Interview with Lee Seung Gi

Peran Lee Seung Gi sebagai Hwan di Brilliant Legacy awalnya memang nyebelin banget. Hwan itu sombong. Merasa mampu karena kaya. Tapi, satu hal terindah di dunia ini yang bernama cinta mengubah itu semua. Dan kelihatan deh kalo sebenarnya Hwan itu so sweet!

Karena masih penasaran sama sosok Lee Seung Gi, saya berusaha keras menggali situs hancinema.net! Dan… ketemu deh sama petikan wawancara di bawah ini. Simak yuk…

Question (Q): Fotografernya bilang kalo kamu pintar banget memunculkan berbagai expresi yang berbeda, seolah-olah kamu sedang berakting sementara memikirkan situasi tertentu. Apa sih yang kamu pikirkan ketika sedang difoto?
Lee Seung Gi (Lee): Saya memperhatikan kalo beberapa aktor senior menggunakan expresi yang berbeda-beda ketika mereka difoto. Dan semakin saya pikirkan semakin beragam expresi yang bisa saya pakai. Karena itulah, saya membayangkan kalo saya sedang berakting saat saya sedang difoto.

Q: Apakah kamu itu tipe orang yang mempersiapakn dan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu?
Lee: Presiden agen saya adalah orang yang teliti. Jadi seandainya saya mulai bersikap malas, maka orang-orang disekeliling saya bakal mulai mengenyahkan sikap itu jadinya saya bisa bersiap-siap lebih awal. Tapi semuanya berbeda ketika saya pergi syuting buat acara TV yang pernyataan spontannya (ad-lib) sudah dipersiapkan. Bahkan dalam talk shoe ‘Strong Heart’, saya bisa memikirkan lusinan ad lib jika saya melihat naskahnya. Tapi saya hanya akan menggunakan satu dari mereka dalam acara itu jadi saya tetap memikirkan situasi berbeda yang bisa muncul disana.

Q: Jadi pernyataan spontan yang kamu buat di ‘Strong Heart’ sebenanya berasal dari persiapan yang teliti.
Lee: Karena itulah saya pusing. Kang Ho Dong adalah pembawa acara utama di ‘Strong Heart’ jadi dia tidak punya pilihan selain mengikuti naskah yang sudah ada. Saya bisa membantu membuat acara itu lebih baik dengan menyimpulkan sebuah percakapan setelah bintang tamu menjawab pertanyaan Kang. Tapi itu hal yang nggak bisa kamu persiapkan sebelumnya jadi rasanya sedikit sulit.

Q: Apakah produser Park Sang Hyuk memberitahumu mengapa dia memilihmu sebagai host utama acara ‘Strong Heart’?
Lee: Saya nggak menanyakan pertanyaan kayak begitu. Saya takut saya mungkin terlalu memikirkan apa yang saya dengar ketimbang menjadi diri sendiri. Bagaimana saya dimasa depan lebih penting, saya rasa.


Q: Apakah Kang memberimu nasehat?
Lee: Kang nggak menekan bintang tamunya. Dia dengan hati-hati memberitahu orang lain apa yang dipikirkannya. Dia percaya bahwa mereka yang mau tampil di Tv adalah orang-orang yang memiliki kepercayaan pada kemampuan mereka sendiri.
Q: Apa pendapatmu tentang Kang?
Lee: Bahwa perbedaan antara menjadi yang pertama dan yang kedua tidak dekat satu sama lain. Dalam acara ‘Two Days and One Night’ saya bukanlah host-nya jadi saya berpikir kami ber-enam terlibat dalam pembuatannya. Tapi sekarang saya tahu bagaimana rasanya menjadi pembawa acara, wow. Bukan pekerjaan yang mudah – mendengarkan semua cerita para bintang tamu, menebak hubungannya, memberikan mereka perannya… Orang yang ada ditengah-tengah sebuah acara, seperti Kang, dan harus membuat acaranya menyenangkan dan mereka yang menyaksikan dari samping, saya rasa berada dalam gambaran yang benar-benar berbeda.

Q: Bagaimana orang tuamu mendidikmu? Saya baca di internet kalo kamu dekat dengan mereka tapi tetap hormat pada mereka.
Lee: Mereka nggak mengatur-ngatur saya tapi lebih membiarkan saya melakukan apapun yang saya inginkan.

