Sinopsis The Return of Iljimae Episode 9

Iljimae melanjutkan mengubar batangan emas menjadi kembang plum. Dia menawarkan satu pada Wol-hee (yang menggoda karena hanya mendapat satu) tapi Wol-hee memberitahu Iljimae kalau dia tidak perlu emas: “Aku hanya perlu satu hal.”

Sang pembunuh misterius, Park Bi-su (yang disewa oleh Perdana Menteri yang korup), mengendap-endap ke persembunyai Bongsuni untuk menangkap bos Bongsuni dengan hati-hati. Dia memperingatkan kalau Bongsuni bodoh karena mencuri emas itu tanpa tahu dari siapa mereka mencurinya. Bos Bongsuni menelan ludah dengan gugup sebab emas itu sudah tidak ada pada mereka lagi.

Dipimpin oleh Wang Hweng-bo, gang Bongusni kembali ke lokasi penghadangan oleh pria bertopeng hitam dan mereka mereka ulang penyerangan itu. Wang Hweng-bo terhibur dengan pikiran kalau penyerang itu adalah Iljimae tapi dia tidak bisa yakin pada hal itu.

Di kantor polisi, Cha-dol dan Bae dengan antusias menceritakan apa yang mereka dengar tentang pertarungan antar gang dan yakin kalau Iljimae pasti pria dengan topeng hitam itu. Gu masih penasaran ingin tahu soal pertarungan itu tapi Cha-dol dan Bae punya syarat: mereka akan mengatakan pada petugas dimana pertarungan itu terjadi kalau Gu mau berbagi cerita soal masa lalu Iljimae.

Soo-ryun mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka, sebab saat mereka tahu tentang pertarungan itu tapi mereka tidak tahu keterlibatan Iljimae. Masih saja, Gu menghadapai masalah yang lebih besar – meski banyak anggota gang yang terbunuh dalam penyerangan itu, baik Haedongchung dan Bongsuni masih beroperasi. Gu harus mampu menghabisi mereka hingga ke akar2nya.

Wol-hee menemukan tas Iljimae yang berisi pakaian hitam2nya dan merasa kalau pakaian itu memberikan firasat buruk tapi dia tidak meminta penjelasan apa2. Wol-hee sangat ingin Iljimae mencurahkan isi hatinya padanya tapi Iljimae malah pergi keluar dengan alasan ingin bertemu seseorang. Ketika Iljimae memperingatkan Wol-hee untuk tetap mengunci pintu, Wol-hee mengatakan kalau Iljimae bisa menguncinya sendiri dan menunjukkan pada Iljimae dimana dia menyembunyikan kunci di luar.

Wang Hweng-bo membagi kecurigaannya dengan pemimpin Bongsuni yang lain kalau pria berpakaian hitam2 itu mungkin saja Iljimae. Kemudian, dia memperhatikan debu berterbangan di langit2, yang menandakan kehadiran seorang pengacau, dan para anggota gang itu menarik pedang mereka dengan pelan2. Tepat saat mereka melakukan pergerakan untuk menyerang, Iljimae turun dari langit2, dan menghabisi para pencuri itu lalu kabur.

Iljimae lolos dengan melakukan gerakan akrobatik dengan melompati tembok, jadi Wang Hweng-bo bergumam, “Aku juga bisa melakukan itu.” Wang lari melompati tembok itu tapi malah jatuh! Dia bangkit dan melanjutkan mengejar Iljimae ke tengah hutan dimana mereka saling berhadapan.

Iljimae bertanya berapa lama Wang Hweng-bo ingin tetap menjadi pencuri. Wang menjawab kalau dia akhirnya menemukan tempat dimana seharusnya dia dan tidak punya rencana untuk pergi. Iljimae menasehati Wang untuk bekerja sama dengan polisi, yang akan mengurangi hukumannya. Wang secara alami sangat tidak tertarik untuk bekerja sama. Mereka berkelahi. Wang melakukan gerakannya yang biasa tapi Iljimae lebih cepat dan lebih kuat. Wang memperhatikan kalau kemampuan Iljimae sudah sangat berkembang.

