Sinopsis Chuno – Episode 7

Dae Gil berada sangat dekat dengan Un Nyun aka Hye Won. Dia hanya berjarak dua detik dari wanita yang dicintainya dengan sepenuh hati yang sudah dia cari selama 10 tahun. Kelihatannya pertemuan itu tidak dapat dihindarkan. Meski Dae Gil tersandung atau dihalangi oleh keramaian pasar, dia pasti akan melihat Un Nyun dan tidak akan ada yang menghalanginya untuk berjumpa dengan wanita yang dia cintai.

Hanya saja, Un Nyun melakukan sesuatu yang sangat disayangkan. Dia menjatuhkan batu yang diberikan Dae Gil padanya. Menyadari hal itu, Un Nyun berhenti untuk mengambil kembali batu berharganya itu yang melambangkan cintanya pada Dae Gil. Tentu saja, dia dengan mudah dapat ditangkap oleh Baek Ho sebelum melihat Dae Gil.

Dae Gil sampai di perempatan jalan tanpa bertemu dengan Un Nyun dan segera mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Tae Ha. Sang pemburu budak dan budak yang diburu mengubah pasar tempat mereka bertarung menjadi tempat yang penuh dengan potongan-potongan sayuran. Dae Gil dan Tae Ha saling berhadapan dan jelas-jelas perhatian Tae Ha berada pada orang lain. Dae Gil segera memutar kepalanya untuk melihat siapa yang sedang diperhatikan Tae Ha dan hanya melihat punggung seorang wanita yang ditangkap.

Dae Gil merasa bahwa Tae Ha ingin menyelamatkan wanita misterius berbaju putih itu. Tapi dia tidak peduli. Dia benar-benar harus menangkap Tae Ha. Tae Ha yang sangat menderita menjatuhkan tenda ke Dae Gil dan secepatnya kabur. Hanya dalam waktu beberapa detik saja, Tae Ha sampai ke tempat Baek Ho dan orang-orangnya. Tiga lawan satu.

Tapi, di atas atap, tempat dimana seharusnya Wang Son berada, seorang pembunuh bernama Yoon Ji menunggu kesempatan untuk menyerang. Yoon Ji dikirm oleh Tuan Choi, orang yang dinikahi Un Nyun, untuk membunuh atau menangkap pengantin yang lari itu. Dia dengan tepat menebak bahwa sangat sulit menangkap Un Nyun, jadi Yoon Ji mempersiapkan belati untuk dilemparkan ke Un Nyun. Tujuannya jelas, tapi Baek Ho, yang dikirm untuk melindungi dan mengawal Un Nyun kembali ke kakaknya, melihat belati itu dan malah melemparkan dirinya di depan Un Nyun untuk menerima lemparan belati Yoon Ji. Un Nyun berteriak histeris melihat serangan itu.

Tae Ha yang berpikir cepat menyelesaikan misi penyelamatannya terhadap Un Nyun dengan merampas seekor kuda dan kabur! Nice!

Setelah terbebas dari tenda yang dijatuhkan Tae Ha, Dae Gil bangkit dan memanfaatkan waktu yang sudah terbuang. Dia melihat Tae Ha kabur bersama seorang wanita. Dia kemudian melemparkan sebuah pisau pada dua orang yang kabur dengan kuda itu. Lemparan yang pertama gagal. Namun, yang kedua mengenai sasaran. Un Nyun tertusuk pisau yang dilempar oleh Dae Gil! Tapi, Komandan Hwang berhasil melukai Dae Gil. Dia pun pingsan tak sadarkan diri.

Berikutnya, Baek Ho yang sedang memulihkan diri dari serangan Tae Ha, bertanya-tanya, dia dan orang-orangnya melibatkan diri dalam masalah apa. Siapakah orang-orang dengan kemampuan bertarung luar biasa itu? Apakah mereka semua dikirm oleh Tuan Choi?