Q: Tapi tidakkah pilihanmu rada-rada berani? Semuanya pasti sangat beresiko buatmu – mulai dari peranmu sebagai cowok yang menyebalkan di serial ‘XXX’-nya KBS sampai menjadi host di ‘Strong Heart’?
Lee: Saya bukan tipe orang yang berani bertaruh. Saya sangat penakut. Jadi saya jalani saja keputusan berani apapun yang agen saya buat untuk saya.

Q: Kelihatannya kamu menunjukkan dirimu yang sesungguhnya ketika sedang bekerja?
Lee: Rasanya nyaman aja karena saya bekerja dalam batasan-batasan – siaran sebagai contoh. Saya nggak muncul di TV untuk menciptakan masalah jadi seandainya ada kesalahpahaman, para penonton akan tahu saya nggak bermaksud melakukannya. Saya bekerja dengan artis senior dan mereka cukup menerima apa yang saya katakan selama itu nggak keluar jalur. Dan saya nggak terlalu kenal banyak selebritis. Saya bahkan nggak pernah tamasya bareng teman-teman SMA saya. Jadi saya senang sekali bisa travelling bareng artis pendukung acara “Two Nights and One Day’. Saya nggak bisa menunggu buat syuting episode berikutnya dan saya merasa bahagia ketika membuat orang lain ketawa.


Q: Kamu sepertinya punya semangat yang berbeda dari selebriti lain seusiamu. Bahkan pada saat penghargaan akhir tahun, kamu nggak kelihatan benar-benar nyaman masuk kategori bintang idola.
Lee: Kamu benar. Saya merasa demikian pada akhir tahun. Para penyanyi duduk bersama tapi saya merasa aneh berada disana. Diantara para idoal, plus saya nggak terlalu dekat dengan orang-orang secara khusus. Dan para panyanyi idola juga menari jadi saya tidak akan tampi bareng mereka juga.

Q: Apakah kamu nggak tertekan melakukan banyak pekerjaan?
Lee: Saya suka menjadi alami. Orang-orang melihat saya sebagai Lee Seung Gi jadi ketika saya terlibat dalam Brilliant Legacy, saya rasa bagus aja karena ada sebagian diri saya di karakter itu daripada hanya sekedar menjadi cowok menyebalkan yang biasa. Orang-orang sudah menonton saya jam 6.30 malam. Saya rasa saya bakal mengusir penonton bila saya rakus dan mengumumkan kalo akting adalah sesuatu yang benar-benar berbeda.

Q: Tapi berbagai tanggapan muncul tergantung kesuksesan atau kegagalan dunia hiburan yang kamu jalani. Contohnya, bila serial drama-mu sukses tapi album musik-mu gagal, kamu akan tetap dianggap gagal.
Lee: Saya sejujurnya berharap album ke-empat saya bakal lebih baik tapi hasilnya nggak memuaskan. Sebelumnya, ‘Will You Marry Me?’ menerima respon bagus, lebih dari yang saya harapkan. Saya rasa ada kalanya sesuatu berjalan lebih baik dari yang kamu harap atau malah lebih buruk. Pada awalnya saya merasa senang setelah menerima pujian. Kemudian marah setelah dikritik. Tapi saya nggak berpikir kalo saya bisa goyang karena hal itu.

Q: Kamu terkenal banget tahun lalu. Tidakkah itu bikin kamu tertekan?
Lee: Saya selalu sama. Saya ingin tetap menjadi orang yang sama seperti ketika pertama kali saya muncul karena itu saya tetap bekerja keras di acara “Two Nights and One Day’ setelah terlibat di Brilliant Legacy.

Q: Lalu, bagaimana kamu manggambarkan dirimu di masa depan?
Lee: Orang seperti Kang Ho Dong dan pemain baseball Park Chan Ho bilang mereka ingin melakukan semua yang mereka bisa selagi masih bisa daripada berhenti pada satu titik dan menjadi legenda. Mereka ingin tetap menjalani semuanya hingga nggak ada emosi yang tersisa. Saya pun begitu. Dan saya masih punya waktu sekitar 10 tahun untuk menjadi seusia mereka jadi saya akan bekerja keras di waktu sekarang.

Q: Apaka sulit menjadi selebriti dan mahasiswa di waktu bersamaan? Kamu lulus tanpa meninggalkan apapun. Adakah kenangan khusus yang kamu miliki tentang saat itu?
Lee: Masa kuliah berjalan sangat cepat. Saya ingin menikmatinya lagi tapi saya nggak bisa mendapat yang terbaik dari kedua dunia itu. Saya nggak punya waktu nongkrong bareng teman-teman sesama mahasiswa atau apapun.

Iklan

One thought on “Interview with Lee Seung Gi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s