 saja.

 

 

Prof. Kang sedang menelpon ibu Jin-gu dimana dia mengatakan kalau dia sedang minum dengan ayah Jin-gu. Prof. Kang mengatakan kalau dia sudah menugaskan Dr. Hong untuk merawat ayah Chae-ryung. Ibu meminta Prof. Kang untuk menyampaikan pada ayah Jin-gu kalau pasien yang dirawat itu adalah ayah dari gadis yang dijodohkan dengan Jin-gu. Serta untuk memberitahu ayah Jin-gu kalau Jin-gu sepertinya sangat khawatir dan akhirnya bertingkah seperti manusia normal serta Jin-gu sepertinya serius terhadapad gadis ini (Ae-ryung). Seorang teman ibu Jin-gu yang duduk disampingnya mengatakan kalau Jin-gu sepertinya benar2 tertarik pada Ae-ryung makanya dia bersikap seperti ini. Tapi wanita ini juga menyebut cewek salon yang semua hutangnya dibayarkan oleh Jin-gu (atas bantuan ibunya tentu saja). Setelah mendengar ini, suasana hati ibu Jin-gu jadi buruk.

 

 

Ngomong2 soal cewek salon yang dibicarakan, secara tidak kebetulan Prof. Kang bertemu dengannya. Nama cewek ini Hee-jae dan dia adalah gadis yang dicintai Jin-gu. Prof. Kang bertanya pada Hee-jae kenapa dia ada disini. Hee-jae malah menantang, “Apa kau sedang bertanya kenapa aku tidak kembali ke Amerika?” Hee-jae mengatakan kalau dia bekerja di klub malam tidak jauh dari tempat ini. Dia bahkan tidak mengubah nomer hp-nya sebab siapa tahu saja ayah (Jin-gu) mengubunginya lagi. Setelah berhasil membungkam Prof. Kang dengan kalimat ini, Jae-hee pergi begitu saja. Prof. Kang lalu kembali ke dalam dan menemui ayah Jin-gu yang ternyata sedang minum dengan ayah Jong-seok. Ayah Jong-seok meminta ayah Jin-gu untuk mengobati sakit mental anaknya yang sudah membuat hidupnya menjadi menyedihkan. Dan ayah Jin-gu kaget sekali.

 

 

Ayah Eun tiba di rumah sakit dan langsung masuk ruang operasi. Dr. Hong yang akan segera masuk ke ruang operasi dihentikan oleh Jin-gu hanya untuk memintanya menyelamatkan ayah Eun. Dr. Hong mengiyakan dan Ae-ryung mulai menangis lagi. Untuk beberapa saat, Jin-gu terlihat begitu sedih menyaksikan keadaan Ae-ryung. Paman Man-soo dan yang lainnya tiba. Chae-ryung bertanya apa yang terjadi dan Ae-ryung menjawab kalau ayah masuk ruang operasi. Jin-gu mengatakan kalau sebaiknya mereka menunggu di ruang tunggu tapi Chae-ryung menolak dan akan menunggu di depan ruang operasi. Ae-ryung memeluk adiknya dan Chae-ryung pun mulai menangis.

 

 

Marco dan kakaknya sedang menunggu di luar klub dan mereka terkaget-kaget melihat kedatangan Hee-jae dan teman wanitanya. Mereka rela melakukan apa saja asal bisa bertemu dengan kedua gadis itu dan bahkan menggadaikan jam tangan pun jadi. Beralih ke Jong-seok yang sedang bersama seorang wanita yang mengatakan kalau suasana hati Jong-seok pasti sedang bagus. Jong-seok malah bertanya, “Apa kau tahu perbedaan antara pemenang dan pecundang? Titik permulaan mereka berbeda.” Wanita itu berkata, “Apa kau memastikan bahwa kau pemenangnya?” Jong-seok tersenyum jahat, tapi sungguh deh, Jong-seok ini kerena banget. Kenapa ya, tokoh antagonis drama Korea kebanyakan cowok2 keren? Hp Jong-seok berdering dan dia mendapatkan telpon dari Bo-ra. Intinya, Jong-seok membicarakan masalah kompensasi dengan Bo-ra.

