Sinopsis Triple – Episode 4

Setelah Hwal memukul Hyun-tae, dia pergi dengan marah, tapi tidak bisa menghilangkan marahnya dan kembali untuk menemui Su-in. Meski Su-in menanggapi kembalinya Hwal dengan wajah penuh harap, tapi hal itu menghilang dengan cepat saat Hwal bertanya, “Apa kau suka bermain-main dengan laki2?” Hwal menyebut Su-in orang yang tidak tahu malu dan pembohong, dan Su-in memang mengakui perselingkuhan yang dia lakukan dulu tapi untuk yang ini, dia membela diri. Hwal mengatakan pada Su-in untuk menjalani hidupnya sesukanya, “Dan buang jauh2 diriku dari hidupmu.”

 

 

Ha-ru melatih berbagai cara untuk mengucapkan terima kasih pada Hwal sebagai balasan atas sepatu skating (dan anak anjing) yang diberikannya, hanya saja Ha-ru tertidur di bawah meja waktu Hwal pulang masih dengan memegang sepatunya. Ketika Hwal mebawa Ha-ru ke kamarnya, dia bertemu dengan Hyun-tae di lorong. Suasananya aneh selama beberapa saat sampai Hwal meminta maaf pada Hyun-tae karena sudah memukulnya. Hyun-tae menebak kalau Hwal dan Su-in saling kenal.

 

 

Hae-yoon menunggu Sang-hee di loby sebuah bioskop tapi dia tidak datang. Hae-yoon menemukan Sang-hee di sebuah bar dan terluka melihat Sang-hee sedang menikmati menghibur sekelompok pemain hockey muda. Ketika Sang-hee mendekat berikutnya, dia menyarankan kalau Hae-yoon bisa menolongnya, tapi Hae-yoon tidak sedang baik hati sekarang dan mengingatkan Sang-hee kalau dia bukan pacarnya. Sang-hee menjelaskan kalau dia adalah teman dan Hae-yoon berkata kalau dia tidak pernah tidur dengan wanita dan menjadi teman setelahnya. Dengan banyaknya interaksi diantara mereka, yang ini bukan marah atau kesal; Hae-yoon cenderung memperlakukan Sang-hee dengan sikap seorang pacar dan rela saat Sang-hee duduk di pangkuannya.

 

 

Ketika Su-in menyirami halamannya malam itu, masih memikirkan reaksi Hwal, dia memperhatikan keranjang bola basket yang sudah didirikan tapi tidak tahu dari mana asalnya. Su-in mendapatkan sms lucu dari Hyun-tae untuk menghiburnya: ‘Ratu keras kepala, apa kau suka beruang?’ Su-in tertawa membaca pesan itu. Keesokan paginya, Ha-ru masih mencari cara bagaimana cara menunjukkan ucapan terima kasihnya pada Hwal. Dia mendapatkannya: dia mencuci mobil Hwal. Dan Wal adalah anak anjing paling baik sebab dia hanya duduk dan melihat Ha-ru mencuci mobil Hwal.

 

 

Ha-ru menemukan serpihan bulu anjing di mobil, yang memperkuat kalau Hwal adalah orang yang membawa Wal pulang ke rumah. Ha-ru ingin mendengar Hwal mengatakannya langsung, jadi ketika Hwal lewat Ha-ru berkata, “Kakak, beberapa hal aneh terjadi kemarin! Sepatu skatingku muncul, dan begitu pula Wal. Menurutmu apa yang terjadi?” Hwal sedikit malu mengakui kalau dia yang melakukan itu untuk Ha-ru, jadi Hwal mengabaikan adiknya dan mengganti subjek pembicaraan. Ha-ru tidak gentar, tahu kalau Hwal peduli meski dia tidak mau mengakuinya, lalu memeluk Hwal. Ha-ru berjanji akan setia mulai dari sekarang.

 

 

Perusahaan baru itu mendapatkan pukulan ketika Manajer Park dari perusahaan bir menelpon Hwal untuk membatalkan kontraknya. Sekarang Park sudah mendapatkan waktu untuk berpikir, dan dia menyimpulkan kalau mereka berdua di luar jangkauan kemampuan mereka dan tidak nyaman dengan fakta kalau perusahaan itu masih muda serta baru. Ketika Hwal mencoba mengerti apa alasan yang memicu perubahan ini, Manajer Park meneriaki Hwal dan tidak memberikan banyak penjelasan. Di pihak lain, Sang-hee menyadari kalau dia sudah mengabaikan janji kencan dengan Hae-yoon jadi dia minta maaf. Hae-yoon merasa tidak bersemangat karena kehilangan kontrak itu jadi Sang-hee menghiburnya dengan mengatakan kalau perusahaan mereka sangat keren dan mereka akan segera bisa bangkit. Hal ini benar2 mengangkat mood Hae-yoon.

