Sinopsis The Return of Iljimae Episode 7

Ketika Iljimae terdampar di Jepang, Wang Hweng Bo sedang mencoba kabur dari penjara. Tapi tentu saja tidak berhasil. Dia ingin menguatkan kakinya untuk rencana kabur yang selanjutnya.

Gu Ja Myung menghadapi masalahnya sendiri. Semuanya bersumber dari pejabat yang menikam Cha Dol karena mencuri. Pria sombong itu adalah alasan kenapa Gu disalahkan karena gagal menangkap Iljimae, begitu pula dengan pembunuhan di pasar. Sebagai hukuman, Gu dicopot dari jabatannya dan dikirim ke pengasingan. Dia dipenjara selama semalam – di dekat Wang Hweng Bo – dimana untuk keesokan harinya dia dipindahkan dengan kawalan. Anak buah Gu tahu kalau dia orang baik tapi tidak bisa berbuat apa2 sebab pejabat sombong itu punya pengaruh besar. Mereka melepas Gu dengan berat hati.

Tak ada yang mengganggap kejadian itu seberat Soo Ryun. Ketika Gu pergi, dia berusaha menahan air mata dan menyatakan kalau dia akan menunggu Gu hingga kembali. Soo Ryun berfokus pada kasus pembunuhan di pasar sebab dia percaya bila dapat memecahkan kasus itu maka Gu akan kembali. Ketika menginterogasi ulang Bae Sun Dal, pria ini menyebutkan sesuatu yang sangat mengganggunya – tepat sebelum mayat itu ditemukan, dia bertabrakan dengan pria yang punya tahi lalat di pipi. Pada waktu itu, dia mengganggap hal itu tidak penting tapi itu ternyata terus mengganggunya.

Dengan informasi ini, Soo Ryun melacak penjahat itu dan berhasil membuntutinya. Masalahnya adalah, meski mereka berhasil menangkap pria itu dan menginterogasinya, pria itu adalah pembunuh bayaran. Dia menolak untuk mengatakan siapa orang yang telah membayarnya untuk membunuh.

Gu melakukan perjalanan jauhnya dengan diikat. Ketika dia dan pengawalnya berhenti untuk makan, Gu mendengar beberapa pria merencanakan akan melakukan penyerangan dan pemerkosaan terhadap seorang mantan gisaeng bernama Bae Mae, yang hidup sendiri. Gu meminta pada pengawalnya agar membiarkannya pergi sebentar sebab ada sesuatu yang harus dia lakukan atas nama penegakan keadilan dan aturan. Dengan reputasi Gu yang bagus, pengawal itu setuju dan melepas ikatan Gu. Dia bahkan ingin membantu.

Kedua pria itu mengintai rumah Baek Mae malam itu. Dan selagi mereka menunggu, Gu memandangi Baek Mae dari tempatnya bersembunyi. Tak lama kemudian, sekelompok pria mengendap-endap di halaman rumah Baek Mae. Gu dan pengawalnya yang mendengar teriakan Baek Mae segera melompat dan berkelahi dengan para pria itu.

Gu bertanya pada Baek Mae apakah dia masih ingat dengannya. Gu menyebutkan namanya dan ternyata hal itu membuat Baek Mae kaget dan menjauhkan dirinya dari Gu. Tanpa mengucapkan terima kasih, Baek Mae mengatakan kalau dia tidak pernah meminta bantuan Gu. Dia lalu mengurung dirinya di rumahnya. Pengawal Gu benar2 marah dengan sikap Baek Mae tapi Gu hanya berkata, “Itu karena dia pernah disakiti oleh pria!” Tujuan Gu sudah tercapai, dia melanjutkan perjalannya sambil berpikir, “Jika dia hidup, kita akan bertemu lagi di lain waktu!”

Sekarang kembali ke pahlawan kita, Iljimae. Setelah diselamatkan, dia terbangun di rumah seorang pria baik dan istri pria ini merawat Iljimae dengan baik sejak ditemukan di pantai. Ketika Iljimae berjalan-jalan keliling, dia melihat putri pasangan itu, Rie (Sandara Park), yang menderita penyakit serius. Ibunya menemani gadis itu di sisinya dengan wajah khawatir dan ayahnya juga sama terlihat khawatirnya.

