Sinopsis Chuno – Episode 11

Dae Gil mabuk berat. Dia mengatakan pada Seol Hwa kalau dia adalah pria paling jahat di Korea. Seol Hwa mencoba menghibur Dae Gil. Dia menyuruhnya untuk menangis saja, melepaskan semuanya. Tapi Dae Gil tidak bisa menangis apalagi di depan seorang wanita.

Dae Gil akhirnya ambruk. Seol Hwa menyeretnya untuk menyelimutinya dan membiarkannya tidur. Tapi Dae Gil kemudian menarik Seol Hwa dan menggenggamnya erat sekali. Awalnya Seol Hwa berusaha melepaskan diri tapi ketika dia mendengar penderitaan di suara Dae Gil, dia berhenti membebaskan dirinya. Seol Hwa lantas mengambil tangan Dae Gil.

Di tempat lain, di sebuah gudang yang sederhana, Hye Won aka Un Nyun, Song Tae Ha, Kwok Han Seom, dan Pangeran sedang menghabiskan malam. Mereka sedang dalam perjalanan untuk menemui lebih banyak lagi anak buah Tae Ha yang diaktifkan melalui pesan rahasia Almarhum Perdana Menteri Im. Sekarang, Un Nyun yang merawat Pangeran.

Sementara itu, Kwok lebih memilih diam di luar gudang sebagai penjaga. Tae Ha menyadari beban yang dipikul Kwok selama ini dan dia sama sekali tidak ingin membicarakannya.

Song Tae Ha masuk ke dalam gubuk dimana dia menyatakan sesuatu pada Hye Won. Dia berjanji padanya bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Hye Won. Dia lalu mengambil tangan Hye Won. Ketimbang merespon dengan baik, Hye Won malah mengkritik Tae Ha karena tidak bisa bersikap romantis. Kemudian Hye Won tersenyum.

Di Han Yang, gi-saeng favorit Perdana Menteri Lee, Chan, sedang menggoda beberapa bengasawan agar tinggal lebih lama ketika sebuah tembakan terdengar dan salah satu bangsawan ambruk ke tanah. Chan berteriak kertakutan. Satu tembakan lagi dan satu lagi bengsawan ambruk. Eop Bok telah menembak dua lagi bangsawan dan sekarang dia harus cepat kabur.

Eop Bok akhirnya bertemu Cho Bok, yang membantunya menyembunyikan senjatanya. Eop Bok memandang kagum pada Cho Bok sebab wanita itu begitu pintar menyembunyikan barang terlarang itu. Tapi, dia juga terlihat ragu – ragu karena sekarang dia berlabel pembunuh.

Keesokan paginya, Lee Gyeong Shik ada acara sarapan pagi dengan Chan. Gi-saeng ini menginformasikan pada Lee Gyeong Shik kalau dua bangasawan dibunuh lagi. Kedua bangsawan ini adalah kaki tangan Gyeong Shik. Chan mengemukakan teorinya: para bangsawan yang terbunuh itu ada hubungannya dengan proyek Lee Gyeong Shik di pasar tanduk kerbau. Lee Gyeong Shik terkejut mendengar laporan ini – ada seseorang yang ingin menghalanginya memperluas kekuasaannya.

Pagi musim dingin datang lebih cepat. Tae Ha, Kwok, Hye Won, dan Pangeran, melanjutkan perjalanan mereka. Hye Won kelihatan sangat menerima gagasan ‘Selamatkan Pangeran, Selamatkan Dunia’. Hye Won menasehati Kwok agar dia saja yang menggendong Pangeran dan berhenti memanggil Tae Ha ‘Jenderal’ karena hal ini menarik perhatian yang tidak diperlukan. Kwok kaget menerima perintah dari Hye Won. Siapa dia? Tapi Tae Ha melihat ada kebijaksanaan dalam kata-kata Hye Won.

Dae Gil dan Seol Hwa juga mulai bergerak. Dae Gil sudah terlihat lebih baik dan siap melanjutkan perjalanan. Tapi Seol Hwa lapar dan benar-benar ingin makan. Melihat Seol Hwa yang mengganggunya membuat Dae Gil teringat bagaimana dulu dia bertemu dengan Wang Son dan Choi.

