Hometown Legends Episode 3 – Curse of the Sajin Sword

Ini malam yang gelap dan dua orang pria bersaudara berpisah di pintu tempat mereka menempa besi, dengan gembira menantikan hasil pekerjaan yang akan mereka dapat. Yang tertua berlari ke kamar mandi dengan lenteranya tapi dia dikejar oleh hantu wanita bermata merah. Pria itu bersandar di tembok selama pengejaran itu dan dimakan oleh kekuatan kosmis kegelapan.

Keesokan paginya, dua orang penjaga dipanggil ke kantor atasan mereka, dimana sang atasan memberitahu mereka kalau seorang pandai besi meninggal di desa dekat ibu kota. Kasus pembunuhan seperti ini tidaklah sekhusus itu, tapi mereka mendapatkan perintah secara langsung dari raja untuk menyelediki persoalan kematian pria itu. Kedua penjaga itu tahu ada yang sedang direncanakan, dan diberitahu kalau pria yang meninggal itu adalah satu2 yang diminta untuk membuat pedang bagi anggota keluarga raja.

Faktanya, masalah ini begitu penting dan mencakup sekelompok pendeta penyihir yang diduga terlibat hingga membuat kepala detektif marah. Kepala detektif itu sangat sopan pada wanita itu dan mengenalkan dirinya sebagai Yoon-in. Wanita itu membalas sikap sopannya dan mengatakan namanya Mu-ryeong.

Yoon-in langsung pada penyelidikannya dan menanyakan Mu-ryeong tentang pedang yang dipertanyakan itu. Pada awalnya, Mu-ryeong hanya melakukan perintah pendeta penyihir itu… tapi kemudian dia mengatakan kalau yang mati itu sedang menempa pedang Sajin – dibuat di tahun, bulan, hari dan jam Sa, dan ini untuk dipakai khusus oleh anggota keluarga kerajaan.

Mu-ryeong juga menjelaskan kalau pedang itu untuk menghabisi iblis yang merupakan ancaman bagi keluarga kerajaan dan untuk memperluas wilayah kerajaan. Yoon-in sangat skeptis dan bercanda kalau ini hanya ganjalan selama upacara tapi Mu-ryeong kesal pada sikap sembrono Yoon-in dan pergi begitu saja.

Ketiga orang tadi langsung berangkat ke desa dan mendapatkan penyambutan. Seorang wanita tua gila dengan rambut berantakan menahan mereka dengan pisau dapur dan meneriakkan tentang kutukan yang tidak dapat dielakkan oleh hantu wanita. Pejabat setempat muncul dan menjelaskan kalau wanita itu menjadi gila setelah kehilangan putra satu2nya dan memerintahkan agar wanita itu dikurung. Mu-ryeong terlihat berpikir.

Mereka lalu dibimbing ke tempat mayat itu, yang menghitam seolah-olah dia dibakar hingga mati, tapi pakaiannya baik2 saja. Termasuk pria yang tewas itu, ada lima pria yang bekerja menyelesaikan pedang Sajin, dan tidak ada satu pun dari mereka yang terlihat mampu membakar teman sesama pandai besi hingga hangus. Yoon-in pergi untuk melihat nenek tua tadi sedangkan Mu-ryeong tinggal di TKP untuk menyelidiki.

Nenek tua itu mengutuk Yoon-in dari balik jeruji kayu. Pejabat lokal tadi terlihat tidak nyaman dan menyarankan agar mereka pergi, yang artinya dia mungkin saja pria jahat dengan sesuatu yang disembunyikannya. Seorang gadis cantik datang dan menenangkan nenek itu. Gadis ini dipertemukan dengan Yoon-in dan diperkenalkan sebagai pelaku kejahatan yang menghabisi pandai besi itu. Sang gadis menolak.

Yoon-in bertanya apa hukuman untuk gadis itu dan dijawab oleh Mu-ryeong. Ini takdir yang tidak bagus. Yoon-in kaget pada kekuasaan hukum Mu-ryeong dan dikirim kembali ke markas karena masalahnya. Lalu, Mu-ryeong mendekati pejabat lokal itu dan bertanya apakah gadis itu adalah ‘persembahan’ dalam upacara itu. Pejabat itu merendah sedikit dan menjamin kalau hal ini bukan hal yang salah. Mu-ryeong mengatakan kalau lebih baik tidak sebab mereka sudah menantikan ini selama 24 tahun.

Yoon-in dan Mu-ryeong sama sekali tidak cocok. Mereka punya pandangan sendiri-sendiri. Di tempat lain, empat pandai besi yang tersisa minum-minum bersama setelah gelap. Saudara pria yang mati itu menggerutu gugup dan yakin kalau ini pasti pekerjaan gadis yang mereka korbankan untuk menempa pedang tahun lalu. Dia diminta untuk diam sebab pria yang lainnya juga tidak nyaman dengan pembicaraan ini.