Iljimae memperhatikan seorang pria, Kotari, yang berkeliling di sekitar rumah. Dia kemudian menemukan Kotaro di sebuah kuil. Iljimae bertanya pada Kotaro tentang penyakit yang diderita Rie, tapi tidak ada yang tahu apa penyakit itu. Yang mereka tahu adalah Rie akan segera meninggal. Kotaro itu tipe pria pendiam yang memendam marahnya dan mengatakan kalau doa-nya sama sekali tidak berguna, “Tapi, hanya ini yang bisa aku lakukan!”

Iljimae tiba2 ingat pada tas-nya. Dia lantas mengeluarkan ginseng gunung yang diberikan ayah Dal Yi padanya. Dia memberikan ginseng itu pada pasangan suami istri itu sebagai ucapan terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawanya. Dal Yi pernah mengatakan tentang kekuatan menyembuhkan ginseng langka itu. Pasangan Jepang itu mengakuinya dengan sangat terheran2. Ibu Rie meraih tangan Iljimae dan berkata, “Kau telah menyelamatkan putri kami.”

Rie dengan segera bisa bangkit dari tempat tidur dan berjalan-jalan serta melakukan kegiatannya yang biasa. Dia dan Iljimae menghabiskan banyak waktu bersama ketika Iljimae membantu ayah Rie dengan pekerjaan pandai besi, memancing serta pekerjaan sejenisnya. Ketertarikan Rie pada Iljimae terlihat jelas saat Rie menyebutkan betapa dekat jarak negara mereka. Iljimae tidak membesarkan hati gadis itu. Dia tetap ramah meski sering menyendiri.

Rie bertanya pada Iljimae kenapa dia tidak meminta ayahnya untuk melatihnya. Iljimae menjawab kalau dia sedang belajar. Tapi Rie mengatakan kalau bukan melatih sebagai pandai besi – tapi ninja. Ini sebuah kejutan buat Iljimae sebab dia tidak tahu kalau ayah Rie ternyata seorang ninja. Rie mengajak Iljimae ke sebuha kamar rahasia di rumah itu dimana mereka menemukan senjata seperti pedang, nunchaku, shuriken, dan lainnya. Rie menyarankan agar Iljimae meminta ayahnya untuk melatihnya. Normalnya, ayah Rie tidak akan mau tapi dia pasti tidak menolak karena Iljimae sudah menyelamatkan nyawa Rie.

Jadi dimulailah latihan ninja, yang juga dilakukan dengan Rie. Pelatihan ini melibatkan semua senjata dan membuat mereka harus naik ke puncak pohon hingga ke bawah air. Pada saat yang sama, Kotaro yang patah semangat menyaksikan Iljimae dan Rie yang semakin terikat. Ketika Iljimae sudah sampai di tingkat tertentu, ayah Rie menyerahkan sebuah shuriken pada Iljimae sebagai bagian terakhir dari latihan itu. Iljimae akan tinggal di hutan dan menggunakan senjata itu untuk mendapatkan makanan. Jika Iljimae tidak berhasil, takdirnya adalah mati kelaparan. Ayah Rie juga mengatakan kalau sekarang diantara mereka tidak ada hutang lagi. Semuanya tergantung pada kemempuan Iljiame untuk menjadi seorang ninja.

Rie sangat khawatir pada tugas berat ini ketika Iljimae menuju ke hutan dengan hanya berbeka sebuah shuriken. Iljimae memanjat pohon, mengikuti kelinci tapi semuanya perjuangan ini semakin membuatnya lemah. Pada suatu waktu, kakinya bahkan terjerat di semak2 ketika Iljimae mulai mengejar satu buruan yang membuatnya jatuh ke tanah. Kitaro tiba2 muncul dan melihat betap kelelahannya Iljimae. Dia memberikan sebuah tip: mata harus melihat sebelum tubuh bergerak. Kata2 Kotaro itu pasti sangat hebat sebab Iljiame tiba di rumah Rie beberapa saat kemudian. Dia terlihat sangat kacau dan kelelahan sambil membawa seekor bebek yang mati.