Sementara itu, Chun Ji Ho dan anak buahnya mendapati diri mereka di tempat yang sudah seperti acar saja. Seperti yang diperintahkan, dia dan orang-orangnya tetap memperhatikan Hwang membunuh seseorang di sebuah rumah orang kaya. Hwang membunuh banyak sekali orang-orang dengan menampilan bagus dan uang yang diterima mereka kelihatannya tidak cukup. Chun Ji Ho mungkin bukan petarung yang hebat. Tapi dia punya banyak orang pintar dan 500 nyang yang mereka terima tidaklah cukup. Chun Ji Ho yang diperintahkan untuk mengubur mayat yang berserakan oleh Hwang hanya diam saja. Dia meminta uang lagi. Hal ini tentu saja membuat Hwang marah dan menodongkan pedang ke leher Ji Ho – tapi sama sekali tidak membunuhnya.

Tidak terlalu jauh, Dae Gil bangun dari pingsannya dengan kepala pusing. Tapi, siapa yang peduli pada Dae Gil yang sekarat. Un Nyun masih hidup! Choi dan Wang Son sama sekali tidak bisa mempercayainya. Mereka sudah melihatnya beberapa kali. Tapi Dae Gil tetap kukuh – Un Nyun masih hidup! Menceritakan semua yang telah terjadi, Choi meminta Dae Gil untuk menghentikan pencariannya. Tapi Dae Gil terlalu punya banyak alasan penting untuk berhenti – cintanya, reputasinya, uangnya, dan hidupnya – semua ini sekarang sedang dipertaruhkan. Sudah sangat terlambat untuk kembali. Un Nyun masih hidup dan sangat dekat dengannya.

Dae Gil, Choi dan Wang Son kembali ke semak belukar tempat mereka meninggalkan Seol Hwa dan kuda-kudanya tapi sama sekali tidak menemukan apa-apa. Mereka mencari-cari wanita itu namun sama sekali tidak dapat menemukannya. Kemana dia pergi? Apa yang akan dilakukan para pemburu budak tanpa kuda-kuda mereka?

Kembali ke Tae Ha dan Un Nyun yang sudah kabur cukup jauh. Tae Ha dipaksa untuk berurusan dengan luka yang didapat Un Nyun. Dia menemukan sebuah tempat yang aman untuk merawat lukanya. Un Nyun mengeluarkan banyak darah. Jadi Tae Ha pergi sebentar untuk mencari obat-obatan guna menghentikan pendarahan wanita itu. Tae Ha kembali dan mendapati dirinya harus menelanjangi Un Nyun untuk mengobatinya.

Beberapa jam kemudian, Un Nyun bangun dan mendapati dirinya setengah telanjang karena baru saja disembuhkan oleh Tae Ha. Dia mendapati pedang Tae Ha disampingnya sebagai bukti bahwa Tae Ha tidak meninggalkannya dan akan selalu melindunginya. Un Nyun menyadari apa yang sudah dilakukan Tae Ha untuknya dan segera pergi keluar gua untuk mengucapkan terima kasih.

Tae Ha berada tepat diluar gua dan sedang mendengarkan suara air terjun. Dia menerima ucapan terima kasih Un Nyun dan mengindikasikan kalau dia ingin segera meneruskan perjalanan. Un Nyun kali ini diam saja. Tidak banyak bertanya. Menariknya, Baek Ho sudah dapat mengendus jejak Tae Ha dan mengikutinya hingga ke gua tempat mereka bersembunyi.

Ketika Tae Ha dan Un Nyun meneruskan perjalanan melalui hutan bambu, Bae Ho dan anak buahnya muncul dari balik rimbunnya pohon bambu. Baek Ho tahu bahwa dirinya sedang menghadapi petarung super canggih, tapi tetap melawan. Tidak terlalu mengejutkan, setelah beberapa jurus, Baek Ho dapat dikalahkan. Tae Ha mengatakan bahwa Baek Ho dan orang-orang memang harus terus berusaha, tapi bisakah dia memberikan ketenangan satu malam saja pada dirinya dan Un Nyun? Sebagai pria terhormat, Baek Ho setuju lalu dia mendapati fakta kalau orang yang bersama Un Nyun adalah Jenderal Song Tae Ha! Baek Ho dan anak buahnya memberi hormat padanya setelah menyadari fakta itu. Baek Ho bertanya pada Un Nyun adakah pesan yang ingin disampaikan pada kakaknya. Un Nyun memberikan pesan yang sangat mengejutkan:
Un Nyun: Katakan padanya bahwa pria ini adalah suamiku!