Lima atau enam tahun lalu, Wang Son adalah seorang pencopet. Suatu hari, dia menargetkan Choi sebagai korbannya. Choi adalah siswa sekolah militer yang akan mengikuti ujian. Wang Song mengambil dompet Choi dengan cara menabrak pria malang itu lalu kabur untuk menemukan cara menhabiskan uangnya.

Wang Son yang berteriak kalau dia baru saja mendapatkan kekayaan menarik perhatian banyak orang. Salah satunya adalah Dae Gil, yang mulai beraksi dengan jurus ‘ biar aku lihat tanda pengenalmu’. Wang Son tentu tidak bodoh dan tahu dengan pasti kalau Dae Gil sedang menakut-nakutinya.

Wang Son melempar salju ke wajah Dae Gil dan kabur. Dae Gil marah dan mulai mengejar. Mereka berlari melewati lorong-lorong sempit hingga melompati tembok. Dan akhirnya, Wang Son berhenti juga… dihadapan Choi yang sangat marah. Dia mengeluarkan tombaknya dan memukul Wang Son.

Tapi, ketika Choi mendapatkan kembali dompetnya, Dae Gil muncul dan mengambilnya lagi. Dae Gil mengira Choi juga ikut mengincar uang Wang Son. Pertarungan dimulai lagi. Tapi setiap kali Wang Son mencoba mengambil dompet itu, dia selalu kena tinju.

Dae Gil memiliki ilmu bela diri yang memadai dan membuat pertarungannya jadi berlangsung lama. Dia akhirnya menyarankan untuk membagi uang itu saja. Choi tentu saja marah. Itu kan uangnya. Benar-benar uangnya yang akan dia gunakan untuk membayar biaya ujian. Tapi akhirnya Choi menyerah, dan setuju menyerahkan setengah uangnya pada Dae Gil. Tapi Dae Gil belum selesai. Dia menawarkan kesempatan pada Choi apa dia mau bergabung dengannya. Tentu saja Choi tidak siap menjalani hidup dengan Dae Gil.

Dae Gil: “Hey! Pria bijak! Jika nanti kau berubah pikiran, datang saja ke Dong Dae Moon di Han Yang. Aku bahkan akan memanggilmu Jenderal!”

Di sisi lain, Wang Son melihat ini sebagai kesempatan bagus dan akhirnya ikut dengan Dae Gil dan memanggilnya ‘Unni’. Dae Gil mau mengajak Wang Son bersamanya. Jadi sebenarnya Choi bukan jenderal sungguhan!

Kembali ke masa kini. Seol Hwa senang karena dia sudah tahu dari awal kalau Wang Son itu pria jahat. Dae Gil memiliki pandangan yang berbeda dan bertanya kenapa Wang Son disebut pria jahat. Dae Gil bertanya apakah hukum berharga untuk dihormati. Seol Hwa menjawab kalau tentu saja begitu. Jika kau melanggar hukum maka kau adalah penjahat.

Dae Gil mengangkat masalah penting. Di dunia perbudakan baik dan buruk tidak ada artinya. Mempertahankan integritas adalah hal yang paling baik. Tidak mengikuti hukum yang yang tidak mendukung bertahannya sebuah hubungan, tidak akan berpengaruh besar pada kehidupan.

Wang Son juga menerapkan hukum itu dan mencoba menjalin hubungan dengan wanita yang kesepian. Bosan tinggal di penginapan, Wang Son memerintahkan Choi untuk menerapkan seni merayunya. Mereka menemukan rumah orang kaya yang semua prianya sedang pergi berbisnis dan hanya meninggalkan para wanita di rumah. Choi dan Wang Son memulai aksinya.

Choi dengan cepat dipukul setelah menunjukkan tubuhnya yang diukir potongan kayu sementara, Wang Son mendapatkan apa yang diinginkannya. Sayangnya, Tuan rumah itu pulang dan Wang Son serta Choi harus keluar lebih awal.

Kembali ke Dae Gil dan Seol Hwa, yang sangat kelaparan dan kesal dengan rencana Dae Gil yang elbih memilih berjalan sampai mereka bertemu dengan Choi dan Wang Son. Rencana macam apa ini? Tapi ini adalah rencana jenius karena Wang Son dan Choi juga sedang berjalan ke arah mereka. Mereka berempat akhirnya bisa bertemu kembali.