Kedua orang tua Rie sangat senang karena Iljimae lulus tes itu. Tapi Rie terlihat sangat cemas. Dia mengatakan kalau yang masih tersisa adalah test melempar shuriken yang akan berlangsung beberapa hari lagi di festival desa dan setelahnya, Iljimae akan resmi menjadi seorang ninja. Ada hal lain dalam kegembiraan Rie yang tidak disadari Iljimae. Ketika dia bertanya pada Kotaro tentang test itu, Kotaro mengatakan kalau Iljimae dengan kemampuannya yang luar biasa akan mampu melewati tes itu bahkan dengan mata tertutup. Kotaro tahu Iljimae tidak mengerti Rie menyemangatinya menjadi ninja, Kotaro menambahkan, “Dengan begitu, Rie bisa menikahimu!” Masalahnya, seorang ninja tidak bisa menikahi orang yang bukan ninja.

Pada festival itu, Rie akan mengikuti upacar pertambahan usianya dimana pada saat itu dia juga akan menunjuk pria yang ingin dia nikahi. Sebelum Iljiame datang, Kotaro adalah satu2nya calon Rie. Jujur saja, Iljimae tidak pernah tertarik pada Rie, dia sudah punya wanita lain. Iljimae menjawab kalaupun Rie menyebutnya, dia tidak bisa menikahi Rie. Kotaro mengatakan, “Jika kau menolaknya, dia harus tetap sendiri seumur hidupnya!”

Kotaro menunjuk seorang wanita paruh baya yang menyedihkan. Dia ditolak dan sekarang harus menderita seumur hidupnya. Jika ini masalahnya, Iljimae jadi bertanya-tanya, “Kenapa kau menolongku di hutan?” Kotaro memerlukan waktu lama untuk mejnawab ini dan akhirnya dia berkata, “Aku juga tidak tahu!” Iljimae memikirkan dilemma ini selama beberapa hari ke depannya saat Rie sedang mempersiapkan upacara itu. Dia tidak bisa menikahi Rie tapi gagal dalam tes itu akan membuat ayah Rie kecewa. Dan menolak Rie akan membawa Rie ke kesepian seumur hidup.

Tidak sadar dengan perjuangan Iljimae, Rie menantikan tes Iljimae dengan antusias. Ini hanya formalitas jadi sebenarnya dia sudah dipastikan menjadi ninja. Iljimae diberikan sebuah shuriken dan dia berdiri di depan sebuah lilin yang menyala dan di depan para juri serta para penonton. Iljimae memerlukan waktu lama untuk melihat targetnya dan ketikan shuriken dilempar, Iljimae malah mengarahkannya ke tembok. Karena keluarga Rie tahu kemampuan Iljimae jadi mereka sadar dia melakukan ini secara sengaja. Rie sendiri sangat sakit pada penolakan ini.

Di rumah, ayah Rie bertanya apakah ini artinya Iljimae akan pergi. Waktu dia mengiyakan, ayah Rie menghadiahinya sebuah shinobi katana (pedang). Iljiame kaget dan berkata, “Aku tidak berhak menerima…” Ayah Rie mengatakan kalau tugas utama seorang ninja adalah membuat dirinya selamat. Malam itu, Rie menemui Iljimae sebelum dia pergi. Iljimae mencoba mengatakan pada Rie kalau Kotaro jauh lebih baik untuknya. Tapi Rie memotong pembicaraannya. Rie menggenggam Iljiame sambil menangis dan menciumnya.

Sambil terisak, Rie mengucapkan selamat tinggal dan pergi terburu-buru. Keesokan harinya, Iljimae berangkat. Dia mengikuti jejak di pinggir danau ketika sebuah suara berteriak memanggilnya dari seberang: Kotaro! Kotaro yang biasanya bicara lembut sekarang malah berteriak dan mengatakan kalau dia tahu Iljimae sengaja mengalah dalam tes itu. Iljimae berkata, “Jaga diri,” dan diapun mulai pergi. Tapi Kotaro memanggil namanya lagi. Dia menyerukan, “Kau temanku, Iljimae!” Iljimae menjawab, “Ya, kau temanku, Kotaro!” kemudian Iljimae berteriak lagi dan mengatakan, “Kotaro, aku punya permintaan! Buat Rie bahagia!” Di seberang sungai, Kotaro melambaikan tangannya yang dibalas oleh Iljimae.

