Sinopsis Triple – Epiosde 2

Hwal tiba di lapangan es tepat ketika Haru meluncur di es untuk melakukan aktivitas rutinnya. Yang lainnya juga sudah disana meski perlu beberapa waktu bagi Hae-yoon untuk mengenali Haru yang lebih langsung ketimbang sebelumnya. Baik Hae-yoon dan Hyun-tae (yang membawa teddy bear sebagai hadiah) setuju kalau Haru lucu dan memberinya semangat!

Haru melakukan gerakannya dengan anggun tapi dia jatuh pada lompatan pertama… begitu pula dengan yang kedua. Para penonton merasa bersedih untuknya. Tapi Haru bangkit lagi setiap kali dia jatuh (go girl!). Ketika Haru bersiap untuk melakukan lompatan yang terakhir, para penonton menahan nafas… dan dia berhasil! Haru mengakhiri latihannya dengan gembira tapi tidak lama setelahnya kegembiraan itu lenyap sebab dia tidak lolos tes. Pada kenyataannya, memang tidak ada yang lolos hari itu, yang juga membuat ibu2 yang menonton anaknya menjadi bersedih.

Hyun-tae melihat ke bawah dimana dia memperhatikan Su-in yang sedang mengobrol dengan seorang pelatih. Pertemuan mereka sebelumnya memang singkat tapi Hyun-tae yakin kalau dia tertarik pada Su-in dan sekarang bertekad untuk mendapatkan perhatian Su-in. Akan tetapi, Su-in melihat ke tempat lain di dekat Hyun-tae. Dia memandang seseorang yang berada tidak jauh dari Hyun-tae, seseorang yang terlihat familiar. Tapi Hwal yang telah melihat Su-in segera berbalik sebelum Su-in dapat melihatnya dengan jelas.

Hae-yoon dan Hyun-tae mengucapkan selamat pada Haru setelahnya. Mereka tahu kalau mantan kakak tiri Haru (Hwal) marah padanya karena tiba2 datang, jadi mereka menyingkir ketika Hwal muncul dengan wajah marah. Hwal menarik Haru. Dia ingin mengatarkan Haru ke stasiun agar bisa pulang ke rumah. Hae-yoon merasa sangat bersalah sebab dialah yang bercanda dengan mengatakan kalau Hwal sangat ingin Haru tinggal dengannya. Hae-yoon maju dan mencegah mereka (Haru dan Hwal) pergi. Dia juga meminta Hwal untuk mengendorkan pegangan tangannya. Hyun-tae setuju dan kedua pria ini mencoba meyakinkan Hwal agar Haru bisa tinggal.

Hwal mendapat telpon dari ayah Haru dan Hwal mengatakan pada pria itu kalau dia sama sekali tidak punya hubungan apa2 dengan Haru jadi dia sama sekali tidak punya keinginan untuk mengajak Haru tinggal di rumahnya. Haru menyadari ini tapi penolakan Hwal tidak cukup untuk membuatnya gentar. Dia benar2 menginginkan kesempatan ini agar bisa mengejar mimpinya. Jadi Haru berpura-pura sakit perut untuk memperdaya kakak tirinya. Hyun-tae dan Hae-yoon menyetujui taktik ini dan menyemangati Haru.

Ketika Hwal ditelpon untuk pertemuan yang lebih penting, Hyun-tae dan Hae-yoon berjanji akan membelikan Haru makan siang dan mau mengantarkannya pulang. Dengan enggan, Hwal meninggalkan Haru dalam penjagaan teman2nya itu sementara Hae-yoon berkali-kali menjamin kalau dia bisa dipercaya. Kemudian Hae-yoon memindahkan Haru ke dalam rumah. Dia dan Hyun-tae bahkan membantu memindahkan barang2 Haru ke dalam rumah. Mereka kemudian pergi dan Haru menikmati hari2nya di rumahnya yang baru.

Haru menghabiskan harinya untuk merapikan kamarnya lalu dia beralih ke pekerjaan rumah tanggan seperti mencuci dan memasak. Ketika yang lainnya pulang malam itu, Hwal masih belum tergerak dengan pertolongan Haru, padahal yang lainnya terkesan dan kagum. Karena mereka tidak mungkin mengusir Haru pada malam hari, Hae-yoon meminta agar membiarkan Haru menginap. Kelihatannya lucu sekali bagaimana Hyun-tae berbaring di samping Haru dan menyebutnya anak anjing. Haru bangun pagi2 sekali dan menyiapkan sarapan untuk para pria disana. Hyun-tae dan Hae-yoon sangat menyukai ini tapi Hwal tetap saja marah. Dia mengatakan pada teman2nya kalau ini tidak akan mengubah apa2 dan dia akan mengantar Haru ke stasiun nanti.

