Sinopsis Chuno – Episode 6

Episode lalu berakhir dengan Dae Gil, yang menydari bahwa dirinya sudah ditipu oleh Tae Ha, bergegas ke penginapan. Tae Ha meletakkan telinganya ke tanah dan mendengar kuda Dae Gil mendekat. Pengejaran berlanjut…

Sadar bahwa mereka akan dengan mudah disusul jika mereka mencoba kabur dengan menunggang kuda, Tae Ha mengirim kuda tanpa penunggang untuk menyesatkan para pemburu budak sekali lagi. Kemudian, dia membawa Hye Won ke atas gunung dengan berjalan kaki, tahu bahwa mereka akan segera mencapai tempat dimana terdapat jalan setapak yang bercabang ke beberapa arah, yang akan menyulitkan para pengejarnya untuk membuntuti.

Dae Gil sampai di penginapan dan menempelkan telinganya ke tanah untuk mendengarkan kuda Tae Ha yang menuju arah timur. Kemudian dia melompat ke atas kudanya untuk melanjutkan pengejaran. Ketika dia mendapatkan kuda yang lari itu, dia kembali sadar kalau dia sudah kena tipu lagi. Dae Gil mengirimkan sinyal berupa nyala api pada Choi dan Wang Son.

Tae Ha membeberkan bahwa para pengejar itu sedang mengejar mereka berdua, Hye Won dan dirinya (dulu Tae Ha memberitahu Hye Won bahwa Hye Won-lah yang diinginkan, bukan dirinya). Hye Won ingin tahu kenapa Tae Ha dalam pelarian. Tae Ha menyatakan bahwa orang-orang mungkin mengejarnya tapi dia tidak sedang dalam pelarian. Hye Won ngotot ingin mendapatkan jawaban darinya, jadi Tae Ha mengatakan bahwa para pengejarnya adalah pemburu budak. Hye Won mundur, lalu mengatakan bahwa dia bukan orang yang mereka kejar, dia bukan budak. Demikian juga Tae Ha, mengaku kalau dia bukan budak.

Hye Won memutuskan bahwa dia tidak bisa lagi pergi bersama Tae Ha (resikonya terlalu tinggi) tapi Tae Ha tidak bisa mengijinkannya pergi. Karena Hye Won tahu tempat mana yang akan dia tuju, dan dia tidak bisa mengambil resiko membiarkan para pengejarnya tahu rahasianya. Hye Won mengatakan bahwa dia tidak akan mengungkapkan informasi semacam itu. Tapi Tae Ha tahu bahwa ada cara yang bisa digunakan untuk membuat seseorang berbicara meski keinginan mereka sangat kuat untuk diam. Setelah meyakinkan Hye Won sekali lagi bahwa dia bukan budak, wanita itu setuju untuk pergi bersamanya ke Chung Joo.

Ketika mereka melanjutkan perjalanan melalui gunung, Tae Ha berhenti sejenak, sementara Hye Won menikmati pemandangan yang begitu indah. Tae Ha menyadari kalau mereka sudah mengambil jalan yang salah dan harus berbalik. Hye Won bertanya, “Apakah tentara tersesat?” Pertanyaan ini mendorong Tae Ha yang merasa malu untuk mulai mengutip pepatah untuk menjelaskan apa yang terjadi, yang membuat Hye Won terkekeh pada sikap Tae Ha yang defensif dan serius.

Dae Gil menangkap usaha Tae Ha yang ingin menyesatkan mereka. Dia menemukan bahwa satu-satunya cara agar mereka bisa mendapatkan Tae Ha adalah dengan menemukan tujuannya, jadi Dae Gil pergi ke perpustakaan lokal untuk membaca beberapa dokumen resmi. Berlagak sebagai pejabat dari pengadilan negara membuat para pemburu budak itu mendapatkan akses ke perpustakaan. Seol Hwa terkejut mengetahui bahwa para pria itu memakai taktik yang begitu cerdas. Setelah berjam-jam membalik-balik berbagai dokumen, Dae Gil dan Choi akhirnya menemukan informasi yang mereka cari. Sementara itu, Wang Son dan Seol Hwa menghabiskan waktu dengan tidur siang.

