Sinopsis Triple – Episode 1

Lee Haru punya semangat luar biasa. Dia suka sekali skating meski dia melupakan mimpinya untuk menjadi skater professional beberapa tahun yang lalu dan sekarang dia hanya melatih skating untuk anak2 di lapangan es lokal. Tapi keinginannya itu tidak mati, hanya tidur dan sekelompok murid dari Seoul menghidupkannya kembali. Haru juga kelebihan berat badan tapi itu tidak masalah buatnya. Dia tetap menjalani hidupnya dengan ceria.

Salah satu murid paling tua itu dulu sering berskating bersama Haru, dulu waktu dia adalah siswi terbaik. Tapi sekarang dia bahkan tidak mau mengenali Haru dan bersikap belagu. Sikap ini membuat Haru kesal dan mengumumkan kalau dia baru saja bisa melakukan lompatan triple. Dia menantang gadis itu untuk melompat.

Akan tetapi, Haru sudah lama tidak latihan serius dan dia tidak mampu melompat! Berkali-kali Haru jatuh di atas es. Tapi berkali-kali pula dia bangun dan mencoba lagi. Pelatih dari Seoul sangat terkesan dengan usaha Haru. Hanya saja, skater yang lain segera mengakhiri pertandingan yang tidak seimbang ini dengan melakukan lompatan triple dalam sekali coba!

Haru kecewa tapi juga terkesan dan dia tetap berada disana meski lapangan sudah kosong – dia hanya ingin melakukannya sekali saja, untuk membuktikan pada dirinya. Ketika pelatih dari Seoul kembali untuk mengambil hp-nya yang tertinggal, Haru bertanya kenapa dia tidak bisa melakukan triple. Pelatih mau membantu Haru berlatih. Dan meski dia tidak pernah bisa melakukan triple itu, dia cukup terkesan karena mampu melakukan putaran penuh.

Pelatih mengagumi kegigihan Haru dan berkata padanya, “Kalau saja kau lebih muda – betapa sayangnya!” Ketimbang menangisi hal ini, Haru malah merasa memiliki energi baru. Dia menjadikan hal itu sebagai semangat kalau dia punya bakat yang mumpuni. Masalahnya adalah, agar bisa berlatih dengan cukup, dia harus berlatih dan tinggal di Seoul. Untuk melakukan itu, dia perlu mengenal seseorang di kota itu.

Sementara itu, Hwal diberikan kesempatan besar untuk melakukan presentasi buat memenangkan klien dalam pengiklanan. Dia memusatkan seluruh perhatiannya untuk pekerjaan ini. Ini adalah masalah besar dia mendapatkan pekerjaan ini soalnya bos-nya merasa dia adalah saingan berat. Hubungannya dengan Hwal juga baik2 saja. Tapi, bos Hwal itu tetap merasakan ketidaknyamanan. Jadi dia mengatakan pada Hwal kalau dia akan menerima tawaran untuk pindah ke tempat lain.

Kantor Hwal adalah tempat yang dipenuhi dengan energi. Lebih normal bagi pegawai2 disana untuk menghabiskan malam di kantor saja. Hwal sendiri sudah tidak berada di rumah selama 2 bulan. Ketika Haru mengirimkan bekas kakak tirinya itu coklat valentine (yang selalu dia lakukan tiap tahun), Hyun Tae menangkapnya lalu memakannya. Kemudian, dia bertanya2 apakah dia dan Hae Yoon wajib mengirim balasan.

Ketika Haru menerima surat, dia sangat senang. Soalnya, Hwal tidak pernah repot2 untuk tetap berkomunikasi dengannya. Ini juga menimbulkan ide di kepala Haru. Sebab, Hwal adalah orang yang dia kenal dan dia tinggal di Seoul. Dia meminta ayahnya agar mengijinkannya pindah ke kota itu tapi ayah tetap keras pada masalah ini. Presentasi Hwal berjalan dengan baik dan bahkan rekan2 kerjanya sangat terkesan. Mereka memenangkan klien itu dan pergi untuk merayakannya.

Hwal, Hyun Tae dan Hae Yoon adalah sahabat kental. Mereka terlihat sangat gembira. Mereka saling bercanda. Dan kelihatannya, dalam adegan ini Hyun Tae dan Hwal bekerja sama untuk menggoda Hae Yoon.

Di sisi lain, Hae Yoon dan Hyun Tae membiacarakan Hwal dengan nada khawatir. Soalnya, Hwal tidak pernah pulang ke rumah dan dia bertingkah aneh sejak pulang dari sebuah liburan. Di adegan lain, Hwal dan Hae Yoon saling terikat untuk mendedikasikan diri untuk pekerjaan mereka. Mereka juga sadar kalau Hyun Tae belum berkembang.

