<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dunianya Mey</title>
	<atom:link href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 13:23:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='meylaniaryanti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dunianya Mey</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/osd.xml" title="Dunianya Mey" />
	<atom:link rel='hub' href='http://meylaniaryanti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Halo Semua&#8230;.</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2012/01/03/halo-semua/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2012/01/03/halo-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 05:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5376</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;ve decided to move to a new house.. You can find me here.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5376&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;ve decided to move to a new house..</p>
<p>You can find me <a href="http://korean-dreamz.blogspot.com/">here.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5376&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2012/01/03/halo-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 23</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-23/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-23/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 09:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5361</guid>
		<description><![CDATA[Iljimae begitu gugup menantikan pertemuan dengan ibunya. Iljimae memasuki rumah Baek-mae dan menemukannya sedang tertidur, sambil memeluk bunga plum emas. Iljimae berlutut dihadapan Baek-mae dan memanggilnya dengan lembut dan syukurlah, Baek-mae membuka matanya. Bingung, Baek-mae bertanya kenapa Iljimae ada disini. Iljimae lalu mengeluarkan puisi yang Baek-mae tulis untuknya ketika dia masih bayi dan membacakan puisi &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-23/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5361&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iljimae begitu gugup menantikan pertemuan dengan ibunya. Iljimae memasuki rumah Baek-mae dan menemukannya sedang tertidur, sambil memeluk bunga plum emas. Iljimae berlutut dihadapan Baek-mae dan memanggilnya dengan lembut dan syukurlah, Baek-mae membuka matanya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-003.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5362" title="return23-003" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-003.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Bingung, Baek-mae bertanya kenapa Iljimae ada disini. Iljimae lalu mengeluarkan puisi yang Baek-mae tulis untuknya ketika dia masih bayi dan membacakan puisi itu untuknya. Mendengar kata2 yang tidak asing itu, Baek-mae menengadah dan sebuah kesadaran menamparnya… Baek-mae meminta bantuan untuk duduk ketika Iljimae berkata, “Ibu, aku Iljimae.” Baek-mae berkata kalau dia mendengar Iljimae telah ditangkap dan mati. Iljimae menjelaskan kalau Gu Ja-myung telah menyelamatkannya dan menyuruhnya kesini: “Aku benar2 putramu, Ibu.” Baek-mae akhirnya memercayainya dan mereka pun berpelukan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-014.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5363" title="return23-014" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-014.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Tapi Baek-mae jatuh dari pelukan itu. Dengan khawatir, Iljimae bertanya apa ibu sakit. Dengan penuh usaha, Baek-mae mendesah, “Bagaimana bisa ini terjadi? Seandainya saja aku tahu kalau kau masih hidup…” Kemarahan Iljimae muncul mendengar kata2 itu serta setelah memegang tangan ibunya yang dingin. Melihat berkeliling ruangan, Iljimae melihat amplop dengan bubuk dan ketakutan pun menyebar di wajah Iljimae. Baek-mae menjelaskan, “Aku akan mengikutimu.”</p>
<p>Iljimae protes dan Baek-mae mengakui kalau merupakan sebuah beban menjalani beberapa tahun belakangan ini: “Sekarang ibumu akan membuang semua bebannya dan beristirahat. Saatnya merasakan kelegaan.” Iljimae memohon agar ibunya bertahan. Baek-mae kehilangan kesadaran waktu dia selesai mengucapkan kata terakhirnya, “Anakku…” Iljimae mulai terisak, “Bagaimana ini bisa terjadi? Aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal seperti ini. Ketika kita baru saja bertemu…”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-041.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5364" title="return23-041" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-041.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Beberapa saat kemudian, Iljimae bersiap-siap kembali ke Hanyang, hanya saja dia disambut oleh kemunculan Yang-po. Meski ada fakta kalau Yang-po sempat menawan Iljimae, tapi dia berkata kalau dia ada di pihak Iljimae dan kelihatannya dia dapat dipercaya. Ada suasana yang aneh dalam kemunculan Yang-po sebab sikapnya merupakan sebuah tantangan langsung bagi Iljimae terhadap semua harapannya, tapi Yang-po malah memiliki kode etik tertentu dan kode itu kelihatannya sangat terhormat.</p>
<p>Yang-po menjelaskan kalau Iljimae sama sekali tidak memberikan apapun bagi dirinya disini selain hukuman mati. Iljimae juga sebaiknya kembali ke rumah lamanya di Yodong dan menikahi Moran. Iljimae sama sekali tidak punya keinginan itu dan mengatakan pada Yang-po untuk kembali. Yang-po mengingatkan Iljimae kalau dia tidak aman di Joseon lalu mengatakan dimana Iljimae dapat bertemu dengannya kalau Iljimae berubah pikiran.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-052.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5365" title="return23-052" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-052.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Merasa sangat putus asa dengan pilihan yang terbatas, Iljimae menemui Yeol-gong dan mendapatkan kesimpulan, “Aku tidak punya cara lain. Aku harus bertemu dengan raja dan memegang kepala Kim Ja-jeom.” Reaksi Yeol-gong begitu kering, “Apa kau ingin raja meninggal karena terkejut?” Tidak, sebenarnya Yeol-gong sangat menentang pembunuhan. Dia tidak punya solusi tapi menyarankan agar Tuan Choi mungkin punya jalan keluar dengan kekuasaan yang dia miliki.</p>
<p>Tuan Choi bertanya bagaimana pendapat Iljimae kalau dia pergi ke Cina. Perang sekarang sudah dekat dan mereka harus bersiap-siap untuk kenyataan yang akan datang. Iljimae bertanya apakah ini artinya negara Joseon sudah tidak punya harapan lagi dan Choi menjawab, “Kita tidak bisa menang tapi kita bisa menjauhi kekalahan.” Ada beberapa orang yang bekerja secara rahasia untuk menemukan strategi perang Cina. Mereka ada di Cina dan Iljimae dapat menjadi bantuan besar bagi mereka.</p>
<p>Akan tetapi, Iljimae enggan, merasa begitu sakit. Tuan Choi percaya kalau Iljimae bisa melakukan yang terbaik di Cina tapi Iljimae bertanya apa hal itu akan membawa perbedaan. Iljimae berkata pada Yeol-gong, “Semua orang yang peduli padaku di negeri ini sudah pergi. Dal-yi, guru, Gu Ja-myung dan ibuku. Aku adalah orang yang tidak bisa menjaga nyawa orang2 yang dekat denganku. Seberapa baik aku akan jadinya? Apakah semuanya akan menjadi baik jika aku bersama Wol-hee dan membuatnya bahagia?” Yeol-gong meminta Iljimae memikirkan kebaikan yang lebih besar, tapi Iljimae tahu kalau setidaknya dia mampu membuat Wol-hee bahagia.</p>
<p>Yeol-gong: Jika kau mengandaikan sebuah gunung, apa kau suka atau tidak, kau adalah lereng gunung. Takdirmu adalah menjadi yang paling pertama yang merasakan hujan dan angin. Wol-hee adalah sebatang pohon. Tapi jika kau menanam pohon di lereng gunung, maka pohon itu tidak akan tumbuh. Dan badai tidak akan menidurkanmu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-065.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5366" title="return23-065" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-065.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Ini sangat sulit bagi Iljimae… tapi nasehat itu meyakinkannya. Keol-chi sangat marah para keputusan Iljimae. Keol-chi memaki Iljimae atas sikap kejam Iljimae kepada Wol-hee: “Kau seharusnya tidak melakukan ini. Aku menyalamatkanmu bukan untuk membiarkanmu melakukan ini. Bukankah kau anakku, ketika aku mengambilmu dari air itu dan memelukmu? Kau adalah anak yang diberikan surga padaku. Begitulah aku membesarkanmu, tapi bukan begini seseorang seharusnya memperlakukan orang lain.</p>
<p>Kata2 itu menyakitkan, tapi Iljimae tetap yakin pada tugasnya. Keol-chi menyampaikan percakapannya pada Wol-hee yang segera berlari menemui Iljimae. Wol-hee masih lemah dan bahkan sulit bangun dari tempat tidurnya. Satu hal yang tidak perlu ditakutkan Iljimae yaitu menemukan jalan ke Cina, sebab hal itu sudah terselesaikan: Yang-po tidak berharap Iljimae berubah pikiran, tapi dia senang mendengar kalau Iljimae mau ikut. Yang-po setuju pada permintaan Iljimae agar segera berangkat dan menghentikan kekhawatiran Wang Hweng-bo kalau Iljimae bisa saja menipu mereka.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-082.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5367" title="return23-082" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-082.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Keberangkatan mereka diganggu oleh kedatangan Wol-hee, yang datang dengan menunggang kuda. Wang Hweng-bo mengatakan kalau kemunculan seorang kekasih bisa saja mengubah pikiran Iljimae, tapi Yang-po dengan bijak mengatakan kalau mereka sebaiknya menunggu. Wol-hee jatuh ke tanah tapi Iljimae sama sekali tidak menolongnya. Wol-hee memohon: “Bawa aku juga. Yang harus kau lakukan adalah membawaku, entah itu ke Cina atau ke ujung dunia, atau bahkan ke dunia lain.” Iljimae menyuruh Wol-hee kembali. Wol-hee menjawab, “Tidak akan. Jika aku akan kembali, aku tidak akan mengikutimu dari awal. Aku juga akan pergi.”</p>
<p>Iljimae tidak membiarkan emosi mengubah pikirannya dan berkata, “Aku sudah selesai dengan semua yang bisa aku lakukan di negeri ini. Jangan bersikap seperti itu dan kembalilah.” Penolakan Iljimae begitu tenang hingga Yang-po dan Wang Hweng-bo pun merasa kasihan pada Wol-hee. Ketiga orang ini pun berangkan ke Yodong lalu berpisah setelah mereka tiba disana. Tujuan pertama Iljimae adalah kuburan ibu angkatnya. Disinilah Moran, mantan kekasih Iljimae, akhirnya berrtemu lagi dengan Iljimae ketika Iljimae memberi hormat pada orang tua angkatnya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-099.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5368" title="return23-099" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-099.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Iljimae mengatakan pada Moran kalau dia sangat berdosa pada kedua orang tuanya. Iljimae bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada mereka dan bagaimana ibunya meninggal. Moran mengatakan semuanya. Ibu angkat Iljimae meninggal dunia setahun setelah Iljimae pergi ke Joseon. Ayah angkatnya lalu ikut ajaran katolik dan suatu hari dia pergi begitu saja, memutuskan semua tali komunikasi. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya.</p>
<p>Moran senang Iljimae akhirnya kembali. Dia tahu semua tentang Iljimae sebab Yang-po selalu mengiriminya surat. Bahkan luka bakar yang dialami Iljimae juga dilaporkan. Ketika Iljimae mulai bicara, Moran mulai merasakan kalau Iljimae akan mengatakan hal2 yang membuat harapannya hancur. Jadi Moran menyela, “Kau tidak harus mengatakan apapun. Sudah cukup kau kembali lagi kesini.” Moran memegang tangan Iljimae dan bersumpah, “Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi.” Moran mencari Yang-po memohon untuk menghentikan Iljimae agar jangan pergi, tapi Yang-po menolak – pekerjaannya sudah selesai.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-119.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5369" title="return23-119" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-119.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Dua orang lagi ternyata juga mengikuti Iljimae ke Cina: biksu Dok-bo dan Soo-ryun. Tiga wanita bersaudara bernama Jin, Sun dan Mi melakukan pertunjukkan. Iljimae duduk di sebuah meja dan mengeluarkan kipasnya, yang merupakan tanda bagi ketiganya. Salah satu dari tiga wanita itu mendekati Iljimae dan mengatakan kalimat misterius dan Iljimae menjawab dengan tenang. Setelah percakapan ini, ketiga wanita itu menuntun Iljimae ke sebuah ruangan dimana dia dikenalkan pada pemimpinnya, seorang pria bernama Yi-myung, yang merupakan rekan Iljimae di Cina.</p>
<p>Ye-myung dan ketiga wanita itu bekerja secara rahasia menemukan strategi pasukan Qing untuk menyerang Joseon. Rencana itu sudah ditulis dan mereka tahu dimana rencana itu diletakkan tapi mereka tidak bisa masuk ke sana sebab rencana itu diletakkan di istana Qing. Kembali ke Hanyang, dimana kondisi Wol-hee semakin lemah. Karena inilah, Yeol-gong akhirnya bertindak dan menunjukkan sesuatu pada Wol-hee. Iljimae ternyata menyuruh Yeol-gong menjaga baju pengantin yang dulu dia beli di pasar untuk Wol-hee. Baju itu adalah baju yang tidak jadi dibeli Wol-hee.</p>
<p>Yeol-gong menjelaskan, “Iljimae tidak menyuruhku untuk menyerahkan baju ini padamu sekarang, tapi menjaganya sampai dia kembali. Tapi melihatmu seperti ini, aku tidak menyimpan ini terus menerus.” Iljimae sebenarnya tidak ingin memberikan baju itu langsung pada Wol-hee, untuk jaga2 kalau dia tidak kembali. Hal ini membuat semua orang tenang. Tidak hanya Wol-hee yang senang mendengar kalau Iljimae berencana kembali. Mereka tidak lagi kecewa pada Iljimae dan meminta Wol-hee untuk berbahagia sebab dia sudah tahu bagaimana perasaan Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-146.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5370" title="return23-146" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-146.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Wang Hweng-bo berencana kembali menjalani hidupnya yang dulu, tapi tidak dapat menghubungi pemimpinnya yang dulu. Saat dia pergi ke markasnya yang lama, ternyata markasnya itu sudah kosong. Dok-bo mengambil kesempatan dan menawarinya sebuah posisi – bagaimana kalau Hweng-bo bekerja bagi kaisar? Dan apa yang Hweng-bo tahu soal Iljimae? Karena itulah, Wang kembali mengikuti Iljimae berkeliling kota, dan melaporkan kalau Iljimae melakukan pengintaian di sekitar istana. Dia pasti punya rencana.</p>
<p>Sementara itu, trio Jin-Sun-Mi bertemu dengan petugas kekaisaran Qing. Meski mereka bekerja dengan Yi-kyung untuk Joseon, sekarang mereka menawarkan info kalau Iljimae berkeliaran di istana dan mungkin berusaha mengacau. Malam itu, Iljimae masuk ke dalam istana, melewati Wang Hweng-bo, yang mengintai Iljimae muncul. Untuk itulah, ketika petugas Qing meminta anak buahnya menangkap pengintai, mereka malah menangkap Wang Hweng-bo yang mereka yakini sebagai Iljimae.</p>
<p>Iljimae bergerak tanpa terlihat dan menggunakan alat membuat lubang melalui langit2 di ruang kaisar. Iljimae masuk ke ruangan itu, mengikuti detail yang diberikan Yi-myung dimana pada saat seperti ini para dayang dan kaisar tidak muncul. Seperti info yang diberikan, Iljimae menemukan rencana penyerangan di laci di dekat pedang kerajaan. Iljimae harus melihat dokumen itu dan menghafal isinya, tapi tidak mengambil dokumen itu – jika Qing tahu maka mereka akan mengubah rencana.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-171.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5371" title="return23-171" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-171.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Setelah memeriksa dokumen itu, Iljimae melihat pedang kaisar, yang sudah diwariskan turun temurun. Ketika kaisar kembali ke ruangannya, dia menyadari kalau pedangnya menghilang. Pada tempatnya, ada sebuah bunga plum emas. Sang narrator mengatakan kalau cara ini sama seperti ketika Iljimae menempelkan pisau ke bantal Kim Ja-jeom sebagai sebuah peringatan.</p>
<p>Wang Hweng-bo ditangkap petugas istana, dan dianggap sebagai Iljimae sesuai dengan info yang didapat. Para petugas itu tidak percaya pengakuan Wang kalau mereka menangkap orang yang salah. Dan Wang Hweng-bo pun disiksa agar memberikan informasi. Iljimae memberitahukan rencana tentara Qing pada Yi-myung: mereka pertama-tama berencana menyerang dari utara, sedangkan sisa tentara yang lainnya menyerang Hanyang langsung. Mereka hanya perlu 10 hari mencapai Hanyang dari perbatasan, yang jauh lebih cepat dari perkiraan Joseon sebelumnya.</p>
<p>Ini info penting dan Yi-kyung menulis rencana musuh di selembar kertas. Iljimae akan mengantarkan surat itu kepada Joseon tepat waktu untuk mempersiapkan pertahanan. Ketika Iljimae bersiap-siap melakukan perjalanan pulang, Iljimae mendapatkan sebuah kunjungan: Soo-ryun. Iljimae tersenyum, mengira kalau Soo-ryun sepihak, tapi ekspresi wanita itu muram. Tanpa peringatan Soo-ryun kemudian menusuk Iljimae dan menuduh Iljimae telah membunuh Gu Ja-myung.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-203.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5372" title="return23-203" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-203.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Sambil memegang perutnya, Iljimae ambruk ke lantai. Dia mengatakan kalau Soo-ryun salah – dia tidak akan pernah membunuh Gu. Tapi dia tidak punya waktu membela diri, hal yang paling serius saat ini adalah menyerahkan dokumen itu. Iljimae menyerahkannya pada Soo-ryun lalu Iljimae pingsan.</p>
<p>Soo-ryun tidak mengerti isi dokumen itu tapi mengambilnya juga, tepat ketika para penjahat menyerangnya. Dia melawan para penjahat itu, berlari ke luar ruangan dan berusaha kabur dari mereka dijalanan. Ketika Soo-ryun berpikir kalau dia aman, dia dipojokkan oleh Yi-myung. Dok-bo sampai di kamar Iljimae untuk memeriksa kerusakan – dia telah mengirim anak buahnya mengejar Iljimae dan beberapa diantara mereka telah dikalahkan Soo-ryun.</p>
<p>Iljimae masih berjuang untuk hidup tapi Yi-myung memarahi Soo-ryun karena sikap bodohnya itu. Yi-myung menceritakan tentang kematian Gu dimana Iljimae bercerita kalau Gu rela menukar hidupnya dengan Iljimae. Soo-ryun menyangkap tapi Yi-myung lalu meminta Soo-ryun membaca dokumen itu. Soo-ryun pun akhirnya mengerti. Yi-myung berkata dengan kasar, “Karena sikapmu ini, nasib negara telah dilempar ke keadaan yang parah. Kau membuat kematian Gu tidak berarti. Dia mengajarkan Iljimae cara menolong orang lain, tapi bagaimana bisa kau tidak mengerti?”</p>
<p>Jin Sun Min menawarkan diri membawa dokumen itu tapi Yi-myung menolak dengan alasan situasi sudah panas dan jalan sudah ditutup. Jadi Soo-ryun menawarkan diri melakukan tugas itu, dia bersumpah akan mengantar dokumen itu ke orang yang tepat. Jalanan menjadi begitu sulit bagi Soo-ryun. Dia bahkan harus bertarung dengan pasukan Qing di dekat perbatasan. Soo-ryun tetap berusaha kabur tapi tentara Qing terlalu banyak dan mereka sudah semakin dekat.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-231.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5373" title="return23-231" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-231.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Ketika Soo-ryun dipanah di tangannya, wanita ini tetap sanggup meneruskan perjalanannya, dengan menarik anak panah itu. Dengan tentara yang mendekat, Soo-ryun memandangi sungai di bawahnya dan bergumam, “Aku harus mengantarkan surat itu.” Soo-ryun melompat ke dalam air dan para tentara mulai memanah ke arah sungai. Soo-ryun masih hidup tapi mungkin karena anak panah di punggungnya, Soo-ryun akhirnya meninggal juga.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-239.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5374" title="return23-239" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-239.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Berikutnya, dokumen itu telah dibawa oleh seorang tentara Joseon ke seorang panglima di perkemahan tentara. Panglima itu membaca isi dokumen lalu bertindak untuk melanjutkan informasi di dokumen itu. Tapi detik berikutnya, dokumen itu dibawa ke panglima yang lain, yang mungkin saja bertanggung jawab atas masalah itu. Panglima itu membaca dokumennya. Tapi Kim Ja-jeom lah yang membakar surat itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5361&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-014.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-014</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-041.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-041</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-052.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-052</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-065.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-065</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-082.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-082</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-099.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-099</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-119.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-119</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-146.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-146</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-171.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-171</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-203.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-203</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-231.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-231</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/return23-239.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return23-239</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Operation Proposal, Drama Terbaru Yoo Seung Ho</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/14/operation-proposal-drama-terbaru-yoo-seung-ho/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/14/operation-proposal-drama-terbaru-yoo-seung-ho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yoo Seung Ho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5356</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses bermain dalam drama saeguk berjudul Warrior Baek Dong-soo, Yoo Seung Ho kini sudah bersiap-siap untuk tampil dalam drama terbaru berjudul Operation Proposal. Drama ini sendiri menurut rencana bakal ditayangkan sama TV Chosun, salam satu TV Kabel di negeri ginseng.  Operation Proposal sendiri merupakan adaptasi dari sebuah drama Jepang yang diproduksi tahun 2007 lalu. &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/14/operation-proposal-drama-terbaru-yoo-seung-ho/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5356&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses bermain dalam drama saeguk berjudul Warrior Baek Dong-soo, Yoo Seung Ho kini sudah bersiap-siap untuk tampil dalam drama terbaru berjudul Operation Proposal. Drama ini sendiri menurut rencana bakal ditayangkan sama TV Chosun, salam satu TV Kabel di negeri ginseng.  Operation Proposal sendiri merupakan adaptasi dari sebuah drama Jepang yang diproduksi tahun 2007 lalu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/yooseungho_56.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5357" title="yooseungho_56" src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/yooseungho_56.jpg?w=530" alt=""   /></a></p>
<p>Dalam drama ini Yoo Seung Ho berperan sebagai karakter yang jatuh cinta pada teman lamanya&#8230; dipernikahan temannya itu. Untungnya, Yoo diberikan kesempatan kedua untuk memenangkan hati wanitanya itu berkelana lagi ke masa lalu. Hmmm&#8230; ini kayak film-film Holywood juga.  Yoo sendiri begitu antusias dengan drama ini dan dalam salah satu wawancara menyatakan, “Aku merasa topik menjelajah waktu ini begitu baru dan cara sang karakter melindungi kekasihnya begitu menyentuh.” Penulis naskah drama ini yaitu Yoon Ji-ryun, yang sebelumnya sukses dengan drama BBF.</p>
<p>All right, can’t wait to see this drama&#8230;</p>
<p>Source: dramabeans</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5356&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/12/14/operation-proposal-drama-terbaru-yoo-seung-ho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/12/yooseungho_56.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">yooseungho_56</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 22</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/11/20/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-22/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/11/20/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-22/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 10:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5338</guid>
		<description><![CDATA[Wol-hee dan Iljimae dipojokkan dalam usaha mereka untuk melarikan diri. Tapi ninja dengan kostum hitam2, datang menyelamatkan Wol-hee – dan bayangan Iljimae yang siap2 melempar shuriken membuat para pria berpedang itu lari tunggang langgang. Hanya saja, orang itu adalah Cha-doljimae! Sedangkan, Iljimae yang asli berhadapan dengan Park Bi-su. Park dikeliling oleh anak buah Kim Ja-jeom &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/11/20/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-22/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5338&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wol-hee dan Iljimae dipojokkan dalam usaha mereka untuk melarikan diri. Tapi ninja dengan kostum hitam2, datang menyelamatkan Wol-hee – dan bayangan Iljimae yang siap2 melempar shuriken membuat para pria berpedang itu lari tunggang langgang. Hanya saja, orang itu adalah Cha-doljimae!</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-0011.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-0011.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-001" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5340" /></a></p>
<p>Sedangkan, Iljimae yang asli berhadapan dengan Park Bi-su. Park dikeliling oleh anak buah Kim Ja-jeom tapi Park menyatakan kalau pertempuran itu adalah pertempuran satu lawan satu. Park Bi-su menghunus pedangnya, melemparnya ke dinding, dan membuat kedua orang itu, Park dan Iljimae, melakukan perang tanpa senjata. Mereka saling serang, tapi kemudian saling meraih pedang masing2 untuk bertempur lagi.</p>
<p>Pertarungan ini seimbang sebab kedua saling serang dengan seimbang. Mereka saling serang dengan pedang tapi ada saat dimana mereka berhenti untuk memastikan siapakah yang terluka. Lalu sesuatu terjatuh dari bagian perut Iljimae – benda itu adalah sebuah figura yang dulu diberikan oleh Miyamoto yang dimaksudkan untuk memberikan Iljimae perlindungan. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-017.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-017.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-017" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5341" /></a></p>
<p>Park Bi-su memandangi tangannya dan melihat ada darah segar mengalir melalui pedangnya – dia telah ditebas oleh pedang Iljimae. Iljimae berkata kalau dia sangat ingin membunuh Park Bi-su tapi dia sudah bersumpah tidak akan membunuh lagi, lalu memperingatkan Park agar tidak ikut campur lagi. Gugup, beberapa pria yang lain melakukan persiapan untuk melawan Iljimae saat dia beranjak pergi – sampai suara drum menghentikan langkah Iljimae.</p>