Seol Hwa berlari senang ke Wang Son dan Choi sementara, Dae Gil hanya tersenyum.

Dae Gil: Apa kalian bebas dari masalah?

Choi: Tentu saja!

Dae Gil: Bagaimana denganmu?

Wang Son: Beginilah hidup! Tadi malam kami mendapat sedikit kesenangan! Haha!

Dae Gil: Dengan pria ini, apa lagi yang kalian lakukan selain pergi ke rumah seorang wanita dan membuat kekacauan!

Seol Hwa: Orabeoni, apa kalian tidak merindukanku?

Wang Son: Tidak.

Choi: Apa kau menjaga dirimu dengan cara khasmua selama ini?

Seol Hwa: Tentu saja! Di dunia ini hanya aku yang bisa melakukan itu.

Wang Son: Ahhh, apa itu benar?

Seol Hwa: Tentu saja!

Choi menyerahkan pesan rahasia yang ditemukan di rumah Perdana Mneteri Im kepada Dae Gil. Dia membacanya keras-keras.

Dae Gil: Bagi pria yang jejaknya tak bisa diungkap, kemampuan terburuknya tertidur…

Choi: Kelihatannya seperti kode rahasia yang hanya bisa dipecahkan oleh mereka…

Dae Gil: Kemampaun terburuknya tertidur… Wah-bool!

Wah Bool adalah patung Buddha tidur. Dan di Korea, ada satu tempat terkenal dengan patung Buddha tidur: Kuil Buddha Un Joo! Dae Gil mulai menghitung waktu dan jarak tempat itu. Jaraknya 2 hari bila berjalan kaki dan bisa 1,5 hari bila cepat-cepat. Tapi dia tahu hal itu tetap saja bakal terlambat.

Dae Gil mulai terlihat aneh dan Choi menarik Dae Gil untuk menghentikannya sebelum dia melakukan hal yang sangat bodoh. Tapi Dae Gil malah memukul Choi dan berlari kencang ke sebuah pos penjagaan militer dimana dia melihat kuda. Dae Gil dengan sigap berhadapan dengan 10 tentara tanpa senjata!

Dae Gil kemudian mengambil salah satu kuda dan pergi. Choi, Wang Son, dan Seol Hwa mengejar Dae Gil dan sampai ke para tentara yang bergeletakan di tanah. Wang Son dan Choi tidak percaya pada resiko yang diambil Dae Gil dan berpikir kalau dia pasti sudah gila. Sampai, Seol Hwa mengatakan tentang Un Nyun yang sudah menikah dan suaminya adalah seorang pria yang bernama Song Tae Ha. Choi dan Wang Son saling pandang. Mereka lalu menarik kuda yang tersisa dan mengejar Dae Gil.

Sementara itu, di Un Joo juga sudah terlihat Song Tae Ha dan yang lain. Mereka sekarang menunggu anak buah Tae Ha yang lain. Tak lama, yang ditunggu pun tiba. Kwok Han Seom akhirnya bertemu dengan teman-temannya. Mereka semua saling mengungkap tato budak masing-masing seperti yang dimiliki Tae Ha.

Mereka telah mengorbankan semuanya demi Pangeran yang sekarang ada di tangan Hye Won. Tae Ha sendiri masih terlihat terkejut bertemu dengan anak buahnya dengan tato budak di dahi masing-masing.

Kurang dari 10 mil, Dae Gil dan kawan-kawannya menghentikan kuda. Mereka tidak mau terlihat dengan kuda curian. Setelah berlari beberapa mil, mereka akhirnya sampai di dasar gunung dimana di atas gunung tersebut adalah letak patung Buddha tidur. Ketiga orang ini lalu membuat rencana penyerangan. Mereka akan mendekati Kuil Un Joo sehingga memperbesar kesempatan mereka untuk bertemu Un Nyun dan Tae Ha.

Pada saat itu, Tae Ha dan anak buahnya memberikan penghormatan pada Pangeran. Bagi mereka ini mempunyai makna utama. Inilah alasan kenapa mereka tidak menolak bila disebut pencuri. Pangeran adalah alasan kenapa mereka rela hidup direndahkan.

Sementara itu, Dae Gil berlari dengan kecepatan penuh sambil mengingat kekasihnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s