Sudah tiga tahun Iljimae tidak berada di ibukota. Orang jahat yang dulu melakukan pembunuhan dan melimpahkan pembunuhan itu pada Iljimae, sedang merencanakan sebuah kejahatan baru. Dia meletupkan perang dengan kelompok lain. Pertarungan besar diantara penjahat terjadi. Pertarungan meluas ketika grup lain membawa petarung yang sangat kuat dan tentu saja dia dapat dengan mudah mengalahkan lawannya. Tapi grup yang pertama tidak mau kalah. Mereka membawa petarung andalan mereka – Bulgasari Raksasa. Dalam pertarungan ini, Bulgasari yang menang.

Ketika Iljimae kembali ke Korea, dia mengunjungi biksu Yeol Gong, yang menyambutnya dengan senang dan bertanya tentang perjalanan Iljimae. Yeol Gong bertanya tentang maksud kembalinya Iljimae. Iljimae menjawab kalau dia lahir di Korea dan dia orang Korea. Tapi dia tidak punya keluarga disini dan tidak ada yang menyambut kedatangannya. Tapi, Iljimae merasa terikat pada negeri ini ketika dia membaca puisi yang ditulis ibunya untuknya.

Iljimae mengatakan pada Yeol Gong kalau dalam perjalanannya kembali, dia bertemu dengan biksu lain yang mengenal Yeol Gong. Mendengar nama Tae Gam, Yeol Gong menjawab kalau mereka belajar bersama dan Tae-gam adalah orang yang ahli bela diri. Di Jepang beberapa waktu yang lalu, kita melihat bagaimana Tae-gam dan Iljimae bertemu. Biksu itu melihat Iljimae memakan nasi dan memberikan lauk padanya untuk melengkapi nasinya. Iljimae mengenali makanan itu sebagai makanan Korea dan Tae-gam langsung menjelaskan kalau dia selalu merasa bersedih pada tentara yang hanya makan nasi jadi membuatkan itu untuk mereka. Tae-gam menggunakan nama Dakuan.

Mereka berjalan beberapa saat sampai mereka tiba di sebuah lokasi di sebuah hutan dimana Dakuan berjanji untuk bertemu dengan seseorang – seorang pahlawan yang tidak pernah kalah dalam bertarung. Rupanya Dakuan ingin agar Iljimae bertarung dengan orang ini. Dakuan sudah memerhatikan pedang yang dibawa Iljimae dan menebak kalau pria ini pasti punya kemampuan. Pendekar itu melihat Iljimae dengan cepat dan merasa bahwa ini adalah lawan yang kuat. Dia menantang Iljimae untuk bertarung.

Ketika Iljimae menolak ajakan itu, pendekar itu pura2 kehilangan minat kemudian dengan tiba2 dia meluncurkan serangan. Iljimae bereaksi dengan cepat, menarik pedangnya dan berputar sangat jauh. Gerak cepat Iljimae membaut firasat pendekar itu terbukti. Dia menarik tas Iljimae dan membukanya. Dia menemukan barang2 yang berhubungan dengan ninja. Pendekar itu mengatakan kalau pertarungannya sudah berakhir. Dia juga mengatakan kalau dia ingin mengetes Iljimae sebab dia suka pandangan mata Iljimae. Pendekar itu lalu bertanya pelajaran apa yang diikuti Iljimae sebagai seorang petarung.

Iljimae menjawab menggunakan kata2 Yeol Gong: “Mereka yang bisa dibunuh bisa juag diselamatkan!” Biksu dan Pendekar itu mengangguk. Ketika mereka berpisah, pendekar itu memberikan pahatan pada Iljimae: Patung Dewa Api. Benda ini akan melindungi Iljimae. Iljimae bertanya siapa nama pendekar itu. Ternyata dia adalah si ninja terkenal: Miyamoto Musashi.

Kembali ke masa kini. Yeol Gong bertanya apa rencana Iljimae selanjutnya. Iljimae menjawab kalau sambil menunggu hari dimana dia bisa bertemu dengan ibunya, dia akan menggunakan kemampuan yang dia pelajari untuk menolong orang yang lemah.

Setelah tiga bulan kembali, Iljimae melihat bagaimana orang biasa hidup. Ibu kota dipenuhi para gang dan pencuri. Iljimae berencana untuk membantu Gu Ja Myung menjalankan kota dengan baik.

Segera, Iljimae kembali ke Hanyang. Wol Hee melihat sekilas sosok Iljimae di pasar dan langsung berjalan ke tempat Iljimae…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s