<p>Anak buah Kim Ja-jeom berbaris memukul drum itu, yang memberikan efek yang diingkan pada Iljimae. Iljimae berjuang untuk mempertahankan agar dirinya tetap tenang tapi dia menjatuhkan pedangnya dan jatuh berlutut. Anak buah Kim mengikat Iljimae dan menyeretnya pergi. Akan tetapi, Gu Ja-myung dan anak buahnya juga tiba di TKP. Anak buah Kim yang mengenakan topi bamboo mencoba kabur dan dipanah oleh para polisi. Iljimae akhirnya bangun dari pingsannya. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-029.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-029.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-029" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5342" /></a></p>
<p>Gu Ja-myung memerintahkan anak buahnya untuk menangkap orang2 itu sebab terlibat dalam peledakan illegal. Tapi sayang, Kim Ja-jeom datang dengan lugunya dan menambah kacau situasi di tempat itu. Kim mengatakan kalau dia berada di sekitar daerah itu dan melihat Iljimae bertarung dengan para pria bertopi bamboo itu, jadi secara naluriah dia memerintahkan anak buahnya menangkap Iljimae, karena Iljimae merupakan buronan polisi. Gu tahu kalau ini hanyalah bualan belaka. Tapi dia juga sadar kalau dia sefang berhadapan dengan seorang pria yang berkuasa. Jadi Gu Ja-myung berusaha untuk bersikap tenang.</p>
<p>Gu Ja-myung dan Kim Ja-jeom berdebat tentang bagaimana Iljimar harus dihukum. Gu Ja-myung ingin membawa Iljimae ke kantor polisi, tapi Kim Ja-jeom malah ingin membawa Iljimae ke petugas pengawal istana. Tapi untuk kali ini Gu menang dan membuktikan kalau merupakan tanggung jawabnya menangkap Iljimae – Iljimae sudah menyerah pada mereka. Gu Ja-myung mengeluarkan surat yang ditulis oleh Iljimae. Surat itulah yang mengarahkan Gu menangkap Iljimae dan pria lainnya dan mencatat semua perampokan yang pernah dilakukan Iljimae di masa silam. Lebih jauh, Iljimae memberikan info kepada Gu Ja-myung lokasi dimana dia ditangkap. Untuk itulah, merupakan kewenangan polisi menangkap Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-045.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-045.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-045" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5343" /></a> </p>
<p>Iljimae, yang sejauh ini memandangi Kim Ja-jeom dengan amarah akhirnya berbicara: “Meski aku tertangkap, aku tidak akan tertangkap oleh tanganmu.” Gu Ja-myung melaporkan pada atasannya, mendapatkan petunjuk bagaimana menangani Iljimae. Surat yang menjelaskan jejak kejahatan Iljimae, tapi tidak ada bukti nyata yang membuktikan kalau Iljimae berhubungan dengan perampokan itu. Lebih jauh, korbannya adalah para bangsawan korup yang tidak akan mengakui kalau mereka dirampok.</p>
<p>Gu Ja-myung menyebutkan kalau ketika seorang penjahat mengakui dan menyerahkan dirinya, dia diberikan hukuman yang lebih ringan. Contohnya, pengasingan ketimbang hukuman mati. Lebih jauh, Iljimae membantu pemerintah menghentikan aktivitas para kelompok gang di masa lalu, membuatnya memperoleh nilai baik karena melakukan perbuatan terpuji. Sang atasan setuju dengan saran Gu Ja-myung melakukan pengasingan, tapi dia juga tidak yakin apakah peraturan undang2 akan memungkinkan hal itu terjadi. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-049.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-049.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-049" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5344" /></a></p>
<p>Semua teman-teman Iljimae bersedih atas kabar tertangkapnya Iljimae – Keol-chi menangis, sedangkan Wol-hee merasa bersalah sebab dia yakin Iljimae tertangkap adalah karena dirinya. Bae Sun-dal berpikir kalau Iljimae melakukan hal yang cerdas dan meminta Wol-hee melihat sisi baiknya – jika Iljimae ditangkap Kim Ja-jeom, Iljimae pasti sudah dibunuh. Wol-hee mengatakan kalau dia sudah tidak punya harapan lagi, sambil menangis tersedu-sedu. Wol-hee melanjutkan, “Hukum di negeri ini menguntungkan mereka yang kaya! Hukum di negeri ini tidak memberikan keuntungan bagi orang2 biasa! Harapan?!”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-089.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-089.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-089" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5345" /></a></p>
<p>Gu Ja-myung menyelidiki kasus itu dengan optimis yang mana Iljimae sama sekali tidak punya optimisme itu – Gu Ja-myung berharap meski Iljimae diasingkan, dia akan bisa bertemu dengan ibunya, tapi Iljimae sudah begitu yakin kalau dirinya akan dihukum mati. Ketidakyakinan Iljimae sepertinya lebih nyata dari keyakinan Gu Ja-myung, dimana hal ini terbukti dengan perintah raja untuk menyerahkan penyelidikan kasus Iljimae kepada polisi kerajaan. Tidak hanya itu, orang yang menginterogasi Iljimae nantinya adalah Kim Ja-jeom.</p>
<p>Kim Ja-jeom menuduh Iljimae memiliki niat makar, yang merupakan tuduhan tidak wajar sehingga Iljimae harus tertawa setelah mendengarkannya. Tapi Kim Ja-jeom lebih kuat dalam posisinya kali ini, dan dia punya kemampuan menambahkan tuduhan palsu kepada Iljimae.</p>
<p>Pertama-tama, Kim Ja-jeom mengancam akan menyeret Tuan Choi jika Iljimae tidak mengakui pengkhianatannya. Jika melakukan itu maka pengembangan senjata yang dilakukan Tuan Choi akan terungkap. Tentu saja, Tuan Choi bekerja atas perintah raja tapi perintah itu adalah perintah rahasia, jadi sudah tentu raja tidak akan mengakuinya, yang artinya Choi pasti dihukum mati. Kim Ja-jeom memberikan pilihan – iljimae bertanggung jawa atas semuanya sendiri atau menyeret semua orang bersamanya. Yang bisa Iljimae lakukan hanyalah marah, memperingatkan Kim Ja-jeom kalau Surga akan menghukumnya atas semua dosa2nya. Kim jelas tidak takut pada surga.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-087.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-087.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-087" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5346" /></a></p>
<p>Jadi pada akhirnya Iljimae diberikan hukuman mati. Gu Ja-myung ketakutan – tidak masuk akal menuduh Iljimae melakukan maker; tidak ada satu bukti pun yang mengarah kesana. Tapi karena Iljimae mengaku, fakta dan bukti itu tidak lagi jadi masalah. Eksekusi hukuman mati itu bahkan tidak akan ditunda lagi: besok. Gu Ja-myung sangat panik – tidak hanya ini artinya dia akan gagal menyelamatkan Iljimae tapi dia juga akan melanggar janjinya mempersatukan ibu dan anak. Gu Ja-myung sama sekali tidak punya waktu.</p>
<p>Setelah mempertimbangkan dilemma yang dialaminya, Gu Ja-myung memutuskan kalau dia tidak bisa mengatakan pada Baek-mae kalau dia tidak bisa menepati janjinya, atau bahwa putranya telah mati. Gu Ja-myung bersumpah: “Aku akan memenuhi janjiku padamu.”</p>
<p>Ketika Gu Ja-myung menyelesaikan rencana akhirnya, Gu menulis surat dan menutupnya. Dia juga menyuruh Soo-ryun pulang dan mengunjungi ruang tahanan Iljimae. Gu Ja-myung sebenarnya tidak diijinkan melihat Iljimae tapi Gu memperdengarkan suaranya yang paling tegas dan mengatakan kalau kepolisian masih punya tahap akhir penyelidikan sebelum dilakukan hukuman mati. Dia memerintahkan petugas yang lain keluar agar dia mendapatkan privasi. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-093.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-093.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-093" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5347" /></a></p>
<p>Di dalam tahanan, Iljimae diam tanpa harapan untuk bisa kabur. Tapi ketika Gu Ja-myung menjelaskan dimana Iljimae bisa menemui ibunya, perkataan2 itu membuat Iljimae seolah-olah terbangun – bagaimana Baek-mae dulu datang ke Hanyang untuk memasakkan makan malam buat Gu Ja-myung yang dia makan bersama Iljimae, dan bagaimana Gu berpikir kalau Baek-mae sudah pulang ke rumah, tapi pada kenyataannya dia malah tinggal di rumah Gisaeng.</p>
<p>Iljimae akhirnya menyadari siapa ibunya ketika Gu Ja-myung menjelaskan ibunya tinggal di lading ginseng. Iljimae tersadar, “Ibuku ada di depan mataku dan aku tidak mengenalinya. Ibu yang begitu aku rindukan.” Iljimae meminta Gu agar tidak memberitahukan ibunya kalau dia meninggal tapi hanya mengatakan kalau dia pergi jauh. Tapi Gu Ja-myung membuat Iljimae bingung dengan mengatakan kalau dia harus menemui Baek-mae lalu Gu melepaskan borgol Iljimae. Gu Ja-myung melepaskan lencana polisinya dan mengatakan baju tahanan, dan memerintahkan Iljimae untuk keluar dari dalam ruang tahanan.</p>
<p>Iljimae keberatan – dia tidak bisa menukar hidupnya dengan Gu Ja-myung. Tapi Gu menjawab dengan tenang, “Aku sudah berjanji pada Baek-mae, bahwa tidak peduli apapun yang terjadi, aku akan menyelamatkan putranya.” Pekerjaannya sebagai polisi juga merupakan sebuah janji, “Tapi janjiku pada Baek-mae juga sebuah janji. Aku tidak akan berjanji kalau aku tidak dapat memenuhinya.”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-099.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-099.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-099" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5348" /></a></p>
<p>Demikianlah, Iljimae mengenakan seragam Gu Ja-myung lalu kabur. Di dalam ruang tahanan, Gu mengeluarkan cincin kawin yang dia beli untuk dirinya dan Baek-mae lalu mendesah bahwa cincin kawin milik Baek-mae tidak akan pernah sampai pada pemiliknya. Pada saat inilah kita tahu apa isi surat yang Gu Ja-myung tulis yang ditujukan untuk kepala polisi – sebuah surat bunuh diri. Di dalam surat itu, Gu Ja-myung meminta maaf karena sikapnya tapi juga menjelaskan bahwa dia punya alasan yang bagus menyelamatkan Iljimae. Gu Ja-myung bunuh diri di dalam penjara.</p>
<p>Setelah menerima surat dari Gu Ja-myung, kepala polisi menyimpulkan kalau dia harus merahasiakan alasan kematian Gu yang sebenarnya. Bakal menjadi hal gila mengakui bahwa Gu Ja-myung membebaskan seorang penjahat. Sebaliknya, mereka akan mengarang cerita kalau Iljimae membunuh Gu Ja-myung dan melarikan diri. Ketika berita kaburnya Iljimae tersebar, Kim Ja-jeom menjadi was2. Dia yakin kalau dirinya akan menjadi target pertama Iljimae dan tidak ada Park Bi-su yang melindunginya lagi. Kim Ja-jeom lalu memanggil peramal untuk mengetahui takdirnya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-109.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-109.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-109" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5349" /></a></p>
<p>Berita yang diramalkan lebih baik dari yang dikira, sebab sang peramal mengatakan kalau Kim Ja-jeom akan naik ke posisi perdana menteri. Senang dengan hasil ramalan itu, Kim tidak memaksa lebih jauh lagi waktu sang peramal menolak menjelaskan apalagi yang akan terjadi dan bahkan dia menerima permintaan sang peramal agar berhenti memanggilnya sebab dia akan pensiun dan tinggal di gunung.</p>
<p>Akan tetapi, ketika sang peramal pulang ke rumahnya, dia segera mengemasi barang2nya dan mengatakan pada pria yang tinggal bersamanya kalau mereka harus segera pergi: “Mereka yang ada di dekat Tuan Kim akan mati semuanya.” Sang peramal tidak bisa mengatakan pada Kim Ja-jeom bagian lanjutan dari ramalan – bahwa setelah Kim menjadi perdana menteri, dia tidak akan diingat. Dengan meninggalnya Gu Ja-myung, petugas polisi yang lain dipaksa menutupi cerita yang sebenarnya dan diperintahkan menangkap Iljimae. Soo-ryun sangat marah kehilangan bos yang dicintainya dan bersumpah akan mengejar Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-114.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-114.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-114" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5350" /></a></p>
<p>Yang-po dan Wang Hweng-bo juga kembali memutuskan akan menangkap Iljimae sebab akan sangat memalukan kembali ke Cina dengan tangan kosong. Tidak sadar akan perkembangan yang terbaru, Baek-mae tetap mencari berita tentang Iljimae dari para pengelana yang mengatakan padanya kalau Iljimae berhasil ditangkap oleh polisi. Khawatir atas keselamatan Iljimae, Baek-mae memutuskan untuk keluar mencari info lanjutannya dan bertanya kepada para pengelana dari Hanyang tentang berita terbaru Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-123.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-123.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-123" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5351" /></a></p>
<p>Akan tetapi, para pengelana ini telah meninggalkan kota sebelum hukuman diumumkan – hari sebelum kaburnya Iljimae – jadi mereka yakin kalau Iljimae sudah mati. Baek-mae hancur. Selama bertahun-tahun, dia hidup dengan satu harapan kalau dia akan bersatu dengan Iljimae, yang sekarang sudah pergi. Dan ketika Iljimae sedang menuju ke rumah ibunya, Baek-mae menulis sebuah surat yang ditujukan untuk Gu Ja-myung, tanpa tahu kalau Gu Ja-myung sudah meninggal:</p>
<p>Baek-mae: sebelum aku bertemu denganmu, hidupku hanyalah nama lain dari ketidakbahagiaan. Memikirkan hal itu, rahasanya benar2 kehidupan yang kosong. Kau mengatakan padaku tentang anakku dan memintaku hidup bersama denganmu. Kau bilang kau ingin bersama, bahwa orang2 seperti kita bisa hidup bahagia. Apa hari itu bisa datang? Apa itu nyata? Aku tidak percaya. Tapi sedikit demi sedikit, aku mulai bertanya apa kebahagiaan jadinya nanti dan apakah aku juga bisa merasakannya. Aku tersenyum ketika memikirkan itu dan menyadarai kalau itu adalah kebahagiaan. Aku bahagia. Selagi aku merindukan kebahagiaan, dalam beberapa hal aku bahagia. Terima kasih sudah menghargaiku ketimbang yang aku lakukan sendiri… Selamat tinggal yang aku rindukan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-134.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-134.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return22-134" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5352" /></a></p>
<p>Iljimae terus melangkahkan kakinya, ratusan bunga plum bermekaran yang menandakan kalau dia sudah semakin dekat dengan tempat tujuan. Ketika Iljimae mendekati rumah Baek-mae, dia sudah selesai menulis surat dan mengambil sebuah kantong. Di dalam kantong itu terdapat satu amplop bubuk.</p>
<p>Iljimae sudah dekat tapi berhenti di pasar untuk membeli hadiah, sebuah sikat kaligrafi. Dia tidak tahu kalau waktunya sudah hamper habis dimana pada saat yang bersamaan, Baek-mae menaburkan bubuk itu ke dalam air, dia percaya kalau putranya sudah mati… akhirnya, Iljimae tiba di luar rumah Baek-mae. Iljimae mendekat dengan perlahan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5338&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/11/20/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-0011.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-001</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-017.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-017</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-029.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-029</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-045.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-045</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-049.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-049</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-089.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-089</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-087.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-087</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-093.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-093</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-099.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-099</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-109.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-109</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-114.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-114</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-123.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-123</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/11/return22-134.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return22-134</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 21</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-21/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-21/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 11:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5321</guid>
		<description><![CDATA[Sung-kae menarik Iljimae dan berhenti untuk memasak makanan. Iljimae bangun dan berusaha mengingat bagaimana dia sampai disana, ingat kalau dia dibius. Dia bangkit dari kelumpuhan temporernya, berjalan pelan ke tempat Sung-kae, yang dia pandang dengan curiga. Iljimae bertanya pada Sung-kae apa maksud pria itu sebenarnya. Iljimae masih lemah, tapi Sung-kae takut pada kemarahannya dan mengatakan &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-21/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5321&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sung-kae menarik Iljimae dan berhenti untuk memasak makanan. Iljimae bangun dan berusaha mengingat bagaimana dia sampai disana, ingat kalau dia dibius. Dia bangkit dari kelumpuhan temporernya, berjalan pelan ke tempat Sung-kae, yang dia pandang dengan curiga. Iljimae bertanya pada Sung-kae apa maksud pria itu sebenarnya. Iljimae masih lemah, tapi Sung-kae takut pada kemarahannya dan mengatakan kalau Iljimae salah sangka. Dengan panik, Sung-kae megeluarkan senjatanya, yang Iljimae tangkis dengan mudah. Sung-kae kehilangan keseimbangan dan malah terjatuh. Sung-kae mendarat di atas senjatanya sendiri dan berteriak kalau Iljimae salah sangka, dan Sung-kae mati akibat tusukan senjatanya sendiri (ironis banget!).</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-007.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-007.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-007" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5322" /></a></p>
<p>Iljimae meneruskan perjalanan, tapi dia begitu lemah hingga tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Dia pingsan di hutan, kelelahan. Ketika dia terbangun, dia berada dalam perawatan Baek-mae, yang menemukan Iljimae di lading ginseng dan membawanya pulang. Saat Baek-mae mengoleskan obat ke wajah Iljimae, Baek-mae bertanya bagaimana Iljimae mendapatkan luka2nya itu. Karena Baek-mae mengenal Iljimae sebagai pria cabul di penginapan beberapa waktu sebelumnya itu, Iljimae mengatakan padanya kalau dia mendapatkan masalah karena mengejar wanita.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-024.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-024.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-024" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5323" /></a></p>
<p>Baek-mae memarahi Iljimae dengan mangatakan kalau orang tuanya tahu masalah yang menimpanya, mereka pasti akan sangat khawatir. Baek-mae mengatakan ini dengan rasa prihatin, yang membuat Iljimae tersentuh – meski di Hanyang Baek-mae memandang Iljimae dengan jijik, jadi kenapa Baek-mae mau merawatnya? Baek-mae mengingatkan Iljimae pada perkataannya sendiri kalau dia bukan pria jahat, dan bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tidak dapat dijelaskan dengan kata2. Ekspresi Iljimae terlihat terluka, seolah-olah Baek-mae telah menilainya salah.</p>
<p>Iljimae menanyakan soal anak Baek-mae dan Baek-mae berhenti sejenak sebelum menjawab, “Aku punya seorang putra.” Dia tidak yakin putranya itu berada dimana, meski dilaporkan dia berada di Hanyang. Iljimae menanyakan beberapa pertanyaan, tapi Baek-mae malah mengalihkan pembicaraan itu ke hal lain. Baek-mae membawakan Iljimae makanan, yang rasanya membuat Iljimae mematung dan mengingat sesuatu. Baek-mae bertanya apakah makanan itu tidak enak tapi Iljimae menjelaskan, “Aku pernah memakan makanan seenak ini sekali saja dulu. Aku memikirkan itu. Aku ingin makan seperti ini setiap hari.”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-037.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-037.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-037" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5324" /></a></p>
<p>Baek-mae senang dengan pujian itu, meski begitu dia menjawab, “Makanan ini tidak mungkin seenak makanan yang disiapkan ibumu di rumah.” Berikutnya, Baek-mae mengemasi pakaian Iljimae, tapi sayangnya Baek-mae melewatkan surat yang dia tulis untuknya ketika masih anak2. Sementara itu, di tengah hutan Yang-po dan Wang Hweng-bo berbaring akibat luka mereka yang parah. Yang-po mendekati nyala api dan membakar lukanya dengan bara api!</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-044.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-044.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-044" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5325" /></a></p>
<p>Biksu Bok-do sedang berjalan ketika kedua orang itu mulai pulih dan membuat penawaran agar dia ikut ke Cina bersama mereka. Yang-po menjawab kalau mereka sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk melakukan perjalanan, tapi biksu itu mengatakan kalau dia bisa sangat membantu. Biksu itu menyimpan alas an kenapa mau membantu mereka, tapi tentu saja ini ada hubungannya dengan uang sebab kita sudah tahu bagaimana persekongkolannya dengan Kim Ja-jeom.</p>
<p>Gu dengan segera mengetahui ledakan di gunung, tapi informasi itu telah ditutupi oleh petugas yang lebih tinggi. Gu menebak kalau itu merupakan aktivitas rahasia Raja yang dilaksanakan oleh Tuan Choi. Ledakan itu juga berarti bahwa rencana Choi gagal, dan apapun rencana itu, pasti sangat penting bagi kemakmuran negeri ini. Kesenanangan Kim Ja-jeom akan kekalahan Iljimae berubah menjadi ketakutan saat dia tahu kalau Iljimae menghilang. Park Bi-su melaporkan kalau Iljimae sudah kalah sebelum ledakan itu, meski bukan karena luka yang dia dapatkan. Iljimae juga pernah seperti itu sebelumnya saat ingin menyelamatkan Wol-hee. Mereka membicarakan penjelasan hal tersebut dan bertanya-tanya apakah hal itu berhubungan dengan suara drum.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-058.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-058.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-058" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5326" /></a></p>
<p>Kim memanggil lagi dukun wanitanya untuk mendapatkan info mengenai kondisi Iljimae. Wanita itu mendengar suara drum dan bayangan Dal-yi lewat, mengikat reaksi Iljimae ke suara drum dengan traumanya terhadap kehilangan pacarnya. Karena Kim merupakan orang yang sangat jahat, maka dia mencoba mencari tahu bagaimana dia bisa menggunakan ini untuk keuntungannya, dan menyadari kalau dia menangkap Wol-hee, Iljimae pasti akan datang. Kim meminta info bagaimana menemukan pacar Iljimae, tapi dukun wanita itu terlihat enggan, mengisyaratkan kalau dia ingin sesuatu dari Kim Ja-jeom. Kim tertawa setelah mendengar satu permintaan ketika dukun wanita itu mengakui kalau dia perlu seorang pria. Benar saja, Kim memanjakan dukun itu dengan memberikan salah satu anak buahnya!</p>
<p>Wol-hee dan Keol-chi mengendap-endap kembali ke persembunyian yang hancur itu untuk menunggu kepulangan Iljimae. Keol-chi tidak nyaman tinggal disana dan ingin pergi demi kemanan mereka, tapi Wol-hee telah berjanji pada Iljimae kalau tidak peduli pada apapun, dia akan menunggu Iljimae disana. Tidak sanggup melihat Wol-hee begitu sedih, Keol-chi menasehati Wol-hee untuk mencari pria lain dan menikah. Iljimae bagaikan putranya sendiri dan Wol-hee adalah putrinya, tapi lebih baik bagi Wol-hee untuk melanjutkan hidupnya saja.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-059.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-059.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-059" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5327" /></a></p>
<p>Wol-hee menjawab kalau dia tidak akan menikah: “Jika bukan dengan Iljimae, aku tidak akan menikah. Meski aku berubah menjadi batu karena menunggu, aku akan menunggunya disini. Sebab dia bilang dia akan kembali. Iljimae pasti akan segera kembali.” Baek-mae menyarankan agar Iljimae tinggal di rumahnya untuk beberapa hari lagi sampai dia benar2 sembuh, tapi Iljimae harus segera pergi, sebab ada seseorang yang menunggunya disana. Baek-mae dan Iljimae sudah membentuk semacam tali pertemanan, dan tepat saat Iljimae akan pergi, dia bertanya, “Apa kau pernah mendengar tentang Iljimae?” Iljimae memberikan bunga plum emas pada Baek-mae dan berkata, “Aku ingin memberikan ini padamu. Tolong ambilah… ini merupakan salah satu bunga yang ditnggalkan Iljimae.”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-077.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-077.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-077" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5328" /></a></p>
<p>Baek-mae kaget dan bertanya bagaimana Iljimae mendapatkan benda itu tapi dia kemudian kecewa ketika Iljimae mengarang cerita kalau dia mengambilnya di sebuah rumah Gisaeng. Baek-mae jelas membela Iljimae, “Iljimae mungkin saja disebut pencuri, tapi dia menolong orang miskin. Bagaimana mungkin ceritamu benar? Ambil saja benda itu kembali.” Jadi Iljimae harus mengubah ceritanya, “Sebenarnya aku mendapatkannya dengan tidak sengaja, tapi jika aku hanya memberikannya begitu saja padamu, kau mungkin mengira aku Iljimae. Aku tidak bermaksud apap2, jadi tolong terimalah.” Ini membuat Baek-mae marah dan berkata, “Bagaimana mungkin aku mengira playboy seperti dirimu merupakan Iljimae?”</p>
<p>Iljimae membuat Baek-mae tersenyum dengan mengatakan, “Aku belum pernah bertemu langsung dengannya, tapi Iljimae tentu saja tampan sepertiku.” Setelah Iljimae pergi, Baek-mae memandangi bunga plum emas itu dan di saat yang bersamaan sang narrator mengatakan, “Baek-mae tidak tahu apakah benda itu palsu atau tidak, tapi menyentuh benda itu seperti menyentuh tangan putranya sendiri.” Baek-mae lalu mengeluarkan surat Gu Ja-myung lagi, sambil memikirkan hari ketika mereka semua akan hidup bersama. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-086.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-086.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-086" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5329" /></a></p>
<p>Wol-hee masih menolak pergi dan memilih untuk tetap menunggu Iljimae. Dia mengatakan pada dirinya sendiri kalau Iljimae akan muncul jika dia menghitung sampai sepuluh. Jika tidak, maka dia akan menghitung sampai sejuta… semilyar… atau selamanya. Jadi ketika anak buah Kim Ja-jeom muncul, Wol-hee dengan mudah dapat ditangkap. Mereka meninggalkan pesan pada Keol-chi: jika Iljimae muncul, dia harus menemui Kim Ja-jeom. Jika tidak datang, maka mereka akan membunuh Wol-hee.</p>
<p>Ketika Iljimae tiba di tempat persembunyian itu, dia mendengar berita penculikan itu dari Keol-chi, lalu segera menuju rumah Kim Ja-jeom. Pencarian sekilas yang dilakukan Iljimae di rumah itu menunjukkan kalau Wol-hee tidak ada disana. Satu2nya info yang bisa mengarahkan Iljimae ke tempat Wol-hee disembunyikan yaitu para penculik yang memakai topi bambu dengan bagian mata saja yang terlihat (untuk menyembunyikan wajah mereka). Bae Sun-dal mengenali ciri2 itu sebagai sebuah kelompok pendekar tertentu, tapi mereka begitu tertutup hingga sedikit info yang ada tentang mereka.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-108.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-108.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-108" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5330" /></a></p>