 

 

Hyun-tae sekali lagi menunggu di luar untuk menemui Su-in yang habis melatih. Su-in sangat lelah melihat Hyun-tae yang selalu muncul tak terduga dan mencoba mengabaikannya tapi mobil Su-in sulit untuk dinyalakan dan Hyun-tae menawarkan diri untuk memperbaikinya. Ketika Hyun-tae sedang bekerja, Su-in menyinggu subjek pelarian malam sebelumnya, bertanya apakah Hwal menjelaskan semuanya pada Hyun-tae. Su-in mengaku kalau dia sudah mengacaukan segalanya tapi tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Hyun-tae belum tahu cerita lengkapnya, tapi mengatakan kalau dia tidak bisa tidur tadi malam karena memikirkan Su-in. Meski Su-in kesal pada sikap Hyun-tae tapi dia sedikit tersentuh mendengar Hyun-tae mengatakan kalau dia kesini bertemu Su-in hari ini karena dia merindukannya.

 

 

Ha-ru mengundang Hwal untuk menonton pertunjukkaannya yang selanjutnya. Hwal memperhatikan kalau Ha-ru hari ini punya waktu untuk mencuci mobilnya sebab dia batal ikut piknik sekolah dan bertanya apa dia sendirian di sekolah. Hwal sudah tahu kalau dia penyendiri di sekolah skating sebab dia melihat Ha-ru dikerjai. Ha-ru tidak khawatir karena tidak punya teman dan malah berceloteh tentang tingkat lompatannya yang sudah meningkat. Ada kejadian lucu saat Hwal melihat Ha-ru berdiri dengan sempurna untuk mencapai tirai di atas sebuah kursi yang miring. Hwal mencobanya dan saat itulah Ha-ru muncul dan memergokinya.

 

 

Pada pagi harinya, Hwal mempercepat pekerjaannya dan memutuskan untuk mencoba lagi. Dia tidak akan membiarkan satu kegagalan membuatnya kalah. Hyun-tae sedang mengerjakan rencananya sendiri tapi dia belum membiarkan teman2nya tahu apa rencananya. Dia meminta tips presentasi dari Hwal dan menasehati, “Jangan palingkan matamu dari sainganmu.” Pimpinan Bokman Chicken adalah teman ayah Hyun-tae dan sekarang dia mencoba mempresentasikan idenya untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Idenya bagus tapi dia pelaksanaannya mengerikan – dia melempar sebuah bola ke wajah direktur yang berhasil menangkap bola itu. Hyun-tae lalu mulai melemparkan bola ke semua pria yang ada disana sebagai analogy untuk mendemonstrasikan bagaimana hanya dengan melempar iklan dan ide ke pelanggan adalah teknik yang efektif. President Bokman Chicken merasa tertarik tapi ide itu belum berkembang. Hyun-tae pulang membawa kekalahan.

 

 

Hwal berusaha untuk meyakinkan klien yang lain dan melirik jus anak2 dengan nama Jus Kokoma. Hae-yoon kurang antusias dan berkata kalau itu terlalu rumit, tapi Hwal mengatakan kalau Hae-yoon dan Hyun-tae bisa menemukan proyek lain, mereka bisa melakukan itu. Meski tahu Hwal marah padanya, tapi Su-in tetap meminta bantuan Hwal ketika ibunya masuk ke rumah sakit karena sakit kronis. Ibu Su-in tidak tahu kalau Su-in dan Hwal sudah berpisah dan bergumam kalau kejam sekali menantunya tidak menjenguk. Hwal mencari President perusahaan jus itu di gym, datang dengan membawanya gagasannya. Setelah melihat reaksi seorang ibu di supermarket terhadap jus itu, Hwal mengenali jus itu punya masalah branding, dan menyarankan agar perusahaan mendesain ulang botol jus untuk mengubah imej. Hwal meminta untuk disertakan dalam kompetisi untuk memenangkan akun untuk perusahaan itu dan mendapatkan harapannya.

 

 

Hyun-tae kembali untuk memberikan gagasannya pada bos perusahaan ayam itu dan berjuang melalui presentasinya meski pria itu sepertinya tidak memperhatikan. Hyun-tae telah mempersiapkan lima pendekatan untuk merk pemasaran, dan ketika dia mempresentasikan ide terakhirnya, dia mempersiapkan dirinya untuk kalah. Berlawanan dengan perkiraannya, president menyukai ide yang Hyun-tae presentasikan dan mengatakan pada Hyun-tae kalau dia pintar karena memikirkan cara memasarkan lima gagasan itu dalam satu iklan. Hyun-tae mulai mengoreksi ucapan president tapi diabaikan dan malah menelan ludahnya dengan gugup.

