Sinopsis Triple – Episode 5

Dimulai dengan konfrontasi dari episode sebelumnya, ketika Hwal mendekati Hyun-tae di luar RS. Suasananya tegang, Hyun-tae sudah tahu soal pernikahan itu dan bertanya, “Bagaimana bisa kau menikah secara rahasia-rahasia? Apa ini lelucon buatmu?” Hwal mengambil pendekatan sentimentilnya, “Tidak akan ada yang berubah dengan membicarakan hal itu.” Hyun-tae mengatakan pada Hwal untuk menangani masalah itu seperti yang dia inginkan, dan Hyun-tae akan pura2 tidak tahu.

Saat Hyun-tae bangkit untuk pergi, Hwal menawarkan untuk minum, tapi Hyun-tae sedang tidak mau minum dengan Hwal malam ini. Hwal pergi untuk minum di bar-nya Sang-hee dimana dia bertanya-tanya apakah dia harus bercerai. Sang-hee tergagap waktu mendengar kalau pelatih Ha-ru adalah istri Hwal, khususnya karena dia adalah wanita yang disukai Hyun-tae.

Di rumah sakit, Su-in merasa perlu menjelaskan pada ibunya kenapa Hwal mampir, karena dia tidak pernah mengatakan perpisahan mereka. Su-in berkata kalau ini adalah salahnya dan ibu langsung bisa menebak kalau Su-in melakukan sesuatu yang menyakiti Hwal. Ibu meminta Su-in untuk minta maaf pada Hwal, karena dia adalah pria yang baik. Setelah pergi, Hyun-tae kembali ke rumah sakit dan menyuruh Su-in keluar. Su-in berpikir karena kebenaran sudah terbuka sekarang, Hyun-tae harus mengerti kenapa mereka tidak bisa terlibat dan kenapa mereka tidak diperbolehkan bicara seperti ini.

Hyun-tae telah mendapatkan kembali sebagian sisi humor dirinya dan menyerahkan bunga serta bicara riang dengan Su-in. Ini membuat Su-in bingung – apa Hyun-tae sudah mengerti? Hyun-tae, di sisi lain, tidak benar2 berselingkuh dengan Su-in – mungkin iya tapi ini seperti seolah-olah Hyun-tae begitu menyukai Su-in hingga dia menjadi anjing penasaran yang tidak mau memikirkan masalah dan hanya ingin menikmati saat2 itu. Pada pagi harinya, Hwal benar2 tidak nyaman yang membuatnya punya masalah saat mengambil makanan dengan sumpit. Ha-ru melihat Hwal kikuk dan dengan ragu meletakkan makanan di mangkuk Hwal. Karena Hwal menerima pemberian Ha-ru, maka dia mencoba lagi, meletakkan lebih banyak makanan di mangkuk Hwal. Biasanya Hwal akan marah tapi hari ini dia merasa tidak enak badan dan menerima bantuan Ha-ru yang membuat Ha-ru senang.

Setelah sarapan, para pria kembali bekerja. Hyun-tae bertemu dengan president perusahaan Bokman, orang yang telah dia buatkan flyer. President itu suka iklan Hyun-tae, tapi pria itu sama sekali tidak ingin melakukan promosi dan hanya meminta hal2 yang kecil saja. Ini jauh dari tujuan kampanye besar yang mereka kerjakan. Merasa sedih, Hyun-tae bermain basket di lapangan mini yang bangun di halaman rumah Su-in. Su-in mengancam akan menelpon polisi dan mencoba mengusirnya. Protes Su-in diabaikan, dan Hyun-tae menjawab kalau dia disini karena dia mengalami hari yang buruk dan ingin melihat Su-in serta bermain basket.

Kali ini, Poong-ho membuat skater muda lainnya menangis karena dia mendekor loker Ha-ru dengan foto dirinya yang ditempel hingga membentuk tulisan ‘HARU’ dan satu foto besar berbentuk hati. Dia melekatkan lebih banyak foto dirinya di bagian dalam loker, dan menunggu di luar sampai Ha-ru muncul. Ha-ru terlalu memikirkan berita lain untuk memperhatikan keberadaan Poong-ho pada awalnya sebab Pelatih Su-in baru saja menyuruhnya untuk mendaftar agar bisa berlaga di level nasional.