<p>Pada saat inilah Cha-dol muncul, menawarkan bantuan untuk mencari tahu dimana markas orang2 itu – dia punya koneksi dengan anak2 lokal disana. Cha-dol membayar sekelompok anak2 desa dan meminta mereka untuk mencari orang2 dengan topi bambu. Dia menawarkan lebih banyak hadiah bagi siapa saja yang bisa mengikuti mereka dan menemukan tempat persembunyian mereka.</p>
<p>Anak2 itu menyebar untuk memulai pencarian. Seorang gadis, Soon-yi, juga menjadi bagian dari kelompok itu meski anak laki2 yang lain meremehkannya karena dia seorang gadis. Iljimae menemui Kim dan memerintahkannya mengatakan dimana Wol-hee berada. Kim Ja-jeom mencoba menguasai pertemuan itu dan memerintahkan Iljimae menurunkan senjatanya lalu berlutut dihadapannya. Iljimae tidak akan melakukan itu – dia mengaku kalau dia lemah dan Kim menang waktu itu, tapi Kim tidak akan menunjukkan dimana Wol-hee disembunyikan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-115.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-115.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-115" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5331" /></a></p>
<p>Kim berkata, “Apakah aku harus mengatakan apa yang paling aku inginkan? Bawa semua benda yang pernah kau curi dariku.” Kim Ja-jeom menginginkan semua emas yang pernah dicuri, dan dia ingin benda itu dikembalikan besok sore. Ini tugas yang tidak mudah tapi Iljimae setuju. Anak2 desa tidak beruntung menemukan orang2 yang memakai topi jenis yang disebutkan Cha-dol. Tapi, si gadis cilik Soo-yi muncul dan mengatakan kalau dia telah berhasil. Dia memang pintar dan bertanya pada penjual topi siapa yang membeli topi seperti itu. Info ini membawa Cha-dol ke tempat yang dijaga ketat, ke sebuah bangunan yang berbeda dari yang lainnya. Menggunakan kecerdasannya, Cha-dol melihat seorang anak pengantar makanan muncul dari bangunan itu, lalu mendekati penjaga dan berpura-pura sebagai saudara anak itu.</p>
<p>Cha-dol mengatakan kalau saudaranya tidak membawa daftar pembayaran yang benar dan ayah mereka marah. Kalau dia tidak kembali ke dalam dan mengambil pembayaran yang benar, dia akan dipukuli. Cha-dol menawarkan minuman untuk membuat hati para panjaga itu melunak dan mereka pun membiarkan Cha-dol masuk. Dia mendapati dirinya di sebuah lokasi perjudian rahasia. Dia menyelinap ke sebuah ruang bawah tanah, bersembunyi saat dia melihat beberapa pria bertopi berbincang.</p>
<p>Dia ditangkap oleh pria bertopi yang kebetulan membawa pedang, tapi Cha-dol membuat alasan kalau dia sedang mencari toilet dan akhirnya bisa keluar dengan selamat. Iljimae menemui Cha-dol sebab dia sudah diberitahu oleh Soon-yi. Gadis itu mengikuti Cha-dol ke tempat judi itu dan Cha-dol jadi bertanya-tanya apakah itu memiliki makna tersembunyi: “Apa dia menyukaiku?” Cha-dol melaporkan penemuannya kepada Iljimae: dia tidak melihat Wol-hee tapi dia melihat ruang bawah tanah yang dijaga ketat. Iljimae mengiyakan dan menyelinap ke dalam tempat judi itu. Iljimae lalu menelusuri bagian atas ruang bawah tanah yang dimaksud Cha-dol. Mengintip ke bagian bawah, Iljimae melihat Wol-hee disumbat mulutnya dan diikat serta dijaga oleh anak buah Park Bi-su.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-168.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-168.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-168" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5333" /></a></p>
<p>Iljimae tidak bisa merencanakan misi penyelamatan sekarang jadi dia hanya menandai tempat itu dan kembali ke rumah malam itu, dimana dia menggumamkan situasinya yang sulit. Tidak akan mudah membebaskan Wol-hee kali ini, plus dia tahu pihak oposisi sangat kuat – Park Bi-su adalah orang yang sangat sulit dikalahkan. Bae Sun-dal telah mendengar teknik pedang Park Bi-su dan menyebutnya tidak terkalahkan. Iljimae begadang semalaman itu mengkhawatirkan langkah yang akan dia ambil. Dia memandangi Keol-chi yang sedang tertidur sambil berkata, “Kau membesarkanku. Jangan terlalu sedih mendengar kematianku. Jika bukan karenamu, aku pasti sudah mati begitu aku dilahirkan. Ini mungkin yang terakhir dariku.”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-172.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-172.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-172" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5332" /></a></p>
<p>Pada pagi harinya, Gu Ja-myung menerima surat dari Baek-mae, yang isinya sangat mengejutkan hingga Gu berlari untuk menemukan pengantar surat itu. Dia lalu beraksi, sebab itu merupakan berita yang sangat penting. Sedangkan, Kim Ja-jeom menunggu waktu dimana dia akan menerima semua emas yang dicuri Iljimae darinya. Tidak heran, Iljimae tidak muncul, jadi dia memerintahkan anak buahnya menyiapkan drum. Tapi tiba2 Iljimae muncul. Anak buah Kim melihat Iljimae di atap rumah dan Park Bi-su berlari keluar menghadapi Iljimae. Iljimae memancing Park Bi-su keluar, dengan cara berlari di jalanan seperti kucing dan tikus yang saling kejar, dengan gerakan yang cepat.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-185.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-185.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-185" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5334" /></a></p>
<p>Setelah melakukan pengejaran beberapa saat, Parl Bi-su kehilangan jejak… dan kita tahu ini hanyalah Iljimae bohongan. Cha-dol tidak bertindak sendirian – dia berperan sebagai pengacau untuk memberikan Iljimae yang asli kesempatan masuk ke ruangan yang dijaga ketat. Iljimae menyiapkan bom asap, menggunakan bom itu sebagai pelindung selagi dia kabur dan membebaskan Wol-hee. Dia juga menghalangi pengejarnya dengan menebar paku di lantai yang menusuk kaki mereka.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-191.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-191.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return21-191" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5335" /></a></p>
<p>Iljimae menyuruh Wol-hee lari menyelamatkan diri dengan mengatakan kalau dia akan menyusul. Akan tetapi, tidak lama setelah Wol-hee keluar, dia dihadang oleh pria berpedang. Iljimae tetap tinggal dan berhadapan dengan Park Bi-su, yang dibantu oleh timnya. Jadi Wol-hee terpojok dan Iljimae kalah jumlah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5321&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-024.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-024</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-037.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-037</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-044.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-044</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-058.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-058</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-059.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-059</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-077.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-077</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-086.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-086</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-108.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-108</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-115.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-115</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-168.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-168</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-172.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-172</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-185.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-185</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return21-191.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return21-191</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Park Shi Hoo Gelar Mini Fan Meeting</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/park-shi-hoo-gelar-mini-fan-meeting/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/park-shi-hoo-gelar-mini-fan-meeting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 10:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Park Shi Hoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5318</guid>
		<description><![CDATA[Park Shi Hoo sepertinya selalu menjaga tradisi yang selama ini sudah sering dilakukannya: menonton episode terakhir dramanya bersama para fans! Dalam drama sebelumnya (Prosecutor Princess dan Queen of Reversals) Park juga melakukan hal yang sama. Dan sekarang, untuk drama Princess&#8217; Man, juga diulanginya lagi. Acara ini sendiri dilaksanakan di Seoul pada 6 Oktober lalu. Park &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/park-shi-hoo-gelar-mini-fan-meeting/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5318&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Park Shi Hoo sepertinya selalu menjaga tradisi yang selama ini sudah sering dilakukannya: menonton episode terakhir dramanya bersama para fans! Dalam drama sebelumnya (Prosecutor Princess dan Queen of Reversals) Park juga melakukan hal yang sama. Dan sekarang, untuk drama Princess&#8217; Man, juga diulanginya lagi. Acara ini sendiri dilaksanakan di Seoul pada 6 Oktober lalu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/parkshihoo24.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/parkshihoo24.jpg?w=530" alt="" title="ParkShiHoo24"   class="aligncenter size-full wp-image-5319" /></a></p>
<p>Park Shi Hoo berkomentar, &#8220;Menonton episode bersama dengan fans merupakan sebuah janji. Aku mampu menyelesaikan proyek ini berkat dukungan para fans, jadi menonton episode terakhir bersama mereka adalah caraku untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan.&#8221; Dalam drama Princess&#8217; Man, Park bermain bersama Moon Chae Won dan drama ini sukses di Korea sana dengan memperoleh rating yang tinggi.</p>
<p>source: dramabeans</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5318&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/park-shi-hoo-gelar-mini-fan-meeting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/parkshihoo24.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ParkShiHoo24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 20</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-20/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 09:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5300</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan rencana Iljimae, anak buahnya menuju ke gunung yang tersembunyi, bersama dengan pekerja yang disediakan oleh bangsawan Tuan Choi Myung-gil. Tuan Choi juga memperkenalkan pada mereka seorang pria Belanda yang akan mengajari mereka rahasia dari senjata itu: ledakan. Selama beberapa hari, tim itu belajar bagaimana mengembangkan dan menggunakan berbagai senjata menggunakan bubuk mesiu. Akan &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-20/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5300&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan rencana Iljimae, anak buahnya menuju ke gunung yang tersembunyi, bersama dengan pekerja yang disediakan oleh bangsawan Tuan Choi Myung-gil. Tuan Choi juga memperkenalkan pada mereka seorang pria Belanda yang akan mengajari mereka rahasia dari senjata itu: ledakan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-001.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-001.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-001" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5301" /></a></p>
<p>Selama beberapa hari, tim itu belajar bagaimana mengembangkan dan menggunakan berbagai senjata menggunakan bubuk mesiu. Akan tetapi, Iljimae harus tetap berhati-hati dan bersembunyi, yang menjadi sumber kemarahan Wol-hee. Dia merasa tidak berguna dan terganggu sebab Iljimae begitu baik bersembunyi dan membebani dirinya dengan pekerjaan seperti memasak dan mencuci.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-005.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-005.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-005" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5302" /></a></p>
<p>Ketika Wol-hee menangani segunung cucian di sungai, dia didekati oleh dua orang bayaran Kim Ja-jeom, yang telah mengintai adanya kegiatan yang mencurigakan. Mereka tidak tahu apa yang direncanakan Iljimae, tapi merasa aneh bahwa Wol-hee mencuci begitu banyak pakaian – apa yang dia sembunyikan? Apa yang sedang terjadi di balik gerbang itu? Mereka memaksa Wol-hee untuk mengatakan semuanya serta mengancam Wol-hee dengan kekerasan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-022.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-022.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-022" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5303" /></a></p>
<p>Sebuah batu yang dilempar ke tempat para pria itu yang membuat mereka berhenti dimana hal ini juga memberikan kesempatan pada Wol-hee untuk kabur. Kedua pria itu kabur saat mereka diburu oleh anak buah Choi. Kaki tangan Kim Ja-jeom itu akhirnya melapor kepada majikannya bahwa mereka sangat yakin Iljimae telah ikut campur, tapi mereka tidak bisa melihat sosok Iljimae disana. Akan tetapi, salah satu pria mengenali wajah Wol-hee yang begitu familiar dimatanya – dia adalah kekasih Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-026.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-026.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-026" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5304" /></a></p>
<p>Iljimae bertindak untuk memberikan peringatan, dengan meninggalkan sebuah surat di kamar Kim Ja-jeom, tertancap di bantal pria jahat itu dengan sebuah pisau. Keinginan Iljimae jelas: Ini artinya, jika aku mau, aku bisa saja membunuhmu! Jika bukan karena petuah yang dia pelajari dari biksu Yeol-gong, Iljimae pasti sudah membunuh Kim Ja-jeom malam itu juga.</p>
<p>Kim sangat marah setelah membaca surat itu, yang memperingatkannya agar tidak macam-macam dengan Wol-hee. Tapi Kim menenangkan dirinya, mengingatkan dirinya kalau dia tidak bisa melupakan betapa kuatnya seorang musuh bernama Iljimae. Kim Ja-jeom memutuskan bahwa dia harus bertemu secara langsung dengan Iljimae. Dia mengirim seorang pelayannya ke tempat persembunyian di gunung itu dengan sebuah pesan untuk Wol-hee.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-034.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-034.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-034" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5305" /></a></p>
<p>Petugas Gu Ja-myung tahu kalau Tuan Choi sudah bertemu dengan Iljimae dan bertanya mengenai beberapa informasi. Berharap mendapatkan kepercayaan bangsawan itu, Gu mengaku kalau dia belum melaporkan apa yang dia ketahui ini pada atasannya. Dia tidak ingin menemukan Iljimae sebagai seorang polisi, tapi demi kepentingan ibunya. Tapi Gu Ja-myung memberikan sedikit penekanan, dengan mengatakan kalau Tuan Choi tidak mengatakan apa2 padanya, maka Gu akan mengatakan apa yang dia ketahui pada pihak kepolisian.</p>
<p>Usaha ini lemah, dan Tuan Choi menjawab jika memang benar Iljimae terlihat memasuki rumahnya, tapi dia tidak tahu apapun soal itu, dan belum pernah bertemu dengan Iljimae. Meski Choi berbohong soal tidak mengenal Iljimae, cerita lainnya merupakan kebenaran saat Choi mengatakan pada Gu Ja-myung bahwa dia sedang mengerjakan sesuatu atas perintah Raja – hal ini penting dan rahasia dan tidak bisa dihentikan. Pekerjaan ini tidak ada hubungannya dengan Iljimae dan pekerjaan ini demi kesejahteraan negeri ini. Tapi Choi memberikan Gu sebuah klu jika pekerjaan ini berhasil (yang artinya Gu harus berhenti ikut campur), Iljimae mungkin akan dimaafkan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-042.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-042.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-042" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5306" /></a></p>
<p>Baek-mae seperti biasa sangat ingin mendengar berita tentang anaknya dan bertanya pada para pria yang bertualang keluar Hanyang untuk informasi lebih lanjut. Dia kecewa sebab tidak ada info terbaru, tapi dia senang setelah menerima surat dari Gu Ja-myung. Berdasarkan reaksi Baek-mae pada surat itu, kita bisa tahu kalau Baek-mae telah memiliki semacam rasa suka pada Gu Ja-myung dan mengkhawatirkan kesehatan Gu Ja-myung seperti dia mengkhawatirkan Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-056.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-056.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-056" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5307" /></a></p>
<p>Pesan dari Gu itu mengatakan kalau Iljimae sedang melakukan pekerjaan yang sangat penting, dan jika pekerjaan itu berhasil, maka dia mungkin dimaafkan. Baek-mae sangat lega dan tenang mendengar berita tersebut. Wol-hee menerima surat dari Kim Ja-jeom, yang artinya harus diberikan kepada Iljimae. Iljimae tahu hal ini dan dengan diam2 masuk ke kamar Wol-hee malam itu untuk mengambil surat itu saat Wol-hee tertidur. Tapi ketika Iljimae melangkah keluar, Wol-hee bangkit dan mengatakan kalau dia terbangun, serta menjadi semakin marah sebab Iljimae beranjak pergi tanpa mengatakan apa2 padanya. Iljimae mengatakan kalau dia tidak boleh dilihat oleh yang lainnya, tapi Wol-hee memeluk Iljimae, dan Iljimae tinggal disana untuk beberapa saat.</p>
<p>Dengan matahari pagi yang semakin mendekat, Iljimae harus segera pergi, tapi Wol-hee memeluk Iljimae dengan sangat erat dan memohon agar dia tinggal lebih lama. Pertengkaran kecil mereka terhenti oleh kedatangan Yeol-gong, yang marah karena Iljimae tidak seharusnya datang kesini dan membawakan Wol-hee beberapa bungkus obat untuk kelelahannya bekerja lembur. Pada pagi harinya, Iljimae menemani Yeol-gong keluar lalu membaca surat dari Kim Ja-jeom. Surat itu menyatakan: ‘Iljimae. Aku menerima hadiahmu. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Ayo kita bertemu, hanya kita berdua saja.’</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-080.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-080.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-080" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5308" /></a></p>
<p>Kim Ja-jeom mempersiapkan pertemuan rahasianya dan tiba lebih dulu di tempat yang sudah disepakati. Saat Iljimae tiba, Kim membuka kalimatnya dengan kata-kata datang dengan mengatakan kalau dia mengerti Iljimae bekerja untuk kebaikan banyak orang. Lalu Kim mengejutkan Iljimae dengan menanyakan: “Kalau begitu, bagaimana bila kau bekerja sama denganku?” Sebagai ganti karena sudah mengehtikan sikap jahatnya, Kim Ja-jeom menawarkan Iljimae kekuatan dan kehormatan, memberikan janji pada Iljimae sebuah posisi dalam pemerintahan yang akan datang. </p>
<p>Tapi Iljimae menjadi curiga, dia mengeluarkan pedangnya, dan mendekatkannya ke leher Kim Ja-jeom, yang membuat pria itu berteriak, “Aku tidak berbohong sama sekali!” Iljimae sama sekali tidak senang mendengar penawaran ini; dia mengingatkan Kim tentang surat rahasia yang menyatakan sikap pengkhianatnya terhadap negerinya sendiri. Iljimae menuduh Kim Ja-jeom melakukan kejahatan yang tidak dapat dimaafkan sama sekali yang membuatnya sama sekali tidak berharga menjalani hidup ini: “Apa aku harus membuat lubang di dadamu? Atau lehermu?”</p>
<p>Kim mengatakan kalau dia percaya pada kesetiaan Iljimae, tapi Iljimae mengatakan kalau dia sama sekali tidak punya kesetiaan pada pengkhianat seperti Kim Ja-jeom dan menghancurkan senjata yang disembunyikan Kim Ja-jeom – ternyata dia membawa pisau yang disembunyikan. Iljimae pergi dan meninggalkan Kim yang bernafas terengha sebab mengira dia sudah mati.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-086.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-086.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-086" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5309" /></a></p>
<p>Satu hal posistif yang didapatkan Kim Ja-jeom dari pertemuannya dengan Iljimae, yaitu dia bisa menebak kalau Iljimae sama sekali tidak punya surat rahasia itu. Ini merupakan berita baik untuknya! Lebih jauh, dia menerima laporan tentang tempat persembunyian di gunung itu, dimana senjata api sedang dibuat. Tahu kalau bahan peledak diatur oleh negara, Kim menebak kalau Tuan Choi pasti bekerja atas nama perintah rahasia Raja.</p>
<p>Sedangkan, pengembangan senjata peledak berjalan dengan baik dan anak buah Tuan Choi yang bekerja di tempat persembunyian Iljimae senang dengan perkembangan pekerjaan mereka. Kim Ja-jeom bukan satu2nya yang menyelidiki diam2 tempat rahasia di gunung itu; Yang-po dan Wang Hweng-bo juga memutuskan untuk melakukan sebuah rencana buat menangkap Iljimae, yang akan mereka bawa ke Cina bersama mereka. Mereka membuat persiapan dan mengemas senjata rahasia mereka: sebuah drum.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-095.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-095.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-095" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5310" /></a></p>
<p>Iljimae adalah orang pertama yang sadar kalau sekelompok pengerusuh sedang dalam perjalanan naik gunung. Dia langsung bergegas memberikan peringatan pada Wol-hee pada bahaya ini, dan memerintahkannya untuk mengatakan pada yang lain untuk cepat2 dan membawa pergi simpanan bubuk senjata dan senapan mereka. Wol-hee tidak langsung mengerti betapa genting berita itu sebab dia merasa marah karena Iljimae datang hanya untuk memberikan perintah dan pergi, tapi Iljimae menarik tangannya dan mengatakan kalau ini urusan penting. Jika mereka tertangkap sekarang, jika senjata mereka ditemukan, mereka semua akan hancur.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-100.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-100.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-100" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5311" /></a></p>
<p>Iljimae meminta Wol-hee untuk pergi bersama Keol-chi dan berjanji, “Apapun yang terjadi, aku pasti akan datang padamu.” Setelah itu, Iljimae menghadapi anak buah Kim Ja-jeom, membela rakyatnya dan tempat persembunyiannya. Park Bi-su maju paling awal, mengenali Iljimae dari pertempuran mereka yang dulu, lalu melawan Iljimae sendirian. Dia memerintahkan anak buahnya untuk meneruskan perjalanan tanpa dirinya. Akan tetapi, Iljimae tahu kalau melindungi pekerjaan mereka adalah yang utama, jadi ketimbang bergulat dengan Park Bi-su, dia mengejar anak buah pria itu saja. Park mengejar ketika Iljimae menuju ke persembunyian dan terjadilah pertempuran besar antara anak buah Kim dan anak buah Choi.</p>
<p>Iljimae menuju ke tempat penyimpanan senjata mereka dan melihat salah satu benda itu telah dinyalakan. Iljimae bergegas untuk memadamkannya sebelum meledak – tapi tiba2 saja, drum berdendang, membuat Iljimae lemah dan berlutut. Dia memegang dadanya penuh rasa sakit, berjuang agar dia tetap mampu sadar… tapi reaksi Iljimae pada drum itu sangat membahayakan. Bunyi itu membuatnya lumpuh, lalu membuatnya pingsan. Tapi tiba2 saja, senjata itu meledak dan seluruh senjata di tempat itu meledak besar2an.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-123.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-123.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-123" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5312" /></a></p>
<p>Iljimae melayang ke udara bersama ledakan itu lalu jatuh ke tanah. Dari kejauhan, Tuan Choi begitu terpukul melihat harapan besar mereka meledak bersama tempat persembunyian itu. Sedangkan, Wol-hee hanya memikirkan keselamatan Iljimae dan tidak sabar ingin kembali ke tempat persembunyian itu dan mencari Iljimae. Ketika dia tiba disana, Iljimae menghilang begitu saja. Keol-chi menyuruh Wol-hee untuk berlindung, tapi dia menolah meninggalkan tempat itu.</p>
<p>Kim Ja-jeom menerima berita dan tertawa gembira. Dia lebih suka Iljimae mati ketimbang hanya terluka, tapi dia tenang mendengar berita kalau Iljimae terluka parah. Dia juga menyukai ironi kalau petugas keamanan negara harus menutupi berita itu, sebab jika berita tentang bahan peledak menyebar, banyak orang akan ada dalam masalah, sebab hal tersebut akan membuat keterlibatan Raja dipertanyakan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-150.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-150.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-150" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5313" /></a></p>
<p>Tubuh Iljimae dibawa pergi oleh Wang Hweng-bo dan Yang-po, yang juga memberikan obat padanya, iljimae bergumam penuh rasa sakit, tapi dia terlalu lemah untuk menahan ketika mereka memaksakan obat lumpuh yang mereka bawa. Setelah itu, dua pria Cina berlindung di hutan, mendapatkan kenyamanan setelah makan dan minum, tahu bahwa mereka sangat dekat dengan tanah air mereka.</p>
<p>Iljimae bangun, tapi dia terluka, terikat, dan masih dalam pengaruh obat bius, jadi dia tidak mampu bergerak ketika Wang Hweng-bo dan Yang-po membicarakan rencana mereka. Iljimae berjuang untuk bertanya, “Kemana kalian membawaku?” Wang Hweng-bo hanya memberikan Iljimae obat bius lagi, lalu duduk bersantai.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-157.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-157.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-157" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5314" /></a></p>
<p>Merasa aman, kedua pria itu tidur siang – tapi sang narrator mengatakan kalau kedua pria ini tidak awas. Seseorang menyelinap saat mereka tidur dan mengelilingi Iljimae yang pingsan, dan mengintip kedua pria yang tidur itu… orang itu Sung-kae! Dia berkata, “Kalian mencuri salah satu rakyat negeriku demi keuntungan negeri kalian? Aku juga tahu bagaimana caranya bersikap pahlawan!”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-160.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-160.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return20-160" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5315" /></a></p>