 

 

Salah satu pemain hockey dari malam sebelumnya kembali ke bar Sang-hee dan Hae-yoon jelas tidak suka pada pria ini. Nama pria ini Jae-wook dan dia terkesan sombong dan membuat Sang-hee terkesan dengan memasukkan banyak kue ke mulutnya. Dalam kecemburuannya, Hae-yoon menyela percakapan mereka beberapa kali dengan menjatuhkan pulpen atau buku dan membuat Sang-hee mengambilkannya untuk dirinya.

 

 

Karena tes-nya semakin dekat, Ha-ru ingin memperbaiki programnya dan mencoba elemen yang lebih tinggi, seperti hal2 yang dilakukan Hye-jin. Dia memohon pada pelatihnya beberapa kali, mengulangi kata2 Hwal bahwa dia tidak akan tahu dia bisa melakukannya atau tidak sampai dia mencobanya sendiri. Su-in berkata kalau kata2 itu bagus tapi juga berbahaya sebab Ha-ru membahayakan dirinya dengan melakukan segala sesuatu terburu-buru; Su-in berpikir Ha-ru melakukan hal yang di luar kemampuannya dan berkata tidak.

 

 

Karena nasehat Hwal hanya setengah efektif, Ha-ru kembali pada Hwal untuk meminta klarifikasi, sebab pelatihnya memberitahunya kalau nasehat Hwal adalah nasehat yang tergesa-gesa. Hwal menjawab kalau kadang2 tanpa aksi yang tergesa-gesa, seseorang tidak bisa mencapai perkembangan yang bagus dan Ha-ru suka jawaban itu. Dalam kesenangannya, Ha-ru melempar sebuah bola basket mainan ke dinding yang mengenai bingkai foto dan memecahkan kaca bingkai itu. Ha-ru langsung menyesal tapi sepertinya Hwal sudah terbiasa dengan kecerobohan Ha-ru dan mendesah kalau dia akan membersihkannya.

 

Ha-ru ingin menyamai tingkat Hye-jin dalam skating, jadi dia mengikuti gadis2 yang lain ketika Hye-jin mencoba lompatan kombinasi triple. Setelah Hye-jin jatuh, Ha-ru mencoba hal yang sama, jatuh juga. Meski maksud Ha-ru baik tapi Hye-jin merasa terganggu karena Ha-ru mengikutinya lalu menamparnya. Hye-jin dan Su-in melihat Ha-ru di lapangan es. Su-in akhirnya melunak dan mengatakan pada Ha-ru kalau dia bisa mencoba lompatan itu – selama dia tidak menyesalinya kalau dia gagal – dan sekarang Ha-ru sibuk berlatih. Dia jatuh tapi bangkit lagi sambil tertawa, yang membuat Su-in takjub.

 

 

Hye-jin bergumam, “Sejujurnya aku tidak mengerti. Kalian semua aneh.” Tapi Su-in melihat sikap Hye-jin dan berkomentar dengan berkata dia tahu kalau lapangan es terasa seperti neraka sekarang. Wajah Hye-jin mulai penuh dengan air mata ketika Su-in memberinya nasehat: “Jangan takut kalau kau tidak akan sesuai dengan harapan ibumu. Jangan pernah mencoba menjadi skater yang diinginkan orang lain. Jadilah skater seperti yang kau inginkan, dan lapangan es neraka ini akan jadi lebih baik. Mungkin terasa seperti surga.”

 

 

Hwal dan kedua kawannya merasa malas karena cuaca hujan, tidak mampu menciptakan ide bagus. Hwal berkeliling dan memperhatikan sesuatu di dekat jendela: kertas dengan cap kaki menandai sebuah titik di lantai, dan saat dia mendekatinya, dia melihat gambar Ha-ru yaitu gambar wajah Hwal yang marah. Ini adalah respon Ha-ru setelah memecahkan bingkai foto dan Hwal tersenyum.

 

 

Hwal memanggil Hae-yoon dan Hyun-tae dan mereka pun tertawa yang membuat mood jelek mereka hilang. Sambil bercanda, mereka memegang plastic berwarna untuk menjadi bingkai gambar wajah Hwal yang marah itu – yang memberikan ide pada Hwal. Ha-ru muncul untuk mengajak Hwal jogging dengannya. Energi Ha-ru benar2 mempengaruhi ketika dia menari di sekeliling Hwak dan berlari ke bawah hujan. Meski Hwal mencoba menghentikan Ha-ru dengan menarik kerudungnya, Ha-ru tidak merasa takut dan berkata, “Apa kau khawatir terhadapku?” Ketika Hwal kembali dari larinya, dia benar2 segar dan mendapatkan ide untuk presentasi jus itu – dan semuanya berpusat di sekitar Ha-ru. Di sisi lain, Hae-yoon menelpon Sang-hee untuk mengulang kencan mereka, dan duduk di luar sambil minum anggur menikmati hujan. Hyun-tae bermain basket di halamannya dan Su-in melihat ke luar halaman depan rumahnya.