Hae-yoon dan Hyun-tae berpikir bagaimana caranya agar Hwal mengubah pikirannya. Tiba2 Hyun-tae – yang sangat ingin dekat dengan Su-in – mendapatkan ide. Bagaimana kalau mereka mencarikan Haru pelatih skating dimana hal itu akan membuat Hwal lebih sulit kalau ingin memulangkan Haru. Hyun-tae menawarkan diri untuk mengerjakan tugas itu. Karakter baru: Ji Poong-ho. Dia adalah skater yang sangat populer diantara pada siswi dan juga seorang skater yang hebat. Poong-ho langsung tertarik pada Haru. Sayangnya, Haru lebih tertarik dengan bagaimana caranya mendapatkan sarung tangannya yang jatuh dan sama sekali tidak memerhatikan kehadiran Poong-ho.

Haru mengabaikan Poong-ho karena dia lebih tertarik untuk masuk ke dalam dan menyapa pelatih yang dia temui sebelumnya, Pelatih Shin. Haru mengatakan kalau dia berada disini untuk berlatih dengan baik dan bertanya apakah dia bisa berlatih dengan Pelatih Shin. Haru bahkan dengan gembira menyapa Yoon Hye-jin. Hye-jin sama saja dengan sebelumnya: mengejek dan memandang rendah. Tapi haru yang baik hati sam sekali tidak peduli. Dia hanya ingin menwujudkan impiannya menjadi skater.

Karena ingin berhubungan dengan Su-in, Hyun-tae menelponnya dan menawarkan pada Su-in untuk melatih seorang skater muda. Su-in tidak punya keinginan untuk tinggal lama2 di Korea, jadi dia menolaknya. Dia hanya tinggal sebentar disini sebelum kembali ke Toronto. Hyun-tae sama sekali tidak kecewa pada penolakan ini dan mengikutinya ke lapangan es dimana Su-in mampir untuk bertemu dengan Pelatih Shin. Hyun-tae melihat Haru di dalam. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan Haru pada Su-in sebelum dia ditelpon untuk ke kantor.

Hae-yoon dan Hwal sedang berada di kantor. Tapi ketika Hae-yoon mendapat kabar kalau Sang-hee ditimpa masalah saat sedang minum dengan salah satu rekanan, dia menjadi sangat khawatir dan lebih terganggu dari biasanya. Setelah mereka melewati malam bersama waktu itu, Hae-yoon lebih bersikap seperti pacar ketimbang rekan kerja. Dan sikap yang sekarang ini adalah contoh kecemburuannya. Hwal mengatakan kalau Sang-hee akan baik2 saja tapi Hae-yoon bergegas keluar untuk menjemput Sang-hee.

Ketika Hae-yoon mejemput Sang-hee, kejengkelan itu mengambil alih dirinya. Sebenarnya, Hae-yoon tertarik pada Sang-hee karena alasan yang sama sekali tidak dia sukai. Dia menyukai Sang-hee karena wanita punya kesukaan pada kebebasan. Mungkin karena teori kalau pria percaya kalau wanita seharusnya bebas melakukan apapun yang dia inginkan tapi Hae-yoon tidak suka bila pacarnya bersikap terlalu bebas seperti itu. Pada kasus ini, sikap Sang-hee yang tidak tahu malu yang membuat Hae-yoon kesal.

Tapi ada juga penderitaan Hae-yoon yang lain yaitu dia tidak bahagia dengan penolakan Sang-hee padahal mereka bersama pada malam sebelumnya. Sang-hee hanya bermain-main dengan dirinya dan itu membuat Hae-yoon kesal. Hae-yoon menuntut, “Apa kau menggodaku?” Sang-hee menjadi heran, “Kenapa aku harus melakukan itu?” Jawaban ini membuat Hae-yoon menjadi lebih kesal lagi dan dia bergumam agar Sang-hee sebaiknya melupakan itu. Ketika Hae-yoon berbalik untuk pergi, Sang-hee memanggilnya dan bertanya, “Jika aku memintamu untuk bertanggung jawab karena tidur denganku, maukah kau melakukannya?” Hae-yoon tidak menjawab tapi jelas kelihatan kalau dia mau melakukan itu. Setelahnya, mood Hae-yoon langsung membaik.