<p>Dan Sung-kae menusuk dada Yang-po. Wang Hweng-bo bangun kaget dan Sung-kae menusuk matanya. Ketika mereka berdua mengeluh kesakitan, Sung-kae mengatakan pada mereka kalau dia mungkin saja seorang penjahat, tapi dia tidak akan diam melihat salah satu orang setanah airnya diculik. Meninggalkan mereka berdua yang sedang terluka, Sung-kae menarik kereta yang menjadi tempat tidur Iljimae lalu pergi dari tempat itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5300&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/10/08/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-001.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-001</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-005</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-022.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-022</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-026.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-026</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-034.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-034</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-042.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-042</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-056.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-056</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-080.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-080</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-086.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-086</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-095.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-095</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-100.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-100</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-123.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-123</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-150.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-150</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-157.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-157</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/10/return20-160.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return20-160</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 19</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-19/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-19/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 08:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5286</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Kim Ja-jeom berkonsultasi dengan peramal, dia merasa tenang pada jaminan kalau Iljimae tidak akan menyerang selama sepuluh hari. Memanfaatkan kesempatan ini untuk bersantai, Kim Ja-jeom mengadakan serangkaian pesta. Selagi rumah Kim mengendorkan penjagaannya, Iljimae mampir berpakaian seperti bangsawan untuk berbincang dengan Park Su-dong, pemimpin kelompok pemburu yang disewa untuk menangkap Iljimae. Park Su-dong merasa &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-19/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5286&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Kim Ja-jeom berkonsultasi dengan peramal, dia merasa tenang pada jaminan kalau Iljimae tidak akan menyerang selama sepuluh hari. Memanfaatkan kesempatan ini untuk bersantai, Kim Ja-jeom mengadakan serangkaian pesta. Selagi rumah Kim mengendorkan penjagaannya, Iljimae mampir berpakaian seperti bangsawan untuk berbincang dengan Park Su-dong, pemimpin kelompok pemburu yang disewa untuk menangkap Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-003.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-003.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-003" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5287" /></a></p>
<p>Park Su-dong merasa tidak nyaman dengan pesta Kim Ja-jeom dan merasa harus pergi jalan2 keluar, dimana Iljimae berbicara padanya tentang perumpaan membingungkan tentang kesetiaan anjing kepada pemiliknya, yang tidak peduli pada kebajikan tuannya. Sepanjang waktu, Iljimae merencanakan serangannya bersama tim yang dia buat sebab operasi ini memerlukan bantuan semua orang.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-009.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-009.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-009" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5288" /></a></p>
<p>Pada akhir hari ke sepuluh, dia mengirim pesan kepada Kim Ja-jeom yang menuduh Kim sebagai penjahat yang menjual negaranya. Malam itu, Iljimae muncul di rumah Kim dimana dia ditunggu oleh Park Su-dong dan para pemburu. Tapi Iljimae tidak diam disana dan malah kabur menuju hutan dimana para pemburu mengikuti jejaknya.</p>
<p>Mereka mencari Iljimae sepanjang malam dan pada pagi harinya, Kim Ja-jeom marah pada sedikitnya informasi yang bisa didapat. Kelihatannya Iljimae sengaja menarik keluar para pengejarnya, sebab dia selalu mengawasi dan dengan mudah membuat dirinya diketahui. Tapi dia menunggu hingga pagi, membuat para pemburu mendekat ke jejaknya, lalu meloncat ke kerumunan mereka guna menyandera satu pria.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-020.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-020.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-020" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5289" /></a></p>
<p>Ketika Iljimae mengarahkan pisau ke leher pria itu, Iljimae mengatakan pada Park Su-dong kejahatan Kim Ja-jeom. Ini dia maksud dari anjing yang punya kesetiaan buta pada tuannya, karena Park Su-dong itu suka harta jadi dia tidak terganggu pada perkataan Iljimae. Tapi saat dia mendengar kalau Kim Ja-jeom adalah pengkhianat negaranya sendiri, kita tahu kalau Park punya moral. Dia lalu menarik para pemburunya. Lebih jauh, dia mengembalikan semua hadiah Kim dan meninggalkan Hanyang sambil meninggalkan pesan kalau Kim lain kali akan menjadi targetnya.</p>
<p>Kejutan lain menyapa Kim Ja-jeom waktu dia membuka gudangnya yang terkunci dimana dia mendapati kalau ruangan itu benar2 kosong. Ruangan itu dijaga dengan ketat jadi mereka bingung pada penyebab hilangnya Wol-hee, sampai Park Bi-su menemukan lubang besar di bagian bawah ruangan itu. Selagi Kim membuat pesta selama sepuluh hari, sadar kalau Iljimae tidak akan menyerang, tim Iljimae sibuk menggali terowongan bawah tanah dari rumah Bae Sun-dal.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-027.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-027.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-027" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5290" /></a></p>
<p>Untuk itulah, saat Iljimae menarik para pemburu menjauh, Cha-dol dan Keol-chi mendapatkan kesempatan untuk melewati lorong itu yang terhubung dengan rumah Kim untuk menyelamatkan Wol-hee. Untuk menghindarkan kecurigaan terhadap rumah Bae Sun-dal, mereka telah punya persiapan untuk menghalangi jejak mereka, yaitu dengan menghalagi jalan yang gunakan kabur dengan memasang umpan ke arah yang lain. Ini membuat anak buah Kim Ja-jeom melewati jalan yang salah.</p>
<p>Setelah kembali dengan selamat, Wol-hee melihat gambar Bae tentang riwayat petualangan Iljimae, termasuk pertemuan pertamanya dengan Wol-hee. Wol-hee yakin kalau Iljimae pasti akan datang menyelamatkannya tapi sekarang dia bertanya-tanya, “Dimana kau?” Sebuah suara berkata di belakangnya, “Aku berada di dekat Wol-hee.” Melihat Iljimae secara langsung, Wol-hee mulai menitikkan air mata, meski dia mengatakan pada Iljimae kalau dia tahu Iljimae pasti datang untuknya.</p>
<p>Sedangkan untuk masalah pengkhianatan Kim, Bae Sun-dal menyarankan agar Iljimae menemui menteri pemerintah, Tuan Choi Myung-gil, yang memiliki posisi yang unik sebab dia mencoba menciptakan hubungan yang baik dengan bangsa Cina tapi di sisi lain dia juga menyiapkan untuk mempertahankan negaranya sendiri. Karena Iljimae tidak punya bukti rencana jahat Kim Ja-jeom, Iljimae mungkin bisa mendapatkan solusi dengan cara bicara pada Choi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-044.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-044.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-044" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5291" /></a></p>
<p>Malam itu, Iljimae menguping pembicaraan Tuan Choi yang sedang mabuk dimana dia mencurahkan kesedihannya pada seorang teman. Choi kelihatannya pria baik namun sesuatu pasti mengganggu pikirannya hingga membuatnya mabuk seperti itu, setidaknya itulah yang dikatakan sang narrator. Iljimae menyelinap ke rumah Tuan Choi selama beberapa malam sampai dia menemukan apa yang dia cari. Sebuah surat rahasia – surat resmi dari kerajaan yang memerintahkan Choi untuk meningkatkan persenjataan yang akan digunakan dalam perang melawan Cina.</p>
<p>Dalam perjalanannya keluar, Iljimae ditangkap olej polisi yang sedang berpatroli, tapi mungkin dia sudah mendapatkan pengalaman dan memakai pikiran logisnya – ketimbang bertarung – untuk menyelesaikan konflik ini. Lucu juga bagaimana Iljimae membuat takut para polisi itu dengan mengatakan kalau mereka pasti sudah mendengar betapa hebatnya dia menggunakan shuriken, jadi mereka pasti tahu kalau mereka tidak akan menang melawannya. Untuk itulah, guna menghindari dilempari shuriken dan dipukul, Iljimae menawarkan jika mereka tidak menyerang, maka Iljimae juga akan diam.</p>
<p>Iljimae membagi info yang dia dapat dengan Bae Sun-dal, yang mengerti akan perintah kerajaan itu. Dia sudah mendengar senjata baru ini, yang akan menjadi asset besar bagi Korea dalam mempertahankan diri melawan musuh. Akan tetapi, dilemma Tuan Choi yaitu pengembangan mereka terhadap senjata ini harus tetap menjadi rahasia – berita kalau Korea mengembangkan senjata akan membuat Cina marah dan mungkin memicu perang. Ini artinya, bendahara Negara takut mengeluarkan dana untuk membiayai proyek ini, sebab takut kalau berita itu akan bocor.</p>
<p>Karena itulah Tuan Choi berada pada posisi yang sulit: dia menerima perintah untuk menggali dana tapi tidak dapat sepenuhnya melakukan itu. Malahan, dia minum2. Iljimae menemui Wol-hee yang sedang menjahit dan melukai tangannya. Iljimae langsung khawatir dan mulai mengobati luka Wol-hee, yang membuat Wol-hee tertawa pada reaksi berlebihan Iljimae itu. Tapi tawa Wol-hee langsung berubah menjadi tangis, yang membuat Iljimae khawatir kalau dia sudah membuat Wol-hee menangis karena membentaknya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-056.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-056.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-056" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5292" /></a></p>
<p>Wol-hee mengatakan pada Iljimae kalau dia menangis karena dia senang, “Karena aku senang kau memikirkanku.” Iljimae memeluknya dan berkata, “Jangan menangis. Aku disini bersamamu.” Wol-hee ternyata bisa juga menjadi begitu kekanak-kanakan dari waktu ke waktu. Jadi ingat bagaimana Wol-hee membuat perbandingan Wol-hee vs Dal-yi waktu Iljimae pingsan dulu. Wol-hee merengek agar Iljimae bangun tapi Iljimae tidak peduli dan Wol-hee mulai meniup wajahnya dengan lembut. Dia bahkan memaksa membuka mata Iljimae.</p>
<p>Pada pagi harinya, Gu Ja-myung dan anak buahnya mampir di rumah Tuan Choi untuk memeriksa laporan yang menyebutkan kalau Iljimae melompati tembok rumahnya pada malam sebelumnya. Choi tidak khawatir dengan mengatakan kalau tidak ada barang berharga yang bisa dijual dari rumahnya. Tapi dia tiba2 ingat, dan bergegas masuk ke dalam untuk memeriksa surat rahasianya, bernafas lega sebab masih menemukannya disana. Tapi dia menemukan surat lain terselip di belakang suratnya yang ditandai dengan bunga plum emas, yang menyatakan kalau Iljimae akan mampir malam itu setelah bel berdering.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-069.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-069.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-069" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5293" /></a></p>
<p>Choi menjamin kalau dia sama sekali tidak kehilangan apapun – yang memang benar – dan menyingkirkan kekhawatiran yang lain. Lebih lagi, Iljimae terkenal hanya melukai orang jahat dan menolong yang miskin, bukan? Jung-tae merasa kalau Choi berbohong – seperti bangsawan lain yang menjadi target Iljimae di masa lalu – tapi Gu merasa tidak penting apakah dia berbohong atau tidak. Yang paling penting adalah kenapa Iljimae mendatangi rumah Choi.</p>
<p>Gu merasa penasaran sebab Choi adalah bangsawan yang terhormat, jadi tidak mungkin Iljimae merencanakan sesuatu yang buruk padanya. Masih, Gu memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi rumah Choi. Malam itu, Choi mempersiapkan diri untuk menyambut tamunya yang penting, dan mendapati Iljimae menunggu dalam kamarnya. Berlawanan dengan serangan Iljimae pada malam2 yang lainnya, Iljimae membungkuk penuh hormat, berlutut dihadapan Choi, dan membuka topengnya.</p>
<p>Iljimae pertama-tama meminta maaf karena mencuri-curi masuk ke rumah Tuan Choi dan membaca surat2nya. Dia mengatakan kalau dia memiliki sesuatu yang mungkin akan digunakan untuk hal2 jahat dan akan menyerahkannya kepada Choi, yang mungkin dapat memenuhi permintaan kerajaan. Iljimae mengacu pada benda dan kekayaan yang menjadi milik Kim Ja-jeom, yang mungkin saja akan digunakan oleh para pengkhianat untuk menjual Negara ini pada Cina.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-086.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-086.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-086" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5294" /></a></p>
<p>Iljimae akan mengungkapkan nama pengkhianat itu tapi Choi menghentikannya. Dia mengatakan pada Iljimae dengan sedih bahwa kata2, sekali diucapkan, tidak dapat didengar. Apa Iljimae punya bukti yang mendukung pernyataannya? Dengan menyesal Iljimae harus mengatakan tidak – dia dulu punya bukti tapi tanpa pikir panjang dia menghancurkannya. Iljimae setuju untuk tidak mengatakan nama itu, tapi tetap melanjutkan penawarannya: dia tahu sebuah tempat tersembunyi di gunung, dimana dia bisa menyembunyikan material. Iljimae lalu meminta bantuan Tuan Choi: sebuah tim pekerja untuk mengembangkan senjata. </p>
<p>Iljimae berbincang dengan tim-nya, merencanakan untuk memindahkan barang2 Kim Ja-jeom ke tempat persembunyian besok. Setiap orang akan mempunyai peran khusus, contohnya, Wol-hee dan Keol-chi adalah yang bertanggungjawab untuk menyediakan makanan bagi para pekerja. Iljimae berencana untuk melakukan perjalanan bersama mereka, tapi tidak seperti yang lainnya, dia harus tetap tak terlihat sebab Iljimae adalah sosok yang paling dicari. Di samping berbahaya karena akan ditangkap, kehadirannya mungkin akan membuat segalanya jadi sulit bagi Tuan Choi, sebagai seorang menteri pemerintah.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-092.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-092.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-092" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5295" /></a></p>
<p>Ini membuat Wol-hee tidak senang, begitu juga tidak nyaman. Iljimae memberikan jaminan padanya bahwa dia akan tetap bersamanya, tapi ketakutan Wol-hee kalau Iljimae akan meninggalkannya benar2 sudah mengakar dalam dan ini membawa mereka ke keadaan sulit lagi serta menjadikan Wol-hee marah. Iljimae mengatakan dengan lembut pada Wol-hee kalau ini adalah hal yang harus dia lakukan untuk negaranya dan Wol-hee berkata, “Tapi Negara ini belum melakukan apapun untukmu. Negara ini hanya membuangmu, melukaimu, dan menyiksamu. Kenapa kau harus melakukan ini untuk Negara ini?”</p>
<p>Iljimae: Ketika aku masih muda, aku melihat banyak orang kehilangan segalanya – keluarga mereka dan rumah mereka – satu pagi di kala perang, yang diseret sebagai tahanan. Orang2 itu tidak diperlakukan layaknya manusia, dan harus hidup, tidur, dan makan seperti binatang. Kalau begitu, itu adalah masalah yang menjadi perhatian bagi Negara orang lain. Aku pikir itu seperti sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. Tapi sekarang bukan masalah negeri orang. Hal itu adalah hal yang diderita oleh negaraku. Jika perang pecah lagi, situasinya bisa sangat buruk. Bencana perang selalu menimpa yang lemah, miskin, paling awal. Orang2 seperti ibuku. Orang2 yang hidupnya memang susah. Meski aku tidak bisa membuat mereka lebih bahagia, mereka tidak boleh lebih tidak bahagia dari keadaan mereka yang sekarang.</p>
<p>Wol-hee mencerna kata2 Iljimae malam itu, “Kapan kita akan bahagia? Kapan kita akan bisa menjalani hidup yang penuh cinta? Apa hari itu akan benar2 datang?” Iljimae berbaring di samping Wol-hee, terbangun. Dia mengatakan pada Wol-hee, “Hari itu akan datang.” Selagi Wol-hee berbelanja untuk kebutuhan di desa, dia berhenti di depan stan ginseng, tidak tahu bagaimana memilih yang terbaik. Baek-mae kebetulan lewat dan melihat keraguan Wol-hee dan membantunya, memilihkan beberapa yang bagus untuknya sebab dia menghabiskan banyak waktu menumbuhkan ginseng. Percakapan yang terjadi singkat, tapi Wol-hee senang atas bantuan Baek-mae dan membungkuk pada Baek-mae waktu mereka berpisah.</p>
<p>Sedangkan, pertemuan rahasia Choi Myung-gil dengan Iljimae ternyata bukan rahasia: baik Kim Ja-jeom dan Gu Ja-myung mendengar berita itu. Kim yakin kalau mereka sudah tahu apa artinya surat menjual Negara pada Cina itu, sedangkan Gu memerintahkan anak buahnya untuk menjaga rahasia itu agar tidak bocor. Gu tahu ada sesuatu yang sedang terjadi, tapi tidak yakin apakah itu hal buruk, karena reputasi Choi yang baik. Tapi dia masih khawatir apa arti pertemuan itu.</p>
<p>Wang Hweng-bo dikunjungi oleh orang yang mengaku sebagai satu warga negara: Yang-po. Dia sama sekali tidak menolak untuk membantu misi Yang-po: menangkap Iljimae – Yang-po memang mengacaukan bisnis obat Hweng-bo – tapi dia menjelaskan kalau karena Wang Hweng-bo, Iljimae datang ke Korea. Ketika Iljimae meninggalkan Cina, ayah tunangan Iljimae yang ditinggalkan sangat marah hingga ia memerintahkan agar Iljimae dibunuh. Akan tetapi, mantan tunangan Iljimae, Moran, sangat frustasi hingga menolak menikah. Lebih jauh, dia menjadi jauh dari ayahnya yang sangat putus asa akan apa yang harus dilakukan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-129.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-129.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-129" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5296" /></a></p>
<p>Untuk itulah, Wang Hweng-bo membawa Yang-po untuk menangkap Iljimae dengan berbagai cara. Yang-po bersumpah kalau dia tidak akan kembali sampai dia sukses. Masalahnya adalah Iljimae tidak punya keinginan untuk kembali ke Cina dan Yang-po tidak dapat memaksanya hanya dengan ketrampilan berkelahi saja. Wang Hweng-bo menyebutkan kalau Iljimae terlalu kuat untuk dilawan.</p>
<p>Yang-po menyarankan satu metode: mereka awalnya harus membuat Iljimae tidak sadarkan diri, lalu memberinya obat untuk membuatnya tetap tertidur lalu membawanya. Yang-po tahu kelemahan Iljimae – suara drum, yang mengingatkannya pada masa lalu dan memperngaruhinya secara fisik. Jika Wang Hweng-bo membantu membawa Iljimae ke Cina, Yang-po berjanji memberikan Wang Hweng-bo gelas bangsawan yang sudah dijanjikan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-134.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-134.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-134" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5297" /></a></p>
<p>Sedangkan, Iljimae dan Yeol-gong berkelana melalui jalan pegunungan menuju ke tempat persembunyian mereka. Iljimae meminta Yeol-gong agar tidak datang ke tempat ini lagi, sebab dia yakin ada pengkhianat yang mengikuti Tuan Choi (mungkin orang yang dikirim oleh Kim Ja-jeom).</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-135.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-135.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return19-135" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5298" /></a></p>
<p>Yeol-gong bertanya apa yang Iljimae akan lakukan pada Kim, seolah-olah ingin mencegah agar Iljimae tidak membunuh lagi. Sang biksu mengingatkan kalau Kim adalah orang yang kuat, dan jika seluruh negeri percaya kalau dia dibunuh, itu bisa menjadi penyebab ketidakstabilan di negeri ini. Iljimae berkata kalau dia mengerti, tapi ekspresi wajahnya suram ketika dia berbalik dan memandangi lembah serta kota di bawahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5286&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/17/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-020.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-020</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-027.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-027</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-044.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-044</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-056.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-056</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-069.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-069</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-086.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-086</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-092.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-092</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-129.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-129</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-134.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-134</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return19-135.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return19-135</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 18</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/12/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-18/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/12/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-18/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 09:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5276</guid>
		<description><![CDATA[Setelah ditembak, Iljimae pingsan di tengah hutan dimana beberapa anak2 menemukannya. Mereka membalut luka di tangan Iljimae dan sangat mengkhawatirkan kondisinya yang parah. Namun sayang mereka tidak dapat melakukan apa2 dan pergi meninggalkan Iljimae terbaring disana. Antara sadar dan tidak sadar, Iljimae menyeret dirinya ke kuil dimana pada akhirnya dia ditemukan oleh Yeol-gong. Wol-hee dibiarkan &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/12/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-18/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5276&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah ditembak, Iljimae pingsan di tengah hutan dimana beberapa anak2 menemukannya. Mereka membalut luka di tangan Iljimae dan sangat mengkhawatirkan kondisinya yang parah. Namun sayang mereka tidak dapat melakukan apa2 dan pergi meninggalkan Iljimae terbaring disana. Antara sadar dan tidak sadar, Iljimae menyeret dirinya ke kuil dimana pada akhirnya dia ditemukan oleh Yeol-gong.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-009.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-009.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-009" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5277" /></a></p>
<p>Wol-hee dibiarkan sendiri menunggu Keol-chi dan dia tetap berada dikotahingga malam hari, dimana Wol-hee sangat khawatir kenapa Keol-chi belum datang juga. Seorang pria tua yang baik bertanya apa yang Wol-hee lakukan dan menawarkan bantuan. Jika Wol-hee tidak keberatan berbagi kamar dengan putrinya maka pria itu bisa membiarkan Wol-hee menginap di rumahnya.</p>
<p>Wol-hee tidak punya tempat tujuan malam itu, jadi dia mengikuti pria itu ke rumahnya. Ketika berada di rumah pria itu, Wol-hee mulai merasa tidak nyaman sebab ada yang aneh dengan pria itu – dia begitu bersemangat menawarkan Wol-hee sebuah kamar. Pria itu mendekat dan membuat pernyataan yang tidak pantas, membuat Wol-hee ngeri dan melakukan protes. Pria itu mengatakan kalau dia kesepian – istri dan anaknya pergi sudah selama berbulan2 – lalu dia menarik Wol-hee. Wol-hee melawan dan terbanting ke pintu dan membuat pintu terbuka. Disanalah seorang biksu menunggu dengan murka.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-018.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-018.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-018" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5278" /></a></p>
<p>Lucu juga bagaimana Yeol-gong membuat pria itu menjadi malu dan meminta maaf hanya dengan beberapa kalimat saja. Pria itu meminta ampunan waktu biksu Yeol-gong mengancam akan melaporkan pria itu kepada istrinya. Akhirnya Yeol-gong mendapatkan janji pria hidung belang itu untuk tidak macam2 malam ini. Apalagi, Yeol-gong menginap di rumahnya.</p>
<p>Malam itu, Wol-hee mencoba tidur dan menggenggam lengan baju biksu itu seolah-olah sebagai jaminan keamanannya. Pada pagi harinya, Yeol-gong menuntun Wol-hee kembali ke kuil, mengatakan kalau dia tahu dimana pria yang Wol-hee cari berada. Ketika biksu itu kelihatannya tahu siapa dia dan Keol-chi sebenarnya, Wol-hee menyadarai kalau biksu ini pasti Yeol-gong, yang sudah pernah dibicarakan Iljimae beberapa kali. Wol-hee menduga kalau pria yang Yeol-gong maksud adalah Keol-chi, yang dia khawatirkan sudah ditangkap oleh polisi.</p>
<p>Tapi tidak. Yang Yeol-gong maksud disini adalah Iljimae – dan mendengar itu membuat Wol-hee menghentikan langkahnya. Wol-hee memutuskan kalau dia tidak mau pergi, masih merasa sakit atas penolakan Iljimae. Yeol-gong tidak mencoba memaksa Wol-hee, tapi dia malah mengatakan hal yang berbeda, dengan mengatakan kalau dia harus kembali membawa bungkusan obat2annya. Mendengar ini, Wol-hee kaget – apa Iljimae sakit? Biksu itu mengatakan pada Wol-hee tentang tembakan senapan itu dan menggambarkan kondisi Iljimae sangat parah.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-026.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-026.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-026" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5279" /></a></p>
<p>Cara ini berhasil sebab Wol-hee buru2 mengikuti Yeol-gong menuju kuil. Dia melihat Iljimae terbaring tidak sadarkan diri, dan dia pun menyibukkan dirinya dengan merawat Iljimae. Wol-hee merebus obat untuk Iljimae dan berada di sisinya selama beberapa hari. Sang narrator drama ini mengatakan kalau racun dalam tembakan senapan itu bisa saja membunuh orang yang lebih lemah dari Iljimae: “Dan perawatan Wol-hee sedikit lebih kuat dari racun itu.”</p>
<p>Saat tidur, Iljimae menyebut-nyebut nama Wol-hee dan berkata, “Wol-hee, jangan pergi. Kau tidak boleh pergi.” Jika Wol-hee merasa tersentuh, ini membuktikan kalau dia sangat berarti bagi Iljimae dan mendengar ini merupakan sebuah ketenangan besar bagi Wol-hee dan tentu saja ini juga membuatnya nyaman.</p>
<p>Berikutnya dia menggumamkan, “Ibu, dimana kau?” yang ini tidak mendapatkan banyak perhatian Wol-hee. Tapi kemudian Iljimae berkata, “Dal…” yang ini membuat Wol-hee mulai marah tapi setelah Iljimae berkata, “Wol-hee,” emosi Wol-hee menurun lagi. Tapi saat Iljimae yang tidak sadarkan diri kembali menyebut nama Dal-yi, kali ini Wol-hee mengakali dengan mengambil sebuah kertas tas dan membuat perbandingan berapa banyak Iljimae menyebut nama dirinya dan Dal-yi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-038.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-038.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-038" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5280" /></a></p>
<p>Kim Ja-jeom memanggil dukun wanitanya untuk mendapatkan informasi keberadaan Iljimae, meski begitu ucapan wanita itu malah membuatnya frustasi sebab kata2nya begitu ambigu dan sulit ditebak. Wanita itu menyebut tentang pilar berwarna merah dengan berbagai aksesorisnya. Wanita itu sedikit tergganggu sebab Kim Ja-jeom ingin semuanya dijelaskan dengan detail. Kemudian dukun wanita itu mengatakan kalau pilar merah bisa menandakan istana atau kuil Budha. Lebih jauh, orang yang sedang dibicarakan sedang terluka, berdarah, dan di sebuah bangunan batu di daerah pegunungan. Akan tetapi, sesuatu menghalangi pandangan dukun itu dan dia tidak bisa mendapatkan bayangan yang jelas.</p>
<p>Iljimae semakin membaik, meski dia belum bangun juga. Ketika Wol-hee memandangi Iljimae, Wol-hee mencuri ciumnya, yang dilihat oleh Dok-bo, seorang biksu baru. Dia tidak senang dan memarahi Wol-hee, yang memberikan sedikit gambaran kalau Dok-bo itu jahat. Wol-hee membaringkan kepalanya di samping Iljimae dan beberapa saat kemudian, Iljimae membuka matanya.</p>
