Sinopsis Chuno – Episode 8

Episode ini dimulai dengan sebuah flashback dimana Dae Gil menggendong Un Nyun dan menceritakan pada wanita yang dicintainya itu rencananya – dia akan lulus ujian nasional, mendapatkan posisi penting di pengadilan dan menciptakan dunia yang tidak mendiskriminasi kelas sosial seseorang. Dunia ini adalah dunia yang penuh dengan impian dimana dia dan Un Nyun bisa hidup bersama dalam keabadian.

Kembali ke masa sekarang…. Di episode sebelumnya, Hye Won aka Un Nyun yang pingsan menjatuhkan benda kesayangannya: batu pemberian Dae Gil! Apa yang bakal terjadi?

Pada pagi harinya, Seol Hwa dibangunkan oleh para pemburu budak yang ingin tahu apa yang dilakukan Seol Hwa pada kuda-kuda dan uang mereka. Dia mengatakan kalau dia menjual kuda-kuda itu dan menghabiskan semua uangnya untuk membeli makanan dan minuman. Choi kehilangan ketenangannya mendengar berita itu. Wang Son mengusulkan agar menjual Seol Hwa saja untuk menutupi kerugian. Akan tetapi, Dae Gil hanya bersikap dingin dan menyuruhnya untuk pergi saja. Seol Hwa pergi dengan penuh air mata.

Dae Gil menyadari kalau lagi-lagi Seol Hwa meninggalkan haegeum-nya. Berlawanan dengan sikap dinginnya pada wanita itu, dia menyelamatkan benda kesayangan Seol Hwa itu.

Sementara itu, Tae Ha membawa Hye Won ke rumah mantan atasannya. Ketika Hye Won tertidur, dengan perlahan-lahan Tae Ha membuka ikat kepalanya yang menunjukkan dengan sangat jelas tanda budak di dahinya. Tae Ha meninggalkan semangkuk bubur untuk Hye Won, pakaian baru, dan aksesoris rambut.

Tae Ha meminta maaf pada mantan atasannya karena sudah membawa masalah ke rumahnya. Laki-laki itu berhenti dari jabatannya ketika Joseon dikalahkan oleh Qing dan hanya memiliki harapan untuk menghabiskan sisa hidupnya dalam kedamaian.
Jenderal: Apakah wanita itu juga budak?
Tae Ha: Dia wanita dari kaum bangsawan. Dan aku bukan budak.

Jenderal mencela Tae Ha karena melanggar hukum dan menerangkan kalau di bawah hukum, dia masih seorang budak. Tae Ha menegaskan kalau dirinya difitnah namun Jenderal berkata hal itu bukan alasan. Seorang pegawai negeri harus selalu taat pada hukum – begitulah cara seseorang melayani rajanya dan menjaga rakyatnya.

Tae Ha: Kenapa kau menolak menyerah pada Qing dan meninggalkan pasukan? Bukankah itu melanggar hukum?
Jenderal: Ada perintah-perintah tertentu yang tidak bisa dipatuhi oleh seorang tentara.
Tae Ha: Sama saja bagiku.
Lalu Tae Ha memberitahunya kalau Im Young Ho sudah dibunuh oleh Chul Woong.

Di tempat lain, Mahasiswa Jo melanjutkan rencana almarhum Im Young Ho untuk menciptakan dunia baru. Dia menyebarkan pesan yang ditulis Im Young Ho dalam tinta tak terlihat pada orang-orang Tae Ha, yang selama dua tahun ini hidup sebagai budak. Setelah mengungkap dan membaca pesan rahasia itu, mereka ikut dalam acara makan makanan yang kaya serat.

Sementara Tae Ha berbincang dengan mantan atasannya, Hye Won/Un Nyun mengenakan hanbok dan jepit rambut yang dibawakan Tae Ha untuknya. Dia melihat luka di dadanya dimana tanda budaknya dulu berada dan kemudian menyadari kalau batu kesayangannya hilang. Dia mencarinya dimana-mana dan menyadari mungkin dia menjatuhkannya ketika pingsan. Dengan berat hati Hye Won mengenang kembali masa indahnya bersama Dae Gil dan batu itu.

Flashback: saat Dae Gil sedang belajar untuk ujian nasional, Hye Won membawakannya kudapan. Dia menarik wanita itu ke ruangannya dan mengingatkannya pada janjinya jika dia akan membawa Hye Won keliling negara, dan bercanda kalau dia mau meninggalkan ujian bila Hye Won menginginkannya. Mereka sebenarnya akan berciuman namun Hye Won mundur dan bertanya apakah dia tidak sedang dipermainkan. Waktu kecil, Hye berpikir kalau mereka sederajat, namun kemudian sadar kalau ada kelas yang memisahkan mereka.

Un Nyun mengingat semua ini dan berduka atas kehilangannya.

Tae Ha berkata dia akan pergi ke Pulau Jeju untuk menyelamatkan putra bungsu Pangeran So Hyeon, tapi Jenderal memperingatkannya kalau sejarah tidak dengan mudah dapat diubah. Akan tetapi, dia setuju untuk memperlambat waktu ketika Chul Woong tiba jadi dia dan Hye Won dapat kabur.

Hwang Chul Woong, yang dulunya adalah bawahan Jenderal, bertarung dengan atasannya. Dan jelas saja kalau mantan bawahan Jenderal dapat mengalahkannya.
Jenderal: Jadi kau sudah meningkat dengan pesat…
Chul Woong: Beristirahatlah dengan tenang.