Su-in meminta untuk bertemu dengan Hwal. Flashback: semuanya manjadi kacau bagi pernikahan mereka ketika mereka pergi makan malam bersama. Hwal kecewa pada Su-in karena mengabaikan dirinya agar bisa bertemu dengan mantan pacarnya tapi Hwal terlihat lebih sakit hati ketimbang marah. Su-in menundukkan kepalanya dan berulang kali minta maaf. Meski Hwal sangat terganggu pada istrinya, level rasa bersalah Su-in tidak seimbang dengan perbuatan salahnya. Hwal berkata, “Apa, ini tidak seperti kau tidur dengannya?!”

Su-in tidak menjawab dan Hwal memandangnya lebih tajam serta membaca kebenaran di wajah Su-in. Itulah yang menandakan berakhirnya pernikahan mereka meskipun Su-in sudah memohon agar Hwal tidak pergi. Pada akhirnya, Hwal meninggalkan rumah mereka di Kanada dan kembali ke Korea dan setelah itu mereka kehilangan kontak. Di masa sekarang: Su-in bertemu dengan Hwal dan meminta maaf lagi. Dia berkata kalau dia sangat menyesali segalanya, “Aku minta maaf karena membuatmu marah.” Hwal menjawab dengan sederhana, “Kau melakukannya karena kau ingin!” Su-in mencoba untuk meyakinkan Hwal kalau keadaannya tidak begitu lalu bertanya, “Tidakkah kau bisa percaya kalau aku mencintaimu?”

Merasa bahwa dirinya belum siap berhadapan dengan Su-in, Hwal mengatakan kalau dia akan menelpon Su-in nanti ketika dia telah siap secara emisonal, yang mengindikasikan kalau ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masa lalu mereka. Ketika Su-in bertanya, “Apa kau tidak merindukanku?” Hwal berhenti sejenak dan kemudian berjalan pergi. Hwal pulang ke rumah dengan bad mood. Dia masih ingin mengirim Haru pulang. Haru mengumpulkan keberanian dan meminta kopernya. Tapi bad mood-nya Hwal telah membuatnya bersikap lebih dingin. Haru akhirnya menyerah dan mulai menangis.

Haru: “Aku tahu segalanya. Kau berpikir bagaimana jadinya bila ibuku tidak menikah dengan ayahmu. Jika aku tidak bermain skating, jika aku tidak meminta mereka untuk mengajakku ke lapangan es waktu itu. Aku tahu mereka mungkin tidak meninggal kemudian. Karena itulah aku minta maaf padamu, tapi aku tidak punya tempat untuk pergi, dank au satu2nya orang yang aku punya. Hanya untuk satu tahun. Aku tidak ingin kembali tanpa pernah bermain skating dengan baik. Aku benar-benar ingin bermain skating. Tolong, Kakak.”

Haru berlari keluar ruangan sambil terisak dan pidato Haru barusan membuat Hwal sedikit menyesal. Keesokan harinya, Haru kembali ke keadaan normalnya. Dia berencana untuk membersihkan seluruh rumah. Api yang dia nyalakan ternyata mulai merambat seiring dengan angina yang datang dan naik ke atas rumah ketika Haru sedang mengelap jandela sambil berbalik. Sementara itu, Hwal sedang ada di dalam rumah. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru hingga tidak sadar kalau tirainya terbakar.

Untungnya ada Hae-yoon yang muncul dengan mobilnya yang melihat nyala api jadi Haru dan Hwal akhirnya sadar apa yang terjadi. Haru berlari untuk memadamkan api itu dengan selang dari taman. Hae-yoon mencoba untuk menenangkan temannya tapi Hwal terlalu marah dan dia menarik tas Haru dan menyeret adik tirinya itu ke mobil. Dia akan segera mengirim Haru pulang. Ajaibnya, Hwal mendapat telpon darurat pada saat itu dan dia serta Hae-yoon harus segera ke kantor untuk menyelesaikan bencana itu.