Kemudian, seseorang muncul di tengah2 perkelahian itu (Park Bi-su) dan membuat pertempuran itu menjadi pertempuran tiga arah. Wang memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri dan Iljimae mencoba mengikuti. Akan tetapi, Park membuatnya tetap disana. Pertarungan pedang yang cepat terjadi antara Iljimae dan Park Bi-su dan Wang menonton dari kejauhan dari tempat yang aman. Mereka lawan yang seimbang dan sulit untuk mengungguli satu sama lain.

Tepat ketika Park meminta Iljimae untuk menyerahkan emas2 itu, sisa gang Bongsuni tiba. Iljimae berusaha untuk kabur dan dia melemparkan semacam bubuk yang menimbulkan asap hitam. Yang lainnya jadi bingungndi tengah2 asap itu tapi ketika asap itu hilang, Iljimae juga sudah hilang. Perdana Menteri Kim mendengar kalau Iljimae lolos dari pertarungan pedang dengan Park Bi-su, dan Kim tahu seberapa hebat kemampuan Iljimae. Sebab, selama ini tidak ada yang pernah lolos dari Park. Park Bi-su berjanji akan menangkap Iljimae dan mengalahkannya.

Salah satu petugas polisi, Kim Kyung-chul tenggelam dalam dunia alkohol dan menjadi pemabuk. Hal ini membuatnya mendapat masalah dengan orang lain. Gu memerintahkan agar polisi yang ini dihukum dan dipecat dari kepolisian.

Gu melanjutkan rencananya untuk menghabisi gang2 di kota dan membuat persiapan untuk menyamar sebagai pengemis sebab dia telah mendengar salah satu pengemis terikat dengan Haedongchung. Melihat kalau ini adalah satu2nya cara, Gu memerintahkan kanan tangannya untuk membuat agar aksi ini tetap rahasia. Soo-ryun akan mengawasi dan tetap membuat Gu selamat.

Ketika Iljimae kembali dari penyamarannya, dia menemukan kalau Wol-hee meninggalkan sebuah pesan untuknya, yang membuat Iljimae menuju ke dalam ke sebuah hidangan. Ada lagi pesan lainnya yang mengatakan kalau Wol-hee pergi ke peminjam buku.

Ketika pegawai pemerintah yang suka memeras tiba dia tempat peminjam buku untuk menagih bayaran bulanannya, Wol-hee angkat bicara. Nada bicara Wol-hee tidak menentang tapi kalimat2nya membuat pegawai pemerintah itu tersinggung dan membuatnya terang2an terlihat sangat salah. Pegawai itu tahu kalau Wol-hee sangat lancing dan memerintahkan agar peminjam buku itu diseret.

Ada aturan bicara disini sebenarnya tapi pegawai pemerintah ini hanya ingin membalikkan keadaan. Tiba2 saja, pria berpakaian serba hitam muncul. Pegawai pemerintah itu menyerang tapi Iljimae mengalahkannya dengan mudah. Tapi orang2 dari pegawai pemerintah ini muncul. Jadi Iljimae juga melawan mereka dengan mudah lalu setelahnya dia menyelinap pergi.

Setelah pertarungan itu, para petugas dan penduduk desa berkumpul di sekitar toko peminjam buku. Seorang petugas bertanya apa yang terjadi jadi Wol-hee menggunakan kesempatan ini untuk mengancam pegawai pemerintah yang korup itu. Dia menawarkan untuk melaporkan perbuatan pria itu kepolisi sebab sudah melakukan pemerasan dan ancaman. Karena tahu hal ini akan berakibat buruk untuknya, pegawai itu berjanji akan mengembalikan uangnya dan tidak akan pernah kembali ke toko itu.