 

Di rumah sakit, keluarga Eun sedang menunggu operasi ayah mereka dengan cemas. Jin-gu datang dan membawakan kopi kepada mereka semua dan sepertinya, Ae-ryung mulai menyadari perhatian yang diberikan Jin-gu kepada keluarganya. Dan di belakang sana, ayah Jin-gu dan Prof. Kang memerhatikan tingkah laku Jin-gu yang begitu perhatian pada keluarga Eun. Prof. Kang mengajak Jin-gu bicara dan bertanya gadis mana yang akan dinikahkan dengannya, yang keriting (Chae-ryung) atau yang berambut lurus (Ae-ryung). Jin-gu menjawab, “Yang berambut lurus dengan wajah mungil. Tidakkah kau berpikir ayah akan menyukainya?”

 

Prof. Kang: “Bagaimana denganmu?” Jin-gu menjawab dengan santainya, “Kau tahu gayaku.” Prof. Kang protes, kalau gadis itu bukan tipe Jin-gu, kenapa dia menelpon tim operasi untuk bersiap-siap, dan menyuruhnya datang ke rumah sakit untuk menangani masalah sebesar itu. Jin-gu membela diri dengan mengatakan kalau ada seseorang yang sedang sekarat dan kenapa Prof. Kang malah memikirkan soal tipe gadis fav. Jin-gu. Prof. Kang lalu mengumumkan kalau sepertinya ayah Jin-gu menyukai Ae-ryung.

 

 

Kembali ke keluarga Eun. Ae-ryung bertanya pada Chae-ryung apakah mereka harus menemui keluarga Choi Dook-ki. Chae-ryung mengatakan tidak mungkin sebab ayah masih di ruang operasi. Ae-ryung mengusulkan bagaimana kalau mengirim paman Man-soo saja. Tapi Chae-ryung tidak yakin dan akhirnya mereka sepakat untuk bertanya pada Jong-seok. Dan Jong-seok langsung menemui ibunya yang kaget mendengar ayah Chae-ryung pingsan. Jong-seok mengatakan ayah Chae-ryung mungkin saja tertekan dan Chae-ryung bertanya padanya apakah dia harus datang ke rumah keluarga Choi.

 

 

Jong-seok juga menanyakan soal kompensasi yang harus diterima keluarga Dook-ki dari ayah Chae-ryung. Ibu bertanya apakah Jong-seok sama sekali tidak punya rasa kasihan (Jong-seok menjawab iya). Tapi bagaimana mungkin Jong-seok malah membicarakan kompensasi. Kedua orang tua Dook-ki datang untuk menanyakan masalah kompensasi dan ibu Jong-seok memberitahu mereka kalau ortu Dook-ki bisa mendapatkan 500 juta won! Jelas, kedua orang ini kaget. Kedua orang ini juga merencanakan untuk menghubungi keluarga Eun dan Jong-seok benar2 menantikan hal ini.

 

Jong-seok pergi ke rumah sakit dan mengatakan pada Chae-ryung dan keluarganya kalau mereka harus membayar 500 juta sebagai kompensasi. Dia menambahkan kalau kompensasi itu juga ditambah dengan hukuman penjara namun setelah ayah sembuh. Chae-ryung dan keluarganya syok sebab mereka tidak punya uang sebanyak itu. Jong-seok lalu menyuruh Chae-ryung datang ke keluarga Choi Dook-ki untuk memohon siapa tahu saja tuntutannya bisa dikurangi. Ibu ingin menggantikan Chae-ryung pergi kesana tapi Jong-seok mengatakan kalau Chae-ryung yang harus pergi menemui keluarga Choi.

 

 

Chae-ryung yang menemui keluarga Choi mendapatkan sambutan yang tidak baik. Wook-ki datang menghentikan kekacauan itu dan dia mengatakan kalau belum tentu ayah Chae-ryung yang bersalah dan seketika, kalimat ini membuat Jong-seok yang berdiri di kejauhan menjadi tegang. Wook-ki lalu mengantar Chae-ryung keluar dan sekali lagi Chae-ryung memastikan apakah ayahnya memang tidak bersalah – apakah dia punya bukti untuk hal itu. Wook-ki mengatakan kalau dia memang belum punya bukti tapi dia yakin kalau orang seperti ayah Chae-ryung tidak mungkin melakukan itu pada orang lain. Chae-ryung mengatakan kalau saja ayah tidak masuk rumah sakit, ayah pasti datang kesini. Dan perkataan ini membuat Wook-ki kaget. Dia menguruh Chae-ryung pulang saja lalu datanglah Yeon-doo yang bersedia mengantar Chae-ryung ke rumah sakit. Dari kejauhan, Jong-seok mengamati dengan cermat.