Dengan berakhirnya presentasi, Hwal kembali ke rumah. Dia diam sambil minum bir saat melihat pesan yang dia terima. Dia membaca pesan itu yang merupakan salam dari Choi Su In. Ketika Hwal membuka inbox-nya, dia mendapat banyak sekali pesan dari Su In, dengan subject seperti, ‘Suami, apa kau masih hidup?’, ‘Aku ingat pertemuan pertama kita di Kanada.’, ‘Malam ini aku makan ramen untuk makan malam, aku bertanya2 apa yang kau makan?’ dan sebagainya. Mereka semua belum dibaca dan Hwal malah menghapusnya.

Sementara itu, Hae Yoon terjebak dan harus mau mengantar Sang Hee pulang ke rumah. Ini tentu hal yang sudah sering terjadi dan para pria selalu cekcok tentang siapa yang akan melakukannya hari ini. Hae Yoon kalah dalam permainan ‘batu gunting kertas’ jadi harus melakukan kewajibannya.

Hae Yoon melihat dengan jijik waktu melihat Sang Hee muntah di toilet. Dengan enggan, dia membantu Sang Hee bangun. Ketika Hae Yoon melakukan ini, Sang Hee memandangnya dengan tatapan baru. Dia condong ke depan untuk mencium hidung Hae Yoon. Dia cekikikan dan berkata kalau dia selalu ingin melakukan hal itu dan melakukannya lagi. Hae Yoon pada awalnya mengomel dengan marahnya tapi itu malah menuntun ke bagian berciuman. Kissy time!

Pada pagi harinya, Hae Yoon menyiapkan sarapan sedangkan Sang Hee bangun dengan grogi dan bertanya apa yang terjadi. Melihat Hae Yoon ada di dapur, Sang Hee jadi ketakutan mengingat kejadian tadi malam. Awalnya dia ingin menghindarinya… tapi kemudian memutuskan untuk melupakan ini saja. Kelihatannya Hae Yoon ingin menanyakan perubahan status hubungan mereka. Tapi Sang Hee menyarankan agar dia bisa bebas berbuat sesuai keinginannya dan Hae Yoon setuju. Mereka bisa melupakan hal itu. Saat sampai di kantor semua orang memperhatikan kalau baju yang mereka pakai adalah yang kemarin. Hae Yoonn berusaha mengganti topic tapi Sang Hee bercerita pada Hyun Tae yang langsung berteriak, “Kalian tidur bersama?!”

Ayah Haru melihat putrinya berlatih dengan giat dimana dia sering sekali jatuh. Ayah akhirnya memutuskan untuk membiarkan Haru pergi. Ayah mengeluh pada pelatih Haru kalau menjauhkan anaknya dari hal yang dia sukai hanya akan membuatnya sakit. Jadi ayah menemui Hwal. Ayah menerima penerimaan yang dingin dari Hwal. Dia mengatakan kalai dia tidak pernah memikirkan Haru sebagai adiknya dan dia tidak bisa membantu ayah. Dia tidak akan mau menampung Haru bahkan hanya untuk satu tahun. Tapi dia akan membantu ayah untuk mencarikan asrama untuk Haru.

Di sisi lain, Haru berlari ke Hae Yoon ketika dia sampai di rumah. Percakapan mereka sangat menyenangkan. Hae Yoon sangat bingung pada Haru yang langsung membuat dirinya nyaman dan berkata kalau dia dibesarkan di rumah ini. Hae Yoon mengerti ini dan menghubungi Hwal kalau saudara tirinya ingin tinggal dengannya. Ketika Hwal berteriak pada Hae Yoon untuk menyuruh Haru pulang tapi menolak, Hae Yoon malah mengatakan kalau kakak tiri Haru merasa sangat senang bila Haru tinggal bersamanya.

Haru sangat senang dan pulang ke rumah untuk memersiapkan segalanya. Dia berlatih untuk dapat melakukan lompatan triple. Dia sipa pindah dan mengirim barang2nya ke rumah Hwal. Hwal kesal karena semua barang2 Haru sudah sampai di halaman rumahnya dan malah menyuruh agar barang2 itu dikirim lagi ke pengirimnya. Kemudian dia mendapat telpon dari Haru yang mengumumkan kalau dia sudah tiba di Seoul.

Haru ada pertunjukkan di lapangan es dan harus menghadirinya. Setelah itu baru dia akan pulang. Hwal ingin bilang tidak tapi Haru menelpon dari telpon umum di stasiun dan dia kehabisan koin jadi telponnya putus.

Hae Yoon dan Hyun Tae memutuskan akan sangat baik bila mereka menonton acara Haru dan memutuskan untuk datang ke lapangan es. Di tempat itulah Hyun Tae berlari ke tempat Su In dan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Sementara itu, Hwal melihat foto Su In, yang dipajang di tembok, dengan rasa sakit. Dia memutuskan untuk datang ke acara itu untuk bicara dengan Haru. Hwal masuk tepat ketika Haru memulai pertunjukkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s