 

 

Sekarang waktunya berurusan dengan bisnis, dimana Hwal merekrut Ha-ru sebagai bagian dari presentasinya. Karena tidak ingin melewatkan kesempatan, Ha-ru langsung menyerang dengan menawar yaitu kalau Ha-ru mau membantu presentasi Hwal, maka Hwal harus mau datang ke pertunjukkannya. Hwal tidak mau jadi Ha-ru beranjak pergi, dan Hwal dengan enggan setuju pada syarat Ha-ru. Saat Hwal menjelaskan peran Ha-ru, Ha-ru memberikan tatapan panjang pada Hwal, dan disinilah kita bisa melihat kalau ada sesuatu yang lebih. Tapi Ha-ru segera menyingkirkan pikirannya itu dan mengatakan kalau senang rasanya melihat sisi baik Hwal.

 

 

Ketika waktunya mulai presentasi, dimulai dengan Ha-ru yang memasuki ruangan sambil membawa paying, dan berputar sambil bernyanyi di bawah hujan. Suasananya riang dan santai tapi semuanya berubah menjadi keras saat Ha-ru melakukan gerakan akrobatik. Ketika Ha-ru menyelesaikannya, Hwal segera mengambil alih dengan mengatakan permasalahannya kalau anak2 suka jus itu tapi ada yang salah dengan warna yang memberikan imej tidak sehat. Mereka akan mengubah pandangan itu dan menggunakan warna sebagai kunci utama mempromosikan jus itu. Presentasi itu sukses dan Hwal cs merasakan kalau mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Responnya bagus hingga telpon datang dengan cepat, dan president mengucapkan selamat atas pekerjaan mereka yang sangat bagus.

 

 

Akan tetapi, putra president perusahaan jus ini – yang juga bekerja di bidang periklanan – datang padanya dan meminta pekerjaan itu (membuat iklan). Karena putranya itu tidak berbakat, president itu tidak bisa menolak putranya sendiri, jadi dia menyarankan kalau kedua kelompok itu bekerja sama. Meski kata itu kedengarannya seperti kolaborasi, Hwal mengerti kalau ini artinya presiden ingin menggunakan ide itu dan membiarkan putranya mendapatkan keuntungan. Dengan menyesal, dia menolak tawaran itu. Hwal berbaring di tempat tidurnya ketika dia mendengar ketukan di pintu, dan sebuah pesan terselip di bawahnya. Dia membukanya dan menemukan pesan dari Ha-ru.

 

Ha-ru: Kakak, sejak tinggal denganmu, aku sudah belajar banyak hal, dan aku juga belajar sesuatu kali ini. Terima kasih, kakak. Aku bertanding hari ini. Kau tidak harus datang. Aku akan memakai sepatu yang kau belikan untukku dan bekerja keras sepertimu.

 

 

Itu tentu saja membuat Hwal bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke lapangan es. Dia menonton ketika Ha-ru tampil dan melihatnya melompat, yang membuat Ha-ru dan Su-in senang. Hwal bertepuk tangan untuknya campuran antara bangga dan senang. Ha-ru keluar dari lapangan es dengan terharu karena lompatan itu, yang ternyata sukses lalu dia melihat Hwal menonton. Hwal melambai dan memberikannya dua jempol. Sedangkan, Hyun-tae juga datang ke lapangan es untuk melihat Su-in tapi kali ini dia tidak mendekat. Dia mengatakan pada dirinya kalau dia hanya ingin melihat Su-in, tidak lebih, kelihatannya dia sudah menyerah. Pada akhirnya, Hyun-tae memutuskan kalau dia tidak boleh pergi seperti ini dan mengikuti mobil Su-in.

 

 

Su-in menuju rumah sakit dimana dia menemukan Hwal mengunjungi ibunya. Ibu menelpon Hwal untuk memintanya mampir. Su-in merasa bersalah karena Hwal diharuskan datang dan mengatakan pada Hwal untuk tidak menglhawatirkan apapun yang dikatakan ibunya. Keduanya menuju keluar saat kunjungan sudah berakhir. Mereka berhenti untuk beberapa saat ketika melihat Hyun-tae menunggu di luar. Dia menunggu di sebuah kursi taman menunggu Su-in. Kedua pria ini saling pandang, tanpa kata2 dan Hyun-tae hanya bisa tersenyum getir.

 

 

Akhirnya, malam itu Ha-ru mengantar Hwal ke kamarnya, kakinya yang diseret menandakan kalau dia mabuk berat. Ha-ru membawa Hwal ke tempat tidurnya dan melihat dengan penuh kasih saat Hwal tidur lalu tertidur di sampingnya.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s