Poong-ho mengatakan pada Ha-ru untuk tidak khawatir, bahwa dia akan berhasil, dan mereka berdua akan menjadi atlet nasional. Ketika Ha-ru memarahi Poong-ho karena mengacaukan lokernya, Poong-ho mengatakan kalau foto2 itu adalah ‘Malaikat Pelindung’ Ha-ru: “Karena aku tidak selalu bisa hadir untuk menjagamu.” Poong-ho lalu melompat dengan suasana hati yang bagus dan malah jatuh!

Sang-hee mampir dengan membawa makan malam untuk Hae-yoon, dkk. Tidak sadar kalau Sang-hee dan Ha-ru belum saling dikenalkan, para pria itu tidak menyadari kalau Ha-ru semakin tidak suka dengan cara Sang-hee yang begitu gampang bergaul dengan para pria itu – tapi itu tidak bisa dibandingkan dengan bagaimana Ha-ru merajuk saat Hwal masuk ke ruangan itu. Ha-ru melihat ketika Sang-hee berbisik ke telingan Hwal dan bicara padanya dengan penuh kasih. Ha-ru tidak suka itu. Tidak!

Sang-hee sedang dalam misi untuk menjembatani konflik antara Hwal dan Hyun-tae, meski dia tidak mengatakan apa2 secara langsung karena dia diharapkan tidak tahu pernikahan Su-in dan Hwal. Plus, yang lainnya masih belum sadar. Tapi dia membuat yang lainnya minum dan bersulang demi persahabatan, yang mereka lakukan dengan enggan. Lucu sekali bagaimana Hae-yoon tidak suka Sang-hee memperhatikan Hyun-tae (yang Sang-hee lakukan karena kasihan sebab Hyun-tae jatuh cinta pada wanita yang sudah menikah). Sedangkan, Ha-ru tidak suka Sang-hee memperhatikan Hwal sebab dia merasa ditinggalkan dan posesif pada seseorang yang menjaga kakaknya.

Keesokan harinya, Ha-ru lebih memperhatikan pakaiannya dan memakai make up dengan tujuan untuk tampil seperti wanita dihadapan Hwal. Para pria tidak mengerti kenapa Ha-ru menjadi cekikikan dan bergenit-genit dengan Hwal saat sarapan dan tergagap dalam kebingungan. Sebenarnya, Ha-ru harus menyerah dengan sangat tidak sukses. Satu lagi kejutan di rumah itu ketika ayah Ha-ru dan Pelatih Nam tiba disana tanpa pemberitahuan apapun. Tentu saja ayah tidak suka pada fakta kalau tiga pria single tinggal dengan putrinya di rumah itu, yang salah satunya suka melihat wanita berpakaian minim (Hyun-tae. Haha.). Ayah melihat dengan kecewa pintu penghubung antara kamar Hwal dan Ha-ru dan marah karena Ha-ru melakukan kegiatan memasak dan mencuci.

Ha-ru mengajak pengunjung itu ke lapangan es dan kedatangan Ha-ru tanpa diduga disambut oleh sekeranjang makanan, yang diturunkan dari atas untuk Ha-ru oleh Poong-ho. Dia meminta Ha-ru untuk mengambilnya karena dia menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya meski Ha-ru memukulnya dengan kesal. Setelah mendengar Ha-ru memanggil ayahnya, Poong-ho bergegas memberi salam dan membungkuk dengan resmi – yang sangat lucu karena Poong-ho membungkuk dari lantai dua! Dia juga memperkenalkan dirinya dengan antusias sebagai pacar Ha-ru dan menawarkan mereka isi keranjang itu selagi mereka menonton Ha-ru bermain skating. Bahkan, Pelatih Nam bisa langsung melihat bagaimana penampilan Ha-ru membaik sejak berbulan-bulan yang lalu.

Itu salah satu alasan yang membuat Ha-ru tetap disini, meski Ha-ru merasa kalau keberatan ayahnya semakin meningkat dan mencoba melunakkan kemungkinan keluhan ayahnya. Akan tetapi, setelahnya ayah mengungkapkan penilaiannya dan memutuskan kalau Ha-ru harus pindah ke kamar sewaan. Hampir semua orang langsung bicara untuk meyakinkan ayah; Hae-yoon dan Hyun-tae meyakinkan ayah dengan mengatakan kalau mereka menganggap Ha-ru sebagai adik mereka dan menjaganya. Ha-ru memohon pada Hwal, memintanya untuk membelanya – tapi Hwal setuju dengan ayah Ha-ru. Dia menghadapi ayah Ha-ru dengan kasar dan mengatakan kalau dia memang tidak ingin mengajak Ha-ru tinggal disini pada awalnya dan bahwa dia berpikir kalau Ha-ru memang harus tinggal di rumah sewaan.