Iljimae bertemu dengan Wol-hee di depan dan berpura-pura dia baru saja tiba. Dengan dandanan normal, Iljimae berpura-pura penasaran pada kehebohan yang terjadi dia toko peminjam buku, seolah-olah itu adalah berita besar buatnya. Ketika mereka berbelanja di desa, Wol-hee mengatakan pada Iljimae bahwa kalau bukan karena pria bertopeng hitam itu, dia sudah dalam masalah sekarang. Iljimae bergumam kalau bajingan seperti itu perlu dihukum.

Gu berangkat untuk masuk ke komunitas pengemis dan membuat kegemparan dengan mengatakan kalau dia adalah bagian dari Haedongchung. Setelah mendengar keterkaitan Gu, pengemis yang lain langsung bergegas pergi sebab tidak ingin melihat sisi buruk Gu. Hanya satu pengemis yang memandangi Gu dengan curiga dan malam itu menyerang Gu ketika dia sendirian. Ini adalah Sung-kae, yang berasal dari desa nelayan dan merupakan anggota asli Haedongchung dan untuk itu dia tahu Gu berbohong.

Inilah yang diinginkan Gu dan dia mulai menyembah Sung-kae untuk membiarkannya bergabung. Gu hanya berpura-pura sebagai anggota gang sebab dia ingin mendapatkan perlindungan. Jadi dia meminta ijin untuk bisa bergabung di dalam Haedongchung.

Bae Sun-dal dan Cha-dol pergi ke kantor polisi untuk mencari Gu tapi mereka mendengar kalau Gu pergi jauh untuk sebuah misi rahasia. Di kota, mereka melihat prosesi pemakaman dan Cha-dol mengenali salah satu anggotanya adalah Gu. Cha-dol mulai berteriak untuk menyapa tapi Bae menyuruhnya diam – Gu pasti sedang mengerjakan misi rahasianya, untuk itu, ini pasti ada hubungannya dengan kedua gang yang ada di kota.

Prosesi itu adalah untuk mengubur salah satu bos Haedongchung dan Bongsuni telah mendengar berita pemakaman ini. Berdasarkan info ini, Bongsuni berencana untuk menyerang Haedongchung selagi mereka berkumpul di satu tempat. Tahu bahwa hal2 yang berurusan dengan kedua gang itu akan menarik Iljimae, maka Bae dan Cha-dol pergi ke hutan untuk mengintip prosesi ini. Merekalah yang pertama kali melihat tibanya gang Bongsuni yang bersembunyi sebagai persiapan untuk menyerang.

Tapi bukannya meraih kemenangan, Bongsuni malah menghadapai sesuatu yang sangat di luar dugaan. Ini semua adalah jebakan Haedongchung untuk menarik keluar musuh mereka. Haedongchung membuka peti tapi isinya bukan mayat melainkan senjata yang disembunyikan disana. Mereka mempersenjatai dirinya dan berbaris untuk menyerang para pengacau itu.

Bongsuni yang akhirnya menjadi mangsa dan untuk itulah pemimpin mereka meminta anak buahnya untuk melalui ini. Mereka bertarung sampai mati. Selagi anak buah mereka bertarung, para pemimpin Bongsuni mundur, khususnya Wang Hweng-bo, yang secara cerdik menunggu sampai bos-nya diserang. Lalu, Wang meluncurkan penyelamatan waktu bos-nya diserang oleh Sung-kae. Wang memukuli Sung-kae dan mendapatkan perhatian bos-nya. Saat ini pula, Wang melihat ke keramaian dan mengenali sebuah wajah – Petugas Gu – yang berdandan ala anggota gang Haedongchung. Sung-kae mendengar informasi ini dan menyimpannya.

Bae dan Cha-dol bertanya-tanya kenapa Iljimae tidak muncul. Dengan kecewa mereka menyimpulkan kalau Iljimae tidak tahu pertemuan tiap gang. Mereka tidak melihat kalau Iljimae sebenarnya ada disana, menonton dengan tenang meski tidak terlibat pertarungan. Ketika pertarungan berhenti, pimpinan Bongsuni memutuskan untuk mundur saja. Ketua Haedongchung juga meminta anak buahnya untuk mundur dan bertemu nanti di markas.