 

 

Sesampai di rumah sakit, Chae-ryung mendapatkan berondongan pertanyaan dari ibu, paman, dan Ae-ryung. Mereka bertanya apa yang terjadi tapi sebelum bisa menjawab, Jin-gu dan Prof. Kang datang untuk menjelaskan hasil operasinya. Prof. Kang: “Operasinya berjalan dengan baik, tapi kami perlu melihat kondisinya.” Chae-ryung bertanya apa akan ada operasi lagi. Ibu menduga apakah ayah akan menjadi cacat. Prof. Kang mengatakan kalau ayah Eun mengalami meningitis dan mereka masih perlu melihat kondisinya lagi. Ibu kembali berkata apakah ayah sedang dalam kondisi kritis dan dalam kondisi berbahaya. Sebelum sempat menjelaskan, Dr. Hong keluar dari ruang operasi. Mereka mengucapkan terima kasih pada Dr. Hong dan Chae-ryung bertanya dimana ayahnya. Di ruang perawatan intensif. Mereka semua pun menuju kesana.

 

 

Sekilas tentang keluarga Jung (keluarganya Jin-gu). Jung Pil Seok, ayah Jin-gu, sedang menelpon dan dia mendapatkan kabar kalau operasi ayah Eun berjalan sukses. Ibu dan adik perempuan Jin-gu masuk dan langsung menyatakan rasa penasaran mereka tentang operasi itu. Ibu Jin-gu punya rencana lain dengan menjodohkan putranya dengan Ae-ryung. Ibu berkata pada ayah kalau ayah pasti sudah melihat Ae-ryung. Ibu sepertinya sangat ingin cepat2 menikahkan Jin-gu dengan Ae-ryung tapi ayah tidak setuju. Ayah malah menyuruh ibu keluar dari ruangannya. Ibu dan Se Yoen (adik Jin-gu) keluar. Se Yeon malah menyalahkan ibunya karena kurang hati2 bicara.

 

Sementara itu di rumah sakit, Jin-gu menjelaskan kalau mereka hanya bisa menjenguk ayah Eun dua kali sehari. Tapi Chae-ryung dengan tegas menyatakan kalau dia dan kakaknya akan tinggal di rumah sakit. Paman Man-soo bilang dia dan ibu Eun akan kembali besok pagi. Ibu menambahkan kalau ada masalah sebaiknya cepat menelpon mereka. Chae-ryung malah kembali berkata tegas, “Masalah apa?” Dia mengatakan kenapa ibu harus bicara seperti itu. Jin-gu mengatakan pada Ae-ryung kalau dia juga akan kembali besok pagi tapi Ae-ryung mengatakan kalau Jin-gu tidak perlu kembali lagi dan mengucapkan terima kasih padanya. Jin-gu meminta Ae-ryung untuk berhenti mengucapkan terima kasih dan dia akan datang lagi besok. Setelah yang lainnya pergi, Chae-ryung berkata pada kakaknya, “Jin-gu pria yang baik.” Ae-ryung tidak membalas ucapan adiknya itu.

 

Di rumahnya, Jin-gu mengajak ibunya bicara dan bertanya kapan dia akan menikah dengan Ae-ryung. Dia serius kali ini dan dia akan menjadi suami yang baik bagi Ae-ryung. Ibu berkata kalau itu tidak mungkin sebab Jin-gu punya masa lalu yang buruk tentang pernikahan. Jadi Jin-gu ini sebelumnya beberapa kali sudah akan dinikahkan tapi dia selalu kabur dengan cewek salon. Jin-gu kembali berkata kalau dia sungguh2 serius tapi ibu tidak percaya. Jin-gu mengangkat kaosnya. Perut six packs nya adalah bukti keseriusannya. Ibu bertanya apakah Jin-gu melakukan operasi untuk mendapatkan otot2 itu dan Jin-gu mengiyakan. Jin-gu memakai kartu kreditnya dan ibu malah memukulnya.