Tidak hanya Ha-ru yang terluka olah sikap kasar Hwal, tapi Hae-yoon juga tidak senang. Dari ketiga pria di rumah itu, hanya Hae-yoon yang mencoba meyakinkan ayah Ha-ru untuk mengubah pikirannya dan kesal karena perubahan suasana ini. Mencoba untuk menjadi sangat cemas, Hae-yoon bahkan menawarkan kamarnya sebagai tempat tinggal sementara bagi ayah Ha-ru dan pelatih Nam dan pergi untuk tinggal di bar Sang-hee sampai mereka pergi. Hae-yoon sedikit tidak suka dengan pembantu baru Sang-hee, yaitu pemain hockey Jae-wook dari episode sebelumnya.

Hae-yoon melakukan pekerjaannya dari tempat Sang-hee sedangkan yang lainnya bekerja di markas dan mereka semua berencana untuk mencari klien baru. Seperti yang disebutkan, Hyun-tae tidak mendapatkan bayaran bagus dari perusahaan ayam itu sedangkan Hwal dan Hae-yoon ditolak oleh kenalan yang ditemui. Mereka tidak meminta kampanye khusus, tapi mencoba untuk bicara dengan perusahaan yang mereka ajak kerja sama di masa lalu untuk melihat apakah mereka bisa menggoda perusahaan2 itu. Sayangnya, kebanyakan dari mereka masih setia dengan agensi yang lama, Koryeo.

Ketika Ha-ru mengalami kesulitan menggantung tirai di dapur, dia meminta bantuan Hwal. Tapi Hwal malah menolak dan mengatakan akan melakukannya nanti. Masih terluka oleh keinginan Hwal yang ingin menyingkirkannya, Ha-ru bertanya, “Apa kau benar2 senang bila aku pergi?” Hwal terlihat sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan itu tapi karena Hwal tidak menjawab maka Ha-ru menyimpulkan, “Kau pasti benar2 tidak peduli apa aku tinggal disini atau pergi.”

Hwal merasa sedikit sakit ketika Ha-ru pergi. Keluar dari lorong, dia masih melihat Ha-ru sibuk dengan tirai itu dan maju untuk membantu. Saat membantunya, Hwal merasakan kalau Ha-ru sangat panas dan sadar kalau dia sedang demam tinggi – Ha-ru sudah sakit sejak beberapa hari yang lalu tapi dia tetap mengabaikannya karena ingin melanjutkan latihannya untuk kompetisi berikutnya. Hwal memberinya obat dan merawat demamnya, tinggal di sisi tempat tidur Ha-ru selagi dia tidur. Beberapa saat kemudian ketika Hwal mengganti kain basah Ha-ru, Hwal memaki kalau Ha-ru selalu membuat masalah dan membuatnya pusing. Ha-ru menghargai kata2 itu dan berkata, “Itu kejam.”

Ha-ru: Bagiku kau adalah tali dari surga. Tapi bagimu, aku pasti tidak berguna. Karena kau aku bisa main skating, kau mengatakan hal2 baik padaku, kau memberikanku kamar untuk tidur. Kau adalah tali yang aku syukuri – jika kau aku, apakah kau akan melepaskannya? Apa kau tali yang rapuh? Apa begitu?
Hwal: Jika aku adalah kau… aku akan berpegangan meski talinya rapuh.

Hwal mengatakan kalimat itu sambil tersenyum kecil. Ha-ru mengucapkan terima kasih pada Hwal dan dia pun meninggalkan Ha-ru untuk tidur. Di luar, Hwal menemui ayah Ha-ru, yang bangun untuk menghirup udara malam. Hwal mengatakan kalau Ha-ru sakit dan membimbing ayah ke kamar Ha-ru. Pada pagi harinya, Ha-ru sudah membaik dan sekali lagi dia bertanya pada ayahnya apakah dia bisa tinggal. Kelihatannya ayah sudah merubah pikirannya dan ketika dia dan pelatih Nam pergi, mereka pulang ke rumah daripada berburu apartemen. Ayah menyuruh Ha-ru untuk jaga diri dan Hwal dkk mengantar ayah dan pelatih.