<p>Adegan ini benar2 indah dengan akting kedua artis ini yang bagitu bagus, ketika Iljimae berbalik untuk melihat Wol-hee berbaring di sampingnya. Mata Wol-hee membuka perlahan dan keduanya sadar apa yang mereka lihat. Mengabaikan rasa sakitnya, Iljimae bangun, memandangi Wol-hee dengan tatapan tidak percaya; Iljimae masih percaya kalau Wol-hee sudah meninggal. Wol-hee mengatakan dengan yakin, “Ini aku, Wol-hee.” Dengan nada suara sedih, Iljimae berkata, “Wol-hee sudah meninggal.”</p>
<p>Wol-hee: Aku tidak mati. Aku hidup.</p>
<p>Iljimae: Kau hidup?</p>
<p>Wol-hee: Ya. Aku hidup.</p>
<p>Iljimae: aku berbuat salah. Aku tidak akan mau kehilangan kau lagi.</p>
<p>Bertahan dari luka tembakan senapan tidak membuat Iljimae lolos dari hukuman Yeol-gong, yang memukul Iljimae dengan kayu untuk membunuh manusia. Wol-hee menyaksikan dengan khawatir sementara Iljimae menerima hukumannya dengan tabah. Iljimae mengatakan tujuannya, sebab Tuan Kwon akan menjual negeri ini pada Cina. Tapi Yeol-gong mengatakan kalau bukan hak Iljimae untuk memberikan hukuman seperti itu – Iljimae tidak berhak membunuh.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-088.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-088.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-088" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5281" /></a></p>
<p>Iljimae berkata, “Aku sudah gila. Aku pikir Wol-hee sudah meninggal.” Itu membuat Wol-hee memandangi Iljimae penuh tanda Tanya selagi Iljimae melanjutkan, “Tapi sekarang, aku tidak akan membunuh lagi. Aku akan mengikuti ajaran Buddha yang membuat Wol-hee hidup.” Yeol-gong bertanya apakah Iljimae mau bersumpah untuk hal itu dan Iljimae mengiyakan. Biksu itu mulai mengulangi pukulannya tapi sekarang Wol-hee memohon pada Yeol-gong untuk berhenti dan melangkah untuk melindungi Iljimae agar tidak dipukul. Wol-hee mengatakan kalau Biksu Yeol-gong ingin memukul seseorang, dia sebaiknya memukulnya dulu. Yeol-gong berhenti lalu mengatakan pada Iljimae kalau disini bukan wilayahnya untuk memilih orang mana yang harus dihukum – tak seorang pun menyuruhnya melakukan itu. Yeol-gong bersikap seperti sebelumnya menyelamatkan Iljimae.</p>
<p>Sementara itu, sekali lagi Wang Hweng-bo bosan dan memerlukan lebih banyak tindak penipuan untuk memuaskan dirinya. Kali ini dia mengusulkan pada Sung-kae kalau mereka akan menjual obat dan mendapatkan uang. Tidak peduli mereka punya obat atau tidak atau uang untuk membeli obatnya – sebab mereka bisa menggunakan kotoran. Keduanya segera bekerja keras untuk mengubah kotoran menjadi pil dimana Wang Hweng-bo dengan senang hati menambahkan ludah dan kotoran telinganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian, dia menarik perhatian masyarakat di pasar dengan menunjukkan kekuatannya yang menakjubkan dan kemampuan bertarungnya yang hebat, yang tentu saja merupakan latihan keras yang dia lakukan tapi dia mengatakan pada orang2 kalau kemampuan itu dia dapat dari obat baru yang dia buat. Pil itu sangat berkhasiat dan membuat yang meminumnya menjadi kuat, tapi obat itu hanya dijual satu hari saja, sebab dia akan segara pergi. Hweng-bo mendapatkan respon yang bagus dan orang2 yang lewat berpikir kalau mereka harus memanfaatkan kesempatan ini dan membeli obat ajaib itu. Sebuah suara terdengar dan mengatakan kalau obat itu palsu. Orang itu Yang-po dan dia menantang Wang Hweng-bo untuk meminum obat itu dulu untuk membuktikan keampuhannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wang Hweng-bo mencoba memikirkan alas an untuk menghindari hal ini – tahu apa yang dicampur ke dalam obat itu – lalu dia berbohong kalau dia sudah banyak meminum obat ini dan tidak baik bila meminumnya dalam dosis banyak. Akhirnya dia menyerah dan setuju untuk mengunyah satu pil itu-huek! Tapi dia tidak dapat menelannya dan muntah. Sementara itu, Keol-chi yang ditangkap oleh polisi dan diminta untuk membersihkan jamban, mencoba melarikan diri. Karena dia melakukan ini tanpa perencanaan, maka dia dibawa kehadapan Gu Ja-myung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas Gu menginginkan informasi tentang Iljimae, tapi Keol-chi bersikeras kalau dia belum mendengar apa2 mengenai Iljimae dan sudah lama kehilangan kontak. Karena sangat inginnya menekankan kalau dia tidak tahu apapun, Keol-chi keceplosan mengatakan tentang pondok tempat tinggal mereka di gunung, fakta yang sempat didengar Gu. Gu memerintahkan anak buahnya untuk bersiap-siap dengan tim pemanah dan berangkat menuju tempat sasaran. Mendengar kalau Keol-chi ditahan oleh polisi, Iljimae keluar untuk menyelamatkannya, dan mendapati kalau Wol-hee enggan membiarkannya pergi. Iljimae menebak, “Kau takut aku akan pergi lagi?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perkataan itu benar2 mengena, sebab Wol-hee masih merasa gugup kalau Iljimae mungkin menghilang seperti sebelumnya. Dengan penuh keyakinan, Iljimae memberikan ucapan terima kasih yang tulus pada Wol-hee karena sudah mampu bertahan dan berkata, “Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi!” Sedangkan Kim Ja-jeom menerima tamu yang misterius lagi, kali ini biksu Dok-bo, yang motifnya masih belum jelas. Biksu ini mengatakan kalau dia punya hadiah untuk Tuan Kim Ja-jeom!</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-097.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-097.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-097" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5282" /></a></p>
<p>Biksu Dok-bo tentu punya koempetitor sebab polisi juga memburu Iljimae. Gu Ja-myung memimpin anak buahnya ke pondok di gunung yang Keol-chi sebutkan secara tidak sengaja, dan mereka mendekati rumah itu dengan anak panah yang siap melesat kapan saja. Iljimae kebetulan berada di dalam rumah itu ketika dia merasakan ada bahaya mendekat, dan mendapatkan cukup waktu untuk bersembunyi sebelum para polisi itu masuk ke dalam. Iljimae merangkak di atap rumah itu, dan tetap diam selagi para petugas itu mencari keberadaannya dan mendapatkan kalau rumah itu koosng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gu menebak kalau Iljimae pasti akan mencari Keol-chi, dan memberikan perintah pada dua orang petugas untuk tetap berjaga. Sisanya pergi dan menuju ke markas. Untuk itulah, kuil menjadi kosong ketika para pemburu dengan senapan itu muncul dengan sasaran baru. Dengan perginya Iljimae, mereka memburu kekasihnya, dan sesuai dengan perintah Kim Ja-jeom agar membawanya hidup2. Mereka tahu hubungan Iljimae dengan Wol-hee dan berniat menggunakan Wol-hee sebagai umpan guna memancing Iljimae keluar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Parapemburu, dipimpin oleh Park Su-dong, menarik Wol-hee dan berniat untuk menyeretnya, tapi dengan cepatnya Yeol-gong tiba yang menghentikan tindakan itu. Mereka semua tenang dan membungkuk dihadapan biksu itu – mereka mungkin saja membunuh dan menculik tapi mereka kelihatannya juga tahu rasa hormat pada pemimpin agama. Tapi sayang, rasa hormat pada Yeol-gong tidak menghentikan niat mereka pada rencana semula. Malah, itu membuat mereka semakin ingin melanjutkan aksinya. Gu Ja-myung melepaskan Keol-chi dari penjara. Iljimae, yang siap membebaskan keol-chi dari penjara, mendekati pria tua itu di pasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah bersatu lagi, mereka beranjak pergi, namun berhenti sejenak ketika Keol-chi berpapasan dengan Baek-mae, yang baru saja tiba di Hanyang. Sesuatu tentang penampilan wanita itu menjentik ingatannya Keol-chi, dan dia berhenti untuk mengenang wajah yang familier itu. Ketika Keol-chi ingat bagaimana dia mengenal wanita itu, Keol-chi mengatakan pada Iljimae kalau wanita itu – kemungkinan – adalah ibunya. Iljimae tidak yakin, tapi wanita itu sangat mirip dengannya. Iljimae mulai menyusul Baek-mae, tapi dia sudah berbelok ke jalan lain dan mereka kehilangan jejak Baek-mae.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baek-mae menjelaskan tujuannya kembali ke Hanyang pada Soo-ryun, yang melihatnya di depan kantor polisi. Baek-mae merasakan hal yang tidak nyaman dan mengalami mimpi buruk sehingga dia khawatir pada keselamatan Gu Ja-myung. Soo-ryun bertanya-tanya apakah mimpi Baek-mae ada hubungannya dengan masalah yang menimpa Iljimae belakangan ini, dan dengan enggan membicarakan hal tersebut. Soo-ryun mengatakan kalau Iljimae telah melakukan pembunuhan dan polisi sedang mencari tahu kasus ini guna menemukan latar belakangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah melewati shocknya, Baek-mae mencerna apa akibat dari kejahatan Iljimae, dimana dia sadar kalau itu artinya polisi harus menangkap Iljimae sekarang. Baek-mae meratap kalau seharusnya dia tinggal di rumah dan menunggu berita selanjutnya dengan keyakinan, sebab perjalannya ke Hanyang mengatakan bahwa, “Aku berkata aku percaya padanya, tapi dalam kebenaran aku sama sekali tidak memiliki apapun.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baek-mae meminta Soo-ryun untuk tidak mengatakan pada Gu kalau dia sempat kesini dan berkata, “Aku lebih takut sekarang ketimbang sebelumnya, hingga aku mungkin kehilangan salah satu dari mereka.” Iljimae dan Keol-chi kembali ke kuil, hanya untuk mendapati kalau Wol-hee sudah ditangkap oleh para pemburu. Iljimae kesal sebab Yeol-gong membiarkan hal tersebut terjadi, tapi Yeol-gong mengatakan kalau dia hanya seorang biksu – apa Iljimae mengharapkannya bertarung? Dan juga kelompok pemburu itu membawa senapan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka juga meninggalkan pesan untuk Iljimae, yang mengatakan kalau Iljimae harus membawa apa yang sudah dia curi dari Tuan Kwon dan mengantarkannya ke Kim Ja-jeom. Ini membuktikan kalau Kim Ja-jeom terlibat dalam konspirasi menjual Negara itu dan lebih jauh, dia pastilan orang dibalik aksi Tuan Kwon. Hal ini membawa mereka ke rumah Bae Sun-dal dan Cha-dol, yang senang melihat Iljimae di tengah2 mereka. Mereka seperti penggemar berat Iljimae, dimana keduanya menggenggam tangan Iljimae dengan kagum. Iljimae menarik tangannya dari Cha-dol, sebab dia merasa tidak nyaman pada perhatian seperti itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alasan kunjungan ini adalah karena rumah Cha-dol dan Bae Sun-dal kebetulan berdekatan dengan Kim Ja-jeom. Iljimae menanyakan pada mereka informasi tentang penghuni rumah itu serta denah rumah Kim Ja-jeom, mencoba mendapatkan beberapa detail untuk menyelamatkan Wol-hee.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada saat itu, Wol-hee disekap di ruang penyimpanan besar di rumah itu, meski begitu dia tidak takut kali ini. Sebaliknya, dia menantikan Iljimae akan datang menyelamatkannya. Reaksi Wol-hee berubah menjadi jijik ketika Kim Ja-jeom memeriksa keadaannya, dia senang karena sudah menangkap umpan yang sangat sempurna. Dengan Wol-hee aman disekap di gudang, tim pemburu Park Su-dong menyebar dan bersembunyi di tempat2 tertentu dan mempersiapkan diri mereka untuk kedatangan Iljimae.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akan tetapi, ramalan sang dukun wanita sedikit berbeda, sebab dia mengatakan pada Kim Ja-jeom kalau dia tidak bisa merasakan apapun saat ini dan bahwa Iljimae tidak akan beraksi setidaknya hingga sepuluh hari lagi. Itu membuat Kim tenang dan meminta para pemburu untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Tidak ada gunanya bersiaga seperti itu ketika tidak akan ada hal yang terjadi. Lebih jauh, Kim Ja-jeom merasa senang sebab ada satu tim pemburu yang akan melawan Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-153.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-153.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return18-153" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5283" /></a></p>
<p>Untuk itulah, dia memanggil para gisaeng untuk berpesta malam ini. Park Su-dong tidak begitu tenang dan tetap berjaga, tidak ikut menikmati kemewahan itu. Dia melangkah keluar, menjauh dari pesta itu, dimana dia bertemu dengan bangsawan yang sangat tampan…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5276&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/09/12/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-018.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-018</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-026.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-026</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-038.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-038</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-088.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-088</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-097.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-097</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/09/return18-153.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return18-153</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Return of Iljimae Episode 17</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/29/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-17/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/29/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-17/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 03:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Return of Iljimae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5253</guid>
		<description><![CDATA[Iljimae menyelinap ke pekarangan bangsawan yang korup, Tuan Kwon, dan sengaja menguping rencana yang dibuat bangsawan itu. Kwon bertanggung jawab atas pemenggalan kepala seorang pria yang ditemukan oleh polisi, dan bukti berada dalam kotak yang tidak sengaja dilihat oleh putra Kwon, Jang-ho. Jang-ho memang sering mengganggu, namun Kwon khawatir kalau Jang-ho mungkin menjadi masalah, dan &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/29/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-17/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5253&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iljimae menyelinap ke pekarangan bangsawan yang korup, Tuan Kwon, dan sengaja menguping rencana yang dibuat bangsawan itu. Kwon bertanggung jawab atas pemenggalan kepala seorang pria yang ditemukan oleh polisi, dan bukti berada dalam kotak yang tidak sengaja dilihat oleh putra Kwon, Jang-ho. Jang-ho memang sering mengganggu, namun Kwon khawatir kalau Jang-ho mungkin menjadi masalah, dan memutuskan bahwa anaknya itu harus dikirim ke tempat yang jauh.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-003.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-003.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-003" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5254" /></a></p>
<p>Jang-ho mabuk dan melihat seorang wanita muda tiba di rumah. Jang-ho langsung terpikat oleh kecantikannya, dan menginginkan wanita itu. Dia meminta gadis itu, dan berhamburan melewati gerbang, dengan kasarnya mendorong orang2 disana dalam usahanya mendapatkan gadis itu. Meskipun ia akhirnya berhenti, hal ini menyebabkan masalah bagi Tuan Kwon, karena wanita itu yang bernama Sook-young, juga seorang bangsawan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-009.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-009.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-009" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5255" /></a></p>
<p>Jang-ho tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri dan melakukan segalanya lebih dari yang diinginkan – lebih jahat dan egois. Jang-ho mengatakan kalau dia ingin menikahi Sook-young, tapi sayangnya hal ini tidak dapat segera terwujud sebab Sook-young sudah bertunangan. Tuan Kwon tahu tidak akan mudah menangkan anaknya itu tapi dia mengatakan pada Jang-ho untuk pergi ke Cina untuk beberapa saat. Selagi Jang-ho pergi, Kwon akan mempersiapkan pernikahan putranya dengan Sook-young. Janji ini cukup membuat Jang-ho senang dan siap2 berangkat ke Cina.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-016.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-016.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-016" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5256" /></a></p>
<p>Untuk itulah, Tuan Kwon mencoba membungkam tunangan Sook-young, Gil-young dengan mengirimkan seorang utusan yang membawa uang suap. Akan tetapi, Gil-young dan ayahnya adalah orang yang jujur dan terhina atas suap itu. Mereka menolak. Iljimae menghentikan utusan itu saat keluar dan memberikan surat kepadanya, mengatakan kalau surat itudari Gil-young untuk Tuan Kwon. Tahu kalau Kwon tidak akan berhenti dengan penolakan sederhana, surat Iljimae menyebutkan agar Kwon tidak ikut campur dalam pernikahan Sook-young dan Gil-young. Kalau iya, maka ia akan memenggal kepala Kwon.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-035.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-035.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-035" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5257" /></a></p>
<p>Hal ini memberikan efek yang diinginkan. Tapi mungkin terlalu berlebihan sebab sekarang Kwon berpikir kalau Gil-young adalah penjahat yang harus diikat. Ia harus menyingkirkan Gil-young dan Sook-young. Aksi Wang Hweng-bo saat ini adalah mencoba mendapatkan keanggotaan gang yang dipimpim oleh pemilik tempat judi illegal. Tugas pertamanya yaitu, dia dan Sung-kae diperintahkan untuk menagih hutang dari para pejudi. Akan tetapi, ini jadi masalah soalnya tidak ada uang yang didapatkan – dan pria itu juga sudah menggadaikan rumahnya!</p>
<p>Tidak mampu memenuhi tugas mereka, kedua orang itu memuaskan lapar mereka dengan membunuh ayam milik pria itu dan memakannya. Sayangnya, ketika Hweng-bo dan Sung-kae melaporkan kejadian itu pada bos mereka, bos mengatakan kalau ayam2 pejudi itu lebih berharga dari uang yang harus ditagih – ayam2 itu bisa diadu di judi adu ayam. Bos memerintahkan keduanya untuk mengambil ayam2 itu. Khawatir pada apa yang akan terjadi, Wang Hweng-bo dan Sung-kae memutuskan kalau mereka harus kabur!</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-051.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-051.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-051" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5258" /></a></p>
<p>Malam itu, Iljimae menyelinap ke rumah Tuan Kwon. Dengan menggunakan sedotan, dia meniupkan bubuk tidur melalui lubang di pintu kertas, lalu masuk ke kamar Kwon, yang sudah jatuh pingsan. Iljimae mengaduk-aduk barang2 di kamar itu, dimana dia kemudian menemukan surat rahasia. Iljimae membaca gulungan itu dan dari raut wajahnya kita tahu kalau gulungan itu berisi berita buruk. Salah satu pelayan melihat Iljimae dari luar ruangan dan membunyikan peringatan, meneriakkan, “Maling!” Iljimae menyelinap keluar diikuti oleh Yang-po, yang telah melacak pergerakan Iljimae dengan diam2.</p>
<p>Di hutan, Iljimae membaca gulungan itu lagi dan Yang-po mendapati Iljimae sangat kesal pada isinya. Surat itu menjelaskan tentang plot rahasia untuk berkoalisi dengan Cina dan pada dasarnya menjual Korea pada mereka. Iljimae melempar gulungan itu ke dalam api dan Yang-po bergerak untuk menyelamatkannya, tapi sejurus kemudian berhenti. Yang-po bertanya pada Iljimae apa yang akan dia lakukan. Jawaban Iljimae yaitu dia berpikir untuk membereskan Tuan Kwon, dimana dalam hal ini tentu saja membunuhnya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-055.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-055.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-055" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5259" /></a></p>
<p>Yang-po memperingatkan Iljimae kalau Iljimae sedang menempuh jalan yang mungkin saja membuatnya terbunuh, tapi Iljimae marah, “Mati? Aku tidak peduli soal itu.” Iljimae lalu pergi meninggalkan Yang-po, yang bertanya-tanya apakah Iljimae melakukan ini karena Wol-hee. Ngomong2 soal Wol-hee, ternyata dia masih hidup meski Iljimae tidak tahu ini. Setelah diselamatkan oleh Yang-po, Wol-hee dirawat oleh Keol-chi, yang khawatir pada kesehatan Wol-hee yang lemah. Dia mengejutkan Keol-chi dengan mengatakan kalau dia ingin kembali ke rumah di Hanyang – dia sudah menyerah agar bisa menemukan Iljimae. Meski kesehatannya masih buruk, Wol-hee ingin segera pergi, dan mengatakan agar mereka berangkat keesokan harinya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-065.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-065.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-065" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5260" /></a></p>
<p>Ketika Iljimae kembali ke rumah Kwon, dia menemukan kotak yang lain berisi kepala lainnya – dan Iljimae menjadi marah juga sedih. Memang wajah kepala itu tidak jelas, tapi yang pasti di dalamnya ada kepalanya Gil-young. Sambil menghapus air matanya, Iljimae mengakui kalau rencananya berjalan kacau – dia berpikir kalau Kwon akan berhenti setelah mendapatkan peringatan, tapi malah semuanya bertambah parah. Mengingat pacar Gil-young, Iljimae khawatir kalau gadis itu juga mungkin dalam bahaya, jadi Iljimae bergegas menemukannya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-072.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-072.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-072" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5261" /></a></p>
<p>Naluri Iljimae terbukti benar, sebab pembunuh Tuan Kwon menargetkan Sook-young sebagai korban berikutnya. Pembunuh itu mencegat rombongan perjalanan yang membawa Sook-young (gadis ini dikirim pergi demi keselamatannya) dan membunuh orang2 yang mengantar Sook-young itu. Iljimae terlambat dan tidak bisa menyelamatkan anak buah ayah Sook-young tapi dia datang tepat waktu menyelamatkan Sook-young. Masih marah dengan kematian Gil-young, Iljimae membunuh anak buah Kwon dengan kejinya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-076.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-076.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-076" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5262" /></a></p>
<p>Iljimae beralih ke Sook-young dan memerintahkannya untuk kembali dan langsung pulang ke rumah. Tapi gadis itu meminta Iljimae menemaninya sebab dia sangat takut. Iljimae menampar gadis itu dan mengulangi perintahnya dengan geram, lalu meninggalkan gadis itu di tengah hutan sendirian. Berikutnya Iljimae pergi menemui Gu Ja-myung. Setelah memahami kalau Iljimae akan menghabisi Kwon, Ja-myung memperingatkannya kalau Kwon bukan orang yang cocok diajak bermusuhan. Iljimae harus mempertimbangkan ibunya. Gu berharap kalau Iljimae sudah sadar setelah membantu polisi terakhir kalinya tapi sekarang dia khawatir lagi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-084.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-084.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-084" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5263" /></a></p>
<p>Iljimae tidak ingin dikuliahi dan memberitahu Gu kalau mereka akan menemukan kepala dari mayat yang ditemukan baru2 ini di rumah Kwon, bahkan dengan sebuah kepala lagi. Setelah memperingatkan Gu, Iljimae menuju rumah Kwon lagi. Ketika istri Kwon bangun, Iljimae langsung memukul di tempat yang tepat hingga istri Kwon itu pingsan, lalu mengarahkan pedangnya ke suaminya yang sedang tertidur. Iljimae menaikkan pedangnya dengan pelan, mempersiapkan dirinya dan dia menggerakkan pedang itu dengan cepat ke tubuh pria itu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-093.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-093.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-093" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5264" /></a></p>
<p>Baek-mae merasakan hal yang tidak nyaman. Dia merasa khawatir. Pikirannya langsung terarah ke Gu Ja-myung: “Aku percaya apa yang kau katakan kalau kau akan membawa Iljimae padaku, tidak peduli apapun yang terjadi. Tapi kau juga harus tetap diam.” Menyikapi pemberitahuan Iljimae, Gu tiba di rumah Kwon dan mendapatkan kenyataan kalau memang berita tentang dua kepala itu benar.  Akan tetapi, Gu marah karena menemukan bunga plum emas, menandai kematian Kwon lalu berujar, “Orang bodoh!”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-102.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-102.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-102" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5265" /></a></p>
<p>Ini membuat Iljimae menjadi buronan dan sebuah poster dipampang di pasar, meminta masyarakat untuk menangkapnya. Yang membuat tawaran itu menjadi manis, yaitu hadiah bagi orang yang mampu menangkap Iljimae adalah diangkat menjadi bangsawan. Yeol-gong, sebagaimana Gu Ja-myung, kecewa melihat Iljimae menyerah pada amarahnya dan memilih menjadi pembunuh. Ini juga membuat Kim Ja-jeom sangat khawatir. Pertama, dia takut kalau Iljimae melihat surat rahasia itu, dan bertanya-tanya apakah Kwon mengakui sesuatu sebelum kematiannya. Ja-jeom juga takut kalau dia yang akan menjadi mayat selanjutnya dan bermimpi buruk dibunuh oleh Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-107.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-107.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-107" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5266" /></a></p>
<p>Kim Ja-jeom bukan satu2nya yang ketakutan, sebab bangsawan lain dalam lingkaran jahat Perdana Menteri Kim mungkin juga menjadi target. Park Bi-su menyarankan agar mereka mengirim seorang pria bernama Park Su-dong untuk memburu Iljimae: Park Su-dong adalah mantan prajurit yang merupakan bagian unit artileri. Tidak peduli seberapa bagusnya Iljimae, dia tidak dapat menandingi sebuah senapan. Kim meminta anak buahnya untuk menyiapkan uang buat menyewa Park Su-dong.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-1101.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-1101.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-110.jpg1" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5267" /></a></p>
<p>Wol-hee kembali ke kota, dimana dia dan Keol-chi dilihat oleh Bae Sun-dal dan Cha-dol dan diberitahu aksi terakhir Iljimae. Akan tetapi, saat Cha-dol dan Bae menebak kalau Iljimae punya alas an dibalik perbuatannya, Keol-chi dan Wol-hee telah dilukai oleh Iljimae dan tidak ingin membuatnya ragu. Cha-dol dan Bae berpikir kalau Kwon pasti telah melakukan sesuatu yang sangat kejam, sebab Iljimae bukan tipe orang yang suka membunuh. Di sisi lain, Keol-chi berkata bagaimana Iljimae tidak peduli ketika Wol-hee ‘mati’ dan bahkan tidak mencarinya.</p>
<p>Bae memiliki pandangan yang berbeda dalam situasi ini: “Iljimae berpikir kalau Wol-hee meninggal karena dirinya dan tidak bisa memaafkan dirinya.” Bae tidak percaya kalai Iljimae tidak peduli apakah Wol-hee meninggal dan pada akhirnya, Keol-chi mengaku kalau Iljimae kelihatannya bukan orang seperti itu. Mereka bisa menemukan Iljimae dan bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi. Wol-hee berbicara untuk pertama kalinya kalau mereka tidak akan menemukan Iljimae di rumah mereka yang lama – jika Iljimae akan kembali, dia tidak akan kabur lebih dulu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-119.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-119.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-119" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5268" /></a></p>