Sebuah iklan telah keluar yang meniru iklan mereka yang baru2 ini disyuting, bahkan gambarnya sama. Ini masalah besar – mereka menghabiskan banyak waktu dan uang untuk membuat iklan ini – dan bos mereka, Pimpinan Kim, mencela mereka karena kesalahan itu. Karena merupakan orang yang bertanggung jawab pada masalah, Hwal menundukkan kepalanya penuh sesal dan menelan harga dirinya untuk minta maaf. Tapi Hae-yoon mempermasalahkan ketidakadilan Kim dan omelannya yang tidak sedap. Dia pergi dengan marah2. Di sisi lain, Hwal tetap lembut dan berlutut untuk meminta maaf dimana hal ini menyebabkan Kim tidak bisa berkata apa2.

Hwal sadar kalau ini bukan kebetulan dan dia pun langsung menemui mantan bos-nya. Pria itu sama sekali tidak menyesal dan malah mengatakan kalau inilah dunia periklanan. Bahkan dia sempat2nya menawari Hwal posisi di kantor barunya. Hwal memandangi pria ini dengan tidak percaya sebab dulu dia sangat menghormati pria itu sebagai orang yang baik. Hwal bertanya, “Kenapa kau berubah seperti ini?” Mantan bos-nya hanya berkata, “Kenapa, kau ingin memukulku?”

Hwal mengabaikan telpon dari Su-in ketika dia memikirkan hal iklan ini berulang-ulang. Jadi sedikit mengejutkan ketika Hwal tiba di depan rumah Su-in. Wanita ini bahkan tidak berani berharap Hwal akan datang menemuinya tapi Hwal ada disini. Hwal mengangkat tangan ke pipi Su-in dan Su-in memeluk Hwal. Akan tetapi Hwal kemudian mendorong Su-in menjauh dan harapannya pun hancur.

Hwal berkata, “Kembalilah ke Kanada. Aku sedang tidak baik2 saja. Aku mendapatkan masalah karena kau. Aku tidak bisa memutuskan apa-apa. Kita hidup terpisah saja.” Su-in meminta Hwal untuk tidak mengusirnya jauh. Su-in berkata, “Aku salah. Aku tahu aku salah. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan kedua?” Hwal hanya menyerahkan paket obat pada Su-in dan berkata, “Jangan sampai sakit!” Hwal kemudian masuk ke mobilnya dan pergi.

Haru melihat mobil Hwal terparkir di luar jadi dia kesana dan mengetuk jendelanya. Haru meminta Hwal sekali lagi agar dia diijinkan tinggal. Kata2 Haru sama dengan Su-in di adegan sebelumnya dimana dia mengatakan kalau dia bersalah dan diminta diberikan satu kesempatan lagi. Karena tidak mendapatkan jawaban, Haru mengatakan kalau dia berharap kakak tirinya itu memberitahunya apa saja yang harus dilakukan jadi dia bisa melakukannya. Kemudian Haru kembali ke dalam.

Pada pagi harinya, Haru telah memutuskan untuk menyerah saja. Dia merasa sudah tidak ada cara buat merubah pikiran Hwal. Haru memberitahu Hae-yoon kalau dia akan pergi. Haru mengatakan kalau dia akan menyewa kamar meski dia tahu ayahnya tidak akan suka. Hae-yoon tidak suka ini dan mengatakan kalau itu solusi yang buruk. Akan tetapi, Haru mengatakan kalau dia tidak bisa menyerah bermain skating tanpa mencobanya dulu jadi dia harus tinggal di Korea.

Untuk itulah, ketika Hwal masuk Hae-yoon langsung memberitahukan rencana Haru dan meminta Hwal untuk merubah pikirannya. Saat Hwal muncul di sekolah Haru untuk menjemputnya, Haru memandang mobil Hwal dengan curiga jangan2 dia akan diantar ke stasiun. Haru masuk ke dalam mobil meski dia masih sedikit khawatir. Hwal menanyakan tentang rencana Haru untuk menyewa kamar dan menegaskan kalau itu hal buruk lagipula Haru tidak punya uang. Haru mengatakan kalau dia masih punya simpanan dan meminta Hwal untuk tidak khawatir sebab dia tidak akan meminta uang pada Hwal.