Anggota Haedongchung yang tersisa berkumpul di tempat persembunyian, dimana pemimpin mereka memikirkan rintangan baru mereka. Senjata terakhir Bongsuni adalah Bulgasari, yang sudah dikalahkan, tapi sekarang ada petarung yang gerakannya sangat cepat (Wang Hweng-bo). Bos ingin membuat Wang kalah!

Sung-kae sedang membuat rencananya sendiri dan menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan itu – bersama anggota baru mereka (Gu). Bos menyuruh mereka untuk bertindak malam ini dan Gu mengikuti rencana tersebut, tidak sadar bahwa Sung-kae sudah tahu siapa Gu sebenarnya.

Sebuah pemandangan aneh di kota menarik perhatian orang banyak dan membuat mereka heran – seorang pegawai tinggi pemerintahan telah diikat dan digantung di atas tembok yang tinggi. Pejabat yang lain berusaha menurunkannya dan para penduduk memandang dan menunjuk. Ini adalah pejabat negara yang menikam Cha-dol dan mencoba menyerang Wol-hee dan dari kakinya bergantung dua benda: buku dan bunga plum emas. Wol-hee mengenali rangkaian emas itu dan menjadi curiga.

Wol-hee pulang ke rumah dan menuju ke tempat persembunyian Iljimae. Dia mengeluarkan pedang Katana Iljimae dan tas yang berisi baju hitam2nya. Malam itu, Wol-hee menceritakan tentang pejabat itu pada Iljimae untuk melihat reaksinya. Pria itu ditemukan dengan sebuah buku terikat di kakinya, yang ternyata adalah catatan pendapatan uang yang dia peras dari para pedagang. Dengan bukti itu, pejabat itu akan diseret ke penjara.

Wol-hee bertanya-tanya siapa yang telah melakukan ini dan menyimpulkan kalau ini pastilah pria bertopeng hitam yang menyelamatkannya tempo hari, sedangkan Iljimae berpura-pura tidak peduli. Wol-hee tidak tersinggung meski Iljimae tidak memberitahunya atau dia terlalu berterus terang tentang Iljimae yang harus memberitahunya. Malah ketika Iljimae tidak memberikan jawaban apa2, Wol-hee berkata sambil tertawa, “Ayolah, beritahu aku!” Iljimae berujar, “Memberitahumu apa?”

Sung-kae dan Gu Ja Myung melancarkan aksi mereka untuk membunuh Wang Hweng-bo dan Sung-kae menuntun Gu ke sebuah gang kecil. Disana, Sung-kae menyerang Gu dengan cara mencekiknya dengan tali dan mengatakan kalau dia tahu apa yang direncanakan Gu. Sung-kae menaikkan belati dan bersiap untuk menikam Gu tapi hal ini dihentikan oleh orang ketiga – Kim Kyung-chul, polisi yang sudah dipecat itu.

Sung-kae bangkit dan bersiap menyerang kembali dan kali ini dia menikam Kim di dadanya. Gu menendang Sung-kae dan menyuruh temannya untuk bertahan dan membawanya untuk mendapatkan pengobatan. Itu membuat Sung-kae berurusan dengan Soo-ryun yang selama ini sudah membuntuti Gu. Ternyata, petugas polisi yang mabuk itu hanyalah berpura-pura, sebab selama ini Kim berusaha untuk masuk ke Haedongchung sama seperti yang Gu lakukan.

Tabib mendiagnosa kalau Kim tidak akan bertahan dan dalam semalam, kondisinya terus memburuk. Dengan nafas terakhirnya, Kim membisikkan sebuah informasi rahasia – dia memberitahu dimana markas Haedongchung lalu meninggal.

Berkat info dari Kim, Gu sekarang memimpin anak buanya untuk menyerang Haedongchung di markasnya dengan satu kali serangan. Petugas polisi masuk dan terlihat jelas kalau anggota gang yang kaget ini tidak lebih unggul dari para polisi. Para anggota gang yang tidak mati ditahan. Dan selama itu pula, Iljimae manonton dari kejauhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s