Mu-ryeong sedang melantunkan doa2nya di kamarnya ketika dia merasakan sepasang tangan wanita. Dia langsung tahu kalau dia adalah ‘gadis itu.’ Hantu itu mengejar pandai besi yang lainnya yang dikejar hingga ke tempat penempaan. Pria itu juga dibakar. Hantu itu mengulangi kalau dia dibunuh oleh mereka dan dia tidak akan bisa memaafkannya.

Mayat pria itu ditemukan keesokan harinya, yang tentu saja membuat Yoon-in beraksi. Dia ingin mengajak pandai besi itu pergi ke suatu tempat yang aman, tapi pejabat disana menolak membawa mereka pergi dari tempat penempaan pedang itu. Mu-ryeong mengingatkan kembali kepala pendetanya untuk menyelesaikan pedang ini apapun caranya, atau sekte mereka akan kehilangan tempatnya.

Bawahan Yoon-in memberitahu Yoon-in gossip dari para penduduk lokal kalau ini semua adalah pekerjaan hantu yang ingin balas dendam. Tapi sikap skeptis Yoon-in muncul dan dia malah memukul bawahannya itu (hehehe). Yoon-in lalu mencari Mu-ryeong untuk meminta ijin mewawancarai para pandai besi, tapi Mu-ryeong malah menggunakan alat untuk memukul hantunya dan memberhentikan Yoon-in dari tugas ini serta berusaha membuatnya tutup mulut. Yoon-in pergi dengan langkah berat.

Dua penjaga mengirim nenek pulang ke rumahnya, menciptakan kesempatan bagi Yoon-in untuk bicara dengan Hyang, gadis cantik yang dituduh sebagai pelaku kejahatan. Hyang sangat cantik dimana dia dibesarkan oleh nenek dan para pandai besi sebab dia dibuang ortu-nya saat masih bayi. Hyang menyebutkan kalau ada upacara penting selama peresmian pedang itu, yang mungkin saja akan membuat penjaganya berhenti bicara dengannya dan membebaskannya dari penjara.

Malam itu, Mu-ryeong melakukan upacara pemanggilan hantu di luar. Dia mendapatkan hantu yang dia kejar, tapi hantu ini lebih kuat dari yang bisa dilawan gurunya, dan berusaha menghancurkan kotak yang difungsikan sebagai tempat untuk mengurungnya. Kemudian dia menahan Mu-ryeong untuk beberapa saat sebelum akhirnya menghilang. Sekarang kita tahu kalau upacara ini melibatkan gadis muda (mungkin yang masih perawan) dimana para gadis muda ini dilempar ke dalam api! Omo…

Pandai besi nomer 3 pulang ke rumah, sendirian di tengah malam dan malah dihadang. Sedangkan, hantu itu masuk ke tempat dimana Hyang ditahan dan menyalakan api di tempat itu. Hyang berhasil lolos sedangkan panjaga terbunuh. Ternyata, Yoon-in dan bawahannya memainkan peranan polisi baik dan jahat di kegelapan untuk mendapatkan kebenaran dari pandai besi nomer 3 dan sangat membantu dengan pedang besar yang digoyangkan!

Jadi, 25 tahun yang lalu, ibu pandai besi yang pertama mengambil seorang anak gadis. Gadis itu adalah pengemis dan secara otomatis banyak orang menganggap dia sebagai anak penyihir. Tapi, dia bebas dari tuduhan itu dengan baik. Akan tetapi, keadaan ini berubah terbalik dan gadis itu malah diperkosa. Kemudian, kepala pendeta yaitu guru Mu-ryeong datang ke desa itu untuk meminta pandai besi disana menempa pedang Sajin. Pada akhirnya, dia meminta sebuah upacara mewah sebagai penyelesaian pembuatan pedang itu dan meminta gadis perawan untuk mengkombinasikan yin/yang. Pedang Sajin itu adalah yang.

Akan tetapi, gadis yang dulunya pengemis itu sudah punya anak jadi upacara itu tidak berjalan lancar. Upacara yang terbaru akan melibatkan anak pengemis itu, Hyang, sebagai persembahan. Di penjara, mereka menemukan Hyang sudah lolos. Kae-hwa, hantu itu, yang juga ibu Hyang bertanggung jawab atas lolos-nya Hyang.

Yoon-in dan bawahannya kaget bukan main. Para penjaga berlarian mencari Hyang yang hilang. Hyang dikuasai oleh roh ibunya dan mencari pria yang memperkosanya. Pria itu dibakar tapi para pencari berhasil menangkapnya. Roh Kae-hwa benar2 sangat kuat dan lolos lagi. Dalam perjalanan, tubuh Hyang yang masih dikuasai roh bertemu dengan Yoon-in, yang sangat prihatin melihat Hyang. Yoon-in mengucapkan pertanyaannya dengan buruk dan malah dilempar ke sebuah rumah dengan keras untuk masalah2nya.