Di tempat lain, di rumah Lee Gyeong Shik, konspirasi lain sedang direncanakan. Dia menugaskan menantunya yang lain untuk menyelesaikan urusan perdagangan tanduk kerbau. Kelihatannya, sekarang Perdana Menteri Lee menjadi pendukung Putra Mahkota Bong Rim (yang merupakan adik dari Pangeran So Hyeon) untuk naik tahta. Akan ada perang dengan Qing dan posisi perdana menteri di istana akan semakin kuat.

Untuk mendukung rencana ini, dia memanggil seorang putra pedagang kaya, yang hampir selama satu decade diabaikan untuk menduduki posisi di kementrian. Lee Gyeong Shik mengatakan bahwa ada lowongan untuk mengisi sebuah posisi di kementrian dan merupakan kesempatan yang bagus buat laki-laki itu untuk maju ke panggung politik. Akan tetapi, untuk memuluskan rencana itu, dia harus menyerahkan sejumlah uang pada Perdana Menteri Lee. Anak pedagang kaya itu setuju sebab, dia bisa mendapatkan uang yang lebih banyak setelah menjadi menteri nantinya.

Seol Hwa sedih. Dia menunggu seharian tapi Dae Gil, Choi, dan Wang Son tidak muncul juga. Kemana mereka? Seol Hwa menyimpulkan bahwa mereka bertiga sudah meninggalkannya. Dia menelan rasa pahit itu. Pelan-pelan, dia menuntun kuda-kuda yang dijaganya untuk dijual. Seol Hwa sendiri lagi, dan menuju sebuah kedai untuk menghilangkan kesedihannya.

Saat seseorang mencoba untuk menggerayangi Seol Hwa yang sedang mabuk, Dae Gil muncul. Dia memukul pria itu. Seol Hwa melihat penyelamatnya. Dia berteriak dan menangis kegirangan lalu memeluk Dae Gil.

Dengan lembut, Dae Gil menaikkan Seol Hwa yang hampir pingsan ke punggungnya, membawanya pergi dari kedai itu. Seol Hwa mabuk tapi benar-benar senang karena pria seperti Dae Gil datang menolongnya! Mereka kembali ke perkemahan. Dae Gil mengoceh sebentar tentang bagaimana rasanya diabaikan. Akhirnya Seol Hwa pingsan dan menjatuhkan miliknya, hae geum-nya yang dibungkus kain. Dae Gil memperhatikan dan mendesah. Haruskah dia pungut? Setelah mempertimbangkan beberapa saat, dia membungkuk dan memungut alat musik itu.

Di sisi lain, pemandangan yang sama juga berlangsung. Un Nyun mengirim pulang Baek Ho dan anak buahnya dengan sebuah pesan pada kakaknya: “Berhentilah mengirim orang untuk mengejarku. Aku tidak akan kembali pada Tuan Choi, aku sudah menikah dengan pria lain, Jenderal Song Tae Ha!” Tapi saat Un Nyun mencoba menjelaskan kenapa dia mengatakan hal itu pada Tae Ha, dia jatuh pingsan.

Dengan lembut, Tae Ha menaikkan Un Nyun yang pingsan ke punggungnya lalu berjalan menuju ke arah selatan. Dia tidak bisa menghentikan misinya untuk membalaskan dendam tuannya dan menyelamatkan putra tuannya, meski dia harus membawa wanita cantik dan tidak berdaya ini selama perjalanannya. Kehidupan mereka terhubung sekarang, mungkin oleh takdir. Pada saat itu juga Un Nyun menjatuhkan batu pemberian Dae Gil yang sudah dibawanya selama 10 tahun dan yang sudah membuatnya terluka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s