Tae Ha dan Hye Won meninggalkan rumah Jenderal dengan pakaian seorang bangsawan. Mereka melewati Chun Ji Ho yang memperhatikan jika ada yang aneh dengan pasangan tersebut. Dia menyuruh pasangan itu untuk berhenti namun Tae Ha dan Hye Won selamat karena Chun Ji Ho mendapat tugas dari Chul Woong untuk mengurus mayat lagi.

Di pihat lain, orang-orang Baek Ho melanjutkan pencarian terhadap Hye Won. Bae Ho sendiri pergi menemui kakak Un Nyun dan memberitahukan bahwa Un Nyun telah menikah dengan Song Tae Ha. Sudah cukup buruk adiknya menikah dengan budak, Kim Seong Hwa (kakak Un Nyun) juga mengetahui kalau pemburu budak yang mengejar Tae Ha dan Un Nyun adalah Dae Gil. Pria yang disangkanya telah mati. Untuk melindungi adiknya, Seong Hwan memerintahkan Baek Ho untuk membunuh Dae Gil.

Karena Seol Hwa sudah menghabiskan semua uang mereka, para pemburu budak harus mengisi kembali pundi-pundi uang mereka. Mereka melakukan penipuan dengan menjadi petugas pemeriksaan dan meminta setiap warga yang lewat untuk menunjukkan tanda pengenal. Bagi yang tidak bisa menunjukkannya, akan dimintai uang!

Ketika Dae Gil menyusuri jalan utama, Seol Hwa sedang berdiri di penjual makanan, berharap mendapatkan makanan gratis. Karena sangat sial, Seol Hwa malah lari ke rombongan tarinya yang dulu. Kali ini dia tidak akan dibebaskan. Dia diminta untuk bernyanyi biar dapat uang. Saat itulah, dia melihat Dae Gil dan meminta tolong. Teriakannya mengingatkan Dae Gil pada Un Nyun yang juga berteriak padanya saat ditangkap tentara Qing. Untuk sementara, dia hanyut dalam kenangannya. Namun kemudian dia kembali ke masa kini lagi.

Seol Hwa yang diminta untuk menari, mendekati Dae Gil yang berakting sebagai seorang penonton. Seol Hwa memeluknya dan menjatuhkannya ke tanah, senang karena dia datang untuk menyelamatkannya.

Rombongan tari itu tentu tidak akan melepaskan Seol Hwa begitu saja. Dae Gil menawarkan 200 nyang pada pimpinan kelompok itu yang sangat tidak bisa ditolak. Namun, saat hanya menerima 15 nyang, dia memerintahkan orang-orangnya untuk memberi pelajaran pada Dae Gil. Sudah pasti, dia dapat mengalahkan mereka.

Kembali ke jurang, Wang Son memamerkan hasil jarahannya pada Choi, yang menghasilkan lebih sedikit. Kemudian, Dae Gil, yang Wang Son yakin akan membawa paling banyak jarahan, malah membawa… Seol Hwa!? Wang Son merasa marah tapi kemudian dapat tenang oleh perkataan Seol Hwa. Dia bersumpah tidak akan membuat masalah lagi dan mau mengerjakan perkerjaan feminin Wang Son: memasak, mencuci, menjahit, dsb.

Sialnya, kemampuan memasak Seol Hwa yang jelek membuat Wang Son tetap memasak malam itu.

Karena sudah malam, Tae Ha dan Hye Won berhenti di sebuah penginapan untuk menginap. Mereka berbagi kamar dengan hanya dibatasi kain. Tae Ha meminta Hye Won untuk pergi bersamanya ke Pulau Jeju. Tempat dimana semuanya dimulai… dimana sejarah akan ditulis ulang. Hye Won sebenarnya tidak ingin terlibat dalam misi penting Tae Ha. Tapi Tae Ha menunjukkan maksudnya untuk melindungi Hye Won (sesuatu yang tidak bisa dia lakukan untuk istri dan putranya). Ketika kain yang membatasi mereka tiba-tiba terjatuh, ternyata mereka bisa tahu kalau sedang melihat satu sama lain.

Di Mokpo, Hwang Chul Woong mengirim dua anak buah Chun Ji Ho bersama sebuah surat kembali ke Hanyang untuk bertemu dengan Lee Gyeong Shik, lalu mengambil alih sebuah perahu militer untuk dibawa pergi ke Jeju.

Sementara itu, Tae Ha dan Hye Won berangkat ke Jeju menggunakan Wando. Dae Gil, yang telah mngetahui rute yang akan dilalui Tae Ha, memulai lagi pengejaran dengan penuh semangat. Tapi ancaman lain datang dari Yoon Ji. Menyamar sebagai wanita bangsawan, dia mencoba menancapkan pisaunya ke tubuh Hye Won. Tae Ha cukup cepat jadi Hye Won bisa selamat. Saat Yoon Ji dan Tae Ha sedang bertarung, wanita pembunuh itu mengeluarkan pisaunya yang lain. Tapi dengan cepat Tae Ha mengelak. Sayangnya, hal itu membuat ikat kepalanya terlepas dan tanda budak di dahinya terlihat.

Hye Won melihat tanda itu, Tae Ha tahu Hye Won melihat tanda itu, dan Dae Gil berada cukup dekat untuk bisa bertemu lagi dengan kekasih hatinya.

One thought on “Sinopsis Chuno – Episode 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s