 

Di rumah sakit, ayah benar2 berbaring tidak sadar. Sementara, di luar ruang perawatan intensif, Chae-ryung dan Ae-ryung berusaha mengintip. Mereka menyerah dan Chae-ryung berkata pada kakaknya, “Ayah akan baik2 saja, kan? Apa kau berpikir biaya pengobatan akan mahal?” Ae-ryung kaget, “Kenapa kau bicara seperti itu?” Chae-ryung menjawab, “Kita perlu membayar kompensasi pada mereka sebesar 500 juta.” Ae-ryung jelas lebih kaget lagi. Chae-ryung lalu berkata kalau mereka akan memberikan perawatan terbaik pada ayah, perawatan yang paling mahal. Mereka tidak akan menyerah begitu saja karena mereka tidak punya uang. Ae-ryung mengiyakan.

 

Tapi Chae-ryung kembali mengatakan kemungkinan yang dikatakan Wook-ki yaitu belum tentu ayah bersalah. Ae-ryung bertanya apakah Chae-ryung memberitahukan ibu tentang hal ini. Ibu tahu dan mengatakan tidak mungkin orang tua Jong-seok salah. Ae-ryung mengatakan kenapa mereka tidak mencari pengacara lain saja. Chae-ryung mengulang perkataan ibu kalau mencari pengacara tidaklah murah dan ibu akan bicara dengan orang tua Jong-seok untuk melihat keadaan mereka. Chae-ryung berujar, “Aku tidak tahu kalau kita tidak punya uang.”

 

 

Ibu bicara dengan kedua orang tua Jong-seok dan mengatakan kalau Chae-ryung diberitahu oleh adik Dook-ki kalau ada kemungkinan bukan ayah yang membunuh Dook-ki. Paman Man-soo menyambung, “Bukankah itu artinya kami tidak perlu membayar kompensasi? Korban mengatakan ayah tidak bersalah, apa kami tetap harus membayar kompensasi?” Kedua orang tua Jong-seok kaget dan ayah Jong-seok berkata kalau mereka tidak tahu kenapa adik Dook-ki berkata begitu, tapi kasus ini bisa mengarah ke yang lebih besar dan memerlukan uang lebih banyak. Ibu Jong-seok menyambung kalau adik Dook-ki mungkin saja shock makanya berkata demikian.

 

Ayah Jong-seok berkata kalau mereka membuat kesepakatan ini dengan orang tua Dook-ki bukan dengan saudaranya jadi ibu harus menurutinya. Ibu mengatakan apakah ayah akan dipenjarakan apabila tidak memenuhi tuntutan itu. Dan ibu Jong-seok langsung mengiyakan. Dia kelihatannya sama saja jahatnya dengan Jong-seok!!! Jelas saja, ibu jadi kaget mendengar kenyataan ini. Apalagi suaminya masih koma di rumah sakit. Kenyataannya, keluarga Eun memang tidaj punya uang 500 juta itu dan paman Man-soo meminta kebaikan hati orang tua Jong-seok untuk membantu. Tapi sekali lagi, ibu Jong-seok mengatakan kalau mereka sebaiknya mengusahakan uang itu sendiri. Padahal ayah Jong-seok sepertinya mau mengulurkan bantuan.

 

 

Paman Man-soo sepertinya curiga pada kedua orang tua Jong-seok. Dan dia benar2 menyatakan kecurigaan itu pada ibu dan memintanya untuk pergi ke pengacara lain. Sayangnya ibu menolak. Bagaimana kalau kompensasinya bertambah tinggi? Bagaimana dengan biaya rumah sakit? Bagaimana kalau mereka datang ke rumah sakit dan menghancurkan Ae-ryung? Paman lalu mengatakan kalau ibu pasti akan meminjam uang lebih besar untuk pernikahan Ae-ryung maka ayah tidak akan terurus. Tapi ibu mengatakan kalau Ae-ryung menikah maka mereka akan punya cukup uang untuk merawat ayah. Lalu ibu mengatakan kenapa paman mulai melakukan bisnis illegal dan menambah hutang keluarga Eun? Paman Man-soo minta maaf.