Sebuah kilas balik menunjukkan apa yang membawa keturunan Tae Ha ke perbudakan. Dia dulunya adalah Jenderal berpangkat tinggai di Komando Pelatihan Militer. Ketika Putra Mahkota So Hyeon meninggal, Tae Ha menolak untuk mengakhiri masa berkabung – yang biasanya tiga tahun telah dipersingkat menjadi tiga hari. Kemudian, dia dituduh mencuri beras milik negara dan setelah interogasi yang penuh siksaan, dia dihukum menjadi budak.

Dae Gil merasa aneh bahwa Tae Ha tetap dibiarkan hidup padahal penjahat yang melakukan perbuatan seperti dirinya sudah dijamin bakal dihukum mati. Kemudian dapat diketahui pula kalau Tae Ha hanyalah umpan dalam rencana jahat Lee Gyeong Shik untuk menggoreng ikan yang lebih besar – Penasihat Sayap Kiri Im Young Ho. Sebagai ganti untuk menyelamatkan hidup Tae Ha, Im Young Ho setuju untuk mundur dari jabatannya dan kembali ke kampung halamannya di Chung Joo. Jadilah Dae Gil berangkat ke Chung Joo. Dia juga menyiapkan perangkap untuk Tae Ha. Untuk itu, dia pergi ke rumah salah seorang warga setempat dan memerintahkan orang tua yang tinggal disana untuk menyiapkan penginapan bagi Tae Ha dan teman wanitanya.

Sementara itu, di Nanyang, Hwang Chul Woong akhirnya setuju untuk melaksanakan penawaran Lee Gyeong Shik untuk membunuh Im Young Ho dan penerus tahta Pangeran Seok Gyeon. Sesuai saran Lee Gyeong Shik, Chul Woong berpamitan pada istrinya, Sun Young, sebelum ia pergi. Sun Young mencoba mengingatkan suaminya agar tidak melawan ayahnya sebab dia pria yang menakutkan. Tapi Chul mengatakan pada istrinya bahwa dia tidak bisa membaca tulisan di suratnya atau mengerti apa yang dia ucapkan. Chul Woong juga pergi ke rumah ibunya tapi hanya memandanginya dari kejauhan hingga ibunya menutup pintu rumahnya. Chul Woong mengucapkan selamat tinggal pada ibunya dengan cara formal yaitu berlutut. Seolah-olah dia meminta maaf atas dosa yang akan dia lakukan.

Tae Ha dan Hye Won berhenti untuk menginap karena hari sudah malam. Mengingat perintah yang diberikan Dae Gil, orang tua itu menunjukkan pondok pada mereka berdua dimana mereka bisa tidur lalu mengendap-endap keluar untuk melapor pada penguasa setempat. Hye Won memberitahu Tae Ha namanya, sementara Tae Ha mengatakan padanya kalau dia kehilangan keluarganya selama perang. Hye Won menceritakan tentang kekasihnya yang sudah meninggal, pria yang sudah menyelamatkan hidupnya dari tentara Qing. Kemudian Tae Ha menasehatinya untuk melepaskan kekasihnya itu dan melanjutkan hidupnya sebab pria itu tidak ada lagi di dunia ini, yang kemudian membuat Hye Won berkata “Aku sudah memberikan hatiku padanya. Tidak seperti pria, cinta seorang wanita tidak pernah berakhir…”

Tiba-tiba saja, petugas dari kantor setempat datang untuk menjemput mereka berdua untuk ditanyai. Dengan gampangnya Tae Ha mengalahkan mereka. Dia juga mengambil peluit dari seorang petugas yang terjatuh lalu mereka kabur lagi. Di kota, Hye Won dan Tae Ha tiba di sebuah pos pemeriksaan. Tae Ha menyarankan agar mereka berpisah saja dan nanti bertemu lagi di dekat pos itu. Tae Ha juga menyarankan pada Hye Won untuk bersikap seperti orang gila saja – dengan rambut pendek dan pakaian berkabung, akan mudah bagi orang lain untuk menganggapnya sebagai orang gila. Dia juga memberika peluit pada wanita itu untuk jaga-jaga kalau dia perlu bantuan.