Keesokan harinya, Mu-ryeong mengingat lagi kata2 gurunya dan mendapatkan masalah. Sang guru ingin mengorbankan siapapun untuk melakukan upacara itu sehingga nantinya dia akan mendapatkan kepercayaan dari keluarga kerajaan. Pada akhirnya, guru akan bisa memimpin kerajaan dengan kekuatan penuh.

Ngomong2, Yoon-in muncul dan mereka langsung berhadapan tentang penempaan pedang itu, yang menurut Yoon-in, secara jelas dibuat bukan untuk hal demikian sehingga negara bisa mendapatkan kemakmuran. Dia meminta Mu-ryeong untuk menghentikan segalanya. Mu-ryeong mengatakan kalau sebuah kekuatan manusia fana sedang berusaha menghentikannya.

Kepala pendeta tiba. Dia memarahi Mu-ryeong karena begitu baik pada orang2 tidak berharga lalu mengumumkan kalau dirinya akan terlibat dalam masalah ini. Jika Mu-ryeong tidak ingin petani tidak bersalah mati dalam upacara itu, pendeta itu berpikir logis, kalau begitu Mu-ryeong harus mau membiarkan dirinya mati. Dalam kegelapan, Hyang puas karena target utamanya ada disini.

Kepala penyihir (guru Mu-ryeong) memutuskan untuk menggunakan dua pandai besi yang tersisa sebagai umpan untuk hantu itu, dimana hal itu juga akan membunuh semua orang yang terlibat dalam pembuatan pedang Sajin. Mu-ryeong mencoba menyelamatkan mereka, tapi malah dikurung dan dihukum ketika upacara selesai karena sudah ikut campur. Ketika penyihir itu sedang memantrai pintu dan menyalakan api, dia mengatakan pada pejabat disana kalau dia akan menggunakan Mu-ryeong sebagai persembahan.

Untungnya, Yoon-in dan bawahannya menembus penjara tepat waktu untuk mencegah Mu-ryeong dipenjarakan. Sekarang, mereka akhirnya bekerja sama. Mu-ryeong mengikatkan sutra biru pada Yoon-in untuk melindunginya dari kekuatan setan. Yoon-in benar2 tersentuh dibuatnya.

Di halaman pejabat lokal desa itu, kepala penyihir merancang jebakan untuk Hyang. Dia menempatakan pandai besi di tengah, terikat dan tidak berdaya. Sedangkan, penyihir sendiri menyiapkan benda2 magis untuk menangkis Hyang. Hyang muncul di halaman yang kosong. Setelah beberapa perjuangan tidak berarti, dia memanggang kepala penyihir juga. Ketiga pahlawan kita (Mu-ryeong, Yoon-in dan bawahannya) muncul untuk mendengar teriakan sang kepala penyihir.

Mu-ryeong mencoba menghentikan hantu itu dengan mempertimbangkan anaknya. Yang bisa membuat Kae-hwa berhenti tapi belum cukup. Dia masih dendam karena pandai besi memutuskan untuk mengorbankannya untuk membuat wanita yang lain aman. Yoon-in berjanji kalau Kae-hwa membiarkan dua orang itu pergi, maka dia akan menjaga Hyang dengan nyawanya. Ketika Yoon-in mendekat, dia bicara dengan hantu itu yang terlihat sudah tenang.

Yoon-in: Aku bisa mengeri apa yang kau rasakan sekarang, harapan yang dimiliki seorang ibu, hanya menginginkan agar anaknya selamat dan bahagia. Sekarang aku memintamu untuk menghapus dendam di hatimu untuk kembali ke tempat dimana seharusnya kau berada. Aku berjanji akan menjaga putrimu dengan selamat. Tolong lepaskan rasa sakit dan bencimu dan kembalilah kea lam bawah sana.

Mu-ryeong berjalan dan membawa cermin khususnya untuk melepaskan hantu itu dari tubuh Hyang. Kae-hwa mengucapkan selamat tinggal pada anaknya sambil menangis. Hyang pingsan dan Mu-ryeong merangkulnya di tangannya seperti yang dilakukan seorang ibu. Pagi pun tiba.

Cerita belum berakhir. Mu-ryeong memutuskan untuk pergi. Dia ingin pergi ke tempat dimana dia benar2 bisa membantu orang lain. Yoon-in juga mendapatkan laporannya, meski begitu dia tidak terlalu khawatir tentang pedang Sajin yang ditempa lagi. Bawahannya bertanya padanya apakah masyarakat akan menderita sekarang karena tidak ada pedang itu lagi dalam pandangan.

Yoon-in: Kita menciptakan hidup kita dengan tangan kita sendiri. Jika kita ingin tahu seperti apa masa depan, kita seharusnya melihat apa yang kita lakukan sekarang.

Iklan

2 thoughts on “Hometown Legends Episode 3 – Curse of the Sajin Sword

  1. Ping-balik: Negara dengan Pengemis Berpenghasilan Tinggi di dunia | Intifadha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s