 

Kedua orang tua Jong-seok kembali berunding dan ayah mengatakan kalau mereka seharusnya bisa membantu keluarga Eun untuk urusan uang kompensasi itu. Ibu langsung menolak mentah2 dan berkata kalau mereka sebaiknya tidak terlibat lebih jauh. Ayah kemudian mengutarakan keinginannya untuk memberikan perawatan mental pada Jong-seok yang sepertinya punya kelainan mental. Lagi2 ibu menolak sebab dia tidak ingin Jong-seok yang akan menjadi pengacara mempunyai track record yang jelek. Bagaimana kalau mengirimnya ke Amerika lagi? Ibu juga tidak setuju. Ibu mendapatkan konfirmasi kalau ibu Eun sudah menyerahkan uang 500 juta itu dan ibu Jong-seok berkata kalau dia yang akan menjaga Jong-seok. Ayah Jong-seok hanya bisa mendesah.

 

 

Kedua orang tua Dook-ki mendapatkan uang kompensasi itu padahal Hyuk-ki dan Wook-ki masih berada di tempat pemakaman dan benar2 bersedih. Ketika mereka sampai di rumah, Wook-ki menemukan surat dari kedua orang tuanya yang berisi: ‘Kami pergi. Jangan mencari kami. Kami sudah mendapatkan semua uang kompensasi. Jika kematian Dook-ki tidak disebabkan olehnya, kalian harus membayar sebesar 500 juta pada Eun Ki-hwan.’ Hyuk-ki dan Wook-ki bangkit untuk mencari ke seluruh rumah kalau2 ortu mereka masih disitu tapi gagal. Dan mereka hanya bisa menangis meratapi kesialan mereka.

 

 

Di rumah sakit, Chae-ryung mencoba bicara dengan ayahnya, “Ayah, apa ayah mendengarku? Kau bisa mengerti segalanya, kan? Ayah, aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku… setiap kali aku ditanya siapa yang paling aku suka ibu atau ayah? Aku tidak pernah menjawab ibu tapi aku selalu menjawab ayah. Jadi karena itulah aku menjadi anak ayah, kau ingat itu, kan? Jadi, bukalah matamu dan katakan padaku, ‘tak apa, anak ayah!’ sekali saja. Ayah begini karena aku jadi aku rasanya mau jadi gila. Ayah yang paling aku sayangi di dunia, aku membuatmu menjadi seperti ini. Ini sangat sulit…” Chae-ryung lalu menangis dan kembali memohon pada ayahnya untuk bangun dan berkata, ‘tidak apa2, anak ayah!’ Tapi ayah tentu saja tidak bangun.

 

 

Wook-ki sangat sedih atas kematian kakaknya. Dia hanya bisa memandangi foto Dook-ki. Dan tiba2 saja dia mendapatkan sms: ‘Dook-ki meninggal dengan tidak adil. Aku tidak bisa memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi, sekarang. Aku tidak bisa melawannya. Aku minta maaf.’ Wook-ki semakin bertambah curiga. Sedangkan di tempat lain, kedua orang tuanya sedang menyembunyikan uang 500 juta yang mereka dapatkan. Tidak berapa lama, ada seseorang di pintu depan yang ingin mengadakan pemeriksaan dan kedua orang tua Wook-ki jadi ketakutan. Ibu yang memeriksa ke depan dan ternyata pria itu hanya ingin memeriksa hasil panen. Pria itu memberikan lembaran kuesioner pada ibu Wook-ki dan memintanya untuk mengisi kolom yang ditandai.

 

 

Di rumah sakit, ayah sepertinya bertambah buruk. Chae-ryung yang menelpon ibu sambil menangis mengatakan kalau ayah sepertinya bukan ayah. Dr. Hong berlari menuju ruang perawatan ayah untuk memeriksa ayah yang berteriak-teriak. Ae-ryung yang ada disana hanya bisa menangis. Dr.Hong berusaha menolong ayah, “Pasien, apa anda bisa mendengar suara saya? Apa anda bisa mendengar saya?” Tapi ayah sepertinya memang bukan ayah…

 

Iklan

6 thoughts on “Sinopsis It’s Okay Daddy’s Girl Episode 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s