<p>Selama ini, Baek-mae tetap tidak tahu perkembangan yang terbaru dan bangga pada putranya. Dia sudah mendengar kalau ada Iljimae palsu yang melepaskan tahanan di penjara sedangkan Iljimae yang asli membantu menangkap para tahanan itu lagi. Baek-mae dengan bangga mengatakan pada anak kucingnya, “Mereka bilang orang yang membantu mereka yang membutuhkan adalah Iljimae-ku.” Di gubuk di gunung, Iljimae ingat pertama kali tiba disana dan bagaimana Wol-hee begitu bahagia. Iljimae tidak sadar kalau dia sedang diintai oleh pria dengan senapan, yang mengawasi dari jarak dekat.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-138.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-138.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-138" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5269" /></a></p>
<p>Tegang. Dan Iljimae pun ditembak. Dia ditembak di bagian tangan dan amburk ke tanah. Kedua pemburu itu mendekat untuk memastikan kalau Iljimae sudah mati, dan tetap mengarahkan senjata mereka ke Iljimae. Ketika salah satunya mendekat, Iljimae menendang senapan yang dibawanya dan pemburu itu malah menembak rekannya. Iljimae menarik pemburu yang tersisa dan bertanya siapa mereka serta siapa yang mengirim mereka. Pemburu itu melepaskan pegangan Iljimae dan kabur.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-144.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-144.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-144" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5270" /></a></p>
<p>Karena Wol-hee meninggalkan Hanyang akibat dia kabur dari penjara, merupakan hal yang beresiko baginya kembali ke ibukota, seperti ketika dia dihentikan oleh polisi. Mereka diperintahkan untuk menanyai semua wanita yang mirip dengan pacar Iljimae dan mereka berpikir kalau dia mirip dengan pacar Iljimae. Sekali lagi, mereka bukan polisi yang cerdas sebab mereka juga ingat kalau Iljimae pernah dilaporkan menjadi wanita cantik, dan kemudian berpikir kalau Wol-hee mungkin saja Iljimae yang menyamar. Mereka tidak akan membiarkan Wol-hee lewat sampai dia membuktikan kalau dia bukan Iljimae.</p>
<p>Keol-chi menangani hal ini dengan bertanya apakah membuktikan jenis kelamin Wol-hee akan membebaskan mereka dan polisi yang bodoh itu berkata iya. Maksud Keol-chi adalah Wol-hee harus melepaskan pakaiannya, jadi mereka menurut waktu Keol-chi menyuruh mereka berbalik untuk beberapa saat – lalu Keol-chi menarik kepala mereka. Pemburu itu melapor kembali kepada bos-nya (Park Su-dong) bahwa rekannya dibunuh setelah mereka berhasil melacak Iljimae. Park Su-dong mengira kalau meski Iljimae berhasil kabur, dia tidak akan bisa jauh. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk segera menemukan Iljimae.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-153.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-153.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-153" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5271" /></a></p>
<p>Kim Ja-jeom mendatangkan peramal wanita untuk meminta tambahan bantuan, sebab dua berpikir, “Aku akan meminjam kekuatan dari Park Su-dong dan kebijaksaaan dari peramal ini.” Karena hidupnya Iljimae masih mengancam rencana jahat dan keselamatannya, Kim tidak sabar untuk mengakhiri masalah ini dan bertanya keberadaan Iljimae pada peramal itu. Jawaban peramal itu akurat: dia mengatakan kalau salah satu pemburu telah mati, sedangkan bosnya marah besar.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-159.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-159.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" title="return17-159" width="300" height="165" class="aligncenter size-medium wp-image-5272" /></a></p>
<p>Akan tetapi, orang yang mereka buru juga sedang terluka parah… Benar kata peramal itu, Iljimae yang terluka sedang merangkak di pegunungan, sangat memerlukan bantuan sebelum dia diburu lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5253&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/29/sinopsis-the-return-of-iljimae-episode-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-016.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-016</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-035.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-035</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-051.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-051</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-055.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-055</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-065.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-065</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-072.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-072</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-076.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-076</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-084.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-084</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-093.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-093</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-102.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-102</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-107.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-107</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-1101.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-110.jpg1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-119.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-119</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-138.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-138</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-144.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-144</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-153.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-153</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/return17-159.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">return17-159</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis Wish Upon a Star – Episode 20 (Final)</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/18/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-20-final/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/18/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-20-final/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 11:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wish Upon a Star]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5236</guid>
		<description><![CDATA[Drama ini tidak mungkin membunuh Nam. Setelah menjalani operasi, Nam mulai membaik dan dia bisa diajak pulang besok. Pal-kang ingin memindahkan adik2nya kembali ke apartemen Eun-mal. Semua orang berpikir itu tidak perlu, mengingat dia sedang berkencan dengan Kang-ha. Pal-kang tetap teguh pada pikirannya itu, yaitu untuk mendapatkan tempat sendiri begitu ia punya uang. Kang-ha tidak &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/18/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-20-final/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5236&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Drama ini tidak mungkin membunuh Nam. Setelah menjalani operasi, Nam mulai membaik dan dia bisa diajak pulang besok. Pal-kang ingin memindahkan adik2nya kembali ke apartemen Eun-mal. Semua orang berpikir itu tidak perlu, mengingat dia sedang berkencan dengan Kang-ha. Pal-kang tetap teguh pada pikirannya itu, yaitu untuk mendapatkan tempat sendiri begitu ia punya uang. Kang-ha tidak memandang seperti itu, dan bertanya apakah ini adalah harga diri Pal-kang lagi. Kang-ha bahkan menyebut Eun-mal &#8220;nenek kami,&#8221; bertanya bagaimana Pal-kang bisa membebankan situasi yang sulit padanya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00005.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00005.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00005" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5237" /></a></p>
<p>Pal-kang mulai protes, tapi Kang-ha terus memperjelas perkataannya, mengingatkan Pal-kang bagaimana dia dibuat kacau soal tanda tangan kontrak buat melindungi perpanjangan kontrak. Dan dia hanya akan melupakannya begitu saja? Pal-kang berujar pada Kang-ha, &#8220;Kau tahu kenapa aku melakukan ini.&#8221; Kang-ha meringis dan meraih tangan Pal-kang untuk membawanya keluar dari ruangan buat ngomong empat mata. Semua orang menggangap ini keren.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00015.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00015.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00015" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5238" /></a></p>
<p>Ini adalah adegan lucu sebab Kang-ha yang kesal bertanya pada Pal-kang apakah dia menderita penyakit egois? &#8211; Dia keluar karena Jun-ha, kan? Apakah karena Pal-kang berpikir Jun-ha masih cinta padanya? Kang-ha mengatakan bahwa Jun-ha akan baik-baik saja: &#8220;Itu yang paling bisa kita lakukan untuknya. Jika ia bertindak seolah-olah tidak ada yang salah, kita harus melakukan hal yang sama untuknya. &#8220;</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00028.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00028.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00028" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5239" /></a></p>
<p>Kang-ha mengatakan kepadanya Pal-kang bukan tipe wanita yang membuat pria terpaku lama. &#8220;Ini tidak seperti wajahmu yang cantik, atau sosokmu yang menarik. Dan kau bukan Jang-geum, atau hebat menjaga rumah.&#8221; Pal-kang juga tidak begitu hebat dalam pekerjaannya dan dia punya lima saudara untuk diurus. Ini adalah usaha Kang-ha untuk meyakinkan Pal-kang bahwa Jun-ha tidak akan mengejarnya, tapi Kang-ha membakar amarah Pal-kang. Pal-kang memperingatkan, &#8220;Aku pikir kau membuat kesalahan besar&#8221; dan pergi dengan kesal.</p>
<p>Kakek Jung memiliki ide melihat keterlibatan Min-kyung dalam semua kekacauan ini, dan mencoba untuk membuatnya mengaku. Pertama Kakek menjelaskan masa lalunya sendiri, berkata kalau dia melakukan banyak dosa dalam hidupnya. Dia pernah begitu terpaku pada uang dan mengabaikan keluarganya, dan mereka menderita karena dia. Rumah sakit adalah usahanya untuk menebus dosa itu tapi dalam mengejar tujuan itu, dia tidak membuat anaknya sendiri menderita. </p>
<p>Oleh karena itu, Kakek menyarankan, &#8220;Berhentilah selagi kau masih bisa.&#8221; Dia mendesak Min-kyung mengakui dosa-dosanya dan menerima hukumannya. Min-Kyung bingung dengan konfrontasi langsung ini namun berkeras mengatakan dia tidak tahu apa yang kakek bicarakan dan buru-buru permisi pergi. Min-kyung yakin dia melewati titik dimana dia tidak akan bisa kembali lagi, dan meskipun dia gagal &#8220;sebagai seorang wanita dan orang,&#8221; dia tidak ingin gagal sebagai seorang ibu.<br />
Setelah melepaskan Kang-ha, Jae-young telah lebih bebas, dan bicara filosofis pada Jun-ha tentang mengapa Pal-kang mampu memenangkan Kang-ha ketika orang lain tidak. Jae-young akhirnya sadar itu karena ia tidak pernah menjalani semuanya sendiri, sementara Pal-kang sibuk bekerja untuk lima saudaranya. Melihat usaha Pal-kang pasti memberi pengaruh pada Won bersaudara, sementara Jae-young bertanya-tanya mengapa dirinya tidak dipedulikan. Dia mengatakan kepadanya, &#8220;Aku berdiri sendiri juga. Aku mungkin jatuh, tapi aku ingin berdiri sendiri. Ketika itu terjadi, apakah kau tidak akan mengulurkan tangan dan hanya bersama denganku saja? &#8221; </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00041.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00041.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00041" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5240" /></a></p>
<p>Karena Kang-ha telah memenangkan pertengkaran, keluarga Jin kembali ke rumah, dimana Tae Kyu cemberut pada pamannya dan tetap memanggil Pal-kang dengan namanya. Ini adalah pemberontakan melawan Kang-ha, dan menunjukkan keengganannya untuk menerima Pal-kang sebagai pacar pamannya. Tae Kyu protes bahwa dia tidak akan menyerah, dan terus berteriak, &#8220;Pal-kang-ah!&#8221;</p>
<p>Sementara Kang-ha sibuk dengan Tae-kyu, Pal-kang dan Jun-ha mengobrol, dan Pal-kang bertanya apakah Jun-ha merasa dia lancang karena kembali ke rumah. Jun-ha mengatakan dia harus pensiun klub sharing mereka, karena mereka tidak lagi punya rahasia untuk dijaga. Namun, Jun-ha bahagia telah menjadi anggota, &#8220;Dan aku benar-benar menyambut kau kembali.&#8221; Jun-ha memberitahu saudaranya bahwa ia akan mengambil alih tugas mengurus Tae-kyu, karena Kang-ha harus beralih ke tempat lain sekarang.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00063.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00063.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00063" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5241" /></a></p>
<p>Malam itu Kang-ha membicarakan hubungan mereka, tapi dengan cara lamanya yang sentiementil: &#8220;Ayo kita menikah, jika kau tidak sibuk.&#8221; Melihat reaksi kosong Pal-kang, Kang-ha bertanya apakah dia harus menyanyikan sebuah lagu, memberikan sebuah cincin, dan berlutut: &#8220;Kau tahu aku tidak bisa melakukan itu karena itu memalukan.&#8221; Datar, Pal-kang menjawab: &#8220;Tidak, aku tidak bisa, karena aku sibuk.&#8221;</p>
<p>Kang-ha menjelaskan, &#8220;Aku melamarmu sekarang.&#8221; Pal-kang menjawab, &#8220;Aku menolak saat ini.&#8221; Kang-ha bahkan menambahkan, &#8220;Aku pria yang cukup populer, kau tahu.&#8221; Pal-kang menjawab kalau dia terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk menikah, dan membalas kata-kata Kang-ha &#8211; dia tidak cantik, atau menarik atau seorang juru masak yang baik, sehingga menikahinya adalah hal konyol pula. Jika ia menikah sekarang, dia harus menghabiskan seluruh hidupnya berterima kasih pada Kang-ha karena telah menyelamatkannya. Sedangkan, yang lain akan mengejeknya karena menikah dan berubah menjadi Cinderella.</p>
<p>Penjelasan pertama Pal-kang memang sangat menggoda tapi dia serius pada penjelasan yang kedua dan untuk itulah, dia tidak bisa menikah sampai dia menyadari mimpinya : &#8220;Aku akan menjadi Ratu Asuransi. Jadi aku akan sibuk.&#8221; Jawaban Pal-kang membuat Kang-ha percaya sehingga dia menjadi gagap, dan mengeluh,&#8221;Mengapa kau tidak bisa punya mimpi yang nyata!&#8221; Pal-kang menyelami pekerjaannya dan naik peringkat. Atasan Pal-kang senang dengan penampilannya, tapi dia tidak puas dan meningkatkan usahanya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00079.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00079.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00079" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5242" /></a></p>
<p>Salah satu klien Pal-kang berakhir di rumah sakit, dan orang ini akan menimbulkan masalah. Orang ini gangster, dan keterangan pada pembayaran asuransi menyebutkan kalau dia bekerja dalam bidang tipu menipu. Namun, Pal-kang tidak lekas mengerti. Dia percaya bahwa kliennya itu terluka parah dan bahwa dia akan terbaring di tempat tidur selama sisa hidupnya. Ada rekaman kecelakaan tabrak lari yang menguatkan klaimnya. Anak buah grangster itu yang mengobrol dengan seorang dokter tidak cukup membuat Pal-kang curiga.</p>
<p>Kang-ha menemukan kejanggalan pada klain asuransi pria itu dan berniat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia menduga Pal-kang pasti protes, tapi Pal-kang menerima hal ini. Jika ada masalah, maka demi keuntungan klien, segala sesuatunya harus diurus dengan benar. Dengan prihatin, Kang-ha bertanya apakah Pal-kang makan dengan benar, dan memintanya untuk merawat dirinya sendiri. Pal-kang mengatakan bahwa dia baik-baik saja, tapi Kang-ha ingin memastikan dia mengerti, dan berkata dengan tenang:</p>
<p>Kang-ha: &#8220;Apa kau menjadi ratu asuransi atau tidak, tidak mengubah segalanya. Sama seperti kau memahami pria yang disebut orang berdarah dingin, hal yang sama berlaku bagiku. Pada hari kau keluar membawa Nam dan aku memintamu untuk naik ke dalam mobil, saat itulah aku mulai melihat wanita yang tidak terlihat yang selama lima tahun berada di sekitarku. Jadi aku mengganti popok Nam, naik kereta bawah tanah, memakai pakaian basah saat kedinginan. Dan ketika kau memberiku ubi jalar, aku berpikir, &#8220;Ah, wanita ini mungkin orang yang aku cari.&#8221; Itu sebabnya tidak akan ada yang berubah, karena kau cukup begitu saja. &#8220;</p>
<p>Jika Pal-kang harus melakukannya dengan caranya, Kang-ha menambahkan, Pal-kang bisa melakukannya dengan cara itu. Tapi dia meminta Pal-kang agar tidak memaksakan dirinya bekerja terlalu keras, &#8220;karena itu lebih buruk daripada membuatku menunggu.&#8221;. Sementara itu, mata Pal-kang telah penuh air mata akibat kata-kata manis Kang-ha.  Ketika Kang-ha meminta Pal-kang untuk berjanji bahwa dia akan bersikap santai, Pal-kang mengangguk.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00101.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00101.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00101" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5243" /></a></p>
<p>Kakek meminta Kang-ha untuk memastikan kalau Jung-ae dan anaknya akan mampu bertahan, bahkan jika mereka bukan keluarganya. Kakek juga bertemu dengan mereka lagi, berharap Jung-ae bisa mengingat sesuatu untuk membantunya mempersempit pencariannya. Jung-ae tidak tahu banyak, tapi mengatakan bagaimana dia dan ibu Pal-kang membesarkan anak tanpa ayah dimana hal ini mendapat perhatian kakek. Tapi &#8211; bukan ayah Pal-kang bernama Jin Se-yong?</p>
<p>Jung-ae tahu kalau kakek tidak tahu, dan menjelaskan bahwa tidak, ibu Pal-kang menikahi Jin Se-yong ketika Pal-kang berusia sekitar lima tahun. Jung-ae tidak tahu siapa ayah Pal-kang dan ibu Pal-kang tidak pernah mengatakan apapun, jadi ia menganggap jika mereka berada dalam situasi yang sama. Kakek bertanya-tanya apakah ini berarti kalau Pal-kang mungkin cucunya. Kang-ha memikirkan hal yang sama, tetapi untuk memastikan, dia menyarankan agar mereka melakukan tes DNA. Min-kyung mendengar ini dari kakaknya, dan dia mendesak kakaknya untuk menukar sampel darah &#8211; tidak dapatkah dia berbuat banyak untuk keponakannya sendiri? </p>
<p>Para gangster bodoh karena berbicara tentang penipuan mereka di rumah sakit, di mana Pal-kang dengan tidak sengaja mendengar mereka mengatakan bagaimana mereka akan memilih peringkat terendah dalam klaim asuransi mereka. Pal-kang menelepon Jang-soo dan Jin-ju untuk mengadakan pertemuan darurat guna menyelidiki hal ini. Setelah melakukan konfirmasi ke kantor polisi, mereka tahu kalau klien yang itu adalah gangster penipu. Mereka memutuskan untuk terus menyelidiki kasus ini, sementara anak buah mafia itu melaporkan info baru mengenai penipuan mereka ini.</p>
<p>Pal-kang pulang larut malam dan menemukan sebuah pemandangan yang tak terduga: Kang-ha sedang mencuci beras dan mengatakan kalau dia &#8220;berlatih&#8221; menjadi suami yang terkepung. Untuk menutupi fakta bahwa ia menunggu Pal-kang sepanjang malam, Kang-ha mengatakan kalau baik2 saja bagi Pal-kang bekerja keras tetapi bukankah Pal-kang harus pulang tepat waktu? Kang-ha meneruskan omelannya dan dia sama sekali tidak terlihat seperti Kang-ha yang dulu, yang hemat kata2. Sekarang Kang-ha benar2 cerewet. Min-Kyung mendapat telpon dari kakaknya yang membuatnya panic: dengan sangat menyesal, ia tidak bisa melakukan permintaan Min-kyung. Ia, setidaknya, memiliki hati nurani dan tidak dapat menghancurkan sebuah tes DNA.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00123.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00123.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00123" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5244" /></a></p>
<p>Ini membuat Min-kyung mengambil langkah drastis ketika dia menemui Do-shik di Sungai Han secara diam-diam. Bahkan Do-shik tahu kalau Min-kyung sudah berada pada titik akhir ketika dia meminta Do-shik melakukan sesuatu. Dan ini adalah cerita lama diantara mereka berdua: Min-kyung dan Do-shik pertama kali bertemu ketika Min-kyung adalah pemilik sebuah bar, dan Do-shik kasihan melihat kehidupan Min-kyung yang sulit. Mereka saling menyukai, tapi setelah Min-kyung menikah dengan In-gu, Do-shik berharap Min-kyung akan hidup nyaman. Min-kyung menemui Dok-shik sejauh ini bukan untuk menambah masalahnya.</p>
<p>Min-Kyung terpengaruh perkataan Dok-shik, dan menahan air matanya saat dia berjanji untuk tidak pernah mencarinya lagi setelah ini. Ini agak lucu melihat Do-shik memata-matai Pal-kang diam-diam, siap untuk menyerang &#8211; hanya untuk melihat Pal-kang diseret oleh beberapa penjahat lainnya. Pal-kang dibawa kehadapan mafia, yang tahu Pal-kang telah mencari tahu di sekeliling daerah kekuasaan mafia itu. Apa yang Pal-kang lakukan, dan apa yang dia inginkan? Pal-kang berusaha untuk meyakinkan orang itu untuk melewati jalan besar dan berhenti sekarang. Dia akan tertangkap cepat atau lambat, jadi lebih baik berhenti sekarang.</p>
<p>Orang itu menduga gaji Pal-kang kecil jadi menawarkan sebagian kecil pembayaran asuransinya. Pal-kang menjawab kalau dia bukan orang semacam itu. Namun Pal-kang mengerti ancaman sesungguhnya ketika orang itu berkata santai, &#8220;Kau memiliki banyak saudara.&#8221; Dia memperingatkan Pal-kang untuk berpikir dengan hati-hati, karena jika rencananya tidak berhasil, pria itu pasti merasa kesal. Sementara itu, Do-shik memutuskan bahwa karena ia dan mafia itu tampaknya punya urusan dengan Pal-kang maka mereka bisa bergabung.</p>
<p>Malam itu, Kang-ha memeriksa anak-anak, kemudian pergi keluar untuk membeli makanan di pinggir jalan. Ia bergumam pada dirinya sendiri bahwa dia di sini hanya untuk membeli makanan ringan, bukan karena dia menunggu Pal-kang atau apa! Tidak, hanya nongkrong disini di gerobak yang kebetulan diparkir di depan stasiun kereta bawah tanah, murni kebetulan &#8230; Oleh karena itu, Kang-ha hanya beberapa meter jauhnya ketika Pal-kang muncul dari stasiun, tapi kemudian dia didatangi oleh gangster dan dimasukkan ke mobil. Kang-ha meluncur di depan mobil itu, yang berhenti sebelum menghantamnya. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00140.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00140.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00140" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5245" /></a></p>
<p>Kang-ha memukul salah satu perman, tapi dia kalah jumlah dan ia tidak bisa masuk ke dalam mobil untuk membebaskan Pal-kang. Di rumah, Min-kyung duduk dengan tangan gemetar, mati rasa-shock. Jae-young melihat kondisi ibunya dan sambil melihat telepon, di mana dia menyaksikan foto Pal-kang diikat dan disandera. Min-Kyung mulai menyadari seberapa jauh semuanya berjalan lalu berbisik, &#8220;Apa yang telah aku lakukan?&#8221; Ketika Jae-young meminta diberi tahu apa yang terjadi, Min-kyung menangis, &#8220;Dia sepupumu. Dia putri pamanmu. &#8220;</p>
<p>Jae-young segera menelepon Jun-ha untuk minta bantuan, dan karena perangkat GPS nya, Jun-ha dapat menemukan keberadaan Pal-kang. Tidak tahu bahwa bantuan di jalan, Pal-kang dan Kang-ha terikat dan disumbat mulut mereka di sebuah gudang oleh bos gangster itu, yang gayanya seperti di film The Godftaher. Mafia itu menyeringai bahwa setidaknya dia tidak akan mati sendirian. Dua sandera diseret keluar, Pal-kang dan terlihat Kang-ha cemas, ketika mobil polisi sampai ke gudang, dengan lampu menyala dan sirene meraung-raung.</p>
<p>Jae-young dan Jun-ha berlomba untuk membebaskan mereka dari ikatan dan menanyakan apakah mereka baik-baik saja. Kau tahu mereka baik-baik saja karena Pal-kang dan Kang-ha mulai bertengkar lagi &#8211; Pal-kang mengeluh tentang Kang-ha ketika dia bahkan tidak bisa melawan. Kang-ha tampak diam pada awalnya, tapi dia tahu dia hanya melepaskan kesalnya dan memeluknya erat-erat. Jae-young dan Jun-ha berpaling, pura-pura tidak melihat.</p>
<p>In-gu bangun di tempat tidur, meminta air: &#8220;Aku minta air, apa yang kau lakukan?&#8221; Min-Kyung memanggilnya, suaranya muram saat ia mengakui bahwa meskipun ini semua dilakukan demi Jae-young, Min-kyung berbohong pada dirinya sendiri. Sebenarnya karena takut pada dirinya sendiri, &#8220;karena aku takut aku akan jatuh lagi, bahwa aku akan kehilangan segalanya yang aku telah peroleh. Aku selalu gelisah. Katakan pada Ayah aku minta maaf. Aku juga minta maaf padamu, dan Jae-young.&#8221; In-gu merasakan arti di balik kata-kata istrinya itu. Dan mencoba meminta Min-kyung menjelaskan, namun Min-Kyung diam. Setelah mengaku, akhirnya Min-kyung tersenyum, seakan telah bebas sekali, dan melihat ke kaki langit. Dia berdiri di atap sebuah gedung tinggi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00157.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00157.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00157" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5246" /></a></p>
<p>Inilah setahun kemudian: Jin-ju dan Jang-soo akan menikah. Pal-kang telah diberitahu kalau dia adalah cucu Kakek, tapi dia dan Kang-ha masih belum menikah. Ketika Eun-mal mengganggu Kang-ha tentang kapan mereka akan menikah, Kang-ha mengatakan agar bertanya pada Pal-kang saja. Jelas Pal-kang masih bertahan sementara melanjutkan mimpinya. Ketika Jin-ju melempar buket bunganya, Pal-kang menangkapnya, yang membuat Kang-ha sejenak bersemangat. Dengan segera Pal-kang melemparnya lagi dan ditangkap oleh Jae-young. Setelah pernikahan, Kakek mengajak Pal-kang menandatangani beberapa dokumen &#8211; dokumen itu memberikan klaim ke warisannya. Kakek memberi Pal-kang kesempatan untuk berubah pikiran, mengatakan Pal-kang berhak mewarisi, tapi Pal-kang tanda tangan juga. Pal-kang sama sekali tidak menyesal, yakin kalau dia bisa mendapatkan keberuntungan sebagai ratu asuransi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00209.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00209.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00209" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5247" /></a></p>
<p>Pal-kang telah pindah ke rumah keluarganya sendiri sekarang, di lingkungan lama mereka. Kang-ha mungkin mengeluh karena dibuat menunggu, tapi dia tampaknya benar-benar bersedia untuk membantu, keluhan benar-benar untuk menutupi rasa malunya karena Kang-ha alergi berbicara romantis. Dia menerima kalau Pal-kang ingin membuat jalan sendiri, tetapi ada tanda-tanda kecil bahwa Pal-kang mulai mengerti. Setiap kali Kang-ha berbicara, Pal-kang memikirkan hal itu sebentar, meskipun Pal-kang tidak mengatakan apa yang dia pikirakan. Namun, Kang-ha merasa sedikit kecewa karena menunggu lama, dan meminta Pa-rang apa ia setuju kalau Pal-kang mengambil seluruh cara ini secara ekstrem. Berapa lama Pal-kang perlu waktu untuk mencapai tujuannya?</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00230.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00230.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00230" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5248" /></a></p>
<p>Pa-rang memberikan jawaban jujur bahwa mungkin untuk sementara, Pal-kang bekerja keras tapi dia belum dekat untuk menjadi seorang ratu. Mereka berdua mendesah, dan kemudian Kang-ha melipat dirinya ke tempat tidur, tersenyum pada anak titu, &#8220;Jika aku tidak memiliki kau, aku pasti begitu kesepian. Aku tidak tahu harus berbuat apa.&#8221; Mereka kembali di toko untuk mencicipi sample makanan. Kita juga melihat bagaimana Man-soo dan tetangga lainnya meminta saran Kang-ha untuk menemukan tempat bagi dirinya di lingkungan ini. Ketika Pal-kang mendengar Kang-ha bergumam, dia komentar bahwa ia terlihat konyol berbicara dengan dirinya sendiri. Kang-ha membalas, &#8220;Dan siapa yang membuat aku seperti ini?&#8221;</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00245.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00245.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00245" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5249" /></a></p>