Dilemahkan oleh rasa takut saat mendekati pos penjagaan, Hye Won lari dengan mencurigakan yang menarik perhatian para petugas. Mereka mengejar dan menangkapnya, dan menyadari bahwa dia adalah wanita yang mereka cari. Tapi disaat mereka akan menariknya keluar dari kantor, mereka dengan cepatnya dibunuh oleh Yoon Ji (orang suruhan suami Hye Won – baca episode 1), yang akhirnya bertemu dengan incarannya selama ini. Setelah mendengar peluit yang ditiup oleh salah seorang petugas yang mengejar Hye Won, Tae Ha segera berlari untuk menyelamatkannya. Dia dengan cepat melukai Yoon Ji dan membawa Hye Won pergi. Hye Won sangat terkejut atas kejadian itu, jadi Tae Ha menyuruhnya untuk memejamkan mata dan membayangkan orang yang paling dia sayangi. Dia menggenggam erat batu yang diberikan Dae Gil padanya dan perlahan-lahan dia mendapatkan kembali ketenangannya. Untuk menghilangkan bercak darah di baju Hye Won, Tae Ha menggunakan arang untuk menggambar cabang-cabang bunga yang sedang bermekaran. Karena bahaya yang sepertinya sudah lewat, Hye Won dan Tae Ha kemudian berpisah.

Dae Gil dan gangnya tiba di penggir kota Chung Joo dan menggunakan kompas untuk menentukan arah terdekat ke rumah Im Young Ho. Wang Son dikirim untuk berjaga-jaga dari atas rumah, sementara Dae Gil dan Choi masuk ke rumah itu dari arah yang berbeda. Sekali lagi, Seol Hwa yang kecewa ditnggalkan dibelakang untuk menjaga kuda.

Hwang Chul Woong tiba untuk menyelesaikan bagian pertama misinya. Tapi sebelum terbunuh, Im Young Ho berkata: “Katakan ini pada Lee Gyeong Shik: Air yang sudah mengalir jauh tidak bisa memutar kincir.” Kemudian Chul Woong menimpali: “Pesan terakhirnya padamu adalah: tidak peduli betapa tingginya bambu, tidak akan pernah bisa dipakai sebagai pilar.” Tae Ha sampai dan melihat penasehatnya dibunuh. Dia pun kemudian berhadapan dengan pembunuhnya. Pertarungan dimulai! Mereka berdua kelihatannya sepadan, tapi sebelum kemenangan bisa diraih, Dae Gil muncul dan bergabung. Dua lawan satu. Dae Gil bisa saja membiarkan kedua orang itu bertarung dan memanfaatkan saat yang tepat nantinya. Namun, Dae Gil mengira kalau Chul Woong adalah pemburu lainnya yang ingin menangkap Tae Ha, jadi dia tidak bisa membiarkannya memenangkan hadiah itu. Harus Dae Gil yang menangkap Tae Ha!

Bersiap-siap untuk menyerang bila diperlukan, Wang Son menunggu di atas atap, sampai dia dikejutkan oleh kehadirang Yoon Ji. Biasanya, gaya maskulin Wang Son bakal membuat wanita klepek-klepek, tapi kali ini dia salah. Wang Son ditendang oleh Yoon Ji!

Sementara itu, Baek Ho melanjutkan pencariannya, menunjukkan gambar Hye Won pada orang-orang di jalan. Hye Won melihatnya dan ketika mencoba untuk menghindarinya, Baek Ho menangkap sosoknya. Hye Won meniup peluitnya dan berlari.

Kembali ke pertarungan, Choi tiba dan mengambil alih pertarungan dengan Chul Woong. Kini, Dae Gil berhadapan dengan Tae Ha. Tae Ha mendengar suara peluit dan kabur untuk menyelamatkan Hye Won. Dae Gil mengejarnya. Chul Woong juga berusaha untuk mengejar Tae Ha tapi dihalangi oleh Choi. Chul Woong mengeluarkan segel kenegaraannya tapi Choi tidak percaya dan tetap mengiranya sebagai pemburu budak yang lain.

Ketika mereka mencapi pusat kota, Dae Gil memutuskan untuk memotong jalan. Hye Won berlari dari Baek Ho sementara Tae Ha berlari ke arah Hye Won – Dae Gil berlari untuk mencegat Tae Ha. Mereka akan bertemu di satu tempat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s