Kembali ke Bond Factory dan berlawanan dengan keteguhan lama Hwal kalau mereka tidak boleh kembali ke perusahaan lama mereka meminta pekerjaan, dia kelihatan menderita sekali. Dia sudah meminta Hyun-tae dan Hae-yoon untuk tidak melakukan itu tapi dia malah mendapati dirinya bicara dengan bos Koryeo untuk bertanya apakah mereka bisa mengambil alih sebagian pekerja di perusahaan itu. Sayangnya, agensi iklan itu sedang mengalami masa sulit jadi jawabannya adalah tidak. Dalam perjalanannya keluar, Hwal menghampiri Hae-yoon, yang baru saja akan masuk ke dalam… dan kedua pria itu sangat malu karena tertangkap basah melakukan hal yang mereka sudah janji tidak akan lakukan.

Sedangkan, Hyun-tae sekali lagi menuju rumah Su-in, dan melihat Su-in sedang naik ke atap untuk mengambil bola anak tetangga. Hyun-tae memanjat tangga itu sebelum Su-in punya kesempatan untuk turun dan dengan sengaja mendorong tangga itu jatuh untuk membuat mereka terjebak di atap. Su-in ketakutan karena terjebak disana tapi Hyun-tae santai saja menikmati hari itu. Mereka diam disana untuk beberapa saat sampai Hyun-tae siap untuk kembali ke tanah. Hyun-tae bercanda kalau dia akan melompat – yang membuat Su-in menariknya – tapi kemudian dia benar2 melompat. Saat berada di bawah, dia membuka tangannya dan menyuruh Su-in untuk melompat, menjamin kalau dia akan menangkapnya. Su-in memohon pada Hyun-tae untuk diambilkan tangga saja.

Di rumah, Hwal mendatangi Ha-ru di lorong selagi dia berlutut dengan anak anjingnya dan mengejutkannya dengan menyelipkan rambut Ha-ru yang lepas ke belakang telinganya. Hwal berkata, “Berpeganganlah pada tali rapuh itu.” Ini cara Hwal meminta maaf. Ha-ru terkikik saat dia menari dengan anjingnya sambil menyanyikan lagu, “Wal, kita tidak diusir!” Sikap Hyun-tae belakangan ini membingungkan. Maju mundur apakah dia akan terus mengejar Su-in atau menyerah saja. Hyun-tae mengikuti Su-in berkeliling sembari melihat apa saja yang Su-in lakukan sepanjang hari tapi tetap membuat dirinya tidak dilihat.

Pada malam hari itu, saat dia melihat dari luar rumah Su-in, Hyun-tae berpikir, “Dia bergerak tepa waktu dengan jamku. Itu cukup baik. Tidak, tidak baik. Ayo jujur. Hal yang terbaik adalah bersama-sama.” Akan tetapi, berikutnya ketika Su-in membuka pintunya, malah Hwal yang duduk disana, bukan Hyun-tae. Su-in langsung merasa senang dan lega dan mengatakan kalau dia punya perasaan kalau dia akan bertemu dengan orang yang ingin dia lihat di balik pintu itu.

Hwal merasa kesal, baik ingin melihat Su-in dan karena punya keinginan untuk melihatnya. Tapi dia benar2 ingin melihat Su-in, setidaknya untuk sekarang, sebab dia meminta Su-in untuk menyediakan waktu bagi dirinya di akhir pekan ini. Hwal berkata, “Aku juga tidak tahu kenapa kita tidak bercerai. Aku akan menelponmu di akhir pekan.” Setelah itu Hwal pergi meninggalkan Su-in yang tersenyum senang.

Sekali lagi, Ha-ru menutup episode ini dengan narasinya: “Terakhir kali aku memeriksa diriku adalah enam menit sebelum berkompetisi.” Poong-ho menghentikannya dan berkata serius, “Ayo berhubungan serius.” Setelah beberapa saat, Ha-ru menjawab dengan simple, “Aku minta maaf, ada seseorang yang aku sukai.” Senyum Poong-ho hilang ketika Ha-ru pergi tapi Ha-ru terlihat senang.

Narasi Ha-ru: Pemanasan sudah berakhir – sekarang adalah permulaan. Aku merasa gemetaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s