<p>Keluarga berjalan pulang bersama-sama dan berhenti untuk melihat ke langit ketika mereka melihat bintang jatuh. Mereka semua berhenti menyatakan keinginan, Pal-kang termasuk di dalamnya, dan Pa-rang mengumumkan bahwa Pal-kang akan menjadi ratu asuransi. Anak-anak berharap hal yang sama. Pal-kang mengumumkan bahwa ia membuat keinginan juga, dan mereka semua menatap penuh harap. Dia ketakutan mengungkapkan keinginan yang sebenarnya dan menjawab keinginan bagi perdamaian dunia, yang membawa kekecewaan bagi semua orang.</p>
<p>Ketika mereka mendekati rumah, mereka mendengar suara tangisan bayi, dan menemukan bahwa keranjang telah ditinggalkan di depan pintu rumah mereka. Ada catatan, dan anak-anak tahu apa artinya ini – No-rang bahkan beranjak untuk mengambil bayi Bora (warna setelah Nam, yang berarti ungu). Tidak ada gunanya melawan sehingga Pal-kang mengatakan bayi berhenti menangis karena ini adalah rumahnya sekarang.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00258.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00258.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish20-00258" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5250" /></a></p>
<p>Sekarang Pal-kang melihat lirikan Kang-ha dan berkata santai, &#8220;Aku sangat sibuk tapi aku bisa meluangkan beberapa waktu – Jadi kau ingin menikah?&#8221; Sebuah senyuman merekah di wajah Kang-ha, lalu melingkarkan tangan di bahu Pal-kang. Pa-rang takjub, &#8220;Wow, keinginanku terkabul!&#8221; Dan semua orang pun bergembira.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5236&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/08/18/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-20-final/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00005</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00015.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00015</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00028.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00028</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00041.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00041</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00063.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00063</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00079.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00079</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00101.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00101</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00123.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00123</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00140.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00140</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00157.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00157</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00209.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00209</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00230.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00230</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00245.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00245</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/08/wish20-00258.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish20-00258</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis Wish Upon a Star – Episode 19</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/28/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-19/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/28/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-19/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 10:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wish Upon a Star]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5212</guid>
		<description><![CDATA[Muncul dengan tidak terduga, Jun-ha bertanya pada kakaknya, “Kenapa kau harus menikahi Jae-young karena aku?” Jae-young memalingkan wajahnya dan Kang-ha membeku kaget sebab telah tertangkap basah. Jun-ha ingin tahu ancaman apa yang Jae-young gunakan sehingga berhasil memaksa Kang-ha menikah dengannya dan melupakan Pal-kang. Kenapa mereka tidak meminta Jun-ha untuk memaksa mereka menikah? Jae-young menjawab dengan &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/28/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-19/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5212&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muncul dengan tidak terduga, Jun-ha bertanya pada kakaknya, “Kenapa kau harus menikahi Jae-young karena aku?” Jae-young memalingkan wajahnya dan Kang-ha membeku kaget sebab telah tertangkap basah. Jun-ha ingin tahu ancaman apa yang Jae-young gunakan sehingga berhasil memaksa Kang-ha menikah dengannya dan melupakan Pal-kang. Kenapa mereka tidak meminta Jun-ha untuk memaksa mereka menikah? Jae-young menjawab dengan gugup, “Aku tidak bisa mengatakannya padamu. Jika aku lakukan, aku tidak bisa menikah dengannya.”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00002.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00002.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00002" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5213" /></a></p>
<p>Kedua bersaudara itu keluar untuk berbicara empat mata, dan Kang-ha meminta Jun-ha untuk melupakan semua ini serta berpura-pura tidak mendengarkan percakapan itu. Jun-ha bertanya, “Apa kau memintaku untuk berpura-pura kalau aku tidak tahu jika kau dan aku punya ibu yang berbeda?” Ketika Kang-ha megap-megap, Jun-ha menjelaskan kalau dia tahu saat kelas lima SD – saat itu Kang-ha bertengkar hebat lagi dengan ayahnya dan Kang-ha kabur. Seminggu kemudian, ayah membawa Kang-ha pulang dan mereka bertengkar lagi: “Saat dia memukulku, dia balas berteriak. Kau bilang kau lebih baik tinggal dengan ibumu dan bahwa kau lahir di luar keluarga ini, jadi kenapa membawamu pulang kesini?”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00008.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00008.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00008" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5214" /></a></p>
<p>Tidak hanya itu, ibu Jun-ha sudah mendengarnya dan itu merupakan hari ibu memberikan Kang-ha kamarnya sendiri dan meminta Jun-ha untuk tidak menggunakannya, sebab Kang-ha perlu tempat sendiri. Jun-ha bertanya, “Dia menyayangimu – kenapa kau tidak pernah memanggilnya ibu?” Kang-ha menjelaskan kalau dia tidak mampu melakukannya, meski dia ingin sekali, sekali lagi menunjukkan sikap membenci diri sendiri. Ibu terlalu baik dan orang seperti dirinya tidak boleh memanggilnya ibu. Lebih jauh, Kang-ha merasa hal itu tidak adil, “Aku tidak bisa mengambil itu darimu.”</p>
<p>Jun-ha mengenang saat dia tumbuh bagaimana dia ingin sekali menjadi seperti Kang-ha, yang berani melawan ayah. Meski ketika teman2nya bertanya kenapa dia mengikuti kakaknya, dia terus melakukannya, “Sebenarnya, aku tidak pernah ingin memukulmu. Aku selalu merasa aman bila mengikutimu.” Jun-ha mengakui ini juga pada Kang-ha, yaitu ketika dia peduli pada seseorang maka orang itu pasti lebih peduli pada Kang-ha.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00013.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00013.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00013" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5215" /></a></p>
<p>Jun-ha menasehati, “Jadi tetaplah disini.” Kang-ha mendesah, “Tidak kali ini.” Jun-ha tersenyum lalu memohon, “Berikan aku kesempatan untuk melangkah dengan bangga.” Ketika Jun-ha mengendarai mobilnya pulang, dia menangis sambil bicara pada ibunya, “Kakak bilang dia ingin memanggilmu ibu. Kau harus bahagia karena keinginanmu terpenuhi.” Di rumah sakit, Pal-kang meminta Kang-ha untuk pulang saja. Dia akan menami Nam, tapi tidak ada alas an buat Kang-ha untuk tetap tinggal.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00024.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00024.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00024" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5216" /></a></p>
<p>Kang-ha bangkit untuk pergi dan menjelaskan hubungan mereka dengan mengatakan kalau Pal-kang akan sendiri sampai Jun-ha datang. Kang-ha selalu mengambil banyak hal dari adiknya dan dia tidak bisa melakukannya lagi kali ini. Melepaskan Pal-kang tidak berarti kalau Jun-ha akan mendapatkan apa yang dia inginkan dan Kang-ha tahu ini jadi dia menambahkan, “Tapi juga tidak akan mendapatkan apa yang aku inginkan.” Meski mereka berdua tidak ada yang bersama Pal-kang, Kang-ha lebih baik tidak mengambil Pal-kang dan menambah rasa sakit adiknya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00034.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00034.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00034" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5217" /></a></p>
<p>Kakek segera ke rumah sakit dimana Kang-ha menjelaskan keadaan Nam padanya. Kakek sekarang mengerti kenapa dia tidak pergi ke acara pertunangannya sendiri karena dia disini bersama Pal-kang. Kakek memarahi Pal-kang karena tidak langsung mengatakan keadaan yang sebenarnya padanya, lalu menenangkan Pal-kang waktu dia menangis. Tidak ingin membuat khawatir keluarganya dengan kondisi Nam, Pal-kang hanya mengatakan pada Eun-mal dan anak2 yang lain kalau dia dan Nam ada perjalanan bisnis.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00040.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00040.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00040" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5218" /></a></p>
<p>Ketika Jun Ha menemui Jae-young di bar, Jae-young mengatakan kalau dia tahu Jun-ha akan menemukannya di sini, karena dia selalu melakukan hal itu. Jae-young bertanya-tanya, &#8220;Kenapa bukan kau saja? Pasti bagus jika itu kau.&#8221; Namun, Jae-young bertekad tidak akan memberitahu Jun-ha apa yang Jun-ha ingin tahu yaitu Jae-young yang memanfaatkannya untuk mendapatkan Kang-ha. Jun-ha menjawab, &#8220;Maaf, tapi aku sudah tahu semuanya. Jadi kau tidak dapat memanfaatkanku. Jun-ha sedih, dan Jae-young bertanya apakah ia benar-benar mencintai Pal-kang. Jun-ha berkata, &#8220;Apa gunanya? Pal-kang hanya memperhatikan Kang-ha.&#8221;</p>
<p>Di bar yang lain, Kang ha minum. Kang Ha memikirkan kata-kata Jun-ha, tapi rasa bersalah mencegahnya mengambil kesempatan ini. Dia bergumam, &#8220;Tidak kali ini. Hanya kali ini, aku tidak akan melakukannya.&#8221; Kang-ha menemui Jae-young di tempat kerja dan meminta maaf karena tidak muncul pada pertunangan mereka lalu ia menawarkan untuk menikah segera. Dan Jae-young menamparnya. Dia bertanya mengapa dia tinggal di RS saat Jun-ha sudah tahu kebenaran. Kang ha mengatakan ia akan menikahi Jae-young dan Jae-young menjawab, &#8220;Tapi sekarang aku tidak mau.&#8221;</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00054.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00054.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00054" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5219" /></a></p>
<p>Jae-young sadar, &#8220;Cinta tidak muncul bahkan jika kau mendorong seseorang ke arah itu. Jadi jangan buat Jun-ha menjadi orang bodoh.&#8221; Kang-ha yang memaksa menyerahkan kebahagiaannya sendiri demi adiknya hanya membuat Jun-ha makin sedih. Sekarang situasi terbalik dan In-gu bingung. Jae-young tiba-tiba mengatakan dia tidak akan menikah dengan Kang ha, dan sekarang Jun-ha ingin pindah ke Amerika?</p>
<p>Kang ha tidak suka rencana ini dan menemui adiknya. Jun-ha mengatakan kalau dia sakit melihat Kang-ha begini dan mengancam tidak akan mengakui kakaknya bila Kang-ha terus seperti ini. Meski Kang-ha tidak ingin menjadi orang yang mencuri wanita yang disukai saudaranya, Jun-ha tidak ingin menjadi orang yang meruntuhkan kebahagiaan kakaknya. Dan kemudian… Kang-ha dan Kakek Jung bergegas ke kantor polisi ketika mereka mendengar bahwa Jung-ae dan anaknya telah ditemukan, mereka tertangkap saat mencoba masuk ke China dengan dokumen palsu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-000671.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-000671.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00067" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5221" /></a></p>
<p>Kakek memperkenalkan dirinya sebagai ayah Jung-ae dan mengingatkan kalau adalah dia anaknya. Yang mengejutkan, wanita itu tidak tahu apa yang kakek bicarakan, jadi Kang Ha bertanya tentang ayah anak wanita itu. Bukankah ia cucu kakek? Jung-ae menjelaskan bahwa mereka pasti salah, karena ayah anak itu adalah seorang pria yang sudah menikah, itulah sebabnya dia meninggalkan kota kelahirannya sebab dia tidak ingin fakta itu merusak masa depan anaknya. Ini adalah kejutan besar, dan meskipun Kang Ha menyarankan tes DN, jelas mereka salah selama ini. Selanjutnya, kesehatan Kakek melemah dan tidak tahan akan kejutan ini. Kakek selanjutnya berakhir di rumah sakit. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00086.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00086.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00086" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5222" /></a></p>
<p>Pal-kang belum meninggalkan rumah sakit sejak Nam dibawa kesana, dia mengkhawatirkan dia sebab Nam tetap tidak sadar. Ketika Pal-geng muncul dari kamar, dia menemukan Kang-ha menunggunya, sedikit kaget soalnya ingat pernyataan ketika Kang-ha pergi terakhir kalinya. Dia menjelaskan bahwa Jun-ha tidak akan menjadi saudaranya lagi jika Kang-ha membiarkan Pal-kang pergi. Kang-ha memeluk Pal-kang, kemudian mengakui bahwa itu hanya alasan &#8211; meski dia terus mengingatkan dirinya sendiri agar tidak datang ke sini, dia akan datang pada akhirnya. Jun-ha yang mendorongnya kesini sedikit lebih cepat.</p>
<p>Kang ha berkata, &#8220;Aku minta maaf karena ragu-ragu. Sekarang aku di sini, apa kau memaafkan aku.&#8221; Pal-kang mulai menangis. Kang-ha bersumpah, &#8220;Aku tidak akan ke mana-mana sekarang.&#8221; Tak lama kemudian, mereka bergabung dengan anak-anak yang diantar ke rumah sakit oleh Eun-mal dan Jin-ju. Mereka telah diantar ke sini oleh Jun Ha, yang meminta saudaranya tersenyum dan meinggalkan keluarga itu agar mereka bisa bersama.</p>
<p>Anak-anak telah tahu tentang penyakit Nam ketika Ju-hwang menelepon kantor Pal-kang untuk bertanya tentang perjalanan bisnis kakaknya. Mereka protes sebab Pal-kang menyembunyikan ini dari mereka. Pal-kang meminta maaf. Sementara Ju-Hwang duduk di samping Nam yang tidur (anak-anak lainnya terlalu muda untuk memasuki ruangan), yang lain melirik aneh pada Kang-ha. Jin-ju dan Eun-mal bertanya mengapa dia di sini, tapi sebelum bisa menjawab, Pa-rang angkat bicara: &#8220;Paman, kau mencintai kakak kami, kan?&#8221;</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00105.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00105.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00105" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5223" /></a></p>
<p>Semua memandangi Pa-rang dengan heran, bertanya-tanya bagaimana Kang-ha akan menanggapi. Mereka melongo ketika Kang Ha jawaban sederhana, &#8220;Ya, kau benar.&#8221; Pa-rang sepenuhnya setuju. Keluarga Jung tiba di rumah sakit untuk mengunjungi kakek, di mana mereka mengampiri salah satu dokter di lorong &#8211; itu kakak Min-Kyung. Mereka menjelaskan mengapa mereka di sini dan mengunjungi ruangan kakek Jung, tapi Min-Kyung mendapat telepon penting.</p>
<p>Dia menyelinap keluar untuk bertemu dengan Kim Do-shik, yang memberikan kabar buruk. Jung-ae tertangkap basah dengan paspor palsu dan ditangkap polisi. Parahnya lagi, kakek dan Kang-ha sudah pergi menemui Jung-ae, dan meminta melakukan tes DNA. Min-Kyung tidak menyadari bahwa mereka sedang diamati oleh Jang-soo, yang menemukan hal yang aneh jika Min-kyung mau bicara dengan Do-shik. Jang-soo menemui teman2nya untuk melaporkan temuan ini aneh, dan mencoba memecah teka-teki kasus mereka dan apakah Min-kyung ada hubungan dengan semua ini.</p>
<p>Kang Ha merasa hal ini mencurigakan dan memberitahukan berita ini untuk kakek, menghubungkan teka-teki antara Min-Kyung dan keberangkatan Jung-ae yang tiba-tiba itu. Dia bahkan menduga mungkin ada hubungan dengan kecelakaan yang menewaskan orang tua Pal-kang. Kakek Jung memperingatkan Kang-ha menjaga rahasia ini antara mereka berdua saja.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-001201.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-001201.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00120" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5225" /></a></p>
<p>Semua orang dewasa dites darah agar tahu apa mereka cocok dengan Nam. Anak-anak ingin diuji juga, tapi masih terlalu muda, dan apalagi ini sudah di atas jam makan siang. Pal-kang bersikeras mereka makan untuk menjaga kekuatan dan mengabaikan protes mereka. Dia juga mengabaikan Kang ha, yang memicu pertengkaran antara keduanya. Semua orang mengerti kalau ini adalah cara mereka berkomunikasi.</p>
<p>Jun-ha dan Jae-young berada pada posisi dimana mereka telah menerima hasil akhirnya dan sekarang sedang mencoba untuk memandang segalanya sebagai lelucon. Jun-ha menertawakan kesalahan Pal-kang, seperti bagaimana dia tidak bisa memasak dan menebak Kang-ha akan menderita jika mereka menikah. Jae-young bersimpati, memahami kalau ini adalah akibat penolakan itu, dan menyinggung rencana Jun-ha pindah ke AS. Jun-ha mengatakan rencana ini hanya akan membuat Kang Ha dan Pal-kang merasa kasihan kepadanya. Yang terbaik adalah tetap tinggal dan berpura-pura tidak terjadi apapun. Jae Young berkata dia jelas tidak bisa begitu, dan Jun-ha menyindir sebaiknya Jae-young berlatih.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00141.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00141.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00141" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5226" /></a></p>
<p>Nam memburuk dan ini membuat Pal-kang muntah di kamar kecil sementara Kang-ha dengan cemas menunggu di luar. Ketika muncul, Pal-kang mencoba tertawa dengan mengatakan dia makan terlalu banyak, tapi Kang-ha tahu dia berbohong. Kang-ha berkata, &#8220;Kau tidak harus bersikap berani dihadapanku.&#8221; Ini, tentu saja, adalah adegan yang Tae Kyu saksikan. Dia datang untuk melihat Nam dan untuk ikut diuji sebagai donor. Pemandangan ini membuatnya merasa dikhianati oleh pamannya. Kang-ha mengatakan dia menyesal.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00149.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00149.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00149" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5227" /></a></p>
<p>Kang ha tidak bermaksud menyakiti Tae-kyu, tapi Kang-ha ingin agar Tae-kyu memanggil Pal-kang &#8220;ajumoni&#8221; (Bu). Tae Kyu mengatakan itu kekanak-kanakan dan bertekad dia akan memanggil Pal-kang dengan namanya selamanya. Jae-young mampir untuk menemui Pal-kang. Pal-kang meminta maaf &#8220;untuk semuanya,&#8221; tapi terkejut ketika Jae-young mengulurkan tangan dan mengakui bahwa dia kalah. Dia menjelaskan alasan ia sangat menginginkan Kang-ha yaitu karena Kang-ha tidak pernah tertarik pada wanita mana pun. Tapi sekarang dengan Pal-kang, Jae-young melihat bahwa ia tidak dapat dibandingkan dengan Pal-kang dan karenanya memilih mundur.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00159.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00159.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00159" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5228" /></a></p>
<p>Pal-kang berbagi dengan Jae-young, “Apakah kau tahu kenapa Jun-ha dulu mendekatiku? Itu untukmu.&#8221; Pal-kang menjelaskan kalau Jun-ha telah berusaha untuk mengarahkan perasaan Kang Ha terhadap Jae-young. Dan percaya bahwa hal paling tulus yang harus dilakukan untuk orang yang tidak mencintaimu kembali adalah tidak mencintai mereka. Jae-young tampaknya memahami kalimat ini &#8211; bahwa Jun-ha melakukannya karena cinta pada dirinya. </p>
<p>Pal-kang dan Kang-ha terus menginap di rumah sakit, di mana Eun-mal membawakan mereka pakaian baru dan melihat dengan geli saat mereka mulai bertengkar lagi. Pal-kang mengomeli Kang-ha karena tidak masuk kerja, dan Kang-ha ngomel balik kenapa Pal-kang tidak beristirahat di ruangan yang telah disediakan Kakek untuknya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00172.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00172.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00172" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5229" /></a></p>
<p>Kang-ha tahu Pal-kang hanya menggunakan keluhan untuk menutupi perasaan sebenarnya, lalu berkata, &#8220;kau tahu kau merasa aman denganku disini.&#8221; Pal-kang tidak akan mengakuinya, namun Kang-ha melanjutkan, &#8220;Jika kau merasa ingin menangis karena bersyukur, katakan saja terima kasih.&#8221; Pal-kang mulai protes, sehingga Kang-ha membungkamnya dengan ciuman.. Kang-ha mengomel kalau Pal-kang protes terus – Pal-kang hanya harus berterima kasih jika dia merasa bersyukur. Sementara itu, Pal-kang berdiri dalam keadaan linglung, tidak mampu memberi respon.</p>
<p>Min-Kyung mendapat kabar baik dan buruk. Pertama, dia mendengar kalau menurut hasil tes DNA, anak Jung-ae tidak berhubungan darah dengan kakek Jung. Ini berarti bahwa mereka telah mencari orang yang salah selama ini, tetapi Min-Kyung aman untuk saat ini. Namun, saudara laki-lakinya menunjukkan padanya sesuatu yang aneh dalam hasil tes darah diambil dari donor Nam. Pal-kang dan kakek Jung punya hubungan darah.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00180.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00180.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00180" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5230" /></a></p>
<p>Min-Kyung tidak sepenuhnya memahami apa ini, tapi dia tahu apa artinya. Pal-kang lebih mengancaman dari sebelumnya, sehingga Min-Kyung mencoba untuk mencari cara untuk mengubah ini untuk melindungi kepentingannya. Dia menemui Kang-ha untuk bertanya tentang hubungannya dengan Pal-kang. Min-kyung meminta Kang-ha pindah ke Amerika. Dia bisa menikah dengan Pal-kang dan mengajaknya ke AS. Min-Kyung menjelaskan bahwa dia ingin melindungi perasaan Jae-young sebagai tunangannya yang dibuang.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00190.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00190.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00190" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5231" /></a></p>
<p>Kang ha tidak menurutinya, tapi ia hanya menjawab kalau ada banyak hal yang harus ditangani dengan semakin dekatnya operasi Nam. Mereka telah menemukan donor dari Jepang, dan operasi akan dilakukan sesegera mungkin. Kang-ha akan mempertimbangkan saran itu nanti.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00198.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00198.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00198" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5232" /></a></p>
<p>Jae-young tiba di rumah sakit, di mana dia menemukan Jun-ha sedang nongkrong di luar, peduli terhadap operasi Nam tetapi tidak berani menemui semuanya. Jae-young menjelaskan kedatangannya dengan mengatakan bahwa dia mempertimbangkan kalau dia akan berada di sini. Namun, karena tidak benar-benar tempat mereka berada di sini, mereka bisa pergi ke tempat lain dan mendoakan Nam dari jauh. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00201.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00201.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish19-00201" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5233" /></a></p>
<p>Dan kemudian, waktunya untuk operasi dilakukan. Keluarga Jin tampak cemas ketika Nam dibawa pergi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5212&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/28/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00008.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00013.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00013</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00024.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00024</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00034.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00034</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00040.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00040</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00054.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00054</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-000671.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00067</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00086.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00086</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00105.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00105</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-001201.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00120</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00141.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00141</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00149.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00149</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00159.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00159</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00172.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00172</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00180.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00180</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00190.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00190</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00198.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00198</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/wish19-00201.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish19-00201</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kibum &#8216;SuJu&#8217; Bermain dalam Drama Konspirasi</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/14/kibum-suju-bermain-dalam-drama-konspirasi/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/14/kibum-suju-bermain-dalam-drama-konspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 08:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5208</guid>
		<description><![CDATA[Lama tak terdengar kabarnya, anggota Super Junior Kim Kibum dipastikan akan ambil bagian dalam sebuah drama seri di stasiun televisi SBS, Korea. Kibum akan berperan sebagai seorang sarjana dalam drama yang bertitel &#8216;Tree with The Deep Roots&#8217; itu. Drama seri itu akan bercerita seputar konspirasi dari serangkaian pembunuhan di istana. Kibum akan memainkan peran sebagai &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/14/kibum-suju-bermain-dalam-drama-konspirasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5208&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama tak terdengar kabarnya, anggota Super Junior Kim Kibum dipastikan akan ambil bagian dalam sebuah drama seri di stasiun televisi SBS, Korea. Kibum akan berperan sebagai seorang sarjana dalam drama yang bertitel &#8216;Tree with The Deep Roots&#8217; itu.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/kibum.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/kibum.jpg?w=530" alt="" title="kibum"   class="aligncenter size-full wp-image-5209" /></a></p>