Hwal berkata, “Kau tidak perlu memasak atau mebersihkan rumah atau mencuci, jadi jangan melebih2kan itu. Kalau kau membuat satu kecelakaan lagi maka aku akan benar2 mengusirmu.” Perlu waktu lama bagi Haru untuk mencerna kata2 Hwal ini sampai dia akhirnya sadar dan mengucapkan terima kasih karena mengijinkannya tinggal. Tapi Hwal mengingatkan itu hanya satu tahun saja. Haru keluar dari mobil dengan gembira lalu maik ke tangga dimana dia menyapa Su-in. Tidak disangka, Su-in malah memperhatikan Hwal. Su-in pun bertanya siapa yang mengantar Haru. Dia pun tahu kalau Haru tinggal dengan kakaknya.

Ini memberikan Su-in ide cemerlang untuk memperbaiki jalannya yang buntu dengan Hwal. Su-in memanggil Haru ketika dia tiba di lapangan es. Sebenarnya Su-in ingin kembali ke Kanada segera, apalagi setelah perdamaiannya yang gagal. Makanya dia menolak untuk melatih skater muda bahkan dia menolak tawaran ibu Hye-jin. Sekarang Su-in bertanya pada Haru, “Apa kau benar2 ingin berlatih denganku?” Dengan antusias Haru mengangguk, “Ya!”

Su-in kemudian beralih ke ibu Hye-jin dan menawarkan diri untuk melatih Hye-jin tapi dengan syarat kalau dia akan melatih Hye-jin dan Haru bersama. Hye-jin menolak keras hal ini sementara Haru menerimanya. Tapi ini kesempatan besar yang sayang kalau dilewatkan jadi ibu Hye-jin menerimanya. Melihat Haru meluncur, Su-in berkata pada diri sendiri, “Kau akan menjadi orang yang menyelamatkanku!”

Beberapa hal terjadi di kantor. Yang pertama senior direktur mengajak Sang-hee ke sebuah tugas dan memarahi Sang-hee karena sikapnya yang kaku. Dia juga memarahi Sang-hee karena sikapnya itu memberikan nama yang buruk untuk wanita. Dia bahkan menyuruh Sang-hee untuk menemukan pekerjaan di tempat lain. Kritik ini sebenarnya dapat dimengerti tapi jelas melenceng jauh jadi Sang-hee hanya bisa menurut dan mempersiapkan surat pengunduran diri yang ditulis tangan.

Yang kedua, Pimpinan Kim menerima permintaan maaf Hwal dan malah mengambil kesempatan untuk meminta Hwal agar mencarikan model agar bisa menemani mereka minum. Hwal melakukan yang terbaik untuk mencari model yang tepat tapi tidak bisa datang tepat waktu ke pertemuan itu. Jadi dia mucul di bar malam itu sendirian. Pimpinan Kim sangat marah. Dia berharap akan diperlakukan dengan baik.

Hwal sudah cukup punya masalah di kantor dan malah mengkritik bosnya itu dengan mengatakan kalau dia tidak hanya akan diam dan menerima saja semuanya. Hwal mengatakan kalau Kim sudah punya istri dan memintanya untuk menjaga sikap. Hwal kemudian keluar dari bar itu dan tahu dia pasti kehilangan pekerjaannya tapi setidaknya dia sudah bebas dari satu beban. Dia menelpon Hae-yoon dan mengumumkan, “Ayo tinggalkan perusahaan dan mencipatkan perusahaan sendiri. Ayo bersikap mandiri!”

Sementara itu, Hae-yoon dan Sang-hee sedang menuju jalan selanjutnya untuk menjadi pasangan… ketika episode ini berakhir, kita disuguhkan narasi oleh Haru.

Haru: “Dari sini, kita menuju ke zona ‘ciuman dan tangis’. Seberapa jauhkan itu? Apa kita hanya memulai perjalanan ini seperti ini? Apa rasanya di dalam wilayah itu? Kau mungkin akan terbebas dengan ciuman karena mungkin kau takut mati, atau banjir air mata karena tangis.”

Haru dan Hye-jin mulai berlatih dan Hwal mengendarai mobilnya. Hwal terlihat tenang dan bersemangat…

Haru: “Tapi kau terus maju. Zona ‘ciuman dan tangis’ mungkin menakutkan, tapi pertama-tama kau harus masuk. Zona ‘ciuman atau tangis’, hajar!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s