<p>Drama seri itu akan bercerita seputar konspirasi dari serangkaian pembunuhan di istana. Kibum akan memainkan peran sebagai Park Paengnyun, sarjana kesayangan Raja Sejong The Great. &#8216;Tree with The Deep Roots&#8217; adalah adaptasi dari novel misteri berlatar belakang sejarah Korea</p>
<p>Raja Sejong adalah raja keempat dalam Dinasti Joseon, ia merupakan pencipta huruf Korea yang disebut Hangul. Drama seri ini akan menceritakan kisah di balik penciptaan Hangul dan konflik antara kelompok yang mendukung pemakaian Hangul dan yang menentangnya.</p>
<p>Drama yang akan tayang 28 September 2011 mendatang itu diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Lee Jungmyung. Saat diterbitkan pada 2006 lalu, novel ini mendapat julukan &#8220;Da Vinci Code Korea&#8221;, mengacu pada novel &#8216;Da Vinci Code&#8217; karya Dan Brown yang juga bertema konspirasi.</p>
<p>Selain Kibum, drama ini akan didukung oleh banyak aktris dan aktor Korea ternama seperti Jang Hyuk, Shin SaeKyung, Han Sukkyu, Song Joongki, dan Yoon Jaemoon. Han Sukkyu akan menjadi Raja Sejong, sedangkan Jang Hyuk akan menjadi pegawai pemerintahan yang menentangnya.</p>
<p>source: detikhot</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5208&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/07/14/kibum-suju-bermain-dalam-drama-konspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/07/kibum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kibum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis Wish Upon a Star – Episode 18</title>
		<link>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/06/25/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-18/</link>
		<comments>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/06/25/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-18/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 11:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylani aryanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wish Upon a Star]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylaniaryanti.wordpress.com/?p=5188</guid>
		<description><![CDATA[Pal-kang menjelaskan kalau dia tidak bisa menerima Jun-ha saat dia masih ingat semua hal tentang Kang-ha, “Tidak peduli sekeras apa aku mencoba, aku tetap tidak bisa.” Jun-ha berkata, “Mungkin aku tidak begitu menyukai Jae-young. Dalam beberapa hal, aku berhenti mengingat semua hal tentang dia.” Suasana menjadi lebih ceria selama makan malam, ketika Jun-ha menceritakan bagaimana &#8230; <a href="http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/06/25/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-18/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5188&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pal-kang menjelaskan kalau dia tidak bisa menerima Jun-ha saat dia masih ingat semua hal tentang Kang-ha, “Tidak peduli sekeras apa aku mencoba, aku tetap tidak bisa.” Jun-ha berkata, “Mungkin aku tidak begitu menyukai Jae-young. Dalam beberapa hal, aku berhenti mengingat semua hal tentang dia.” Suasana menjadi lebih ceria selama makan malam, ketika Jun-ha menceritakan bagaimana rasanya tumbuh dengan ayahnya, yang dia jelaskan sebagai pria ‘yang dingin.’ Jun-ha selalu takut padanya, tapi Kang-ha tidak dan malah selalu bertengkar dengannya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00003.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00003.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00003" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5189" /></a></p>
<p>Pertengkaran yang sering terjadi membuat yang lainnya jadi sulit dan ibu mereka sering menangis, jadi meski Jun-ha lebih senang tinggal di luar rumah, dia akan pulang sebab kalau tidak ibunya pasti sendiri. “aku rasa karena itulah aku jatuh cinta pada Jae-young. Tidak peduli apapun yang terjadi, dia tidak menangis. Penasaran sekali bertemu dengan wanita yang tidak pernah menangis, jadi aku menyukainya.” Begitulah, ibu mereka selalu memperhatikan Kang-ha.</p>
<p>Kenyataan ini sangat jauh dari bayangan Pal-kang tentang Kang-ha, dimana dia berpikir kalau Kang-ha siswa yang baik. Jun-ha menjelaskan kalau Kang-ha berubah setelah orang tua mereka meninggal, “Seperti orang yang pulang dari pertempuran yang sengit.” Jun-ha merasa lebih baik setelah mengeluarkan semua ini dari hatinya, “Kau seharusnya datang lebih awal. Dengan begitu aku akan menghabiskan lebih sedikit waktu merasa putus asa. Tapi ini lebih baik ketimbang tidak bertemu denganmu sama sekali, jadi aku memaafkanmu karena muncul sekarang.”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00023.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00023.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00023" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5190" /></a></p>
<p>Ketika Jun-ha pulang ke rumah, dia mendatangi Kang-ha yang minum sendirian di mejanya, dan memintanya untuk memikirkan lagi pernikahannya dengan Jae-young, “Kau tidak mencintainya. Kau mencintai orang lain.” Kang-ha tidak menjawab.</p>
<p>Jun-ha: Aku tidak mengerti kenapa kau berpikir kalau kau tidak bisa bersama Pal-kang.<br />
Kang-ha: Karena aku sombong.<br />
Jun-ha: Jangan membuat alasan seperti itu. Apa alasan sebenarnya?<br />
Kang-ha: Itulah alasannya.<br />
Jun-ha: Apa ini karena aku? Kalau iya, jangan khawatir. Aku sudah terbiasa menyingkir.<br />
Kang-ha: Tidurlah.<br />
Jun-ha: Pal-kang tahu banyak tentangmu. Dia bahkan tahu kebiasanmu yang tidak kau sadari.</p>
<p>Kang-ha: Berhentilah mengatakan hal tidak berguna dan pergi tidur.<br />
Jun-ha: Aku meminta Pal-kang untuk memerhatikanku. Tapi dia tidak bisa. Begitulah perasaannya padamu…<br />
Kang-ha: Tolong tidurlah!<br />
Jun-ha: Aku memberikan kesempatan padamu. Ini kesempatan terakhirmu, jadi jangan lepaskan.<br />
Kang-ha: Aku tidak perlu kesempatan seperti itu.<br />
Jun-ha: Kalau begitu, mulai sekarang orang yang ada di sisi Pal-kang adalah aku. Aku minta – jangan sakiti perasaannya lagi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00031.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00031.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00031" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5191" /></a></p>
<p>Kakek Jung mengatakan pada Kang-ha kalau dia akan memasukkan Pal-kang dalah wasiatnya, memberikannya posisi yang sama dengan Jae-young dalam hal warisan. Kang-ha akan mengurus wasiat itu. Kakek memanfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan Kang-ha tentang Pal-kang. Setelah melihat mereka bertengkar tempo hari – kakek tidak pernah melihat Kang-ha begitu banyak bicara, atau bersikap seperti itu. “Apa Pal-kang membuatmu menyukai itu? Aku ingin tahu apa kau punya perasaan padanya.” Kang-ha terlihat kaget, tidak berharap akan ketahuan seperti ini, tapi tetap pada kalimat biasanya, “Aku akan menikahi Jae-young.” Kakek malah menasehati Kang-ha untuk memikirkannya lagi sebab menjalani pernikahan tanpa cinta akan membawa mereka pada ketidakbahagiaan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00040.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00040.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00040" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5192" /></a></p>
<p>Pal-kang disambut kembali oleh teman2 sekerjanya, tapi Jae-young meminta berbicara dengan Pal-kang. Melihat Pal-kang dengan curiga, Jae-young menuduh Pal-kang telah melakukan taktik cepat untuk memenangkan hati kakeknya. Cerita yang ada tidak masuk akal bagi Jae-young, tidak berguna sebab Pal-kang dulu mencurigakan dan dia tidak suka mendengar kalau ayah Pal-kang adalah teman kakek tanpa Pal-kang pernah tahu kalau kakek bukan sekedar pengemis.</p>
<p>Pal-kang merasa tidak perlu membela dirinya, berkata meskipun Jae-young tidak mempercayainya, inilah kebenarannya. Jae-young tidak percaya, dan menekankan, “Apa yang sebenarnya kau inginkan?” Tidak maukah Pal-kang jujur tentang keinginannya? Meski begitu, Jae-young adalah pewaris JK dan dia pantas tahu, kalau saat ini Pal-kang akan punya kekuasaan di perusahaan ini (JK).</p>
<p>Ini berita besar buat Pal-kang, tapi Jae-young menyindir, “Apa kau akan berpura-pura begitu naïf? Kau telah menjadi pewaris kakek dank au bilang kau tidak mengerti apa yang aku ucapkan?” Mengabaikan Jae-young, Pal-kang segera pergi, berniat untuk mencari tahu apa yang terjadi. Jun-ha mendekati Jae-young saat Pal-kang sudah pergi, dan mengatakan pada Jae-young agar tidak mengganggu Pal-kang – dia sudah punya banyak masalah. Berpikir untuk mempertahankan warisannya, Jae-young tiba2 menyarankan, “Kau nikahi Pal-kang.”</p>
<p>Jae-young memberitahu ide ini pada orang tuanya, jika Pal-kang dinikahkan dengan Jun-ha maka hal itu akan menyelesaikan masalah warisan. Pal-kang masuk ke kantor kakek Jung dan menanyakan tentang urusan warisan itu. Apa yang kakek maksud dengan ini? Dia tidak menginginkannya. Kakek menjelaskan kalau Pal-kang sudah seperti cucunya sendiri, jadi tidak aneh meninggalkan warisannya pada Pal-kang. Untuk itulah, ini tidak sama dengan menang lotere. Pal-kang menjawab, “Bagiku, iya. Kau melakukan ini karena hubunganmu dengan orang tuaku. Aku tidak mendapatkannya dengan usahaku. Kenapa harus aku terima?”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00055.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00055.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00055" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5193" /></a></p>
<p>Kakek tidak melihat apa masalahnya – Pal-kang bisa menggunakan uang ini untuk membesarkan keluarganya dengan nyaman. Sikap keras kepala Pal-kang berubah menjadi sedikit terlihat tolol sampai dia berteriak, “Ini karena aku takut sebab aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan dengan uang itu!” Pal-kang mengingatkan kakek hal2 bodoh yang dulu dia lakukan, seperti memecahkan celengan adiknya untuk menata rambutnya atau memakai hutang kartu kredit untuk membeli tas bagus, “Aku tidak bisa mempercayai diriku. Aku tidak bisa memberitahu orang lain, tapi aku juga tidak menyukai diriku sendiri. Aku sering bertanya-tanya tiap malam kalau saja aku tidak hidup seperti itu dan semua itu membuatku pusing. Tapi aku tidak merasakannya sekarang. Aku tidak punya uang atau tepat tinggal, tapi pikiranku ringan.” </p>
<p>Faktanya, Pal-kang begitu tidak ingin mengambil warisan ini hingga dia menyuruh kakek untuk menuliskan kalau dia bukan salah satu pewarisnya. Kakek menenangkan Pal-kang dan memanggil Kang-ha ke kantornya. Kemunculan Kang-ha membuat Pal-kang kaget dan kali ini Kang-ha yang kaget melihat Pal-kang bertengkar dengan kakek. Kenapa Kang-ha disini saat wasiat itu tidak akan hubungannya dengannya? Kakek menjelaskan kalau Kang-ha mengurusi wasiat ini dan Pal-kang menjawab, “Apa kakek tidak tahu bagaimana caranya menulis?”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00068.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00068.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00068" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5194" /></a></p>
<p>Kakek menjelaskan kalau orang sukses seperti dirinya harus menggunakan jasa orang lain untuk melakukan hal ini agar terlihat keren. Pal-kang menjawab, “Pasti menyenangkan.” Kakek menjawab, “Memang. Kau buatlah sukses dirimu, lalu minta Kang-ha untuk menulis wasiatmu.” Kakek menyuruh Kang-ha mengeluarkan kalimat yang melibatkan Pal-kang dalam wasiatnya. Kakek berkata, “Aku tidak akan membuang-buang uangku pada orang yang tidak mau menerima warisanku.” Ini membuat Pal-kang senang, jadi kakek Jung menyuruhnya pergi. Setelah pergi, kakek tertawa melihat keras kepalanya Pal-kang. Berlawanan dengan ucapannya dihadapan Pal-kang, kakek menyuruh Kang-ha untuk menulis wasiat baru dan mencantumkan Pal-kang di dalamnya. Akan tetapi, mereka akan merahasiakan yang satu ini, sebab dia tahu sekarang merupakan sebuah kesalahan mengatakan keinginannya pada keluarganya.</p>
<p>Saat makan siang, Jun-ha bermain dengan Nam sambil menunggu Pa-rang yang menjemput Pal-kang. Ketika tiba, Pal-kang mencoba mengambil Nam dari Jun-ha – sebab merasa bersalah – tapi Jun-ha kembali menjadi paman yang baik dan mengatakan kalau dia baik2 saja. Pal-kang kembali merasa kalau sikap Jun-ha ini sangat membebani dan Jun-ha tetap saja seperti sebelumnya tidak peduli.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00098.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00098.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00098" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5195" /></a></p>
<p>Pa-rang ingin sekali mampir di kantor Kang-ha dan Jun-ha mencoba mengalihkan perhatian anak itu. Jun-ha tidak suskes tapi saat itu terjadi, Kang-ha akhirnya tiba juga dan Pa-rang mengundangnya juga untuk makan siang. Akan tetapi, melihat wajah tidak nyaman pada Pal-kang dan Jun-ha, Kang-ha menolak. Jae-young menemukan Kang-ha di teras luar dan mengingatkannya pada pesta pertunangan mereka yang akan segera dilaksanakan. Kang-ha sudah setuju dengan semuanya tapi dia menunjukkan reaksi yang sangat minim pada Jae-young. Untuk itulah, Jae-young mendekati Kang-ha dengan gencar, berterima kasih karena Kang-ha sejauh ini sudah mau menurut.</p>
<p>Jun-ha menawarkan untuk membiarkan anak2 tinggal di kantornya selama beberapa waktu. Sekali lagi Pal-kang menolak kebaikan Jun-ha, tapi Jun-ha menambahkan kalau ini memang demi kebaikan anak2, bukan Pal-kang. Pasti sulit bagi mereka untuk mengekor selama Pal-kang bekerja dan jujur saja, kalau Pal-kang tidak begitu ingin mencari uang, ini akan membuat Pal-kang focus pada pekerjaannya. Ketika Jun-ha mengantar Pal-kang setelah makan siang, Jun-ha menyarankan agar Pal-kang focus pada pekerjaan untuk menghindari memikirkan hal lain. Kemudian, Jun-ha mengatakan pada dirinya sendiri, “Aku sudah memberikan Kang-ha kesempatan terakhir. Jadi aku tidak akan merasa bersalah.”</p>
<p>Pal-kang mendapatkan kontrak baru dengan seorang klien yang justru menghubungi Pal-kang lebih dulu. Klien ini mengatakan kalau ada rumor yang mengatakan jika Pal-kang adalah agen yang memperlakukan kliennya seperti keluarga. Pal-kang senang dan dengan senang hati memberikan polis asuransi pada klien itu. Pria itu memperlakukan Pal-kang dengan baik tapi saat Pal-kang pergi, dia bertanya pada bawahannya apakah Pal-kang adalah agen dengan catatan terburuk. Aneh!</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00100.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00100.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00100" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5196" /></a></p>
<p>Kang-ha menemani Jae-young dan ibunya ketika mereka selesai berbelanja untuk pesta pertunangan yang akan datang. Kang-ha terlihat tidak tertarik, menjawab saat opininya diperlukan tapi sama sekali tidak mengerti pertanyaannya. Kang-ha pergi dan Min-kyung mengatakan kalau dia seperti sapi yang akan disembelih. Ketika para wanita itu berbelanja, Kang-ha memikirkan kembali perkataan Jun-ha kalau Pal-kang tahu banyak tentang dirinya. Pal-kang menjemput Nam di tempat penitipan dan penjaganya mengatakan jika Nam kurang sehat hari ini. Pal-kang mengira kalau hal ini terjadi karena perubahan di lingkungan tempat tinggalnya. </p>
<p>Pal-kang pulang ke rumah dengan Nam dan Pa-rang dimana mereka menemukan rumah ramai: kakek dan Jun-ha mampir untuk makan malam. Kakek datang dengan membawa daging untuk dipanggang dan Jun-ha membawa hadiah. Hadiah itu berupa alat elektronik yang berhubungan dengan hp Jun-ha, dan bahkan punya fungsi suara. Anak2 berpikir kalau Jun-ha asik dan tidak mengerikan. Jun-ha juga punya hadiah buat Pal-kang dan memberinya sebuah kotak. Yang terakhir, ada bingkai foto elektronik yang bisa menunjukkan slide foto. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00121.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00121.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00121" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5197" /></a></p>
<p>Keesokan harinya, Pal-kang bergegas ke tempat penitipan setelah menerima telpon darurat tentang kesehatan Nam. Apa yang terlihat kemarin sekarang memburuk dan Nam harus dibawa ke rumah sakit. Eun-mal harus pergi malam itu jadi Jun-ha menjamin kalau dia akan menjaga anak2 dan membawa mereka ke rumahnya. Anak2 berbaris untuk memberikan Kang-ha hadiah pernikahan: hadiah itu adalah bingkai foto elektronik yang isi fotonya adalah foto keluarga Jin.</p>
<p>Anak2 yang lain harus pergi, tapi Pa-rang tetap tinggal dan bertanya, “Apa kau benar2 akan menikahi bibi yang mengerikan itu?” Ini artinya Pa-rang tidak akan bisa tidur di tempat tidur yang sama dengan Kang-ha lagi, “Aku bisa jika kau menikahi kakakku. Kau sangat jahat! Kau menyukai kakakku, aku tahu itu!” Sedangkan, Pal-kang menunggu dengan gelisah hasil pemeriksaan Nam dan hasilnya tidak bagus. Bahkan cenderung kritis.</p>
<p>Pal-kang tidak percaya ini – Nam begitu sehat. Dokter menjawab kalau ini memang sering menjadi masalahnya, bahwa  bayi terlihat begitu sehat dan penyakitnya terdeteksi lebih lambat. Pal-kang meminta dokter melakukan sesuatu, dan mengatakan kalau ini masalah kritis jadi cara terbaik bagi Nam adalah mendapatkan transplant hati sesegera mungkin.</p>
<p>Pal-kang dites, tapi dia bukan pendonor yang tepat, yang memang masuk akal karena dia bukan kakak kandung Nam. Karena RS itu penuh dan dokter spesialis tidak ada, mereka merujuk Nam ke RS lain. Akan tetapi, mereka mengingatkan kalau masalah tersebesarnya adalah menemukan donor yang tepat. Merasa putus asa, Pal-kang meminta informasi kantor adopsi tentang keluarga Nam, tapi mereka juga tidak bisa membantu. Di samping karena memang tidak mampu, panti asuhan asal Nam juga sudah tidak ada lagi.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00175.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00175.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00175" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5198" /></a></p>
<p>Malam itu, Pal-kang benar2 takut dengan vonis dokter. Dia tidak sadar kalau pada saat yang sama Kang-ha sedang parkir di luar gedung, melihat kea tap gedung itu. Ini adalah malam sebelum pertunangannya, dan dia bahkan tidak yakin kenapa dia kesini malam ini. Dia berkata pada diri sendiri, “Hanya untuk hari ini, sebab aku tidak akan datang lagi – aku tidak bisa datang lagi.”</p>
<p>Ketika dia melayangkan pandangannya, dia melihat Pal-kang keluar dari gedung itu bersama Nam dan cepat2 memanggil taksi. Pal-kang telah menerima telpon dan buru2 ingin menemui kenalannya itu. Kang-ha membuntuti taksi itu penuh rasa penasaran. Taksi menurunkan Pal-kang di depan sebuah panti asuhan, dan saat itulah Kang-ha keluar dan mengejutkan Pal-kang. Berpikir kalau Pal-kang kesini untuk menyerahkan Nam, Pal-kang dimarahi Kang-ha dan bahkan ditampar. Kang-ha berkata, “Apa harga dirimu sebegitu pentingnya? Kalau keadaannya begitu sulit, kau seharusnya minta bantuan presdir atau aku! Tidak, aku tidak punya hak, tapi kau setidaknya harus minta bantuan Jun-ha!</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00185.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00185.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00185" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5200" /></a></p>
<p>Kang-ha mengutuk perbuatan Pal-kang, sebab dia mengira Pal-kang tidak terlalu hidup susah hingga membuang Nam ke panti asuhan. Pal-kang berkata pada Kang-ha, “Jika kau tidak tahu apa2, jangan ikut campur dan pergi saja.” Kang-ha mengatakan, “Kau menolak warisan presdir, tapi mana mungkin kau lalu membuang Nam ke panti asuhan? Apa yang kau lakukan? Apa yang kau pikirkan?” Pal-kang berteriak, “Nam sakit!” Pal-kang mulai menjelaskan tentang kenalannya dan Kang-ha pun mulai mengerti keadaan sebenarnya. Pal-kang mengatakan kalau dia harus menemukan keluarga biologis Nam, sebab dia perlu transplant. Wanita itu bersimpati tapi minta maaf – Nam ditinggalkan tanpa info apapun, yang membuat semuanya jadi sulit.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00188.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00188.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00188" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5201" /></a></p>
<p>Kang-ha tidak tahu kalau keluarga Jin ternyata semuanya adopsi. Dia bertanya kenapa Pal-kang tidak pernah mengatakannya sebelumnya. Pal-kang mengatakan kalau dia adalah anak kandung orang tuanya, tapi dia tidak mengerti kenapa dia harus menjelaskan semua ini, “Kenapa aku harus bilang kalau saudaraku tidak punya hubungan darah?” Pal-kang khawatir pada Nam, yang dia ajak untuk mencari tahu tentang informasi keluarganya. Tanpa itu, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.<br />
Sekarang Kang-ha mulai mengusahakan. Dia menjelaskan kalau Pal-kang tidak bisa menemukan bantuan pada satu RS maka harus pergi ke RS yang lain. Dan dia tentu harus minta tolong. Pal-kang berkata pertolongan macam apa yang harus diminta? Menemukan donor adalah hal terpenting, jadi prioritasnya adalah menemukan keluarga biologis Nam. Kang-ha mengatakan kalau tidak ada alasan jika pendonor harus keluarga biologis, “Kau harus mencari ke seluruh dunia sampai kau menemukannya!”</p>
<p>Pertengkaran itu dihentikan oleh Nam, yang mulai menangis kesakitan. Takut, mereka segera ke RS. Dokternya bahkan tidak bisa memberikan kata2 yang membantu, sebab kelihatannya Nam semakin memburuk dan kondisinya juga semakin parah. Pal-kang mulai menangis dan Kang-ha mencoba menenangkannya. Kang-ha mulai menelpon dan mulai menelpon teman2nya untuk minta bantuan.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00196.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00196.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00196" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5202" /></a></p>
<p>Pal-kang duduk dengan sedih saat dia menunggu, tapi tiba2 saja dia ingat kalau malam ini adalah malam pertunangan Kang-ha. Dia meminta Kang-ha untuk pergi. Ketika hp Kang-ha bunyi, dia langsung melihatnya dengan cepat, berpikir kalau itu mungkin saja salah satu kenalannya, tapi ternyata telpon dari Jae-young. Kang-ha tidak menjawabnya. Ini membuat Jae-young dan keluarga Jung menunggu pengantin pria dengan khawatir. Upacara pertunangan segera dimulai dan para undangan akan segera tiba. </p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00214.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00214.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00214" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5203" /></a></p>
<p>Kang-ha menerima telpon adiknya, yang juga berada di lokasi pertunangan. Kang-ha meminta Jun-ha untuk datang, yang membuat Jae-young juga ikut ke rumah sakit. Tidak tahu apa masalahnya, mereka berdua kaget melihat Kang-ha di RS bersama Pal-kang. Kang-ha berkata pada adiknya, “Nam sakit. Sekarang kau tinggalah bersama Pal-kang.” Kang-ha tidak ingin meninggalkan Pal-kang sendiri, tapi sekarang Jun-ha ada disini menggantikannya, jadi dia pergi. Ketika Jae-young mulai memarahi Pal-kang, Kang-ha menariknya.</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00241.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00241.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00241" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5204" /></a></p>
<p>Jae-young tidak mengerti kenapa Kang-ha harus ada disini ketika yang sakit adalah adik Pal-kang. Kang-ha menjawab, “Aku tidak tahu kenapa aku disini. Tapi aku hanya merasa kalau aku harus ada disini. Aku tidak bisa pergi dan meninggalkannya sendirian.” Jae-young menampar Kang-ha dan meminta penjelasan, “Kenapa begitu? Siapa dia buatmu?” Kang-ha menjawab, “Aku tidak tahu. Aku juga tidak tahu siapa dia bagiku. Tapi aku tidak bisa pergi. Dengan dia menderita sendiri, aku tidak bisa pergi dan bertunangan denganmu.” Jae-young berkata dengan marah, “Bagaimana mungkin kau tega berkata demikian padaku?”</p>
<p>Kang-ha membuat semuanya jadi singkat dan menawarkan kalau mereka menikah tanpa bertunangan. Tapi Jae-young tidak bisa menerima ini. Malah, hal ini membuatmua semakin marah – apa Kang-ha berpikir kalau dia sudah mau menikah maka masalah akan selesai. Memang tidak tapi Kang-ha tidak punya gagasan lain. Kang-ha putus asa dan nada suaranya semakin penuh kebencian ketika dia memohon, “Kalau begitu apa lagi yang kau mau? Hanya itu yang bisa aku lakukan! Aku bisa melepaskan wanita yang kucinta tapi tidak adikku. Karena itulah aku menikahimu – apa itu tidak cukup?”</p>
<p><a href="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00242.jpg"><img src="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00242.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" title="wish17-00242" width="300" height="169" class="aligncenter size-medium wp-image-5205" /></a></p>
<p>Setelah itu, ada sebuah suara di belakang Kang-ha, “Apa yang harus aku lakukan dengan ini?” Jun-ha mendekat, matanya mencurigakan, “Kenapa membawa-bawa namaku saat kalian membicarakan pernikahan kalian? Kenapa kau harus menikahi Jae-young karena aku?”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylaniaryanti.wordpress.com/5188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylaniaryanti.wordpress.com&amp;blog=8780306&amp;post=5188&amp;subd=meylaniaryanti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylaniaryanti.wordpress.com/2011/06/25/sinopsis-wish-upon-a-star-%e2%80%93-episode-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">meylani aryanti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00023.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00023</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00031.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00031</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00040.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00040</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00055.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00055</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00068.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00068</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00098.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00098</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00100.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00100</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00121.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00121</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00175.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00175</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00185.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00185</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00188.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00188</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00196.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00196</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00214.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00214</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00241.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00241</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meylaniaryanti.files.wordpress.com/2011/06/wish17-00242.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wish17-00242</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
